YEMMY QUARILIANY
2026 · Book · Open Access
Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Pelaksanaan Penegakan Hukum Penataan Ruang di Kawasan Malinau Kota Kabupaten Malinau. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Bagaimana pelaksanaan penegakan hukum terhadap penataan ruang di Kawasan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, dan efektivitas penegakan hukum penataan ruang di kawasan Malinau Kota, Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian, Penegakan hukum terhadap penataan ruang di Kawasan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, dilakukan melalui regulasi yang jelas, kerja sama antarlembaga, serta partisipasi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Malinau berpedoman pada Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2021 dan bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Malinau untuk memastikan akuntabilitas dalam pembangunan. Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pemukiman berperan dalam fasilitasi pemetaan dan konsultasi tata ruang. Dengan pendekatan ini, penegakan hukum diharapkan efektif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan keteraturan tata ruang di daerah tersebut. Efektivitas Penegakan hukum terhadap penataan ruang di Kawasan Malinau Kota menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan pengawasan, koordinasi antarinstansi yang belum optimal, serta tantangan dalam penertiban bangunan liar dan perubahan penggunaan lahan yang dinamis. Untuk mengatasi hambatan tersebut, diperlukan upaya peningkatan sosialisasi, penguatan pengawasan, serta sinergi yang lebih erat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat guna memastikan pemanfaatan ruang yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
SRI ROHANI
2026 · Book · Open Access
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Perlindungan Hukum Tenaga Kerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malinau dalam Perspektif Good Governance. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah pelaksanaan perlindungan hukum bagi tenaga kerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di BLUD RSUD Malinau apakah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip good governance dan kendala yang dihadapi dalam memberikan perlindungan hukum bagi tenaga kerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di BLUD RSUD Malinau. Penelitan ini menggunakan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian, Pelaksanaan perlindungan hukum bagi tenaga kerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di BLUD RSUD Malinau belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip good governance. Terdapat ketidakpastian kerja, dan minimnya partisipasi tenaga kontrak dalam kebijakan. Perlindungan hukum bersifat formalitas dan belum efektif, sementara perbedaan perlakuan terhadap tenaga dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dibandingkan dengan ASN, terutama dalam kesejahteraan, masih terasa jelas. Perlindungan hukum bagi tenaga kerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di BLUD RSUD Malinau menghadapi berbagai kendala, terutama karena status hukum yang tidak jelas. Mereka bukan ASN dan tidak sepenuhnya dilindungi oleh Undang - Undang Ketenagakerjaan, sehingga posisi hukum mereka lemah. Kontrak kerja tanpa jaminan hak normatif seperti Gaji yang tidak sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten dan Tunjangan Hari Raya serta belum terbentuknya serikat pekerja. Akibatnya tenaga dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) berada dalam posisi rentan secara hukum dan kesejahteraan.
DOLILA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini menganalisis implementasi pengajuan hak pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan janda/duda PNS berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode statute dan conceptual approach melalui studi pustaka, penelitian menelaah hierarki peraturan mulai UUD 1945 hingga PerBKN, mekanisme pengajuan melalui Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN), aplikasi MySAPK BKN, dan e-Klaim PT Taspen, serta tantangan administratif seperti keterlambatan verifikasi dokumen, ketidaksesuaian data kepegawaian, dan minimnya literasi digital PNS menjelang pensiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak pensiun ASN merupakan jaminan sosial konstitusional (Pasal 28H ayat 3 UUD 1945) dan balas jasa negara, namun implementasinya menghadapi hambatan birokrasi kompleks, terutama bagi janda/duda PNS akibat persyaratan ketat bukti pernikahan sah (UU No. 1/1974), surat kematian, dan SKPP verifikasi masa kerja. Proses pengajuan dimulai 6 bulan sebelum batas usia Pensiun (BUP) 58-65 tahun oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dilanjutkan verifikasi BKN dalam 45 hari kerja, penerbitan SK pensiun digital, dan pencairan melalui Taspen One Hour Online Service (TOOS) dengan autentikasi biometrik. Perlunya reformasi birokrasi melalui integrasi digital BKN-Taspen, sosialisasi intensif kepada PNS, serta penyederhanaan prosedur administratif untuk mewujudkan good governance dan prinsip BerAKHLAK dalam pelayanan pensiun.
