Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

6.754 item publik

Publikasi

Halaman 181 dari 338

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Embung Bengawan di Kelurahan Juata Kerikil Kecamatan Tarakan Utara)

MULYA FEBRIYANTI
2024 · Thesis · Open Access

Petani sebagai salah satu sumber daya manusia pertanian, selama ini dinilai masih memiliki berbagai keterbatasan yang berujung pada rendahnya kualitas hidup. Sementara pada saat yang sama masyarakat tani menghadapi banyak pemasalahan dalam pemberdayaan hasil pertaniannya kurang dilakukan secara maksimal. Kelompok Tani Embung Bengawan dibentuk atas dasar kesamaan tujuan para pemilik usaha tani, aspek peternakan dan aspek perikanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tujuan yang ingin dicapai dari pemberdayaan adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri. Kemandirian tersebut meliputi kemandirian berfikir, bertindak dan mengendalikan apa yang mereka lakukan tersebut. Kelompok tani ini memiliki jumlah anggota kelompok sebanyak 70 orang dengan penentuan sampel dengan kuota sampling sebanyak 25 orang di Kelompok Tani Embung Bengawan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan metode skoring dengan skala likert. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan beberapa Teknik yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pemberdayaan anggota kelompok tani berdasarkan indikator input yaitu dikategorikan sangat setuju dengan rataan skor 13,56. Pada indikator proses dikategorikan setuju dengan rataan skor 8,44. Dan pada indikator output dikategorikan setuju dengan rataan skor 11,68. Faktor pendukung pemberdayaan adalah dukungan dari pemerintah, motivasi, program pelatihan keterampilan dari PPL dan permodalan, untuk faktor penghambat adalah pengetahuan yang minim, kreatifitas yang masih rendah, kurangnya partisipasi anggota saat pemberdayaan, hama/penyakit, perubahan cuaca dan faktor kekuasaan.

ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL PADA INDUSTRI TAHU DAN TEMPE DI KECAMATAN NUNUKAN (Studi Kasus Industri Tahu dan Tempe Jaya Abadi)

NUR FITRI
2024 · Thesis · Open Access

Keputusan mengenai harga jual produk dapat mempengaruhi keberlangsungan suatu usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penentuan harga jual produk tahu dan tempe di Jaya Abadi, mengetahui hasil penentuan harga jual produk tahu dan tempe metode cost plus pricing dengan pendekatan full costing dan variable costing, dan mengetahui hasil perbandingan penentuan harga jual produk tahu dan tempe di Jaya Abadi dengan penentuan harga jual metode cost plus pricing pendekatan full costing dan variable costing. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Oktober 2023- hingga Maret 2024. Metode penentuan responden dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan cost plus pricing pendekatan full costing dan variable costing. Dari hasil analisis, harga jual tahu dan tempe perhitungan Jaya Abadi dengan mempertimbangkan persaingan dan harga pasar untuk tahu sebesar Rp110.000 per papan cetakkan dan tempe sebesar Rp5.000 per bungkus, dan harga jual metode cost plus pricing dengan pendekatan full costing dan variable costing menghasilkan harga jual produk tahu sebesar Rp105.041,- per papan cetakan dan Rp104.369,- per papan cetakan. Untuk produk tempe sebesar Rp4.379,- per bungkus dan Rp4.305,- per bungkus. Harga jual Jaya Abadi lebih tinggi dibandingkan harga jual peneliti.

Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Tindak Pidana Penggelapan Dalam Pengelolaan Donasi Bencana Secara Daring

YABES SAMPE
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan terkait dengan pertanggungjawaban pidana terhadap tindak pidana penggelapan dalam pengelolaan donasi secara daring. Permasalahan yang pertama yaitu terkait dengan bentuk pengaturan tentang kegiatan donasi secara daring dan yang kedua yaitu bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pengelola dana donasi secara daring. Skripsi ini merupakan penelitian yang bersifat normatif yang berfokus pada peraturan perundang-undangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang yaitu menganalisis peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kegiatan donasi daring, pendekatan konseptual yaitu dengan menggunakan kaidah-kaidah dan norma hukum yang berlaku, serta pendekatan kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer merupakan peraturan perundang-undangan, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal dan artikel ilmiah, serta situs internet dan kamus. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, peraturan perundang-undangan terkait dengan kegiatan donasi nelum mengatur kegiatan donasi secara daring. Kedua, bahwa bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pengelola dana donasi bencana secara daring dilakukan dengan pemberian sanksi menurut ketentuan peraturan perundang-undangan, dalam hal ini Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Fungsi Implikatur Percakapan Lapor Pak Channel Youtube 7 Comedy

AYU AMALIA
2024 · Thesis · Open Access

Fungsi implikatur percakapan lapor pak channel youtube 7 comedy (kajian pragmatik). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui fungsi implikatur percakapan lapor pak channel youtube 7 comedy dengan menggunakan kajian pragmatik. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung percakapan lapor pak channel youtube 7 comedy. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik simak, teknik transkrip data, teknik klasifikasi data, dan teknik interpretasi. Peneliti menggunakan empat fungsi implatur percakapan yaitu respresentatif yang bertujuan untuk memberi pernyataan secara apa adanya, direktif yang bertujuan untuk menyuruh lawan tutur melakukan sesuatu, ekspresif bertujuan untuk mengekspresikan perasaan penutur kepada lawan tutur, dan komisif dilakukan penutur untuk melakukan sesuatu yang akan datang. Berdasarkan hasil analisis data, penulis menemukan 34 data yang telah diklasifikasikan sesuai dengan empat fungsi implikatur percakapan.

URGENSI PERLINDUNGAN MOTIF BATIK MALINAU MELALUI MEREK KOLEKTIF

YANUS
2024 · Thesis · Open Access

Urgensi Perlindungan Motif Batik Malinau melalui Merek Kolektif adalah pentingnya peran pemerintah daerah dalam melidungi motif batik malinau, dengan adanya perlindungan motif batik malinau secara kolektif dapat membantu UMKM secara tidak langsung terhadap persaingan usaha dengan adanya perlidungan/kebijakan pemerintah diharapkan tidak adanya pelanggaran terhadap motif batik yang sudah ada. Dengan adanya kajian terhadap merek batik di malinau diharapkan juga dapat menekan persaingan usaha bagi pengrajin/UMKM batik Malinau yang terdaftar secara hukum melalui SK, PERDA/PERBUB. Pemerintah daerah dapat mengambil andil didalam perlingan motik batik malinau secara kolektif agar tidak terjadinya pelanggaran terhadap motif batik malinau oleh pengusaha batik baik didalam/diluar kabupaten malinau. Segerah daftarkan motif Batik Malinau melalui Merek Kolektif dan melakukan sosialisasi–sosialisasi dan penyuluhan–penyuluhan.

Model Bauran Pemasaran terhadap Kepuasan Konsumen Bius Coffee dengan Pendekatan SEM-PLS

EMBUN SEKAR LANGIT
2024 · Thesis · Open Access

AAAAAThis research examined the urgency of marketing mix model analysis at Bius coffee shops in Tarakan. In facing the rapid growth of the coffee industry and changing consumer behaviour, understanding effective marketing strategies is becoming crucial. This research aimed to contribute to understanding and improving marketing performance and identify its impact on consumer satisfaction. The research results provide practical guidance for similar business owners and stakeholders in optimising marketing strategies and meeting consumer expectations through the use of the marketing mix model and the influence of the marketing mix on consumer satisfaction at Bius Coffee. A survey using PLS-SEM involved 100 consumers as respondents consisting of 64 male and 36 female respondents. The research results showed that the Marketing Mix Model influences Bius Coffee's consumer satisfaction, consists of the variables Product, Price, Place, Promotion, People, Physical Evidence, Process and Consumer Satisfaction, which have valid construct values in building each latent variable compared to the indicators others that have invalid indicator values (less than 0.05). The R2 is 65.8%, which is the result that has been given and built by each latent variable; from these results, the influence of the marketing mix on consumer satisfaction can be seen. Bius Coffee, namely the Product and Physical Evidence variables, has a significant P-value of 0.0040, 05. The Person variable has a P-value significance value of 0.028 <0.05, and 34.2%, influenced by other factors

