Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 78 dari 342

ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS II SDN 002 SEI MENGGARIS

SITI ALFIYAH
2024 · Book · Open Access

Membaca permulaan adalah tahapan awal belajar membaca di kelas rendah yang harus dikuasai siswa sebelum memasuki tahap membaca lebih lanjut. Siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca tentu akan berpengaruh pada aktivitas belajarnya. Kesulitan membaca permulaan merupakan kondisi dimana siswa mengalami terhambatannya dalam membaca yang disebabkan oleh beberapa faktor dari dalam maupun luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca yang dialami siswa kelas II SDN 002 Sei Menggaris dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kesulitan membaca tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca permulaan, wawancara, observasi dan dokumentasi. sebanyak 19 siswa kelas II menjadi calon subjek penelitian untuk mengikuti tes kemampuan membaca permulaan, saat sedang berlangsungnya tes peneliti melakukan pengamatan berdasarkan pada lembar observasi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Selanjutnya peneliti memilih 4 siswa yang dari hasil tes kemampuan membaca permulaan pada kategori perlu bimbingan, lalu dikonfirmasi kembali pada subjek terpilih untuk dilakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) siswa tidak lancar membaca banyak melakukan kesalahan seperti: penghilangan huruf, penggantian suku kata/kata, dan siswa tidak memperhatikan tanda baca. Kemudian siswa juga kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti "q" dan "p". Lalu siswa juga belum mengenal huruf alfabet secara keseluruhan. Selanjutnya ada juga siswa yang kesulitan membaca kata yang didalamnya terdapat huruf digraf atau diftong, sehingga siswa melakukan kesalahan pada saat membaca. Dikarenakan siswa telah melakukan kesalahan lebih dari batas yang ditentukan pada saat membaca kalimat, peneliti menyudahi tes membaca. 2) adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca yang dialami siswa karena fokusnya mudah teralihkan, lebih suka bermain, kurang minat membaca, kesukaran dalam membaca serta saat membaca diganggu oleh teman.

ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA NYARING PADA SISWA KELAS I SD NEGERI 024 TARAKAN

NICKY ANGGELINE MONINGKA
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk, mengetahui Kemampuan Membaca nyaring siswa kelas I SDN 024 Tarakan. penelitian ini di lakukan di SD Negeri 024 Kampung Bugis kota Tarakan, penentuan daerah panelitian diambil dengan pertimbangan peneliti. Metode yang digunakan dalam analisis ini yaitu jenis penelitian kualitatif dengan metode atau pendekatan studi kasus (case study). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) dari kelancaran membaca nyaring kemampuan siswa masih tergolong kurang. Hal ini di lihat dari siswa kadang-kadang harus mengeja pada kalimat tertentu. Terdapat beberapa siswa yang tidak lancar ketika membaca. Siswa yang tidak lancar ketika membaca tersebut sering menunjukan ciri-ciri masih mengeja, terbata-bata, ragu-ragu serta membutuhkan waktu yang lama untuk melanjutkan suatu bacaan yang terdapat kata yang dirasa cukup sulit baginya, (2) berdasarkan kejelasan suara kemampuan siswa dalam membaca nyaring cukup baik. Hal ini dilihat dari siswa masih terdapat kesalahan dalam melafalkan huruf, yang mengakibatkan kurang jelasnnya beberapa kalimat yang dibaca. akan tetapi siswa membaca dengan lantang atau nyaring, (3) dari segi intonasi kemampuan siswa dalam membaca nyaring masih tergolong kurang. Hal ini di lihat dari sering kali intonasi siswa ketika membaca kurang tepat, karena siswa kurang memperhatikan tanda baca yang ada. Sehingga intonasi akan berubah-ubah, tidak sesuai intonasi bacaan yang seharusnya dan seringkali siswa tidak memperhatikan tanda baca khususnya tanda seru (!) dan koma (,). (4) dari segi keberanian kemampuan siswa dalam membaca nyaring tergolong sangat baik. Hal ini di lihat dari siswa ketika membaca penuh dengan rasa percaya diri, membaca dengan sikap yang baik siswa berani dan tenang saat membaca di depan kelas dan dihadapan banyak pendengar dengan rasa percaya diri.

