ANJELLA SINTHIA NSO
2024 · Thesis · Open Access
Secara umum anemia adalah kondisi kurangnya sel darah merah (eritrosit) pada seseorang dengan penyebab yang multifaktorial. Hal ini dapat menjadi suatu masalah yang serius karena sel darah merah mengandung hemoglobin yang memiliki fungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh anemia ditandai dengan pusing, lemas, mual serta oenurunan hb. Anemia biasanya disebabkan oleh kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin A, serta kekurangan beberapa nutrisi dan infeksi lainya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan Anemia di Ruang Anggrek A Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode Laporan Tugas Akhir ini menggunakan case study. Peneliti melakukan asuhan keperawatan dua orang pasien dewasa dengan anemia. Hasil yang didapatkan terdapat satu diagnosis keperawatan berbeda pada pasien 1 yaitu resiko defisit nutrisi sedangkan pada pasien 2 terdapat dua masalah keperawatan yang berbeda yaitu gangguan mobilitas fisik dan gangguan pola tidur. Ketiga diagnosis tersebut diamati secara mendalam dan ketiga diagnosis tersebut belum teratasi. Berdasarkan literatur yang digunakan terdapat empat diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada dengan anemia, namun yang ditemukan pada pasien hanya dua diagnosis yang sama, yaitu ketidakefektifan perfusi jaringan perifer dan nyeri. Intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien, sarana dan prasarana. Penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan, khususnya pada pasien dengan anemia.
SABRINA NURIL AZIZAH
2024 · Thesis · Open Access
Diabetes Melitus Tipe II adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai dengan kenaikan gula darah yang terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik. Jumlah penderita Diabetes Melitus di dunia pada tahun 2021 mencapai 537 juta orang dewasa berumur 20-79 tahun dimana lebih dari 90% penderitanya menderita Diabetes Melitus Tipe II. Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk memperoleh gambaran pengalaman nyata dalam memberikan asuhan keperawatan pada dua klien dengan Diabetes Melitus Tipe II. Penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang memberikan asuhan keperawatan komprehensif melalui tahapan pengkajian, penegakkan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, pelaksanaan implementasi dan evaluasi. Penulis melakukan asuhan keperawatan pada Ny. S dan Ny. R dengan Diabetes Melitus Tipe II dengan hasil terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dimiliki oleh kedua klien yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit, gangguan integritas jaringan, dan gangguan mobilitas fisik dan terdapat satu diagnosis keperawatan yang hanya dimiliki oleh Ny. S yaitu nausea. Pada keempat diagnosis keperawatan tersebut telah diamati secara mendalam dan untuk diagnosis keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit, gangguan integritas jaringan, dan gangguan mobilitas fisik yang dimiliki oleh kedua klien belum teratasi sedangkan diagnosis keperawatan nausea yang hanya dimiliki oleh Ny. S teratasi. Hasil dari penyusunan Laporan Tugas Akhir ini diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan tentang pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan Diabetes Melitus Tipe II.
LISA AGUSTIANA
2024 · Thesis · Open Access
Baby spa treatment adalah salah satu jenis terapi komplementer yang memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang bayi dan balita. Jumlah Bidan yang melakukan pelayanan baby spa treatment masih terbatas di kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan efikasi diri dan motivasi bidan terhadap kesiapan pelayanan baby spa treatment di Kota Tarakan Tahun 2024. Penelitian ini deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Uji statistic menggunakan Chi-square, populasi peneltian berjumlah 38 bidan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 38. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 21 bidan (55,3%) memiliki efikasi diri rendah, 28 bidan (73,7%) memiliki motivasi baik, terdapat 22 bidan (57,9%) memiliki tingkat kesiapan siap. Hasil analisis bivariat didapatkan hasil ada hubungan efikasi diri P=0,037 α (0,05), dan ada hubungan motivasi P=0,037 α (0,05) dengan kesiapan bidan terhadap pelayanan baby spa treatment di kota Tarakan.