LEO CHARLES
2026 · Book · Open Access
Penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan. Penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan adil adalah landasan penting untuk memastikan keadilan, kesejahteraan, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga pemerintah. Hal ini melibatkan tata kelola yang transparan dan akuntabel untuk memastikan keputusan dan kebijakan yang diambil berdasarkan prinsip-prinsip yang adil dan berkeadilan. Permasalahan adalah sebagai berikut: Urgensi Pembentukan Regulasi Terhadap Kontribusi Pelaksanaan Tata Kelola Pemerintahan yang Terbuka dan Akuntabel dan Regulasi Pemerintah Daerah Terhadap Kewajiban Pelaksanaan Dokumentasi dan Komunikasi dalam Rangka Keterbukaan Informasi Publik. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif. Pendekatan penulisan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Untuk memecahkan isu hukum dan sekaligus memberikan preskripsi mengenai hal yang semestinya diperlukan sumber penelitian dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen kepustakaan dan dianalisis secara preskriptif dengan metode deduktif. Bahwa urgensi pembentukan regulasi terhadap kontribusi pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan akuntabel adalah kebutuhan mendasar untuk menyediakan landasan hukum yang jelas, terpadu, dan operasional bagi setiap perangkat daerah dalam menjalankan kewajiban transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik. Regulasi yang kuat memastikan adanya standar yang seragam dalam pengelolaan informasi, dokumentasi, komunikasi, serta mekanisme pengawasan dan evaluasi, sehingga mencegah terjadinya praktik administrasi yang tertutup, tidak terukur, atau tidak bertanggung jawab. Bahwa Regulasi Pemerintah Daerah terhadap kewajiban pelaksanaan dokumentasi dan komunikasi dalam rangka keterbukaan informasi publik adalah landasan normatif yang memastikan setiap perangkat daerah melaksanakan tugas dokumentasi, pengelolaan informasi, dan komunikasi publik secara terstruktur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Regulasi tersebut berfungsi menetapkan standar, prosedur, serta mekanisme koordinasi yang wajib dipatuhi, sehingga informasi publik dapat dihimpun, disimpan, disajikan, dan disebarluaskan secara tepat waktu, akurat, dan mudah diakses masyarakat.
HARIANTO
2026 · Book · Open Access
ABSTRAK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP DOKTER DALAM SENGKETA MALPRAKTIK MEDIS DENGAN PASIEN HARIANTO Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum terhadap dokter dalam sengketa malpraktik medis dengan pasien serta pertanggungjawaban hukum yang melekat pada profesi kedokteran. Permasalahan yang dikaji mencakup: (1) bagaimana bentuk perlindungan hukum terhadap dokter dalam sengketa malpraktik medis dengan pasien, dan (2) bagaimana pertanggungjawaban hukum dokter dalam menghadapi tuduhan malpraktik. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi dokter mencakup aspek preventif, berupa kepastian hukum dalam menjalankan praktik kedokteran sesuai standar profesi, serta aspek represif melalui mekanisme penyelesaian sengketa baik secara perdata, pidana, maupun melalui Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI). Adapun pertanggungjawaban hukum dokter dalam sengketa malpraktik bergantung pada jenis pelanggaran yang dilakukan, baik dalam ranah administrasi, perdata, maupun pidana. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya penguatan regulasi yang lebih komprehensif mengenai standar profesi kedokteran, peningkatan literasi hukum bagi tenaga medis, serta optimalisasi peran MKDKI agar sengketa medis lebih mengedepankan penyelesaian profesional dibandingkan kriminalisasi terhadap profesi dokter.