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VI A SDN 004 SEBENGKOK TARAKAN

TIA ANDRIANI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VI-A di SDN 004 Sebengkok Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini meliputi guru wali kelas VI-A dan 6 siswa kelas VI-A. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam meningkatkan minat belajar siswa yaitu sudah dilakukan dengan cukup baik. Adapun peran guru kelas dalam meningkatkan minat belajar siswa sebagai fasilitator berperan dalam memfasilitasi kemudahan belajar siswa dengan gembira, menyenangkan dan bebas mengeluarkan pendapat secara terbuka guru kelas melakukan pembelajaran menggunakan media pembelajaran seperti PPT, Video pembelajaran, dan alat peraga. Guru kelas sebagai evaluator berperan menjadi penilai yang baik dalam memberikan penilaian siswa dengan melakukan tanya jawab dikelas, melakukan tes lisan dan tertulis. Guru kelas sebagai mediator berperan memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai media pembelajaran, guru kelas melakukan pembelajaran dengan menggunakan media PPT, Video pembelajaran dan alat peraga agar siswa antusias dalam mengikuti pelajaran dikelas. Guru kelas berperan sebagai motivator dengan memberi dorongan semangat kepada siswa, memberi nasihat, teguran, menata ruang kelas, menggunakan media pembelajaran dan alat peraga sehingga siswa dapat termotivasi mengikuti pembelajaran dikelas.

DESKRIPSI PERAN GURU DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS V-B SDN 007 MAMBURUNGAN

JUNAINAH
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas V-B di SDN 007 Mamburungan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran guru dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas V-B di SDN 007 Mamburungan. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi serta menggunakan Teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, peyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru kelas V-B SDN 007 Mamburungan telah melaksanakan perannya yaitu : (1) peran guru sebagai pengajar dalam menanamkan kedisplinan belajar siswa mengerjakan tugas sudah berjalan dengan baik, guru dapat melakukan dengan menggunakan metode pembelajaran penugasan untuk memberikan tugas siswa agar dapat mengetahui kedisiplinan belajar siswa yaitu mengumpulkan tugas tepat waktu (2) peran guru sebagai model dan teladan dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa disiplin masuk sekolah dan disiplin berpakian sudah sejalan dengan baik, guru dapat memberikan contoh yang baik bagi siswa dengan dating kesekolah tepat waktu dan cara berpakian guru rapi, sopan dan sesuai dengan jadwal sehingga siswa dapat mencontohkan guru untuk datamg ke sekolah tepat waktu dan berpakaian seragam dengan rapi, sopan dan sesuai dengan jadwal. Dengan peran tersebut maka guru berusaha menciptakan suasanan belajar yang nyaman bagi siswa. Peran guru tersebut harus selalu di tingkatkan oleh guru, jika guru tidak peduli maka siswa akan mengalami banyak hambatan dalam menanamkan kediplinan belajar siswa di kelas.

Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book Pada Materi Penggolongan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya Di Kelas IV SDN 047 Tarakan

REZKY SYAHRISOFIA
2024 · Book · Open Access

Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah masalah dalam lemahnya proses pembelajaran. kegiatan pembelajaran di kelas pada umumnya tidak menggunakan media atau alat bantu untuk memudahkan dalam proses pembelajaran agar siswa mudah memahami materi yang diberikan oleh guru. berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukanlah penelitian pengembangan media pembelajaran pop-up book yang dapat membantu siswa lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan oleh guru. media pembelajaran pop-up book yang dikembangkan akan diuji kelayakannya oleh para ahli dan akan dibagikan angket kepada siswa untuk mengetahui seberapa besar ketertarikan siswa terhadap media pop-up book. dalam pengembangan media pop-up book digunakan metode R&D yang dimodifikasi dari Borg and Gall yang terdiri dari 10 tahap, yaitu: 1) potensi dan masalah, 2) mengumpulkan informasi, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk kelompok terbatas, 7) revisi produk, 8) uji coba produk kelompok luas, 9) revisi produk akhir, 10) pembuatan media massal. adapun hasil validasi dari para ahli yaitu validasi ahli media 92% kategori sangat layak, validasi ahli materi 90% kategori sangat layak, validasi ahli bahasa 72,5% kategori layak dan validasi ahli praktisi 100% kategori sangat layak. selain itu, hasil dari angket ketertarikan siswa pada uji coba kelompok terbatas yaitu 100% kategori sangat layak dan uji coba kelompok luas yaitu 100% kategori sangat layak. sehingga media pembelajaran pop-up book yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

