Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 339 dari 342

ANALISIS KOHESI GRAMATIKAL DALAM KOLOM POLITIK PADA SURAT KABAR HARIAN KOMPAS DAN RADAR KALTARA (KAJIAN WACANA)

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kohesi gramatikal wacana berita politik pada surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara edisi Oktober 2019. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah berita politik yang ada dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara, dari wacana berita politik dengan mengambil satu judul wacana per harinya untuk dijadikan sampel. Objek penelitian ini adalah analisis penggunaan kohesi gramatikal pada wacana yang terdapat pada kolom politik. Data yang diperoleh dengan metode simak, yang dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan data wacana kohesi gramatikal dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara pada kolom politik edisi 7-11 Oktober 2019. Dalam sebuah wacana hubungan kohesinya sering ditandai dengan adanya penanda khusus yang bersifat lingual-formal. Referensi persona sebagai kata ganti orang pertama, kedua dan ketiga yang bersifat tunggal atau jamak. Penggunaan referensi demostratif ditandai dengan temporal (waktu) dan lokasional (tempat). Referensi komperatif sebagai pembeda atau membandingakan pengacuan tidak langsung. Substitusi nomina, verba, frasa dan klausa berupa penggantian pengunaan satuan lingual dengan satuan lingual lain dalam wacana untuk memperoleh unsur pembeda sesuai dengan kaidah kebahasaan yang berlaku. Elipsis sebagai pelesapan dalam sebuah frasa yang terdiri dari dua kata. Terakhir pada konjungsi atau katahubung yang lebih dilihat sebagaimana penggunaan intra kalimat dan antarkalimat. Aspek gramatikal yang ditemukan dalam surat kabar harian Kompas dan Radar Kaltara edisi 07-11 Oktober 2019 pada kolom politik terjalin dengan kohesif sehingga memiliki makna yang utuh dan padu.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEER TUTORING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA KELAS XI MIA SMA MUHAMMADIYAH TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimential design dengan desain posttest only control design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Pembelajaran Kooperatif Tipe jigsaw Dengan Menggunakan Metode Peer Tutoring dan variabel terikat adalah pemahaman konsep matematika siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA di SMA Muhammadiyah Tarakan. Penarikan sampel yang digunakan menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas XI MIA-3 dengan jumlah siswa sebanyak 33 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIA-2 dengan jumlah siswa sebanyak 34 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial untuk analisis data awal dan analisis data akhir menggunkan uji statistik independent samples t-test dengan bantuan software SPSS 23.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai posttest di kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai posttest di kelas kontrol yaitu di kelas eksperimen sebesar 65,81 sedangkan di kelas kontrol sebesar 47,49. Sedangkan berdasarkan hasil analisis uji independent sample t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa model Pembelajaran Kooperatif Tipe jigsaw Dengan Menggunakan Metode Peer Tutoring berpengaruh terhadap pemahaman konsep matematika siswa Kelas XI MIA SMA Muhammadiyah Tarakan.

PENGARUH MODEL CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DALAM KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 10 TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh model CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) dalam kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini di laksanakan pada bulan juli 2019 di SMP Negeri 10 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain Pretest-Posttest control group design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan sejumlah 115 siswa. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling yang terbagi dalam dua kelas yaitu kelas VII-1 sebagai kelas kontrol dan VII-2 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 46 siswa. Data analisis dengan menggunakan uji statistik independent sample t-test dengan bantuan sofware SPSS versi 16.0 for windows.Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis statistik inferensial menggunakan uji independent sample t-test diperoleh thitung 2,120 pada taraf signifikan a = 0,05 dan dk = 44 diperoleh nilai ttabel 1,680 berarti thitung > ttabel (2,120 > 1,680) artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model CIRC (Cooperative Integrated Reading and Compotision) berpengaruh terhadap pembelajaran kemampuan membacapemahaman pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan.

