AYU HARI SITI SETIAWATI
2024 · Book · Open Access
Secara umum terjadi penurunan kematian ibu selama periode 1991-2020 dari 390 menjadi 189 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini hampir mencapai target RPJMN 2024 sebesar 183 per 100.000 kelahiran hidup. Walaupun terjadi kecenderungan penurunan angka kematian ibu, masih diperlukan upaya dalam percepatan penurunan AKI. Penyebab terbanyak kematian Ibu di Indonesia pada tahun 2019 adalah perdarahan, hipertensi, dalam kehamilan. infeksi, gangguan metabolik, dan lain lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi perdarahan adalah partus lama. Penyebab persalinan menjadi lama yaitu kelainan presentasi, kontraksi yang tidak adekuat, kelainan jalan lahir, kehamilan kembar, dan anemia. Partus lama dapat dicegah dengan melakukan asuhan komplementer, teknik relaksasi yang menguragi partus lama, yoga, senam hamil dan teknik pengunaan Gymball. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Efektivitas pengunaan Gymball pada ibu primigravida terhadap lama kala I fase aktif dibandingkan dengan teknik konvensional di Rumah Sakit Pertamina Kota Tarakan Tahun 2024. Latihan dengan bola kelahiran (Gymball) diyakini mampu memperkuat otot dasar panggul, meningkatkan diameter panggul, membantu turunnya janin ke panggul sehingga mampu mempercepat proses persalinan dan perlunya dilakukan penelitian lanjutan untuk hasil yang lebih optimal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Eksperimen Semu (quasi eksperimental design). Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara langsung pengaruh suatu variable lain dan menguji hipotesis hubungan sebab-akibat. Desain eksperimen semu mempunyai kelas eksperimen dan kelas control, namun kelas kontrol tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variable-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen dan uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Uji Chi-square
MALA
2024 · Book · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkala kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan KB. Tujuan asuhan komprehensif adalah untuk mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) dengan memberikan asuhan kebidanan kepada Ny. S di Rumah Sakit Umum Carsa Kota Tarakan. Metode asuhan kebidanan pada laporan tugas akhir ini menggunakan manajemen kebidanan berdasarkan SOAP. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. S G1P0A0 melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 2 kali pada kunjungan pertama usia kehamilan 36 minggu dan kunjungan kedua pada usia kehamilan 38 minggu 3 hari. Asuhan persalinan pada tanggal 28 Februari 2024 usia kehamilan 38 minggu 3 hari bersalin secara normal. Kala I berlangsung 2 jam, Kala II berlangsung selama 11 menit, Kala III berlangsung 5 menit dan Kala IV berlangsung 2 jam. Bayi lahir spontan , JK : Perempuan BB : 2600 gram, PB : 49 cm, bayi menangis kuat, tidak ada tanda kelaian pada bayi, kemudian dilakukan pemeriksaan pada 6 jam post partum. Masa nifas Ny. S dengan fisiologis. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. S kondisi ibu dan bayi tidak megalami komplikasi dan di harapkan dengan diberikan asuhan kebidanan komprehensif serta KIE Kesehatan ibu dan bayi dapat diterapkan oleh klien sehingga ibu dan bayi tetap sehat sehingga mengurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi.
RIDAH NORMILASARI
2024 · Book · Open Access
Berdasarkan Profil Kesehatan Tahun 2023 mengatakan bahwasannya terjadi penurunan Angka Kematian Ibu yaitu 194 per 100.000 kelahiran hidup. Penurunan AKI dan AKB saat ini masih merupakan program kesehatan prioritas di Indonesia. Bidan sebagai pemberi asuhan kebidanan memiliki posisi stategis untuk berperan dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB. Tujuan penyusunan LTA ini untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil Trimester III yang fisiologis dengan menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan. Pelayanan asuhan kehamilan pada Ny. S G2P0A1 dilakukan di Puskesmas Pantai Amal Jl. Amal Lama, Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Waktu yang digunakan selama melakukan asuhan yaitu pada bulan Maret-April 2024. Pada kasus Ny. S masa kehamilan yang dialami tidak ada tanda-tanda komplikasi. Ny. S melakukan kunjungan antenatal sebanyak 9 kali dan sudah memenuhi standar asuhan antenatal yaitu minimal 4 kali. Ny. S memenuhi standar asuhan 10T. Tidak terdapat masalah pada Ny. S. Seluruh asuhan yang dilakukan pada Ny. S sudah sesuai dengan standart dan ada beberapa kesenjangan teori dan praktik.
