Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.753 item publik

Publikasi

Halaman 20 dari 338

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, SALES GROWTH DAN RETURN ON ASSET TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2020-2024

NIA RAMADANI
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan, sales growth, dan return on asset (ROA) terhadap harga saham pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penarikan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 17 perusahaan dari jumlah populasi 91 perusahaan. Data sekunder dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi melalui laporan keuangan tahunan yang relevan. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis regresi linear berganda dengan alat bantu SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan return on asset (ROA) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Sebaliknya, sales growth tidak berpengaruh terhadap harga saham. Secara simultan, ukuran perusahaan, sales growth, dan return on asset (ROA) berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

EKSTRAKSI SELULOSA DARI RUMPUT LAUT (Chaetomorpha sp.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT DELIGNIFIKASI

HAFID
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik selulosa hasil ekstraksi dari rumput laut Chaetomorpha sp. dengan variasi konsentrasi NaOH sebagai pelarut delignifikasi. Rumput laut Chaetomorpha sp. memiliki potensi sebagai sumber selulosa alami karena mengandung komponen serat yang cukup tinggi, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Ekstraksi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pencucian, depigmentasi menggunakan NaOCl, delignifikasi dengan NaOH pada konsentrasi 0,5 M, 1 M, dan 1,5 M, serta depolimerisasi menggunakan HCl. Karakterisasi selulosa dilakukan melalui pengujian rendemen, kadar selulosa, kadar lignin, kadar hemiselulosa, X-Ray Diffraction (XRD), dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 0,5 M sebesar 27,5%, sedangkan kadar selulosa tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 67,5%. Kandungan lignin terendah juga terdapat pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 20%, sedangkan kadar hemiselulosa meningkat seiring bertambahnya konsentrasi NaOH. Analisis XRD menunjukkan indeks kristalinitas selulosa sebesar 61,48% dengan ukuran kristalit 1482,693 nm, sedangkan analisis FTIR memperlihatkan gugus fungsi khas selulosa pada bilangan gelombang 3390 cm-1, 2903 cm-1, 1666 cm-1, 1412 cm-1, 1042 cm-1, dan 608 cm-1. Berdasarkan hasil tersebut, konsentrasi NaOH 1 M dapat dikatakan sebagai kondisi paling optimal untuk menghasilkan selulosa dari Chaetomorpha sp. dengan karakteristik yang baik.

EKSTRAKSI SELULOSA DARI RUMPUT LAUT (Chaetomorpha sp.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI PELARUT DELIGNIFIKASI

HAFID
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik selulosa hasil ekstraksi dari rumput laut Chaetomorpha sp. dengan variasi konsentrasi NaOH sebagai pelarut delignifikasi. Rumput laut Chaetomorpha sp. memiliki potensi sebagai sumber selulosa alami karena mengandung komponen serat yang cukup tinggi, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Ekstraksi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pencucian, depigmentasi menggunakan NaOCl, delignifikasi dengan NaOH pada konsentrasi 0,5 M, 1 M, dan 1,5 M, serta depolimerisasi menggunakan HCl. Karakterisasi selulosa dilakukan melalui pengujian rendemen, kadar selulosa, kadar lignin, kadar hemiselulosa, X-Ray Diffraction (XRD), dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 0,5 M sebesar 27,5%, sedangkan kadar selulosa tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 67,5%. Kandungan lignin terendah juga terdapat pada konsentrasi NaOH 1 M sebesar 20%, sedangkan kadar hemiselulosa meningkat seiring bertambahnya konsentrasi NaOH. Analisis XRD menunjukkan indeks kristalinitas selulosa sebesar 61,48% dengan ukuran kristalit 1482,693 nm, sedangkan analisis FTIR memperlihatkan gugus fungsi khas selulosa pada bilangan gelombang 3390 cm-1, 2903 cm-1, 1666 cm-1, 1412 cm-1, 1042 cm-1, dan 608 cm-1. Berdasarkan hasil tersebut, konsentrasi NaOH 1 M dapat dikatakan sebagai kondisi paling optimal untuk menghasilkan selulosa dari Chaetomorpha sp. dengan karakteristik yang baik.

