Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 63 dari 342

PERAN GURU DALAM MENANAMKAN NILAI KARAKTER BERKEBHINEKAAN GLOBAL PADA SISWA KELAS IV-B SDN 005 TARAKAN

HILDA PRATIWI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Guru Dalam Menanamkan Nilai Karakter Berkebhinekaan Global Pada Mata Pelajaran IPAS Materi Kekayaan Budaya Indonesia Bagi Siswa Kelas IV-B SDN 005 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SDN 005 Tarakan dengan melibatkan guru dan peserta didik. Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu guru dan peserta didik sementara untuk data sekunder yaitu profil sekolah, visi misi dan administrasi dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif yang digunakan adalah teknik analisis Interaktif Miles & Huberman yang terdiri dari tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas IV-B SDN 005 Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) Teladan, telah memperagakan atau mencontohkan bentuk pendidikan karakter yang baik, hal ini dapat dibuktikan secara langsung yaitu peserta didik sudah menerapkan perilaku sopan santun seperti membungkukkan badan, menyalimi guru, bertutur kata yang baik dan berpakaian yang rapi. Hal ini terjadi karena sopan santun sangat penting dalam berinteraksi sehingga sopan santun yang peneliti temukan pada diri peserta didik dapat dipicu dengan adanya peran guru sebagai teladan yang mencontohkan cara membangun sikap dan perilaku yang sopan untuk membaca karakter berkebhinekaan global pada diri peserta didik. (2) Fasilitator, selama proses pembelajaran berlangsung guru sangat memperhatikan masing-masing kebutuhan peserta didiknya. Salah satunya yaitu guru telah memfasilitasi peserta didik dalam belajar secara efektif melalui gotong royong dengan membentuk kelompok kecil yang berinteraksi dan bekerja sama tanpa memandang kriteria tertentu. Hal ini Bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati, mengurangi diskriminasi toleransi dan membangun sikap peduli terhadap peserta didik lainnya. Peran guru dapat memberi keuntungan dalam meningkatkan interaksi sosial antar peserta didik sehingga mendorong kesejahteraan dalam proses belajar.

Pengaruh Bermain Pasir Kinetik Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di TK ABA I Kota Tarakan

NOOR AINAH
2024 · Book · Open Access

Tumbuh kembang merupakan perubahan yang terjadi pada setiap anak, dimana perubahan ini dapat diukur dan dilihat secara langsung, dan setiap anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Perkembangan pada anak terdiri dari beberapa aspek yaitu perkembangan personal sosial, adaptif-motorik halus, bahasa, dan motorik kasar. Perkembangan motorik halus akan berpengaruh pada kesiapan anak menulis terutama pada anak usia 5-6 tahun, bermain merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi anak, bermain juga menjadi sarana anak untuk belajar dan dapat menstimulasi perkembangan anak, terutama bermain dengan menggunakan APE (Alat Permainan Edukatif) pasir kinetik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pasir kinetik terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 Tahun di TK ABA I Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian quasi eskperiment, dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Intervensi diberikan selama 4 hari berturut-turut dengan durasi 15 menit pada setiap intervensi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah alat skrining DDST II pada aspek perkembangan motorik halus. Uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk, analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan setelah intervensi dimana nilai p value =0,008 α0,05 yang mana terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan setelah perlakuan. Kesimpulannya terdapat pengaruh bermain pasir kinetik terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun di TK ABA I Kota Tarakan.

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN NYERI DISMENOREA PRIMER PADA MAHASISWI DI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

ROSMINI
2024 · Book · Open Access

Dismenorea merupakan nyeri perut saat menstruasi dan merupakan masalah ginekologi yang paling sering dikeluhkan oleh wanita, menstruasi yang terjadi sebelum dan selama siklus menstruasi pada wanita dan nyeri haid adalah salah satu penyakit ginekologi yang paling umum. Kejadian dismenorea dapat terjadi dan berhubungan dengan beberapa faktor salah satunya adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik mengoptimalkan pelepasan hormon endorfin yang menjadi analgetik non spesifik pada dismenorea, selain itu, aktivitas fisik juga mungkin diperlukan untuk mengurangi sekresi hormon prostaglandin, kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor penyebab gangguan pada menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan nyeri dismenorea pada Mahasiswi di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswi di Universitas Borneo Tarakan sebanyak 89 mahasiswi. Pengambilan data menggunakan kusioner Numerical Rating Scale (NRS) dan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) pengukuran aktivitas fisik, dan analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian bahwa dari 89 responden sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik Sedang mayoritas mengalami nyeri dismenorea ringan sebanyak 33,7% (30 responden ), aktivitas fisik ringan mayoritas mengalami nyeri dismenorea sedang 12,3% (11 responden), aktivitas fisik berat mayoritas mengalami nyeri dismenorea ringan 8,9% (8 responden). Hasil uji chi square p value 0,070 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan nyeri dismenorea primer pada Mahasiswi di Universitas Borneo Tarakan.