KULING
2024 · Book · Open Access
Asuhan Kebidanan Komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkesinabungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB. Tujuan asuhan Komprehensif yaitu untuk menurunkan AKI dan AKB. Oleh karena itu, kesehatan ibu dan bayi terus ditingkatkan dengan memberikan pelayanan kesehatan secara rutin mulai dari kehamilan, persalinan, persalinan, persalinan dan keluarga berencana (Prapitasari, 2021).Masa kehamilan didefinisikan sejak konsepsi hingga kelahiran janin. Masa nifas yang normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) terhitung dari hari pertama haid terakhir. (Fatmah dan Nuryaningsih, 2017). Pengkajian Ny.N yang dilakukan pada 03 februari 2024 pukul 11.35 WITA, memantau kemajuan persalinan dan didapatkan keadaan umum ibu baik, tekanan darah 116/82 serta didapatkan pemantauan persalinan seperti DJJ 130x/menit, 5x dalam 10 menit, lamanya 43 detik. Pada tanggal 03 februari 2024 pukul 12.00 WITA di lakukan pemeriksaan dalam di dapatka hasil bahwa porsio tidak teraba dan penipisan 100%, diatasi 10 cm, pada pukul 12.02 WITA ketuban sudah pecah penurunan hodge IV, tidak ada penyusupan, tidak ada penumbunan, panggul luas dan pengeluaran lendir dan darah. mendapat diagnosa ibu G3P2A0 usia kehamilan 37 minggu 1 hari partus kala II dan diagnosa janin tunggal, hidup, intrauterine, presentasi kepala. Pembukaan sudah lengkap Kala II berlangsung selama 2 menit, Pukul 12.04 WITA bayi lahir spontan, langsung menangis kuat, warna kulit kemerahan, tonus otot aktif, jenis kelamin laki-laki. kala III berlangsung pada pukul 12.04 WITA sampai 12.09 WITA total 5 menit, observasi selama 2 jam, yaitu dilakukan setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit, Ny.N P3A0 telah melakukan kunjungan nifas sebanyak 2 kali, kunjungan 6 jam post partum, keadaan involusi uterus baik, pengeluaran lochea rubra, tinggi fundus uteri 1 jari dibawah pusat, sudah ada pengeluaran ASI kolostrum berwarna kekuningan. Kunjungan 3 hari, keadaan involusi uterus baik, pengeluaran lochea rubra, tinggi fundus uteri 2 jari dibawah pusat, ASI (+) berwarna putih dan tidak didapat tanda bahaya pada masa nifas selama dilakukan kunjungan data pada bayi Ny,N lahir cukup bulan usia kehamilan 37 minggu 1 hari, lahir spontan pukul 12.04 WITA pada tanggal 03 februari 2024, jenis kelamin laki-laki, berat badan 2,900 gram, panjang badan 49 cm, lingkar kepala 32 cm dan lingkar dada 33 cmAsuhan kehamilan pada Ny.N yang di mulai pada tanggal 03 januari 2024 pada usia kehamilan 32 minggu 5 hari dan berakhir pada tanggal 17 januari 2024. Selama trimester I, II, dan III Ny.N ditemukan masalah atau komplikasi pada kunjungan ibu hamil.
NURUL FADIYAH HASANAH
2024 · Book · Open Access
Berdasarkan Profil Kesehatan Tahun 2023 mengatakan bahwasannya terjadi penurunan Angka Kematian Ibu yaitu 194 per 100.000 kelahiran hidup. Penurunan AKI dan AKB saat ini masih merupakan program kesehatan prioritas di Indonesia. Bidan sebagai pemberi asuhan kebidanan memiliki posisi strategis untuk berperan dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB. Tujuan penyusunan LTA ini untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil Trimester III yang fisiologis dengan menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan. Pelayanan asuhan kehamilan pada Ny. S G2P1A0 di lakukan di Puskesmas Karang Rejo, Jl. R.A Kartini, Kecamatan Tarakan Barat Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Waktu yang di gunakan selama melakukan asuhan yaitu pada bulan Desember 2023 - Januari 2024. Pada kasus Ny. S masa kehamilan yang dialami tidak terdapat masalah dalam kehamilan. Ny. S melakukan kunjungan antenatal sebanyak 4 kali dan belum memenuhi standart asuhan antenatal yaitu minimal 6 kali. Ny. S belum memenuhi standart asuhan 14 T. Tidak ada masalah yang di alami Ny. S selama kehamilannya hanya memberikan konseling pada Ny. S dengan pemberian pendidikan kesehatan. Seluruh asuhan yang dilakukan pada Ny. S sudah sesuai dengan standart dan tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik.