PENGEMBANGAN GAME EDUTAINMENT KINGDOM OF MATHEMATICS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX SMP NEGERI 5 TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan di SMP Negeri 5 Tarakan pada kelas IX. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan dan mengembangkan produk berupa Game Edutainment Kingdom Of Mathematics sebagai media pembelajaran matematika yang berkualitas untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas IX SMP Negeri 5 Tarakan. Model pengembangan yang digunakan adalah model penemuan Thiagarajan yaitu Four-D yang terdiri atas 4 tahap yang meliputi tahap define, design, development dan disseminate. Pada tahap pengembangan dilakukan validasi produk yang terdiri dari validasi ahli isi atau materi, ahli media serta ahli bahasa. Kemudian dilanjutkan uji coba produk yang dilakukan sebanyak 2 tahapan yaitu uji coba terbatas dilakukan terhadap 4 orang siswa dan uji lapangan utama dilakukan terhadap 30 orang siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa game Kingdom Of Mathematics yang dikembangkan berdasarkan hasil validasi dari ketiga validator memperoleh persentase kevalidan media sebesar 76,83% (valid). Selanjutnya hasil analisis dari uji lapangan utama memperoleh persentase kepraktisan sebesar 85,31% (sangat praktis). Adapun, hasil analisis keefektifan media dari uji lapangan utama memperoleh persentase 78,57% (efektif). Jadi, media pembelajaran berupa Game Edutainment Kingdom Of Mathematics yang dikembangkan oleh peneliti dapat dikatakan berkualitas untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 5 Tarakan karena telah memenuhi kriteria kualitas yaitu kevalidan, kepraktisan serta keefektifan.

PENGGUNAAN WACANA PERSUASI DALAM IKLAN ONLINE DI FORUM JUAL BELI KOTA TARAKAN MELALUI MEDIA FACEBOOK (KAJIAN ANALISIS WACANA)

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wacana persuasi yang terdapat dalam iklan online di forum jual beli Kota Tarakan melalui media Facebook. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari wacana tulis yang terdapat dalam iklan online di forum jual beli Kota Tarakan melalui media Facebook edisi Juli 2019, mulai tanggal 1 sampai 31 Juli. Data penelitian adalah wacana persuasi dalam iklan online di forum jual beli Kota Tarakan melalui media Facebook edisi Juli 2019 berdasarkan analisis wacana. Data pada penelitian ini diperoleh dengan teknik baca, simak dan catat, artinya peneliti membaca teks secara keseluruhan dan memahaminya serta pencatatan dengan cermat dan teliti. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan wacana persuasi sangat erat kaitannya dengan iklan, penggunaan wacana persuasi pada iklan dapat menarik konsumen/pelanggan untuk menggunakan/membeli barang yang ditawarkan. Kemampuan menggunakan wacana persuasi akan menguntungkan bagi para pelaku bisnis khususnya bisnis di forum-forum jual beli online.Jumlah keseluruhan data yang terkumpul pada penelitian ini yaitu sebanyak 99 data yang diperoleh selama 1 bulan penelitian pada bulan Juli 2019. Data penelitian tersebut terdiri atas wacana persuasi pada iklan jasa sebanyak 7 data, wacana persuasi pada iklan barang sebanyak 51 data, wacana persuasi pada iklan makanan sebanyak 23 data, wacana persuasi pada iklan kosmetik sebanyak 10 data dan wacana persuasi pada iklan properti sebanyak 8 data.

PERILAKU AFIKS DALAM BAHASA INDONESIA (KAJIAN MORFOLOGI)

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku afiks-afiks dalam bahasa Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2019 di SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan metode simak yang diantaranya ada teknik simak bebas cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rekam, simak, dan catat. Data yang terkumpul sebanyak 45 data. Data tersebut dianalisis menggunakan teori afiksasi membentuk verba. Berdasarkan hasil penelitian ini berupa perilaku afiks dalam bahasa Indonesia, diantaranya mencakup 15 jenis afiks, yaitu prefiks meN-, prefiks ber-, prefiks ter-, prefiks di-, sufiks –kan, sufiks –an, konfiks meN-kan, konfiks di-kan, konfiks meN-i, konfiks di-i, konfiks ber-kan, konfiks ber-an, konfiks ke-an, konfiks memper-i dan konfiks memper-kan. Dalam proses morfologis mengalami penggabungan morfem seperti {meN-} jika melekat pada kata dasar beli berubah bentuk menjadi {membeli} dan morfem {meN-} jika bertemu dengan fonem /b/ akan berubah menjadi morfem {mem-}. Penelitian ini juga menemukan rumus perilaku afiks, jika morfem {meN-} dan {ber-} dilekatkan dengan kata dasar lari akan berubah bentuk *melari dan berlari. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika sudah diwakilkan dengan morfem {ber-} maka morfem {meN-} tidak berterima dalam bahasa Indonesia begitu sebaliknya dan juga tidak semua afiks bisa melekat pada kata dasar untuk membentuk kata kerja.