DEDI PRIYANTO
2026 · Book · Open Access
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Pentingnya Pendidikan Kesadaran Hukum Berlalu Lintas bagi Pelajar di Kabupaten Malinau Sebagai Upaya Preventif dalam Mencegah Kecelakaan Lalu Lintas dalam Perpsektif Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalaah, Tujuan dan urgensi pentingnya pendidikan kesadaran hukum berlalu lintas bagi pelajar dalam perspektif Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Peran pemerintah dan instansi terkait dalam implementasi pendidikan kesadaran hukum berlalu lintas di kalangan pelajar di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian Tujuan dan urgensi pentingnya pendidikan kesadaran hukum berlalu lintas bagi pelajar adalah untuk memberikan pemahaman hukum berlalulintas yang diatur dalam Undang-Undang, sehingga mereka mengetahui hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan, membentuk perilaku budaya disiplin berlalu lintas, kepatuhan terhadap rambu, marka, serta aturan lainnya demi menciptakan ketertiban lalu lintas, mencegah kecelakaan, sehingga pelajar dapat menghindari pelanggaran yang berisiko menyebabkan kecelakaan, baik untuk dirinya sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Menanamkan kesadaran kolektif yang bertujuan menciptakan kesadaran bahwa lalu lintas adalah tanggung jawab bersama untuk mewujudkan keselamatan di jalan raya, karena masih banyak pelajar yang belum memahami isi dan maksud dari Undang-Undang tersebut. Implementasi pendidikan kesadaran hukum berlalu lintas yang dilakukan Polres Malinau, Pemerintah, dan Instansi terkait dilaksanakan melalui Program Intrakurikuler Pendidikan lalu lintas (PLL) dapat dilakukan melalui penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran Rencana (RPP) dengan menyisipkan materi PLL dan Program Ekstrakurikuler di sekolah berupa kegiatan PKS (Patroli Keamanan Sekolah), Polisi Sahabat Anak (Polsana), Cara Aman Kesekolah, Police Goes To Campus; Safety Riding / Driving, Kampanye dan Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas melalui media Televisi, Radio.
SONY KRISTIANTO
2026 · Book · Open Access
Desa merupakan pemerintahan terkecil yang berada di Negara Republik Indonesia yang memiliki kebebasan dalam mengatur peraturan dan sistem pemerintahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam menjalankan roda pemerintahan desa dipimpin oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa. Permasalahan adalah sebagai berikut: Kewenangan Kepala Desa dalam Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Desa di Wilayah Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau dan Hambatan dan Kendala dalam Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Desa di Wilayah Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif. Pendekatan penulisan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Untuk memecahkan isu hukum dan sekaligus memberikan preskripsi mengenai hal yang semestinya diperlukan sumber penelitian dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen kepustakaan dan dianalisis secara preskriptif dengan metode deduktif. Bahwa Kewenangan Kepala Desa dalam Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Desa di Wilayah Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau adalah kewenangan yang mencakup tanggung jawab Kepala Desa dalam memimpin penyusunan Peraturan Desa melalui tahapan perencanaan, pengharmonisasian, pembahasan, penetapan, hingga pengundangannya. Dalam pelaksanaannya, kewenangan Kepala Desa di Kecamatan Malinau Barat telah berjalan, namun belum sepenuhnya optimal. Bahwa Hambatan dan Kendala dalam Perencanaan dan Penyusunan Peraturan Desa di Wilayah Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau adalah perbedaan persepsi masyarakat desa dengan kepala desa dan badan permusyawaratan desa dalam pengesahan serta implementasi peraturan desa yang akan datang. Selain itu, hambatan dan kendala adalah kurangnya sumber daya manusia yang mengerti tentang cara dan tahapan penyusunan peraturan desa mulai pada tahapan perencanaan hingga pada akhirnya sampai pada tahapan implementasi peraturan desa.