DESY ASTUTI
2024 · Book · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. peran bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana . tujuan dari asuhan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin,nifas, dan bayi baru lahir pada Ny. S di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan menggunakan pendekatan manajeman kebidanan dengan pendekatan manajeman asuhan kebidanan. Pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif dimulai pada tanggal 08 Januari 2024 di Puskesmas Karang Rejo, kunjungan awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 36 minggu, dilakukan 2 kali kunjungan, persalinan terjadi pada usia kehamilan 39 minggu pada tanggal 03 februari 2024. Asuhan kunjungan masa nifas dilakukan sebanyak 4 kali pada tanggal 04 februari 2024 Postpartum Hari ke- 1 KF-1. Pada tanggal 09 februari 2024 Postpartum hari ke-6 KF-2. Tanggal 23 februari 2024 postpartum hari ke-20 KF-3. Tanggal 11 Maret Postpartum hari ke-37 KF-4. Dan asuhan kunjungan neonatal sebanyak 3 kali kunjungan pada tanggal 05 februari 2024 hari ke-1 atau KN1. Pada tanggal 10 februari 2024 hari ke-7 atau KN2. Pada tanggal 23 Febuari 2024 hari ke-20 KN3. penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif telah dilakukan kepada Ny.S mulai dari kehamilan,bersalin,nifas dan bayi baru lahir,yang dimulai pada tanggal 08 januari 2024 di Puskesmas Karang Rejo. Asuhan yang diberikan pada masa kehamilan sesuai dengan standar 10 T, asuhan persalinan sesuai standar asuhan persalinan normal (APN), dan telah dilakukan kunjungan nifas KF1 dan KF3 dan kunjungan neonatal KN1 dan KN3. Selama dilakukannya asuhan kebidanan secara komprehensif ini tidak ditemukan masalah pada kehamilan, persalinan, kunjungan nifas dan bayi keadaan ibu dan bayi dalam kedaan normal dan tidak ditemukan adanya masalah.
CICI Y
2024 · Book · Open Access
Sectio Caesarea merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk membantu persalinan yang tidak bisa dilakukan secara normal akibat masalah kesehatan ibu atau kondisi janin. Desain dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus, subyek yang digunakan adalah 2 klien post sectio caesarea dengan masalah yang sama yaitu nyeri akut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan pengumpulan hasil dari pemeriksaan diagnostik. Hasil studi kasus ini menunjukkan setelah dilakukan asuhan keperawatan kepada dua klien selama 3 hari di rumah sakit, dengan mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri. Dan terdapat perbedaan yaitu pada klien 1 terdapat diagnosis menyusui efektif dan klien 2 terdapat diagnosis menyusui tidak efektif klien telah dijarkan perawatan payudara dan pijat oksitosin bertujuan untuk melancarkan Asi dan mengurangi pembengkakan pada payudara ibu. Didapatkan hasil nyeri yang dirasakan kedua klien dapat berkurang dan ibu mampu menerapkan latihan tersebut secara mandiri jika nyeri timbul kembali .Disimpulkan bahwa dari hasil penelitian studi kasus ini selama 3-4 kali kunjungan adalah masalah dapat teratasi dengan cara mengajarkan klien teknik relaksasi dan distraksi nafas dalam yang bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan menyusui tidak efektif dapat teratasi setelah klien diajarkan cara memposisikan bayi dan klien setelah dilakukan pijat oksitosin. Saran untuk klien diharapkan klien tetap menjaga kondisi fisiknya dan mampu mengatasi rasa nyeri jika timbul kembali dan untuk perawatan payudara agar dapat di jaga kebersihannya.