PERAN ICE BREAKING PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V-B DI SD NEGERI 016 PANTAI AMAL TARAKAN TAHUN PELAJARAN 2023/2024

ERLITA NOVIDINIYANTI
2024 · Book · Open Access

Ice beraking adalah metode untuk mengubah suasana belajar dari pasif ke aktif, dari kaku menjadi gerak, dan dari jenuh menjadi riang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ice breaking pada pembelajaran tematik kelas V-B di SD Negeri 016 Pantai Amal Tarakan tahun pelajaran 2023/2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian 26 siswa kelas V-B dan guru wali kelas V-B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi yang dikonfirmasi melalui wawancara serta angket yang didukung dengan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa proses penerapan ice breaking pada pembelajaran tematik kelas V-B di SD Negeri 016 Pantai Amal Tarakan sudah diterapkan dengan baik, jenis ice breaking yang diterapkan adalah bernyanyi, dan tepuk tangan yang digunakan oleh guru secara terkonsep yang tertuang dalam rencana pelaksanaan pembelajaran tematik. Ice breaking ini diterapkan di awal, di tengah, dan di akhir pembelajaran tematik. Peran ice breaking bagi siswa kelas V-B di SD Negeri 016 Pantai Amal Tarakan adalah mampu mengubah suasana kelas yang jenuh menjadi lebih aktif, siswa merasa pembelajaran tematik menjadi menyenangkan, siswa menjadi lebih berkonsentrasi dalam pembelajaran tematik, meningkatkan interaksi antar siswa dalam mengerjakan tugas, Siswa memiliki jiwa kepemimpinan serta berani bertindak, mempererat interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa, siswa terlatih untuk menghargai pendapat orang lain, suasana kelas menjadi lebih kompak, dan meningkatkan daya ingat siswa terhadap materi pembelajaran tematik yang sudah di lalui. Kata Kunci: Ice Breaking, Pembelajaran Tematik

Deskripsi Kemampuan Numerasi Siswa Kelas IV A Pada Elemen Bilangan di SDIT Ibnu Abbas Tarakan

ARINDAH DWI MADHANI
2024 · Book · Open Access

Numerasi merupakan kemampuan dalam mengaplikasikan konsep matematika pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas IV A pada elemen bilangan di SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes numerasi yang disusun berdasarkan 4 indikator numerasi, serta dikaitkan dengan capaian pembelajaran elemen bilangan yang relevan. Setelah itu, peneliti mengambil masing-masing dua subjek dengan tingkat kognitif; tinggi, sedang, dan rendah untuk diwawancarai secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Indikator pertama dapat dipenuhi oleh subjek dengan kemampuan tinggi dan sedang, hanya saja salah satu subjek dengan kemampuan sedang mengalami kesulitan dalam menjelaskan ide pemecahan masalah matematis secara tertulis. Sementara itu, subjek dengan kemampuan rendah tidak dapat memenuhi indikator tersebut. (2) Indikator kedua dapat dipenuhi oleh seluruh subjek, baik yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, maupun rendah. (3) Indikator ketiga dapat dipenuhi oleh subjek dengan kemampuan tinggi dan kemampuan sedang, sedangkan subjek dengan kemampuan rendah tidak dapat memenuhinya. (4) Indikator keempat hanya dapat dipenuhi oleh subjek dengan kemampuan tinggi, sedangkan subjek dengan kemampuan sedang dan rendah tidak dapat memenuhi indikator tersebut, baik dalam capaian membandingkan pecahan maupun menunjukkan pemahaman pada bilangan desimal. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi, sedang maupun rendah mampu membaca informasi pada gambar. Kemampuan ini mengindikasikan capaian kompetensi siswa dalam mengurutkan bilangan sudah sesuai dengan capaian pembelajaran Fase B.

Deskripsi Kemampuan Membaca Literal dan Inferensial pada siswa kelas IV-B SD Negeri Utama 2 Tarakan

