NUR FADILA
2024 · Thesis · Open Access
Untuk mengetahui kondisi suatu sistem tenaga listrik umumnya dilakukan melalui simulasi aliran daya. Melalui aliran daya dapat diketahui paramater-parameter yang terdapat pada sistem tenaga listrik termasuk rugi-rugi daya dan jatuh tegangan. Pada penelitian ini simulasi aliran daya dilakukan pada PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field menggunakan software ETAP 19.0.1 powerstation. Selanjutnya, hasil simulasi berupa rugi-rugi daya dan jatuh tegangan pada setiap bus akan dibandingkan dengan perhitungan untuk menghetahui apakah hasil simulasi valid. Dari hasil simulasi aliran daya didapatkan total nilai rugi-rugi daya aktif juga reaktif pada beban siang sebesar 49 kW dan 50 kVAr, dan pada beban malam sebesar 47 kW dan 54 kVAr. Sedangkan untuk nilai tegangan terbesar pada beban siang terdapat pada stasiun f11 dari bus f11b ke bus f11c sebesar 13,69 kV (13,71%) dan nilai tegangan terendah terdapat distasiun 13 dari bus 2 ke bus malam terdapat pada stasiun f11 dari bus f11b ke bus f11c dengan nilai 10,09 kV (10.02%) sedangkan jatuh tegangan terendah terdapat di stasiun 8 dari bus stasiun 7 ke bus stasiun 8 sebesar 0,09 kV (0,07%). Sehingga hasil tersebut masih masuk dalam batas toleransi.
SULIKAH
2024 · Thesis · Open Access
.
REFINA PRANSISTA
2024 · Thesis · Open Access
.
DELLA PUSPITA
2024 · Thesis · Open Access
.
PERU FIRSED
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan eksekusi riil putusan perkara perdata di Pengadilan Negeri Tarakan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan dalam pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yaitu jenis penelitian yang dilakukan dengan mempelajari norma-norma atau peraturan perundang-undangan yang terkait dengan permasalahan yang dibahas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan eksekusi riil di Pengadilan Negeri Tarakan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu: permohonan eksekusi, aanmaning (peringatan), sita eksekusi, penetapan eksekusi, pelaksanaan eksekusi oleh jurusita, pengosongan objek eksekusi, dan bila diperlukan dapat meminta bantuan aparat keamanan. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan dalam pelaksanaan eksekusi riil antara lain: adanya perlawanan fisik dari pihak tereksekusi, penundaan eksekusi karena perlawanan pihak ketiga, amar putusan yang kurang jelas, penghentian eksekusi karena perdamaian para pihak, penolakan pihak tereksekusi, dan adanya campur tangan pihak ketiga. Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan koordinasi antar pihak terkait dan penyempurnaan prosedur pelaksanaan eksekusi riil untuk mengatasi berbagai kendala yang muncul, sehingga dapat mewujudkan kepastian hukum dan keadilan bagi para pihak.
SITTI NUR AMIRA
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian terkait reproduksi ikan khususnya tentang ukuran pertama kali matang gonad (Lm) dan ukuran pertama kali tertangkap (Lc) pada ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum) yang didaratkan di tangkahan CV. Mentari Pagi Sebatik perlu dilakukan pengkajian, guna menjaga kelestarian dan keberadaan populasi ikan yang ada di perairan. Tujuan penelitian untuk menerangkan sex ratio atau nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad ikan dan ukuran pertama kali matang gonad serta ukuran pertama kali tertangkap pada ikan senangin yang didaratkan di tangkahan CV. Mentari Pagi Sebatik. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi dengan pengamatan dan pengukuran ikan senangin. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember – Februari 2024. Total sampel penelitian sebanyak 300 ekor yang terdiri dari 294 ekor jantan dan 6 ekor betina. Sampel diukur panjangnya menggunakan penggaris. Pengamatan jenis kelamin dilakukan secara anatomi dengan melihat gonad ikan. Sex ratio sampel ikan senangin selama penelitian yaitu 1 : 0,02. Tingkat kematangan gonad ikan senangin jantan dan betina dominan TKG III. Hasil pengukuran Lm dan Lc sampel ikan senangin diperoleh nilai Lc > Lm (Lm = 28,920 cm; Lc = 48,695 cm), artinya sebagian besar ikan yang tertangkap di perairan Sebatik memiliki peluang untuk melakukan pemijahan dan ikan yang tertangkap sudah layak untuk ditangkap sehingga hal tersebut dapat menambah populasi ikan.