AWALINDA EDWIN
2024 · Thesis · Open Access
Pneumonia adalah infeksi pada sistem pernapasan tepatnya di bronkus dan alveolus. Pneumonia pada umumnya disebabkan oleh baktteri Streptococcus pneumoniae. Penularan pneumonia lebih rentan terjadi pada anak-anak dikarenakan sistem imun yang belum terbentuk sempurna. Oleh karena itu, penelitian ini tertarik dilakukan penulis untuk memperoleh pengalaman dalam mengaplikasikan asuhan keperawatan pada anak dengan pneumonia. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi yang digunakan adalah 2 orang pasien anak dengan pneumonia. Penulis menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuaian maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada pasien 1 dan 2 dengan pneumonia. Hasil pengkajian diperoleh keluhan utama yang sama yaitu pasien mengeluh demam disertai batuk berdahak. Hasil analisa data diperoleh masalah keperawatan pada pasien 1 yaitu hipertermia, diare, bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan rasa nyaman, dan ansietas, sedangkan pada pasien 2 yaitu hipertermia, bersihan jalan napas tidak efektif, risiko hipovolemia, gangguan rasa nyaman, dan ansietas. Hasil studi kasus didapatkan bahwa kedua pasien memiliki urutan prioritas masalah keperawatan yang tidak sama sehingga penyusunan dan pelaksanaan intervensi pada kedua pasien berbeda. Hasil studi kasus diharapkan penulis mampu mempersiapkan intervensi strategi pelaksanaan yang lebih baik kedepannya.
MAYA ARIANI
2024 · Thesis · Open Access
Pendahuluan: pada studi kasus ini peneliti melakukan penerapan asuhan keperawatan pada pasien 1 dan pasien 2 dengan pneumonia yang menjalani masa perawatan di RSUD dr. H. JUSUF SK. Tujuan: tujuan studi kasus ini yaitu melakukan perbandingan asuhan keperawatan antara pasien 1 dan pasien 2 dengan pneumonia. Metode: pada studi kasus ini peneliti melakukan pengumpulan data melalui wawancara maupun pemeriksaan fisik (head to toe) dengan hasil anamnesis pasien 1 mengalami sesak napas, sulit melakukan aktivitas akibat sesak, kurang melakukan perawatan diri akibat kondisi, serta mengalami penurunan selera makan, sedangkan pada pasien 2 ditemukan data sesak napas, nyeri pada perut, edema pada ekstremitas, kurang melakukan perawatan diri akibat kondisi, dan mengalami penurunan selera makan. Hasil: adapun hasil pada studi kasus ini peneliti telah menentukan beberapa masalah keperawatan yang sesuai dengan panduan SDKI dan berdasarkan hasil anamnesis serta pemeriksaan fisik yaitu pola napas tidak efektif (D.0005), intoleransi aktivitas (D.0056), nyeri akut (D.0077), hipervolemia (D.0022), defisit perawatan diri (D.0109), dan risiko defisit nutrisi (D.0033). Kesimpulan: pada hasil penelitian ini peneliti telah memberikan gambaran mengenai asuhan keperawatan pada pasien 1 dan pasien 2 dengan pneumonia menggunakan format pengkajian KMB serta buku panduan SDKI, SLKI, dan SIKI sehingga peneliti dapat menemukan perbedaan kondisi kesehatan yang dialami oleh masing-masing pasien serta perumusan masalah hingga evaluasi keperawatan yang berbeda, dan dalam hal ini peneliti dapat melakukan perbandingan asuhan keperawatan yang dilakukan pada pasien 1 dan pasien 2. Saran: Dalam hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah masukan dan pembelajaran dalam meningkatkan pengetahuan serta wawasan bagi masyarakat terutama mahasiswa kesehatan mengenai penyakit pneumonia, serta dapat menambah keluasan ilmu dalam penerapan bidang keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, dan memperoleh pengalaman dalam menerapkan asuhan keperawatan khususnya asuhan keperawatan pada pasien dengan pneumonia.