MAKNA RITUAL ADAT PERNIKAHAN SUKU BULUNGAN DI TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMANTIK)

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dari ritual adat pernikahan suku Bulungan di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menggunakan kajian semantik. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan juli 2019 di Tanjung Palas Hulu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Peneilitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah ritual pernikahan suku Bulungan, sumber data pada penelitian ini bersumber dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam teknik analisis data, yang meliputi (1) Mengumpulkan sejumlah data yang berkaitan dengan ritual adat pernikahan suku Bulungan. (2) Data yang telah teridentifikasi akan diartikan dalam bahasa umum atau bahasa Indonesia (3) Data-data yang telah diartikan dalam bahasa Indonesia kemudian di diklasifikasikan berdasarkan makna denotatif dan konotatif kemudian di interpretasikan dengan cara mengungkap makna yang terkandung dalam rangkaian ritual adat pernikahan suku Bulungan.Hasil dari penelitian ini menunjukan ritual adat pernikahan suku Bulungan syarat akan makna, dimulai dari alat dan bahan yang digunakan hingga pakaian dan aksesoris yang digunakan pada saat ritual adat pernikahan suku Bulungan. Berdasarkan hasil penelitian ritual adat pernikahan suku Bulungan dimulai dari prosesi awal hingga prosesi akhir mengandung makna denotatif yang berarti makna ritual adat suku Bulungan mengandung makna sebenarnya pada setiap prosesinya. Ritual adat pernikahan suku Bulungan juga mengandung makna konotatif yaitu makna kiasan atau makna lain yang terdapat pada ritual adat suku Bulungan.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 12 TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 12 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya 1) Pengaruh model pembelajaran (Reciprocal Teaching dan Konvensional) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. 2) Pengaruh kemampuan awal matematika siswa kategori rendah, sedang dan tinggi terhadap pemampuan pemahaman konsep matematika. 3) Pengaruh interaksi antara model pembelajaran (Reciprocal Teaching dan Konvensional) dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Tarakan. Penelitian ini dilaksakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SMP Negeri 12 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain factorial 2 × 3. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Tarakan. Pengaambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Sampel penelitian ini adalah kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dan tes kemampuan awal matematika siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dan inferensial. Teknik deskriptif meliputi rata-rata hitung dan simpangan baku. Teknik inferensial menggunakan analisis varians dua jalur. Berdasarkan hasil analasis dengan taraf signifikan 5% dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran (Reciprocal Teaching dan Konvensional) berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dengan p-value 0,002. Kemampuan awal matematika siswa dengan kategori rendah, sedang dan tinggi berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dengan p-value 0,000, dan tidak ada pengaruh interaksi model pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Tarakan dengan nilai p-value 0,610.

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA TIPE HOTS PADA MATERI TRIGONOMETRI BERDASARKAN TAKSONOMI SOLO KELAS XI KEPERAWATAN SMK KESEHATAN KALTARA TARAKAN.

None
2020 · Book · Open Access

Identifikasi Kemampuan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Tipe HOTS Pada Materi Trigonometri Berdasarkan Taksonomi SOLO Kelas XI Keperawatan Smk Kesehatan Kaltara Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika tipe HOTS pada materi trigonometri berdasarkan taksonomi SOLO kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI Keperawatan semester ganjil tahun ajaran. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Sampel dalam penelitian berjumlah 40 siswa yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh 2019/2020 di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian matematika dengan tipe soal HOTS dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan siswa cendrung pada level multistructural. Persentase level multistructural sebesar 41% atau sebanyak 16 orang siswa. pada level ini siswa sudah mampu mengaplikasikan informasi yang didapatkan baik kedalam rumus maupun gambar tetapi siswa belum dapat menyelesaikan soal dengan baik.