AKBAR MAULANA
2024 · Thesis · Open Access
Ikan mujair (Oreochromis mossambicus) merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Peningkatan minat terhadap air tawar sebagai sumber protein yang berkelanjutan, menjadi urgensi penelitian lebih lanjut tentang nilai gizinya. Informasi mengenai kandungan gizi ikan ini perlu dilakukan guna pengembangan produk pangan berbasis ikan di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nutrisi pada ikan mujair yang ada di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian terdiri dari 2 tahap, yaitu preparasi sampel dan analisis kandungan gizi. Sampel berupa daging ikan mujair. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis proksimat, meliputi kadar air, kadar karbohidrat, kadar protein, kadar lemak, dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pada ikan mujair, yakni kadar air sebesar 81%, kadar karbohidrat 2,35%, kadar protein 22,75%, kadar lemak 1,08%, dan kadar abu 1%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kandungan tertinggi yaitu kadar air, sedangkan kandungan terendah yaitu kadar abu. Namun demikian, kandungan protein pada ikan mujair juga tergolong tinggi sehingga ikan ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan berbasis ikan.
MUSAYYADA
2024 · Thesis · Open Access
Muara sungai Sesayap, yang terletak di Kabupaten Tanah Tidung Provinsi Kalimantan Utara, Muara adalah daerah dimana sungai atau sungai besar mengalir ke laut atau ke kolom air yang lebih besar. Muara merupakan ekosistem yang sangat dinamis dan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi (Bianchi, 2007). Keanekaragaman hayati dimuara sangat tinggi karena kondisi tersebut menciptakan habitat yang unik dan mendukung berbagai spesies hewan dan tumbuhan yang tidak dapat hidup di tempat lain. Di muara, terdapat berbagai jenis ikan, udang, kepiting dan moluska yang hidup di perairan dangkal dan berlumpur.di wilayah ekosistem pesisir, terdapat beragam potensi sumberdaya hayati laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti kepiting tapal kuda atau belangkas, yang dikenal luas oleh masyarakat. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode survei langsung di lapangan. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling dengan mengikuti nelayan alat tangkap kelong (set net). Pengukuran hasil sampel di laboratorium lapang di tempat hasil tangkapan kelong, setelah di lakukan pengambilan data panjang dan berat serta jenis kelamin, Tapal Kuda dilakukan pelepasan ke alam (release) telah dilakukan penelitian di bulan November – Desember 2023. Hasil penelitian didapatkan dari 100 sampel didapatkan 80 sampel jantan dan 20 sampel betina. Rasio kelamin jantan dan betina yaitu 4:1. Berdasarkan sifat pertumbuhan T. tridentatus baik jantan dan betina memiliki pertumbuhan alometri negatif dan indeks kondisi jantan dan betina di dominiasi bentuk tubuh kurus. Sehingga diperlukan upaya pengelolaan manajemen sumberdaya terhadap T. tridentatus agar tetap lestari dan berkelanjutan dengan dilakukan upaya konservasi.