ANALISIS PERLINDUNNGAN HUKUM TERHADAP PEMILIK ASLI MEREK AKIBAT PERBUATAN PASSING OFF BERDASARKAN PRINSIP FIRST TO FILE (Analisis Putusan Nomor 57/Pdt.Sus-Merek/2019/PN Niaga Jkt.P)

RIYAN ADI KURNIAWAN
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum pemilik asli merek akibat perbuatan passing off, serta menganalisis beban pembuktian yang harus dipenuhi oleh pemilik asli merek dalam sengketa merek berdasarkan Putusan Nomor 57/Pdt.Sus-Merek/2019/PN Niaga Jkt.P. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer yang didukung oleh bahan hukum sekunder. Analisis bahan hukum dilakukan secara kualitatif dengan mengkaji ketentuan hukum yang berkaitan dengan perlindungan merek, prinsip first to file, passing off, itikad tidak baik, serta pembuktian dalam sengketa merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban pembuktian yang dibebankan kepada pemilik asli merek dalam menggugat merek milik pihak lain dinilai berat terutama dalam membuktikan parameter keterkenalan serta reputasi mereknya. selain itu perlindungan hukum pemilik asli merek dalam putusan Nomor 57/Pdt.Sus-Merek/2019/PN Niaga Jkt.P. tidak memberikan perlindungan dan kepastian hukum yang maksimal kepada pemilik asli merek serta lembaga DJKI telah lalai dalam memeriksa permohonan pendaftaran merek yang telah didaftarkan lebih dahulu.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANGGOTA POLISI RESKOBA POLRES NUNUKAN YANG DIDUGA TERLIBAT PEREDARAN NARKOTIKA DI DAERAH PERBATASAN

MURNI
2026 · Thesis · Open Access

Peredaran narkotika di wilayah perbatasan merupakan salah satu isu mendesak yang dapat menggangu keselamatan serta keteraturan masyarakat. Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan antara Indonesia dan Malayasia memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap tindak pidana narkotika. Tidak jarang anggota kepolisian, termasuk personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Nunukan, diduga terlibat dalam peredaran narkotika. Kondisi ini menimbulkan dilema antara penegakan hukum terhadap personel kepolisian yang diduga terlibat dalam kejahatan dan pemberian perlindungan hukum sebagai bagian dari hak setiap warga negara yang menjunjung asas praduga tidak bersalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis perlindungan hukum bagi anggota Satresnarkoba Polres Nunukan yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di daerah perbatasan serta menganalisis kesesuaian pengaturan perlindungan hukum serta permasalahan normatif dalam penerapannya berdasarkan peraturan perundang-undangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan kasus. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil analisis terhadap peraturan perundang-undangan menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anggota Polri yang diduga terlibat dalam tindak pidana narkotika diberikan melalui pemenuhan hak-hak hukum selama proses penyelidikan, penyidikan, pemeriksaan kode etik, hingga persidangan. Bentuk perlindungan tersebut meliputi pendampingan hukum, penerapan asas praduga tak bersalah, serta jaminan atas hak-hak tersangka sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Perlindungan hukum tersebut menghadapi berbagai hambatan, antara lain tekanan opini publik, kompleksitas pembuktian perkara narkotika di wilayah perbatasan, serta adanya tuntutan profesionalisme dan integritas institusi kepolisian. Hal ini diperlukan keseimbangan antara penegakan hukum yang tegas terhadap anggota yang terbukti bersalah dan perlindungan hak- hak hukum bagi anggota yang masih berstatus terduga guna menjamin kepastian hukum. Keadilan, dan akuntabilitas institusi kepolisian.