ELVANDI
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini dilakukan untuk menguji sejauh mana kesadaran wajib pajak, sanksi perpajakan, kualitas layanan, serta pengetahuan perpajakan memengaruhi kepatuhan wajib pajak orang pribadi di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 110 responden. Data yang terkumpul dianalisis melalui uji kualitas data, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji t, uji f, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial hanya variabel kesadaran wajib pajak yang memberikan pengaruh terhadap kepatuhan. Adapun sanksi perpajakan, kualitas pelayanan, dan pengetahuan perpajakan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen terbukti memengaruhi kepatuhan wajib pajak orang pribadi di Kota Tarakan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran wajib pajak, penyempurnaan layanan, edukasi perpajakan, serta penerapan sanksi yang lebih efektif untuk mendorong tingkat kepatuhan wajib pajak. Kata Kunci: kepatuhan wajib pajak, kesadaran wajib pajak, sanksi perpajakan kualitas pelayanan, pengetahuan perpajakan
RIKA HANDAYANI
2026 · Book · Open Access
Etnomatematika Tari Sumazau Murut Sila Nu Vulosmu Pada Suku Dayak Tahol ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan unsur matematika SMP yang ada di dalam Tari Sumazau Suku Dayak Tahol, (2) mengetahui pandangan siswa jika etnomatematika pada Tari Sumazau Suku Dayak Tahol dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari pembina, dua penari Sanggar Tari Ansilulum dan tiga siswa SMPN 1 Lumbis. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Adapun temuan pertama penelitian ini yaitu etnomatematika khususnya pada gerakan dan pola lantai Tari Sumazau Suku Dayak Tahol berupa konsep sudut, garis sejajar, garis lurus dan bangun datar jajar genjang, translasi, refleksi, dan lingkaran. Temuan kedua yaitu pandangan peserta didik SMPN 1 Lumbis yang merasa bahwa pembelajaran Matematika akan sangat menarik dan menyenangkan apabila etnomatematika dalam tari Sumazau digunakan dalam pembelajaran.
RAUFIKRAR NUSABHAKTI NURHIDAYAT
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk pertama, menganalisa usahatani jamur tiram di UMKM Aqsha. Kedua, mengetahui efisiensi pemasaran jamur tiram di UMKM Aqsha. Penelitian ini, yang dilakukan di UMKM Aqsha di Tarakan Timur dari Agustus 2023 hingga Januari 2024, berfokus pada praktik produksi dan pemasaran jamur berkelanjutan dari UMKM lokal yang masih bertahan. Penentuan responden ini menggunakan Key Informan untuk pengambilan sampel pada pemilik UMKM dan teknik Snowball Sampling untuk pengambilan sampel pada pedagang pengecer. Hasil penelitian menunjukkan analisis usaha tani jamur tiram selama satu periode biaya produksi sebesar Rp. 679.178, penerimaan sebesar Rp. 2.760.000, dan pendapatan sebesar Rp. 2.080.822. Hasil analisis rasio, yaitu analisis (R/C ratio) sebesar 4,1 dan (B/C ratio) sebesar 3,1. Hasil tujuan kedua, saluran pemasaran jamur tiram di UMKM Aqsha ada dua saluran, pada saluran pertama yaitu produsen ke konsumen jamur tiram dengan nilai margin pemasarannya nol (0) dan mendapatkan farmer share (100%) dikatakan efisien dan saluran kedua terdiri dari produsen – pedagang pengecer – konsumen akhir. Pedangang pengecer terdapat dua lokasi yaitu STB dan Pasar Tenguyun. Lokasi STB dengan nilai margin Rp. 4000 dan nilai farmer share (71,43%) dan Pasar Tenguyun dengan nilai margin Rp. 3000 dan farmer share (70%) dikatakan efisien. Dari kedua saluran pemasaran tersebut, nilai farmer share paling tinggi pada saluran pertama dengan nilai (100%) karena tidak ada perantara dalam saluran pemasaran.
