Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 42 dari 342

Pengaruh Penggunaan Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Teknik Menyusui di Puskesmas Sebengkok.

NURLINDAH PUTRI
2025 · Book · Open Access

Permasalahan utama dalam pemberian ASI pada ibu primipara adalah rendahnya efikasi diri dan kurangnya pengetahuan tentang teknik menyusui yang tepat, yang dapat menyebabkan kegagalan dalam menyusui secara eksklusif. Banyak ibu mengalami kesulitan pada tahap awal menyusui karena tidak memiliki pengalaman sebelumnya. Penelitian ini untuk mengindentifikasi pengaruh penggunaan video terhadap tingkat pengetahuan ibu pada trimester III tentang teknik menyusui di Puskesmas Sebengkok. Penelitian ini menggunakan metode PreExperimental Dengan One Group Pretest-Posttest Design, metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling sebanyak 43 ibu hamil primipara. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian media video teknik menyusui yang diberikan sebanyak 2 kali pemutaran video dengan jeda 15 menit. Instrument yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil menujukkan peningkatan signifikan setelah diberikan intervensi video tentang teknik menyusui yang benar dengan p-value = 0.000. Penelitian ini menyimpukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah diberikan edukasi menggunakan video dari kategori pengetahuan cukup menjadi kategori pengetahuan baik.

PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA KLIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II

SANIA
2025 · Book · Open Access

Diabetes Melitus (DM) tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin. Salah satu faktor yang memperburuk kontrol glukosa darah adalah stres psikologis, yang dapat memicu peningkatan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sehingga meningkatkan resistensi insulin. Terapi relaksasi otot progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) merupakan intervensi non-farmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan tingkat stres dan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe II melalui pendekatan asuhan keperawatan. Studi dilakukan pada dua klien, Tn. H dan Ny. M, di wilayah pesisir Kota Tarakan selama bulan Juni hingga Juli 2025. Intervensi PMR diberikan selama tiga hari berturut-turut, satu kali per hari, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hasil menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah secara signifikan pada kedua klien. Tn. H mengalami penurunan dari 380 mg/dL menjadi 247 mg/dL, dan Ny. M dari 433 mg/dL menjadi 257 mg/dL. Selain itu, terdapat perbaikan gejala subjektif seperti berkurangnya kesemutan, membaiknya kualitas tidur, dan penurunan kecemasan. Intervensi ini bekerja melalui mekanisme aktivasi sistem saraf parasimpatis dan penurunan hormon stres. Dapat disimpulkan bahwa terapi relaksasi otot progresif efektif sebagai intervensi inovatif dalam asuhan keperawatan untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien DM tipe II, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan. Terapi ini dapat dijadikan alternatif non-farmakologis yang mudah, aman, dan aplikatif dalam praktik keperawatan.

PENERAPAN DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT WILAYAH PESISIR PERBATASAN

YUSNIA
2025 · Book · Open Access

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia yang menempati peringkat kelima jumlah penderita tertinggi di dunia. Wilayah pesisir perbatasan, seperti Kalimantan Utara, menghadapi berbagai keterbatasan dalam layanan kesehatan, termasuk rendahnya tingkat literasi dan edukasi pasien mengenai manajemen diabetes. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya komplikasi jangka panjang. Tujuan penulisan ini untuk menerapkan Diabetes Self Management Education (DSME) sebagai intervensi edukatif guna meningkatkan pengetahuan pasien dalam mencegah komplikasi Diabetes Melitus Tipe II. Metode yang digunakan adalah case report pada dua pasien dengan diagnosis DM Tipe II di Rumah Sakit Wilayah Pesisir Perbatasan. Intervensi dilakukan selama tiga hari menggunakan metode edukasi langsung dan media leaflet, mencakup pengenalan DM, pengelolaan mandiri, dan pencegahan komplikasi. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan secara signifikan. Pasien pertama (Ny.I) mengalami peningkatan dari 40% menjadi 80%, dan pasien kedua (Ny.M) dari 50% menjadi 85%, dengan rata-rata peningkatan sebesar 37,5%. Kategori pengetahuan kedua pasien meningkat dari rendah dan cukup menjadi baik. Kesimpulan dari studi kaus ini adalah bahwa penerapan DSME secara terstruktur dan singkat efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang manajemen diabetes. Intervensi ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan, khususnya di daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas, guna memperkuat kemandirian pasien dalam pengelolaan penyakit dan pencegahan komplikasi.

ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN DENGAN PEMBERIANAROMA TERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA IBU HAMIL RESIKO TINGGI DI PMB BIDAN MARTIANA PAULUS

MARTIANA PAULUS
2025 · Book · Open Access

Latar Belakang: Kecemasan merupakan salah satu gangguan psikologis yang sering dialami ibu hamil, terutama pada kehamilan risiko Sangat tinggi. Jika tidak ditangani, kecemasan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu maupun janin, termasuk meningkatkan risiko komplikasi obstetri. Salah satu pendekatan non-farmakologis yang aman dan efektif dalam mengurangi kecemasan adalah aromaterapi menggunakan minyak esensial lavender (Lavandula angustifolia). Tujuan: Laporan ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan melalui pemberian aromaterapi lavender dalam upaya mengurangi kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi yang dilakukan di PMB Bidan Martiana Paulus. Metode: Asuhan kebidanan diberikan kepada Ny. E, usia 24 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 37 minggu dengan riwayat IUFD pada kehamilan sebelumnya. Intervensi aromaterapi dilakukan selama tiga sesi dengan durasi 15–30 menit per sesi menggunakan metode inhalasi minyak lavender melalui diffuser. Pengkajian dilakukan secara menyeluruh menggunakan pendekatan SOAP dan kuesioner PRAQ-R2 untuk mengukur tingkat kecemasan. Hasil: Setelah dilakukan intervensi aromaterapi secara bertahap, terdapat penurunan tingkat kecemasan yang ditandai dengan pernyataan subjektif ibu yang merasa lebih tenang, peningkatan kualitas tidur, dan pengurangan ketegangan emosional. Evaluasi objektif juga menunjukkan perbaikan ekspresi wajah, postur tubuh, serta stabilisasi tekanan darah. Kesimpulan: Pemberian aromaterapi lavender terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam menurunkan kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif komplementer dalam pelayanan kebidanan, khususnya di praktik mandiri bidan. Peran bidan dalam memberikan edukasi, dukungan emosional, dan pemantauan berkala sangat penting dalam keberhasilan intervensi ini.

.

MUKTI DIKA RAHMAN
2025 · Book · Open Access

.

.

IKHSAN MAULANA
2025 · Book · Open Access

.

.

SRI WIDODO
2025 · Book · Open Access

.