ORLIBERNAWATI
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini mengkaji pengaruh kepemimpinan digital, inovasi organisasi, dan kompetensi digital terhadap kinerja pegawai di Disdukcapil Provinsi Kalimantan Utara dalam konteks transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan, khususnya melalui IKD dan SIPELANDUKILAT. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode sensus terhadap 150 pegawai, pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert lima poin, serta analisis menggunakan SEM-PLS untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital, inovasi organisasi, dan kompetensi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang visioner dalam pemanfaatan teknologi, organisasi yang adaptif dan inovatif, serta pegawai dengan kompetensi digital yang memadai merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik berbasis digital. Selain itu, sinergi antara ketiga faktor tersebut memperkuat efektivitas implementasi layanan digital dan mendorong peningkatan kepuasan masyarakat. Penelitian ini juga memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian manajemen publik, khususnya terkait strategi peningkatan kinerja aparatur dalam mendukung keberhasilan transformasi digital birokrasi di daerah perbatasan.
PATRI JUARI
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh mutasi pegawai, dukungan atasan, dan kolaborasi stakeholder terhadap kinerja organisasi, serta menelaah peran aksi perubahan sebagai variabel moderasi pada Organisasi Perangkat Daerah di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 194 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui bantuan perangkat lunak WarpPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutasi pegawai, dukungan atasan, dan kolaborasi stakeholder berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Selain itu, aksi perubahan terbukti mampu memoderasi pengaruh mutasi pegawai terhadap kinerja organisasi secara positif. Sebaliknya, aksi perubahan memoderasi pengaruh dukungan atasan dan kolaborasi stakeholder terhadap kinerja organisasi ke arah negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh penataan sumber daya manusia, dukungan pimpinan, dan sinergi antar stakeholder, tetapi juga oleh tingkat efektivitas pelaksanaan aksi perubahan dalam organisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi, baik secara teoritis maupun praktis, bagi pengembangan manajemen organisasi sektor publik, khususnya dalam upaya meningkatkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah.
TARALITA R
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan, pelatihan dan kompetensi terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN dengan nilai signifikansi sebesar 0,844, pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN, kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN serta merupakan variable yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja ASN dan secara simultan pendidikan, pelatihan dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh variable penelitian memiliki nilai Cronbach’s Alpa diatas 0,60, sehingga seluruh instrument dinyatakan reliabel. Berdasarkan temuan tersebut, penelian menyimpulkan bahwa upaya peningkatan kinerja ASN tidak hanya ditentukan oleh tingkat pendidikan formal semata, tetapi lebih dipengaruhi oleh efektivitas pelatihan yang berkelanjutan serta penguatan kompetensi yang sesuai dengan tugas dan fungsi jabatan. Oleh karena itu,disarankan agar instansi terkait lebih memprioritaskan pengembangan kompetensi dan program pelatihan yang terarah sebagai strategi peningkatan kinerja ASN.
MUHAMMAD AKBAR
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Utara. Studi ini mengaplikasikan quantitative approach lewat teknik survey melalui distribusi questionnaire bagi segenap pegawai yang mencapai kuantitas 93 individu memakai mekanisme census. Informasi yang dihimpun dievaluasi memanfaatkan teknik Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) via dukungan software SmartPLS edisi 4.0. Konklusi riset memaparkan bahwa motivasi kerja berkontribusi nyata pada kinerja pegawai. lingkungan kerja tak memiliki imbas berarti secara langsung bagi kinerja pegawai. motivasi kerja serta lingkungan kerja tervalidasi berdampak esensial pada kepuasan kerja, sementara itu kepuasan kerja memiliki andil substansial bagi kinerja pegawai. Di samping itu, kepuasan kerja terkonfirmasi menjalankan fungsi partial mediation atas interaksi di lingkup motivasi kerja dan kinerja pegawai, juga menjalankan full mediation atas korelasi di lingkup lingkungan kerja dan kinerja pegawai. Hasil riset tersebut mengindikasikan bahwa eskalasi kinerja pegawai di dalam instansi tidak cuma ditentukan oleh aspek motivasi dan lingkungan kerja secara langsung, namun pula lewat penguatan kepuasan kerja pegawai.
IRSYAADUL IBAAD MOCHTAR
2026 · Book · Open Access
.