AGUSTINUS DANIEL
2024 · Thesis · Open Access
This investigation aimed to investigate the impact of audiobooks on the listening comprehension of students in the English language study at SMA Negeri 2 Tarakan. This investigation employed a pre-experimental design. The researcher collected data from a single class, X-F, composed of 35 students. A written listening test was implemented. The results indicated that the students’ score prior to treatment was 53.91, increasing to 77.60 following the treatment. Consequently, Ha was accepted, and Ho was rejected. The findings demonstrated that audiobooks have the potential to significantly enhance students’ listening comprehension. This media offered advantages in consistent speaking speed, correct pronunciation, and intonation, as well as more comprehensive comprehension of context and details in identifying information from descriptive, narrative, and recount contexts. Therefore, audiobooks can be a highly effective tool for enhancing listening abilities, particularly in the context of language education, during the teaching and learning process.
IRA ZULVIA
2024 · Thesis · Open Access
Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu aspek utama dalam pembelajaran matematika yang diperlukan oleh peserta didik. Gaya kognitif dibagi menjadi dua yaitu gaya kognitif field independent (FI) dan field dependent (FD). penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV MI Daud Kholifatullah berdasarkan gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Jenis penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa Tes Group Embedded Figure Test (GEFT), tes kemampuan pemecahan masalah dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa berdasarkan hasil tes gaya kognitif, yaitu 2 siswa dengan gaya kognitif field independent, dan 2 siswa dengan gaya kognitif field dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika antara subjek dengan gaya kognitif FI dan subjek dengan gaya kognitif FD. Subjek dengan gaya kognitif FI disetiap soal mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya dengan baik yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, namun ada satu indikator yang belum terpenuhi oleh subjek yaitu indikator memeriksa kembali. Subjek dengan gaya kognitif FD disetiap soal belum mampu memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya subjek FD belum mampu memahami masalah pada soal, belum mampu merencanakan penyelesaian, belum mampu melaksanakan rencana penyelesaian dan tidak mampu memeriksa kembali hasil perhitungan atau hasil akhir.
MASITA
2024 · Thesis · Open Access
.
ABDUL JALIL
2024 · Thesis · Open Access
ANALISIS PERTUMBUHAN MORFOMETRIK MERISTIK DAN INDEKS KONDISI HORSESHOE CRAB (Tachypleus tridentatus) DI PERAIRAN BUNYU KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Pulau Bunyu merupakan wilayah administrasi yang memiliki berbagai jenis keanekaragaman biota perairan di ekosistem pesisir salah satunya kepiting tapal kuda. Terdapat 4 jenis spesies tapal kuda yaitu Limulus polyphemus, Carcinoscorpius rotundicauda, Tachypleus gigas dan Tachypleus tridentatus. Morfometri untuk mempelajari variasi, perubahan ukuran, dan perubahan bentuk pada suatu organisme. Indeks kondisi untuk mengukur tingkat kondisi sifat pertumbuhan untuk menentukan siklus reproduksi dan musim pemijahan. Tujuan penelitian yaitu menganalisis morfometri meristik dan indeks kondisi tapal kuda di perairan Bunyu. Metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian purposive sampling dengan ikut nelayan alat tangkap pukat hela di perairan Bunyu selama 2 bulan dari Januari 2024-Maret 2024. Pengambilan sampel dilakukan secara survei langsung di lapangan dengan pengambilan sampel sebanyak 24 sampel dimana tiap bulan dilakukan pengambilan sampel sebanyak 4 kali dengan 3 kali perulangan (stasiun) yang dilakukan pada saat air pasang laut (air besar). Pengambilan data berupa morfometri dan meristik serta panjang total, berat total dan jenis kelamin yang dilakukan langsung di lapangan. Setelah dilakukan pengambilan data penelitian, sampel di lepas ke alam (release). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan total sampel sebanyak 81 ekor diantara 40 ekor jantan dan 41 ekor betina. Hasil penelitian analisis morfometri didapatkan jenis spesies T. tridentatus. Pola pertumbuhan jantan bersifat allometri positif dan betina bersifat allometri negatif. Indeks kondisi jantan dan betina berbentuk tubuh kurus. Perlunya menjaga dan melestarikan biota purba ini karena memiliki pertumbuhan yang cukup lama hingga mencapai 10 tahun. Upaya me-release dari hasil tangkapan merupakan salah satu upaya konservasi agar biota tapal kuda tetap lestari dan berkelanjutan. Kata kunci : Indeks Kondisi, Morfometri , Meristik , T. tridentatus , Bunyu