PEMERINGKATAN JALAN DENGAN METODE STAR RATING MENGGUNAKAN IRAP DEMONSTRATOR PADA RUAS JALAN AMAL LAMA KOTA TARAKAN

FAHRUROJI
2026 · Thesis · Open Access

Keselamatan jalan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan transportasi, terutama pada ruas jalan yang digunakan oleh berbagai jenis pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geometrik, fasilitas keselamatan, dan lingkungan pada ruas Jalan Amal Lama Kota Tarakan serta menganalisis tingkat keselamatan jalan menggunakan metode Star Rating dari International Road Assessment Programme (iRAP). Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Amal Lama sepanjang 700 meter yang dibagi menjadi 7 segmen dengan panjang masing-masing 100 meter. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi kondisi aktual jalan, survei volume lalu lintas, pengukuran kecepatan kendaraan, serta pengumpulan atribut keselamatan jalan. Data volume lalu lintas dianalisis menggunakan PKJI 2023, sedangkan atribut jalan dikodekan dan dianalisis menggunakan iRAP Demonstrator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume jam puncak tertinggi sebesar 248 smp/jam pada hari Minggu pukul 17.45–18.00, dengan estimasi LHR sebesar 2.756 smp/hari dan kecepatan operasional persentil ke-85 sebesar 40–45 km/jam. Hasil analisis iRAP menunjukkan bahwa kendaraan penumpang memperoleh Star Rating 3 bintang pada segmen 1, 2, 3, 4, 6, dan 7, sedangkan segmen 5 memperoleh 1 bintang. Pengendara sepeda motor memperoleh Star Rating 3 bintang pada segmen 1, 2, dan 4, serta 2 bintang pada segmen 3, 6, dan 7, sedangkan segmen 5 memperoleh 1 bintang. Nilai SRS tertinggi terdapat pada segmen 5, yaitu 26,6698 untuk kendaraan penumpang dan 44,6791 untuk sepeda motor. Hasil tersebut menunjukkan bahwa segmen 5 memerlukan penanganan lebih lanjut, terutama terkait kondisi perkerasan, ketahanan selip, marka jalan, tikungan, jarak pandang, dan objek sisi jalan. Rekomendasi penanganan meliputi perbaikan atau rehabilitasi perkerasan, peningkatan ketahanan selip, perbaikan marka, pengamanan objek sisi jalan, serta peningkatan penerangan dan fasilitas bagi pengguna jalan rentan sesuai kebutuhan.

Evaluasi Tingkat Pencemaran Air Sungai Bengawan Di Kota Tarakan Menggunakan Metode Indeks Pencemaran.

ZENAB
2026 · Thesis · Open Access

Sungai Bengawan di Kota Tarakan merupakan salah satu sumber daya perairan yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, meliputi aktivitas domestik, perikanan, dan kegiatan ekonomi lainnya. Peningkatan aktivitas masyarakat di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dapat meningkatkan potensi masuknya limbah domestik dan sumber pencemar lainnya ke dalam badan perairan, sehingga berisiko menyebabkan penurunan kualitas air. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat pencemaran dan status mutu air Sungai Bengawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Sungai Bengawan berdasarkan parameter fisika dan kimia serta menentukan tingkat pencemarannya menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) yang mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 27 Tahun 2021. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel air pada beberapa titik pengamatan yang mewakili wilayah hulu, tengah, dan hilir Sungai Bengawan. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, pH, kecerahan, kekeruhan, Total Suspended Solids (TSS), Dissolved Oxygen (DO), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), amonia total, dan ortofosfat. Hasil pengukuran kualitas air selanjutnya dibandingkan dengan baku mutu air kelas II sebagai dasar penentuan nilai Indeks Pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan Sungai Bengawan berada pada tingkat pencemaran ringan hingga sedang. Berdasarkan hasil perhitungan Indeks Pencemaran, nilai indeks pada bagian hulu sebesar 3,5, bagian tengah sebesar 3,5, dan bagian hilir sebesar 1,8. Hasil tersebut menunjukkan adanya variasi tingkat pencemaran antarwilayah pengamatan, dengan nilai Indeks Pencemaran yang lebih rendah pada bagian hilir dibandingkan dengan bagian hulu dan tengah.Hasil tersebut menunjukkan adanya pencemaran pada setiap wilayah pengamatan dengan tingkat pencemaran yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan dan pengendalian pencemaran secara berkelanjutan guna mempertahankan kualitas air serta menjaga keberlanjutan fungsi Sungai Bengawan.

ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL ILY KARYA TERE LIYE (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)

SARIFA AINI
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Ily karya Tere Liye dengan menggunakan kajian sosiologi sastra. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya karya sastra sebagai salah satu media penyampaian pesan moral yang dapat menggambarkan kehidupan sosial, hubungan antarmanusia, serta sikap individu dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian berupa novel Ily karya Tere Liye yang diterbitkan oleh PT Sabak Grip Nusantara pada tahun 2025, sedangkan data penelitian berupa kutipan-kutipan teks yang mengandung nilai moral. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 33 data nilai moral yang terbagi ke dalam tiga kategori. Pertama, nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri sebanyak 12 data, yang meliputi kesabaran, pantang menyerah, keberanian, percaya diri, keteguhan hati, pengendalian diri, kejujuran, ketekunan, dan tanggung jawab. Kedua, nilai moral hubungan manusia dengan sesama sebanyak 18 data, yang meliputi kepedulian, tolong-menolong, kasih sayang, kesetiaan, kerja sama, saling percaya, solidaritas, kebersamaan, saling melindungi, empati, keterbukaan, saling belajar, dan saling menyemangati. Ketiga, nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan sebanyak 3 data, yang meliputi rasa bersyukur terhadap tuhan kesadaran akan keterbatasan manusia dan rasa syukur. Nilai-nilai tersebut ditampilkan melalui tindakan, sikap, dan interaksi para tokoh dalam menghadapi konflik serta berbagai peristiwa dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Ily karya Tere Liye tidak hanya menyajikan cerita petualangan dan fantasi, tetapi juga sarat dengan pesan moral yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai moral yang ditemukan dapat memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai pentingnya membangun karakter yang baik, menjaga hubungan dengan sesama, serta menyadari keterbatasan diri dan mensyukuri kehidupan. Dengan demikian, novel Ily dapat dijadikan sebagai media pembelajaran karakter dan bahan referensi dalam kajian sosiologi sastra.

Pengembangan Bahan Ajar Interaktif Kosakata Bahasa Tidung Tengara Berbasis QR Code dalam Pembelajaran Kokurikuler pada Siswa Kelas VIII di SMPN 2 Tarakan

SHERLY SOLINDA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar interaktif kosakata Bahasa Tidung Tengara berbasis QR Code dalam pembelajaran kokurikuler bagi siswa kelas VIII di SMPN 2 Tarakan yang layak, praktis, dan efektif digunakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model ADDIE. Subjek uji coba adalah siswa kelas VIII E SMPN 2 Tarakan. Data dianalisis secara kualitatif dan deskriptif kuantitatif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar memperoleh persentase sebesar 93,85% dari ahli materi, 90% dari ahli bahasa, dan 92,5% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Penilaian praktisi memperoleh persentase sebesar 94% dengan kategori sangat praktis. Hasil pengerjaan LKPD memperoleh persentase sebesar 97,12% dan respons siswa sebesar 85,48%, yang keduanya termasuk kategori sangat efektif. Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar interaktif kosakata Bahasa Tidung Tengara berbasis QR Code dinyatakan sangat layak, sangat praktis, dan sangat efektif digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa kelas VIII di SMPN 2 Tarakan.

NILAI MORAL DALAM NOVEL “FREETER, MEMBELI RUMAH” KARYA ARIKAWA HIRO BERDASARKAN KONDISI PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)