ERICK ALFREDHO PUTRA
2026 · Book · Open Access
Fenomena pertumbuhan e-WOM (electronic word-of-mouth) dan pengaruh harga terhadap perilaku konsumen telah menjadi fokus utama dalam literatur perilaku konsumen, khususnya dalam konteks pembelian online. Konsumen semakin banyak mengandalkan informasi dan ulasan digital dalam pengambilan keputusan pembelian, sementara persepsi harga memengaruhi penilaian terhadap produk dan kontrol perilaku yang dirasakan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa norma subjektif, sikap, dan perceived behavioral control (PBC) merupakan faktor penting yang memediasi hubungan antara stimulus eksternal dan niat pembelian, namun masih terdapat keterbatasan dalam menguji interaksi variabel-variabel tersebut secara terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-WOM dan persepsi harga terhadap niat pembelian konsumen melalui mediasi sikap, norma subjektif, dan PBC. Tujuan penelitian mencakup pemahaman mekanisme pengaruh stimulus digital dan persepsi harga terhadap niat pembelian serta identifikasi faktor determinan yang memiliki dampak paling signifikan pada perilaku konsumen. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei kepada konsumen online. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antarvariabel, termasuk efek langsung dan tidak langsung dari e-WOM dan harga terhadap niat pembelian melalui mediasi sikap, norma subjektif, dan PBC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-WOM dan harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian, baik secara langsung maupun melalui mediasi sikap, norma subjektif, dan PBC. Sikap konsumen terbukti menjadi faktor paling dominan dalam mendorong niat pembelian. Temuan ini memperkuat pemahaman teoritis mengenai perilaku konsumen digital serta memberikan implikasi praktis bagi manajer dan praktisi pemasaran dalam merancang strategi komunikasi digital, penetapan harga, dan intervensi sosial untuk meningkatkan niat pembelian.
NURDIANA
2026 · Book · Open Access
Riset ini memiliki maksud guna menelaah imbas penyetaraan jabatan serta kompetensi pegawai bagi kinerja pegawai, baik secara lugas maupun tidak lugas lewat perantara penyederhanaan birokrasi pada instansi Pemerintah Kabupaten Bulungan. Kajian ini didasari oleh penerapan regulasi transformasi birokrasi yang menitikberatkan pada perampingan susunan lembaga serta pengembangan mutu personil demi menggapai kinerja aparatur yang prima. Penyelidikan ini mengadopsi pola angka quantitative approach memakai prosedur survey method. Keterangan diperoleh lewat angket yang dialokasikan bagi pegawai pada instansi Pemerintah Kabupaten Bulungan. Skema pemrosesan data yang diaplikasikan ialah Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) memakai sokongan peranti lunak SmartPLS. Eksaminasi asumsi dilaksanakan lewat tahapan bootstrapping guna memahami efek lugas serta tidak lugas antarvariabel. Output riset membuktikan bahwa penyetaraan jabatan tidak memberikan andil berarti bagi kinerja pegawai, sementara kompetensi pegawai menyumbang dampak baik serta esensial bagi kinerja pegawai. Di samping itu, penyetaraan jabatan beserta kompetensi pegawai terkonfirmasi memicu efek krusial bagi penyederhanaan birokrasi. Walaupun begitu, penyederhanaan birokrasi tidak menyumbang impak bermakna bagi kinerja pegawai. Temuan tes perantara turut memperlihatkan bahwa penyederhanaan birokrasi tidak sanggup menjadi jembatan bagi imbas penyetaraan jabatan maupun kompetensi pegawai bagi kinerja pegawai. Simpulan kajian ini memberikan sinyal bahwa eskalasi kinerja pegawai pada instansi pemerintah lebih didominasi oleh unsur kompetensi personal daripada pergeseran susunan organisasi.
ESTER JULAN LIAN
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai dalam tata kelola desa di Kabupaten Bulungan, dengan dukungan organisasi dan lingkungan kerja sebagai variabel moderating. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan langsung dan moderasi di antara variabel-variabel ini. Pendekatan kuantitatif diterapkan pada data survei dari 196 anggota Badan Permusyawaratan Desa, dan data dianalisis menggunakan SmartPLS dengan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, dukungan organisasi, dan lingkungan kerja berdampak positif pada kinerja. Dukungan organisasi secara signifikan memoderasi hubungan secara negatif, sementara moderasi lingkungan kerja tidak signifikan. Temuan tersebut menyiratkan bahwa peningkatan kinerja tata kelola desa membutuhkan penguatan kompetensi individu dan sistem dukungan kelembagaan.