Analisis Usaha Penggemukan Kepitng Keramba Di Kota Tarakan

M. ASMAN
2024 · Thesis · Open Access

Kota tarakan sebagai kota yang terdiri dari lautan yang mempunyai potensi sumber daya perikanan yang cukup besar. Tarakan merupakan pusat pengumpulan kepiting yang berasal dari hasil tangkapan di wilayah perairan muara provinsi Kalimantan utara. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan usaha penggemukan kepiting keramba. Penelitian ini di lakukan di jalan cendrawasih tepatnya di belakang trakindo,pada awal juni. Jumlah populasi ada 5 pelaku usaha yang di teliti melalui informasi kuantitatif dari responden,dan kemudian di analisis menggunakan Analisis biaya, Kelayakkan usaha, Break even point, dan Payback period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penggemukkan kepiting keramba yang berada di jalan cendrawasih tepatnya di belakang trakindo dapat di katakan memberikan manfaat dan keuntungan ketika di jalankan. Serta di liat dari Break even point dan Payback period dapat di katakan mencapai titik impas yang menguntungkan. Dengan melanjutkan usaha penggemukan kepiting ini dapat memberikan prospek yang baik,serta para pelaku usaha dapat membuat pencatatan mengenai pemasukan dan rincian biaya yang dikeluarkan setiap proses produksi dan memperluas jaringan penjualan dan pamasok hasil produksi.

UJI ORGANOLEPTIK TEMPE KEDELAI DENGAN PENAMBAHAN DAUN SENGKUBAK "PYCHARRHENA CAULIFLORA (MIERS) DIELS" BESERTA POTENSINYA TERHADAP SUMBER BELAJAR BIOLOGI SMA

JINIOLA THEO
2024 · Thesis · Open Access

Tempe merupakan salah satu makanan yang digemari masyarakat Indonesia. Daun sengkubak (Pycharrhena Cauliflora (Miers) Diels) merupakan tumbuhan yang banyak ditemui salah satunya di daerah Kalimantan Utara yang dapat digunakan sebagai pengganti MSG. penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui tingkat kesukaan terhadap tempe kedelai dengan penambahan daun sengkubak (Pycharrhena Cauliflora (Miers) Diels); dan 2) Untuk mengetahui potensi tempe kedelai dengan penambahan daun sengkubak (Pycharrhena Cauliflora (Miers) Diels) sebagai sumber belajar biologi SMA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket. Analisis data dengan menghitung rata-rata jawaban berdasarkan skorsing setiap jawaban dari panelis untuk mengetahui kualitas produk (organoleptik). Hasil penelitian kemudian dianalisis keterkaitannya dengan kurikulum untuk mengetahui potensinya terhadap pembelajaran biologi SMA. Hasil uji organoleptik menunjukan bahwa tempe kedelai dengan penambahan MSG mendapatkan nilai 81,1, tempe kedelai dengan penambahan 40 gram daun sengkubak mendapatkan nilai 67,5, tempe kedelai dengan penambahan 50 gram daun sengkubak mendapatkan nilai 62,5, dan tempe kedelai dengan penambahan 60 gram daun sengkubak mendapatkan nilai 60,6. Penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi bagi peserta didik kelas X SMA pada materi bioteknologi konvensional.

