Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 287 dari 338

PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN LEARN ON DELIVERY (LEADER) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X DI SMA MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL TARAKAN

BHEKTI RAMADANI
2021 · Thesis · Open Access

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran Learn On Delivery (Leader) terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi kelas X di SMA Muhamadiyah Boarding School Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Quasi Eksperiment dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret selama dua pertemuan dan sampel yang digunakan adalah X mia 1 (kelas eksperimen) dan X mia 2 (kelas kontrol). Teknik pengumpulan data dengan observasi dan tes formatif berupa 30 soal pilihan ganda serta dokumentasi. Uji Normalitas menunjukkan nilai sig ≥ 0.05 yang berarti sampel berdistribusi normal, uji Homogenitas menunjukkan nilai 0,185 dan 0,140 (sig ≥ 0,05) yang berarti data bersifat homogen. Hasil penelitian menggunakan Analisis Of Covariance (Anakova) menunjukkan bahwa model pembelajaran Learn On Delivery (Leader) berpengaruh terhadap hasil belajar sudah layak/benar dilihat dari nilai sig 0,000 ( 0,05) dengan nilai F sebesar 46.981 (corrected model) pada tabel (tests of between-subjects effects) nilai signifikan 0,000 (p0,05) yang berarti bahwa H0 ditolak. Peranan “kovariat” dalam menentukan perbedaan rata-rata kelas tersebut dapat dilihat dari nilai variabel preetest nilai sig sebesar 0,166 (> 0,05). Dengan demikian dalam model anakova ini peranan kovariat preetest tidak signifikan. Abstract : This research aimed to figure out the influence of Learn On Delivery (Leader) learning model on biology learning outcomes of Grade X students at SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan. The research employing Quasi Experimental method with a Non Equivalent Control Group Design was conducted in March for two meetings with the samples of X mia 1 (experimental class) and X mia 2 (control class). The data were collected using observations, formative tests in the form of 30 multiple choice questions, and documentation. The normality test shows tha significance value was 0.05, meaning that the samples were normally distributed. The homogeneity tests shows the value of 0.185 and 0.140 (sig 0.05), meaning that the data is homogeneous. The research results based on the Analysis of Covariance (anacova) show that Learning On Delivery (Leader) learning model which influenced learning outcomes was feasible seen from the sig value of 0.000 ( 0.05) with F value of 46.981 (corrected model) in the table (tests of between-subjects effects) with the significant value of 0.000 (p0.05), meaning that H0 was rejected. The role of “covariates” is determining the class average differences could be seen from pretest scores in which the significance value was 0.166 (> 0.05). Thus, in this anacova model, the role of covariate in pretest was not significant.

Keefektifan Media Audio Visual Terhadap Keterampilan Menulis Cerita Fantasi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan

IRPAN BIN LASIDA
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media audio visual dalam pembelajaran menulis cerita fantasi pada siswa kelas vii smp negeri 8 tarakan. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian eksperimen yang memiliki kelas kontrol pada penelitiannya. Penelitian eksperimen digunakan untuk mengetahui keefektifan media audio visual dengan menggunakan desain penelitian pretest-posttest control grup design. Populasi dalam penelitan adalah siswa kelas VII di SMP Negeri 8 Tarakan. Pengambilan sampel pada penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-3 sebagai kelas kontrol dengan masing-masing berjumlah 18 siswa setiap kelasnya. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis data deskriptif posttest, diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan media audio visual dengan jumlah siswa 18 adalah 73,11 sedangkan pada kelas kontrol yang diberi perlakuan pembelajaran yang tidak media audio visual dengan jumlah siswa 18 adalah 69,33 dan pengujian statistik dengan menggunakan uji independent sample t-test pada software SPSS version 26 for window diperoleh t hitung 1,970 pada taraf signifikan a = 0,05 dan df = 34 diperoleh nilai t tabel 1,690 berarti t hitung ≥ t tabel (1,970 ≥ 1,690) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data pada baris equal variances assumed (varians diasumsikan sama) diperoleh t hitung 1,970 pada taraf signifikan a = 0,05 dan df = 34 diperoleh nilai t tabel 1,690 berarti t hitung ≥ t tabel (1,970 ≥ 1,690) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan dengan menggunakan media audio visual efektif terhadap pembelajaran menulis cerita fantasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan”.