PENGARUH FATOR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI KERJA SUPERVISOR (MANDOR TANAMAN) DI PT FAP AGRI, Tbk KABUPATEN NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

KHALID SUNNY
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini berfokus pada PT FAP AGRI, Tbk, di mana penurunan motivasi kerja di kalangan Supervisor telah teridentifikasi, berpotensi mempengaruhi keputusan mereka untuk berhenti bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor intrinsik dan ekstrinsik yang mempengaruhi motivasi kerja dan strategi peningkatan motivasi kerja supervisor (Mandor Tanaman) di PT. FAP AGRI, Tbk Kalimantan Utara. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Waktu penelitian mulai dilaksanakan pada bulan Oktober tahun 2023 sampai dengan bulan Maret tahun 2024. Data dikumpulkan melalui metode sensus terhadap 109 supervisor lulusan training center (TC) yang masih bekerja di PT. FAP AGRI, Tbk. Pengumpulan data pengaruh faktor intrinsik dan ekstrinsik terhadap motivasi kerja dilakukan menggunakan kuesioner dengan Skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling – Partial Least Square (SEM–PLS), sedangkan untuk strategi peningkatan motivasi kerja supervisor menggunakan analisis SWOT dan selanjutnya akan dianalisis dengan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk menetapkan strategi alternatif yang diprioritaskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor intrinsik yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja meliputi persepsi diri, harga diri, harapan pribadi dan kebutuhan pribadi. Faktor ekstrinsik yang berpengaruh meliputi jenis dan sifat pekerjaan, kelompok kerja, lingkungan kerja serta gaji. Analisis menunjukkan bahwa faktor ekstrinsik memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor intrinsik terhadap motivasi kerja supervisor. Berdasarkan Matrik IFAS dan EFAS maka peningkatan motivasi kerja Supervisor (Mandor Tanaman) berada pada tahap tumbuh dan membangun (grow and build), sehingga strategi yang tepat untuk digunakan adalah strategi yang intensif (penetrasi pasar dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke depan). Berdasarkan hasil analisis QSPM maka didapat urutan prioritas strategi peningkatan motivasi kerja Supervisor (Mandor Tanaman) PT FAP AGRI, Tbk 1. Pengembangan Program Penghargaan dan Insentif, 2. Peningkatan Komunikasi dan Manajemen Beban Kerja, 3. Peningkatan Pengawasan dan Penilaian, 4. Optimalisasi Program Pengembangan Karir dan Pelatihan, 5. Pemanfaatan Teknologi, 6. Kolaborasi dengan Lembaga Pendidikan dan 7. Pemanfaatan Dukungan Pemerintah.

PEMBANGUNAN EKONOMI RAKYAT MELALUI PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN BERBASIS PEWILAYAHAN SENTRA PRODUKSI DI KABUPATEN BULUNGAN