Permainan Bentengan Untuk Meningkatkan Kepekaan Sosial Pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan

ZHELVI OCTAVIA
2024 · Thesis · Open Access

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur antara lain, sistem agama dan politik, adat-istiadat, Bahasa, pakaian, bangunan, dan karya seni. Berbicara mengenai budaya dan kebudayaan, di Indonesia sendiri memiliki keberagaman jenis budaya daerah dengan unsur-unsur tertentu. Jenis-jenis kebudayaan salah satunya adalah permainan tradisional. Indonesia memiliki banyak permainan tradisional salah satunya adalah permainan Bentengan. Bentengan adalah permainan tradisional yang memerlukan ketangkasan, kecepatan berlari dan strategi yang jitu. Inti dari permainan ini adalah menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ dari lawan. Permainan bentengan ini memiliki beberapa manfaat, salah satunya adalah meningkatkan kepekaan sosial. Kepekaan sosial merupakan kemampuan untuk merasakan dan mengamati reaksi- reaksi atau perubahan orang lain yang ditunjukkan baik secara verbal maupun nonverbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan bentengan sebagai upaya meningkatkan kepekaan sosial siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan. Metode penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan design pre eksperimental menggunakan teknik purposive sampling dengan populasi seluruh siswa kelas VIII sebanyak 288 siswa dan sampel sebanyak 10 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi dan instrumen penelitian. Adapun gambaran hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pre-test dan post- test pada indikator pengambilan perspektif, fantasi dan emphatic concern/perhatian mengalami perubahan nilai ditunjukkan dengan peningkatan kepekaan sosial siswa pada saat pemberian post-test.

Pengaruh Layanan Informasi Menggunakan Media Film Terhadap Kedisiplinan Siswa Di SMP Negeri 1 Sekatak Buji

NUR INDAH MASDA YANTI
2024 · Thesis · Open Access

Disiplin disekolah merupakan upaya untuk mengikuti dan menaati tata tertib yang berlaku disekolah. Beberapa aturan yang harus di patuhi adalah disiplin dalam masuk sekolah, menaati tata terbib, dan disiplin dalam mengerjakan tugas. Layanan informasi bertujuan untuk memberikan pemahaman dan mencegahan agar siswa dapat mengetahui disiplin yang ada disekolah. Metode yang digunakan adalah diskusi dengan menggunakan media film, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan informasi menggunakan media film terhadap kedisiplinan siswa di SMP Negeri 1 Sekatak Buji, penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre Experimen dengan Jenis one group pre-test dan post-test design dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 116 siswa kelas VII. Teknik sampling yang digunakan adalah porosive sampling dengan jumlah sampel 30 siswa. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan infrensial. Uji hipotesis menggunakan uji paired sampel t.test dengan SPSS versi 26.0. Berdasarkan analisis disimpukan bahwa nilai signifikan sebesar (0,000 0,05) yang artinya terdapat pengaruh Layanan informasi menggunakan media film terhadap kedisiplinan siswa. Adapun gambaran pada penelitian ini menunjukkan bahwa hasil pre-test dan post-test pada indikator disiplin dalam masuk sekolah, disiplin dalam menaati tata tertib, dan sisiplin dalam mengerjakan tugas.

PENGARUH PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 MALINAU UTARA

ASMIA
2024 · Thesis · Open Access

This research aims to determine the effect of using animation videos on the science learning outcomes of class VII students at SMP Negeri 4 North Malinau. The type of research used is quantitative research with the Quasi-Experimental Design with the research design used in the form of a Nonequivalen Control Group Design. The Sampling used Saturated Sampling techniques. This research used two groups of class VII-A with a total of 18 students as the experimental class and class VII-B with 16 students as the control class. The data collection techniques used test instruments while the data analysis technique used the t-test. The results of the research show that there is an effect of using animation videos on stundents’ cognitive learning outcomes. This can be seen from the results value of the tcount of 5.438 and ttable =1.693 so that Ha is accepted, Ho is rejected. This means that there is an influence of using animation videos on the science learning outcomes of class VII students at SMP Negeri 4 North Malinau.

UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMP NEGERI 7 TARAKAN

FRISKA
2024 · Thesis · Open Access

UPAYA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMP NEGERI 7 TARAKAN ABSTRAK Friska,1840606063. ”Upaya Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di SMP Negeri 7 Tarakan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Ni Made Diah Padmi,S.Pd., M.Pd selaku pembimbing utama dan Nisa Ariantini, M.Pd sebagai pembimbing anggota. Dalam pergaulan dengan teman sebaya ada beberapa peserta didik yang takut berinteraksi dengan lawan jenis ada juga yang minder dengan keadaan fisik dan ada juga yang kurang percaya diri saat harus berinteraksi dengan teman yang belum dikenal. Beberapa permasalahan belum bisa mengaktualisasikan potensi dirinya dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana upaya guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa di SMPN 7 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini sejumlah satu orang guru bimbingan dan konseling dan tiga siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya yang diberikan guru bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dengan memberikan layanan bimbingan klasikal dengan tahapan yaitu persiapan. Guru bimbingan dan konseling mendapatkan jadwal masuk kelas, mempersiapkan materi, menyiapkan RPL, kemudian tahap pelaksanaan yaitu tahap pendahuluan, tahap inti, tahap akhir dan tahap evaluasi dan tindak lanjut. Metode guru bimbingan dan konseling dalam pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dengan menggunakan teknik diskusi, dengan melalui tahapan pada bimbingan klasikal sebagai upaya penangan masalah yang dialami siswa yang menggangu keefektifan dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Terhadap Kepercayaan Diri siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah Boarding School Tarakan

HARDHIFA ABDI NUR ANUGERAH
2024 · Thesis · Open Access

Bimbingan kelompok membuat siswa dapat saling bertukar informasi, dan membahas masalah pribadi sehingga dapat di selesaikan melalui bimbingan kelompok sehingga bimbingan kelompok sangat cocok dalam meningkatkan percaya diri siswa. Banyak teknik yang digunakan dalam melakukan bimbingan kelompok. Salah satu teknik tersebut dengan cara teknik role playing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap kepercayaan diri siswa kelas VIII Muhammadiyah Boarding school Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode pre￾experimental designs dengan desain one group pre-post test design. Dengan teknik pengumpulan data yaitu instrumen penelitian, prosedur penelitian, uji validitas dan uji reliabilitas. Populasi penelitian sebanyak 40 siswa dan pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling, yaitu sebanyak 10 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif dan inferensial dengan uji wilcoxon two related samplestest dengan menggunakan SPSS 29.0 for windows. Menggunakan dua teknik analisis data yaitu teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis inferensial. Hasil teknik analisis deskriptif yaitu terdapat perubahan tingkat kepercayaan diri siswa AH, AI, FL, dan ID dari kategori sedang menjadi sangat tinggi. Perubahan tingkat kepercayaan diri siswa AT, DA, dan FI dari kategori rendah menjadi sangat tinggi. Perubahan tingkat kepercayaan diri siswa AN, AZ, dan NB dari dari kategori sedang menjadi tinggi. Hasil teknik analisis inferensial yang diperoleh berdasarkan uji wilcoxon sebesar 0,005 lebih kecil dari taraf signifikansi yaitu α (0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa asymp sig = 0,005 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa ada pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing terhadap kepercaya diri siswa.

Pembuatan Minuman Serbuk Buah Kundur Melalui Proses Pengeringan Foam Mat Drying

HUSNUL KHATIMAH
2024 · Thesis · Open Access

Minuman serbuk buah kundur merupakan salah satu upaya pemanfaatan buah kundur (Benincasa hispida). Pengolahan ini menggunakan metode foam mat drying dengan pengeringan konsentrat bahan cair menggunakan pengeringan pada suhu 50-80˚C.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan yang sesuai pada proses foam mat drying pada minuman serbuk buah kundur serta kandungan vitamin C dan kadar antioksidan pada minuman serbuk buah kundur yang dihasilkan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor, yaitu suhu pengeringan (50ºC, 60ºC dan 70ºC) dan waktu pengeringan (6 jam, 12 jam dan 18 jam) yang diulangi sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah Kadar Air, Kadar Vitamin C dan Kadar Antioksidan. Berdasarkan hasil perhitungan pada parameter kadar air memiliki nilai paling tinggi adalah T1W1 (suhu 50ºC dengan waktu 6 jam) sebesar 5,85%, parameter kadar vitamin C memiliki nilai paling tinggi T2W2 (suhu 60ºC dengan waktu 12 jam) sebesar 2 mg dan pada parameter kadar antioksidan memiliki nilai tertinggi T3W3 (suhu 70ºC dengan waktu 18 jam).