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS X DI KOTA TARAKAN

SILVIANA
2021 · Thesis · Open Access

Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi permasalahan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia. Literasi sains penting untuk dikuasai oleh siswa agar dapat memahami lingkungan hidup, kesehatan,ekonomi dan masalah-masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat modern yang sangat bergantung pada teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa kelas X MIA SMA di Kota Tarakan. Kemampuan literasi sains diukur menggunakan tiga indikator dalam aspek kompetensi yaitu mengidentifikasi permasalahan ilmiah, menjelaskan fenomena secara ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Hang Tuah Tarakan yang berjumlah 3 kelas dan siswa kelas X SMA Negeri 3 Tarakan yang berjumlah 3 kelas, dengan total siswa berjumlah 190 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa kelas X di SMA Hang Tuah Tarakan termasuk dalam kategori “Kurang” dengan nilai rata-rata sebesar 57,72. Adapun nilai pada aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah memperoleh nilai rata-rata 62,11 termasuk dalam kategori cukup, pada aspek menjelaskan fenomena secara ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 48,91 termasuk dalam kategori sangat kurang dan untuk aspek menggunakan bukti ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,09 dengan kategori cukup. Hasil penelitian pada siswa Kelas X SMA Negeri 3 Tarakan menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa termasuk dalam kategori “Cukup” dengan nilai rata-rata sebesar 67,72. Adapun nilai pada aspek mengidentifikasi permasalahan ilmiah memperoleh nilai rata-rata 67,40 termasuk dalam kategori cukup, pada aspek menjelaskan fenomenan secara ilmiah memperoleh nilai rata-rata 56,88 termasuk dalam kategori kurang dan untuk aspek menggunakan bukti ilmiah memperoleh nilai rata-rata sebesar 63,87 termasuk dalam kategori cukup. Scientifik literacy was defined as the ability to apply scientific knowledeg, identifity problems, and draw conclusions based on facts in order to comperehend and make judgments about nature and the changes caused by human activity. Scientific literacy was critical for students to comperhend environment, health, economy, and other issues confronting modern society, which is heavily reliant on technology and scientific advancements. The purpose of this study was to analyze the scientific literacy skills of ten grade students in MIA SMA Tarakan. Scientific literacy skills was measured using three indicator of the aspect of compentence, namely identifying scientific problems, explaining phenomena scientifically and using scientific problems. The sample for this study werw students in class ten at SMA Hang Tuah Tarakan, consisting of three classes, and student in class ten at SMA Negeri 3 Tarakan, consisting of three classes, for a total of 190 students. The results showed that tenth grade students at SMA Hang Tuah Tarakan had an average score of 57.72 for scientific literacy. The aspect of identifying scientific problems got on an average score of 62.11, categorize as “sufficient” , the aspect of scientifically explaining the phenomenon got on average score of 48.91, categorized as “very poor” , and the aspect of using scientific evidence got on average score of 63.09, categorized as “ sufficients”. While, the result at tenth grade students in SMA Negeri 3 Tarakan revealed that student’s scientific literacy skills werw categorized as “Enough”, wit in average score of 67.72. The average value for identifying scientific problems was 67.40, categorized as “sufficient”, the average score for aspect of explaining phenomena scientifically was 56.88, categorized as “less”, and the average score for scientific evidence was 63.87, categorized as “sufficient”.

IDENTIFIKASI BAKTERI DAN EPIFIT PADA RUMPUT LAUT ( Kapapphycus alvarezii ) YANG TERSERANG PENYAKIT ICE-ICE DI PERAIRAN TANJUNG BATU TARAKAN

ALFIGRAYANTI
2021 · Thesis · Open Access

Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu komoditi ekspor yang potensial untuk dikembangkan. Penyakit yang sering didapat pada budidaya rumput laut adalah penyakit bakterial, yang dilakukan dengan penyakit ice-ice. Epifit merupakan hama yang menempel pada rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri dan epifit pada rumput laut K. alvarezii yang terserang penyakit ice-ice. Menggunakan metode deskriptif kuantitatif sampel rumput lut di ambil di dua stasiun yaitu di tanjung batu kota tarakan, isolasi bakteri dan identifikasi bakteri dan epifit. Hasil identifikasi yang didapatkan ada empat bakteri ialah Actinobacillus, Moraxella, Alcaligenes, Vibrio S. Hasil Epifit yang ditemukan pada lokasi tanjung batu Tarakan banyak menempel pada thallus Rumput Laut K.alvarezii sebagian besar adalah alga yaitu; Chaetomorpha crassa, tiram. kutu laut, teritip, alga merah Kappaphycus alvarezii seaweed is a potential export commodity to be developed. Diseases that are often found in seaweed cultivation are bacterial diseases, namely ice-ice disease. Epiphytes are pests that attach to seaweed. This study aims to determine the types of bacteria and epiphytes in K. alvarezii seaweed which is attacked by ice-ice disease. Using quantitative descriptive methods and work procedures, this research carried out four stages, namely: preparation of tools and materials, sampling, isolation of bacteria and identification of bacteria and epiphytes. The identification results obtained were four bacteria, namely Actinobacillus, Moraxella, Alcaligenes, Vibrio S. The results of the Epiphytes found at the Tanjung Batu Tarakan location were mostly attached to the thallus of the Seaweed K.alvarezii, mostly algae, namely; Chaetomorpha crassa, oyster. sea lice, barnacles, red algae