LOCUS OF CONTROL MATEMATIKA SISWA KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan menemukan dan mendeskripsikan cara siswa Kelas XI SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan melatih Locus Of Control dalam belajar matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI sebanyak lima orang yang berinisial A, B, C, D dan E dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi data yang di peroleh dalam catatan lapangan kemudian dianalisis dengan alur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun temuan penelitian ini sedikitnya ada tiga siswa dari dua kelas XI SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan sudah memiliki Locus Of Control Internal dan Locus Of Control eksternal yang baik. Ketiga subjek tersebut memliki karakteristik, Subjek A merupakan anak laki-laki yang pendiam, Subjek B merupakan anak laki-laki yang lincah dan pandai bersosialisasi dan Subjek C merupakan anak perempuan yang pendiam. Temuan dari penelitian ini, yaitu ketiga siswa tersebut melatih Locus Of Control internal dan Locus Of Control eksternal dalam belajar matematika dengan cara: 1) Aspek kemampuan: mengerjakan tugas dan ujian dengan mandiri, bekerja keras dalam belajar, memiliki kemauan dan ketekunan dalam belajar matematika; 2) Aspek minat: tidak mudah terpengaruh orang lain, memiliki semangat dan kepercayaan diri; 3) Aspek usaha: tidak mudah menyerah saat gagal, selalu bertanya ketika tidak tahu dan banyak latihan soal; 4) Aspek nasib: tidak menyalahkan orang lain saat gagal, tidak mudah khawatir; 5) Aspek keberuntungan: berusaha dengan sendiri.; 6) Aspek sosial ekonomi: berbagi pengetahuan matematika dengan tutor sebaya; dan 7) Aspek pengaruh orang lain: tidak bergantung dan berharap pada orang lain.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DITINJAU DARI KEAKTIFAN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya 1) Pengaruh Model Pembelajaran (TTW dan Konvensional) terhadap hasil belajar matematika siswa terhadap hasil belajar matematika siswa. 2) Pengaruh keaktifan siswa kategori sedang dan kategori tinggi. 3) Pengaruh interaksi antara model pembelajaran (TTW dan konvensional) dengan keaktifan siswa terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SMP Negeri 3 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2×2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling. Sampel penelitian ini adalah kelas VIII-2 sebagai kelas eksperimen dan VIII-4 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar matematika siswa dan lembar observasi keaktifan siswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan iferensial. Teknik deskriptif meliputi rata-rata hitung dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan analisis variansi dua jalur. Berdasarkan hasil analisis dengan taraf signifikan 5% dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran (TTW dan konvensional) berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa dengan p-value 0,003. Keaktifan siswa kategori sedang dan kategori tinggi tidak berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa dengan nilai p-value 0,500, dan tidak ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan keaktifan siswa terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan dengan nilai p-value 0,305.

PENERAPANN MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE BERBANTUAN MEDIA KARTU KATA BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SDN 051 TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa dengan menerapkan model pembelajaran scramble berbantuan media kartu kata bergambar. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada semester ganjil TA 2019/2020. Dengan subjek penelitian yang terdiri dari 22 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran scramble berbantuan media kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I di SDN 051 Tarakan. Siklus I sebanyak 36% dari jumlah keseluruhan siswa masuk dalam level pembaca mandiri, 23% dari jumlah keseluruhan siswa masuk dalam level membaca berkembang dan 41% dari jumlah keseluruhan siswa masuk dalam level membaca perlu bimbingan, siklus II mengalami peningkatan menjadi 77% dari jumlah keseluruhan siswa masuk dalam level mandiri dan 23% dari jumlah keseluruhan siswa masuk dalam level pembaca perlu bimbingan. Siklus I ketuntasan penilaian aspek afektif afektif sebesar 50% mengalami peningkatan pada siklus II manjadi 72%. Siklus I ketuntasan penilaian aspek psikomotorik siswa sebesar 59% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 78%. Hasil penilaian tes kemampuan membaca permulaan siswa, penilaian aspek afektif dan aspek psikomotorik siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga peneliti menghentikan siklus dalam penelitian ini.

ANALISIS PENGGUNAAN KELAS KATA VERBA DAN NOMINA PADA TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI SISWA KELAS VII-1 DI SMP NEGERI 1 BUNYU (KAJIAN MORFOLOGI)