MAIMUNAH
2024 · Book · Open Access

Kabupaten Bulungan mempunyai dua proyek besar yaitu pembangunan kawasan industri besar dan pembangunan PLTA Sungai Kayan yang akan mendatangkan banyak penduduk dari luar daerah dan memerlukan tambahan pangan yang cukup besar. Untuk memenuhi hal tersebut pemerintah daerah Bulungan harus mempercepat program pangan melalui penetapan kawasan sentra produksi dan komoditas unggulan. Kegiatan ini dapat melibatkan ekonomi rakyat untuk meningkatkan intensitas perekonomian dan meningkatkan pendapatan petani serta menciptakan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor, sub sektor, usaha, atau komoditas prioritas atau unggulan, menganalisis pertumbuhan komoditas sub sektor pertanian dan menetapkan komoditas unggulan pada sentra-sentra produksi di masing-masing kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bulungan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif menggunakan beberapa indikator ekonomi regional yaitu Analisis Location quotient (LQ), Analisis Dynamic Location (DLQ), Analisis shift share untuk mengetahui prioritas komoditas unggulan. Analisis Tipologi Klassen digunakan untuk mengetahui Tingkat pertumbuhan komoditas sub sektor pertanian, sedangkan. untuk menetapkan peringkat Kawasan sentra dan komoditas unggulannya digunakan analisis Skalogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan masing-masing kecamatan telah diperoleh jenis tanaman yang menjadi komoditas unggulannya. Berdasarkan analisis Tipologi Klassen diperoleh Tingkat pertumbuhan dan kontribusi masing-masing komoditas dalam kategori unggulan, potensial dan relative tertinggal. Adapun penggunaan analisis scalogram dapat ditemukan pada masing-masing kecamatan untuk komoditas unggulannya. Pemerintah daerah Bulungan perlu menerapkan model pertanian berkelanjutan berbasis Kawasan sentra produksi dan komoditas unggulan yang didukung dengan sumber daya petani yang unggul, percepatan mekanisasi dan adanya jaringan bisnis local. Penetapan Kawasan sentra produksi berbasis komoditas unggulan akan meningkatkan produksi yang besar, berkualitas dan kontinu. Kegiatan tersebut dapat menyediakan pasokan bahan baku untuk kegiatan hilirisasi produk-produk berbasis sumber daya pertanian

ANALISIS KETAHANAN PANGAN TERHADAP TINGKAT KERAWANAN PANGAN DI KABUPATEN BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

SUHAELI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan mengetahui rasio indikator tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan, dan mengetahui tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan. Penelitian dilakukan di semua kecamatan di kabupaten Bulungan menggunakan metode survey instansional. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Indikator tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan terdiri dari 9 indikator yaitu rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih dengan bobot indicator sebesar 0,47; persentase penduduk di bawah garis kemiskinan sebesar 0,13; persentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan lebih dari 65 persen terhadap total pengeluaran sebesar 0,49; persentase rumah tangga tanpa akses listrik sebesar 0,33; Rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun sebesar 0,12; Persentase rumah tangga tanpa akses ke air bersih sebesar 0,16; Rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap tingkat kepadatan penduduk sebesar 0,17; Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar (stunting) sebesar 0,31; dan Angka harapan hidup pada saat lahir) bobot terbesar yaitu 0,16. Tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Bulungan sebesar 0,26 dan masuk dalam kategori tahan pangan. Strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi meningkatkan ketahanan pangan adalah : (1) regulation; (2) acquisition and management; dan (3) incentive and charge

TINGKAT KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN (IB) TERHADAP PENINGKATAN POPULASI SAPI POTONG DAN KESEJAHTERAAN PETERNAK SAPI DI KOTA TARAKAN

HARI SUYANTO
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tingkat keberhasilan teknologi inseminasi buatan (IB), menganalisis tingkat kesejahteraan peternak sapi inseminasi buatan (IB), menganalis hubungan antara tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) terhadap populasi ternak, dan menganalisis hubungan antara tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) terhadap kesejahteraan peternak/akseptor di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sensus, dimana respondennya adalah seluruh inseminator yang ada pada setiap pos IB di Kota Tarakan. Ternak yang dijadikan sampel adalah 296 ekor, akseptor IB dari 156 peternak. Adapun tenik pengambilan sampel dilakukan secara Proportionate Stratified Random Sampling. Variabel yang diamati dalam melakukan penelitian ini adalah S/C, CR, CI, dan kesejahteraan peternak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan teknologi IB di Kota Tarakan ditunjukkan dengan nilai Servis per Conseption 3, menunjukkan angka konsepsi di daerah penelitian sudah sangat bagus, nilai C/R > 75 %, hal ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan inseminator di lokasi penelitian sangat baik. Nilai CI rata-rata di Kota Tarakan adalah 14 bulan, hal ini mengindikasikan bahwa CI di Kota Tarakan kurang bagus. Kemudian terdapat hubungan antara tingkat keberhasilan inseminasi buatan terhadap peningkatan populasi ternak dan tidak ada hubungan antara tingkat kesejahteraan peternak dengan inseminasi buatan. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai populasi (Y) di pengaruhi oleh nilai S/C dan C/R pada tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan.