NUR AINUN SAHARA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terhadap minat baca siswa kelas IX-6 di SMPN 3 Kota Tarakan. Minat baca merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan belajar, namun masih tergolong rendah di kalangan siswa. Oleh karena itu, program Gerakan Literasi Sekolah dikembangkan sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca di lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMPN 3 Kota Tarakan, dengan sampel sebanyak 30 siswa kelas IX-6 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket untuk mengukur pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah dan tingkat minat baca siswa, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data meliputi uji prasyarat dan uji hipotesis menggunakan teknik statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah terhadap minat baca siswa kelas IX-6 di SMPN 3 Kota Tarakan. Semakin baik pelaksanaan GLS, semakin tinggi minat baca siswa. Dengan demikian, Gerakan Literasi Sekolah terbukti efektif dalam menumbuhkan budaya membaca dan dapat dijadikan sebagai strategi dalam meningkatkan minat baca siswa di sekolah. Kata kunci: Gerakan Literasi Sekolah, Minat Baca, Siswa SMP, Literasi. THE EFFECT OF THE SCHOOL LITERACY MOVEMENT ON THE READING INTEREST OF STUDENTS IN CLASS IX-6 AT SMPN 3 KOTA TARAKAN Abstract This study aims to detennine the effect of the School Literacy Movement (GLS) on students' reading interest in class JX-6 at SMPN 3 Tarakao City. Reading interest is an important factor in supporting learning success, yet it remains relatively low among students. Therefore, the School Literacy Movement program was developed as an effort to foster a culture of reading in the educational environment. This study used a quantitative (post facto design). The research population comprised all ninth-grade students at SMPN 3 Tarakan City, and a sample of 30 was selected through purposive sampling. Data collection was conducted using questionnaires to measure the implementation ofthe School Literacy Movement and students' reading interest levels, along with documentation as supporting data. Data analysis included prerequisite tests and hypothesis testing using statistical techniques. The results showed a positive and significant effect of implementing the School Literacy Movement on the reading interest ofninth-grade students at SMPN 3 Tarakan City. The better the implementation of the SLM, the higher the students' reading interest. Thus, the School Literacy Movement has been proven to be effective in fostering a reading culture and can be used as a strategy to increase students' reading interest in schools. Keywords: School Literacy Movement, Reading Interest, Junior High School, Students, Literacy
RAIHAN ADELIA
2026 · Book · Open Access
This study aims to develop Word wall-assisted Student Worksheets (LKPD) for fifth-grade students in Class V-B on the topic of harmony in ecosystems at SDN 029 Tarakan. This study also aims to determine the feasibility of the developed LKPD by validating it with media and subject matter experts. Furthermore, this study aims to determine students' level of interest in the LKPD using a student response questionnaire. This study used a research and development approach, applying the ADDIE model, which consists of five stages: Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. The data collection techniques used included observation, interviews, validation sheets, student response questionnaires, and documentation. The validation results show that the assessment by media experts achieved a 95% score, which is classified as feasible. The subject matter expert validation results show a 91.4% rating as very feasible, while limited and field trials obtained 85% and 86%, respectively, as very interesting. Based on this data, the Word wall-assisted LKPD for fifth-grade students in class V-B on the topic of Harmony in the Ecosystem at SDN 029 Tarakan is deemed highly feasible and interesting for use in learning.
MUHAMMAD FIRMANSYA
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.) di Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, guna mendukung ketahanan pangan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium untuk mengidentifikasi karakteristik fisik serta kimia tanah. Parameter pengamatan meliputi temperatur (tc), ketersediaan air (wa), media perakaran (rc), retensi hara (nr), bahaya banjir (fh) dan penyiapan lahan (lp). Evaluasi dilakukan dengan metode pencocokan (matching) antara persyaratan tumbuh tanaman padi sawah berdasarkan kriteria BBPPSLP (2011) dengan kualitas lahan yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual di lokasi tersebut tergolong dalam kelas S1 (Sangat Sesuai) dan S2 (Cukup Sesuai). Faktor pembatas utama yang ditemukan meliputi retensi hara akibat pH tanah yang masam dan rendahnya kandungan bahan organik, serta faktor fisik berupa permeabilitas tanah yang tergolong agak cepat sehingga profil tanah sulit mempertahankan lengas, terutama saat suhu udara ekstrem mencapai 35,48°C. Meskipun demikian, seluruh lahan memiliki potensi untuk ditingkatkan menjadi kelas kesesuaian potensial S1 (Sangat Sesuai) melalui upaya perbaikan seperti pengapuran untuk menetralkan pH, pemberian pupuk organik guna meningkatkan ketersediaan hara, serta penerapan teknik pelumpuran (puddling) untuk membentuk lapisan kedap air agar pengelolaan air lebih efisien.