HERTIMULLIANTI KILA
2026 · Book · Open Access
ABSTRAK Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dan dipengaruhi oleh faktor genetik serta gaya hidup, termasuk aktivitas fisik. Individu yang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi tersebut. Oleh karena itu, upaya pencegahan sejak dini sangat penting dilakukan, salah satunya melalui aktivitas fisik yang teratur. Mahasiswa sebagai kelompok usia produktif juga berisiko, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik pada mahasiswa keperawatan yang memiliki keluarga dengan hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Program Studi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan. Sampel: Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 192 mahasiswa yang memiliki riwayat keluarga hipertensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk melihat distribusi tingkat aktivitas fisik responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori aktivitas fisik ringan, diikuti oleh kategori sedang dan berat. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat aktivitas fisik mahasiswa masih belum optimal sebagai upaya pencegahan hipertensi sejak usia muda. Kesimpulan: penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan yang memiliki riwayat keluarga hipertensi lebih besar memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan aktivitas fisik guna menjaga kesehatan kardiovaskular dan mencegah kejadian hipertensi di masa depan.
NANDA HALIMATUSSA'DIAH
2026 · Book · Open Access
Penerapan kewaspadaan standar merupakan upaya penting dalam mencegah penularan infeksi di rumah sakit. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang memiliki kontak langsung dengan pasien berisiko tinggi mengalami paparan darah maupun cairan tubuh, sehingga persepsi terhadap kewaspadaan standar menjadi faktor penting dalam praktik pencegahan infeksi. Health Belief Model (HBM) dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku kesehatan berdasarkan persepsi individu terhadap ancaman, manfaat, dan hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi perawat terhadap kewaspadaan standar di Rumah Sakit X berdasarkan teori Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 317 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Basic Principle of Standard Precaution versi bahasa Indonesia yang mengukur tiga konstruk utama HBM, yaitu persepsi ancaman, persepsi manfaat, dan persepsi hambatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki persepsi ancaman dalam kategori baik sebanyak 226 orang (71,3%), persepsi manfaat dalam kategori baik sebanyak 211 orang (66,6%), dan persepsi hambatan dalam kategori baik sebanyak 203 orang (64,0%). Selain itu, sebagian besar responden pernah mengalami paparan di tempat kerja, yaitu terpajan darah atau cairan tubuh pasien sebanyak 223 orang (70,3%) serta tertusuk jarum atau benda tajam infeksius sebanyak 126 orang (39,7%). Kejadian paparan dan tertusuk jarum paling banyak terjadi pada perawat yang bekerja di ruang operasi (OK), yaitu sebanyak 21 orang (77,8%). Secara umum, persepsi perawat terhadap kewaspadaan standar berdasarkan teori Health Belief Model berada pada kategori baik, meskipun masih terdapat sebagian perawat dengan persepsi kurang baik terutama pada aspek hambatan. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan pelatihan serta peningkatan budaya keselamatan kerja guna mendukung penerapan kewaspadaan standar secara konsisten di rumah sakit.
SHINTA NUR HALIZA
2026 · Book · Open Access
Chronic Kidney Disease, penyakit kronis yang memerlukan hemodialisis jangka panjang dan berdampak pada family caregiver. Tuntutan perawatan berkelanjutan dapat menimbulkan beban finansial, fisik, sosial, emosional, dan perawatan, serta diperlukan strategi koping yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi burden family caregiver dan strategi koping family caregiver pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional deskriptif. Kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI) digunakan untuk mengukur burden family caregiver dan kuesioner Brief Cope digunakan untuk mengukur strategi koping family caregiver. Sampel penelitian berjumlah 133 responden yang mendampingi pasien hemodialisis dan dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami burden ringan sebanyak 84 responden (63,2%) dan strategi koping yang paling banyak digunakan yaitu emotion-focused coping dengan nilai median 24 (minimum 13 dan maksimum 34). Sebagian besar family caregiver pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisis mengalami burden pada tingkat ringan dan cenderung menggunakan emotion-focused coping sebagai strategi utama dalam menghadapi tuntutan perawatan jangka panjang.
MELSHA CHINTYA YUSPARANI
2026 · Book · Open Access
.