KAJIAN PENGARUH JENIS DAN DOSIS BIOCHAR TERHADAP PENCUCIAN UNSUR HARA NITROGEN (N) PADA TANAH MASAM DI SEBATIK

IRMA
2021 · Thesis · Open Access

Ketersediaan unsur hara nitrogen pada tanah masam sangat rendah. Penambahan nitrogen melalui pemupukan pupuk anorganik seringkali tidak efektif akibat terjadinya kehilangan nitrogen melalui pencucian. Biochar merupakan material yang sangat potensi untuk menekan kehilangan unsur hara melalui pencucian. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh jenis, dan dosis biochar serta kombinasinya terhadap pencucian nitrogen pada tanah di Sebatik. Menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), 2 faktor yaitu jenis biochar (B) dan dosis biochar (D). Hasil menjunjukkan bahwa aplikasi jenis dan dosis biochar mampu menurunkan pencucian N pada tanah di sebatik. Pada semua lama inkubasi, pemberian biochar tempurung kelapa (B1) dan cangkang sawit (B2) sama-sama mampu menurunkan jumlah N-nitrat tercuci, sedangkan dosis biochar yang paling baik menurunkan jumlah N-Nitrat tercuci adalah 1,5 g (D3), yaitu berturut-turut 30,43, 11,24, dan 7,75 mg/kg pada 0, 21 dan 42 hari. Kombinasi biochar tempurung kelapa dengan dosis 1,5 g (B1D3) adalah kombinasi terbaik dalam menurunkan jumlah N-Nitrat tanah yang tercuci, baik pada lama inkubasi 0, 21 hari maupun 42 hari, berturut-turut 31,11, 12,41, dan 8,75 mg/kg.

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS ANIMASI MATERI PUISI DI KELAS X SMK NEGERI 1 TARAKAN

NORMANSYAH
2021 · Thesis · Open Access

PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS ANIMASI MATERI PUISI DI KELAS X SMK NEGERI 1 TARAKAN ABSTRAK Normansyah. 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk pembelajaran berupa animasi dan untuk mengetahui keefektifan media dan model penelitian yang dimodifikasi oleh Borg and Gall. Tahapan pengembangan (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan informasi, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) perbaikan desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif persentase dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan telah memenuhi kelayakan. Pernyataan tersebut dapat dilihat dari hasil validasi bahasa sebesar 80% dengan kualifikasi baik, hasil validasi media 95% dengan kualifikasi sangat baik, hasil validasi materi 82,5% dengan kualifikasi baik dan hasil uji coba soal 79,2% dengan kualifikasi baik. Hasil perhitungan diperoleh pada α = 10% dengan dk = 22-1 = 21 diperoleh t tabel = 2,080. Didapat t hitung = 3,368. Karena t hitung ≥ t tabel maka hipotesis (Ha) diterima. Kesimpulannya.

HUBUNGAN PARAMETER LINGKUNGAN TERHADAP DOMINANSI DAN KEMERATAAN BELALANG (ORDO ORTHOPTERA) DI HUTAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN SERTA POTENSI IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA

NURASIA
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan parameter lingkungan terhadap indeks dominansi dan kemerataan belalang di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan dan Potensi implementasinya pada pembelajaran Biologi kelas X SMA. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jenis belalang yang terdapat di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh spesies belalang yang didapatkan pada saat penelitian. Data yang dipeoleh kemudian di analisis mengunakan rumus dominansi, kemerataan dan uji korelasi sperman-rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 spesies belalang yaitu Acrida ungarica, Acrida ungarica, Acrida conica, Oxya chinensis, Oxya japonica, Caryanda spuria, Trilophidia annulata, valanga nigricornis, xenocatantops humilis, Phlaeoba fumosa, Traulacris sp., Pseudoxya diminuta, Traulia borneensis, Oxya Serville, Xenacatantops humilis nymph, Elimaea sp, Conocephalus fasciatus, Ceraeocercus fuscipennis, dan Conocephalus Maculatus dari 2 famili yaitu Acrididae dan Tettigonidae. Berdasarkan perhitungan indeks dominansi yang dilakukan, dominansi belalang pada kedua stasiun tergolong dalam kategori rendah dengan nilai D pada stasiun I berkisar sebesar 0,00-0,08 sedangkan pada stasiun II berkisar sebesar 0,00-0,02. Hasil perhitungan Indeks kemerataan pada kedua stasiun tergolong relatif merata/stabil dengan nilai E pada stasiun I sebesar 0,81 dan pada stasiun II sebesar 2,27. Hasil analisi hubungan parameter lingkungan terhadap dominansi pada kedua stasiun yaitu tidak terdapat hubungan antar parameter lingkungan terhadap dominansi di Hutan Penelitian Universitas Borneo Tarakan. Adapun hasil analis keterkaitan penelitian pada pembelajaran biologi yaitu pada materi keanekaragaman hayati kompetensi dasar 3.2 mengenai berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia, beserta ancaman dan pelestariannya dan kompetensi dasar 4.2 menyajikan hasil observasi berbagai tingkat keanekaragaman hayati di Indonesia serta usulan upaya pelestariannya. This study aims to determine the relationship of environmental parameters to the dominance and evenity of grasshopper (ordo orthoptera) in the forests of Borneo Tarakan University and its potential of implementation in biology learning for class X SMA. This research was correlation research with a quantitative descriptive approach. The population were all types of grasshoppers found in the research Forest of Borneo Tarakan University. The sampel in this research were all species of grasshoppers obtained at the study time. The data obtained were then analyzed using the dominance, evenness and sperm-rho correlation test. The results showed 19 spesies of grasshoppers, namely Acrida hungarica, Acrida conica, Oxya chinensis, Oxya japonica, Caryanda spuria, Trilophidia annulata, Valanga nigricornis, Xencatantops humilis, Phlaeba fumosa, Traulacris sp, Serville, Xenacatantops humulis nymph, Elimaea sp, Conocephalus fasciatus, Ceraeocercus fuscipennis, and Conocephalus maculatus frm 2 families, namaly Acrididae and Tettigonidae. Based on the calculation of the dominance index, the dominance of grasshoppers at both stations was classified in the low category, with the value of D at the station I ranging from 0,00-0,08 while at station II was ranging from 0,00-0,02. The calculation results of the evenness index at both stations were relatively even/stable, with the value of E at the station I of 0,81 and station II of 2,27. The analysis of the relationship between environmental parameters and dominance at the two stations showed no association between ecological parameters and sovereignty in the Research Forest of Borneo Tarakan University. The results of the analysis of the linkage of research to biology learning, namaly on the subject of biodiversity, basic competence 3.2 regarding various levelsn of biodiversity in indonesia, along with threats and conservation, and basic competence 4.2 presenting the results of observations of different levels of biodiversity in indonesia and proposed conservation efforts.

PERANCANGAN BOOST CONVERTER UNTUK PROSES CHARGING BATERAI PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN METODE KONTROL PID

KORNELIUS MANALU
2021 · Thesis · Open Access

Pemamfaatan energi matahari menjadi energi listrik, di buat dengan sebuah peralatan pembangkit listrik yang mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik yang dikenal dengan modul surya. Dalam proses pemamfaatan energi ini daya listrik yang dihasilkan modul surya biasanya disimpan pada baterai. Dalam proses penyimpanan sering terjadi kendala yaitu rendahnya intensitas matahari sehingga proses penyimpanan energi listrik dari modul surya mengalami penurunan dan memerlukan waktu pengisian yang lama pada baterai. Dengan merancang sebuah sistem kontrol charging dengan tipe boost konverter yang merupakan sebuah tipe konverter yang bekerja menaikkan tegangan menggunakan metode pengontrolan PID. Kontrol ini akan bekerja memonitoring tegangan baterai tetap pada posisi maksimum kapaitas baterai. Penelitian ini menggunakan modul surya 50 wp dan aki 24V. Hasil penelitian menunjukkan tegangan yang dihasilkan modul surya berkisar 19-20V maka boost converter akan menaikkan tegangan sesuai dengan kapasitas baterai yaitu 24V. Dalam pengukuran yang dilakukan pada proses pengisian baterai boost converter bekerja pada duty cyle 15%, 15%, 14%, 15%, 16%, 16%, 17%, 16%. Proses pengisian berlangsung selama 3 jam.

Evauasi Penilaian Portofolio Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas VII di SMP Negeri 1 Tarakan

