STUDI EVALUASI DRAINASE PADA SUNGAI KAMPUNG EMPAT KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN DENGAN PROGRAM HEC-RAS 6.5.
.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas rendah adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media Flash Card yaitu alat edukasi berbentuk kartu yang berisi gambar dan kata-kata. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dengan menerapkan media Flash Card. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian tindakan kelas dalam pembelajaran 2024/2025 dengan subjek penelitian kelas 1-C yang berjumlah 27 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan prosedur siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan media Flash card dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1-C di SD Negeri 021 Skip Tarakan. Pada siklus I hasil tes kemampuan membaca permulaan siswa memperoleh nilai sebesar 74% siswa yang tuntas dari jumlah keseluruhan. Selanjutnya pada siklus II mengalami peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa yang memperoleh nilai sebesar 93% siswa yang tuntas dari hasil tes. Adapun hasil tes kemampuan membaca permulaan siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1-C di SD Negeri 021 Skip Tarakan.
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan minat belajar matematika siswa sekolah dasar yang mengalami kecanduan game online. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada dampak game online pada minat belajar matematika siswa kelas V sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang dikonfirmasi melalui wawancara. Sebanyak 18 orang siswa menjadi partisipan dalam penelitian dan mengisi angket kecanduan game online kemudian dikelompokan berdasarkan kategori. Ada 3 kategori kecanduan game online yaitu kecanduan rendah, sedang dan tinggi. Peneliti menentukan 4 orang siswa yang dijadikan subjek penelitian yaitu 2 subjek kategori kecanduan game online tinggi dan 2 subjek kategori kecanduan game online rendah. Karena siswa pada 2 kategori tersebut berada pada kategori minat belajar matematikanya baik. Hasil penelitian menunjukkan deskripsi dampak game online pada minat belajar matematika siswa kelas V sekolah dasar yaitu minat belajar matematika siswa sudah berada pada kategori baik. Namun, keterlibatan siswa pada pembelajaran matematika diluar jam sekolah masih terbilang kurang. Pada penelitian ini peneliti menemukan temuan baru berdasarkan hasil angket minat belajar matematika peneliti menemukan data bahwa siswa yang mengalami kecanduan game online tinggi memiliki minat belajar matematika yang lebih tinggi daripada siswa yang mengalami kecanduan game online rendah. Dalam hal ini tentu menjadi temuan baru yang dapat diteliti dan didalami lebih lanjut mengapa siswa yang mengalami kecanduan tinggi pada game online memiliki minat beajar matematika yang tinggi pula.
Literasi sains telah menjadi istilah yang digunakan secara luas sebagai karakteristik penting yang harus dimiliki oleh setiap warga negara dalam masyarakat modern. Literasi sains merupakan kemampuan yang sangat penting dalam menghadapi tantangan global, namun data PISA menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kemampuan literasi sains siswa kelas XI IPA SMA/MA di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dengan menggunakan metode dan pengumpulan data menggunakan soal tes literasi sains. Soal ini terdiri dari soal pilihan ganda dan uraian. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA di beberapa sekolah di Pulau Sebatik yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan literasi sains yang rendah, baik pada aspek konten maupun konteks. Selain itu, sebagian besar siswa memiliki kemampuan literasi sains yang termasuk dalam kategori "sangat kurang". Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi guru untuk dapat menerapkan metode pengajaran kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa untuk mendukung peningkatan kemampuan literasi sains.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan emosional siswa melalui kegiatan literasi di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 050 Tarakan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 99 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data terdiri dari angket kecerdasan emosional dan pedoman wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kecerdasan emosional siswa berada pada kategori tinggi (63,4%), kategori sedang (36,4%), dan tidak ada siswa pada kategori rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional siswa berada pada kategori tinggi. Beberapa temuan tambahan mencakup aspek mengelola emosi mayoritas siswa (69,7%) menunjukkan kecerdasan emosional tinggi dalam mengelola emosi, yang menunjukkan kemampuan mereka dalam mengendalikan dan merespon emosi dengan baik, aspek memotivasi diri sendiri sebagian besar siswa berada dalam kategori sedang, dengan sedikit siswa yang menunjukkan kecerdasan emosional tinggi atau rendah. Ini menunjukkan adanya variasi dalam kemampuan memotivasi diri sendiri, aspek mengenali emosi orang lain sebagian besar siswa juga menunjukkan kecerdasan emosional tinggi dalam hal ini, dengan sedikit siswa yang berada di kategori rendah, dan aspek membina hubungan Siswa dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung lebih baik dalam membina hubungan sosial dan bergaul, bersosialisasi dan membangun hubungan yang mendalam.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hipertensi adalah penyakit yang menjadi masalah kesehatan pada masyarkat dan merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) pada setiap tahun terjadi kematian akibat dari peningkatan hipertensi ini. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia dan lebih sering terjadi pada seseorang lanjut usia akibat pola makan tinggi lemak dan kolesterol. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan hubungan pola makan lansia terhadap kejadian hipertensi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, jenis rancangan adalah desain cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 850 lansia dan untuk menentukan sampel menggunan rumus Slovin didapatkan sampel sebanyak 272 lansia yang mengalami hipertensi. Instrument dalam penelitian ini adalah kuisioner tentang pola makan. Analisis penelitian menggunakan uji Chi-square dengan taraf signifikan 0,05 menunjukkan bahwa nilai P Value = 0,001, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Pola Makan Lansia terhadap Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Karang Rejo. Oleh karena itu, diharapkan pola makan sehat bagi penderita hipertensi menjadi salah satu edukasi bagi masyarakat. Kata kunci: Hipertensi, Lansia, Pola makan
.
.