DONI ROSDIANSYAH
2024 · Thesis · Open Access
Perairan pulau Sebatik merupakan wilayah perairan yang terindikasi sangat tinggi potensi perikanannya, masyarakat Pulau Sebatik dominan berprofesi sebagai nelayan dengan menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl). Alat tangkap pada pukat hela (trawl) merupakan jenis alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan karena alat tangkap pukat hela (trawl) termasuk alat tangkap yang menangkap berbagai jenis ikan yang termasuk kategori ikan-ikan ekonomis tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dan menjelaskan katagori jenis hasil tangkapan, nilai efektifitas hasil tangkapan pada pengoperasian pukat hela (trawl) dengan perlakuan penambahan pelampung pada bagian otterboad, headrope dan codend terhadap hasi tangkapan. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing dengan perlakuan terkait pemasangan pelampung yaitu perlakuan A (pelampung pada otterboad), perlakuan B (pelampung pada otterboad, headrope), perlakuan C (pelampung pada otterboad, headrope dan codend). Hasil dari penelitian menunjukan bahwa jenis ikan tertangkap ialah ikan demersal dan ikan palagis yang meliputi ikan perak, bawal putih, tenggiri papan, bawal hitam,senangin, tembang, talang-talang, selangat, putih, kerong-kerong, kipper, gulama batu, udang, layur, sotong, beliak mata, peperek, buntal, puput magetan, ubur-ubur. Hasil analisa efektifitas hasil tangkapan menunjukkan bahwa perlakuan A memiliki nilai efektifitas sebesar 59% (HTU), 22,4% (HTS) dan 18,6% (HTB), perlakuan B mendapatkan nilai efektifitas sebesar 46,4% (HTU), 32,2% (HTS), dan 21,5% (HTB), Perlakuan C mendapatkan nilai efektifitas sebesar 45%, 20,5%, dan 34,6%.Hasil uji (ANOVA) data perlakuan pemasangan pelampung terhadap hasil tangkapan pada alat tangkap pukat trawl, menghasilkan bahwa perlakuan pemasangan pelampung yang berbeda berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan baik pada satuan berat dan individu berat.
RESKY AMALIA
2024 · Thesis · Open Access
Kekerasan seksual merupakan perbuatan yang bener-bener keji di lingkungan Masyarakat, Dimana kasus ini yang menjadi korban tidak hanya orang dewasa tetapi remaja bahkan anak dibawah umur. Bentuk kekerasan seksual ini mencangkup berbagai Tindakan seperti pemerkosaan, pencabulan, dan eksploitasi seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi factor-faktor yang menyebabkan terjadinya kejahatan pelecehan seksual oleh oknum guru terhadap siswa/muridnya serta untuk mengevaluasi putusan hakim terhadap pelaku tindak pidana kekerasan seksual tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode empiris, yang mengandalkan data empiris untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan seskual masih sering terjadi di lingkungan Pendidikan, dengan factor penyebabnya termasuk ketidakmampuan anak-anak untuk melawan dan rentannya merka baik secara fisik maupun psikis. Bentuk-bentuk kekerasan seksual yang teridentifikasi meliputi verbal, non-verbal, fisik, dan non- fisik, yang mengakibatkan ketidaknyamanan, ketakutan, dan trauma pada korban. Penelitian ini juga mengevaluasi bahwa putusan hakim terhdap pelaku kekerasan seksual umumnya sesuai dengan peraturan perundang-undang yang berlaku. Hakim memutuskan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, termasuk keterangan saksi-saksi yang konsisten, keterangan terdakwa, serta bukti-bukti fisik seperti surat hasil visum et repertum. Penilaian hakim juga mempertimbangkan faktor yang dapat memberatkan dan meringankan terdakwa untuk menetapkan hukuman yang seadil-adilnya, sehingga memberikan keadilan kepada Masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah pentingnya penanganan serius terhadap kasus kekerasan seksual di lingkungan Pendidikan serta kepatuhan system peradilan terhadap prosedur hukum untuk mencapai keadilan yang setimpal bagi semua pihak yang terlibat.