MEISA FITRI
2021 · Thesis · Open Access

Evaluasi merupakan serangkaian proses yang dilakukan setelah melakukan kegiatan pengukuran dan penilaian. Pengukuran dan penilaian dapat dilakukan setelah maupun selama proses pembelajaran berlangsung. Salah satu bentuk penilaiain ialah penilaian kelas yang dilakukan dengan berbagai teknik salah satunya dengan penilaian portofolio. Penilaian portofolio merupakan satu metode penilain berkesinambungan, dengan mengumpulkan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan seseorang. Berdasarkan hasil observasi SMP Negeri 1 Tarakan menunjukkan bahwa sekolah telah menerapkan penilaian portofolio. Penilaian portofolio yang digunakan pada guru IPA yaitu portofolio proses dan portofolio produk, pada penilaian proses ini menunjukkan tahapan pembelajaran untuk mencapai standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator yang telah ditetapkan dalam kurikulum 2013, dan menunjukkan semua hasil dari awal sampai dengan akhir selama kurun waktu tertentu. Sedangkan pada portofolio produk, penilaian portofolio ini hanya menekankan pada penguasaan (materi) dari tugas yang dalam standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator pencapaian hasil belajar, serta menunjukkan bukti yang paling baik, tanpa memperhatikan bagaimana dan kapan bukti tersebut diperoleh dalam pencapaian indicator pembelajaran. Rata - rata nilai portofolio kelas VII telah memenuhi indeks maksimal skor. Nilai portofolio yang dihasilkan bersifat ajeg artinya rubrik yang digunakan baik. Guru dan siswa memberikan tanggapan sangat baik terhadap penilaian portofolio proses sains. Rubrik penilaian portofolio proses sains siswa materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan yang dikembangkan sangat layak digunakan untuk menilai materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.

Penggunaan Variasi Bahasa Bugis Bone di Desa Tabur Lestari Kecamatan Sei. Menggaris Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara ( Kajian Sosiolinguistik )

MUHAMMAD SAFWAN
2021 · Thesis · Open Access

Penggunaan Variasi Bahasa Bugis Bone di Desa Tabur Lestari Kecamatan Sei. Menggaris Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara Kajian Sosiolinguistik ABSTRAK Muhammad Safwan. 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa bugis bone di desa tabur lestari di tinjau dari latar belakang geografis dan sosial penutur serta fungsi di variasi bahasa di masyarakat tabur lestari dan relevansinya dalam pembelajaran sosiolinguistik Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Borneo Tarakan. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif serta kajian yang digunuakan yaitu kajian sosiolinguistik. Adapun sumber data yang diperoleh dari masyarakat yang terdapat di desa tabur lestari. Data penelitian ini berbentuk dua kosakata yang terdapat di dalamnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, teknik rekam, teknik catat dan teknik simak libat cakap. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variasi bahasa bugis bone di masyarakat desa tabur lestari kecamatan sei.menggaris data yang di peroleh dari hasil klasifikasi sebanyak lima puluh tiga data yang terdiri dari klasifikasi anggota tubuh, katakerja, kata sifat, kata benda, kata buah, waktu dan hewan. Berdasarkan kategori tingkat pendidikan dan tingkat usia. Dari kedua kategori tersebut dapat dilihat data yang diperoleh yaitu data yang berupa kosakata yang dimana kosakata tersebut terdapat dua kosakata berbeda namun tidak merubah artinya dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu sangat jelas bahwa keadaan geografis dan latar belakang budaya menjadi faktor utama adanya variasi bahasa serta berkembang di setiap daerah yang ada di Indonesia. Kata Kunci : Variasi Bahasa, Sosiolinguistik, Bahasa Bugis Bone

Kajian Bahan Organik Berbasis Cangkang Telur Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Seledri (Apium graveolens L.)

SAPRIANSYAH
2021 · Thesis · Open Access

KAJIAN BAHAN ORGANIK BERBASIS CANGKANG TELUR AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens L.)” Abstrak Seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman yang selalu digunakan sebagai bahan masakan khas Indonesia seperti sop, soto, dan bakso. Seledri juga dikenal sebagai tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman seledri yaitu dengan memberikan unsur hara yang cukup bagi tanaman dengan memanfaatkan limbah dari cangkang telur sebagai pupuk organik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui dosis terbaik pupuk organik berbahan cangkang telur ayam dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman seledri. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu dosis pupuk organik dengan 5 perlakuan yaitu tanpa perlakuan (P0), 5 gram (P1), 10 gram (P2), 20 gram (P3), 40 gram (P4) setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 25 percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 5 gram, 10 gram, 20 gram, 40 gram, memberikan hasil berbeda tidak nyata, namun pada perlakuan 40 g/tanaman (P4) cenderung menunjukkan hasil yang lebih baik dalam petumbuhan dan hasil tanaman baik pada tinggi tanaman (22,37 cm), jumlah daun (35,5 helai), jumlah tangkai (7,3 buah), dan berat basah (11,35 gram). Kata kunci: Cangkang telur, dosis, pertumbuhan, hasil, seledri.