NURUL HIDAYAH
2026 · Thesis · Open Access

NURUL HIDAYAH 2026. Nilai Moral dalam Novel “Freeter, Membeli Rumah” Karya Arikawa Hiro Berdasarkan Kondisi Psikologis Tokoh Utama (Kajian Psikologi Sastra). (dibimbing oleh Dr. Asih Riyanti, M.Pd. dan Muhammad Ilham, S.S., M.Pd.) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dalam novel Freeter Membeli Rumah karya Arikawa Hiro berdasarkan kondisi psikologis tokoh utama dengan kajian psikologi sastra. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan kondisi psikologis tokoh utama Seiji yang mengalami berbagai konflik dalam kehidupan , keluarga, dan pekerjaan. Perubahan tersebut memengaruhi sikap dan perilaku Seiji sehingga memunculkan berbagai nilai moral yang dapat dijadikan pembelajaran dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian adalah novel Freeter Membeli Rumah karya Arikawa Hiro terjemahan Ribeka Ota yang diterbitkan oleh PT Haru Media Sejahtera tahun 2021 di kota Ponorogo, Jawa Timur. Data penelitian berupa kata, kalimat, dan paragraf yang terkandung nilai moral berdasarkan kondisi psikologis tokoh utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 38 data yang menggambarkan nilai moral berdasarkan kondisi psikologis tokoh utama yang terdiri atas 4 data kebutuhan fisiologis, 8 data kebutuhan rasa aman, 16 data kebutuhan cinta dan memiliki, 9 data kebutuhan harga diri, dan 1 data kebutuhan aktualisasi diri berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Nilai moral yang ditemukan meliputi hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan sesama dalam lingkungan sosial, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kondisi psikologis Seiji memengaruhi munculnya nilai-nilai moral sehingga ia berkembang menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, mandiri, peduli terhadap keluarga, mampu menghargai diri sendiri, serta berusaha mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Evaluasi Keramahan Lingkungan Perikanan Jaring Hanyut (Drift Gillnet) Pada Fishing Base Selumit Pantai, Tarakan.

PUTRI HAERANAH
2026 · Thesis · Open Access

Keberlanjutan sumber daya ikan dipengaruhi oleh proses dan tingkat pemanfaatan alat tangkap, sehingga penggunaan alat yang memenuhi prinsip ramah lingkungan menjadi upaya penting dalam mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan sebagaimana ditegaskan FAO (1995) dalam Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keramahan lingkungan jaring hanyut yang digunakan nelayan di Fishing Base Selumit Pantai, Kota Tarakan, berdasarkan sembilan kriteria CCRF, yaitu selektivitas, dampak habitat, kualitas hasil tangkapan, keselamatan nelayan, keamanan produk, tangkapan sampingan, dampak biodiversitas, spesies dilindungi, dan penerimaan sosial. Penelitian menggunakan observasi lapangan dan wawancara terstruktur dengan pendekatan purposive sampling, dianalisis melalui sistem skoring serta analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pengelolaan alat tangkap. Hasil menunjukkan jaring hanyut memiliki selektivitas sedang, tidak merusak habitat secara signifikan, menghasilkan ikan bermutu baik, serta aman bagi nelayan dan konsumen, meski masih terdapat tangkapan sampingan non-target yang sejalan dengan prinsip FAO (1995). Analisis SWOT menunjukkan kekuatan pada keamanan dan penerimaan sosial yang tinggi, kelemahan pada rendahnya selektivitas dan potensi tertangkapnya spesies dilindungi, peluang pada modifikasi mata jaring dan pemanfaatan bycatch, serta ancaman dari tingginya keanekaragaman hayati perairan tropis, sehingga jaring hanyut tergolong ramah lingkungan namun tetap memerlukan peningkatan pengawasan.

HUBUNGAN AKTIVITAS SEMUT HITAM (Dolichoderus thoracicus) DENGAN ORGAN TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.)

RISKY PINARDI
2026 · Thesis · Open Access

Semut hitam (Dolichoderus thoracicus) merupakan salah satu predator alami yang berpotensi mendukung pengendalian hayati hama utama pada tanaman kakao. Keberadaan dan aktivitas semut ini diduga dipengaruhi oleh karakteristik morfologi tanaman kakao, terutama struktur tajuk dan ketersediaan organ generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas semut hitam pada bagian tanaman kakao serta menganalisis korelasi antara karakteristik morfologi tanaman kakao (Theobroma cacao L.) dengan tingkat kolonisasi semut hitam. Penelitian dilaksanakan di perkebunan kakao Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, pada September 2023 hingga Maret 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi tinggi pohon, lebar tajuk, jumlah cabang, jumlah bunga, jumlah buah produktif, jumlah buah tidak produktif, serta aktivitas semut pada batang, daun, bunga, dan buah. Data dianalisis menggunakan korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas semut hitam tertinggi ditemukan pada bagian buah dan batang, terutama di lokasi P1 dengan rata-rata aktivitas pada buah sebesar 7,45 dan batang sebesar 4,33, serta lokasi P9 dengan aktivitas pada batang sebesar 3,92 dan buah sebesar 2,24. Aktivitas pada daun dan bunga tergolong sangat rendah, sedangkan pada beberapa lokasi tidak ditemukan aktivitas semut. Hasil korelasi menunjukkan bahwa aktivitas semut berhubungan positif signifikan dengan tinggi pohon, lebar tajuk, jumlah cabang, bunga, buah produktif, dan buah tidak produktif pada lokasi tertentu. Dengan demikian, karakteristik morfologi dan fase generatif tanaman kakao berperan dalam mendukung kolonisasi dan aktivitas D. thoracicus pada perkebunan kakao.