SOHLEHA
2024 · Thesis · Open Access
Jaring insang (gillnet) memiliki nilai penting bagi produktivitas perikanan tangkap di Kota Tarakan. Sebagai salah satu kegiatan perikanan tangkap yang utama di Kota Tarakan, jaring insang gillnet penting bagi masyarakat Kota Tarakan, utamanya masyarakat nelayan di wilayah Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dengan pendekatan analisis morfologis dan persentase tangkapan utama. Penelitian dilaksanakan Januari – Maret 2024. Metode dalam penelitian menggunakan purposive sampling pendekatan observasi dan survei. Pengumpulan data observasi secara keseluruhan sebanyak 12 kali. Analisis data pendekatan observasi morfologis sampel menggunakan acuan Marine Fisheries of South East Asia dan Market Fisheries of Indonesian. Analisis komposisi jenis menggunakan pendekatan nilai persentase. Tingkat keramahan lingkungan menggunakan pendekatan analisis 9 kriteria ramah lingkungan mengacu pada CCRF/FAO. Hasil penelitian menunjukkan secara morfologis dari hasil tangkapan gillnet terindikasi terdapat 5 jenis ikan (Eleutheronema sp., Lutjanus sp., Lates sp., Scomberomorus sp., dan Netuma sp.). Hasil tangkapan utama (HTU) mencapai 70.03% dan hasil tangkapan sampingan (HTS) mencapai 29.97%. Nilai komposisi hasil tangkapan berdasarkan persentase satuan berat yaitu hasil tangkapan paling tinggi adalah jenis ikan kurau (Eleutheronema sp.) sebanyak 55,40% dan paling sedikit adalah ikan manyung (Netuma sp.) sebanyak 5,96%. Tingkat keramahan lingkungan menurut CCRF/FAO secara keseluruhan tergolong kategori sangat ramah lingkungan dengan (nilai 28,54) berdasarkan sembilan kriteria ramah lingkungan CCRF FAO
SURIYANA
2024 · Thesis · Open Access
Abstrak Alat tangkap jaring insang hanyut (drift gillnet) yang digunakan oleh nelayan kampung nelayan Mansapa merupakan alat tangkap yang memiliki bentuk umum empat persegi panjang yang menangkap ikan yang bersifat pasif. Komposisi jenis dan ukuran hasil tangkapan jaring insang hanyut (drift gillnet) di Kabupaten Nunukan sangat diperlukan karena selain belum pernah dilakukan penelitian tersebut, informasi ilmiah terkait dengan komposisi (jenis dan ukuran) juga berguna sebagai informasi ilmiah dasar terhadap masyarakat dalam pengembangan ilmu bidang perikanan tangkap dan sebagai dasar ilmiah pada kebijakan pengelolaan lestari dan berkelanjutan sumberdaya perikanan khususnya pada perikanan jaring insang hanyut.Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan nilai persentase komposisi jenis ikan, kategori tangkapan, menguraikan nilai persentase hasil tangkapan utama, hasil tangkapan sampingan dan hasil tangkapan buangan serta distribusi frekuensi ukuran panjang (total, standar dan cagak) dan berat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif selama bulan Desember- Februari 2024, dengan purposive sampling sebanyak 6 kali sampling. Hasil tangkapan alat tangkap jaring insang selama penelitian terdapat 5 jenis ikan yaitu Tenggiri papan, Senangin, Perak, Selangat dan Manyung. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ukuran yang tertinggi yaitu yaitu ikan tenggiri papan 39,34 % dan terendah yaitu ikan manyung 0,47 % sedangkan berdasarkan individu nilai yang tertinggi yaitu selangat sebanyak 64,94% ekor. dan ikan yang paling sedikit yaitu ikan manyung sebanyak 0,16%.