KEWENANGAN CAMAT DALAM PENGAWASAN PENGELOLAAN DANA DESA UNTUK MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE DI KABUPATEN MALINAU

SAPTIANA
2024 · Thesis · Open Access

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui kewenangan Camat dalam pengawasan pengelolaan dana desa untuk mewujudkan good governance di Kabupaten Malinau dan kewenangan Camat dalam pengawasan pengelolaan dana desa di Kabupaten Malinau sudah sesuai dengan prinsip good governance. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-Undangan (Statute aPeraturan Pemerintahroach) dan pendekatan konseptual (conceptual aPeraturan Pemerintahroach). Hasil penelitian menunjukkan, Pengaturan Camat Dalam Mewujudkan Pengawasan Pengelolaan Dana Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa Pasal 112 dan sebagaimana yang telah diatur di dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa Pasal 44 menyebutkan bahwa pemerintah provinsi wajib membina dan mengawasi pemberian dan penyaluran Dana Desa, Alokasi Dana Desa, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah dari kabupaten/kota kepada desa dan pelaksanaan pengelolaan keuangan desa. Kemudian berkaitan dengan peran pemerintah kecamatan dalam pelaksanaan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan administrasi desa untuk mewujudkan Good Governance, camat melakukan pembinaan terhadap perangkat desa tentang: 1) Tata cara penyusunan administrasi desa; 2). Proses pengelolaan keuangan; 3). Petunjuk teknis yang dilaksanakan di desa; 4). Pembinaan penyelenggaraan pemerintah desa; 5). Memfasilitasi penyusunan administrasi desa. Dalam melaksanakan kewenangan pengawasan Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kabupaten Malinau, Camat sudah menerapkan prinsip-prinsip Good Governance (Akuntabilitas, Transparansi, dan Partisipasi), Namun upaya kecamatan menciptakan tata pegelolaan dana desa dalam menciptakan Good Governance menemukan beberapa hambatan yaitu; kurangnya kualitas sumber daya manusia dan kurang adanya komunikasi merupakan faktor penghambat dalam melaksanakan pengelolaan APBDes.

Pemanfaatan cangkang kelapa sawit dan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan biobriket arang

MUHAMMAD RIJAL
2024 · Thesis · Open Access

PEMANFAATAN CANGKANG KELAPA SAWIT DAN LIMBAH TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOBRIKET ARANG ABSTRAK Limbah sawit dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan seperti pemanfaatan cangkang, dan tandan kosong kelapa sawit salah satunya sebagai pembuatan biobriket sebagai bahan bakar alternatif, yang bertujuan untuk Mengetahui formulasi komposisi yang tepat pada biobriket tandan kosong kelapa sawit dan cangkang kelapa sawit. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan pengujian kadar air, kadar abu, kerapatan, dan nilai kalor sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000). Berdasarkan hasil pengujian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa formulasi yang tepat dalam pembuatan biobriket dari limbah tandan kosong kelapa sawit dan cangkang kelapa sawit yaitu pada perlakuan 4 dengan formulasi cangkang kelapa sawit dan tepung tapioka 80:20 dengan nilai kerapatan 0,95 g/cm³, kadar air sebesar 5,35%, kadar abu sebesar 11,23%, dan nilai kalor 5384 kal/g dan lama pembakaran pada biobriket tersebut lebih dari 70 menit. Kata Kunci : Cangkang Kelapa Sawit,Tandan kelapa sawit, Biobriket

kepastian hukum terhadap pelaku pelanggaran electronic traffic law enforcement (ETLE) di kepolisian resor kota Tarakan