NUR ABEL AISYAH
2024 · Thesis · Open Access
DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) adalah salah satu penyakit tropis yang paling sering menyerang manusia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dengue dengan manifestasi klinis demam, pusing, mual, muntah, ruam, nyeri perut, nyeri sendi dan pegal, trombositopenia dan hemokonsentrasi. Menurut WHO kasus DHF di dunia pada 2023 mencapai 6,5 juta kasus dengan kasus anak tertinggi di Indonesia mencapai 88.593 kasus, Kota Tarakan menempati posisi pertama dengan kasus DHF tertinggi di Kalimantan Utara. Tujuan penulisan ini agar penulis mendapatkan gambaran nyata terkait asuhan keperawatan komprehensif dengan dua subjek studi pasien An. M dan An. Y dengan DHF. Metode penulisan adalah deskriptif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Pemberian asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosis keperawatan, penyusunan rencana intervensi, implementasi dan evaluasi. Pengkajian meliputi identitas klien, riwayat kesehatan sekarang dan lalu, kondisi klien sebelum dan saat sakit, adapun didapatkan kesenjangan antara teori dengan laporan studi kasus pada pengkajian dan penegakan diagnosis. Diagnosis yang didapatkan pada pasien 1 dan 2 adalah risiko perdarahan, risiko hipovolemia, nyeri akut, risiko defisit nutrisi, gangguan rasa nyaman, defisit pengetahuan. Pengambilan data dapat dilaksanakan dengan mudah karena keluarga pasien yang sangat kooperatif. Intervensi dan kriteria hasil yang disusun sudah disesuaikan berdasarkan penegakkan diagnosis dan kondisi pasien. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan diagnosis teratasi sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil. Akan tetapi ada beberapa diagnosis yang teratasi sebagaian pada pasien 1 dan 2 yaitu risiko perdarahan dan risiko hipovolemia. Hasil studi kasus disimpulkan bahwa terdapat prioritas masalah yang berbeda yang menyebabkan adanya perbedaan implementasi kepada kedua pasien.
YULIANI
2024 · Thesis · Open Access
EFEKTIVITAS ASUHAN KOMPLEMENTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL “ENTING-ENTING BIJI TERAP DAN JAHE” PADA MUAL MUNTAH IBU HAMIL DI PUSKESMAS MALINAU SEBERANG Abstrak Background: Mual dan muntah selama kehamilan adalah fenomena fisiologis, tetapi jika tidak ditangani kondisinya menjadi patologis. Selain obat, ibu hamil yang mengalami mual dan muntah juga memerlukan tambahan makanan yang mengandung vitamin dan kalori yang cukup agar terpenuhi kebutuhan tubuhnya. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan adalah menggabungkan jahe dan biji terap yang mengandung banyak vitamin. Subject and Methods: Desain penelitian quasy eksperiment dilaksanakan pada bulan April – Mei tahun 2024 dan berlokasi di wilayah Malinau Seberang, Kalimantan Utara. Sampel penelitian 30 orang yang terbagi menjadi 15 kelompok control dan 15 kelompok intervensi. Pemberian enting-enting jahe dilakukan selama 1 minggu. Outcome adalah skor mual muntah menggunakan kuesioner INVR. Analisis regresi linier berganda. Results: Skor rerata INVR kelompok intervensi 4.6 poin lebih kecil dibanding kelompok control. Pemberian “enting-enting biji terap dan jahe” dapat menurunkan mual muntah pada ibu hamil trimester 1 yang secara konstan terdapat skor penurunan sebesar (b = -1.31) dibandingkan dengan sebelum intervensi. Perbedaan skor antara baseline dan post intervensi secara statistic signifikan dengan p value 0.001. Conclusion: Pemberian Enting-Enting Jahe dan Biji terap dapat menjadi terapi komplementer untuk menurunkan mual muntah yang efektif.
ARINI RADIANTI
2024 · Thesis · Open Access
Bekantan (Nasalis larvatus) adalah salah satu spesies yang dilindung. Primata ini memiliki ciri khas pada bagian hidungnya yang panjang. Di Kota Tarakan masyarakat mengenal bekantan dengan sebutan “Monyet Belanda” karena karakteristik wajahnya yang menonjol dan warna oranye pada bagian bulunya. Penelitian yang dilakukan di Kawasan Konservasi mangrove dan bekantan (KKMB) Tarakan bertujuan untuk mengetahui tingkah laku makan dan jenis p/akan serta mengidentifikasi potensi ancaman terhadap kelangsungan hidup bekantan. Teknik pengambilan yang digunakan adalah Ad libitum sampling, pengumpulan data melibatkan pemantauan rutinitas harian individu untuk menentukan durasi dan frekuensi perilaku yang diamati. Sampel penelitian terdiri dari dua ekor bekantan, terdiri dari satu jantan dan satu betina. Pengumpulan data melibatkan pemanfaatan tabel aktivitas harian, catatan perilaku makan, dan wawancara terstruktur pada pengelola Kawasan Konservasi mangrove dan bekantan (KKMB) Tarakan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa proporsi aktivitas lokomotor/ berpindah bekantan, terhitung 30,26% dari perilaku yang diamati. Sementara itu, untuk perilaku makan diperoleh persentase sebanyak 55,68% dari yang paling banyak dilakukan adalah memetik dan untuk preferensi mengonsumsi daun muda dengan jumlah 58,42%. Bekantan menunjukkan preferensi untuk daun muda paling tinggi karena monyet ini termasuk folivorous (pemakan daun muda), karena daun ini rendah serat kasar, memfasilitasi pencernaan yang lebih mudah dan menawarkan kandungan protein yang tinggi. Selain itu, di KKMB bekantan juga diberikan pakan tambahan berupa pisang muda jenis kapok/muli. Temuan lain penelitian ini dari wawancara terdapat tiga sumber utama ancaman bagi para bekantan, yaitu faktor manusia, hewan, dan tumbuhan dalam fasilitas yang ditunjuk. Mengingat berbagai ancaman yang dihadapi oleh hewan endemik ini, diharapkan agar pengelolaan KKMB dapat dioptimalkan.