PERILAKU MALAS BELAJAR MAHASISWA UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

ACHMAD RIDUAN
2021 · Thesis · Open Access

Achmad Riduan, 2022, “Perilaku Malas Belajar Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing adalah Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd. Perilaku malas belajar di lingkungan kampus Universitas Borneo Tarakan melatarbelakangi penelitian ini. Sehubungan dengan masalah ini peneliti memandang bahwa perilaku malas belajar Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan terkait dengan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui Perilaku Malas Belajar Mahasiswa di Universitas Borneo Tarakan dengan pendekatan wawancara kepada subjek penelitian dan Observasi lingkungan tempat tinggal dan sosial subjek penelitian. Wawancara dan observasi dilaksanakan berdasarkan indikator pada instrumen penelitian. Dari penelitian yang telah dilaksanakan terkait Perilaku Malas Belajar Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan dapat dikemukakan bahwa perilaku malas belajar disebabkan oleh beberapa faktor yaitu Faktor kurangnya motivasi dari dalam diri mahasiswa untuk belajar, Faktor Pergaulan yang bebas dan Faktor Keluarga yang kurang memberikan pengawasan.

PELESAPAN DAN PERUBAHAN FONEM PADA ANAK USIA 3 TAHUN DI PAUD ADITYAWARMAN KOTA TARAKAN (KAJIAN FONOLOGI)

WAHYUDI AZIS
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelesapan dan perubahan fonem pada anak usia 3 tahun tinjau dari pada anak di Paud Adityawarman Kota Tarakan serta relevansinya dalam pembelajaran Fonologi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Borneo Tarakan. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kualitatif serta kajian yang digunakan yaitu kajian Fonologi. Adapun sumber data yang diperoleh dari anak usia 3 tahun. Data penelitian ini berbentuk tindak tutur yang terdapat di dalamnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, teknik rekam, teknik catat dan teknik simak libat cakap. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Bahasa yang dipergunakan oleh si anak, masih belum sempurna dan masih terdapat pelesapan perubahan bunyi yang sering dikeluarkan dalamucapannya sehari-hari. Pada saat anak berusia 3 tahun perbendaharaan bahasa mereka semakin banyak dan mereka dapat membuat kalimat yang sesuai dengan tata bahasa, meskipun masih banyak yang belum dapat mereka lakukan dengan bahasanya.

HUBUNGAN POLA ASUH OTORITER DENGAN SIKAP POSITIF SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 4 TARAKAN

MUHAMAD HIKMAL
2021 · Thesis · Open Access

Muhamad Hikmal, 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Pola Asuh Otoriter dan Sikap positif pada siswa-siswi kelas VIII di SMP Negeri 4 Tarakan. Hipotesis dalam penelitian ini apakah ada hubungan antara pola asuh otoriter dengan sikap positif pada siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota. Pada sampel 121 sampel yakni seluruh siswa dan siswi kelas VIII di SMP Negeri 4 Tarakan. Selanjutnya dilakukan analisis dengan model korelasi product moment dibantu dengan SPSS Versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pola asuh otoriter dengan sikap positif pada siswa dan siswi di SMP Negeri 4 Tarakan. The purpose of this research was to figure out the relationship between authoritarian parenting patterns and positive attitudes of Grade VIII student at SMP Negeri 4 Tarakan . The research hypothesis was whether or not there was a relationship between authoritar\ian parenting patterns and student. This research used a quantitative method with a correlations approach. The samples were collected using a probability sampling technique since providing equal opportunities for each populations element selected as member. 121 samples consisting of all Grade VIII Students at SMP Negeri 4 Tarakan were eventually collected. The data were then analyzed using the product moment correlation model positive relationship between Authoritarian Parenting Patterns and Positive Attitudes Of Grade VIII Student At Smp Negeri 4 Tarakan.

KAJIAN PENGARUH DOSIS DAN JENIS BIOCHAR TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA FOSFOR (P) PADA TANAH MASAM DI SEBATIK

TESSA NUR RIZKI
2021 · Thesis · Open Access

Ketersediaan unsur hara P yang rendah merupakan salah satu permasalahan pengelolaan lahan masam di Sebatik. Rendahnya ketersediaan unsur hara P pada lahan masam disebabkan oleh pH tanah yang rendah dan tingginya kelarutan Al-dd. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan P adalah dengan meningkatkan pH tanah dan menurunkan kelarutan Al-dd melalui penambahan bahan pembenah tanah yaitu biochar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh jenis biochar terhadap ketersediaan P; 2) pengaruh dosis biochar terhadap ketersediaan unsur hara P; dan 3) pengaruh kombinasi jenis dan dosis biochar terhadap ketersediaan unsur hara P pada tanah masam di Sebatik. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 Faktor, yaitu jenis biochar (tempurung kelapa dan cangkang sawit) dan dosis biochar ( 0, 0,5, 1,0 dan 1,5 g), menghasilkan 8 kombinasi perlakuan, diulang 3 kali menghasilkan 24 unit percobaan, yang diinkubasi pada 0, 21 dan 42 hari. Parameter yang diamati adalah pH tanah, kandungan C-organik, kelarutan Al-dd, dan P-tersedia tanah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan jenis dan dosis biochar mampu meningkatkan ketersediaan P dari saangat rendah menjadi sedang. Katersediaan unsur hara P tertinggi diperoleh pada pemberian biochar cangkang sawit (6,36 ppm), dosis biochar sebesar 1,5 g (8,64-8,80 ppm), dan pada kombinasi biochar tempurung kelapa dengan dosis 1,5 g (8,80 ppm).