AGISTA LARASATY
2024 · Thesis · Open Access

Penelitian ini bermaksud untuk menjawab pertanyaan mengenai kepastian hukum terhadap pelaku pelanggaran electronic traffic law enforcement (ETLE) di kepolisian resor kota Tarakan. Pertama, bagaimana kepastian hukum terhadap pelaku pelanggaran yang mendapatkan ETLE di Polres Kota Tarakan. Kedua, bagaimana perbandingan kepastian hukum antara ETLE dan tilang manual di kota Polres Tarakan. Skripsi ini merupakan penelitian empiris yang dilakukan secara langsung di Kepolisian Resor Kota Tarakan serta data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data hukum yang diperoleh dari sumber pertama dengan melakukan wawancara di Polres Tarakan agar memperoleh hasil yang berkompeten. Adapun data sekunder adalah Undang-Undang, Dokumen Resmi, Buku-Buku, Jurnal, Artikel, dan data pendukung lainnya. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan yang pertama Beberapa pelanggar masih belum mendapatkan kepastian hukum dan melaksanakan hukumannya yang berupa denda. Ini menunjukan bahwa aparat penegak hukum tidak sepenuhnya mengimplementasikan peraturan yang ada. Perbandingan kepastian hukum antara ETLE dan tilang manual yang dilakukan Polres Tarakan menunjukkan bahwa keduanya memiliki kepastian hukum yang sama, namun memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan dari ETLE yaitu penegakan hukum yang transparan dan penindakan hukum yang tidak diskriminatif. Artinya, siapa saja bisa dikenakan ETLE. Namun karena bergantung dengan teknologi apabila terjadi kesalahan teknis pada alat ETLE, maka penegakan hukum terhadap pelaku pelanggaran tidak optimal. Sementara itu kelebihan dari tilang manual yaitu adanya kehadiran polisi lalu lintas secara langsung menindak pelaku pelanggaran lalu lintas dan kekurangan dari tilang manual yaitu pertama manipulasi data pengadaan material, pendistibusian, penggunaanya, insentif tilang yang menjadi hak petugas penindak, maupun petugas administrasi tilang. Kedua, sistem sering dimanfaatkan petugas penilang untuk menakuti pelanggar memunculkan adanya suap.

Pemanfaatan kulit udang sebagai bahan edible coating untuk memperpanjang masa simpan jambu air ( syszygium samarangense aquenum )

ANDI SYAHDILA HERLIANA
2024 · Thesis · Open Access

Jambu air merupakan jenis buah berkulit tipis yang sangat mudah mengalami pembusukan, sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat terjadinya pembusukan buah. Buah jambu air juga memiliki kadar air yang tinggi dan masa simpan yang pendek. Sebanyak 50% dari limbah kulit udang mengandung kitin yang dapat dimanfaatkan sebagai edible coating. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh kulit udang sebagai bahan edible coating dalam memperpanjang masa simpan buah jambu air dan untuk mengetahui konsentrasi bahan edible coating yang tepat dalam memperpanjang masa simpan buah jambu air. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor yaitu konsentrasi kitosan yang terdiri 6 perlakuan yaitu C0 = Tanpa pemberian kitosan, C1 = Kitosan konsentrasi 1%, C2 = Kitosan konsentrasi 1,5%, C3 = Kitosan konsentrasi 2%, C4 = Kitosan konsentrasi 2,5, C5 = Kitosan konsentrasi 3%. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari analisis kadar abu kitosan, analisis kadar air kitosan, derajat deasetilasi kitosan, kadar air jambu air, susut bobot jambu air, dan kadar vitamin C jambu air. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada hari ke-12 setelah diberi edible coating kitosan kulit udang kadar air tertinggi buah jambu air ialah pada perlakuan C3 (Kitosan konsentrasi 2%) yaitu sebesar 83,00% dan kadar air terendah pada perlakuan kontrol P0 (Tanpa pemberian kitosan) yaitu sebesar 71,57%. Pada kadar vitamin C, jambu air yang memiliki kadar vitamin C tertinggi yaitu pada perlakuan C3 (Kitosan konsentrasi 2%) yaitu sebesar 43,03% dan kadar vitamin C terendah pada perlakuan kontrol P0 (Tanpa pemberian kitosan) yaitu sebesar 31,07%. Parameter susut bobot jambu air menunjukkan perlakuan konsentrasi kitosan kulit udang pada jambu air tidak memberikan pengaruh nyata terhadap susut bobot jambu air.