AVID ZUHRIYANTARA
2024 · Thesis · Open Access
Ikan lele (Clarias sp) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan karena mudah beradaptasi dengan lingkungan yang kurang menguntukan dan mudah dipijahkan. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pakan yang berbeda berupa maggot BSF dengan pelet ikan F-999 terhadap pertumbuhan ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 kali ulangan, dengan perlakuan kombinasi pelet ikan F-999 100%, pelet ikan F-999 50% + 50% maggot BSF, dan maggot BSF 100%. Peningkatan pertumbuhan berat tertinggi pada perlakuan 2 pelet F-999 50% + 50% maggot BSF 6 gram, dan berat terendah pada P1 pelet ikan F-999 100% 5,5gram Peningkatan pertumbuhan panjang tertinggi pada perlakuan 2 pelet F-999 50% + 50% maggot BSF 4,6cm, dan berat terendah pada P1 pelet ikan F-999 100% 4,1cm, Survival Rate mendapatkan hasil 100% kelangsungan hidup ikan mendapatkan hasil yang baik. Berdasarkan hasil uji ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pemberian perlakuan P1: Pelet ikan F-999, P2: pelet F-999 50% + 50% maggot bsf, dan P3: maggot BSF 100%. Berpengaruh tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan berat ikan lele, sedangkan panjang mutlak berbeda nyata. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian komposisi pakan yang berupa pelet 50% + 50% maggot BSF memberikan hasil pertumbuhan yang optimal dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
RANGGA PUTRA BIMANTARA
2024 · Thesis · Open Access
Ikan pedang adalah ikas hias air tawar yang digemari masyarakat saat ini. Ikan platy pedang merupakan salah satu jenis ikan yang populer bagi para pecinta ikan hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang di kombinasikan dengan betakaroten pada pertumbuhan dan perubahan warna ikan pedang (Xiphophorus helleri). Metode penelitian meliputi kegiatan pengukuran pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, SR, Kualitas Air dan Pengamatan Warna data akan dianalisis dengan secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan softaware Ms.Excell 2013. Hasil penelitian pada perlakuan 4 (15% Betakaroten) memiliki berat mutlak terbesar yaitu 1,9 g dan panjang mutlak tertinggi yaitu 6,5 cm. Nilai tingkat kelangsuangan hidup (SR) pada semua perlakuan adalah 100%. Hasil pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH, DO, dan Amonia berada dalam kondisi optimal untuk pemeliharaan ikan pedang. Kualitas warna terbaik diperoleh perlakuan P4 (15% Betakaroten) dengan nilai 18. Berdasarkan penelitia ini, pemberian betakaroten pada pakan memiliki potensi lebih baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan warna ikan pedang.