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF "BINGO" UNTUK SISWA KELAS VII SMPN TERPADU UNGGULAN 2 TANA TIDUNG

SILVIA ARIANI
2024 · Book · Open Access

Media interaktif merupakan sarana yang memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi pembelajaran melalui praktik keterampilan serta menerima feedback terhadap materi yang disampaikan. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif adalah Articulate Storyline. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prosedur pengembangan media interaktif dengan berbasis etnomatematika dengan menggunakan Articulate Storyline pada materi segitiga dan segiempat untuk peserta didik kelas VII SMPN Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung, serta mengetahui kepraktisan produk berdasarkan respon peserta didik terhadap media tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE, yang dimodifikasi dari Lee dan Owens (2004), dengan lima tahapan: analisis (analyze), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevalidan dan kepraktisan multimedia pembelajaran interaktif berbasis etnomatematika menggunakan Articualate Storyline pada materi segitiga dan segiempat untuk kelas VII SMPN Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung dinilai sebagai berikut: (1) Penilaian dari ahli materi memperoleh skor 47 dari total skor maksimum 50, dengan presentase 94% yang berada pada interval 81% sampai 100%, termasuk dalam kategori “Sangat Valid”, (2) Penilaian dari ahli media memperoleh skor 65 dari total skor maksimum 80, dengan presentase 81%, juga dikategorikan “Sangat Valid”, (3) Kepraktisan berdasarkan hasil angket respon peserta didik terbagi menjadi 3 tahap uji coba yaitu uji coba one-to-one (perorangan) dilakukan oleh tiga peserta didik menggunakan multimedia pembelajaran interaktif “BINGO” didapatkan hasil presentase 81,21% yang dikategorikan “Sangat Praktis”, uji coba small group (kelompok kecil) dilakukan oleh enam peserta didik didapatkan hasil presentase 83% yang dikategorikan “Sangat Praktis”, uji coba field test (lapangan) yang melibatkan satu kelas dengan enam belas orang peserta didik menghasilkan presentase 84,65% dikategorikan “Sangat Praktis”. Berdasarkan keseluruhan tahap uji coba, multimedia pembelajaran interaktif “BINGO” dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebgaia media pembelajaran.

PENGARUH NUMBER SENSE TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 TANJUNG SELOR

SYARIFAH HAMIDAH
2024 · Book · Open Access

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh number sense terhadap hasil belajar matematika siswa kelsa IX di SMP Negeri 1 Tanjung Selor sehingga guru dapat merencanakan pembelajaran dari karakteristik number sense yang mereka miliki. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas IX di SMP Negeri 1 Tanjung Selor sedangkan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh dengan jumlah 249 siswa, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana di mana kemampuan number sense siswa sebagai X dan hasil belajar matematika siswa sebagai Y. Berdasarkan analisis data diperoleh model persamaan linier regresi sederhana Ŷ = 25,529 + 0,465X di mana jika kemampuan number sense siswa nol maka hasil belajar matematika siswa 25,529 dan selanjutnya jika kemampuan number sense meningkat sebesar 1 satuan maka hasil belajar siswa akan naik sebesar 0,465. Kemudian dengan menggunakan R square diperoleh nilai sebesar 0,279, yang berarti pengaruh number sense sebesar 27,9% terhadap hasil belajar matematika. Dengan demikian number sense adalah salah satu variabel yang mempengaruhi hasil belajar matematika siswa.

Pengaruh Kemampuan Number Sense Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI MAN Tarakan

ANINDIA NADIA APSAH RINI
2024 · Book · Open Access

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan number sense terhadap hasil belajar matematika siswa di Kelas XI MAN Tarakan sehingga guru dapat merencanakan pembelajaran dari karakteristik number sense yang mereka miliki. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI di MAN Tarakan sedangkan pengambilam sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana dimana kemampuan number sense sebagai X dan hasil belajar matematika siswa sebagai Y. Dari hasil penelitian diperoleh model persamaan linier regresi sederhana ( Y) ̂ = 26,551 + 0,406X dimana jika kemampuan number sense siswa nol maka hasil belajar 26,551 sedangkan jika kemampuan number sense meningkat sebesar 1% maka hasil belajar siswa akan naik sebesar 0,406. Sedangkan dengan menggunakan R square diperoleh nilai sebesar 0,406 yang berarti bahwa besarnya pengaruh kemampuan number sense sekitar 40,6% terhadap hasil belajar matematika, artinya salah satu hal yang mempengaruhi hasil belajar matematika siswa adalah kemampuan number sense.