Tindak Tutur Ekspresif Dalam Film Semusim Setelah Kemarau Sutradara Dyan Sunu Prastowo (Kajian Pragmatik)

SITI MASTUMA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, makna, dan fungsi tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo tayang secara eksklusif di platform streaming KlikFilm pada 24 Januari 2025 dengan durasi sekitar 1 jam 23 menit. Data penelitian berupa tuturan para tokoh yang mengandung tindak tutur ekspresif dalam film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, teknik catat, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 69 data tindak tutur ekspresif yang terdiri atas 14 data berterima kasih, 3 data memberi selamat, 5 data meminta maaf, 33 data menyalahkan, dan 14 data memuji, sedangkan tindak tutur ekspresif belasungkawa tidak ditemukan. Tindak tutur ekspresif menyalahkan merupakan jenis yang paling dominan karena alur cerita film banyak menampilkan konflik, kekecewaan, dan perbedaan pandangan antar tokoh. Makna dan fungsi tindak tutur ekspresif yang ditemukan beragam, antara lain untuk mengungkapkan rasa syukur, penghargaan, dukungan, penyesalan, kekecewaan, serta apresiasi. Selain itu, tindak tutur ekspresif berfungsi menjaga hubungan sosial, memperkuat ikatan emosional, menyampaikan sikap penutur, dan membangun dinamika interaksi antartokoh dalam film. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur ekspresif sangat dipengaruhi oleh konteks percakapan yang melatarbelakangi tuturan.

DESKRIPSI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS III SD NEGERI UTAMA 1 TARAKAN

FAISAL AMIN
2026 · Thesis · Open Access

DESKRIPSI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS III SEKOLAH DASAR NEGERI UTAMA 1 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada pembelajaran tematik kelas III SD Negeri Utama 1 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurang optimalnya keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan, kerja sama, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah guru kelas III SD Negeri Utama 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah telah dilaksanakan melalui lima indikator utama, yaitu (1) orientasi peserta didik pada masalah, guru menyampaikan permasalahan sesuai materi pembelajaran; (2) mengorganisasi peserta didik untuk belajar, guru membentuk kelompok belajar, memberikan penjelasan mengenai tugas, serta membimbing setiap anggota kelompok dalam menjalankan perannya; (3) membimbing penyelidikan individu maupun kelompok, guru memantau aktivitas peserta didik dan memberikan arahan ketika mengalami kesulitan; (4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, guru memfasilitasi peserta didik dalam menyusun dan mempresentasikan hasil yang diperoleh; dan (5) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, guru melakukan evaluasi melalui diskusi, pemberian pertanyaan, refleksi, dan apresiasi terhadap hasil kerja peserta didik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, implementasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada pembelajaran tematik telah terlaksana dengan baik. Meskipun demikian, masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, yaitu pembentukan kelompok belajar yang mempertimbangkan keragaman kemampuan peserta didik agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Kata kunci: Implementasi, Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Tematik, Sekolah Dasar.