DIYAH SEPTIANINGRUM
2024 · Thesis · Open Access
Kebiasaan belajar dan motivasi belajar merupakan dua hal yang saling berkaitan. Kebiasaan belajar yang baik dapat ditanamkan melalui pembuatan jadwal dan pelaksanaannya, membaca dan membuat catatan, penyelesaian tugas, cara mengikuti pelajaran, cara belajar kelompok, dan belajar mandiri di rumah. Motivasi belajar yang dimiliki oleh siswa dapat dilihat dari ketekunan siswa dalam belajar, keuletan dalam menghadapi kesulitan, minat dan perhatian dalam belajar, berprestasi dalam belajar, serta mandiri dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan motivasi belajar matematika siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik penelitian korelasi pearson product moment. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan yang berjumlah 124 siswa dengan jumlah sampel 81 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling. Data penelitian diperoleh melalui pengisian angket kebiasaan belajar dan motivasi belajar oleh siswa. Berdasarkan analisis hasil pengisian angket kebiasaan belajar dan motivasi belajar oleh siswa diperoleh korelasi keduanya sebesar 0,745 dengan nilai p-value = 0,000 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada korelasi kebiasaan belajar dengan motivasi belajar, atau dapat disimpulkan bahwa 74,5% motivasi belajar di tentukan oleh kebiasaan belajar.
NOVIA MULYANINGSIH
2024 · Thesis · Open Access
Kebutuhan listrik semakin meningkat sehingga dibutuhkan sistem kelistrikan yang handal dan stabil. Salah satu aspek penting yaitu kestabilan transien. Kestabilan transien adalah kemampuan sistem untuk mempertahankan keadaan sistem setelah mengalami gangguan besar seperti hubung singkat tiga fasa. Seperti pada wilayah Kaltimra untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik yang semakin meningkat maka dibangun sistem transmisi 150 kV PT. PLN UPT Kaltimra. Oleh karena itu diperlukan analisa kestabilan transien. Teori dalam penelitian ini meliputi stabilitas rotor, frekuensi bus dan tegangan bus untuk memahami perilaku sistem dalam kondisi transien. Metode kriteria sama luas dipilih dalam mengevaluasi kestabilan sistem setelah terjadi gangguan dengan teknik analisa data memberi simulasi gangguan hubung singkat tiga fasa kemudian perhitungan terhadap waktu pemutus gangguan dan terakhir penentuan dengan metode kriteria sama luas. Hasil penelitian ini menunjukkan pada kasus 1 waktu pemutus kritis adalah 0,26 detik dengan sudut awal 32,921 derajat, sedangkan pada kasus 2 waktu pemutus kritis adalah 0,196 detik dengan sudut awal 35,9085 derajat. Simulasi menunjukkan genetaror dapat memulihkan kestabilan dalam 0,42 detik untuk kasus 1dan 0,35 detik untuk kasus 2 setelah gangguan. Sehingga dari analisa kestabilan dengan metode kriteria sama luas maka luas A1=A2 yang menunjukkan bahwa kedua generator dapat mempertahankan kesinkornannya setelah gangguan.
FERDY
2024 · Thesis · Open Access
Penyaluran Energi listrik dalam jumlah besar pada sistem tenaga biasanya dilakukan melalui saluran tegangan tinggi. Guna memastikan penyediaan energi listrik yang berkelanjutan dan berkualitas bagi pelanggan. Namun keadaan dilapangan energi yang disalurkan kepada masyarakat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Studi aliran daya diperlukan untuk menetapkan kondisi operasi sistem tenaga dalam keadaan tunak. Tujuan dilakukan studi aliran daya adalah agar dapat menetapkan sudut tegangan, magnitudo tegangan, daya aktif dan daya reaktif pada saluran sistem tenaga listrik, serta losses yang muncul pada sistem tenaga. Studi aliran daya juga perlu dilakukan saat jaringan trasnmisi diperluas, tujuannya untuk memastikan bahwa sistem beroperasi dengan efisien, meminimalkan rugi daya, dan mempertahankan stabilitas serta keandalan operasi. Metode yang digunakan dalam menganalisis aliran daya adalah metode Newton-Raphson yang terdapat dalam program DIgSILENT PowerFactory. Sistem kelistrikan di Provinsi Kalimantan Timur terdiri atas sistem interkoneksi 150 kV Kalseltengtim (sistem 150 kV barito dan sistem 150 kV Mahakam) yang terinterkoneksi pada tahun 2018 melalui SUTT 150 kV Kuaro-Petung. Total kapasitas pembangkit sebesar 625,77 MW dan 565,72 MVAR dengan total daya beban yang dilayani pada sistem ini sebesar 620,93 MW dan 465,70 MVAR. Untuk losses pada sistem jaringan transmisi 150 kV Kaltimra sebesar 4,84 MW dan 100,02 MVAR.