NIKI ANDRIYANI
2024 · Book · Open Access

Membaca pemahaman suatu bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap proses kegiatan belajar, dengan membaca pemahaman ini kita dapat memahami isi teks atau bacaan yang kita baca sehingga kita dapat mengetahui alur bacaan tersebut. Membaca pemahaman memiliki 5 jenis tingkatan membaca, yaitu membaca literal, inferensial, kritis, dan evaluatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca literal dan inferensial pada siswa kelas IV-B SD Negeri Utama 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas IV-B SD Negeri Utama 2 Tarakan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan guru wali kelas IV-B SD Negeri Utama 2 Tarakan, diketahuiterdapat siswa dengan tingkat pemahaman membaca yang masih kurang pada bagian mata pelajaran Bahasa Indonesia. hal ini tampak dari hasil dokumentasi nilai PTS siswa tahun 2024 pada kelas IV-B. dengan hasil nilai terendah siswa pada mata pelajaran indonesia adalah 31 dan jauh dari nilai KKM Bahasa Indonesia yang bernilai 75. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian in berupa tes tertulis kemampuan membaca literal dan inferensial, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis model Miles and Huberman. Sebanyak 25 siswa kelas IV-B akan menjadi partisipan untukmengikuti tes yang diberikan. Setelah itu peneliti memilih6 siswa secara random sebagai subjek penelitian yangkemudian akan dikelompokkan menjadi 3 kategori berdasarkan hasil kemampuan membaca literal dan inferensial siswa darinilai tinggi, sedang dan rendah. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mampu dalam membaca pemahaman dengan baik. berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan kepada siswa, terdapat indikator soal yang dimana siswamasih kurang dalam memahaminya seperti pemahaman pada suatu teks bacaan yang telah dibaca yaitu pada bagian menentukan tokoh dan watak tokoh yang terdapat pada teks bacaan dan menentukan suatu amanat atau pesan yang terkadung dalam suatu teks bacaan.

Pengembangan Media Pembelajaran Flashcard Box Untuk Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 Di SDN 052 Tarakan

FITRIANI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media pembelajaran dan mengetahui bagaimana kelayakan pada media pembelajaran flashcard box untuk membaca permulaan siswa kelas 1 di SDN 052 Tarakan ditinjau dari validasi ahli media, ahli bahasa dan ahli praktisi serta mengetahui bagaimana ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran flashcard box untuk membaca permulaan dengan pemberian angket ketertarikan siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, Analysis (Analisis), Design (Rancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), Evaluation (Evaluasi). Penilaian kelayakan media pembelajaran flashcard box terdiri dari validasi ahli media, ahli bahasa dan ahli praktisi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 92%, ahli bahasa sebesar 86% dan ahli praktisi sebesar 92%. Hasil validasi para ahli menunjukkan bahwa media pembelajaran flashcard box masuk dalam kategori sangat layak digunakan pada pembelajaran membaca permulaan siswa kelas 1. Hasil ketertarikan siswa pada uji coba terbatas sebesar 86% dan uji coba kelompok luas sebesar 86% masuk dalam kategori sangat tertarik. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba kelompok luas menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media pembelajaran flashcard box untuk membaca permulaan. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran flashcard Box efektif dalam mendukung proses belajar dan mengajar membaca permulaan yang dilakukan antara siswa dan guru di SDN 052 Tarakan

ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS III-A SDN 007 MAMBURUNGAN KOTA TARAKAN

NODY
2024 · Book · Open Access

Membaca permulaan adalah tahap awal pembelajaran untuk kelas 1, 2 dan 3 mencakup keterampilan, lancar dalam membaca huruf, suku kata, serta kalimat sederhana dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca permulaan siswa dari segi membaca huruf, membaca suku kata, membaca kata dan kelancaran membaca teks bacaan melalui tes EGRA (Early Grade Reading Assessment) pada siswa kelas III-A SDN 007 Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan membaca (EGRA), wawancara siswa dan guru serta dokumentasi. Subjek penelitian siswa kelas III-A SDN 007 Mamburungan Kota Tarakan sebanyak 18 siswa terdiri dari 11 perempuan dan 7 laki-laki. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 13 siswa yang kemampuan membaca permulaannya dalam membaca huruf, membaca suku kata, membaca kata dan kelancaran membaca teks bacaan sangat baik, selanjutnya 5 siswa masih kurang kemampuan membaca permulaannya diantaranya siswa kurang dalam membaca huruf 1 orang yaitu AS(L), membaca kata serta membaca teks bacaan 4 orang yaitu APP, MA, FUM dan SNA. Adapun faktor penyebab kesalahan dari ke 5 siswa tersebut dalam tes kemampuan membaca yaitu penghilangan huruf pada kata, penggantian kata, dan membaca masih kurang lancar. Kemudian siswa juga kurang menguasai huruf alfabet secara keseluruhan dan kesulitan membaca kata yang panjang. Masih ada beberapa huruf konsonan yang belum dapat dilafalkan dengan benar dan tepat. Siswa juga kesulitan melafalkan suku kata dan kata yang didalamnya terdapat huruf digraf dan diftong seperti -ny dan -ng, sehingga siswa melakukan kesalahan pada saat membaca. Selanjutnya karena siswa telah melakukan kesalahan lebih dari batas waktu dan jumlah berapa kali melakukan kesalahan pada saat tes membaca suku kata dan kata, sehingga peneliti menyudahi kegiatan tes dan tidak melanjutkan ke bagian kelancaran membaca teks bacaan.

Pengembangan Media Pembelajaran Big Book Untuk Membaca Permulaan Pendamping Buku Ajar Siswa Kelas 1 Tentang "Diriku"

NUR NISFU LAILA SARI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Big Book untuk membaca permulaan yang layak dan menarik. Kelayakan di tinjau dari validasi ahli media, ahli materi,ahli bahasa dan ahli praktisi, kemudian untuk kemenarikan dilakukan dengan memberikan angket respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) mengacu pada model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan penelitian yaitu : 1) Analysis (Analisis); 2)Design (Perancangan); 3) Development (Pengembangan); 4) Implementation (implementasi); 5) Evaluation (Evaluasi). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu : Lembar validasi, dan angket respon siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas I SDN 001 Sembakung. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 78% dengan kategori layak, hasil validasi ahli bahasa sebesar 68%, hasil validasi materi sebesar 76% dengan kategori layak Dan hasil validasi praktisi sebesar 76% dengan kategori layak. Selanjutnya hasil respon siswa melalui uji coba terbaras sebesar 91% dengan kategori sangat menarik ditinjau dari penggunaan media pembelajaran big book yang membuat siswa merasa senang sehingga siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri dan hasil respon siswa melaui uji coba pemakaian sebesar 76% dengan kategori menarik, ditinjau dari penggunaan media pembelajaran big book yang membuat siswa tertarik untuk belajar dan memahami materi pembelajaran. Berdasarkan hasil validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, ahli praktisi, serta respon siswa pada uji coba terbatas dan uji coba pemakaian, maka media pembelajaran big book dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran.

HUBUNGAN KEDISIPLINAN DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI SDN 032 TARAKAN

RIZKY FIRMANSYAH
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa kelas V di SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yakni kedisiplinan (X) sebagai variabel independen dan hasil belajar (Y) sebagai variabel dependen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner (angket) dan dokumentasi hasil belajar siswa berdasarkan nilai penilaian tengah semester siswa. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji f diperoleh f_hitung 19,515 > f_tabel 4.05 dengan taraf signifikan 5%. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang berarti bahwa terdapat hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa di kelas V SDN 032 Tarakan. Adapun hasil pengujian korelasi product moment diperoleh koefisien korelasi (r) sebesar = 0.59, yang menunjukkan bahwa hubungan kedisiplinan dengan hasil belajar siswa berada pada kategori sedang.

Problematika Mahasiswa PGSD Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Sekolah Dasar

SAFERA MELIANA
2024 · Book · Open Access

Pentingnya peran matematika dalam kehidupan sebagai ilmu dan pengembangan daya pikir manusia. Seluruh masyarakat perlu untuk memahami dan menguasai matematika. Terlebih pada bagi guru atau calon guru sekolah dasar yang akan menanamkan konsep matematika dasar pada para peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika mahasiswa PGSD dalam menyelesaikan masalah matematika sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa mahasiswa yang berada pada kriteria kemampuan rendah sebanyak 93,55 %. Dalam penelitian ini dipilih 3 subjek penelitian yang diambil dari kriteria rendah dan mahasiswa yang mengerjakan soal terbanyak namun mengalami kesalahan. Melalui lembar kerja mahasiswa dan wawancara subjek penelitian didapatkan semua aspek kesalahan muncul namun secara keseluruhan problematika dalam menyelesaikan masalah muncul secara dominan pada 3 aspek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga problematika utama yang dihadapi oleh mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika sekolah dasar. Pertama, mahasiswa mengalami kesulitan pada aspek bahasa dalam memahami soal cerita. Kedua, mahasiswa kurang menguasai materi matematika sekolah dasar. Ketiga, mengalami kesalahan pada aspek tanggapan. Terjadinya kekeliruan dalam menentukan rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang diberikan.

PENGARUH KONSELING PRANIKAH TERHADAP PENGETAHUAN CALON PENGANTIN DI KECAMATAN MALINAU KOTA KABUPATEN MALINAU

MARESA DAUN LANGI
2024 · Book · Open Access

Sebelum memasuki masa berumah tangga, penting bagi pasangan yang akan menikah untuk memahami masalah dan solusi yang berkaitan dengan kesehatan keluarga. Pemahaman ini membantu pasangan memahami satu sama lain dan mengantisipasi risiko yang mungkin muncul akibat kesehatan yang tidak terjaga.Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling pranikah terhadap pengetahuan calon pengantin di Kecamatan Malinau Kota. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi pre-eksperiment one-group pretest-posttest design Sampel penelitian terdiri dari 40 calon pengantin. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menujukan bahwa pada pre-test diperoleh tingkat pengetahuan 37 calon pengantin dikategorikan baik dan tiga lainnya cukup Pada post test, seluruh 40 calon pengantin menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik yang baik Uji Wilcoxon menghasilkan Asymp. Sig 0,05 (0,000 0,05) yang berarti terdapat pengaruh konseling pranikah terhadap pengetahuan calon pengantin.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling pranikah sangat penting untuk membantu calon pengantin dan masyarakat luas dalam memahami kehidupan rumah tangga dan menjaga kesehatan keluarga. Kata Kunci: Konseling Pranikah, Pengetahuan, Calon Pengantin

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPAS Di Kelas V-C SDN 028 Tarakan

EVYTRI NATALIA
2024 · Book · Open Access

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation (GI) di kelas V-C SDN 028 Tarakan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing terdiri dari 4 tahapan,yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan 2 cara, yaitu tes dan non tes. Instrumen tes pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar siswa, lembar penilaian psikomotorik siswa, lembar penilaian afektif siswa, sedangkan untuk instrumen non tes menggunakan lembar pengamatan aktivitas belajar siswa, dan lembar pengamatan aktivitas mengajar guru. Hasil penelitian mengalami peningkatan setiap siklusnya. Hasil belajar siswa aspek kognitif pada siklus I memperoleh rata-rata nilai 71,10 dengan persentase ketuntasan 67,86% meningkat di siklus II dengan rata-rata nilai 78,21 dengan persentase ketuntasan 89,29%. Hasil belajar aspek psikomotorik siklus I memperoleh rata-rata nilai 70,87 dengan persentase ketuntasan 75,00 % meningkat di siklus II menjadi 79,46 dengan persentase ketuntasan 92,86%. Penilaian hasil belajar aspek afektif pada siklus I memeperoleh rata-rata nilai 70,14 dengan persentase ketuntasan 71,43% meningkat di siklus II menjadi 76,79 dengan persentase ketuntasan 85,71%. Kesimpulan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah penerapan model kooperatif tipe group investigation (GI) dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS di kelas V-C SDN 028 Tarakan.

Implementasi Pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) Berbasis Kearifan Lokal kelas IV di SD Negeri 009 Malinau

DINDA
2024 · Book · Open Access

Kearifan lokal adalah usaha manusia dengan akal budinya untuk bertindak dan bersikap. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pembelajaran SBdP berbasis kearifan lokal kelas IV di SD Negeri 009 Malinau. Penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif dengan analisis data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini pada tahap perencanaan guru menentukan tema, buku dan modul seni rupa terkait pembelajaran kearifan lokal. Tahap pelaksanaan guru memberikan apersepsi terkait tarian zapin dan tarian dayak, setelah itu memberikan contoh gambar atau pola seni rupa batik secara individu, lalu guru membimbing siswa untuk mencoba membuat batik tidung dan batik pelita kanaan. Tahap evaluasi guru memberikan asesmen formatif terkait pengetahuan dan keterampilan. Yang ditentukan 60% siswa mampu membuat pola batik sesuai pengetahuannya, dan 40% siswa mampu mewarnai pola batik. Saran dari penelitian diharapkan siswa mengenal kearifan lokal di daerahnya dalam kegiatan belajar mengajar untuk meningkatkan keterampilan dan prestasi belajar. Diharapkan dapat digunakan sebagai masukan bagi peneliti lain dapat melakukan penelitian yang serupa atau dengan pembelajaran tematik berbasis kearifan lokal untuk penelitian selanjutnya, untuk guru dalam proses pembelajaran kearifan lokal dapat dilakukan berkesinambungan dalam mata pelajaran SBdP, dan untuk sekolah meningkatkan kualitas sekolah dan lebih melengkapi fasilitas dan kebutuhan siswa agar siswa dapat tertarik dan termotivasi untuk belajar SBdP berbasis kearifan lokal.

Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Menyimak Cerita Anak Kelas IV-B SDN 035 Tarakan

DESI RANTE BUA
2024 · Book · Open Access

PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MENYIMAK CERITA ANAK KELAS IV-B SDN 035 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar menyimak cerita anak dengan menggunakan media Audio Visual. Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan subjek penelitian adalah kelas IV-B yang berjumlah 27 siswa, 14 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan sebanyak dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dengan prosedur langkah-langkah siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa penggunaan media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar menyimak cerita anak kelas IV-B di SDN 035 Tarakan. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan menyimak cerita anak pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I hasil menyimak cerita anak mencapai ketuntasan dengan persentase 74%. Setelah diadakan perbaikan pada siklus II mengalami peningkatan menyimak cerita anak mencapai ketuntasan dengan persentase 81%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa indikator ketercapaian peneliti dapat dikatakan berhasil dalam meningkatkan hasil belajar menyimak cerita anak menggunakan media Audio Visual pada siswa kelas IV-B di SDN 035 Tarakan.

Pengembangan Asesmen Diagnostik untuk Mengetahui Kemampuan Awal Siswa pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas IV SDN 041 Tarakan

DEA PUSPITA SARI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah instrumen asesmen diagnostik pada materi bangun datar di kelas IV yang valid berdasarkan validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya beda serta mengetahui keefektifan instrumen asesmen diagnostik dari hasil analisis tingkatan kemampuan awal siswa dan angket respon guru. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: analyze, design, development, implement, evaluate. Soal asesmen diagnostik yang dikembangkan berbentuk pilihan ganda sebanyak 19 butir soal yang sudah memenuhi kriteria dan aspek kevalidan yang dilakukan oleh tim ahli dari aspek materi, konstruksi dan bahasa dengan perolehan presentase 93,5% kategori valid serta analisis validasi tiap butir soal yang ditinjau dari hasil analisis validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Adapun hasil analisis asesmen diagnostik dapat menunjukkan presentase banyaknya siswa yang teridentifikasi mempunyai kemampuan awal yang sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang. Selain itu, hasil angket respon guru yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan produk diperoleh presentase 95% yang termasuk dalam kategori sangat efektif. Dengan demikian instrumen asesmen diagnostik yang dikembangkan valid dan efektif untuk mengidentifikasi kemampuan awal siswa.

IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI KELAS IV SDN 035 TARAKAN

CINDY YUTABSE LALONG
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sampel dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan wali kelas IV B SDN 035 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan meyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN 035 Tarakan adalah perencanaan yaitu pembentukan tim fasilitator, analisis tingkat kesiapan satuan pendidikan, pemilihan tema dan alokasi waktu projek, menyusun modul projek, dan merancang strategi pelaporan hasil projek. Kemudian pelaksanaan, yaitu tehap pengenalan, aksi, tindak lanjut atau refleksi. Dan evaluasi projek yaitu evaluasi proses. Hal ini ditunjukan dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di kelas IV B SDN 035 Tarakan.

HUBUNGAN MINAT BACA SISWA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 002 SELUMIT PANTAI

SAMSURIA
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat baca siswa dengan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas V di SD Negeri 002 Selumit Pantai. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Kuantitatif Korelasional yang dilaksanakan pada tanggal 26 April s.d 10 Mei tahun ajaran 2023/2024. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 002 Selumit Pantai yang berjumlah 46 siswa. Teknik dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Non Probability Sampling dengan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan tes. Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan bantuan Software SPSS versi 25.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan minat baca siswa dengan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas V di SD Negeri 002 Selumit Pantai. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan korelasi Product Moment diperoleh nilai rhitung (0,319) ˃ rtabel (0.291) dengan taraf signifikansi 5% dengan jumlah N=46. Besar korelasi minat baca siswa dengan kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas V di SD Negeri 002 Selumit Pantai berada dikategori rendah. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh hasil hubungan sebesar 10,2% sedangkan sisanya sebesar 89,8% ditentukan oleh faktor hubungan lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hal ini memiliki arti bahwa setiap kenaikan variabel minat baca siswa akan mempengaruhi kenaikan variabel kemampuan membaca pemahaman.