None
2020 · Book · Open Access
Suci Dwiyani, 2020. Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Materi Bangun Datar Berdasarkan Gender pada Siswa Kelas V SDN 001 Tarakan. Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. (Dibimbing oleh A. Wilda Indra Nanna dan Dedi Kusnadi).
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 001 Tarakan pada Semester Genap tahun ajaran 2019/ 2020. Penelitian ini berfokus pada tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa berdasarkan gender pada siswa kelas V. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu siswa kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes pemecahan masalah matematika, observasi, wawancara dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tampak perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara laki-laki dan perempuan dengan kemampuan matematis tinggi, sedang dan rendah. Perbedaan dalam pemecahan masalah terlihat dari proses yang dilakukan oleh masing-masing informan laki-laki dan perempuan baik kemampuan tinggi, sedang dan rendah dalam memahami masalah, membuat rencana, melakukan rencana dan melihat kembali. Tahapan memahami masalah dapat dilakukan oleh informan laki-laki kemampuan tinggi dan informan perempuan kemampuan sedang. Tahapan membuat rencana dapat dilakukan oleh informan laki-laki dan perempuan kemampuan tinggi dan informan perempuan kemampuan sedang. Tahapan melakukan rencana dapat dilakukan oleh semua informan kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Tahapan melihat kembali dapat dilakukan oleh informan laki-laki dan perempuan kemampuan tinggi, informan perempuan kemampuan sedang dan informan perempuan kemampuan rendah.
Adapun terdapat 1 informan yang termasuk dalam kategori pemecah masalah baik yaitu informan laki-laki dengan kemampuan tinggi, 2 informan perempuan yang terdiri dari satu informan kemampuan tinggi dan satu informan kemampuan sedang tergolong pemecah masalah rutin dan 3 informan tergolong pemecah masalah kurang berpengalaman yang terdiri dari satu informan laki-laki kemampuan sedang dan dua informan laki-laki dan perempuan kemampuan rendah.
None
2020 · Book · Open Access
JUMEITI TIKU NINGSIH. 2020. Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) Berbantuan Media Mind Mapping Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SD Citra Bangsa Tarakan. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Kadek Dewi Wahyuni Andari, M.Pd dan Agustinus Toding Bua, S.Pd., M.Sc )
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) berbantuan media Mind Mapping terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SD Citra Bangsa Tarakan. Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif jenis eksperimen semu.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari-Februari 2020. Dengan populasi siswa kelas IV SD Citra Bangsa Tarakan dan sampel yang terdiri dari satu kelas yaitu kelas IV A yang diberikan perlakuan. Teknik dalam pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Data hasil penelitian diolah dengan bantuan Software SPSS V.21 for windows.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams-Achievement Divisions (STAD) berbantuan media Mind Mapping terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil korelasi diperoleh bahwa pengaruh model pembelajaran sangat kuat dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,888 dan koefisien determinasi sebesar 0,789 atau 78,9% dan pengajuan hipotesis diperoleh thitung sebesar 8,638 pada taraf signifikan α = 0,05 dengan df= 20 diperoleh ttabel sebesar 2,085 berarti thitung > ttabel.
None
2020 · Book · Open Access
SARITA CYNTIA ALJENA. 2020. Pengaruh Pemberian Reward Terhadap
Motivasi Belajar Siswa Kelas V SDN 033 Tarakan (dibimbing oleh Kadek Dewi
Wahyuni Andari dan Kartini)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian reward
terhadap motivasi belajar siswa kelas V SDN 033 Tarakan. Penelitian ini
dilaksanakan pada tanggal 27 Januari s.d 24 Februari 2020 di SDN 033 Tarakan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 033 Tarakan.
Sampel penelitian ini berjumlah 108 siswa yang diambil dengan Teknik sampling
jenuh pengambilan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.
Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket, wawancara
tidak terstruktur, dokumentasi dan teknik analisis data yang digunakan adalah
analisis regresi linier sederhana dengan bantuan program Software SPSS 21.0 for
windows.
Hasil analisis data penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan
antara pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa kelas V SDN 033 Tarakan
dengan persamaan regresi Y = 27,429 + 0,704X. dimana signifikansi hubungan
ditunjukkan oleh fhitung 48,362 > ftabel 3,93. Sedangkan melalui uji t diperoleh nilai
thitung 6,954 > ttabel 1,982. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara
pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa kelas V SDN 033 Tarakan.
Dari hasil uji hipotesis diperoleh rhitung 0,560 > rtabel 0,187, menunjukkan
bahwa besarnya pengaruh pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa
adalah sebesar 31,3 % sedangkan sisanya 68,7 % dipengaruhi oleh variabel lain.
None
2020 · Book · Open Access
Nasrudin. 2020. Pengembangan Media Pembelajaran Permainan Truth and Dare pada Tema 5 Subtema1 Komponen Ekosistem Kelas V SDS Muhammadiyah 3 Al-Hilal Tarakan. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. (Dibimbing oleh Kartini dan Dedi Kusnadi).
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran permainan truth and dare dan mengetahui kelayakan dan tingkat ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan pada pembelajaran tematik tema 5 subtema 1 komponen ekosistem kelas V SDS Muhammadiyah 3 Al-Hilal Tarakan. Model pengembangan yang digunakan mengacu pada tahapan pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiono. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu, wawancara, lembar validasi dan angket ketertarikan siswa.
Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 84%, ahli media 85,7% dan praktisi 100%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba produk awal sebesar 98,6% dan uji coba pemakaian sebesar 99,6%. Hasil validasi ahli materi, ahli media dan praktisi menunjukkan bahwa media pembelajaran permainan truth and dare sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil angket ketertarikan pada uji coba produk awal dan uji coba pemakaian menunjukkan bahwa tingkat ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran permainan truth and dare berada pada kategori sangat tertarik.
None
2020 · Book · Open Access
111111
None
2020 · Book · Open Access
ADISTIKA INDAH FAUZA, 2019. “Penerapan Model Pembelajaran Flipped Classroom Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Matematika Siswa pada Kelas VIII E MTs Negeri Tarakan”. (Dibimbing oleh Eka Widyawati). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa melalui model pembelajaran flipped classroom pada kelas VIII-E MTs Negeri Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 05 Oktober 2019 – 24 Oktober 2019 di MTs Negeri Tarakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII E MTs Negeri Tarakan, yaitu 22 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi keaktifan belajar siswa, dan instrument tes hasil belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis data aktivitas guru, keaktifan belajar siswa,dan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan belajr siswa pada siklus I sebesar 67% siswa berada pada minimal kategori baik dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 81% siswa berada pada minimal kategori baik. Sedangkan hasil belajar matematika siswa pada siklus I sebesar 72% siswa berada pada minimal kategori tinggi dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 76% siswa berada pada minimal kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran flipped classroom dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika siswa pada kelas VIII E MTs Negeri Tarakan.
Kata kunci: Keaktifan Belajar, Hasil Belajar Matematika, Model Pembelajaran Flipped Classroom.
None
2020 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penerapan gaya belajar dan mengetahui manfaat dari menerapkan gaya belajar dalam prestasi belajar siswa di SDN 011 Tarakan. Penelitian kualitatif ini dilakukan di SDN 011 Tarakan pada tahun sekolah 2018/2019 dan 2019/2020. Penelitian ini difokuskan pada aplikasi gaya belajar dan prestasi belajar siswa. Data diambil dari sumber primer dan sekunder dan informan data termasuk kepala sekolah, pengawas, guru kelas, guru mata pelajaran, siswa dan orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis kualitatif dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di SDN 011 Tarakan menerapkan setiap gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik dengan menunjukkan karakteristik tertentu dalam prestasi belajar. Penerapan gaya belajar ini memberikan manfaat tertentu dalam keterampilan belajar, kepercayaan diri, disiplin siswa, prestasi akademik dan prestasi non-akademik pada siswa di SDN 011 Tarakan.
None
2020 · Book · Open Access
Meika Alfiora. 2020. “Perilaku Prososial Komunitas Game Online PUBG Duri E-Sport”. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Hendra Pribadi, S.Pd.,M.Psi
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah perilaku prososial pada komunitas game online PUBG Duri E-Sport. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dalam penelitian ini berupa observasi, dokumentasi dan wawancara yang di lakukan dari awal sampai akhir penelitian. Hasil penelitian Perilaku Prososial Komunitas Game Online PUBG Duri E-Sport terdapat tiga indikator yaitu: 1) Menolong, memberikan pengarahan kepada anggotanya yang masih kurang pengetahuan dalam bermain game online , 2) Kerjasama, selalu membantu jika dalam masa sulit ketika kurang dalam skill bermain game, 3) Bederma, anggota komunitas sering berbagi barang mereka seperti makanan,wifi, hotspot hingga barang kebutuhan game kepada anggota lainnya dalam komunitas.
None
2020 · Book · Open Access
The position of soybean plants in Indonesia is quite important. One of obstacles encountered in soybean cultivation is the success of germination process. Poor germination activities result in removal of soybean seeds.
None
2020 · Book · Open Access
Riska Putri Sari, 2020. Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Metode Suku Kata Pada Siswa Kelas I-B Di SDN 009 Tarakan. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. (Dibimbing oleh Suyadi.,S.S., M.Ed and Roby Zulkarnain Noer.,M.Pd).
Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan dengan menerapkan metode suku kata pada siswa kelas I-B di SDN 009 Tarakan. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan desain atau tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian siswa sebanyak 28 yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Pengumpulan data menggunakan tes lisan membaca permulaan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode suku kata (syllabic method) dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I-B di SDN 009 Tarakan. Pada siklus I hasil tes kemampuan membaca permulaan sebesar 65%. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan, hasil tes kemampuan membaca permulaan sebesar 73%. Aspek membaca permulaan telah mencapai indikator keberhasilan, sehingga penelitian ini dapat dikatakan berhasil dengan kategori baik.
HARIYADI
2020 · Book · Open Access
Most of the people in the edge of the village of Sembakung sub-district of Nunukan Regency work as fisherman whouse basic bubu fishing equipment and get a mixed income from the bottom fish pots. Bubu fishermen doing fishing business still rarely calvulate in detail the costs incurred and the income received at the time production s that the benefits generated are not known. In addition, fisherman also rarely pay attention to use of fishing gear so as not to damage the waters. This study aims to analyze the business feasibility, the level of environmental friendliness and the bottom fish pots fishermen’s income relationship in the Tepian Sembakung Village, Nunukan District. This research method used is quantitative descriptive method with sampling and data collection using an observation approach that is observing the main catches of giant bottom shrimp fishermen (Macrobrachium rosenbergii) and byproducts of catfish bottom trap fishermen (pagasius hypophthalsmus), chopsticks (Chopsticks), (Toxotes jaculatrix), fish with a cross (Paraplotosus albilabris) and mangrove crab (Scylla serrata), and using a survey apprpach that is interviewing techniques for the feasibility of basic bubu fishermen and the level of environmental friendliness of basic bubu fishermen. The result of the feasibility analysis of the basic bubu fishermen business generate monthly profit of Rp. 3.346.944 and produce bep, roi, b/c ratio in fishers with more than 1 base tarp so that this fishing gear generates profit and is feasible to run and the base trap isnincluded in the category of fishing gear that is very environmentally friendly with a value
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK
Syakira. 1640202108. 2020. “Analisis Sistem Agribisnis Sayuran Hidroponik Di Kota Tarakan. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan.
Sayuran hidroponik merupakan sayuran yang ditanam tanpa menggunakan media tanah. Keberhasilan usahatani sayuran hidroponik perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem agribisnis sayuran hidroponik di UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan teknik sampel purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti screenhouse, benih, vitamin, dan alat peralatan. subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan screenhouse seluas 10 meter x 15 meter. Dengan siklus produksi usahatani sayuran hidroponik dilakukan selama 30-45 hari dan memperoleh pendapatan salada keriting ditambah sayuran pakcoy dengan total sebesar Rp 1,373,000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti proses penyortiran dan packing kemasan. Strategi pemasaran dilakukan pendapatan dan marketing mix, yaitu produk, harga, promosi, dan tempat. Terdapat dua saluran pemasaran pada UMKM Azzahra Hidroponik yaitu saluran langsung dan saluran semi langsung. Belum adanya lembaga penunjang secara resmi yang dapat dimanfaatkan oleh petani.
ABSTRAK
Syakira. 1640202108. 2020. “Analisis Sistem Agribisnis Sayuran Hidroponik Di Kota Tarakan. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan.
Sayuran hidroponik merupakan sayuran yang ditanam tanpa menggunakan media tanah. Keberhasilan usahatani sayuran hidroponik perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem agribisnis sayuran hidroponik di UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan teknik sampel purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani UMKM Azzahra Hidroponik Kota Tarakan terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti screenhouse, benih, vitamin, dan alat peralatan. subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan screenhouse seluas 10 meter x 15 meter. Dengan siklus produksi usahatani sayuran hidroponik dilakukan selama 30-45 hari dan memperoleh pendapatan salada keriting ditambah sayuran pakcoy dengan total sebesar Rp 1,373,000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti proses penyortiran dan packing kemasan. Strategi pemasaran dilakukan pendapatan dan marketing mix, yaitu produk, harga, promosi, dan tempat. Terdapat dua saluran pemasaran pada UMKM Azzahra Hidroponik yaitu saluran langsung dan saluran semi langsung. Belum adanya lembaga penunjang secara resmi yang dapat dimanfaatkan oleh petani.
None
2020 · Book · Open Access
Pengujian pestisida berbahan aktif kitosan sebagai alternatif pestisida masih relevan untuk dilakukan, khususnya terhadap hama kutu daun yang menjadi hama penting pada tanaman sayur-sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh beberapa jenis pestisida berbahan aktif kitosan; (2) konsentrasi pestisida; dan (3) interaksi antara jenis pestisida dan konsentrasi terhadap hama kutu daun pada tanaman kacang panjang. Penelitian faktorial menggunakan rancangan acak kelompok. Faktor pertama jenis pestisida berbahan aktif kitosan, yang terdiri dari kontrol (J0), kitosan murni (J1), soft guard (J2), super biovit (J3). Sedangkan, faktor kedua yaitu konsentrasi pestisida yang terdiri dari 0.1% (K1), 0.3% (K2), dan 1% (K3). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (Anova), dan perbandingan antar rata-rata menggunakan Duncan Multiple range Test (DMRT). Hasil penelitan menunjukkan; (1) pengaruh perlakuan bersifat tunggal atau tidak terdapat interaksi antara jenis pestisida berbahan aktif kitosan dengan konsentrasi pada seluruh parameter pengamatan; (2) pengaruh jenis pestisida berbahan aktif kitosan berbeda nyata hanya pada rata-rata populasi kutu daun 1 dan 3 hari setelah aplikasi pertama. Sedangkan, pestisida berbahan aktif kitosan jenis soft guard memiliki kecenderungan mengendalikan populasi kutu daun lebih tinggi dibandingkan dengan jenis pestisida lainnya; dan (3) pengaruh konsentrasi pestisida tidak berbeda nyata terhadap seluruh parameter pengamatan. Namun, konsentrasi 1% memiliki kecenderungan menghambat populasi kutu daun lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi lainnya. Tingginya populasi awal kutu daun, perilaku koloni kutu daun, metode aplikasi, dan sifat bahan aktif kitosan, diduga menjadi faktor yang mengurangi kemampuan pestisida mengendalikan hama kutu daun pada tanaman kacang panjang.
None
2020 · Book · Open Access
LABU KUNING TERMASUK DALAM TANAMAN SEMUSIM YANG SEKALI BERBUAH LANGSUNG MATI, TANAMAN LABU DI INDONESIA BISA TUMBUH DAN BERKEMBANG DENGAN BAIK, PEMBUDIDAYAAN LABU SECARA KHUSUS OLEH PETANI MEMANG JARANG DILAKUKAN. SEHINGGA PENERAPAN TEKNIK BUDIDAYA YANG TEPAT MAMPU MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN LABU KUNING. SALAH SATU TEKNIK BUDIDAYA YANG DILAKUKAN ADALAH MELALUI PEMANGKASAN YANG DILAKUKAN DENGAN TUJUAN MENGURANGI PERTUMBUHAN VEGETATIF SEHINGGA HASIL FOTOSINTAT DIFOKUSKAN UNTUK MEMPERCEPAT PERTUMBUHAN GENERATIF TANAMAN. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TERHADAP BERBAGAI PERLAKUAN PEMANGKASAN PUCUK TANAMAN LABU KUNING. METODE PENELITIAN MENGGUNAKAN RANCANGAN ACAK KELOMPOK (RAK) DENGAN 1 (SATU) FAKTOR YAITU PEMANGKASAN PUCUK DENGAN 5 ULANGAN. VARIABEL PENELITIAN DIANALISIS MENGGUNAKAN SIDIK RAGAM. PERLAKUAN YANG DIGUNAKAN ADALAH P1= PEMANGKASAN RUAS KE-4, P2= PEMANGKASAN RUAS KE-6, P3= PEMANGKASAN RUAS KE-8 DAN PEMANGKASAN RUAS KE-10. HASIL PENELITIAN MENUNJUKKAN BAHWA PERLAKUAN PEMANGKASAN PUCUK (P1, P2, P3 DAN P4) TIDAK BERPENGARUH NYATA TERHADAP PARAMETER PENGAMATAN PERTUMBUHAN PANJANG CABANG, DIAMETER BATANG CABANG, JUMLAH CABANG, JUMLAH DAUN DAN PARAMETER PERTUMBUHAN HASIL YAITU WAKTU BERBUNGA, DIAMETER BUAH DAN BERAT BUAH TANAMAN LABU KUNING. AKAN TETAPI PERLAKUAN P1 MAMPU MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DIAMETER BATANG PADA UMUR (35, 42, 49, 56, 63, 7 DAN 77 HARI SETELAH TANAM) DAN PERLAKUAN P2 MAMPU MENINGKATKAN PERTUMBUHAN PANJANG CABANG PADA UMUR (35, 42 DAN 49 HARI SETELAH TANAM), PERTUMBUHAN JUMLAH DAUN PADA UMUR (35, 42 DAN 63 HARI SETELAH TANAM) DAN MAMPU MENINGKATKAN BERAT BUAH LABU KUNING, SEDANGKAN PERLAKUAN P3 MAMPU MENINGKATKAN PERTUMBUHAN JUMLAH CABANG PADA UMUR (49, 56 DAN 63 HARI SETELAH TANAM), JUMLAH DAUN PADA UMUR (63, 70 DAN 77 HARI SETELAH TANAM) DAN MENINGKATKAN DIAMETER BUAH SERTA WAKTU BERBUNGA TANAMAN.
None
2020 · Book · Open Access
Rafika. 15201020081. 2020. “Hubungan Motivasi dengan Produktivitas Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan di Kota Tarakan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan.
Motivasi penyuluh mempengaruhi produktivitas kerja penyuluh. Kinerja penyuluh akan meningkat apabila tidak sering terjadi kendala yang datang saat akan melakukan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (2) Untuk mengetahui tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan, (3) Untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kantor Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis skala likert dan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat motivasi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan menunjukkan hasil yang baik dapat dilihat dari hasil penelitian bahwa tingkat motivasi kerja Penyuluh Pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari skor indikator kebutuhan untuk berprestasi yaitu 8, kemudian skor kebutuhan memperluas pergaulan yaitu 6 dan skor kebutuhan untuk menguasai suatu pekerjaan yaitu 3, Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter motivasi yaitu 17 dan termasuk kategori tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian di Kota Tarakan termasuk pada kategori tinggi, karena dilihat dari indikator skor kuantitas kerja yaitu 6, kemudian skor kualitas kerja kerja yaitu 9 dan skor ketepatan waktu yaitu 5. Sehingga jumlah yang didapat dari keseluruhan parameter produktivitas kerja yaitu 20 dan termasuk kategori tinggi. Maka dapat di simpulkan bahwa tingkat motivasi kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam golongan tinggi dan tingkat produktivitas kerja penyuluh pertanian lapangan di Kota Tarakan termasuk dalam kategori tinggi. hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat motivasi kerja dengan produktivitas kerja. Dengan motivasi yang tinggi dapat meningkatkan produktivitas kerja yang tinggi juga. Hal ini dapat dilihat dari skor motivasi yaitu 17 termasuk kategori tinggi dan skor produktivitas yaitu 20 termasuk kategori tinggi. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah dalam pengembangan dan peningkatan kualitas SDM serta mempersiapkan perencanaan dana untuk peningkatan penghasilan pegawai dan Kepada pemerintah daerah agar dapat merancang dan menetapkan standar mutu pekerjaan, agar seluruh pegawai dapat meningkatkan kualitas pekerjaannya.
None
2020 · Book · Open Access
sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani mulai dari subsistem hulu yaitu pengadaan input, subsistem usahatani/on farm yaitu kegiatan pengolahan lahan, penanaman dan perawatan tanaman, subsistem hilir yaitu kegiatan panen dan pengangkutan hasil panen, subsistem pemasaran yaitu kegiatan pemasaran hasil ke pabrik PKS, dan subsistem penunjang yaitu lembaga-lembaga yang mendukung kegiatan perkebunan dari subsistem hulu hingga subsistem pemasaran. Terdapat keterkaitan kebelakang (backward linkage) dan keterkaitan kedepan (forward linkage) pada sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani. Rancang model kelembagaan perkebunan Koperasi Anugrah Tani mengacu pada sistem agribisinis yaitu : kelembagaan hulu, kelembagaan usahatani/on farm, kelembagan hilir, kelembagaan pemasaran dan kelembagaan penunjang. Rancang model dibuat mengacu pada penelitian Kusnandar (2013), yaitu berdasarkan empat dimensi antara lain : kondisi lingkungan eksternal, motivasi kelembagaan, kapasitas kelembagaan, dan kinerja kelembagaan. Rancangan kelembagaan yang diarahkan dapat memenuhi keempat dimensi tersebut sehingga efektifitas dan keberlanjutan kelembagaan dapat terjamin.
None
2020 · Book · Open Access
WAHYU VIOLITA EKA SARI. 1640202033. 2020. Analisis Kebijakan Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Dibimbing oleh Adi Sutrisno. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian (1) mengetahui kebijakan distribusi pupuk bersubsidi di Indonesia, (2) mengetahui pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, dan (3) mengetahui apakah pendistribusian pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.Hasil penelitian menjelaskan bahwa kebijakan pupuk bersubsidi yang sudah ada di Indonesia, sudah sesuai dengan proses distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan, di mulai dari Lini I adalah lokasi gudang produsen pupuk, yaitu pupuk dari PT. PKT Bontang dan PT. Petrokimia Gresik. Lini II adalah gudang penyanggah yang berada di Ibukota Provinsi Kaltara yaitu Tg. Selor. Lini III adalah gudang distributor yang berada di Kabupaten Bulungan. Lini IV adalah gudang pupuk dikios pengecer, kemudian diberikan kesasaran yaitu kelompok tani atau petani dengan demikian maka penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bulungan sudah sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
None
2020 · Book · Open Access
PERMASALAHAN YANG CUKUP PENTING BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA ADALAH PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU. DALAM HAL INI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BISA SAJA MENGALAMI KEKURANGAN BAHAN BAKU KHUSUSNYA UNTUK BAHAN BAKU UTAMA YAITU CABAI. SEHINGGA DIBUTUHKAN MANAJEMEN PERSEDIAAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMALISIR RESIKO TERHAMBATNYA KEGIATAN PRODUKSI. OLEH KARENA ITU RESIKO-RESIKO DALAM USAHA PERLU DITANGANI/DICEGAH SEDINI MUNGKIN. TUJUAN PENELITIAN: (1) MENGETAHUI KARAKTERISTIK USAHA DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (2) MENGETAHUI PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (3) MENGANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT, DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. PENELITIAN INI MERUPAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF MENGGUNAKAN METODE PURPOSIVE SAMPLING DENGAN INFORMAN KUNCI, METODE ANALISIS MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. HASIL PENELITIAN: (1) INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY ADALAH USAHA RUMAHAN YANG MEMPRODUKSI SERTA MEMASARKAN ANEKA PRODUK MAKANAN, SALAH SATUNYA ADALAH SAMBAL BANJAR. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BELUM MENERAPKAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARENA CABAI RAWIT YANG DIBELI LANGSUNG DIOLAH HABIS DALAM SEKALI PRODUKSI; (2) PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY MEMBUTUHKAN CABAI RAWIT SEBANYAK 448 KG SELAMA SETAHUN DENGAN KUANTITAS SEKALI PESAN SEBANYAK 4 KG, DAN BIAYA PEMESANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 1.378.048, BIAYA PENYIMPANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 350.000 SEHINGGA TOTAL BIAYA PERSEDIAAN SEBESAR RP 1.728.048 DALAM SETAHUN, DENGAN LEAD TIME SELAMA 3 HARI; (3) ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY DIDAPATKAN PEMESANAN YANG OPTIMUM SEBESAR 7,9 KG, SAFETY STOCK SEBESAR 1,4 KG, REORDER POINT SEBESAR 5,162 KG DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM SEBESAR 9,4 KG. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY SEBAIKNYA MENGGUNAKAN SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KEKURANGAN BAHAN BAKU CABAI RAWIT SEHINGGA PROSES PRODUKSI TETAP BERJALAN LANCAR.
None
2020 · Book · Open Access
Halijah. 15201020103. 2020. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Buah Kopi Robusta Di Desa Kaliamok Utara Kabupaten Malinau”. Dibimbing Oleh Elly Jumiati. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan.
Kopi merupakan salah jenis tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Melihat kondisi wilayah yang cukup berpotensi dan dukungan wilayah yang cukup besar serta mayoritas penduduk yang secara turun menurun berkerja di sektor pertanian menjadi faktor pendukung utama dalam membudidakayan kopi di Desa Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Desa Kaliamok merupakan salah satu daerah yang membudidayakan perkebunan kopi di Kecamatan Malinau Utara, namun seiring dengan perkembangan tersebut, banyak petani kopi yang tidak mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi hasil produksi kopi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui produksi kopi di Desa Kaliamok Kabupaten Malinau (2) untuk mengetahui pengaruh luas lahan, jumlah tanaman, pupuk kandang, pupuk NPK dan tenaga kerja terhadap produksi buah kopi di Desa Kaliamok Kabupaten Malinau. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara metode Non Probability sampling yaitu teknik sampel dengan Sampling Jenuh (Sensus), dan Analisis data menggunakan program SPSS 25 64x regresi linier berganda dengan menggunakan persamaan Cobb Douglas untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi produksi buah Kopi robusta di Desa Kaliamok. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis produksi buah kopi di Desa Kaliamok, dengan jumlah produksi rata-rata 1.209 kg persatuan luas. Besarnya nilai R² sebesar 0,968 yang berarti bahwa besarnya pengaruh dari variabel luas lahan, jumlah tanaman, pupuk kandang, pupuk NPK dan tenaga kerja sebesar 96,8% terhadap hasil produksi sedangkan sisanya sebesar 0,032% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Pada uji F didapat nilai F sebesar 30,447 dengan tingkat sig 0,001 < 0,05 maka secara bersama-sama mempengaruhi hasil produksi buah kopi robusta (Y) Di Desa Kaliamok. parsial/uji t variabel jumlah tanaman menunjukan pengaruh yang signifikan sebesar 0,044<0,05 terhadap hasil produksi, sedangkan variabel luas lahan berpengaruh tidak nyata dan tidak signifikan terhadap hasil produksi, sedangkan variabel pupuk kandang dan tenaga kerja bertanda negatif menunjukan hubungan yang terbalik pupuk kandang dan tenaga kerja terhadap hasil produksi maka tidak berpengaruh nyata dan tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi kopi di Desa Kaliamok. Adapun saran yang dapat diberikan yaitu Petani perlu memperhatikan penggunaan faktor produksi dan teknik dalam budidaya kopi agar dapat meningkatkan produksinya. Bagi petani untuk mencapai tingkat produksi yang tinggi, perlunya melakukan peningkatan terhadap faktor-faktor produksinya sehingga mencapai produksi yang tinggi. Seperti memperluas lahan dan memaksimalkan pemanfaatan lahan serta memperhatikan jumlah tanaman dengan jarak pertanam dimana untuk mendapatkan hasil produksi yang optimal. Serta perlu perawatan yang lebih baik lagi pada saat musim pemeliharaan agar bisa meningkatkan hasil produksi petani Kecamatan Malinau Utara. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini dengan metode analisis terbaru agar dapat menjelaskan lebih terperinci mengenai penelitian tersebut.
None
2020 · Book · Open Access
Ulyl Khasanafa. 15201020093. 2020. “ Analisis Pendapatan Dan Kepemilikan Jiwa Wirausaha Pedagang Sayur Keliling Di Wilayah Kecamatan Tarakan Timur ”. Dibimbing oleh Anang Sulistyo. Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis Universitas Borneo Tarakan.
Tujuan penelitian yang (1) untuk mengetahui pendapatan usaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur, (2) untuk mengetahui kepemilikan jiwa wirausaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur, (3) untuk mengetahui hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jiwa wirausaha pedagang sayur keliling di wilayah Kecamatan Tarakan Timur. Metode penentuan sampel menggunakan kuota sampling dengan jumlah 30 responden. Pendapatan pedagang sayur keliling di wilayah kecamatan Tarakan timur sebesar Rp. 54.411 per hari, jika perbulan pendapatan yang di hasilkan sebesar Rp. 1.620.000 jika dibandingkan upah minimum kota Tarakan yang sebesar Rp. 3.756.824 jauh berbeda karena penelitian ini hanya menghitung pendapatan dari sayuran saja. Kepemilikan jiwa wirausahawan sebagian besar sebanyak 28 responden (93%) telah memiliki jiwa wirausaha dan sifat sebagai wirausaha yang kuat. Sedangkan yang masih memerlukan pembekalan sebanyak 2 responden (7%). Hubungan antara pendapatan dengan kepemilikan jiwa wirausaha bersifat lemah dengan nilai r (0,319