BENI
2026 · Book · Open Access
Cedera kepala merupakan masalah kesehatan global yang umum menyebabkan kematian, kecelakaan lalu lintas diperkirakan menjadi penyebab utama cedera kepala, selain menyebabkan kematian cedera kepala juga mengakibatkan kecacatan permanen, serta berbagai efek seperti nyeri kepala akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Intensitas Nyeri pada Pasien Cedera Kepala Ringan Diruangan IGD. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitafif dengan metode desain eksperimen one group pretest-posttest. Sebanyak 30 pasien yang mengalami nyeri kepala ringan diikut sertakan sebagai responden, dipilih dengan menggunakan tekhnik purposive sampling. Pengukuran skala nyeri dilakukan sebelum dan setelah intervensi terapi relaksasi Benson, menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki skala nyeri rata-rata 3, yang menunjukkan nyeri ringan. Setelah intervensi, terdapat penurunan signifikan dalam skala nyeri, dengan skor rata-rata menurun menjadi 2. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test menghasilkan nilai p=0,0001, menegaskan bahwa terapi relaksasi Benson efektif dalam mengurangi intensitas nyeri. Temuan ini mendukung penggunaan pendekatan non- farmakologis dalam manajemen nyeri, khususnya terapi relaksasi Benson, sebagai alternatif yang bermanfaat bagi pasien cedera kepala ringan. Penelitian ini juga merekomendasikan pelatihan untuk profesional kesehatan dalam penerapan teknik ini, serta saran untuk penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi efektivitas terapi relaksasi lainnya. Dengan demikian, terapi relaksasi Benson dapat menjadi pilihan yang efektif dan aman dalam pengelolaan nyeri di lingkungan klinis.
ELISIA ARDHANI
2026 · Book · Open Access
Permasalahan lingkungan banyak terjadi diakibatkan oleh aktivitas manusia yang tidak memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Kerusakan lingkungan tersebut dapat berdampak pada menurunnya fungsi ekologis, menurunnya kualitas lingkungan, serta berkurangnya tingkat kesuburan tanah. Beberapa tanah yang tersebar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara termasuk ke dalam golongan tanah marginal beriklim tropis dengan tingkat kesuburan tanah yang rendah, yaitu Ph kisaran 4,1-4,9, kandungan C- Organik kisaran 0,08-0,11%, P total tinggi 0,81%, N total sangat rendah 0,06% dan K total sangat rendah 0,06%. Oleh karena itu, upaya penanganan yang tepat untuk memulihkan lahan tersebut, yaitu melalui kegiatan reklamasi lahan berupa regevetasi lahan. Salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan dalam kegiatan revegetasi lahan adalah jenis tanaman rumput-rumputan (rumput pakchong). Untuk membudidayakan rumput ini diperlukan ketersediaan hara pada tanaman dapat dilakukan dengan cara memberikan pupuk agar dapat mengurangi keterbatasan unsur hara atau kekurangan mineral pada tanaman. Pupuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk AB Mix. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu, P0 (kontrol), P1 (kontrol positif (pupuk NPK Mutiara 16-16-16), P2 (400 ppm AB Mix), P3 (800 ppm AB Mix), P4 (1200 ppm AB Mix) dan P5 (1600 ppm AB Mix). Parameter pengamatan yang dilakukan yaitu tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah anakan, diameter batang, panjang akar,berat basah dan berat kering tanaman. Data dianalisis menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi 800 ppm menunjukkan hasil terbaik pada semua parameter yaitu tinggi tanaman 8 MST 257,87 cm, luas daun umur 8 MST 242,03 cm, Jumlah anakan 8 MST 6,42 batang, jumlah daun umur 8 MST 18 helai, diameter batang umur 8 MST 24,81 mm, panjang akar 8 MST 35,79 cm berat basah 1.030 kg dan berat kering 467,50 gr. Dengan demikian, pemberian perlakuan Ab Mix 800 ppm dapat meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan dan hasil tanaman Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv. Thailand).