MISKONSEPSI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPERASI HITUNG ALJABAR

EKA YULIANTI
2024 · Book · Open Access

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi pada siswa kelas VII SMP Islam Terpadu Ulul Albab Tarakan dalam menyelesaikan soal operasi hitung aljabar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari enam siswa yang mengalami miskonsepsi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah analisis dokumen dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan miskonsepsi yang terjadi antara lain miskonsepsi terjemahan, yaitu kesalahan dalam memahami maksud soal; miskonsepsi strategi, yaitu kesalahan membagi konstanta dengan koefisien pada variabel x serta memisahkan variabel dan kosntanta yang merupakan satu kesatuan; miskonsepsi konsep, yaitu siswa menganggap bahwa pangkat pada variabel x adalah milik koefisien, memahami nilai dari variabel x adalah satu, memahami koefisien pada variabel x dapat dikurangi dengan bilangan konstanta, serta miskonsepsi pada operasi perkalian aljabar; dan miskonsepsi hitung, yaitu memahami bahwa notasi negatif bukan merupakan satu kesatuan dengan konstanta sehingga terjadi kesalahan dalam operasi pengurangan.

PENGARUH KECEMASAN MATEMATIKA DAN EFIKASI DIRI MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 TARAKAN

NURFADILLA
2024 · Book · Open Access

Hasil belajar matematika siswa di SMA Negeri 2 Tarakan masih tergolong rendah berdasarkan hasil dokumentasi nilai ulangan harian matematika siswa. Hal ini dapat disebabkan karena beberapa faktor, di antaranya kecemasan matematika dan efikasi diri matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kecemasan matematika dan efikasi diri matematika terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan tahun ajaran 2023/2024 secara parsial dan simultan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode ex post facto model kausal. Adapun sampel dalam penelitian ini terdiri dari 188 siswa dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling dan penentuan ukuran sampel menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian berupa lembar angket kecemasan matematika dan efikasi diri matematika serta dokumentasi hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Data penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan Jamovi. Hasil analisis data yang dilakukan secara parsial menunjukkan bahwa kecemasan matematika memiliki pengaruh yang negatif secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa dengan persamaan regresi linier yang diperoleh yaitu Y ̂=119,471-0,811X_1 selain itu, efikasi diri matematika juga memiliki pengaruh yang positif secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa dengan persamaan regresi linier yang diperoleh yaitu Y ̂=15,617+0,786X_2. Selanjutnya, hasil analisis data yang dilakukan secara simultan atau bersamaan oleh peneliti menunjukkan bahwa kecemasan matematika dan efikasi diri matematika memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa sebesar 24,8% dengan persamaan regresi linier berganda yang diperoleh yaitu Y ̂=62,704-0,494X_1+0,551X_2. Berdasarkan hasil analisis dapat diperoleh kesimpulan bahwa kecemasan matematika dan efikasi diri matematika memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa baik secara parsial maupun simultan.

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMA NEGERI 4 TARAKAN BERDASARKAN PERBEDAAN JENIS KELAMIN

RISKA RAMADANI
2024 · Book · Open Access

Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa karena berperan dalam mengungkapkan gagasan matematisnya khususnya ketika berhadapan dengan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan Matematika. Kemampuan komunikasi matematis ini meliputi kemampuan untuk menyatakan benda nyata dalam kehidupan sehari-hari kedalam objek-objek Matematika, menjelaskan ide dan relasi Matematika dalam bentuk lisan maupun tulisan sehingga dapat menyusun model Matematika dan menyelesaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa SMA Negeri 4 Tarakan bedasarkan perbedaan jenis kelamin dengan menggunakan indikator yaitu written text, mathematical expression dan drawing. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dan melibatkan 2 partisipan laki-laki dan 2 partisipan perempuan. Partisipan tersebut dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis partisipan pertama laki-laki memenuhi indikator mathematical expression/ekspresi Matematika dan drawing/menggambar. Sedangkan pada partisipan laki-laki yang kedua hanya memenuhi indikator written text/menulis. Sementara itu, kemampuan komunikasi matematis pada satu orang partisipan perempuan memenuhi semua indikator. Akan tetapi, satu orang lagi pada partisipan perempuan memenuhi indikator written text/menulis dan mathematical expression/ekspresi Matematika.

ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DI TINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TARAKAN

DEA DARMAWATI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis ditinjau dari perbedaan jenis kelamin siswa laki-laki dan siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Pemilihan partisipan dengan purposive sampling yaitu berdasarkan jenis kelamin siswa, saran dari guru, hasil observasi selama mengerjakan soal berlangsung, dan pencapaian indikator penalaran matematis. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 4 partisipan yaitu 2 partisipan laki-laki dan 2 partisipan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki memenuhi 4 indikator dari 5 indikator penalaran matematis, yaitu: (1) menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi, (2) menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap solusi, (3) menarik Kesimpulan dari pernyataan, (4) memeriksa kesahihan suatu argumen dan Kemampuan penalaran matematis siswa perempuan memenuhi 5 indikator dari 5 indikator penalaran matematis, yaitu: (1) mengajugan dugaan, (2) menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi, (3) menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap solusi, (4) menarik Kesimpulan dari pernyataan, (5) memeriksa kesahihan suatu argumen. siswa perempuan memiliki kemampuan dalam melakukan penarikan kesimpulan yang lebih teliti dan cermat, unggul dalam ketepatan, ketelitian, kecermatan, dan keseksamaan berfikir sedangkan siswa laki-laki memiliki karakteristik kurang cermat dan teliti saat mengerjakan soal matematika.

EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN “CARD-24” TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG SISWA KELAS VII SMP NEGERI 10 TARAKAN

NURUL FADLIANI
2024 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media “Card-24” terhadap kemampuan berhitung siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 56 siswa yaitu 27 siswa kelas VII-4 sebagai kelas eksperimen dan 29 siswa kelas VII-2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data kemampuan berhitung siswa menggunakan posttest yang masing-masing terdiri dari 10 soal uraian dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media “Card-24” terhadap kemampuan berhitung siswa kelas VII di SMP Negeri 10 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai t_hitung:2,050> t_tabel:2,024 pada taraf signifikan 5%. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes kemampuan berhitung siswa di kelas yaang menggunakan media “Card-24” lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes kemampuan berhitung yang menggunakan media LKPD. Dengan demikian disimpulkan bahwa media “Card-24” efektif terhadap kemampuan berhitung siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III A SD NEGERI 031 TARAKAN

ARNITA
2024 · Book · Open Access

Rendahnya hasil belajar dapat disebabkan oleh rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil belajar dengan penerapan model Problem Based Learning mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek yang terdiri atas 26 siswa. Penelitian ini berlangsung dalam II Siklus dengan tahapan-tahapan setiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan tes hasil belajar siswa. Proses pembelajaran dengan model Problem Based Learning dimana siswa mengerjakan LKPD dengan melakukan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi suatu masalah untuk menemukan jawaban, kemudian siswa mempresentasikannya. Hasil penelitian dari lembar observasi guru pada siklus I dengan rata-rata 4,05 atau 81%, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 4,6 atau 92%. Pada siklus I nilai rata-rata aktivitas siswa adalah 66,57% terlihat bahwa masih banyak kekurangan, pada siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 75,68%. Berdasarkan hasil belajar siswa, pada siklus I memperoleh 53,84%, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II diperoleh 80,76%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas III A SD Negeri 031 Tarakan.

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ROLE PLAYING UNTUK MENGURANGI PERILAKU BULLYING VERBAL KELAS XI DI SMA NEGERI 2 NUNUKAN

MELINDA
2024 · Book · Open Access

Bullying verbal merupakan perilaku yang dilakukan secara sadar oleh individu ataupun kelompok baik secara sengaja maupun tidak yang mengakibatkan bisa merusak mental seseorang. Di SMA Negeri 2 Nunukan perilaku bullying verbal yang dilakukan siswa yaitu memberikan dan memanggil korban dengan julukan nama, menghina, berkata kasar, mempermalukan, dan mengancam. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk mengurangi perilaku bullying verbal kelas XI di SMA Negeri 2 Nunukan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen yaitu desain penelitian Pre-eksperimental design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa angket dan dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah 105 siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Nunukan dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 10 siswa. Pada pemberian pretest pada siswa yang berjumlah 10 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian ini terdapat kategori tinggi berjumlah 10 (100%) siswa, dan kategori tinggi pada posttest berjumlah 4 (40%) dan pada kategori sedang pada posttest berjumlah 6 siswa (60%) siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan bantuan software SPPS 25. Berdasarkan analisis data uji hipotesis yaitu analisis Paired sample t-test (parametrik) mendapatkan hasil yaitu sig sebesar 0,001 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik role playing untuk mengurangi perilaku bullying verbal kelas XI di SMA Negeri 2 Nunukan.

