None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan model pembelajaran Examples Non Examples dalam keterampilan menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu yang memiliki kelas kontrol, dengan desain penelitian pretest-posstets control group design, populasi dalam penelitian ini yakni seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan dengan jumlah 224 siswa. Pengambilan sample pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik sample random sampling yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VII F sebagai kelas eksperimen dan VII G sebagai kelas kontrol pemilihan kelas tersebut dilakukan dengan cara undian, dalam melakukan pengelolaan data penelitian menggunakan bantuan software SPSS versi 16.0 for windows. Berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil analisis statistik infrensial menggunakan uji independent samples t-test diperoleh thitung 5,983 pada taraf signifikan a=0,05 dan df= 58 diperoleh nilai ttabel 1,671 maka thitung ≥ ttabel (5,983≥ 1,671) artinya Ho ditolak dan Ha diterima sehingga penggunaan model pembelajaran Examples Non Examples efektif dalam keterampilan menulis teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan. Model pembelajaran Examples Non Examples sangat efektif dalam proses belajar mengajar hal tersebut dikarenakan model pembelajaran ini melatih cara berpikir siswa untuk dapat menemukan solusi dari materi yang di sajikan oleh peneliti dengan menggunakan gambar sebagai media, berbeda dengan siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran konvensional. Proses belajar mengajar pada kelas eksperimen lebih berpusat pada siswa, di mana siswa didorong lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan guru hanya sebagai fasilitator. Pada kelas kontrol kegiatan belajar mengajar berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam proses kegiatan belajar mengajar.
None
2020 · Book · Open Access
SIMBOL DAN MAKNA DALAM RITUAL NIVA DURU SUKU DAYAK PUNAN DI DESA RESPEN TUBU KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU (KAJIAN SEMIOTIK) Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh dan mendeskripsikan simbol dan makna yang terkandung dalam setiap simbol budaya pada prosesi ritual Niva Duru Suku Dayak Punan Di Desa Respen Tubu Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa simbol dan makna yang terdapat dalam setiap prosesi ritual Niva Duru. Sumber data pada penelitian ini adalah ritual Niva Duru di Desa Respen Tubu Kecamatan Malinau Utara. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data collection (mengumpulkan data), data reduction (reduksi data), dan data display (penyajian data). Hasil penelitian ini berupa data simbol budaya pada ritual Niva Duru yang berjumlah tiga puluh satu data, diantaranya yaitu: 16 data yang berupa benda, 9 data yang berupa makanan dan minuman, 2 data yang berupa hewan , dan 4 data yang berupa tindakan. Data tersebut dikaji menggunakan teori segitiga makna Peirce. Sign merupakan sesuatu yang berbentuk fisik yang dapat ditangkap oleh panca indera manusia dan merupakan sesuatu yang merujuk hal lain diluar tanda itu sendiri. Object merupakan acuan dari tanda (sign) berupa konteks sosial yang menjadi referensi dari tanda (sign) atau sesuatu yang dirujuk tanda. Interpretant (Interpretasi/penggunaan) merupakan konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya pada makna tertentu atau makna yang ada dalam benak seseorang tentang objek yang dirujuk sebuah tanda. Kata Kunci: Simbol, Makna, Niva Duru, Dayak Punan, dan Semiotik.
None
2020 · Book · Open Access
Setiap perusahaan atau UKM yang jenis usahanya manufaktur maupun dagang harus menjaga persediaan yang cukup agar kegiatan operasi dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Dengan adanya kebijakan persediaan bahan baku, biaya persediaan dapat ditekan sekecil mungkin. Tujuan penelitian ini adalah agar perusahaan dapat menerapkan metode MRP (Material Requirement Planning) pada UKM Keripik Pisang Kenko dalam merencanakan persediaan bahan baku keripik dapat berjalan secara efektif dan efisien. Perencanaan kebutuhan material dengan menggunakan metode MRP dalam tulisan ini menggunakan teknik Lot Sizing yang digunakan adalah lot for lot, Economy Order Quantity, Part Period Balancing, Period Order Quantity, dan Wagner-Whitin serta menggunakan rumus peramalan Exponential Smoothing sebagai acuan untuk mengetahui besarnya kebutuhan bahan baku dimasa yang akan datang. Dalam menentukan produk di periode berikutnya hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peramalan kebutuhan bahan baku pembuatan keripik pisang pada satu periode (satu tahun) sebanyak 7.400 kg dengan menggunakan bahan baku pisang sebanyak 1.200 tandan, Gula 625 kg, Garam 24.5 kg, dan Minyak Goreng 710 liter.