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk lebih memahami dan mendeskripsikan bagaimana bentuk kata verba dan kata nomina yang mengalami proses morfologis seperti afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data baca dan catat. Penelitian kualitatif deskriptif ini berisi kata – kata dan kalimat untuk mendeskripsikan sesuatu secara jelas. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa dan kalimat sedangkan sumber data dalam penelitian adalah hasil kerja siswa melalui teks laporan hasil observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kelas kata verba lebih dominan digunakan, yaitu sebanyak 72 kata verba dan pada kelas kata nomina sebanyak 39 kata nomina. Kata verba adalah kelas kata yang menggambarkan semua tindakan atau tingkah laku yang dikerjakan oleh seseorang. kata verba yang mengikat afiksasi adalah kata verba yang terdapat morfem terikat prefiks dan sufiks baik di awal kata dasar maupun di akhir kata dasar tersebut. Kata verba turunan yang digunakan seperti ditemukan, menyendiri, menurunkan dan sebagainya. Kelas kata nomina adalah kelas kata yang menggambarkan suatu benda seperti makhluk hidup maupun benda mati. Nomina turunan yang terdapat di teks LHO adalah nomina turunan mengikat afiksasi, seperti Pemangsa, Pegunungan, Penglihatan dan sebagainya. Terdapat juga kata nomina yang mengalami reduplikasi atau pengulangan, seperti kata nomina ibu – ibu dan nomina yang mengalami pemajemukan juga terdapat dalam teks LHO ini seperti kata nomina kerang mutiara.

PENERAPAN PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) BERBANTUAN MEDIA MANIPULATIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II AL-FAJR SD MUHAMMADIYAH 2 TARAKAN.

None
2020 · Book · Open Access

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bagaimana penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media manipulatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas II Al-Fajr di SD Muhammadiyah 2 Tarakan. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan desain atau tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri 26 siswa. Pengumpulan data menggunakan Tes Hasil Belajar (THB), lembar penilaian afektif dan psikomotorik, serta lembar observasi aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa kelas II Al-Fajr di SD Muhammadiyah 2 Tarakan melalui penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) berbantuan media manipulatif. Pada siklus I diperoleh hasil belajar aspek kognitif sebesar 58%, pada aspek afektif sebesar 38%, dan pada aspek psikomotorik sebesar 81%. Sedangkan siklus II mengalami peningkatan dengan perolehan hasil belajar aspek kognitif sebesar 85%, pada aspek afektif sebesar 84%, dan pada aspek psikomotorik sebesar 92%. Meningkatnya hasil belajar karena siswa mampu memahami unsur- unsur bangun datar sederhana, adanya perubahan sikap dalam bekerja sama pada diskusi kelompok, percaya diri dalam menyampaikan jawaban, dan lebih meningkatkan keterampilan siswa terutama dalam mendemontrasikan media manipulatif. Secara keseluruhan hasil belajar siswa telah mencapai indikator keberhasilan yaitu 80%, sehingga penelitian ini dapat dikatakan berhasil.

PERBANDINGAN METODE SAS (STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR DAN METODE GLOBAL BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN KELAS II SDN 045 TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca permulaan siswa dengan penerapan metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) Berbantuan Media Gambar dan Metode Global Berbantuan Media Gambar. Jenis penelitian ialah penelitian semu yang dilakukan pada bulan Agustus 2019. Dengan populasi siswa kelas II SDN 045 Tarakan. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas IIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIB sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil kemampuan membaca permulaan dengan menerapkan SAS (Struktural Analitik Sintetik) Berbantuan Media Gambar dan Metode Global Berbantuan Media Gambar. Hasil uji Independent sampel T-test pada kemampuan membaca permulaan siswa diperoleh thitung = 0,193 Pada taraf signifikasi 0,05 dan df = 56, diperoleh ttabel = 2,00, maka diperoleh thitung ≤ ttabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan siswa dengan menerapkan metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) Berbantuan Media Gambar dan Metode Global Berbantuan Media Gambar kelas II SDN 045 Tarakan.

PENERAPAN STRATEGI PEMODELAN BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN PADA SISWA KELAS II DI SDN 020 TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan dengan menerapkan strategi pemodelan berbantuan media gambar. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada semester ganjil TA 2019/2020. Dengan subjek penelitian yang terdiri dari 27 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemodelan berbantuan media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis permulaan pada siswa kelas II di SDN 020 Tarakan. Pada siklus I hasil tes kemampuan menulis permulaan diperoleh data sebesar 63% siswa yang tuntas, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 41% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 44% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan, hasil tes kemampuan menulis permulaan diperoleh data sebesar 81% siswa yang tuntas, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 85% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 78% siswa yang tuntas. Hasil penilaian tes kemampuan menulis permulaan siswa telah mencapai indikator keberhasilan sehingga peneliti menghentikan siklus dalam penelitian ini.

PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN GUIDED INQUIRY APPROACH DAN MODIFIED FREE INQUIRY APPROACH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIA MAN TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui keefektifan guided inquiry approach dan modified free inquiry approach terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan manakah yang lebih efektif diantara pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada siswa kelas XI MIA MAN Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian two group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA 1, XI MIA 3, XI MIA 4 MAN Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen 2. Pengumpulan data digunakan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata hitung dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan uji one sample t-test dan uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji one sample t-test diperoleh nilai sig 0,0420,05≥0,000, maka H_02 diterima yang berarti model pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, dan hasil analisis uji independent sample t-test diperoleh nilai sig 0,032 0,05 , maka H_0 ditolak yang berarti model pembelajaran guided inquiry approach lebih baik dibandingkan model pembelajaran modified free inquiry approach terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI MIA MAN Tarakan.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi esperimental dengan desain posttest only control design. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran Reciprocal Teaching dan variabel terikat adalah kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Sampel penelitian ini adalah kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen dan VIII-6 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa (posttest). Data dianalisis menggunakan analisis statistik dengan bantuan software SPSS 23.0 for windows. Hasil analisis statistika deskriptif menunjukkan bahwa skor rata-rata pencapaian kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas eksperimen adalah 81,1576 dan pada kelas kontrol adalah 61,4874. Hasil analisis statistika inferensial untuk kemampuan pemahaman konsep matematika siswa menggunakan uji independent sample t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0 sehingga H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Reciprocal Teaching berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan

PENGGUNAAN KOHESI GRAMATIKAL KONJUNGSI DALAM WACANA KORAN HARIAN RADAR TARAKAN (KAJIAN WACANA)

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kohesi gramatikal konjungsi yang terdapat dalam wacana koran harian Radar Tarakan pada kolom politik edisi Mei 2019. Jenis penelitian ini bersifat penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kalimat dan penggalan paragraf yang di dalamnya menggambarkan bentuk kohesi gramatikal (konjungsi) yang terdapat dalam wacana koran harian Radar Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini yaitu koran harian yang diterbitkan oleh Radar Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan analisis wacana. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, terdapat penggunaan kohesi gramatikal konjungsi dalam wacana koran harian Radar Tarakan pada kolom politik edisi Mei 2019. Konjungsi yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu konjungsi koordinatif sebanyak 39 data dengan penanda (atau, dan, melainkan dan tetapi). Konjungsi subordinatif sebanyak 84 data dengan penanda (agar, bahwa, begitu, biar, daripada, dengan, hingga, jika, kalau, karena, ketika, sebab, sebagai, sehingga, sementara, seperti, setelah dan yang). Konjungsi korelatif sebanyak 1 data dengan penanda (baik maupun). Konjungsi antarkalimat sebanyak 9 data dengan penanda (bahkan, oleh karena itu, kemudian, meski demikian dan namun). Konjungsi antarparagraf sebanyak 1 data dengan penanda (mengenai). Kemudian, konjungsi gabungan yang diperoleh sebanyak 103 data. Penggunaan kohesi gramatikal konjungsi masih kurang diperhatikan. Hal tersebut dibuktikan dengan pemerolehan data penggunaan konjungsi subordinatif yang lebih dominan dibandingkan dengan penggunaan konjungsi lainnya. Penanda konjungsi subordinatif yang paling banyak digunakan yaitu konjungsi yang sebagai penanda hubungan atributif sebanyak 98 data, sedangkan penggunaan konjungsi yang paling sedikit digunakan yaitu konjungsi korelatif karena hanya ditemukan 1 data.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS X DI SMK NEGERI 1 TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas X di SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian eksp erimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X di SMK Negeri 1 Tarakan. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X tata boga 1 dengan jumlah siswa 35 orang sebagai kelas kontrol dan kelas X bisnis daring dan pemasaran 1 dengan jumlah siswa 36 orang sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes berupa unjuk kerja kepada siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Berdasarkan hasil analisis dengan taraf signifikan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa kelas X di SMK Negeri 1 Tarakan dengan nilai yang diperoleh thitung 5,010 pada taraf signifikan ≥ 0,05 dengan df= 69 diperoleh nilai ttabel 1,66724 berarti thitung ≥ ttabel, yaitu 5,010 ≥ 1,66724 artinya ada pengaruh yang signifikan. Model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa. Hal tersebut dikatakan berpengaruh terhadap siswa karena pada kelas eksperimen siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran terlebih ketika mengungkapkan pendapatnya dan lebih terarah pada hal berbicara. Pada kelas kontrol siswa masih kurang aktif dalam proses pembelajaran terlebih ketika berbicara untuk mengungkapkan pendapatnya. Oleh karena itu, model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa.