None
2020 · Book · Open Access
Ega Sundari, 1740701055, Fakultas Ilmu kesehatan, Jurusan Kebidanan, Univeritas Borneo Tarakan “Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.I Dengan Ketuban Pecah Dini Di Puskesmas Juata Kota Tarakan”.
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi indikator pertama dalam menentukan derajat Kesehatan ibu dan bayi, karena merupakan cerminan dari status Kesehatan ibu dan bayi saat ini. Berdasarkan pengamatan Survei Penduduk Antara Sensus (SUPAS) tahun 2015, angka kematian ibu adalah sebesar 305/100.000 jiwa dan angka kematian bayi sebesar 15/1000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.I Dengan Ketuban Pecah Dini Di Puskesmas Juata Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif tipe studi kasus dengan kasus tunggal. Pengelolaan kasus menggunakan metode asuhan kebidanan berdasarkan 7 langkah “varney”.
Hasil asuhan kebidanan yang dilakukan pendampingan secara komprehensif dari 10 November 2019 sampai 06 Januari 2020. K1 10 November 2019 jam 08.00 WITA Ny.I G2 P1 A0 umur 19 tahun hamil 34 minggu. K2 Ny.I G2 P1 A0 hamil 34-35 minggu. K3 Ny.I G2 P1 A0 hamil 35-36 minggu. Pada tanggal 23 Desember 2019 Ny.I G2 P1 A0 hamil 39 minggu keluhan keluar air sejak jam 12.45 WITA. Kala II berlangsung dengan normal keadaan ibu dan bayi baik. Bayi lahir tanggal 24 desember 2019 jam 06.36 WITA bayi lahir spontan berat badan 3.100 gram, PB 48 cm. Kala III berlangsung baik plasenta lahir jam 06.45 WITA, kala IV berlangsung baik keadaan ibu dan bayi baik. Tanggal 31 desember 2019 jam 16.00 WITA KN dan KNF 1 NY. I P2 A0 nifas hari ke 7, 03 januari 2020 dilakukan kunjungan KN dan KNF 2 dan pada tanggal 06 Januari 2020 dilakukan KN dan KNF.
Kesimpulan penelitian ini bidan dapat menerapkan ASuhan Kebidanan Komprehensif dengan menggunakan Manajemen Asuhan Kebidanan 7 Langkah Verney dan Pendokumentasian.
Kata Kunci : Asuhan Kebidanan, Persalinan, Kehamilan, Nifas, Ketuban Pecah Dini.
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.R DENGAN DIAGNOSA KEJANG DEMAN SEDERHANA DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUN DAERAH TARAKAN
ABSTRAK
Pada tahun 2012-2013 Di Indonesia dilaporkan angka kejadian kejang demam 3-4% dari anak yang berusia 6 bulan – 5 tahun (Wibisono,2015). Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasikan asuhan keperawatan komprehennsif pada An.R dengan penyakit Kejang deman sederhana . Metode penulisan ini yaitu study kasus dengan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, study dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan ,perencanaan, pelaksanaaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialam, kesehatan sekarang dan secara keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang didapatkan yaitu termoregulasi tidak efektif, resiko cedera jatuh, defisit pengetahuan, deficit perawatan diri. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnose keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari diagnosa teresebut terdapat empat masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan yang telah dilakukan.
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
GAMBARAN KASUS
Asuhan Kebidanan adalah memberikan pelayanan pada masa Kehamilan, Persalinan, nifas dan bayi baru lahir untuk mengurangi AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi Indonesia, disebabkan karena pertolongan oleh non tenaga kesehatan, pengawasan antenatal yang masih kurang memadai sehingga terjadinya resiko tinggi dalam kehamilan, terlalu banyak anak, terlalu mudah dan terlalu tua untuk hamil. Masalah ini dapat diatasi dengan meningkatkan pelayanan kebidanan yang berkualitas sesuai dengan standar kebidanan. Tujuan diberikan asuhanan kebidanan komprehensif sejak masa hamil, hingga bayi baru lahir, mulai dari mengindentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan.
Kasus diambil di Puskesmas Karang Rejo Tarakan dari tanggal 09 November 2019 sampai dengan tanggal 10 Desember 2019. Ny.F G1 P0 A0 umur 21 tahun, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, dan suami Tn.S usia 25 tahun pekerjaan swasta. Ny.F selama hamil memeriksa kehamilannya ke Puskesmas Karang Rejo Tarakan secara rutin sebanyak 9 kali. Pada trimester pertama 1 kali, trimester kedua 3 kali dan trimester ketiga 5 kali dengan standar pelayanan 10 T, pertolongan persalinanan, nifas dilakukan 3 kali kunjungan 6 jam, 6 hari dan 2 minggu asuhan pada BBL dilakukan bersamaan dengan kunjungan nifas 6 jam, 6 hari dan 2 minggu.
Berdasarkan asuhan yang diberikan pada kehamilan teridentifikasi pada kunjungan awal ibu didapatkan kenaikan berat badan yang berlebih dan telah di lakukan KIE, Pada kunjungan ulang pertama didapatkan hasil protein urine Negatif (+) dan HB 9,9 gr/dl serta kenaikan berat badan 1kg, maka dilakukan KIE Nutrisi oleh bidan dan dilakukan pemberian tablet tambah darah 90 tablet. Pada kunjungan ulang kedua didapatkan hasil HB 12,5 gr/dl dan protein urine (+).
Pada asuhan tanggal 25 November 2019 ibu datang ke puskesmas Karang Rejo pukul 14.30wita mengatakan ingin melahirkan di dapatkan pemeriksaan TTV dalam batas Normal dan hasil pemeriksaan dalam didapatkan Ø6 cm, porsio tidak teraba, KK (+), Hodge II, Presentasi belakang kepala teraba UUK, molase 0, penumbungan tidak ada.. Pukul 06.00 terdapat tanda-tanda kala II dilakukan pimpinan meneran. Pukul 07.30Wita bayi lahir spontan, menangis kuat, kulit kemerahan, keadaan bayi normal, tidak di temukan kecatatan dan ibu mengalami komplikasi pertama di karenakan uterus tidak berkontraksi dengan baik dan perdarahan banyak yaitu terjadi atonia uteri dan dapat di atasi dengan dilakukan KBI dan pemberian Infus RL drip Oxytosin 20 IU dan pemberian injeksi Methylergometrin melalui IM dan dilakukan rujukan ke RSUD Tarakan dikarenakan KU ibu lemah. Komplikasi kedua ibu mengalami robekan pada perineum derajat III dan telah dilakukan penjahitan oleh bidan sebelum keadaan ibu lemah. Pada masa nifas dilakukan 3 kali kunjungan bersamaan dengan kunjungan bayi dan tidak didapatkan penyulit dan komplikasi.
Asuhan komprehensif yang diberikan berlangsung dengan baik, diharapkan bidan dengan tenaga tenaga kesehatan meningkatkan fasilitas pelayanan untuk meningkatkan pengetahuan pasien pentingnya pemeriksaan kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir dan institusi meningkatkan kualitas pendidikan sehingga dapat menghasilkan bidan yang berkualitas.
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN ASMA BRONCHIAL DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN
Abstrak
Jumlah penderita asma bronchial didunia diperkirakan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan World Health Organization (2013) menyebutkan bahwa telah tercatat sebanyak 300 juta orang dari segala usia dan latar belakang etnis diseluruh dunia menderita asma bronchial. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasikan asuhan keperawatan komprehensif pada Ny. S dengan penyakit Asma bronchial. Metode penulisan ini yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawaan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialam, kesehatan sekarang dan secara keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang didapatkan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, nyeri akut, dan gangguan pola tidur. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari diagnosa tersebut terdapat tiga masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan yang telah dilakukan.
None
2020 · Book · Open Access
Aslina: Asuhan Keperawatan Pada Tn. F Dengan Masalah Utama Isolasi sosial: Menarik Diri Di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan.
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.F. Metode penulisan : deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “F”. Hasil pengkajian klien terdapat 7 masalah keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeuik Inefektif. Dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: penulis menemukan 2 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.
None
2020 · Book · Open Access
-
None
2020 · Book · Open Access