Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 316 dari 342

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. D G2P1A0 Di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan

None
2020 · Book · Open Access

Nurhayati, 1730701013. Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. D G2P1A0 Di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan Tahun 2020. Pembimbing I Yuni Retnowati, SST.,M.Keb. Pembimbing II Nurul Hidayatun Jalilah, S.Si.T.,M.Keb Abstrak Tujuan laporan tugas akhir ini untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB dengan menggunakan penedekatan manajemen kebidanan yang dilakukan pada Ny. “D”. Asuhan diberikan di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan mulai tanggal 04 November 2019 sampai 29 November 2019. Pengambilan data dilakukan secara langsung dan melihat data rekam medis, pendokmentasian dilakukan dengan menggunakan SOAP. Asuhan kehamilan dilakukan kunjungan sebanyak tiga kali pada usia kehamilan 38 minggu 4 hari, 39 minggu 4 hari dan 40 minggu dengan HPHT 05 Februari 2019 dan TP 12 November 2019. Selama kunjungan ibu mengeluh pada pemeriksaa pertama yaitu diare dan pada pemeriksaan terakhir yaitu perut mulai terasa kencang-kencang tapi jarang. Keluhan ini fisiologis dan telah di lakukan kolaborasi pemberian obat diare dengan Dokter dan teknik relaksasi. Didapatkan hasil pemeriksaan dengan keadaan umum baik dan tekanan darah dalam batas normal. Sehingga selama kehamilan Ny “D” dalam keadaan baik dan normal. Asuhan Persalinan tanggal 17 November 2019 jam 10.00 ibu datang ke Puskesmas dengan keluhan kencang-kencang dan keluar lendir darah dilakukan pemeriksaan jam 10.00 hasil VT 4 cm, efficement 10%, ketuban (+), pada jam 20.00 ketuban pecah dilakukan VT Pembukaan 10 cm, effacement 100%. Saat proses persalinan ibu bersalin secara normal dengan asuhan APN 60 langkah, bayi lahir spontan jenis kelamin laki-laki, BB 3600 gram, PB 52 cm segera dilakukan perawatan bayi baru lahir. Masa nifas berjalan dengan fisiologis, ASI lancar dan mengajarkan ibu tehnik menyusui yang benar. Asuhan Kebidanan neonatus pada ke 6 jam mengalami febris dan pada hari ke 7 mengalami bintik-bintik merah pada tubuh bayi. Keluhan ini dilakukan kolaborasi secara dini. Asuhan KB ibu memilih melanjutkan kembali menggunakan KB suntik 3 bulan dengan alas an menjaga jarak kehamilan dan tidak menganggu proses menyusui. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. “D” diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan selama dilakukan asuhan kebidanan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik dan dapat mecegah terjadinya komplikasi hingga kematian.

Asuhan keperawatan pada ny.R dengan diagnosa Medis Diabetes Melitus

None
2020 · Book · Open Access

Abstrak Diabetes Mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Gejala yang dikeluhkan pada penderita Diabetes Mellitus yaitu polydipsia, polyuria, polifagia, penurunan berat badan, kesemutan (Majority, 2015). Peningkatan angka prevelensi diabetes yang cukup signifikan yaitu 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018, sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti : serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan dan subjek adalah klien. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah terdapat beberapa kesenjangan antara teori dan kasus, dimana pada tahap pengkajian Ny. R di mulai dari pengkajian terdapat empat kesenjangan, pada diagnosis terdapat tiga kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari enam diagnosis keperawatan, empat yang teratasi dan dua tidak teratasi.

Asuhan Keperawatan Pda Tn.O dengan Gagal Ginjal Akut di Ruang perawatan Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Tarkan Provinsi Kalimantan Utara

None
2020 · Book · Open Access

Kasus penyakit Gagal Ginjal Akut, prevalensi menurut World Health Organitation memperkirakan bahwa prevalensi Gagal Ginjal Akut lebih dari 356 juta jiwa pada tahun 2009. Angka kejadian 1 tahun pada tahun 2010 sampai 2011 di wilayah Indonesia, orang yang mengalami Gagal Ginjal Akut mortalitas lebih tinggi pada pasien lanjut usia dan pasien dengan kegagalan multi organ. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Tn. O dengan Gagal Ginjal Akut. Subjek laporan ini adalah Tn. O dengan Gagal Ginjal Akut di ruang Perawatan Dahlia RSUD Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dari tanggal 26-29 November 2018. Hasil laporan didapatkan enam diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. O, yaitu Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan, Risiko perfusi renal tidak efektif dibuktikan dengan disfungsi ginjal, Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan, Gangguan integritas kulit berhubungan dengan penurunan mobilitas, Risiko defisit nutrisi dibuktikan dengan kurangnya asupan makanan, Risiko jatuh dibuktikan dengan penurunan kekuatan otot. Disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang ada antara teori dan kasus pada Tn. O dimulai dari pengkajian kesenjangannya yaitu pada pengkajian Sirkulasi, eliminasi, makanan/cairan, neurosensori, nyeri/keamanan, pernapasan. Evaluasi yang terdiri dari enam diagnosis keperawatan dimana ada dua diagnosis keperawatan yang belum teratasi, dan ada empat diagnosis keperawatan yang telah teratasi.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPEHENSIF PADA NY.E DI PUSKESMAS JUATA

None
2020 · Book · Open Access

Asuhan kebidanan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang diberikan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan sederhana dan konseling asuhan kebidanan yang mencakup pemeriksaan kesinambungan di antara Asuhan Kebidanan Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir. Tujuannyan untuk melakukan Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. E dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinana, nifas adan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Asuhan komprehensif dari masa kehamilan dilakukan 4 kali kunjungan yaitu I kali pada kunjungan trimester I, I kali kunjungan di trimester II dan 2 kali kunjungan di trimester III, dengan standar petolongan persalinan menggunakan 60 langkah APN, nifas dilakukan 3 kali kunjungan yaitu pada 6 hari, 14 hari dan 28 hari post partum, bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan bayi baru lahir 6 hari, 14 hari dan 28 hari. Asuhan komprehensif dapat dilakukan degan baik jika ada kerja sama bidan dengan klien, bidan dengan tenanga kesehatan lainnya serta diharapkan dengan dilakukan asuhan kebidanan komprehensif sejak kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir mampu segera diidentifikasi, diagnosa dan dilakukan penanganan sehingga masalah yang terjadi segera ditangani, sehingga mampu mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Pada Ny.E Asuhan kebidanan masa kehamilan tidak teridentifikasi adanya masalah. Pada asuhan kebidanan persalinan berjalan lancar hanya saja terdapat kasus lilitan tali pusat saat kala II dan asfiksia ringan pada bayi dan telah di lakukan penanganan sesuai dengan teori yang benar. Pada masa nifas dilakukan 3 kali kunjungan dan tidak teridentifikai adanya masalah. Asuhan bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan dan tanpa adanya identifikasi masalah apapun.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. C DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan gula darah yang disebut dengan kondisi hiperglikemia (American Diabetes Association, 2018). Diabetes melitus dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penyandangnya dan saat diketahui sudah terjadi komplikasi. International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan bahwa prevalensi diabetes melitus di dunia adalah 1,9% dan telah menjadikan DM sebagai penyebab kematian urutan ke tujuh di dunia, sedangkan 2013 angka kejadian diabetes di dunia adalah sebanyak 382 juta jiwa dimana proposi kejadian DM tipe 2 adalah 95% dari populasi dunia. Prevalensi kasus diabetes melitus tipe 2 sebanyak 85-90% .Menurut Konsensus Perkeni 2015 dalam Riskesdas 2018 prevalensi diabetes melitus pada penduduk umur ≥15tahun terdapat 10.9%. kasus diabetes melitus di Kalimantan Utara pada tahun 2018 terdapat 1.7% kasus. Dari data tersebut yang menjadi latar belakang penulis mengambil kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dalam penulisan Laporan Tugas Akhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Subjek penelitian adalah Ny. C dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Dahlia B RSUD Tarakan dari tanggal 28 Oktober 2019 sampai dengan 30 Oktober 2019. Hasil yang didapatkan terdapat lima diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Ny. C, bersihan jalan nafas tidak efektif, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan mobilitas fisik, gangguan intergritas kulit, dan defisit pengetahuan. Penulis menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Ny. C dimulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan satu diagnosis keperawatan teratasi, dan empat diagnosis keperawatan yang belum teratasi.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. R DI WILAYAH PUSKESMAS KARANG REJO TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Pregnancy, childbirth, childbirth and newborns are physiological conditions, but in the process there is the possibility of a situation that can threaten the life of the mother and baby and even lead to death, therefore pregnancy, childbirth, childbirth and newborns must be handled by health workers. authorities for the health and safety of mothers and babies. The purpose of this final report is to provide comprehensive care for pregnant women, childbirth, childbirth, and newborns using the SOAP approach. Continuous care was carried out by the authors from the third trimester of pregnancy, childbirth, childbirth, and newborns. Care was given from November 14, 2019 to December 26, 2019. Visits for midwifery care were also carried out at the mother's house and at the Karang Rejo Community Health Center, Tarakan City, with 4 pregnancy visits, 1 birth, 3 postpartum visits, 3 new babies born. Midwifery care was given to Mrs. R G3P2A0 UK 32 weeks. At the visit the mother did not have any complaints. From the results of the examination, there was no disturbance in the mother. At 36 weeks of gestation, the mother gave birth at the Karang Rejo Health Center normally. The first stage of labor lasts for 10 hours 19.00-06.00 WITA, the second stage lasts 10 minutes when the baby is born spontaneously at 06.25 WITA, the third stage lasts for 10 minutes, the placenta is fully delivered at 06.35 WITA, the IV lasts for 2 hours. On December 12, 2019 the baby was born spontaneously crying, reddish skin color, active muscle tone. There is no tear in the mother's perineum. During the postpartum visit of 1-6 weeks the mother was normal and there were no abnormalities. It is hoped that clients can apply the counseling that has been given during midwifery care so that they can find out the importance of supervision during pregnancy, childbirth, postpartum and newborns. Keywords: Comprehensive, Pregnancy, Childbirth, Infant and Postpartum

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. P di Wilayah Puskesmas Karang Rejo Tarakan

None
2020 · Book · Open Access

World Health Organization (WHO) data on national health status on the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) stated that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with a Maternal Mortality Rate (MMR) of 216 per 100,000 live births. (WHO, 2017). As many as 99 percent of maternal deaths due to pregnancy, childbirth or birth problems occur in developing countries. The high MMR and Infant Mortality Rate (IMR) are still big problems for Indonesia, because they can provide an overview of the development of health status and are also used as indicators in assessing the success of health services and health development programs. This problem can be overcome by carrying out comprehensive midwifery services which are ongoing midwifery care starting from pregnancy, childbirth, childbirth and newborns, so as to improve the quality of services and the welfare of mothers and babies, and reduce the risk of complications for mothers and babies. Implementation of Comprehensive Midwifery Care began on November 15, 2019 at Puskemas Karang Rejo Tarakan with Mrs. P as the respondent for the implementation of care. Initial visits are carried out when the client enters 37-38 weeks of gestation and then repeated visits are carried out 2 times and carried out every 1 week 1 visit. Labor occurs at 39-40 weeks of gestation. Postpartum visits were carried out 3 times and simultaneously with visits to newborns. The implementation of pregnancy care uses the standard of normal delivery care (APN). The management of postpartum and newborn care adjusts to the needs of the puerperium and newborns. The aim of conducting comprehensive midwifery care is to detect early whether there are problems during pregnancy, childbirth, postpartum and newborns using the SOAP method. During comprehensive midwifery care there are no problems with pregnancy. In childbirth, a problem is found, namely the prolonged stage I due to inadequacy and premature rupture of the membranes, but the problem can be resolved by referring to the Tarakan Hospital and the mother can give birth spontaneously and there are no complications. During the postpartum visit and the baby did not find any problems, the mother and baby were in good condition, the care provided was in accordance with established standards. Comprehensive midwifery care has been documented in the form of a SOAP.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. H DI WILAYAH PUSKESMAS JUATA TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Tingginya AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi Indonesia, karena dapat memberi gambaran perkembangan derajat kesehatan dan juga digunakan sebagai indicator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan pelayanan kebidanan komprehensif yang merupakan asuhan kebidanan yang berkelanjutan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir, sehingga dapat meningkatkan mutu pelayanan dan kesejahteraan ibu dan bayi, serta menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 08 November 2019 di Puskesmas Juata Tarakan dengan Ny. H sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan Awal dilakukan pada saat klien memasuki usia kehamilan 37 minggu dan selanjutnya dilakukan kunjungan ulang sebanyak 3 kali kunjungan dan dilakukan setiap 1 minggu 1 kali kunjungan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 40 minggu 3 hari. Kunjungan nifas dilakukan sebanyak 4 kali dan bersamaan dengan kunjungan bayi baru lahir. Pelaksanaan asuhan kehamilan menggunakan standar asuhan persalinan normal (APN). Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif didapatkan masalah pada bayi. Pada kunjungan kehamilan awal, kunjungan ulang pertama dan kedua tidak didapatkan masalah. Pada persalinan tidak ditemukan masalah, pada kunjungan nifas tidak didapatkan masalah, pada bayi ditemukan adanya masalah, bayi lahir dengan A/S 5/7, telah dilakukan penanganan bayi asfiksia hingga A/S menjadi 8/9 ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah di dokumentasikan dalam bentuk SOAP.

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. A Di Puskesmas Gunung Lingkas

None
2020 · Book · Open Access

Tingginya AKI dan AKB menjadi masalah di Indonesia, disebabkan karena pertolongan oleh non tenaga Kesehatan dan pengawasan antenatal yang masih kurang memadai sehingga terjadinya resiko tinggi dalam Kehamilan. Masalah ini dapat diatasi dengan meningkatkan pelayanan kebidanan yang berkualitas sesuai dengan standar asuhan kebidanan. ​​​​Tujuan dari Laporan Tugas Akhir Asuhan Kebidanan Komprehensif ini adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh mulai dari masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan hingga ibu berencana menggunakan KB. Asuhan Kebidanan Komprehensif ini telah diberikan pada Ny.A usia 35 tahun G3P2A0 di Praktik Mandiri Bidan Rubiyah, Amd.Keb, sejak tanggal 05 November 2019 sampai 27 November 2019. Pengambilan data dilakukan secara langsung dan pendokumentasian dilakukan dengan SOAP.​ Asuhan Kebidanan pada kehamilan mengacu pada standar pelayanan minimal 10 T yang dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan. Penatalaksanaan asuhan persalinan menggunakan standar Asuhan Persalinan Normal (APN). Lama persalinan Ny.A dimulai dari kala I yaitu 2 jam, Kala II selama 30 menit, Kala III selama 10 menit dan Kala IV berlangsung selama 2 jam. Kunjungan Nifas (KF) dilakukan sebanyak 3 kali bersamaan dengan kunjungan bayi (KN) yaitu pada 6 jam, 3 hari, 4 hari dan 13 hari. Pada Persiapan KB ibu telah diberikan penjelasan tentang jenis-jenis KB dan apa saja keuntungan dan kekurangan dari KB, kemudian menyakinkan ibu tentang KB yang akan digunakan dan ibu memutuskan untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan.​​​​​​​​​​ Berdasarkan hasil Asuhan Kebidanan Komprehensif yang telah diberikan pada Ny.A didapatkan bahwa selama masa kehamilan, persalinan dan masa nifas Ny.A berjalan dengan normal tidak ada faktor resiko atau komplikasi dan pada bayi Ny.A dalam kondisi baik dan sehat, tidak ada infeksi dan tidak ada cacat bawaan. Berakhirnya Asuhan Kebidanan Komprehensif diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan. Sehingga ibu dan bayi tetap dapat mencegah dan terhindar dari terjadinya komplikasi.

Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny H di wilayah puskesmas gunung lingkas

None
2020 · Book · Open Access

ABSTRAK Asuhan kebidanan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang diberikan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan sederhana dan konseling asuhan kebidanan yang mencakup pemeriksaan kesinambungan diantara Asuhan kebudanan Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir. Tujuanya untuk melakukan asuhan kebidanan komprhensif pada Ny. H dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Hasil pemeriksaaan dilakukan pendampingan secara komprehensif dan data diperoleh di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan dari bulan November 2019 s/d januari 2020 Ny, H G3P1A1 Umur 37 Tahun Tanggal 06 November 2019 Jam 09.00 Wita Ny H datang ingin memeriksakan kehamilannya, hasil pemeriksaan Ny H hamil 34 minggu 2 hari. K2 Ny H hamil 38 minggu dan pada saat K2 didapatkan masalah pada kehamilan ibu yaitu Anemia ringan dengan kadar HB 9,4 Gr/dl. Pada tanggal 31 desember 2019 Ny H G3P1A1 Hamil 40 minggu. Partus kala II fase aktif keadaan ibu dan janin baik, pada jam 14.30 wita bayi lahir spontan dengan letak belakang kepala, berat badan 3,200 gram , panjang badan 52 cm. Pada jam 14.35 wita Ny H P2A1 partus kala III, keadaan ibu baik , Jam 14.40 plasenta lahir spontan dan lengkap. Pada Jam 15.30 Ny H P2A1 Partus kala IV, keadaan ibu dan bayi baik, jam 21.30 Ny H P2A1 6 jam nifas , keadaan ibu baik. Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan dan keadaan bayi baik. kesimpulan pemeriksaan ini , bidan dapat menerapkan Asuhan Kebidanan Komprehensif dengan menggunakan Manajemen Asuhan Kebidanan Metode

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada NY. H Di Puskesmas Gunung Lingkas

None
2020 · Book · Open Access

Menurut data (world health organization) WHO tahun 2015, sebanyak 99% kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang 81% angka kematian ibu (AKI) akibat komplikasi selama hamil dan bersalin. Faktor langsung penyebab tingginya AKI adalah perdarahan 45%, terutama perdarahan post partum. Selain itu ada keracunan kehamilan 24%, infeksi 11%, dan partus lama atau partus macet (7%). Tercatat Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS) pada tahun 2015 angka kematian ibu di Indonesia sebesar 305 kematian per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan angka kematian bayi sebesar 22,23 per 100.000 kelahiran hidup. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan pelayanan sesuai standar kebidanan dan bidan memberikan asuhan pelayanan kebidanan yang komprehensif. Yang tujuannya adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif sejak masa kehamilan, bayi baru lahir, hingga masa nifas. Metode yang digunakan adalah melakukan asuhan komprehensif dari masa kehamilan selama 4 kali kunjungan, pertolongan persalinan normal dengan menggunakan APN 60 langkah, asuhan masa nifas dilakukan 4 kali kunjungan, hingga asuhan bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan. Pelaksanaan Asuhan Kebidanan Komprehensif dimulai pada tanggal 05 November 2019 di Puskesmas Gunung Lingkas Tarakan pada Ny. H sebagai responden untuk pelaksanaan asuhan. Kunjungan awal dilakukan pada saat pasien memasuki usia kehamilan 38 minggu dan selanjutnya di lakukan kunjungan ulang sebanyak dua kali kunjungan dan dilakukan setiap satu minggu satu kali kunjugan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 39 minggu. Kunjungan nifas dilakukan sebanyak tiga kali dan bersamaan dengan kunjungan bayi baru lahir. Pelaksanaan asuhan kehamilan menggunakan standar asuhan persalinan normal atau 60 Langkah APN. Penatalaksanaan asuhan masa nifas dan bayi baru lahir menyesuaikan kebutuhan selama masa nifas dan bayi baru lahir. Selama melakukan asuhan kebidanan komprehensif didapatkan masalah pada kehamilan dengan anemia ringan kemudian dilakukan pemberian tablet fe dan menjelaskan KIE pemenuhan kebutuhan nutrisi, Pada persalinan tidak didapatkan masalah dan ibu melahirkan secara spontan serta tidak terjadi komplikasi. Pada bayi ditemukan masalah dengan berat badan lahir rendah kemudian dilakukannya perawatan selanjutnya pada bayi yaitu menjaga kehangatan pada bayi, kunjungan nifas pada bayi tidak ditemukan adanya masalah, ibu dan bayi dalam keadaan baik, asuhan yang diberikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Asuhan kebidanan komprehensif telah didokumentasikan dalam bentuk SOAP.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. A DI WILAYAH PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Asuhan kebidanan komprehensif adalah suatu pemeriksaan yang diberikan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan sederhana dan konseling asuhan kebidanan yang mencakup pemeriksaan kesinambungan diantara Asuhan kebidanan Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi Baru Lahir. Tujuannya untuk melakukan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. A dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Asuhan kehamilan selama 3 kali kunjungan meliputi, kunjungan awal 1 kali, dan kunjungan ulang 2 kali. Asuhan kebidanan masa kehamilan teridentifikasi adanya masalah pada masa kehamilan yaitu anemia riang pada Ibu, dilakukan pemberian terapi tablet tambah darah dan konseling tentang makanan yang mengandung zat besi. Asuhan persalinan tanggal 12-12-2019, persalinan terjadi pada usia kehamilan 38 minggu. Pemantauan dilakukan menggunakan lembar observasi partograf dan tidak melewati garis waspada tidak teridentifikasi adanya masalah pada masa persalinan. Pada asuhan nifas dilakukan 3 kali kunjungan meliputi 6 jam post partum, 6 hari post partum dan 2 minggu post partum. Keadaan umum ibu baik, TTV dalam batas normal, involusi uterus berlangsung normal, lochea berbau normal dan tanpa ada identifikasi masalah apapun. Asuhan bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan, bayi tampak sehat tidak ada tanda-tanda bayi sakit dan tidak ada tanda bahaya pada bayi baru lahir. Bayi diberikan imunisasi sesuai umurnya dan telah dijadwalkan kembali untuk melakukan pemberian imunisasi selanjutnya. Asuhan komprehensif mampu berlangsung dengan baik jika ada kerjasama bidan dengan klien, bidan dengan tenaga kesehatan yang lain serta bidan dengan Dinas Kesehatan atau Pemerintah. Diharapkan dengan dilakukannya asuhan kebidanan komprehensif masalah sejak masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir mampu segera diidentifikasi, didiagnosa dan dilakukan penanganan sehingga masalah yang terjadi dapat segera diatas. Sehingga mampu mengurangi resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. A DENGAN NON HAEMORAGIC STROKE (NHS) DI RUANG PERAWATAN BEDAH ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan, prevalensi stroke mengalami peningkatan dari 7‰ pada Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menjadi 10,9 ‰ pada Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 (Riskesdas, 2018). Berdasarkan prevelensi tersebut, maka penulis mengambil kasus Non Haemoragik Stroke sebagai laporan tugas terakhir. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan jenis studi kasus. Pendekatan keperawatan dilakukan dengan tahapan asesmen, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil penelitian didapatkan lima diagnosa keperawatan yang ditegakkan pada Tn A, yaitu gangguan perfusi jaringan sereberal, nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri dan defisit pengetahuan. Disimpulkan bahwa terdapat kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian terdapat lima kesenjangan, pada diagnosa terdapat empat kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dua diagnosa yang tidak teratasi dan tiga diagnosa yang teratasi sesuai tujuan dan kriteria hasil.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. R DI WILAYAH PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

World Health Organization (WHO) data on national health status on the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) stated that globally around 830 women die every day due to complications during pregnancy and childbirth, with a Maternal Mortality Rate (MMR) of 216 per 100,000 live births. (WHO, 2017) As many as 99 percent of maternal deaths due to pregnancy, childbirth or birth problems occur in developing countries. The high MMR and IMR is still a big problem for Indonesia, because it can provide an overview of the development of health status and is also used as an indicator in assessing the success of health services and health development programs. This problem can be overcome by carrying out comprehensive midwifery services which are continuous midwifery care starting from pregnancy, childbirth, childbirth and newborns, so as to improve the quality of services and the welfare of mothers and babies, and reduce the risk of complications to mothers and babies. The implementation of Comprehensive Midwifery Care began on November 15, 2019 at the Gunung Lingkas Tarakan Health Center with Mrs. R as the respondent for the implementation of care. Initial visits are carried out when the client enters 37-38 weeks of gestation and then repeated visits are carried out 2 times and carried out every 1 week 1 visit. Labor occurs at 39-40 weeks of gestation. Postpartum visits were carried out 3 times and simultaneously with visits to newborns. The implementation of pregnancy care uses the standard of normal delivery care (APN). The management of postpartum and newborn care adjusts to the needs of the puerperium and newborns. During comprehensive midwifery care, a problem with pregnancy was found, namely pre-eclampsia. In childbirth, there is a problem in labor, namely PEB because blood pressure increases on the way to delivery. During the postpartum visit and the baby did not find any problems, the mother and baby were in good condition, the care given was according to predetermined standards. Comprehensive midwifery care has been documented in the form of a SOAP.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. H DENGAN ANEMIA RINGAN DI WILAYAH PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Asuhan Kebidanan Komprehensif adalah asuhan yang diberikan secara berkesinambungan kepada ibu selama kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir (BBL). Tujuannyan untuk melakukan Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. H dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinana, nifas dan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Metode yang dilakukan pada laporan tugas akhir ini adalah metode pendekatan studi kasus dimana penulis mengumpulkan data dan mendeskripsikan proses asuhan kebidanan komprehensif Continuty Of Care (COC) pada Ny. L dengan kehamilan dari usia 34-37 minggu dengan kunjungan kehamilan sebanyak 3 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, bayi baru lahir 1kali, neonatus 4 kali. Pada Ny. H proses kehamilan berjalan dengan fisiologis. Proses persalinan berlangsung normal di Puskesmas Sebengkok tanpa ada komplikasi dan penatalaksanaan telah dilkukan sesuai APN 60 langkah dengan kala 1 30 menit. Kala II 5 menit, kala III 8 menit dan kala IV 2 jam. Pada tanggal 08 Desember 2019 pukul 07.15 WITA bayi lahir spontan berjenis kelamin laki-laki, menangis kuat, tonus otot baik, warna kulit kemerahan, berat badan 2650 gram dan panjang badan 49 cm. Pada asuhan masa nifas Ny. H tidak ada keluhan, dan masa neonatus pada bayi Ny. H tidak ada keluhan. Setelah dilakukan asuhan kebidanan pada Ny. H selama kehamilan tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus. Pada asuhan persalinan kala 1, II, III dan IV tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Sedangkan pada asuhan nifas, bayi baru lahir dan neonatus dalam batas normal. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan continuity of care yang telah dilakukan pada Ny. H diharapkan klien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan sehingga kondisi ibu dan bayi tetap baik dan mencegah terjadinya komplikasi hingga kematian.

LAPORAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. J G2P1A0 DI WILAYAH PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS KOTA TARAKAN

None
2020 · Book · Open Access

Noni Astriani. 1730701004. Laporan Kasus Asuhan Kebidanan Pada Ny. J G2P1A0 Di Wilayah Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan tahun 2020. Pembimbing I Agus Purnamasari, SST., M.Keb. Pembimbing II Ririn Ariyanti, S.Si.T., M.Keb Abstrack Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2017, angka kematian ibu dalam masa kehamilan, persalinan, nifas adalah sebanyak 216 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan laporan tugas akhir (LTA) untuk memberikan asuhan kebidaan secara komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir (BBL) dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan melalui 7 langkah varney dan pendokumentasian melalui SOAP. Asuhan dilakukan pada Ny. J usia 26 tahun G2P1A0 sesuai dengan kemenkes RI (2013) pada 3 kali ANC selama trimester III, dimana ANC I kadar Protein Urine (-), pada TM II ibu mengeluh sesak napas dan sering BAK, pada saat melakukan ANC III sesak napas dan sering BAK ibu telah berkurang. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 40 minggu 2 hari, kala I fase aktif berlangsung 12 jam 30 menit pukul 15.00 WITA - 02.30 WITA, kala lI 10 menit bayi lahir spontan 02.40 WITA, JK: laki-laki, kala IIl 10 menit plasenta lahir lengkap pukul 02.50 WITA, kala IV 2 jam. Kunjungan nifas 4 kali, yaitu KFI, KF 2, KF 3 dan KF 4 tidak terjadi masalah selama masa nifas. Bayi baru lahir, pada kunjungan neonatal dilakukan 3 kali, yaitu KN 1, KN 2 dan KN 3, tidak ditemukan masalah selama pada masa kunjungan neonatal. Asuhan komprehensif ini telah dilakukan pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Hasilnya tidak didapatkan masalah pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Diharapkan hasil Laporan Tugas Akhir ini dapat menjadi sumber informasi yang dapat meningkat kanpengetahuan mahasiswi tentang asuhan komprehensif pada ibu hamil, persalinan, nifas dan bayi baru lahir sehingga dapat dilakukan upaya pengembangan penulisan Laporan Tugas Akhir selanjutnya.