None
2020 · Book · Open Access
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk ujaran bahasa anak usia 1 dan 2 tahun dilihat dari struktur fonologi (akibat pengaruh bunyi lingkungan dan akibat dari perkembangan sejarah). Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kata yang diujarkan oleh anak usia 1 dan 2 tahun di Taman Anak Sejahtera (TAS) Pelita Harapan. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat dengan menggunakan metode padan fonetik artikulatoris. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terdapat delapan puluh sembilan data yang diujarkan oleh tiga sumber data yaitu, NFI, HSC dan AAM. Pemerolehan bahasa berdasarkan struktur fonologi yang terbagi atas dua yaitu, akibat pengaruh bunyi lingkungan dan akibat dari perkembangan sejarah. Akibat pengaruh bunyi lingkungan terdiri dari sepuluh kata dengan perubahan fonem yang berbeda yaitu perubahan fonem konsonan /r/ menjadi /l/, perubahan fonem konsonan /r/ menjadi /y/, dan perubahan fonem konsonan /l/ menjadi /y/ serta akibat dari perkembangan sejarah terdiri dari lima puluh dua kata dengan penghilangan fonem yang berbeda yaitu, penghilangan fonem konsonan /s/, /p/, /e/, /j/, /b/, /r/, /t/, /k/, /u/, /l/, /a/, /m/, /o/, /g/, /n/, dan /h/. Serta dua puluh enam penambahan fonem yang terjadi yaitu, penambahan fonem /w/, /s/, /b/, /l/, /t/, /k/, /h/ dan /p/. Anak usia 1 tahun umumnya sudah mampu mengatakan satu kata yang mewakili arti dari kata atau kalimat yang diucapkan serta dapat meniru suara orang lain. Sementara itu anak usia 2 tahun di tahap ini anak sudah mampu mengucapkan dua kata dan mulai mengenal berbagai makna kata, mempunyai dorongan untuk berkata-kata secara tiba-tiba dan cenderung mampu membuat beberapa kata. Pemerolehan bahasa pada anak harus di perhatikan secara baik dari lingkungan formal maupun informalnya.
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan desain Nonequivalend Control Group Desaign yang dilaksanakan di kelas IX MTs DDI Tarakan. Sampel penelitian ini adalah kelas IX-B dengan jumlah 19 siswa sebagai kelas eksperimen 1 yang diberi perlakuan berupa model pembelajaran discovery learning dan kelas IX-C dengan jumlah 21 siswa sebagai kelas ekaperimen 2 yang diberi perlakuan berupa model pembelajaran probing prompting yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji Mann-Whitney dengan bantuan software SPSS versi 23.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukan nilai pretest kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 pada kategori yang sama yaitu kurang aktif sedangkan pada nilai posstest kelas eksperimen 1 lebih tinggi yaitu 53,3% dengan kategori aktif dan kelas eksperimen 2 sebesar 43,14 dengan kategori kurang aktif. Sedangkan berdasarkan hasil analisis inferensial pada data pretest dengan taraf signifikasi 0,05 diperoleh p=0,5 maka H0 diterima sehingga tidak terdapat perbedaan keaktifan kelas eksperimen 1 dan 2. Sedangkan pada data posttest diperoleh p=0,0025 maka H0 ditolak dimana model pembelajaran discovery learning lebih baik dibandingkan probing prompting terhadap keaktifan belajar siswa.
None
2020 · Book · Open Access
Nurul Hidayah, 2019, Makna Mitos Masyarakat Suku Tidung di Pulau Bunyu Kecamatan Bunyu Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara (Kajian Folklor), Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Rita Kumala Sari, M,Pd dan Pembimbing Anggota Siti Sulistyani,M.Pd. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna mitos dalam Suku Tidung di Pulau Bunyu melalui kajian folklor. metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Laporan penyajian data, di sajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata maupun kalimat. Sumber data penelitian ini adalah informan yang memiliki pengetahuan tentang mitos Suku Tidung. Data dalam penelitian ini adalah berupa penggalan kalimat dari hasil wawancara terhadap informan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, rekam, dan teknik catat. Penyajian hasil analisis data dengan analisis deskriptif. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan jenis dan makna mitos Suku Tidung dengan menggunakan kajian folklor. folklor adalah teori yang disampaikan secara lisan dan turun-temurun dari mulut ke mulut. Hasil penelitian pada penelitian ini mendapatkan 38 data mitos serta jenis dan makna mitos tersebut yang diperoleh pada informan atau masyarakat Suku Tidung di Pulau Bunyu di antara lain mitos larangan 10 data. mitos kebiasaan 13 data, mitos petanda terdapat 6 data. dan Mitos perempuan hamil 9 data. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa semua data dalam penelitian ini terdapat 38 mitos serta jenis dan maknanya. Makna yang terkandung didominasi oleh makna falsafah dalam kehidupan sehari-hari untuk mengatur kehidupan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitar, dan manusia dengan Tuhan karena hal tersebut saling berkaitan.
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengetahuan pribadi, prosedur kerja dan teknologi terhadap kinerja karyawan PT. Pertamina Tarakan dan Bunyu Field Hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya pengetahuan pribadi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, prosedur kerja tidak berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan dan teknologi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Slovin, dan didapatkan 173 orang responden dari jumlah populasi sebanyak 300 orang karyawan PT. Pertamina Tarakan dan Bunyu field. Untuk uji hipotesis digunakan model regresi linier berganda dan uji t. Metode analisis menggunakan alat analisis dengan bantuan program SPSS versi 22.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan pribadi berpengaruh positif dan signifikan, prosedur kerja tidak berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja karyawan dan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan
None
2020 · Book · Open Access
Tujuan dari perusahaan yaitu memperoleh laba. laba tidak muncul secara otomatis, melainkan membutuhkan perencanaan yang baik. Perencanaan adalah salah satu fungsi manajemen yang dapat mempengaruhi secara langsung terhadap keberhasilan suatu perusahaan, faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya laba diantaranya yaitu perubahan perubahan volume produksi, volume penjualan, harga jual, biaya tetap dan biaya variabel. Perusahaan yang tidak memiliki penggolongan biaya yang rinci dapat menimbulkan kehancuran bagi manajemen dalam pengambilan keputusan termasuk keputusan tentang tentang dampak perubahan biaya dan volume penjualan atau produksi terhadap laba perusahaan. Analisis break even point perlu dilakukan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan tentang bagaimana perusahaan dapat mengalami titik impas dan meningkatkan keuntungan.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui omset penjualan UMK Kerupuk Aneka Rasa, agar dapat mencapai BEP dan untuk mengetahui target omset penjualan yang harus dijual agar mencapai laba sesuai yang direncanakan sehingga perusahaan tidak memgalami rugi maupun untung atau dalam kondisi break event point (BEP), sedangkan metode yang digunakan dengan menggunakan metode least square untuk memisahkan biaya tetap dan biaya varibel dari biaya semi variabel,selanjutnya dilakukan perhitungan biaya tetap dan biaya varibel serta penentuan volume produksi dan penjualan dan selajutnya dilakukan perhitungan analisis BEP dan perhitungan perencanaan laba untuk masa yang akan datang. Dari hasil analisis Break Even Point (BEP) dapat diketahui bahwa pada tahun 2018 kerupuk aneka rasa melakukan penjualan diatas tingkat Break Even Point. Titik impas perusahaan tersebut dicapai sebesar Rp 326.778.601 atau sebesar 7.261 Kg dengan tingkat keamanan (MOS) senilai Rp. 111.521.399 atau dengan perhitungan persentase sebesar 25%. Karena nilai penjualan selama tahun 2018 adalah sebasar Rp.438.300.000 maka hal ini menunjukkan bahwa pemilik UMK kerupuk aneka rasa telah melakukan penjualan di atas titik impas serta memperoleh keuntungan. Dengan tingkat laba yang ditargetkan perusahaan pada tahun sebesar 10 % (Rp. 3.985.059) dari laba tahun 2018 (Rp. 39.850.591) maka nilai penjualan yang harus dicapai pada tahun 2019 adalah sebesar Rp. 449.430.111 atau menjual sebanyak 9.987 Kg kerupuk, dengan tingkat keamanan (MOS) sebesar Rp.122.651.510 dengan 26% persentase. Kata Kunci : Break Even Point, Kerupuk Aneka Rasa
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur komisif dalam debat capres dan cawapres 2019. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan September 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif merupakan data penelitian yang dikumpulkan tersaji menggunakan huruf, tidak menyajikan laporan data berupa angka. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat.Berdasarkan hasil penelitian berupa teori tindak tutur komisif yang terbagi menjadi empat bagian yang pertama tindak tutur komisif berjanji, yang kedua tindak tutur komisif mengancam, yang ketiga tindak tutur komisif penolakan, dan yang terakhir tindak tutur komisif ikrar. Tindak tutur komisif berjanji, janji yaitu menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu. Data berjanji yang ditemukan sebanyak lima puluh enam data yang masing-masing dituturkan oleh pasangan paslon. Tindak tutur komisif berupa mengancam, mengancam yaitu menyatakan maksud (niat, rencana) untuk melakukan sesuatu yang merugikan, menyulitkan, menyusahkan, atau mencelakakan pihak lain. Data mengancam yang ditemukan sebanyak tiga data yang dituturkan oleh paslon 02 (Prabowo Subianto). Tindak tutur komisif berupa penolakan, penolakan merupakan kalimat yang digunakan untuk menyampaikan ketidak setujuan atau penolakan terhadap sesuatu ide, gagasan, keputusan, atau pendapat orang lain. Data penolakan yang ditemukan sebanyak delapan data yang masing-masing dituturkan oleh pasangan paslon. Tindak tutur komisif berupa ikrar, ikrar merupakan janji yang sungguh-sungguh yang akan ia bacakan di depan pemimpinnya. Data ikrar tidak ada di temukan dalam penelitian ini.
FITRIANI
2020 · Book · Open Access
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh naskah butir soal ujian akhir semester genap mata pelajaran IPA kelas VII, VIII, dan IX di SMP Negeri 1 Nunukan Selatan Tahun Pembelajaran 2018/2019. Pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan wawancara. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara mengambil soal yang telah terdokumentasi. Data dianalisis sesuai dengan kata kerja operasional dimensi proses kognitif Taksonomi Anderson dan aspek kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sebaran dimensi proses kognitif Taksonomi Anderson pada soal belum merata, soal didominasi pada dimensi proses kognitif level C1, C2 dan C3. Persentase dimensi kognitif pada kelas VII yaitu C1 diperoleh 44%, C2 diperoleh 44% dan C3 diperoleh 12%. Kelas VIII yaitu C1 diperoleh 20%, C2 diperoleh 46,7%, C3 diperoleh 26,7%, dan C4 diperoleh 6,7%. Kelas IX yaitu C1 diperoleh 2,8%, C2 diperoleh 25,7%, C3 diperoleh 42,8%, dan C4 diperoleh 28,5%. (2) sebaran aspek kemampuan berpikir kritis pada soal juga belum merata, soal didominasi pada aspek 1 dan aspek 2. Persentase aspek kemampuan berpikir kritis pada kelas VII yaitu A1 diperoleh 44% dan A2 diperoleh 56%. Kelas VIII yaitu A1 diperoleh 46,7%, A2 diperoleh 43,3% dan A3 diperoleh 10%. Kelas IX yaitu A1 diperoleh 5,7%, A2 diperoleh 48,5%, A3 diperoleh 40% dan A5 diperoleh 5,7%.
DINI ANDINI POETRI
2020 · Book · Open Access
DINI ANDINI POETRI. 2015. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan siswa dalam mengenali dan mengontrol emosi diri, sehingga berdampak positif pada saat mengikuti pembelajaran. Kecerdasan emosional erat kaitannya dengan keterampilan metakognitif. Keterampilan metakognitif adalah kemampuan siswa untuk mengontrol proses belajarnya, mulai dari tahap perencanaan, memilih strategi yang tepat sesuai masalah yang dihadapi kemudian melihat kemajuan dalam belajar dan mengoreksi jika terjadi kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa dan menganalisis hubungan antara keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan metode deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah 920 siswa kelas VII seluruh SMP Negeri di Kabupaten Nunukan dan sampel penelitian adalah 242 siswa dengan penentuan sampel menggunakan rumus Nomogram Harry King. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan skor dari angket kecerdasan emosional, tes essai keterampilan metakognitif dan tes pilihan ganda hasil belajar siswa, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment, untuk mencari korelasi variabel kecerdasan emosional (X1) dengan variabel hasil belajar siswa (Y) dan variabel keterampilan metakognitif (X2) dengan variabel hasil belajar siswa (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki korelasi terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,122 yang berarti kecerdasan emosional tidak memiliki hubungan terhadap hasil belajar siswa serta keterampilan metakognitif memiliki korelasi terhadap hasil belajar siswa sebesar 0,029 yang berarti keterampilan metakognitif memiliki hubungan terhadap hasil belajar siswa. Sumbangan efektif kecerdasan emosional terhadap hasil belajar sebesar 0,9% dan sumbangan relatifnya 34% , serta sumbangan efektif keterampilan metakognitif terhadap hasil belajar sebesar 1,3% dan sumbangan relatifnya 48%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa, diantaranya faktor internal yang meliputi kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar serta kondisi fisik dan kesehatan serta faktor eksternal meliputi keluarga, sekolah dan masyarakat
SISKA
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menerapkan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berbantuan media audio visual pada siswa kelas VIII SMPN 3 Nunukan Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas(PTK) yang terdiri atas dua siklus. Pada tiap siklusterdiri atas dua kali pertemuan, dengan tahapan pada setiap siklus yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa, lembar penilaian (mengukur aspek sikap dan ketrampilan) serta Tes Hasil Belajar dan Lembar Kerja siswa (Mengukur aspek pengetahuan). Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berbantuan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas VIII SMPN 3 Nunukan Selatan. Secara klasikal nilai siswa dari siklusI ke siklusII terdapat peningkatan pada ketiga aspek yang diukur yaitu, aspek pengetahuan pada siklus I yaitu 50% dan siklus II mengalami peningkatan yaitu 79%. Pada aspek sikap persentase siswa yang memperoleh nilai dengan kategori minimal baik pada siklus I yaitu 64% dan siklus II mengalami peningkatan yaitu 96%. Sedangkan aspek keterampilan, persentase siswa yang memperoleh nilai dengan kategori minimal baik pada siklus I yaitu 61% dan siklus II mengalami peningkatan yaitu 86%. Nilai siswa secara klasikal yang diperoleh tersebut telah mencapai indikator ketuntasan yaitu 75%. Hasil pengamatan aktivitas guru mengajar siklus I 82 dengan kategori sangat baik, siklus II 86 dengan kategori sangat baik dan hasil aktivitas siswa siklus I 70% dengan kategori baik, siklus II 93% berkategori sangat baik.
YENI RAHMANIA
2020 · Book · Open Access
YENI RAHMANIA. 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment menggunakan pretest-posttest nonequivalent control group design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian yaitu kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol. Variabel yang diukur yaitu kemampuan berpikir kritis siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes berbentuk uraian dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata posttest kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen yaitu 50,08 sedangkan kelas control yaitu 48,54. Hasil uji Independent Sample t Test pada taraf signifikansi (α) 0,05 diperoleh nilai t hitung sebesar 0,521 sedangkan t tabel sebesar 2,003 yang berarti t hitung t tabel, sehingga H0 diterima. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan kemampuan berpikir kritis yang signifikan antara kelas eksperimen yang menggunakan model Problem Based learning dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran Direct Instruction sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh model Problem Based learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Beberapa hal yang dapat menjadi penyebab tidak adanya pengaruh perlakuan dalam penelitian ini, diantaranya: penerapan model Problem Based Learning masih tergolong pengalaman belajar yang baru bagi siswa, siswa kurang aktif selama berdiskusi, sumber informasi yang terbatas, siswa belum terbiasa mengerjakan soal berpikir kritis dan waktu perlakuan yang tergolong singkat.
MAHATHIR MUHAMMAD
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas Echinodermata berdasarkan indeks kelimpahan dan kemerataan Echinodermata di perairan Pulau Derawan menjadi potensi implementasi terhadap pembelajaran Biologi Kelas X SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi enam stasiun penelitian. Setiap stasiun terdiri dari empat transek dengan masing-masing panjang transek kurang lebih 110 meter dengan masing-masing ukuran plot 1x1 m2. Parameter yang diukur yaitu Kelimpahan dan Kemerataan Echinodermata. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu, pH, salinitas, Total Dissolve Solid (TDS) dan Dissolved oxsigen (DO). Hasil penelitian Echinodermata di perairan Pulau Derawan ditemukan delapan spesies di antaranya yaitu Archaster typicus, Linckia leavigata, Nardoa tuberculata, Diadema setosum, Echinothrix calamaris, Leganum leganum, Holothuria atra dan Synapta maculata. Indeks kelimpahan spesies dari Filum Echinodermata di perairan Pulau Derawan yang tergolong tinggi terdapat pada spesies Diadema setosum dengan nilai kelimpahan 60.33%. kelimpahan Echinodermata yang yang tergolong sedang terdapat pada spesies Archaster typicus sebesar 19.48% dan Leganum leganum sebesar 17.81%. Sedangkan kelimpahan yang tergolong rendah terdapat pada spesies Linckia leavigata sebesar 0.48%, Echinothrix calamaris sebesar 1.19%, Nardoa tuberculata, Holothuria atra dan Synapta maculata dengan nilai masing-masing sebesar 0.24%. Indeks kemerataan Echinodermata di perairan Pulau Derawan sebesar 0.505 yang berarti tergolong tidak stabil. Selanjutnya dilakukan analisis keterkaitan penelitian struktur komunitas Echinodermata dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian struktur komunitas Echinodermata dengan pembelajaran Biologi, terdapat pada materi animalia invertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 dan 4.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.
ALFINA RAMLI
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan persebaran Amfibi (Ordo Anura) di wilayah Kota Tarakan sebagai media dalam pembelajaran biologi dalam bentuk majalah. Penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Mengacu pada desain penelitian model Borg and Gall (1983). Lokasi penelitian di Hutan Kota Gunung Amal 2 dan Hutan Wana Wisata Persemaian, setiap stasiun terdiri dari tiga titik, metode pengumpulan data menggunakan metode Survey Perjumpaan Visual yang digunakan adalah VES. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Biologi FKIP Universitas Borneo Tarakan. Parameter yang diukur yaitu kelimpahan dan persebaran Amfibi (Ordo Anura). Adapun parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu, pH, Kelembaban, Total Dissolve Solid (TDS) dan Dissolved oxsigen (DO). Penelitian pada uji coba produk di lakukan di SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan dengan melibatkan 6-12 siswa sebagai sampel uji coba. Hasil dari penelitian, penulis menyimpulkan kelimpahan Amfibi (Ordo Anura) pada spesies Bufo melanocticus 1,46%, Bufo biporcatus 2,18%, Bufo asper 0,22%, Limnonectes leporinus 3,61%, Limnonectes paramacrodon 0,59% dengan kategori kelimpahan rendah. Persebaran Amfibi (Ordo Anura) sebesar 67% dalam kategori sedang pada kedua stasiun. Selanjutnya dilakukan pengembangan produk media berupa majalah mengenai Amfibi (Ordo Anura) yang sesuai dengan mata pelajaran biologi. Hasil penelitian berupa pengembangan majalah mendapatkan nilai validasi dari ahli materi dengan presentase 90% (sangat layak), ahli media dengan presentase 90% (sangat layak), dan ahli praktisi dengan presentase sebesar 85% (layak), serta uji respon siswa sebesar 86% (sangat layak). Sehingga majalah yang berjudul “Biodiversitas Ordo Anura di Ujung Utara Pulau Kalimantan” sangat layak untuk digunakan sebagai sumber belajar siswa.
RIBKA
2020 · Book · Open Access
RIBKA. 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman calon guru Biologi Universitas Borneo Tarakan tentang hakikat sains. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2015 dan 2016 Program Studi Pendidikan Biologi dengan jumlah 121. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan soal dan angket tentang pemahaman hakikat sains pada mahasiswa dan hasil yang diperoleh kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman hakikat Sains calon guru Biologi Universitas Borneo Tarakan memperoleh rata-rata 70 dengan kategori baik. Hakikat sains terdiri dari 7 aspek dengan nilai rata-rata yang diperoleh yaitu Basis Empiris ( Empiris Base) diperoleh 72, Sementara (Tentative) diperoleh 65, Teori dan Hukum (Theories and Law) diperoleh 70, Sosial dan budaya (Socio Cultural Embeddedness) diperoleh 65, Kreatifitas (Creativity) diperoleh 79, metode ilmiah(Scientific Method) diperoleh 71.
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan usaha kerupuk udang di Kecamatan Tarakan Utara. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha kerupuk udang yang ada di Kecamatan Tarakan Utara baik terdaftar di dinas yang terkait maupun tidak. Adapun populasi dalam penelitian ini berjumlah 6 unit home industry usaha kerupuk udang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh atau teknik sampel sensus dimana semua populasi dijadikan sampel dan data penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial. Berdasarkan hasil penelitian analisis pendapatan diketahui bahwa rata-rata keuntungan atau pendapatan bersih usaha kerupuk udang di Kecamatan Tarakan Utara adalah sebesar Rp.3,362,354 dalam satu bulan. Rata-rata per bungkus sebesar Rp.50,000 sebanyak 100 bungkus per bulan dengan rata-rata penjualan sebesar Rp.5,000,000. Sedangkan untuk perhitungan analisis kelayakan finansial dilihat dari Revenue Cost Ratio (R/C ratio) sebesar 3,05, Benefit Cost of Ratio (BCR) sebesar 2,05, Avarage Rate of Return (ARR) sebesar 62,84%. Berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa usaha kerupuk udang di Kecamatan Tarakan Utara layak untuk dikembangkan.
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGELUARAN IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN KARANG REJO Nursaida 14401020037 Ahmad Rizani, S.E.,M.Ec.Dev Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan, tingkat pendidikan, tanggungan keluarga terhadap pengeluaran ibu rumah tangga di Kelurahan Karang Rejo. Jenis penelitian ini adalah deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga di Kelurahan Karang rejo. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 90 sampel. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda. Secara parsial variabel pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran bu rumah tangga dengan melihat nilai t_(hitung )6,791 > t_tabel 1,987 dan nilai sig. t_hitung lebih kecil dari taraf signifikan 0.000 0,05, tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran ibu rumah tangga dengan melihat nilai t_hitung 1,153 t_(tabel ) 1,987 dan sig.〖 t〗_hitung lebih besar dari signifikan 0,252 > 0,05, dan variabel tanggungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran ibu rumah tangga dengan melihat nilai t_(hitung )2,063 > t_(tabel ) 1,987 dan sig. t_hitung lebih kecil dari taraf signifikan 0,042 0,05. Secara simultan variabel pendapatan, tingkat pendidikan, tanggungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran ibu rumah tangga dengan melihat nilai prob.F_(hitung )lebih kecil dari taraf signifikan 0,000 0,05. Kata kunci: Pendapatan, Tingkat Pendidikan, Tanggungan Keluarga, Pengeluaran Ibu Rumah Tangga, Regresi Linear Berganda.
None
2020 · Book · Open Access
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh produk domestik regional bruto dan inflasi terhadap pendapatan asli daerah di Kota Tarakan periode 2009-2019. Penelitian berlokasi di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Data yang dipakai adalah data sekunder, yang diperoleh melalui website dinas pengelola keuangan dan aset daerah di Kota Tarakan, serta Kantor Badan Pusat Statistik Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dibantu dengan software eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial bahwa t-hitung produk domestik regional bruto -0,799 lebih kecil dari nilai t-tabel sebesar 1,895 dan nilai prob. t-hitung 0,450 lebih besar dari nilai signifikan 0,05 yang artinya produk domestik regional bruto tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah dan t-hitung inflasi sebesar 0,956 lebih kecil dari nilai t–tabel 1,895 dan nilai prob. t-hitung 0,370 lebih besar dari nilai signifikan 0,05 artinya inflasi tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Secara simultan bahwa nilai F-hitung 1,339 lebih kecil dari nilai f-tabel 4,74 dan nilai prob. F-hitung 0,321 lebih besar dari nilai signifikan 0,05 sehingga seluruh variabel bebas produk domestik regional bruto dan inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kota Tarakan.
ABDURAHMAN
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK Ikan nila (Oreochromis niloticus) salah satu komoditas perikanan yang digemari masyarakat karena rasa dagingnya enak dan tebal seperti ikan kakap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri EM4 pada media akuaponik kangkung terhadap laju pertumbuhan ikan nila (O. niloticus). Penelitian terdiri dari tiga perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan kontrol, akuaponik tanpa EM4 dan akuaponik dengan menggunakan EM4 (0.04 mg/L). Hasil yang diperoleh menunjukkan kelangsungan hidup berkisar (80-73,33 %) untuk semua perlakuan. Nilai pertumbuhan berat mutlak pada perlakuan kontrol, sebesar 2,48 g, perlakuan akuaponik tanpa EM4 sebesar 4,01 g, dan perlakuan akuaponik penggunaan EM4 sebesar 1,25 g. Pertumbuhan panjang mutlak pada perlakuan kontrol sebesar 0,94 cm, perlakuan akuaponik tanpa EM4, sebesar 0,86 cm dan perlakuan akuaponik penggunaan EM4 sebesar 0,74 cm. Data parameter kualitas air selama penelitian menunjukkan suhu berkisar antara 26-31°C, oksigen terlarut (DO) berkisar antara 5.626.23 ppm, pH berkisar 6.7-7.9, kadar amoniak berkisar 1,09-1,58 mg/L, nitrit berkisar antara 1.83-2.17 mg/L, dan nitrat berkisar antara 0.81-1.37 mg/L. Kesimpulan menunjukkan bahwa laju pertumbuhan tertinggi diperoleh pada perlakuan akuaponik tanpa pemberian EM4, yaitu sebesar 4,01 g.