DESKRIPSI KECEMASAN MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DALAM MENGAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

MARDI MARSON
2026 · Thesis · Open Access

DESKRIPSI KECEMASAN MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DALAM MENGAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Borneo Tarakan dalam mengajar matematika di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 60 mahasiswa PGSD angkatan 2021 yang telah melaksanakan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Data dikumpulkan melalui angket sebagai data pendukung dan wawancara mendalam terhadap enam informan yang mewakili kategori kecemasan ringan, sedang, dan berat. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat mahasiswa yang berada pada kategori tidak mengalami kecemasan. Sebanyak 15 mahasiswa (25,00%) berada pada kategori kecemasan ringan, 25 mahasiswa (41,67%) berada pada kategori kecemasan sedang, dan 20 mahasiswa (33,33%) berada pada kategori kecemasan berat. Kecemasan mahasiswa dipengaruhi oleh persepsi bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dipahami, kurangnya penguasaan konsep, rendahnya kepercayaan diri, pengalaman belajar yang kurang menyenangkan, serta kekhawatiran ketika menjelaskan materi dan menjawab pertanyaan siswa. Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kecemasan meliputi meningkatkan intensitas belajar, memperdalam pemahaman konsep matematika, memperbanyak latihan mengajar, serta membangun rasa percaya diri melalui pengalaman mengajar yang berkelanjutan. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi program studi dalam mempersiapkan calon guru yang lebih siap mengajarkan matematika di sekolah dasar.

KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS KAWASAN KONSERVASI HUTAN MANGROVE BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

MUSTIKA DEWI PURNAMASARI
2026 · Thesis · Open Access

Jamur makroskopis merupakan fungi yang memiliki tubuh buah berukuran relatif besar dan dapat diamati secara langsung. Jamur ini dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk ekosistem mangrove yang memiliki substrat berupa kayu lapuk, batang matiKeberadaannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya salinitas, meskipun beberapa jenis mampu beradaptasi pada salinitas tertentu. Peran utama jamur terlihat dalam proses dekomposisi bahan organik, terutama serasah di lingkungan hutan dan sistem agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jamur makroskopis, kondisi parameter lingkungan, nilai indeks keanekaragaman, serta potensi pemanfaatannya sebagai sumber belajar Biologi di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, dilakukan dengan metode survei eksploratif menggunakan garis transek dan plot berukuran 5 x 5 m pada tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) ditemukan 169 individu jamur makroskopis yang tergolong ke dalam 13 genus. Jamur yang paling dominan adalah Auricularia. sedangkan genus lain yang ditemukan antara lain Shizophyllum, Trametes, Ganoderma, Daldania, dan Fuscoporia. Sebagaian besar jamur ditemukan pada substrat kayu lapuk yang memiliki kelembapan tinggi sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh buah jamur. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) yang diperoleh sebesar 2,07 yang termasuk kategori sedang. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas jamur makroskopis di kawasan penelitian memiliki tingkat keanekaragaman yang cukup baik dengan distribusi individu yang relatif merata dan tidak didominasi secara berlebihan oleh satu spesies tertentu. Kondisi lingkungan berupa suhu, pH tanah, salinitas, intensitas cahaya, dan jenis substrat turut memengaruhi keberadaan jamur lokasi penelitian. Hasil penelitian berpontensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar Biologi SMA kelas X pada Kurikulum Merdeka, khususnya materi keanekaragaman hayati, fungi, dan ekosistem. Pemanfaatan potensi lokal melalui hasil penelitian ini dapat mendukung pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan dekat dengan lingkungan peserta didik.

Pengaruh Pendekatan Deep Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI Pada Materi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

NUR AIMUNA AMELIA ISHA RAMADHANA
2026 · Thesis · Open Access

Pembelajaran saat ini diarahkan pada proses belajar yang tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik memahami konsep secara mendalam dan bermakna. Salah satu pendekatan yang sejalan dengan arah tersebut adalah deep learning, yang menekankan pembelajaran yang penuh kesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan deep learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI pada materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik Tahun Ajaran 2025/2026, sedangkan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan pendekatan deep learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data hasil belajar kognitif diperoleh melalui tes pretest dan posttest, sedangkan data afektif dan psikomotorik diperoleh melalui lembar observasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji ANCOVA dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif peserta didik (Sig. = 0,000 0,05). Peserta didik pada kelas eksperimen memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol setelah mengontrol kemampuan awal. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa peserta didik pada kelas eksperimen memiliki sikap dan keterampilan praktikum yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan deep learning yang menekankan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