JENIS PUSPITASARI
2024 · Thesis · Open Access
.
WAHYU HIDAYAT
2024 · Thesis · Open Access
.
HELENA SONDOK UDAK
2024 · Thesis · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wujud kebudayaan berdasarkan aspek kompleksitas ide, kompleksitas aktivitas, dan kompleksitas artefak pada suku Toraja dalam sistem kepercayaan Aluk To Dolo melalui buku yang ditulis oleh Dra. Seno Paseru H., M.Si. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca, yaitu peneliti membaca secara keseluruhan dan memahami dari bacaan sebagai bentuk perolehan data melalui buku Aluk To Dolo, selanjutnya teknik simak, yaitu metode dengan memfokuskan perhatian dalam mengamati secara aktif untuk menelaah suatu konsep objek penelitian, dan terakhir menggunakan teknik catat, yaitu peneliti mencatat poin penting untuk memperoleh data dengan mengutip objek penelitian yang menunjukkan aspek wujud kebudayaan agar dapat diklasifikasikan lalu diinterpretasikan, setelah itu disimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam sistem kepercayaan Aluk To Dolo pada buku yang ditulis oleh Dra. Seno Paseru H., M.Si. terdapat 8 data wujud kebudayaan berdasarkan aspek kompleksitas ide, wujud kebudayaan ini terbentuk melalui kumpulan ide, gagasan, nilai-nilai, norma dan peraturan yang telah ditetapkan oleh leluhur sebagai pemelukbkepercayaan, 22 data berdasarkan kompleksitas aktivitas sebagai wujud kebudayaan yang didasarkan dengan adanya tindakan berpola dari manusia dalam kelompok masyarakat, dan 7 data kompleksitas artefak sebagai wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil aktivitas, perbuatan, dan karya yang dihasilkan manusia berupa benda-benda atau hal yang dapat diraba.
A. SATRIA JAYANTI
2024 · Thesis · Open Access
Ikan bawal putih merupakan salah satu ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi di perairan Sebatik yang ditangkap menggunakan alat tangkap jaring insang (gillnet) di daerah penangkapan di perairan Sei. Taiwan Sebatik. Analisis model dan sifat pertumbuhan Ikan bawal putih (P. argenteus) di pulau Sebatik diperlukan untuk kelengkapan data ilmiah tentang sumberdaya ikan di pulau Sebatik. Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan dan menjelaskan model pertumbuhan Von Bertalanffy dan sifat pertumbuhan terkait dengan panjang berat pada ikan bawal putih (P. argenteus) yang didaratkan di pos pembelian ikan CV. Mentari Pagi Sebatik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi. Tahapan penelitian dimulai dengan pengukuran panjang dan berat sampel ikan bawal putih hingga pengolahan data panjang berat ikan sehingga menghasilkan model dan sifat pertumbuhan Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2023-Maret 2024, dengan metode purposive sampling selama 24 kali sampling. Hasil penelitian didapatkan model pertumbuhan ikan bawal putih (P. argenteus) menghasilkan persamaan Lt = 66,672 {1 - 2.71828 -0.0183 (t - 0.909)} dengan parameter pertumbuhan panjang infinitive atau dugaan ukuran panjang maksimal ikan yang mampu dicapai (L∞) = 66,672 cm, koefisien pertumbuhan K = 0,0183 cm/hari dan nilai dugaan umur teoritis pada panjang nol (t0) = -0,909 hari. Hubungan panjang berat ikan bawal putih (P. argenteus) bersifat allometric negative yaitu pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat dengan nilai faktor kondisi (Kn) sebesar 0,443-2,900 yang apabila nilai Kn diatas 1 maka faktor kondisi ikan bawal putih (P. argenteus) dalam kondisi yang baik.