COLLECTION
Artikel Penelitian dan Pengabdian
Koleksi otomatis dari Artikel
Publikasi
Asyiknya belajar sambil bermain
The Cohesiveness of Muslim Pangestu Members in Salatiga, Central Java
Pemanfaatan Free Weblog sebagai Media Pembelajaran IPA Berbasis Web yang dapat dikelola secara instan dan gratis
Efektivitas pembelajaran Fisika dengan menggunakan media animasi komputer terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa SMA
Pengembangan media pembelajaran permainan ludo untuk meningkatkan penguasaan materi dan minat belajar fisika peserta didik sma
Kimia Analitik
Deskripsi varietas padi
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA SERASAH DAUN MANGROVE YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE DAN BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN
Abstract Bacteria in mangrove ecosystem provides has role in litter decomposition that is essential to provide organic nutrition for organisms in mangrove forest. The research was aimed to identify decomposition bacteria that exist in KKMB Tarakan mangrove conservation area. The identification focused on litters from several mangrove vegetation, which are Bruguiera parviflora, Rhizopora apiculata, Sonneratia alba, dan Avicennia alba. The method used was explorative descriptive while testing parameter was genus. The research identified seven bacteria genus for litter from Bruguiera parviflora which are Bacillus, Aeromonas, Nocardiae, Corynebacterium, Listeria, Bacteriodes, Psedumonas. Six genus from Rhizopora apiculata which are Bacillus, Listeria, Enterobacteria, Aeromonas, Actinobacilus, and Bacteriodes. Five genus for Sonneratia alba which are Bacillus, Aeromonas, Listeria, Enterobacteria, Stapylococcus. And eight genus from Avicennia alba which are Bacillus, Clostridium, Enterobacteria, Bacteriodes, Plesiomonas, Bordella, Streptococcus, Neisseria. The results conclude that different species of mangrove vegetation attracts different species of bacteria as well.
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PASER
Penelitian dilaksanakan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Paser yang merupakan unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten Paser yang secara umum bertugas untuk melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang kependudukan dan pencatatan sipil berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan dengan tujuan untuk mengkaji besarnya pengaruh faktor disiplin dan lingkungan kerja secara simultan dan parsial serta untuk mengetahui faktor yang berpengaruh paling dominan dari kedua faktor tersebut terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Paser. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Disiplin (X1) dan Lingkungan Kerja (X2) terhadap Kinerja Pegawai (Y).Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh pegawai pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Paser, alat pengukuranmenggunakan Skala Likert dan diolah menggunakan Regresi Linear Berganda. Dari hasil analisis diatas bertanda bahwa jika variabel independen yaitu disiplin dan lingkungan kerja = 0 maka variabel dependen yaitu kinerja pegawai mempunyai nilai -1,192 atau turun sebesar (119,2%), apabila variabel disiplin dinaikkan sebesar 1 tingkatan atau 1% dengan asumsi variabel lain tetap, maka variabel kinerja pegawai otomatis akan naik sebesar 0,858 atau (85,8%) dan apabila variabel lingkungan kerja dinaikkan sebesar 1 tingkatan atau 1% dengan asumsi variabel lain tetap, maka variabel kinerja pegawai otomatis akan naik sebesar 0,386 atau (38,6%). Berdasarkan hasil perhitungan yang menggunakan program SPSS 20 diperoleh hasil bahwa secara simultan disiplin dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Paser karena F hitung > F tabel (59,211>3,090) dan probabilitas signifikansinya 0,000 < 0,05 sehingga dapat dinyatakan H a diterima H0 ditolak. Secara parsial lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Paser karena mempunyai nilai t hitung > t tabel (5,949 > 1,661) dan probabilitas signifikansinya 0,000 < 0,05. Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Paser karena mempunyai nilai t hitung > t tabel (3,582 > 1,661) dan probabilitas signifikansinya 0,001 < 0,05. Dari kedua variabel independen, variabel lingkungan kerja memberikan pengaruh paling dominan. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 5,949 > ttabel sebesar 1,661, dan nilai signifikan 0,000< 0,05 sehingga dapat dinyatakan Ha diterima dan H0 ditolak.
STUDI FENOMENOLOGI PENGALAMAN PERAWAT INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) DALAM MERAWAT PASIEN TERLANTAR PADA FASE END OF LIFE DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
Pasien terlantar dalam keadaan kritis yang memasuki fase End of Life sering dirawat di IGD. Kondisi tanpa ada keluarga yang mendampingi dan lingkungan IGD yang sibuk dan bising menjadi hambatan juga tantangan dalam perawatan End of Life. Perawatan pasien terlantar dalam tahap End of Life membutuhkan penanganan yang bertujuan memberikan rasa nyaman, ketenangan, kedekatan dukungan social. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman perawat dalam merawat pasien terlantar dalam fase End of Life di ruang IGD RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Desain penelitian dengan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi interpretif, yang melibatkan 7 perawat IGD. Data dikumpulkan melalui Indepth interview dan dianalisis dengan menggunakan analisa tematik Braun & Clark. Hasil penelitian menghasilkan 7 tema yaitu 1. merasakan hati tersentuh pada pasien terlantar menjelang ajal 2. Tidak membedakan perlakuan pada pasien terlantar dengan pasien lain yang menjelang ajal 3. Menghargai harkat dan martabat pasien 4. Memilih perawatan suportif sebagai tindakan terbaik 5. Terpaksa meninggalkan pasien tanpa pendampingan spritual 6. Mengalami konflik dalam menempatkan pasien terlantar yang menjelang ajal 7. Mengharapkan situasi lingkungan kerja yang mendukung. Kesimpulan adalah perawat bersikap profesional, menghormati harkat dan martabat dalam memberikan perawatan tanpa membedakan perlakuan dengan pasien lain yang menjelang ajal. Perasaan hati yang tersentuh muncul saat merawat pasien terlantar yang menjelang ajal tanpa didampingi keluarga. Perawatan End of Life lebih berfokus pada perawatan suportif, sedangkan dukungan spiritual tidak dapat diberikan di IGD karena karakteristik lingkungan yang sibuk dan lebih memprioritaskan pasien kritis. Hal ini menimbulkan konflik dan dilema bagi perawat sehingga diperlukan adanya ruangan khusus dan tim kerohanian untuk menyiapkan kematian yang damai dan bermartabat