ASPEK PERTUMBUHAN, FAKTOR KONDISI DAN RASIO KELAMIN IKAN PUPUT (Ilisha elongata) DARI HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

RESKYANA
2024 · Thesis · Open Access

Penangkapan ikan puput yang dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada penurunan populasi dan hasil tangkapan. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan pola pertumbuhan, faktor kondisi dan rasio kelamin ikan puput (Ilisha elongata) dari hasil tangkapan nelayan di wilayah perairan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling sebanyak 12 kali pada periode neap tide selama 2 bulan (Januari-Februari 2022). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan puput (Ilisha elongata) jenis kelamin jantan dan betina adalah allometrik negatif (b3). Hasil analisis factor kondisi (Kn) ikan puput (Ilisha elongata) di perairan Juata Laut berkisar 1,00 – 1,01 untuk Jantan dan 1,02 – 1,04 untuk betina sehingga menunjukkan bentuk tubuh yang kurang pipih. Hasil perbadingan rasio kelamin pada ikan puput (Ilisha elongata) 1: 1,57 (140 ekor jantan : 220 ekor betina). Kesimpulan dari penilitian ini didapatkan pola pertumbuhan ikan puput selama minggu ke-1 sampai ke-7 menunjukkan pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertambahan berat dan faktor kondisi ikan puput didapatkan bentuk tubuh yang kurang pipih dengan kondisi perairan Juata Laut yang baik (>100). Berdasarkan rasio kelamin, betina lebih banyak daripada jantan.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MELALUI PENGAWASAN PEREDARAN MAKANAN KADALUARSA

APRIANUSJEMI
2024 · Thesis · Open Access

ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MELALUI PENGAWASAN PEREDARAN MAKANAN KADALUARSA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perlindungan hukum konsumen terhadap produk-produk makanan kadaluarsa berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999.dan bagaimana kewenangan pengawasan peredaran makanan kadaluarsa.. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan koseptual dan pendekatan perundang-undangan serta menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Sesuai hasil penelitian disimpulkan: bahwa; Perlindungan hukum terhadap konsumen terhadap peredaran makanan kadaluwarsa sudah diatur secara jelas dan tegas didalam Undang Undang Perlindungan Konsumen dimana ada hak hak konsumen dan juga kewajiban sebaliknya juga Pelaku Usaha juga mempunyai hak dan kewajiban, namun hal yang menyebabkan masih banyak terjadinya peredaran makanan kadaluwarsa dan secara tidak langsung merupakan suatu kejahatan yang terselubung terhadap peredaran makanan kadaluwarsa di masyarakat khususnya di Kabupaten Malinau sedangan Kewenangan Pengawasan Peredaran Makanan Kadaluarsa pengawasan terhadap makanan kadaluwarsa di lakukan oleh tiga element, yaitu dari produsen, pemerintah dan masyarakat. Produsen memiliki kewajiban paling utama untuk memastikan bahwa makanan itu aman dan di kemas secara higienis agar produk akhir yang di hasilkan menjadi pangan yang baik untuk di konsumsi, dan tidak lupa mencantumkan label kadaluwarsa dalam produk tersebut. Dari peran pemerintah sendiri, dimana seperti yang kita ketahui dalam bidang pengawasan terhadap makanan kadaluwarsa di lakukan oleh tiga instansi yaitu BBPOM, DINKES, dan DISPERINDAG