Pengaruh Penggunaan Media Game Asah Otak Dalam Layanan Informasi Untuk Mengembangkan Kemampuan Bernalar Kritis Siswa Kelas XII di SMA Negeri 2 Nunukan

MIMY LIMYN JONO
2024 · Book · Open Access

Bernalar kritis merupakan kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi secara sistematis untuk membuat keputusan yang tepat dengan melibatkan kemampuan mempertanyakan asumsi dan bukti. Berdasarkan hasil observasi, bahwa kemampuan bernalar kritis siswa masih rendah. Hal ini disebabkan karena sebagian siswa masih mudah terpengaruh informasi yang tidak benar, masih sulit untuk menganalisis suatu permasalahan dan kurangnya untuk menerima kritikan dan masukan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan bernalar kritis adalah pemberian layanan informasi dengan bantuan media game asah otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media game asah otak dalam layanan informasi untuk mengembangkan kemampuan bernalar kritis siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Nunukan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-postest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tentang bernalar kritis, sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tiled) sebesar 0,000 0,05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai pretest 90,66 dan nilai posttest 130,94. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media game asah otak dalam layanan informasi untuk mengembangkan kemampuan bernalar kritis siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Nunukan.

Pengaruh Layanan Informasi Terhadap Penyesuaian Diri Siswa Kelas VIII di SMP Frater Don Bosco Tarakan

HERONIMA LEPAN LEWAR
2024 · Book · Open Access

Penyesuaian diri merupakan suatu proses yang dijalankan oleh individu untuk mengatasi dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan, dengan tujuan mencapai keseimbangan yang ada dalam diri sendiri maupun dalam lingkungan sekitar. Berdasarkan observasi ditemukan, masih ada siswa yang mengalami penyesuaian diri yang kurang baik. Hal ini disebabkan karena sebagian siswa masih belum memiliki rasa percaya diri, belum tahu cara meraih prestasi di sekolah, kurang mampu menyalurkan bakat dan minat di sekolah, belum paham etika yang baik dalam pergaulan teman sebaya, sulit bergaul dengan teman-teman di sekolah, dan kurangnya hubungan yang baik dengan teman,guru di lingkungan seperti siswa sering berperilaku tidak sopan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah penyesuaian diri adalah menerapkan layanan informasi. Layanan informasi dapat membantu peserta didik memahami, mencegah, dan menentukan arah tujuan yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi terhadap penyesuaian diri siswa kelas VIII di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan pre-experiment one-group pretest-postest design. Jenis pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh sebanyak 33 peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket berupa skala likert tentang penyesuaian diri. Analisis data dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, perhitungan uji paired sample t-test dengan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 > 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh layanan informasi terhadap penyesuaian diri siswa kelas VIII di SMP Frater Don Bosco Tarakan.

PENGARUH TEKNIK RESTRUKTURISASI KOGNITIF TERHADAP PERILAKU MEROKOK PADA SISWA KELAS VIII E SMP 05 TARAKAN

FITRI SAWALIA
2024 · Book · Open Access

Perilaku merokok adalah upaya menghisap gulungan kertas yang didalamnya terdapat zat-zat berbahaya bagi kesehatan tubuh seperti nikotin, tar, karbon monoksida,hydrogen sianida, benzene,formaldehida, dll. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok dengan teknik restukturisasi kognitif terhadap perilaku merokok pada siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP 5 Tarakan, penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Populasinya dalam penelitian ini sebanyak 12 siswa kelas VIII E. Teknik sampling yang digunakan jenuh sampling dengan klasifikasi seluruh populasi dijadikan sampel yaitu sebanyak 12 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu statistic deskriptif dan Inferensial. Uji hipotesis meneggunakan paired sample t-test, dengan SPSS ver 26.0. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai signifikansi sebesar (0,000 0,05) yang artinya terdapat pengaruh teknik restukturisasi kognitif terhadap perilaku merokok siswa kelas VIII E SMP 5 Tarakan. Adapun gambaran dari penelitian ini menunjukan bahwa hasil pre-test dan post-test pada indikator aktivitas dan persepsi, mengalami perubahan nilai ditunjukan dengan perubahan kategorisasi dari tinggi,sedang menjadi sedang rendah.