RIKA MARGARETHA SILITONGA
2026 · Book · Open Access
Membaca pemahaman diartikan dalam memahami isi bacaan yang mewakili dari ide, gagasan, pikiran dan pendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca pemahaman mahasiswa PGSD Angkatan 2023 Universitas Borneo Tarakan dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa tes soal, wawancara dan dokumentasi. Subjek terdiri dari sepuluh mahasiswa diambil dari lima lokal yang dipilih secara acak berdasarkan hasil nilai tes. Hasil penelitian menunjukkan deskripsi dari kemampuan membaca pemahaman mahasiswa PGSD Angkatan 2023 Universitas Borneo Tarakan pada 4 indikator (literal, interpretatif, kritis, dan kreatif) dengan kategori sangat baik pada skror 58% mahasiswa mampu: 1) memahami informasi tersurat dan tersirat dalam teks secara tepat; 2) mengevaluasi isi bacaan secara kritis dengan alasan yang jelas; 3) menghasilkan gagasan baru secara kreatif berdasarkan isi bacaan. Sedangkan kategori cukup baik pada skor 40% mahasiswa mampu: 1) memahami informasi yang jelas dan mengartikan makna tersirat secara umum; 2) dapat menunjukkan sikap kritis dan merespons bacaan; 3) argumen dan pengembangan ide mereka masih dasar karena penjelasan yang diberikan belum memadai. Sedangkan kategori kurang baik pada skor 2% mahasiswa: 1) belum memahami isi teks secara utuh; 2) penafsiran makna tersirat kurang tepat; 3) kemampuan evaluasi kritis rendah; 4) pengembangan ide masih sangat terbatas. Reading comprehension is defined as grasping the substance of a text that expresses ideas, thoughts, or opinions. The purpose of this study is to describe the reading comprehension abilities of PGSD students from the 2023 class at the University of Borneo Tarakan when completing story problems. The method testing, interviews, and documentation. The subjects were 10 students chosen at random from five different sites based on their test scores. The study’s findings describe the reading comprehension ability of PGSD students from the 2023 class at the University of Borneo Tarakan on four indicators (literal, interpretative, critical, and creative), with a very good category of 58% of students being able to: 1) Correctly comprehend the explicit and implicit information in the text. 2) critically assess the reading’s content with explicit explanations; and 3) produce new creative ideas based on the reading’s content. Meanwhile, in the relatively good category, with a score of 40% students can: 1) comprehend clear material and interpret general implicit meanings; 2) adopt a critical mindset and respond to the reading; and 3) their arguments and concept development remain basic due to insufficient explanations. Meanwhile, in the poor category, 2% of students: 1) did not fully understand the text’s content, 2) misread the implicit meaning, 3) lacked critical assessment abilities, and 4) had very few ideas.
JESIKA ARRUAN DATU
2026 · Book · Open Access
Kemampuan membaca pemahaman adalah kompetensi dasar yang berhubungan dengan kefasihan dalam kemampuan siswa memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa melalui penerapan metode membaca terbimbing. Penelitian ini mengaplikasikan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V A SDN Utama 2 Tarakan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes membaca, tes membaca pemahaman, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mengajar guru mengalami peningkatan dari 82,5% pada siklus I menjadi 95% pada siklus II dengan kategori tinggi. Aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai 87,2% dan pada siklus II sebesar 83,5%, yang keduanya berada pada kategori tinggi. Hasil tes membaca pemahaman pada siklus I menunjukkan kategori baik sekali sebesar 16,67%, baik 25%, dan kurang 58,33%. Pada siklus II, kategori baik sekali meningkat menjadi 25%, baik 25%%, sedang 33,33% dan kategori kurang menurun menjadi 16,67%. Dengan demikian, metode membaca terbimbing terbukti dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Reading comprehension skills are basic competencies related to students' fluency in understanding reading content This study aims to improve students' reading comprehension through guided reading. This study applies a Classroom Action Research (CAR) type conducted in two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were fifth-grade students of SDN Utama 2 Tarakan. Data collection techniques. included observation, reading tests, reading comprehension tests, and documentation. The results showed that the teacher's teaching activities improved from 82.5% in cycle I to 95% in cycle II, which was categorized as high. Student learning activities in cycle I reached 87.2% and in cycle II reached 83.5%, both of which were in the high category. The results of the reading comprehension test in cycle I showed that 16.67% were in the very good category, 25% were in the good category, and 58.33% were in the poor category. In cycle II, the very good category increased to 25%, good 25%, fair 33.33%, and poor decreased to 16.67%. Thus, the guided reading method has been proven to improve students' reading comprehension skills.
YUNIKA KARMILA KARIM
2026 · Book · Open Access
Tingginya kasus pelecehan seksual pada anak yang terjadi dalam kurung waktu beberapa tahun terakhir serta fenomena di lapangan menunjukkan rendahnya pemahaman siswa mengenai pelecehan seksual seperti ketidaktahuan siswa terhadap perilaku yang termasuk dalam jenis pelecehan fisik maupun verbal dan pencegahan perlindungan diri yang dikhawatirkan dapat mengarah kepada kasus pelecehan seksual. Oleh karena itu, diperlukan upaya preventif berupa layanan informasi bimbingan dan konseling yang disajikan dengan media yang menarik dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar, salah satunya melalui media pop-up book yang menampilkan bentuk tiga dimensi dan ilustrasi konkret untuk memudahkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan informasi menggunakan media pop-up book terhadap pemahaman pelecehan seksual siswa kelas IV-D di SD Negeri 019 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperimental dengan desain one group pretest–posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pemahaman siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi menggunakan media pop-up book (Sig. 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan inform asi menggunakan media pop-up book berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman pelecehan seksual siswa sekolah dasar.
DINDA WULANDARI
2026 · Book · Open Access
Fenomena bullying masih sering terjadi di lingkungan sekolah dasar, termasuk di SD Muhammadiyah 3 Al-Hilal Tarakan. Beberapa siswa belum memahami bahwa tindakan menyakiti teman atau mengejek nama orang tua termasuk bentuk bullying. Selain itu, belum tersedia media yang dapat digunakan sebagai sarana pencegahan perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kepraktisan media komik anti bullying bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dihasilkan berupa media komik anti bullying berjudul “Jangan Diam Saja!”. Kelayakan media dinilai oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, sedangkan kepraktisan diperoleh melalui uji respons guru dan siswa kelas VI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media komik memperoleh nilai 87,5% dari ahli media, 90% dari ahli materi, dan 87,5% dari ahli bahasa dengan kategori “sangat layak”. Respons guru memperoleh persentase 97,9% dan respons siswa sebesar 86,5% dengan kategori “sangat praktis”. Media komik ini membantu siswa memahami bentuk-bentuk bullying serta mendorong mereka untuk tidak diam ketika mengalami atau melihat tindakan bullying. Dengan demikian, media komik anti bullying layak dan praktis digunakan sebagai media pendukung layanan bimbingan dan konseling di sekolah dasar.
FRANSISKO LIEN
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi ritual Mui Lebu pada masyarakat Suku Dayak Uma Kulit di Desa Jelarai Selor, Kabupaten Bulungan. Ritual Mui Lebu merupakan upacara adat yang bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan desa dari segala macam energi negatif atau bala demi kesejahteraan masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotik. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, tindakan, benda-benda, dan makanan yang terkait dengan prosesi ritual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat Suku Dayak Uma Kulit, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori segitiga makna Charles Sanders Peirce yang mencakup tanda (sign), objek (object), dan interpretan (interpretant). Kata Kunci: Ritual Mui Lebu, Suku Dayak Uma Kulit, Semiotik, Makna, Fungsi.