UCI RAMA DILASARI
2020 · Book · Open Access
KEBIASAAN MAKAN IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus)
DI SUNGAI SEMBAKUNG DESA ATAP
KABUPATEN NUNUKAN
Abstrak
Ikan tawes (Barbonymus gonionotus) merupakan suatu sumberdaya perairan yang bernilai ekonomis penting menjadi hasil tangkapan utama para nelayan di Desa Atap dengan penangkapan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makan ikan tawes di Sungai Sembakung Desa Atap. Penelitian dilakukan selama 4 bulan dengan menggunakan Prupossive Sampling. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan alat tangkap jaring insang. Penelitian ini menggunakan data persentase ikan dengan lambung berisi (PILB) dengan nilai 100% setiap bulannya, index of stomach content (ISC) dengan hasil yang didapatkan berkisar 2,66-8,07, index of Preponderence (IP), dan pengukuran kualitas air dilakukan secara langsung. Komposisi makanan ikan tawes ditentukan dengan menghitung index of Preponderence (IP), sehingga diperoleh 89 % makanan utama berupa lumut, sedangkan makanan pelengkap yang tidak terifentifikasi 7 % beberapa potongan rumput dan biji – bijian, dan makanan tambahan 4 % berupa akar. Hasil yang diperolah menunjukkan bahwa ikan tawes bersifat herbivora.
NURHIDAYAH
2020 · Book · Open Access
KELIMPAHAN JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN PUKAT BAWAL (GILL NET) DI PERAIRAN PULAU SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Perairan Pulau Sebatik merupakan salah satu daerah penangkapan ikan dengan alat tangkap gill net. Gill net digunakan untuk menangkap ikan bawal. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan kelimpahan jenis – jenis ikan serta mengklasifikasikan hasil tangkapan utama berdasarkan ukuran panjang total. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari sampai Februari 2020 dengan metode purposive sampling. Sampel ikan dikumpulkan menggunakan alat tangkap gill net dengan mesize 7 incih. Total ikan hasil tangkapan yang diperoleh sebanyak 311 ekor. Keanekaragaman jenis ikan terdistribusi dari 1 filum, 3 kelas, 9 ordo, 15 famili, 17 genus dan 18 spesies. Hasil kelimpahan relatif jenis ikan berkisar antara 0,32 – 27%. Kelimpahan tertinggi dari jenis Pampus argenteus 27%, Pampus sp. 20% dan Drepane sp. 12%, sedangkan hasil kelimpahan terendah dari jenis Sphyrna lewini 0,32%, Muraenesox bagio 0,65% dan Thryssa hamiltonii 0,65%. Hasil tangkapan ikan bawal berdasarkan ukuran dari trip 1 dengan ukuran 23 – 29,02 cm, trip 2 dengan ukuran 25 – 29,02 cm, trip 3 dengan ukuran 27 – 32,54 cm dan trip 4 dengan ukuran 25 – 30,78 cm. Hasil pengukuran panjang total ikan bawal yang tertangkap secara keseluruhan didapatkan antara 22 – 36,06 cm dengan didominasi ukuran yaitu 27,27 – 29,02.
ANISA OKTAVIA ANDRIANI
2020 · Book · Open Access
KANDUNGAN BAHAN ORGANIK C (KARBON), N (NITROGEN) DAN FOSFOR (P) PADA SERASAH DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa kroth) YANG TERDEKOMPOSISI DI KAWASAN DANAU MANUK BUNGKUL KECAMATAN SEMBAKUNG KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Dekomposisi serasah daun kratom (Mitragyna speciosa) akan menghasilkan bahan organik yang berperan dalam menentukan kesuburan perairan Danau Manuk Bungkul. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) pada serasah daun kratom yang terdekomposisi di Kawasan Danau Manuk Bungkul. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2019 – Januari 2020 menggunakan metode deskriptif dan kuantatif dengan mendeskripsikan kandungan bahan organik Karbon (C), Nitrogen (N) dan Fosfor (P) di setiap stasiun. Pengambilan sampel serasah daun kratom dilakukan pada tiga titik stasiun, dimana stasiun 1 terletak di muara sungai, stasiun 2 terletak di bagian tengah atau di depan dermaga dan stasiun 3 terletak di ujung danau dengan 3 kali pengulangan. Pada setiap stasiun memiliki sub stasiun yaitu tergenang dan tidak tergenang. Laju dekomposisi serasah daun kratom sebesar 0,19 – 0,27 gram/hari. Kandungan bahan organik Karbon (C) pada serasah daun kratom sebesar 13,56 – 23,81 %, bahan organik Nitrogen (N) sebesar 1,02 – 2,59 % dan bahan organik Fosfor (F) sebesar 0,014 – 0,031 % di Kawasan Danau Manuk Bungkul Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan.
None
2020 · Book · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. R DENGAN DIAGNOSA GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN
ABSTRAK
Gagal ginjal kronik merupakan suatu penurunan fungsi ginjal yang cukup berat dan irreversible, umumnya tidak pulih, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit yang menjadikan menurunya volume vaskuler dan gangguan reabsornsi. Berdasarkan hasil dari system review metaanalysis yang dilakukan didapatkan prevalensi di dunia gagal ginjal kronik sebesar 13,4% (Hill et al,2016). Dan di Indonesia menurut Riskesdas (2018) terdapat 0,38% penderita terdiagnosa Gagal ginjal kronik dan terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya. Tujuan penulisan adalah melakukan proses keperawatan, membandingkan antar terori dan kasus, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghaambat, melaksanakan pemecahan masalah. Penyusuna laporan tugas akhir ini penulis menggunakan studi kasus. Subjek penelitian adalah Tn. R dengan gagal ginjal kronik di Ruang Anggrek A RSUD Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Hasil yang didapatkan terdapat lima masalah keperawatan yang ditegakkan pada Tn. R, pola nafas tidak efektif, hipervolemi, resiko perfusi perifer tidak efektif,nyeri akut, intoleransi aktivitas, ansietas, dan defisit pengetahuan. Dari hasil analisis didapatkan kesenjagan antara teori dan kasus pada Tn.R yaitu dari pengkajian pada aktivitas, sirkulasi, eliminasi, makanan/cairan, nyeri/kenyamanan, intergritas ego, neurosensori, keamanan, pernapasan. Pada diagnosa dikasus yaitu defisit nutrisi,gangguan intergritas, gangguan pertukaran gas. Intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari lima diagnosa keperawatan dua yang tidak teratasi dan tiga yang teratasi.
None
2020 · Book · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. B DENGAN DIAGNOSA MEDIK DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN
ABSTRAK
Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit gangguan metabolik yang terjadi akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah, yang dikenal dengan istilah hiperglikemi, pada tahun 2013 menjadi 1,5% pada tahun 2018 dengan proporsi DM 6,3 %, Toleransi glukosa terganggu 29,9 % dan gula darah puasa terganggu 36,6 % dari jumlah penduduk yang berusia lebih dari 15 tahun. Penulis menggunakan metode desain penelitian studi kasus dengan pendekatan pemecahan masalah menggunakan proses keperawatan dimulai dari tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. B dengan DM Tipe 2 di Ruang Perawatan Dahlia RSUD Tarakan Provinsi Kalimantan Utara dari tanggal 25-27 Februari 2020. Hasil analisa didapatkan tujuh diagnosis keperawatan yang dapat ditegakkan pada Ny. B, ketidakseimbangan kadar glukosa darah, ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, nyeri akut, gangguan pola tidur, kerusakan integritas jaringan, intoleransi aktifitas..
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Tn. “S”. Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguankonsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi dan berpakaian, risiko gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, dan defisit pengetahuan, dan 4 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi dan berpakaian, risiko gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Kesimpulan: penulis menemukan 2 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada satu diagnosa yang intervensinya belum teratasi yaitu isolasi sosial: menarik diri. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi didelegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK
Gastroentritis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia dengan insidensi dan angka mortalitas yang relatif tinggi. Anak yang berusia dibawah 5 tahun dapat mengalami gastroenteritis 3-4 kali setahun. Usia anak-anak memiliki kerentanan infeksi gastroenteritis lebih tinggi berkaitan dengan ketidakmampuannya menjaga higienitas dan tingkat imunitas yang masih rendah. Perawatan yang baik mutlak diperlukan guna mencegah timbulnya kompliasi yang lebih buruk pada anak dengan penyakit gastroenteritis. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan Gastroenteritis. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. R. Dalam penelitian ini lima langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara baik oleh perawat. Hasil pengkajian mengindikasikan adanya kesenjangan antara kasus dan teori dengan tidak semua tanda dan gejala ditemukan pada kasus. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. R dengan masalah utama hypovolemia, hipertemi, dan defisit nutrisi; ada perbedaan tidak bermakna rumusan diagnosa secara teoritis. Penyusunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan berdasarkan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh rencana asuhan dapat diimpelementasikan dengan baik. Pada akhir asuhan evaluasi hasil menunjukkan seluruh masalah keperawatan dapat teratasi. Dapat disimpulkan bahwa proses keperawatan yang diberikan oleh perawat telah sesuai dan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara kasus dengan teori.
None
2020 · Book · Open Access
Cedera kepala merupakan penyebab kematian terbesar, diperkirakan 100.000 orang meninggal setiap tahunnya. Indonesia di tahun 2018 memiliki 9,2% proporsi cedera yang akan mengakibatkan kegiatan sehari-hari terganggu, sedangkan untuk proporsi cedera kepala pada tahun 2018 di Indonesia adalah 11,9%. Prevelensi cedera kepala yang terjadi di Kalimantan Utara berada di urutan ke 13 dalam proporsi cedera kepala 14,7% pada tahun 2018. Berdasarkan prevalensi tersebut, maka penulis tertarik mengambil kasus cedera kepala sebagai laporan tugas akhir. Penulis menggunakan metode deskriptif, tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Subjek penelitian adalah Tn. A dengan Post Craniatomy ec Fraktur Parietal di Ruang Perawatan Dahlia A Rumah Sakit Umum Tarakan Provinsi Kalimantan Utara pada tanggal 17 Juli 2020 sampai dengan tanggal 19 Juli 2020. Hasil penelitian didapatkan enam diagnosa keperawatan yang ditegakkan pada Tn. A, yaitu risiko perfusi serebral tidak efektif, risiko infeksi, gangguan mobilitas fisik, nyeri akut, gangguan pola tidur dan risiko cedera. Kesimpulan, penulis mendapatkan kesenjangan yang terdapat antara teori dan kasus pada Tn. A dimulai dari pengkajian terdapat enam kesenjangan, pada diagnosa terdapat lima kesenjangan, intervensi harus disesuaikan dengan kondisi dan sarana prasarana. Evaluasi hasil yang didapatkan dari enam diagnosa keperawatan, lima yang teratasi dan satu tidak teratasi
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK
Asuhan Keperawatan Pada An. B Dengan Diagnosa Medik Dengue Haemorragic Fever Di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan
Ragil Magdalena, Alfianur, Nurman Hidaya
Menurut data WHO, Asia pasifik menanggung 75% dari beban dengue didunia tahun 2010, sementara Indonesia di laporkan sebagai Negara ke-2 dengan kasus dengue haemorragic fever di antara 30 negara wilayah endemis. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan komprehensif pada An. B dengan penyakit Dengue Haemorragic Fever.Metode penulisan adalah deskritif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberi asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi : pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.Pengkajian yang di laksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah di alami dan sekarang, pengkajian kesehatan secarakeseluruhan.Diagnosa keperawatan di temukan adalah defisit nutrisi, resiko hipovelemia, nyeri akut, defisit pengetahuan, defisit perawatan diri.Intervensi yang telah di lakukan dan kriteria hasil yang telah di susun berdasarkan prioritas masalah. Adapun diagnposa yang teratasi dan tidak teratasi. Diagnosa yang teratasi yaitu defisit pengetahuan dan defisit perawatan diri. Sedangkan diagnosa yang tidak teratasi resiko hipovelemia, defisit nutrisi dan nyeri akut.Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan bahwa masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah di tetapkan dari kriteria hasil yang di harapkan.
None
2020 · Book · Open Access
Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemi yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivias insulin atau keduanya dan menyebab kankomplikasi kronis mikrovaskular dan neuropati. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode studi kasus, yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada kasus secara intensif, dimulai dengan pengumpulan data, analisa data, merumuskan masalah, intervensi, dan implementasi serta evaluasi yang telah dilakukan. Dari hasil pengumpulan data didapatkan 4 diagnosa keperawatan yaitu nyeri, kerusakan integritas jaringan, defisit perawatan diri dan Gangguan pola tidur. Berdasarkan hasil evaluasi keperawatan dari 4 diagnosa yang didapatkan disimpulkan bahwa ada 3 diagnosa keperawatan yang dapat diatasi dan 1 diagnosa keperawatan yang belum teratasi. Sehingga perawat diharapkan melaksanakan tugas sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif.
None
2020 · Book · Open Access
Fraktur adalah terputusnya kontuinitas tulang, tulang sendi, tulang rawan epifisis, yang bersifat total maupun parsial. Saat ini penyakit muskuloskeletal telah menjadi masalah yang banyak dijumpai dipusat-pusat pelayanan kesehatan diseluruh dunia. Tn. D 37 tahun, datang dengan keluhan setelah melepas pen di kaki. dari pemeriksaan fisik pada regio femur dextra didapatkan bengkak, deformitas angulasi ke lateral, nyeri tekan, palpulasi distal teraba, senseibilitas normal, nyeri gerak aktif, nyeri gerak pasif, terapi yang diberikan pada pasien ini adalah renger laktat 20 tpm, ceftriaxone 1 gr, gentamicyn 1 ampul, ketorolac 1 ampul, ranitidin 1 ampul. telah dilakukan penjelasan terhadap keluarga penderita bahwa diperlukan tindak lanjut dalam pengawasan penanganan pasien. fraktur bisa ditangani secara konservatif dengan traksi, tetapi memakan waktu yang lebih cepat atau lama dengan tindakan operatif yang relatif lebih cepat yaitu dengan reposisi terbuka dan pemasangan fiksasi interna.
None
2020 · Book · Open Access
Abstrak
Asma adalah penyakit inflamasi (peradangan) kronik saluran napas yang ditandai dengan adanya mengi, batuk, dan rasa sesak di dada yang berulang dan timbul terutama pada malam atau menjelang pagi akibat penyumbatan saluran pernapasan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (hasil anamese berisi tentang identitas pasien, keluhan utama, riwayat penyakit sekarang dan dahulu), observasi dan pemeriksaan fisik. Tujuan Untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pada Nn. T dengan Asma Bronkial di Ruang Dahlia Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan. Hasil: Hasil pengkajian didapatkan data, bunyi napas wheezing dan RR : 28x/menit. Diagnosa keperawatan yang di angkat. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan suara napas tambahan (wheezing), Besihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan spasme jalan napas, Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi, Ansietas berhubungan dengan khawatir tentang penyakit, Gangguan pola tidur berhubungan dengan gangguan kualitas tidur, Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan Kesimpulan: Asuhan keperawatan pada Nn. T dengan Asma Bronkial dilakukan melalui 5 tahap proses keperawatan. Semua masalah keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah keperawata diatas dapat dilaksanakan secara optimal. Kesimpulan dua masalah dapat diselesaikan sedangkan masalah pola napas tidak efektif berhubungan dengan suara napas tambahan (wheezing) tidak dapat diselesaikan
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
Infeksi Saluran Kemih (ISK) menempati urutan kedua infeksi yang sering
menyerang setelah infeksi saluran pernapasan dengan jumlah 8,3 juta pertahun. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan terjadinya peningaktan angka kejadian ISK. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian infeksi saluran kemih. Literature review dilakukan melalui jurnal yang berbasis elektronik yaitu database proquest dan google scholar. Artikel yang digunakan sesuai dengan kata kunci yaitu faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya ISK (risk factor of urinary tract infection) dari tahun 2013-2018. Jenis penelitiannya adalah korelasi. Jumlah artikel yang ditemukan adalah 508 dan 10 artikel yang diambil sesuai dengan topik tersebut.
Teknik penulisan menggunakan IMRAD. Faktor- faktor yang mempengaruhi angka kejadian infeksi saluran kemih (ISK) dapat dipengaruhi oleh bakteri (uropatogen) pseudomonas aeruginosa E.coli (UPEC) yang bermuatan P fimbriae, dan dapat dipengaruhi faktor penyakit seperti HIV,DM tipe 2, Inkontinesia urin serta dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti multi-drug resisten terhadap ISK, penggunaan popok yang lama pada anak, kebiasaan hygiene yang kurang baik dan anak yang belum disirkumsisi.
None
2020 · Book · Open Access
Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana. Peran Bidan selain memberikan asuhan komprehensif juga harus meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam penanganan dan memberikan pelayanan kesehatan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana.
Asuhan kebidanan komprehensif dilakukan pada Ny.M usia 21 tahun G2P1A0 dengan 5 kali ANC di trimester III, dimana didapati anemia ringan dengan kadar HB 10,2 gr/dL pada kunjungan pertama dan 10,5 gr/dL pada kunjungan kedua, memiliki keluhan pusing dan mata berkunang-kunang. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 40 minggu, kala 1 fase aktif berlangsung 4 jam dari pukul 20.00 hingga 00.00 WITA, kala II berlangsung 40 menit bayi lahir spontan pukul 00.40 WITA, kala III berlangsung 10 menit plasenta lahir lengkap secara spontan pukul 00.50 WITA, kala IV berlangsung 2 jam, tidak ada penyulit dan komplikasi. KF pada Ny.M dilakukan sebanyak 3 kali, ibu tidak memiliki keluhan, dapat melakukan perawatan payudara, menyusui dengan ASI eksklusif, tidak ditemukan tanda-tanda bahaya dan komplikasi. KN pada By.Ny.M sebanyak 3 kali, tidak ditemukan tanda-tanda bahaya dan komplikasi.
Asuhan kebidanan komprehensif ini telah dilakukan pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir. Hasilnya didapatkan masalah pada masa kehamilan yaitu anemia ringan pada trimester III. Masalah telah teratasi setelah diberikan asuhan kebidanan. Diharapkan hasil laporan asuhan kebdianan ini dapat menjadi sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswi tentang asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir sehingga dapat dilakukan upaya pengembangan penulisan laporan asuhan kebidanan komprehensif selanjutnya.
None
2020 · Book · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II POST DEBRIDEMENT ULKUS PEDIS DIRUANG DAHLIA A RUMAH SAKIT UMUM TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
ABSTRAK
Diabetes melitus(DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara relatif dari kerja insulin. Gejala dalam penyakit DM yang biasa muncul adalah polidipsi, poliuri, polifagi, penurunan berat badan dan kesemutan.Indonesia merupakan Negara yang memiliki prevalensi tertinggi dalam kasus terjadinya penyakitDiabetes Melitus yaitu sebesar 8,3% dengan 387 juta kasus setiap tahunnya, laporan International Diabetes Federation (IDF), Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar penderita Diabetes Melitus dan berada diurutan ke-7 dengan jumlah penderita sebanyak 8,5 juta orang.Berdasarkan hasil Riskesdas (2018), prevalensi Diabetes Melitusdi Indonesia pada tahun 2018 sebesar 2,0%, sedangkan prevalensi pada Kalimantan Utara (kaltara) sebesar 5,2%. penyakit DM dapat berdampak buruk menjadi ulkus kaki diabetik yang merupakan komplikasi metabolic dari diabetes melitus dengan hasil prevalensi di Indonesia mencapai 4-10%.Metode penulisan menggunakan metode studi kasus yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada satu kasus secara intensif, dimulai dari pengumpulan data, analisa data, merumuskan masalah, intervensi, implementasi, dan mengevaluasi hasil yang telah dilakukan.Hasil dari penelitian tersebut adalah penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien kelolaan selama tiga hari dengan Diabetes Melitus Tipe II Post Debridement Ulkus Pedisyang mencakup mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Diagnosis pada pasien kelolaan ditemukan tiga yaitu: ketidakstabilan kadar glukosa darah, Nyeri akut, dan Gangguan pola tidur. Kesimpulan, penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan diabetes melitus tipe IIpost debridement ulkus pedissesuai dengan tugas perawat sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara kompherensif.
None
2020 · Book · Open Access
ABSTRAK
Asuhan Keperawatan Pada An. D Dengan Diagnosa Medik
Demam Dengue Di Ruang Anggrek B
Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan
Demam dengue penyakit tropis yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawah oleh nyamuk. Tujuan penuilisan ini agar penulis memperoleh ghambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan komprehensif pada An.D dengan penyakit Demam Dengue. Metode penulisan adalah deskritif, tipe studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberian asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan yang meliputi: pengkajian, diagnose keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengkajian yang dilaksanakan mencakup identitas klien, riwayat yang pernah dialami dan sekarang, pengkajian kesehatan secara keseluruhan. Diagnosa yang ditemukan adalah termoregulasi tidakefektif, risiko deficit nutrisi, risiko kekurangan volume cairan, konstipasi, deficit perawatan diri. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukan bahwa masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnose keperawatan dapat teratasi sesuai yang telah ditetapkan dari kriteria hasil yang diharapkan. Dari lima diagnosa tersebut masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah dilakukan.
None
2020 · Book · Open Access
None
2020 · Book · Open Access
Maria Cristina: Asuhan Keperawatan Pada Ny. L Dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri Di Ruang Teratai Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan.
Isolasi sosial adalah kegagalan individu dalam melakukan interaksi dengan orang lain yang disebabkan oleh pikiran negatif atau mengancam. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Ny. L Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. “L”. Hasil pengkajian klien terdapat penulis menemukan 1 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus dengan diagnosa Risiko Perilaku Kekerasan dan diagnosa yang tidak ada pada teori tapi ada pada kasus dengan diagnosa Isolasi Sosial: Menarik Diri. Kesimpulan: Pemecahan masalah Ny. L dengan masalah utama Isolasi Sosial: Menarik Diri masalah belum teratasi dengan rencana tindak lanjut menganjurkan partisipasi dalam kelompok atau kegiatan-kegiatan reminiscence individu, dorong aktivitas dan komunikasi verbal. Saran: diharapkan keluarga terlibat dalam proses perawatan dan perkembangan kondisi pasien.