FITRI ALA'WIYAH
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keaktifan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menerapkan Metode Survei dengan seluruh siswa kelas VIII sebanyak 44 siswa sebagai populasi dan sampel, data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat keaktifan belajar serta menggunakan soal ulangan harian untuk hasil belajar matematika mereka. Analisis data dilakukan menggunakan statistik inferensial untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil analisis parsial menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara keaktifan belajar terhadap hasil belajar matematika. Hal ini ditunjukkan oleh nilai thitung sebesar 9.907, yang mana lebih besar dari ttabel sebesar 2.018. Regresi yang diperoleh dari analisis menunjukkan persamaan Ŷ = -21.292 – 1.541X, yang berarti setiap peningkatan satu unit dalam keaktifan belajar akan menurunkan hasil belajar matematika sebesar 1.541 unit, setelah dikontrol oleh faktor-faktor lain. Adapun besar pengaruh keaktifan belajar terhadap hasil belajar matematika sebesar 0,700 atau 70% sedangkan sisanya 30% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil ini menunjukkan pentingnya meningkatkan keaktifan belajar siswa sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini menyarankan agar sekolah dan guru memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa, seperti metode pengajaran yang lebih interaktif dan motivasi belajar yang lebih baik. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pihak sekolah dan guru dalam merancang strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar matematika siswa.
SUMIATI
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa kelas VIII terhadap mata pelajaran IPA di SMPN 10 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas VIII SMPN 10 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket pada 112 responden berdasarkan teknik total sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Data diperoleh berdasarkan hasil angket minat belajar dalam bentuk pernyataan sebanyak 20 item yang terbagi ke dalam empat aspek yaitu perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa kelas VIII secara umum berada pada kategori "berminat" dengan nilai rerata persentase 75,32%. Adapun hasil minat belajar siswa kelas VIII berdasarkan aspek yang meliputi perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan berada pada kategori "berminat" dengan rentang nilai persentase 73,34%-78,16%.
FERONICA
2024 · Thesis · Open Access
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh gaya belajar visual terhadap prestasi belajar, 2) mengetahui pengaruh gaya belajar audiotorial terhadap prestasi belajar, 3) mengetahui pengaruh gaya belajar kinestetik terhadap prestasi belajar. Dengan populasi 223 siswa kelas IX dan teknik samplig adalah simple random sampling (pengambilan secara random) yaitu sebanyak 146 dari kelas IX. Metode pengumpulan data yaitu kuesioner dan dokumentasi. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan uji T didapatkan hasil t hitung yaitu untuk gaya belajar visual sebesar -3,171, gaya belajar audiotorial sebesar -3,562, dan gaya belajar kinestetik sebesar -4,545. Jika dibandingkan t tabel dengan N 146 pada a 0,05 yaitu sebesar -1,655 yang berarti -3,171 -1,655, -3,562 -1,655, dan -4,545 -1,655 (t hitung lebih kecil dari t tabel). Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima sehingga terdapat pengaruh yang negatif antara gaya belajar visual, audiotorial, dan kinestetik terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 8 Tarakan.
RULLY MALIA PRATIWI
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media permainan Monopoli Tematik (MONTEM) yang dapat membantu guru dalam menarik perhatian siswa untuk ikut serta dalam kegiatan pembelajaran secara menyenangkan dan menjadikan media sebagai penguatan materi perkembangan teknologi dikelas III sekolah dasar, yang ditinjau dari validasi media, materi, dan praktisi. Selain itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap kemenarikan media permainan Monopoli Tematik (MONTEM) yang ditinjau dari angket respon siswa. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development), adapun prosedur penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahapan yaitu, Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Penerapan), dan Evaluation (Evaluasi). Kelayakan media permainan Monopoli Tematik (MONTEM) diperoleh persentase rata-rata sebesar 89,7%, dengan kategori sangat layak. Hasil perhitungan kelayakan media permainan Monopoli Tematik (MONTEM) ditinjau dari validasi media dengan persentasenya sebesar 89%, validasi materi persentasenya sebesar 80%, dan validasi praktisi persentasenya sebesar 100%. Kemenarikan media MONTEM diperoleh persentase pada uji coba terbatas sebesar 96,4% dan uji coba lapangan sebesar 90%. Hasil perhitungan dari uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan bahwa media permainan Monopoli Tematik (MONTEM) sangat menarik untuk siswa gunakan didalam kelas saat proses belajar mengajar dilakukan sebagai penguatan materi.
SINTA DEWI MAYASARI
2024 · Thesis · Open Access
Ikan nila merupakan jenis ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai bobot tumbuh yang jauh lebih besar dengan tingkat produktivitas yang cukup tinggi. Pemberian bahan tambahan seperti tepung biji pepaya pada formulasi pakan sangat diperlukan terutama untuk meningkatkan percernaan ikan nila, dikarenakan pada tanaman pepaya mengandung enzim papain yang bersifat proteolitik (pengurai protein) yakni untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh biji pepaya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dengan konsentrasi P1 (Kontrol), P2 (pemberian tepung biji pepaya 1,5gr / 500 gr pakan komersil), P3 (pemberian tepung biji pepaya 2gr / 500gr pakan komersil), P4 (pemberian tepung biji pepaya 2,5gr / 500gr pakan komersil). Hasil penelitian pertumbuhan yang terbaik adalah pada perlakuan 4 dengan nilai pertumbuhan berat sebesar 4,23gr, panjang 3,44cm, SGR 2,19%, SR 79,26% dan nilai FCR 1:1,3.
SUHARTIN ARI PATMAWATI
2024 · Thesis · Open Access
Kemampuan representasi spasial merupakan kemampuan siswa yang dapat membentuk, memanipulasi, dan memproses informasi tentang suatu objek dalam ruang tiga dimensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil kemampuan representasi spasial siswa kelas VIII SMP N 10 Tarakan dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi Dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-1, VIII-2, dan VIII-3. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik nonprobability sampling dengan teknik sampling total di mana seluruh populasi merupakan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis berupa soal bangun ruang sisi datar dan dokumentasi kemudian data dianalisis berdasarkan kemampuan representasi spasial peserta didik indikator kemampuan representasi spasial ada empat yaitu siswa dapat merekayasa gambar dengan menggunakan penambahan persembunyian, penghilangan ataupun pengkaburan terhadap suatu gambar siswa dapat menggabungkan konsep-konsep yang telah ada untuk membangun konsep baru, siswa dapat memisahkan ataupun menamai konsep-konsep yang terbentuk dari konsep-konsep yang lama, dan siswa dapat menyelesaikan proses dari konsep-konsep yang telah dilalui dengan menggunakan bahasa sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi spasial siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar pada kategori sangat tinggi yaitu 20,9%, terdapat 35,2% pada kategori tinggi, terdapat 30,8% yaitu pada kategori rendah dan terdapat 13,2% pada kategori sangat rendah.
ASMAR
2024 · Thesis · Open Access
Degradasi ekosistem mangrove yang disebabkan oleh alih fungsi menjadi tambak udang tradisional mengakibatkan penurunan hasil tangkapan kepiting bakau. Ketersediaan induk kepiting bakau matang ovari yang dapat menunjang usaha budidaya sampai saat ini masoh mengandalkan benih dan induk dari alam. Kajian ini dilakukan untuk mengetahui ketersediaan induk kepiting bakau, dengan harapan menjaga keseimbangan induk serta menjaga kelestarian kepiting bakau matang ovari. Metode pengambilan data dilakukan dengan survei. Metode pengumpulan data primer diperoleh melalui observasi, partisipasi aktif dan wawancara terkait ketersediaan induk kepiting matang ovari yang ada di perairan kota Tarakan khususnya Kec.Tarakan Barat. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober 2023 hingga November 2023. Lokasi penelitian di Kota Tarakan Kec.Tarakan Barat. Produksi total TKO I, TKO II, TKO III selama setahun berturut-turut 3.997 kg, 72.422 kg, dan 144.281 kg. UD.Cakke Bone Mandiri lebih tinggi dari kios penampungan yang lain khususnya di wilayah Tarakan Barat. Hasil diperoleh dari nelayan dan tangkapan di tambak. Harga yang ditawarkan dan permintaan yang tinggi mempengaruhi jumlah pemasukan pada kios penampungan. Populasi kepiting masih sangat berlimpah dan stabil untuk wilayah Tarakan, dengan jumlah yang terus meningkat setiap tahunnya pada pengepul daerah Tarakan Barat.