PENGARUH PENGGUNAAN MESIN PENGERING TIPE VERTICAL DRYER TERHADAP KUALITAS BERAS DI PABRIK BERAS CV. SAHI JAYA MANDIRI, SAJAU HILIR, KABUPATEN BULUNGAN

CHANDRA KURNIAWAN
2026 · Thesis · Open Access

Beras merupakan komoditas pangan strategis yang kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan pada tahap pascapanen. Pengeringan secara konvensional masih banyak digunakan, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga sering menghasilkan kadar air yang kurang seragam dan berpotensi menurunkan mutu beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer terhadap kualitas beras di Pabrik Beras CV. Sahi Jaya Mandiri, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu metode pengeringan yang terdiri atas pengeringan menggunakan Vertical Dryer, sinar matahari, dan kering angin. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak sembilan kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, persentase beras patah, warna beras, dan benda asing. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa metode pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, dan persentase beras patah, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Secara deskriptif, seluruh perlakuan menghasilkan beras dengan warna normal dan bebas dari benda asing. Penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer menghasilkan kualitas beras terbaik dengan kadar karbohidrat sebesar 78,39%, rendemen beras 66,33%, persentase beras kepala 82,22%, serta persentase beras patah terendah sebesar 17,78%. Seluruh perlakuan menghasilkan kadar air yang memenuhi persyaratan SNI 6128:2020, yaitu kurang dari 14%. Dengan demikian, penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer merupakan metode pengeringan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas fisik dan kimia beras dibandingkan pengeringan menggunakan sinar matahari maupun kering angin.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN ARITMATIKA SOSIAL BERBASIS KEWIRAUSAHAAN PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

WANDA RIYANA
2026 · Thesis · Open Access

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran matematika di sekolah dasar yang masih didominasi oleh penggunaan buku paket dan belum didukung oleh perangkat pembelajaran yang kontekstual serta mengintegrasikan konteks kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan dan menilai kelayakan perangkat pembelajaran aritmatika sosial berbasis kewirausahaan pada siswa kelas V SD Citra Bangsa Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Produk yang dihasilkan berupa modul ajar, LKPD, dan media konkret berbasis kewirausahaan. Uji coba dilakukan pada 27 siswa kelas V SD Citra Bangsa Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen perangkat pembelajaran memenuhi kategori sangat valid dan sangat praktis. Dari aspek materi, modul ajar memperoleh persentase sebesar 90%, LKPD sebesar 92,50%, dan media konkret sebesar 95%. Sementara itu, dari aspek media, modul ajar memperoleh persentase sebesar 95%, LKPD sebesar 90%, dan media konkret sebesar 97,50%. Hasil penilaian praktisi memperoleh persentase sebesar 90,37%, sedangkan hasil respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 86% dan pada uji coba lapangan sebesar 84%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran aritmatika sosial berbasis kewirausahaan dinyatakan sangat valid dan sangat praktis sehingga layak digunakan dalam pembelajaran matematika kelas V SD.

Persepsi Siswa Kelas XII Kesehatan Terhadap Tantangan Dalam Materi Genetika Di Smas Muhammadiyah Kota Tarakan

AMANDA DESTRIANI
2026 · Thesis · Open Access

Genetika merupakan salah satu materi biologi yang dianggap sulit oleh siswa karena sifatnya yang abstrak, terminologinya yang kompleks, serta mekanisme-mekanismenya yang sulit divisualisasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas XII Kesehatan SMAS Muhammadiyah Tarakan terhadap tantangan dalam pelajaran genetika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur terhadap sepuluh siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan kategori hasil belajar. Data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, jurnal, dokumen kurikulum, dan nilai siswa. Analisis data menggunakan analisis tematik berdasarkan enam tahapan Braun dan Clarke. Keabsahan data hasil penelitian dilakukan untuk memastikan reliabilitas data melalui member checking dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan lima tema tantangan, yaitu kognitif, emosional dan motivasi, lingkungan, sosial, dan fisik. Tantangan kognitif menjadi yang paling dominan, terutama dalam memahami konsep abstrak, istilah ilmiah, mekanisme genetika, dan mengingat materi. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran genetika yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.