COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Analisis Ketersediaan Air Baku Embung Binalatung Berdasarkan Kajian Hidrologi
Analisis Tingkat Keramahan Lingkungan Pada Perikanan Tangkap Trammel Net Di Mamburungan Kota Tarakan
Tarakan adalah sebuah pulau kecil yang dikelilingi oleh laut luas keseluruhan wilayahnya mencapai 65.733 Ha, yang terdiri atas daratan seluas 25.080 Ha dan laut seluas 40.653 Ha. Letak pulau Tarakan yang wilayahnya dikelilingi oleh laut, memiliki potensi sumberdaya ikan, udang yang besar baik dari segi jumlah maupun keanekaragamannya, hal ini dapat ditandai dengan banyaknya alat tangkap Trammel net yang digunakan oleh nelayan di Mamburungan Kota Tarakan. Pada kesempatan dilakukan penelitian tentang tingkat keramahan lingkungan alat tangkap Trammel net. Berdasarkan 9 kriteria keramahan lingkungan (acuan, FAO) dan 5 kriteria keramahan lingkungan (acuan, Monintja dan Arimoto). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan wawancara dan pada nelayan. Penelitian ini dilaksankan pada bulan November 2019 sampai bulan Januari 2020. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menentukan tingkat keramahan lingkungan pada alat tangkap Trammel net. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa alat tangkap Trammel net di Mamburungan Kota Tarakan termasuk dalam kategori sangat ramah lingkungan.
VALUASI EKONOMI LIMBAH SAMPAH (STUDI KASUS : TPA KOTA TARAKAN)
ABSTRAK VALUASI EKONOMI LIMBAH SAMPAH (Studi Kasus : TPA Kota Tarakan) Muchlis Agus Tri Darmawanto, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan valuasi ekonomi limbah sampah di Tempat Pembuangan Akhir di Kota Tarakan dilihat dari jumlah sampah yang di kumpulkan dan dijual oleh reponden setiap bulannya, kategori sampah dalam penelitian ini ada tiga kategori diantaranya sampah plasik, sampah non plastik dan sampah organik. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 20 orang dimana responden ini bertempat tinggal dilingkungan TPA. Untuk menghitung manfaat langsung limbah sampah peneliti menggunakan rumus DUV dengan hasil data yang didapatkan secara langsung dengan metode survei serta kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Berdasarkan hasil perhitungan nilai manfaat langsung sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Tarakan bagi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitaran TPA, dengan hasil perhitungan bahwa dari 20 responden masyarakat mendapatkan nilai manfaat langsung sebesar Rp. 1.030.726 disetiap bulannya. Sementara untuk nilai manfaat langsung setiap tahunnya sebesar Rp. 247.374.240. Dimana nilai manfaat langsung didapatkan dari hasil penjualan sampah yang dikumpulan Dimana nilai manfaat langsung didapatkan dari hasil penjualan sampah yang dikumpulan, jenis sampah yang dikumpulkan yaitu sampah plastik, sampah organik dan sampah nonorganik.
Studi Morfologi dan Kelimpahan Ikan Tempakul (Mudskipper) di Pesisir Pantai Pulau Sebatik dan Potensi Implementasi pada Pembelajaran Biologi di SMAN 1 Sebatik
this study aimed to find out morphology and abundance of mudskipper on Sebatik Island and the potential for its implementation as learning materials in biology learning. Bsed on the morphology, mudskipper had 5 differentiating characters from 23 morphometric characters. For the relative abudance, the species that was classified as high was the Periophthalmus chrysospilos Bleeker (80,64%), the moderate abudance was found in the species of Boleophthalmus boddarti Pallas (16,12%), and the lowest abundance was found in the species of Periphthalmodon schlosseri Pallas (3,22%). These was a link between research in biology learning, namely vertebrate material for class X SMA and basic competence 3.8, applying the classification principle to classify animals into phyla based on life. The results of this identification were poured into teaching materials in the form of lesson plans, practical, guides, student worksheets and handouts.
STUDI KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU SEBATIK SEBAGAI SUMBER BELAJAR SISWA KELAS X SMA
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis studi komunitas mangrove di Pulau Sebatik sebagai sumber belajar siswa kelas X SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terbagi menjadi 2 stasiun penelitian. Setiap stasiun terdiri dari 5 transek dengan masing-masing panjang transek 100 m dengan masing masing plot berukuran 10 x 10 m. Parameter yang diukur yaitu keanekaragaman, kemerataan dan dominansi mangrove. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu, pH, salinitas dan intensitas cahaya. Hasil penelitian mangrove di Pulau Sebatik berdasarkan keanekaragaman ditemukan 4 spesies mangrove diantaranya Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Avecennia alba, dan Bruguiera parviflora. Keempat spesies tersebut memiliki nilai indeks keanekargaman yang masih tergolong rendah. Indeks kemerataan mangrove di Pulau Sebatik sebesar 0,451 yang berarti tegolong tidak stabil. Indeks dominansi di Pulau Sebatik yang tergolong sedang terdapat pada spesies Sonneratia alba memiliki nilai 0,629. Adapun pada spesies Rhizophora apiculata, Avecennia alba, dan Bruguiera parviflora masih tergolong rendah. Hasil analisis keterkaitan hasil penelitian dalam pembelajaran biologi berdasarkan kurikulum 2013 terdapat adanya keterkaitan penelitian terhadap pembelajaran biologi yaitu pada materi keanekaragaman hayati kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar 3.2. Menganalisis data hasil obervasi tentang berbagai tingkat keanekaragaman hayati (gen, jenis dan ekosistem) di Indonesia dan 4.2. Menyajikan hasil identifikasi usulan upaya pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia berdasarkan hasil analisis data ancaman kelestarian berbagai keanekaragaman hewan dan tumbuhan khas Indonesia yang dikomunikasikan dalam berbagai bentuk media informasi.
Studi Morfometrik dan Fenetik Bivalvia di Kota Tarakan dan Pulau Bunyu sebagai Potensi Sumber Belajar Biologi Kelas X SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfometrik dan menganalisis fenetik bivalvia di Kota Tarakan dan Pulau Bunyu sebagai potensi sumber belajar kelas X SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Lokasi penelitian terdiri dari 6 stasiun. Parameter yang diukur yaitu morfometrik dan fenetik bivalvia. Parameter penunjang berupa faktor lingkungan yang meliputi suhu air, suhu udara, pH air, salinitas, dan Total Dissolve Solid (TDS). Hasil penelitian ditemukan 4 spesies bivalvia diantaranya yaitu Meretrix meretrix, Meretrix lyrata, Mererix lusoria dan Polymesoda erosa. Hasil pengukuran morfometrik bivalvia dari seluruh spesies menunjukkan adanya perbedaan dari masing-masing stasiun yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor adaptasi. Hasil analisis hubungan kekerabatan menunjukkan adanya 2 klaster utama dari hubungan kekerabatan terdekat hingga hubungan kekerabatan paling jauh. Hubungan kekerabatan terdekat yaitu M.meretrix dengan M.lyrata disertai nilai similaritas 90%. Hubungan kekerabatan terdekat berikutnya yaitu M.lusoria dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 85%. Selanjutnya P.erosa dengan M.meretrix & M.lyrata disertai nilai similaritas 23% dan hubungan kekerabatan paling jauh ada pada P.erosa dengan M.lusoria disertai nilai similaritas 19%. Kemudian dilakukan analisis keterkaitan penelitian morfometrik dan fenetik dengan pembelajaran Biologi. Hasil analisis keterkaitan penelitian pada pembelajaran Biologi terdapat pada materi animalia invertebrata kelas X SMA dengan Kompetensi Dasar (KD) 3.8 dan 4.8. Langkah pemanfaatan hasil penelitian menjadi potensi implementasi pada pembelajaran Biologi, antara lain: (1) kejelasan potensi; (2) kesesuaian dengan tujuan pembelajaran; (3) Kejelasan sasaran; (4) kejelasan pedoman eksplorasi; (5) kejelasan perolehan yang ingin dicapai.
Identifikasi Miskonsepsi Materi Archaebacteria dan Eubacteria pada Siswa Kelas XI MIA Melalui Certainty of Response Index (CRI)
Pengenbangan Majalah Sains Berdasarkan Uji Pengaruh Kombinasi Ekstrak Daun Bandotan Agerantum conyzoides L. dan Daun Salam Syzigum polyunthum Wigth. Walph Terhadap Larva Nyamuk Aedes Aegypti
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas daya basmi kombinasi ekstrak daun bandotan (A. conyzoides L.) dengan daun salam (S. polyiunthum) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti serta kualitas produk yang dikembangkan dari segi kelayakan berdasarkan penilaian ahli. Metode penelitian yang digunakan sebagai berikut: Jenis penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D), model pengembangan Borg & Gall (1983), rancangan penelitian menggunakan jenis penelitian rancangan acak lengkap (RAL), uji coba terbatas menggunakan 6 orang siswa SMK Kesehatan Kaltara, instrumen pengumpulan data berupa angket validasi ahli dan respon siswa, data yang dihasilkan berupa data kuantitatif dan kualitatif. Hasil dari penelitian ekstrak daun bandotan (A. conyzoides L.) dengan daun salam (S. polyiunthum) terhadap larva nyamuk Aedes aegypti efektif dalam membasmi larva nyamuk A. aegypti karena semakain meningkat konsentrasi yang diberikan semakin meningkat juga jumlah kematian larva nyamuk A. aegypti konsetrasi 10 % rata-rata kematian 35%, konsentrasi 20% rata-rata kematian 50%, konsentrasi 30% rata-rata kematian 73,3%, konsentrasi 40% rata-rata kematian 93,3%, dan konsentrasi 50% rata-rata kematian 100%. Hasil uji validasi produk majalah sains oleh validator ahli media dengan persentase 75,5% (layak), uji validasi produk majalah sains oleh validator ahli materi 75,45% (layak), uji validasi produk majalah sains oleh ahli praktisi sebesar 95,5% (sangat layak) dan hasil uji respon siswa sebesar 94,62% (sangat menarik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa majalah sains yang dikembangkan sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan dalam pembelajaran
STRATEGI PEMBERDAYAAN AGRIBISNIS HORTIKULTURA (STUDI KASUS : DESA BUNYU BARAT KECAMATAN BUNYU )
ANALYSIS OF THE DATA USED IS DESCRIPTIVE ANALYSIS, SWOT ANALYSIS AND QSPM MATRIX. THE RESULTS OF THIS RESEACH DISCUSSION ARE INTERNAL FACTORS
PENGARUH LIMBAH LUMPUR KERING (SLUDGE) DAN EFFECTIVITAS MICROORGANISME 4 TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN UBI JALAR (IPOMEA BATATAS L)
PENGARUH LIMBAH LUMPUR KERING (SLUDGE) DAN EFFEKTIVITAS MIKROORGANISME 4 (EM4) TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN UBI JALAR (Ipomea batatas L.) ABSTRAK Produktivitas ubi jalar di provinsi kalimantan utara dari tahun 3013 hingga tahun 2017 mengalami peningkatan, akan tetapi produktivitasnya masih rendah. Dalam memenuhi permintaan produk yang semakin meningkat perlu dilahkukan budidayadengan memanfaatkan bahan bahan organik dan mengutrangi penggunaan pupuk anorganik. Limbah cair kelapa sawit mengandung bahan organik yang cukup tinggi meningkatkan pertumbuhan tanaman, limbah lumpur kelapa sawit memerlukan bantuan dalam mendekomposer bahan organik yang ada didamalamnya. Penggunaan Effectivitas microorganisme 4 merupakan bahan stater dengan memanfaatkan mikroorganisme pembusuk yang bermanffat untuk kesubuhan tanah. penelitian ini dilaksanakan pada bulan september hingga oktober 2019 di lahan petani amal baru, kota tarakan. Penelitian ini menggukan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Faktor pertama perlakuan limbah lumpur kering dengan 4 taraf perlakuan dan faktor kedua perlakuan EM4 dengan 3 taraf perlakuan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu variabel utama dan variabel pendukung, variabel utama meliputi parameter panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, berat basah tanaman dan berat kering tanaman sedangkan variabel pendukung meliputi analisis kimia tanah dan analisis kimia limbah. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dengan taraf 95%. Jika tidak berbedanya dilakukan uji lanjut (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan tidak berbedanya disetiap parameter panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, berat basah tanaman dan berat kering tanaman, tapi nilai rata rata perlakuan, (L4-80% ) memberikan perlakuan terbaik pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, berat basah tanaman dan berat kering tanaman. Hal ini disebabkan tanaman ubi memerlukan unsur hara yang banyak dalam menigkatkan pertumbuhan tanaman. Unsur hara pada tanah masih tergolong rendah untuk memenuhi kebutuhan tanaman ubi jalar. Saran dalam penelitian in perlu adanya penelitian lanjutan dengan penggunaan limbah lumpur kering dan EM4 yang lebih tinggi dan sebagai acuan petani dalam pemanfaatan limbah kelapa sawit.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN KOMPETENSI AGRIBISNIS PETANI SAYURAN KOTA TARAKAN (STUDI : PADA KELOMPOK TANI SINAR HARAPAN KELURAHAN KAMPUNG ENAM KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN)
Penelitian ini bermaksud menjawab tiga pertanyaan terkait hubungan karakteristik petani dengan kompetensi petani di Kelompok tani Sinar Harapan. Pertama, bagaimana karakteristik petani di kelompok tani sinar harapan? Kedua, Bagaimana kompetensi Agribisnis petani di Kelompok Tani Sinar Harapan? Ketiga, Bagaimana hubungan karakteristik petani dengan kompetensi agribisnis petani di Kelompok Tani Sinar Harapan? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada tujuan satu dan dua dengan kuisioner yang hasilnya akan diolah menggunakan metode skoring skala likert untuk mendeskripsikan tujuan satu dan dua. Tujuan ketiga dengan analisis korelasi Spearman menggunakan SPSS untuk menganalisis hubungan karakteristik petani dengan kompetensi agribisnis. Hasil penelitian 1). tingkat karakteristik petani berdasarkan umur berkategori sedang yaitu petani yang berumur 31 tahun sampai 46 tahun sebesar (48,27%), untuk pendidikan berkategori rendah karena sebagian petani tidak sekolah dan hanya menjenjang pendidikan hingga sekolah dasar yaitu sebesar (51,72%), lama bertani berkategori rendah yaitu selama 3 tahun sampai dengan 15 tahun sebesar (44,82%) dan luas lahan berkategori rendah yaitu luas lahan yang di kelola yaitu seluas 200 m2 sampai dengan 5000 m2 sebesar (65,51%). 2). Untuk tingkat kompetensi agribisnis petani yaitu sedang. Untuk hubungan karakteristik dengan kompetensi agribisnis yaitu korelasi cukup (0,469) dengan siginifikan 0,010 yang mana 0,010 < 0,05 berarti variable x dan y. Selain dari karakteristik juga kompetensi agribisnis dapat ditingkatkan dengan adanya penyuluhan dan pelatihan untuk mengembangkan kompetensi agribisnis petani.
Analisis Break Even Point Dan Margin Of Safety Pada Usaha Ternak Ayam Potong Ras Pedaging (Broiler) Di Kota Tarakan (Studi Kasus Usaha Ternak Ayam Potong Pak Muji)
Kegiatan usaha pasti bertujuan untuk mendapatkan laba yang optimal dan dapat berkelanjutan, sehingga perencanaan terhadap laba usaha adalah faktor penting dalam menunjang pencapaian tujuan suatu usaha. Dengan perencanaan yang baik, diharapkan semua aktivitas perusahaan dapat lebih terarah dalam mencapai tujuannya. Perencanaan laba dapat dilakukan dengan menggunakan Analisis Break even Point (BEP). Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis pendapatan usaha ternak ayam ras pedaging (Broiler) dalam satu periode. 2) Menganalisis nilai BEP produksi, harga, dan penerimaan ternak ayam ras pedaging (broiler) untuk mencapai titik impas. 3) Untuk mengetahui Margin Of Safety pada usaha ternak ayam ras pedaging (broiler). Penelitian in adalah penelitian studi kasus pada usaha ternak ayam broiler milik Pak Muji di Kelurahan Kampung 4 Kota Tarakan. Analisis data adalah analisis pendapatan, analisis Break Event Point dan Analisis Margin Of Safety.Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan menunjukan bahwa besarnya pendapatan yang di peroleh dalam satu periode sebesar Rp. 14.076.814 dan nilai BEP produksi sebesar 2.071 Kg, BEP harga sebesar Rp. 26.545 sedangkan untuk BEP penerimaan sebesar Rp. 59.017.703. Adapun jarak batas keamanan atau Margin Of Safety di dapatkan sebesar 71% atau sebesar 5.112 Kg. Setelah melakukan penelitian ini peneliti menarik kesimpulan bahwa usaha Ternak Ayam Broiler Milik Pak Muji masih berada pada titik keuntungan karena masih di atas Nilai BEP yang ada.
ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Euchema cottonii) DI PANTAI AMAL KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN
Abstrak Budidaya rumput laut adalah salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir Pantai Amal sehingga keberlanjutan usahanya menjadi hal yang sangat penting. Keberlanjutan budidaya rumput laut di dukung oleh faktor ekonomi, sosial budaya, teknologi, kelembagaan serta kondisi ekologi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui keberlanjutan budidaya rumput laut dari segi dimensi ekonomi, sosial budaya, teknologi dan kelembagaan (2) Mengetahui kondisi ekologi usaha budidaya rumput laut. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling dan penentuan jumlah responden menggunakan kuota sampling. Analisis data yang digunakan adalah Multidimensional Scalling (MDS) dan analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu indeks keberlanjutan untuk dimensi ekonomi 21,27 dengan status tidak berkelanjutan, nilai indeks untuk dimensi sosial budaya 41,46 dengan status kurang berkelanjutan, dimensi teknologi 55,23 dengan status cukup berkelanjutan dan dimensi kelembagaan 13,47 dengan status tidak berkelanjutan, sehingga budidaya rumput laut di Pantai Amal saat ini termasuk dalam kategori kurang berkelanjutan. Untuk kondisi ekologi menunjukkan budidaya dilaksanakan pada musim kemarau, bibit digunakan berulang-ulang dan rata rata kedalaman air 6,45 M yang sesuai untuk kegiatan budidaya rumput laut.
ddd
willingness to pay masyarakat terhadap konsumsi air bersih sumur bor di kelurahan juata permai
Kecamatan Tarakan Utara Memiliki tiga kelurahan yaitu, Kelurahan Juata Permai,Kelurahan Juata Kerikil dan Kelurahan Juata Laut. Di kelurahan Juata Permai penggunaan air sumur bor cukup banyak. Faktor utama nya ialah kurangnya penyebaran air PDAM dan mahalnya biaya yang di keluarkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesediaan membayar masyarakat dalam menggunakan air bersih sumur bor. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Willingness To Pay dan menggunakan teknik sampling jenuh. Dalam hal ini jumlah populasi digunakan dalam penelitian ini.Populasi dalam penelitian ini berjumlah 35 responden dan keseluruhan menjadi sampel penelitian. Data yang digunakan adalah menggunakan data primer. Diartikan bahwa data yang digunakan berasal dari data langsung yang diolah kemudian mendapatkan hasil akhirnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesediaan membayar masyarakat dalam mengkonsumsi air bersih sumur bor sangat tinggi,sehingga biaya yang dikeluarkan tidak membebankan masyarakat. Dengan demikian total rata-rata dari kesediaan masyarakat untuk membayar air bersih sumur bor adalah Rp.23.923 perbulan.Artinya kesediaan membayar masyarakat dalam konsumsi air bersih sumur bor lebih efisien daripada air PDAM.
ANALISIS ARUS BARANG DI PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA (STUDI KASUS PULAU SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana arus barang diperbatasan Indonesia-Malaysia (Studi Kasus Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara dokumentasi, pengisian kuesioner dan wawancara. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari pengisian kuesioner oleh seluruh para pedagang yang melakukan transaksi pembelian barang dari Tawau dan pengiriman hasil tani Sebatik ke Tawau sebanyak 30 informan sebagai responden dalam penelitian. Peneliti menggunakan kuesioner dengan alat analisis gaya gravitasi. Hasil penelitian ini diketahui bahwa arus barang diperbatasan kecamatan Sebatik tengah mempunyai hubungan yang paling erat dengan Malaysia (Tawau). hal ini dibuktikan dengan melihat total arus barang sebesar 119,44 dari hasil interaksi barang yang masuk ke Indonesia dan keluar ke Malaysia (Tawau), angka tertinggi dengan jenis barang yang disamakan adalah sembako yang diimpor dari Tawau dan buah-buahan Sebatik yang dikirim ke Tawau dengan besaran arus barangnya 55,25 dengan melihat hasil kedua komoditi barang yang diimpor warga Sebatik perbatasan dan barang yang diekspor pula ke Tawau tidak jauh beda besaran hasil jumlahnya, sehingga dapat dilihat kedua negara tersebut saling menguntungkan dalam pemenuhan kebutuhan.
KARAKTERISTIK MODAL SOSIAL RUMAH TANGGA DI KELURAHAN PAMUSIAN KECAMATAN TARAKAN TENGAH
Penelitian ini untuk mengetahui Karakteristik Modal Sosial Rumah Tangga di Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah. Jenis penelitian Kuantitatif deskriptif. Teknik sampel menggunakan teknik Cluster Sampling dan random sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan kuesioner. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linear berganda dan analisis tipologi klassen. Hasil penelitian secara parsial berdasarkan uji t menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan dan jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap variabel pendapatan kepala keluarga yang ada di Kelurahan Pamusian Kecamatan Tarakan Tengah Kota Tarakan. Variabel minat organisasi dan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan kepala keluarga. Secara simultan berdasarkan uji F bahwa variabel independen berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Pada koefisien uji determinasi bernilai sebesar 0,282 atau 28,2 % artinya bahwa variabel independen tidak terlalu berpengaruh terhadap pendapatan. Sedangkan sisanya adalah 71,8 % variabel yang tidak di teliti oleh peneliti. Sedangkan hasil analisis spasial untuk minat organisasi terhadap pendapatan 38,70% (12 RT) tidak aktif dan tidak produktif dan aktif produktif 32,25 % (10 RT). Untuk jumlah anggota keluarga terhadap pendapatan 32,25 % (10 RT) banyak tidak produktif dan banyak produktif 19,35% (6 RT). Kemudian untuk tingkat pendidikan terhadap pendapatan ada yang tinggi produktif 67,74% (21 RT) dan rendah tidak produktif 6,45% (2 RT).
ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN DISPARITAS PENDAPATAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA
ABSTRAK ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DAN DISPARITAS PENDAPATAN DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA Wida Rhamadani Dr. Syaiful Anwar, SE.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan struktur ekonomi Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Utara yang diukur menggunakan Location Quotients, Analisis Shift Share, Tipologi Klassen dan Indeks Williamson. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan data berupa angka. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan riset kepustakaan dengan cara mengumpulkan data-data dari publikasi laman resmi instansi/lembaga terkait dan menggunakan data deret berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis Location Quotients dan Shift Share analysis yang dilakukan mengambarkan sektor-sektor basis di setiap Kabupaten / Kota di Provinsi Kalimantan Utara yang beragam serta kinerja dan produktivitas sektor-sektor dalam perekonomian suatu wilayah. Pada hasil analisis tipologi klassen membagi Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara menjadi 3 klasifikasi sesuai dengan hasil dari tipologi klassen. (Kota Tarakan, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan termasuk dalam klasifikasi Daerah berkembang cepat tapi tidak maju. Lalu, Kabupaten Tana Tidung termasuk dalam klasifikasi Daerah maju tapi tertekan. Dan terakhir ialah Kabupaten Bulungan termasuk dalam Daerah relatif tertinggal. Sementara itu, dari keempat klasifikasi tersebut diatas tidak ada satupun daerah yang berada di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara yang berada pada klasifikasi Daerah maju dan tumbuh cepat. Pada hasil analisis Indeks Williamson menunjukkan dari sisi Ketimpangan terlihat bahwa nilai dari Indeks Williamson terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun, hal ini menandakan bahwa ketimpangan di Provinsi Kalimantan Utara sangatlah rendah.
KOMPARASI PENDAPATAN PETANI JAGUNG (Zea Mays) ANGGOTA KELOMPOK TANI DAN BUKAN ANGGOTA KELOMPOK TANI DI KELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA
Perkembangan pertanian di kota Tarakan diarahkan pada pengembangan agribisnis serta mendukung kebijakan ketahanan pangan, mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumberdaya pertanian. Persoalan dalam usahatani jagung, adanya petani yang menjadi anggota kelompok tani dan juga yang tidak menjadi anggota kelompok tani karena perbedaan pendapatan. Penelitian Komparasi Pendapatan Petani Jagung (zea mays) Anggota Kelompok Tani dan Bukan Anggota Kelompok Tani di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara bertujuan (1) mendeskripsikan karakteristik petani jagung di Kecamatan Tarakan Utara, (2) menganalisis pendapatan petani jagung yang masuk kelompok tani dan yang tidak masuk kelompok tani di Kecamatan Tarakan Utara, (3) melihat perbedaan pendapatan petani jagung yang masuk kelompok tani dan pendapatan petani jagung yang tidak masuk kelompok tani di Kecamatan Tarakan Utara. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan quota sampling dengan jumlah responden 50 orang petani jagung di Kelurahan Juata Laut. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan analisis uji independent sample T-Test. Hasil dari penelitian ini, karakteristik responden ini berdasarkan umur petani, jenis kelamin, tingkat pendidikan petani, dan lama berusahatani. Pendapatan rata-rata petani yang masuk kelompok tani adalah Rp 2,903,091/musim tanam dan pendapatan rata-rata petani yang tidak masuk kelompok tani adalah Rp 1,777,206/musim tanam. Perbedaan pendapatan petani jagung kelompok tani dengan petani tidak masuk kelompok tani diketahui nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,005 dimana lebih kecil dari nilai signifikan yaitu < 0,05 maka keputusan diterima H1 yang artinya disini terdapat perbedaan yang signifikan (nyata) antara rata-rata pendapatan petani jagung yang masuk kelompok tani dengan rata-rata pendapatan petani yang tidak masuk kelompok tani di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara dilihat dari perbedaan rata-rata penerimaan dan rata-rata pendapatan yang dikeluarkan.