ANALISIS MEMBACA PERMULAAN DI KELAS I SD KOTA TARAKAN

DITA RAHMANINGTYAS
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai membaca permulaan di kelas I SD kota Tarakan berdasarkan 5 skripsi yang dianalisis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini mengacu pada 3 aspek, yaitu 1) Faktor kesulitan membaca permulaan 2) Pemilihan model / metode & media pembelajaran untuk membaca permulaan 3) Kemampuan membaca permulaan. Sumber data pada penelitian ini mencakup sumber data primer berupa skripsi terdahulu dan sumber data sekunder berupa buku dan jurnal yang mengkaji mengenai membaca permulaan. Hasil penelitian ini faktor kesulitan membaca permulaan pada peserta didik di kelas I SD Kota Tarakan sangat beragam, mulai dari faktor kognitif, faktor penguasaan bahasa, faktor psikologis, faktor lingkungan, dan juga faktor mengajar guru. Model/metode dan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam membaca permulaan seperti, model pembelajaran scramble, metode global, metode suku kata, media kartu bergambar/media cerita bergambar. Kemampuan membaca permulaan peserta didik di kelas I SD Kota Tarakan memiliki perbedaan, terdapat beberapa peserta didik yang sudah bisa membaca sebelum masuk sekolah, terdapat yang masih mengeja, banyak peserta didik yang sering mengganti/memotong kata, serta masih banyak yang belum dapat mengenal/membedakan huruf . Setelah penelitian dilakukan dengan pengajaran yang tepat, kemampuan membaca permulaan peserta didik mengalami peningkatan yang sangat baik.

UJI KONSENTRASI ZPT MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) DAN MEDIA TANAM SEKAM PADI TERHADAP STEK TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum indicum L.)

JUNAIDAH
2021 · Thesis · Open Access

Krisan atau biasa disebut bunga seruni memiliki nama latin Chrysanthemum indicum L. merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan juga salah satu tanaman hias yang populer di Indonesia. Namun produksinya di Kalimantan utara khususnya di kota Tarakan masih terbilang minim sehingga perlu dilakukan peningkatkan produksi. Salah satu caranya adalah penggunaan kombinasi antara ZPT dan media tanam sekam padi. Adapun tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT terhadap stek tanaman krisan, media tanam sekam padi terhadap stek tanaman krisan dan interaksi antara konsentrasi ZPT dan media tanam sekam padi terhadap stek tanaman krisan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2021 di pekarangan Simpang Amal Tarakan Timur, Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 media tanam dengan 4 taraf yaitu tanah (M0), tanah + sekam padi 250 g (M1), tanah + sekam padi 300 g (M2), tanah + sekam padi 350 g (M3) dan faktor 2 kosentrasi zat pengatur tumbuh dengan 4 taraf yaitu (Z0) tanpa ZPT, (Z1) MSG 1 g/2 cc air, (Z2) MSG 2 g/2 cc air, (Z3) MSG 3 g/2 cc air, setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali sehingga terdapat 80 percobaan. Hasil dari penelitian ini yaitu perlakuan kosentrasi ZPT, media tanam sekam padi tidak berpengaruh nyata terhadap stek tanaman krisan. Selanjutnya hanya terdapat interaksi kombinasi antara konsentrasi ZPT dan media tanam sekam padi terhadap stek tanaman krisan untuk tinggi tanaman di usia 28, 35 dan 42 HST sedangkan untuk jumlah daun di usia 14, 21, 28, 35 dan 49 HST.

PENGEMBANGAN KOMIK DIGITAL BERBASIS PLATFROM (INSTAGRAM) PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA UNTUK SISWA KELAS VIII PUTRA SMP IT IBNU ABBAS TARAKAN

ANCA RIZKI FEBRIANSYAH
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Komik Digital berbasis Platform (Instagram) pada materi sistem ekskresi manusia untuk siswa kelas VIII Putra SMP IT Ibnu Abbas Tarakan yang berkualitas dan untuk mengetahui respon siswa kelas VIII Putra SMP IT Ibnu Abbas Tarakan terhadap Komik Digital berbasis Platform (Instagram) pada materi sistem ekskresi manusia. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Reseach and Develoment) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIII Putra SMP IT Ibnu Abbas Tarakan yang berjumlah 23 Siswa. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket penilaian ahli media, ahli materi, praktisi dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas komik digital berbasis platform (instagram) pada materi sistem ekskresi manusia berdasarkan penilaian ahli media memperoleh hasil rata-rata skor (X) sebesar 3,6 (kategori sangat baik), penilaian ahli materi memperoleh hasil rata-rata skor (X) sebesar 3,4 (kategori sangat baik), penilaian praktisi memperoleh hasil rata-rata skor (X) sebesar 3,5 (kategori sangat baik) dan respon siswa berdasarkan hasil uji coba menunjukkan rata-rata skor (X) sebesar 3,6 (kategori sangat baik) pada uji coba kelompok kecil maupun uji coba kelompok besar.

PENERAPAN ANALISIS KARBOHIDRAT BERAS KARAYAN PADA ASPEK LITERASI SAINS DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

ENGGI SUSANTI
2021 · Thesis · Open Access

Penelitian ini menggunakan penelitian deskritif menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Luff Schoorl yang bertujuan untuk mengetahui kadar gula preduksi berupa glukosa pada beras Krayan yaitu beras tuan sia, tuan boda dan udara. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji kuantitatif gula preduksi, wawancara pra penelitian dan dokumentasi. Karbohidrat memiliki sifat mereduksi dikarenakan adanya gugus aldhida dan keton bebas dalam molekul karbohidrat. Hasil penelitian per 10 gram nasi menunjukan bahwa kandungan glukosa dalam beras udara sebesar 5,1584 mg (0,146%), tuan sia 6,4512 mg (0,153%), tuan boda 6,8104 mg (0,166%) dan telor mas 15,668 mg (1,166%). Hasil penelitian kadar glukosa dituangkan dalam bentuk soal literasi sains bagi siswa kelas XI khususnya pada mata pelajaran biologi dengan skor validasi yaitu 3,5 point dan termasuk dalam kriteria penilaian valid. This study used descriptive research with a quantitative approach and Luff Schoorl method aiming to figure out the glucose level reducing agent in the form of glucose contained in Krayan rice consisting of rice belonging ti Tuan Sia, Tuan Boda, Udara dan Telor Mas. A quantitative test was conducted on glucose reducing agent, while interview was performed before starting the research and documentation. Carbohydrate has reductive characteristics due to the existence of aldehyde groups and free ketones in the carbohydrate molecules. The research results on each 10 gram of rice show that the glucose contents were 5.1584 mg (0.146%), 6.4512 mg (0.153%), 6.88104 mg (0.166%) and 15.668 mg (1.166%) respectively in Udara, Tuan Sia, Tuan Boda and Telor Mas. The research results also show that the glucose level implemented in the form of science literacy questions for Grade XI students, especially in Biology Subject had the validation score of 3.5 points and classified into valid criteria.

ANALISIS KEMAMPUAN NUMERASI PADA SISWA KELAS V C DI SD NEGERI 013 TARAKAN

CAHYO ANGGRIANI
2021 · Thesis · Open Access

Kemampuan numerasi pada umumnya adalah kemampuan untuk menganalisis dengan menggunakan angka-angka yang diperlukan dalam menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan numerasi siswa kelas V C di SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan numerasi yang dikonfirmasi dengan proses wawancara. Sebanyak 25 siswa kelas V C menjadi partisipan dalam penelitian dan mengerjakan tes kemampuan numerasi, yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Setelah itu peneliti memilih 6 siswa yang mewakili setiap kategori kemampuan matematika untuk diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan kemampuan numerasi pada setiap kategori kemampuan siswa; (2) kemampuan matematika yang dimiliki oleh siswa tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap kemampuan numerasi siswa; (3) pada indikator menggunakan berbagai macam angka atau simbol yang terkait dengan matematika dasar dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari, subjek kemampuan tinggi dan satu subjek kemampuan sedang mampu menemukan strategi dan jawaban yang tepat, satu subjek kemampuan sedang dan rendah menggunakan perhitungan yang salah sehingga hasil kurang tepat, dan satu subjek kemampuan rendah lainnya kurang hati-hati dalam menuliskan jawaban sehingga terdapat kekeliruan; (4) pada indikator menganalisis informasi yang disajikan dalam berbagai bentuk (grafik, tabel, dll), subjek kemampuan tinggi mengalami kesulitan membaca grafik, terutama grafik yang jaraknya berdekatan, seorang subjek kemampuan sedang mampu menuliskan 4 informasi dengan benar, subjek kemampuan sedang lainnya, dan subjek kemampuan rendah belum memahami konsep sehingga sulit menemukan informasi dan mengkomunikasikannya; (5) pada indikator menafsirkan seluruh hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan subjek kemampuan tinggi dan sedang dapat menafsirkan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Subjek kemampuan rendah belum memiliki kemampuan menafsirkan seluruh hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan