Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 317 dari 342

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.L DENGAN DIAGNOSA MEDIS GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RUANG DAHLIA A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Gagal jantung kongestif adalah kumpulan gejala klinis akibbat kelainan struktural ataupun fungsional jantung yang menyebabkan gangguan kemampuan pengisian ventrikel dan ejeksi darah ke seluruh tubuh. Prevalensi CHF pada Negara berkembang sekitar 1-2% dari populasi dewasa. Data yang diperoleh dari WHO tahun 2016 menunjukan bahwa pada tahun 2015 terdapat 23 juta atau sekitar 54% dari total kematian disebabkan oleh Gagal Jantung Kongestif. Penelitian yang telah dilakukan di Amerila Serikat menunjukkan bahwa resiko berkembangnya Gagal Jantung Kongestif adalah 20% untuk usia ≥ 40 tahun selama beberapa dekade terakhir. Data Riskesdas tahun 2013 menunjukan prevalensi gagal jantung di Indonesia sebanyak 0,3% dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 1,5%. Tujuan penulisan adalah melakukan proses keperawatan, membandingkan antara teori dan kasus, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, melaksanakan pemecahan masalah. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Hasil yang di dapatkan Tn.L dimulai dari pengkajian, pengkajian pola sirkulasi ditandai dengan tidak terdapat bedah jantung, pola eliminasi ditandai dengan tidak ada penurunan frekuensi berkemih, pola makanan/cairan ditandai dengan tidak terdapat penurunan nafsu makan. Kesimpulan ditemukan adanya kesenjangan dari pengkajian dan perumusan diagnosa keperawatan antara teori dan kasus pada Tn.L. Sikap kooperatif pasien dan keluarga yang terbuka serta bekerja sama dengan perawat.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. K DENGAN DENGUE HAEMORAGIC FEVER DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

DHF adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti yang menyebabkan demam akut. Kejadian DHF di Indonesia tahun 2017 terdapat 30 provinsi dengan angka kesakitan kurang dari 49 per 100.000 penduduk yang mengalami peningkatan jumlahya jika dibandingkan tahun 2016 terdapat 10 provinsi dengan angka kesakitan kurang dari 49 per 100.000 penduduk. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasikan asuhan keperawatan komprehensif pada An.K dengan penyakit DHF. Metode penulisan ini yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawaan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialam, kesehatan sekarang dan secara keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang didapatkan yaitu hipertermia, defisit nutrisi, defisit pengetahuan, resiko hipovelemia. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari keempat diagnosa tersebut terdapat tiga masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan yang telah dilakukan dan terdapat satu diagnosa yang belum teratasi karena belum sesuai dengan tujuan.

Asuhan Keperawatan Pada An. Y dengan Diagnosa Medis Pneumonia di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan

None
2020 · Book · Open Access

Pneumonia adalah penyakit infeksi saluran napas bagian bawah yang merupakan penyebab utama kematian pada balita di dunia. Menurut WHO (World Health Organization) angka kematian balita pada tahun 2015 akibat pneumonia masih tinggi mencapai 6 juta anak balita meninggal dunia. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasikan asuhan keperawatan komprehensif pada An.Y dengan penyakit Pneumonia. Metode penulisan ini yaitu studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawaan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialam, kesehatan sekarang dan secara keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang didapatkan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, resiko defisit nutrisi, dan defisit pengetahuan. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dari keempat diagnosa tersebut terdapat tiga masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan yang telah dilakukan dan terdapat satu diagnose yang belum teratasi karena belum sesuai dengan tujuan, kriteria hasil dan waktu yang telah ditentukan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan : deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “M”. Hasil pengkajian klien terdapat 7 masalah keperawatan yaitu: Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeuik Inefektif. Dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan salah satu intervensi yaitu dorong keterlibatan dalam aktivitas kelompok maupun terapi, klien mampu mengikuti terapi aktivitas kelompok namun klien tampak apatis sehingga diperlukan komunikasi terapeutik antara perawat dan klien untuk meningkatkan kemampuan interaksi klien dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. M DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Abstrak Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.M. Metode penulisan : deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “M”. Hasil pengkajian klien terdapat 7 masalah keperawatan yaitu: Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeuik Inefektif. Dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Kesimpulan: Terdapat kesenjangan salah satu intervensi yaitu dorong keterlibatan dalam aktivitas kelompok maupun terapi, klien mampu mengikuti terapi aktivitas kelompok namun klien tampak apatis sehingga diperlukan komunikasi terapeutik antara perawat dan klien untuk meningkatkan kemampuan interaksi klien dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. N DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI RUANG TERATAI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pikiran emosi, dan perilaku-perilaku yang terganggu, dimana berbagai pemikiran tidak saling berhubungan secara logis, persepsi dan perhatian yang keliru, afek datar atau tidak sesuai, dan berbagai gangguan aktivitas bizarre (aneh). Pasien menarik diri dari banyak orang dan realitas, seringkali kedalam fantasi yang penuh waham dan halusinasi. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. N. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “N”. Hasil pengkajian klien terdapat 6 masalah keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Koping Individu Tidak Efektif, Kurang Pengetahuan Tentang Penyakit Jiwa, Regiment Terapeutik Inefektif. Kesimpulan: penulis menemukan 2 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu Halusinasi. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi di delegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. D DENGAN HIPERTENSI DI RUANG PERAWATAN DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. D DENGAN HIPERTENSI DI RUANG PERAWATAN DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN ABSTRAK Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tingi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmHg dengan tekanan darah diastolik lebih daari 90. Peningkatan tekanan darah dipengaruhi oleh beberapa faktor resiko antara lain meliputi umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, obesitas, kadar garam tinggi, dan kebiasaan hidup seperti merokok dan minuman beralkohol. Data menunjukkan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menderita hipertensi. Artinya, 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis menderia hipertensi, hanya 36,8% diantaranya yang minum obat. Jumlah penderita hipertensi di dunia terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang terkena hipertensi. Diperkirakan juga setiap tahun ada 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasi di Indonesia, hasil survei indikator kesehatan nasional tahun 2016 menunjukkan prevalensi hipertens meningkat menjadi 32,4%. Tujuan umum pembuatan laporan tugas akhir ini adalah menciptakan pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas dengan indikator teratasinya masalah yang terkait dengan kebutuhan dasar manusia pada klien. Penulis dapat memahami konsep dan teori yang berkaitan dengan hipertensi serta memperoleh gambaran yang nyata terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan pada Ny.D dengan diagnosa medis Hipertensi di Ruang Dahlia RSUD Tarakan melalui proses pendekatan asuhan keperawatan secara holistik dan komperhensif. Metode penulisan ini menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi dan hanya berfokus pada satu kasus secara infentif, di mulai dari pengumpulan data, klasifikasi data, analisa data, merumuskan diagnosa keperawatan, intervensi atau rencana keperawatan, dan implementasi atau tindakan yang sudah di laksanakan.

Asuhan Keperawatan pada Tn. FE dengan Masalah Utama Isolasi Sosial:Menarik Diri di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan

None
2020 · Book · Open Access

Skizofrenia dianggap sebagai sebuah penyakit otak yang paling membingungkan dengan manifestasi kondisi psikotik yang berat dan persisten disertai variabel disfungsi kognitif dan gangguan psikososial yang mendalam, individu yang menarik diri dari lingkungan sosial atau mengalami isolasi sosial akan merasa kesepian, tidak diterima, ditolak, dan tidak dapat berinteraksi maupun berhubungan sosial dengan orang lain . Tujuan umum yang ingin dicapai pada Laporan Tugas Akhir ini adalah memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian Asuhan Keperawatan pada Tn. F dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri di ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Gangguan, Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian, Resiko Perilaku Kekerasan,Harga Diri Rendah, dan 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: Isolasi Sosial: Menarik Diri, Ganggguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran, Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Penulis menemukan adanya kesenjangan yang terjadi antara teori dan kasus yaitu klien terlihat dapat menjawab dan mengambil keputusan yang diberikan. Pada diagnosa terdapat kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus yaitu diagnosa Harga Diri Rendah. Selanjutnya ada pada kasus tetapi tidak ada pada teori yaitu diagnosa Defisit Perawatan Diri: Berpakaian. Diharapkan keluarga klien memberikan dukungan kepada klien seperti sering menjenguk klien di Rumah Sakit karena dukungan keluarga adalah salah satu faktor pendukung dalam proses penyembuhan orang dengan gangguan jiwa.

Asuhan Keperawatan Pada An. R Dengan Demam Berdarah Dengue Di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan

None
2020 · Book · Open Access

Demam Berdarah Dengue merupakan infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan jumlah penderita cenderung meningkat dan penyebaran yang semakin meluas. Ketidakpatuhan masyarakat melakukan tindakan pencegahan dengan melakukan upaya pemberantasan saran nyamuk diduga menjadi faktor utama tingginya penularan DBD. Anak memiliki kerentanan penularan yang relatif lebih tinggi sebagai dampak kebiasaan bermain diluar rumah. Dibutuhkan perawatan yang komprehensif bagi anak yang dirawat dirumah sakit dengan DBD melalui proses keperawatan yang berkesinambungan. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan DBD. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. R. Dalam penelitian seluruh langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara berkesinambungan. Hasil pengkajian menunjukkan hanya gejala utama yang ditemukan pada An. R, sedang gejala penyerta tidak semua ditemukan. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. R dengan diagnosa utama berupa hipertemi yang merujuk pada kasus dan sesuai secara konseptual. Penyusunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimpelementasikan dengan baik. Evaluasi hasil menunjukkan seluruh masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kasus dengan teori pada setiap langkah proses keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosa keperawatan, penyusunan renacana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hal ini berarti proses keperawatan dapat dijalankan dengan baik oleh perawat.

Asuhan Keperawatan Pada Ny.S Dengan Diagnosa Medis Gagal Ginjal Kronik Diruang Dahlia B Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan

None
2020 · Book · Open Access

Penyakit gagal ginjal kronik merupakan masalah besar dunia karena bersifat menetap dan sulit disembuhkan. Prevalensi penyakit gagal ginjal kronik didunia pada tahun 2013 sebanyak 3.200.000 orang (Fresenius Medical Care, 2013). Angka kematian akbat gagal ginjal kronik terus meningkat dibanyak negara temasuk indonesia. Prevalensi gagal ginjal kronik berdasarkan diagnosis dokter di indonesia pada tahun 2013 sebanyak 504.248 orang atau sebesar 0,2%, sedangkan di kalimantan utara sebesar 0,1% penderita gagal ginjal kronik. (Dep.Kes RI. 2017). Dalam penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan metode deskriptif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah proses keperawatan meliputi: pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hal ini dilakukan agar memperoleh gambaran dan meningkatkan kemampuan penerapan asuhan keperawatan pada kasus Gagal Ginjal Kronik seperti studi kasus asuhan keperawatan pada Ny.S dengan diagnosa Gagal Ginjal Kronik yang dirawat diruang Dahlia B RSUD Tarakan. Pada penerapan asuhan keperawatan terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Ny.S meliputi tanda dan gejala, pemeriksaan penunjang, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Sedangkan pada evaluasi hasil didapatkan 4 diagnosa yang teratasi dan 2 diagnosa yang tidak teratasi, diagnosa yang teratasi adalah defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna makanan, intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, gangguan pola tidur berhubungan dengan kurang kontrol tidur, defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. L di Wilayah Puskesmas Karang Rejo

None
2020 · Book · Open Access

Data World Health Organization (WHO) mengenai status kesehatan nasional pada capaian target Sustainable Development Goals (SDGs) menyatakan secara global sekitar 830 wanita meninggal setiap hari karena komplikasi selama kehamilan dan persalinan, dengan tingkat Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 216 per 100.000 kelahiran hidup (WHO, 2017) Sebanyak 99 persen kematian ibu akibat masalah kehamilan, persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang. Rasio Angka Kematian Ibu (AKI) masih dirasa cukup tinggi sebagaimana ditargetkan menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Angka Kematian Ibu di Indonesia termasuk tinggi diantara negara-negara ASEAN.Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Data ini merupakan acuan untuk mencapai target AKI sesuai Sustainable Development Goals yaitu 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 28 Oktober 2019 di Puskesmas Karang Rejo Tarakan dengan NY. L sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 36-37 minggu dan selanjutnya di lakukan kunjungan ulang sebanyak dua kali kunjungan dan dilakukan setiap satu minggu satu kali kunjugan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 38-39 minggu. Kunjungan nifas dilakukan sebanyak tiga kali dan bersamaan dengan kunjungan bayi baru lahir. Pelaksanaan asuhan kehamilan menggunakan standar asuhan persalinan normal atau APN. Penattalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Adapun tujuan di lakukannya asuhan kebidanan komprehensif adalah untuk mendeteksi secara dini apakah terdapat masalah selama kehamilan, persalinan nifas, maupun bayi baru lahir dengan menggunakan meode SOAP. Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif tidak didapatkan masalah pada kehamilan. Pada persalinan tidak di dapatkan masalah dan ibu melahirkan secara spontan serta tidak terjadi komplikasi. Pada bayi di temukan masalah dengan berat badan lahir rendah kemudian dilakukannya perawatan selanjutnya pada bayi yaitu menjaga kehangatan pada bayi dengan metode kangguru, menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya dengan cara memberitahu ibu cara menyusui yang benar. kunjungan nifas pada bayi tidak di temukan adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.

Asuhan kebidanan Komprehensif pada Ny. R G3P2A0 Di wilayah Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan

None
2020 · Book · Open Access

Setiap wanita akan melalui proses kehamilan, bersalin dan nifas, hal tersebut merupakan proses fisiologis. Selama menjalani proses tersebut kemungkinan terjadi masalah kesehatan yang dapat meningkatkan kesakitan bahkan kematian baik pada ibu dan bayi. Oleh sebab itu, diperlukan solusi untuk mencegah maupun mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah asuhan berkelanjutan (Continuity of Care). Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan komprehensif dari masa kehamilan hingga nifas.