FREZI INDAH PRATAMA
2024 · Book · Open Access
ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan suatu penyakit metabolik yang diakibatkan oleh resistensi insulin, defisiensi sekresi insulin atau keduanya. Pada pasien DM, kulit kering menjadi kelainan kulit non infeksi yang paling sering ditemukan dengan angka kejadian bervariasi antara 20,8-69% sehingga tata laksana sedini mungkin menjadi suatu hal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut, salah satunya kaki diabetik (diabetic foot). Secara umum, kelainan kulit sangat berhubungan dengan DM yang tidak terkontrol. Parameter kontrol glikemik salah satunya adalah kadar HbA1c. Tujuan: untuk mengetahui hubungan kadar HbA1c dengan derajat kulit kering pada pasien DM tipe 2 di RSU Cut Meutia Aceh Utara tahun 2023. Metode: penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 63 pasien DM tipe 2 di poliklinik penyakit dalam RSU Cut Meutia Aceh Utara. Penelitian dilakukan melalui wawancara, observasi HbA1c melalui rekam medik dan penilaian kulit kering menggunakan SRRC score. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Correlation Spearman. Hasil penelitian didapatkan dari 63 responden mayoritas perempuan, usia lansia awal (46-55 tahun) dan HbA1c tidak terkontrol. Pada skuama, kekasaran dan eritema didapatkan derajat 2 dan fisura derajat 1. Hasil p-value untuk skuama, kekasaran, eritema dan fisura berturut-turut 0.016, 0.30, 0.57, 0.20 dengan kekuatan korelasi (r) skuama + 0.304, kekasaran + 0.274, fisura + 0.293 dan eritema +0.241 yang berarti kekuatan korelasinya cukup dan hubungan kedua variabel searah. Kesimpulan: berdasarkan lesi skuama, kekasaran dan fisura terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dengan derajat kulit kering pada pasien DM tipe 2, sedangkan berdasarkan lesi eritema tidak terdapat adanya hubungan yang bermakna secara statistik.
MUHAMMAD SANIANSYAH
2024 · Book · Open Access
Harga diri rendah adalah disfungsi psikologis yang meluas dan terlepas dari spesifiknya. Harga diri rendah adalah kondisi seseorang yang menilai keberadaan dirinya lebih rendah dibandingkan orang lain yang berpikir adalah hal negatif diri sendiri sebagai individu yang gagal, tidak mampu, dan tidak berprestasi. Metode studi kasus yang digunakan secara deskriptif, dimana metode studi kasus dilakukan dengan terlebih dahulu mengumpulkan data, menganalisis data, kemudian menarik kesimpulan Didapatkan yaitu masalah keperawatan harga diri rendah kronis pada kedua klien implementasi yang berfokus pada konsep diri pada kedua klien dengan cara mengajar klien cara melakukan kegiatan sehari - hari. Intervensi yang dilakukan yaitu memberikan asuhan keperawatan yang baik kepada klien agar bisa lebih percaya diri Berdasarkan dengan kajian pustaka dan pembahasan hasil studi kasus asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis medis harga diri rendah kronis dengan penerapan selama 4 hari yang berdasarkan pada 4 diagnosis keperawatan utama dapat meningkatkan kepercayaan diri pada kedua klien. Pada pengkajian keperawatan telah disesuaikan dengan teori dan format asuhan keperawatan jiwa pada Diploma Tiga Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan. Penegakan diagnosis keperawatan pada kedua klien telah disesuaikan dengan kriteria pada buku SDKI dan tanda gejala yang muncul pada klien.
OKTAVINA RESKY PARERAKAN
2024 · Book · Open Access
Isolasi sosial atau yang biasa disebut dengan menarik diri merupakan suatu keadaan dimana seorang individu tidak dapat bersosialisasi dengan orang lain yang ada di sekitarnya. Gejala isolasi sosial dapat berupa adanya ketidakinginan seorang individu untuk berinteraksi dengan orang lain dan orang tersebut merasa rendah diri. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan isolasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi pada dua kasus secara intensif. Subjek studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah dua orang pasien dengan masalah keperawatan yang sama yaitu isolasi sosial. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan hasil pengkajian yang sama pada kedua klien yang diperoleh dari keluhan utama yaitu klien tidak ingin berinteraksi dengan orang lain, selain itu didapatkan perbandingan dari hasil asuhan keperawatan yang diberikan kepada kedua klien, yang dimana klien pertama mengalami peningkatan kemampuan yang signifikan sedangkan pada klien kedua belum mengalami peningkatan yang signifikan. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis isolasi sosial ini menggunakan tiga tahapan yaitu tahap pengkajian, tahap perumusan diagnosis, tahap intervensi, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Diharapkan laporan tugas akhir ini dapat menambah pengetahuan, menambah wawasan dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis isolasi sosial.
MUHAMMAD ARTIO RIDHO YUNSA
2024 · Book · Open Access
ALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RSUD Dr. H. JUSUF SK TARAKAN Abstrak Halusinasi pendengaran adalah kesalahan dalam mempersepsikan suara yang didengar oleh orang dengan gangguan jiwa dan biasanya suara yang didengar bisa menyenangkan, ancaman, membunuh, dan merusak. Penyusunan Laporan Tugas Akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus, yaitu dengan pendekatan proses keperawatan. Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan halusinasi pendengaran.. Hasil pengkajian yang didapatkan pada klien 1 dan klien 2 adalah halusinasi pendengaran. tindakan keperawatan halusinasi strategi pelaksanaan melatih cara mengontrol halusinasi dengan menghardik, Melatih cara mengontrol halusinasi dengan obat (6 benar) : jenis, guna dosis, frekuensi, cara kontiunitas minum obat, melatih cara mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dan TAK. Hasil yang didapatkan pada klien 1 Tn. R dan klien 2 Tn. S klien mampu menghardik, minum obat dan klien mampu bercakap-cakap meskipun harus diminta terlebih dahulu. Kesimpulan yang didapatkan dalam studi kasus ini adalah penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosis halusinasi pendengaran.
INDAH SARI
2024 · Book · Open Access
Fraktur adalah istilah yang menggambarkan suatu kondisi dimana seseorang mengalami patah tulang. Patah tulang terjadi ketika tulang terkena tekanan mekanis yang berlebihan, seperti ketika tekanan pada tulang melebihi beban yang dapat ditahannya dan Penatalaksanaan fraktur salah satunya adalah ORIF (Open Reduction Internal Fixation) merupakan suatu tindakan pembedahan untuk memanipulasi fragmen-fragmen tulang yang patah atau kembali ke letak asalnya. Internal fiksasi melibatkan penggunaan plat, skrup, paku maupun suatu intramedullary (IM) posisinya sampai penyembuhan tulang yang solid terjadi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada anak dengan post operasi ORIF fraktur di Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus. Peneliti melakukan asuhan keperawatan dua orang pasien anak dengan post operasi ORIF Fraktur. Hasil yang didapatakan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang sama ditegakkan pada pasien 1 dan pasien 2 dan satu diangnosis yang berbeda pada pasien 1 namun tidak terdapat pada pasien 2. Diagnosis keperawatan pada pasien 1 yitu nyeri akut, resiko infeksi, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur sedangkan diagnosis keperawatan pada pasien 2 yaitu nyeri akut, resiko infeksi dan gangguan mobilitas fisik. Intervensi yang dilakukan pada pasien sesuai dengan kondisi pasien, sarana dan prasarana. Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada anak, khususnya pada anak dengan post operasi ORIF fraktur.
ANJELLA SINTHIA NSO
2024 · Book · Open Access
Secara umum anemia adalah kondisi kurangnya sel darah merah (eritrosit) pada seseorang dengan penyebab yang multifaktorial. Hal ini dapat menjadi suatu masalah yang serius karena sel darah merah mengandung hemoglobin yang memiliki fungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh anemia ditandai dengan pusing, lemas, mual serta oenurunan hb. Anemia biasanya disebabkan oleh kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, dan vitamin A, serta kekurangan beberapa nutrisi dan infeksi lainya. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien dengan Anemia di Ruang Anggrek A Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode Laporan Tugas Akhir ini menggunakan case study. Peneliti melakukan asuhan keperawatan dua orang pasien dewasa dengan anemia. Hasil yang didapatkan terdapat satu diagnosis keperawatan berbeda pada pasien 1 yaitu resiko defisit nutrisi sedangkan pada pasien 2 terdapat dua masalah keperawatan yang berbeda yaitu gangguan mobilitas fisik dan gangguan pola tidur. Ketiga diagnosis tersebut diamati secara mendalam dan ketiga diagnosis tersebut belum teratasi. Berdasarkan literatur yang digunakan terdapat empat diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada dengan anemia, namun yang ditemukan pada pasien hanya dua diagnosis yang sama, yaitu ketidakefektifan perfusi jaringan perifer dan nyeri. Intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien, sarana dan prasarana. Penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan, khususnya pada pasien dengan anemia.
ADISKA ADKHA FAUZA
2024 · Book · Open Access
Halusinsasi merupakan permasalahan yang sering muncul pada penderita skizofrenia. Halusinasi adalah distorsi persepsi palsu yang terjadi pada respons neurobiologis maladaptif. Faktor predisposisi dan presipitasi menjadi penyebab terjadinya halusinasi, sehingga pasien akan merasakan stimulus yang tidak nyata. Tujuan penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman tentang penerapan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan masalah utama halusinasi pendengaran menggunakan pendekatan keperawatan komperhensif. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus (case study). Penulis melakukan asuhan keperawatan pada dua orang pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Hasil yang didapatkan terdapat empat diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada pasien 1 dan pasien 2, dengan tiga diagnosis keperawatan yang sama yaitu halusinasi pendengaran, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial. Adapun diagnosis keperawatan yang berbeda pada pasien 1 dengan harga diri rendah dan pasien 2 dengan defisit perawatan diri. Keempat diagnosis tersebut diamati secara mendalam dan keempat diagnosis tersebut teratasi pada pasien 1 sedangkan pada pasien 2 belum teratasi dan intervensi masih dilanjutkan. Berdasarkan literatur yang digunakan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada pasien yaitu halusinasi pendengaran, risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial. Ketiga diagnosis tersebut semuanya muncul pada pasien. Intervensi yang dilakukan telah disesuaikan dengan kondisi klien, sarana, dan prasarana. Hasil dari penyusunan studi kasus ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada pasien dengan halusinasi pendengaran.
JEFRI FERDIAN
2024 · Book · Open Access
Isolasi sosial adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami penurunandalam berinterakti dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya, karena pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan, ditolak, tidak diterima, dan kesepian sehingga orang dengan isolasi sosial lebih suka berdiam diri, mengurung diri dan menghindar dari orang lain. Tujuan penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan isolasi sosial. Penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus, yaitu dengan pendekatan proses keperawatan. Hasil pengkajian yang didapatkan pada klien 1 dan klien 2 adalah Isolasi sosial. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan hasil studi kasus setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari didapatkan klien 1: klien tampak bisa berkenalan dengan beberapa orang,namun klien masih terlihat gugup. sedangkan pada klien 2 bisa berinteraksi dengan orang lain. Kesimpulan yang didapatkan hasil peningkatan kemampuan klien dengan diagnosis isolasi sosial dibanding sebelum dilakukan intervensi keperawatan Kerjasama antar tim kesehatan menjadi faktor penting dalam kesembuhan pasien, komunikasi terapeutik yang baik dapat mendorong klien lebih kooperatif. Kata kunci : Isolasi Sosial, ketidakmampuan berinteraksi sosial , asuhan keperawatan
DIAN MAHARANI
2024 · Book · Open Access
Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit metabolik, melibatkan peningkatan kadar glukosa darah yang tidak tepat. Gangguan ini menyebabkan penurunan transpot glukosa ke sel-sel, akibatnya sel kekurangan makanan dan simpanan karbohidrat, lemak, protein, sehingga pada penderita Diabetes Melitus melitus tipe 2 beresiko mengalami kekurangan nutrisi dari kebutuhan. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan secara komprehensif pada Tn. S dan Ny. W dengan diagnosis medik Diabetes Melitus tipe 2 diruang perawatan Anggrek A di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode pengambilan data yaitu dengan wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Instrumen pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan medikal bedah sesuai ketentuan yang berlaku di prodi DIII Keperawatan Universitas Borneo Tarakan. Data hasil yang didapatkan yaitu: pada Tn. S mengeluh nyeri pada kaki kanan disertai dengan bengkak pada telapak kaki kanan, nyeri seperti ditusuk-tusuk, nyeri pada saat bergerak. Pada Ny. W mengeluh nyeri pada lutut kaki kiri, nyeri seperti ditusuk-tusuk, nyeri pada saat bergerak. Pemecahan masalah yang dilakukan Tn. S dan Ny. W didapatkan dari pelaksanaan tindakan keperawatan pada Tn. S dan Ny. W yang telah dilakukan dengan baik berdasarkan rencana yang telah disusun. Pada tahap evaluasi ditemukan dari lima diagnosa keperawatan masing masing pada Tn. S dinyatakan 2 teratasi dan 3 tidak teratasi dikarenakan klien masih mengeluh nyeri, terdapat bengkak pada telapak kaki kanan klien dan akan dilanjutkan dengan operasi depridement. Pada Ny. W dinyatakan 5 diagnosa keperawatan teratasi.
AGUSMAN PRAYOGA
2024 · Book · Open Access
Pneumonia dapat menjadi ancaman pada anak usia dibawah 5 tahun karena sistem imun pada balita belum sempurna sehingga sangat rentan tertular oleh bakteri atau virus penyebab pneumonia. Penyebab utama pneumonia bakterial adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Tujuan umum penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan dengan dua pasien anak penderita pneumonia di rungan Anggrek B RSUD H dr.Jusuf SK. Metode penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan case study. Peniliti melakukan asuhan keperawatan dua orang pasien dengan pneumonia yang terdianogsis pneumonia. Hasil yang di dapatkan terdapat tiga dianogsis keperawatan yang berbeda yang di tegakkan pada pasien 1 dan 2, dianogsis keperawatan pada pasien 1 yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, defisit nutrisi, ansietas sedangkan dianogsis keperawatan pada pasien 2 yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, gangguan rasa nyaman, ansietas. Ketiga dianogsis tersebut diamati secara mendalam dan ketiga dianogsis tersebut teratasi. Intervensi yang di gunakan di sesuaikan dengan kondisi pasien. Hasil dari penyusunan studi kasus ini di harapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada anak, khususnya pada anak dengan pneumonia
HARIYANTI HAMRAN ISA
2024 · Book · Open Access
Hipertensi merupakan kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah diatas nilai normal atau tekanan darah ≥140/90 mmHg dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu dan hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami secara mendalam mengenai Asuhan keperawatan keluarga pada klien dengan Hipertensi di wilayah kerja puskesmas Margasari Balikpapan Metode Penelitian deskriptif analitik studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan 2 keluarga dengan anggota keluarga mengalami Hipertensi di RSUD dr. H. Jusuf SK. Metode pengambilan data adalah dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang dengan 2 kasus keluarga menggunakan SDKI, SLKI dan SIKI. Instrumen pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Oleh karena itu, apabila ditangani harus ditangani secara efektif
KEZIA MELSON
2024 · Book · Open Access
Pneumonia, suatu penyakit infeksi yang diakibatkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, atau jamur, sering terjadi pada anak-anak tetapi juga bisa menimpa individu dewasa, terutama yang berusia di atas 18 tahun atau memiliki riwayat kesehatan yang rapuh sebelumnya. Gejala klinisnya mencakup sesak napas, nyeri dada, demam karena proses infeksi, dan pemeriksaan fisik dapat mengungkapkan bunyi napas tambahan seperti mengi atau ronchi. Tanpa penanganan yang efektif, penyakit ini bisa mengakibatkan komplikasi serius seperti ARDS, gagal napas, efusi pleura, dan sepsis yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, penulis melakukan studi kasus dengan memberikan asuhan keperawatan langsung kepada Tn. M dan Ny. I yang menderita pneumonia dan sedang dirawat di ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK. Tujuan dari studi kasus ini adalah membandingkan asuhan keperawatan antara keduanya. Dalam penelitian ini, penulis menemukan perbedaan dalam tingkat kesesakan dan kebutuhan oksigen yang diberikan kepada kedua pasien tersebut. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pneumonia adalah suatu penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan bisa menimbulkan komplikasi yang mengancam kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengkajian sesuai standar keperawatan dan menerapkan tindakan yang sesuai untuk membantu proses pemulihan pasien dengan baik.
CEMMA
2024 · Book · Open Access
.