DIMAS SATRIO WIRANATA
2026 · Book · Open Access
.
STEVANUS IVAN ADITAMA
2026 · Book · Open Access
MICHAEL YEHEZKIEL RATTU
2026 · Book · Open Access
AYU WULAN SARI
2026 · Book · Open Access
STEFANUS YOLAN ROMA RIO
2026 · Book · Open Access
Fenomena alam yang sering terjadi di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia dan berpotensi menimbulkan kerusakan pada bangunan maupun peralatan listrik. Gedung Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan sebagai fasilitas pendidikan yang menyimpan berbagai perangkat elektronik dan koleksi penting memerlukan sistem proteksi petir yang baik untuk mengurangi risiko kerusakan akibat sambaran petir. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem penangkal petir pada gedung tersebut untuk mengetahui tingkat keandalan dan efektivitas sistem proteksi yang terpasang. Hasil perhitungan dan analisis yang dilakukan, diperoleh nilai resistansi tanah pada Gedung Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan sebesar 0,66 Ω yang menunjukkan bahwa sistem pentanahan pada gedung tersebut berada dalam kondisi baik. Data hari guruh selama tahun 2024 tercatat sebanyak 104 hari. Dari data tersebut diperoleh nilai indeks bahaya sambaran petir (R) sebesar 19 yang menunjukkan tingkat bahaya sambaran petir yang sangat besar. Selanjutnya diperoleh nilai kerapatan sambaran petir (Ng) sebesar 13,284 sambaran/km² per tahun. Hasil perhitungan area proteksi (Ae) pada gedung perpustakaan adalah sebesar 581.816,02 m². Berdasarkan nilai Ng dan Ae tersebut, diperoleh nilai frekuensi sambaran petir langsung per tahun (Nd) sebesar 7,72 sambaran/tahun. Sementara nilai frekuensi sambaran petir tahunan yang diperbolehkan (Nc) adalah sebesar 10⁻¹ per tahun. Karena nilai Nd lebih besar dibandingkan dengan nilai Nc (Nd > Nc), maka gedung tersebut memerlukan sistem proteksi petir yang memadai. Dari hasil analisis tersebut diperoleh nilai efisiensi sistem proteksi petir sebesar 98%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Gedung Perpustakaan Universitas Borneo Tarakan memiliki tingkat risiko sambaran petir yang tinggi sehingga memerlukan sistem proteksi petir yang efektif untuk melindungi bangunan dan peralatan di dalamnya.
MUHAMMAD NUR SYAWAL
2026 · Book · Open Access
Di tengah pesatnya era transformasi digital, teknologi informasi (TI) dan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi kekuatan nyata yang mengubah cara kerja audit internal dari yang semula bertumpu pada metode manual dan sampel terbatas, menuju pendekatan yang lebih cerdas dan berbasis data. Penelitian ini hadir untuk menjawab pertanyaan penting: seberapa besar peran TI dan AI dalam meningkatkan efektivitas audit internal, sekaligus mengungkap faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat adopsinya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menelusuri artikel dari database Scopus dan Google Scholar terbitan lima tahun terakhir, diseleksi melalui diagram PRISMA, dan dianalisis secara bibliometrik menggunakan VOSviewer. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa TI telah berevolusi dari sekadar alat bantu menjadi tulang punggung audit modern lewat sistem e-Audit dan platform berbasis cloud yang terbukti mempercepat proses sekaligus meningkatkan akurasi data. Sementara, AI khususnya machine learning dan Robotic Process Automation (RPA) membantu auditor untuk memproses data dalam skala besar, mendeteksi anomali, dan menghasilkan analisis risiko yang bersifat prediktif. Kesimpulannya, integrasi TI dan AI dalam audit internal bukan lagi sekadar pilihan strategis ini sudah menjadi kebutuhan mendasar. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan dukungan penuh dari organisasi.
DEWI ISTIQOMAH
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini mengkaji tanggung jawab Pemerintah Kota Tarakan dalam penanganan anak yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang serta mekanisme perlindungan hukum yang diterapkan terhadap korban tersebut, mengingat Kota Tarakan sebagai wilayah perbatasan dan kota pelabuhan memiliki kerentanan tinggi sebagai jalur perdagangan orang lintas wilayah maupun lintas negara. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara langsung kepada pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Tarakan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tarakan sebagai narasumber utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2020 hingga 2024 tercatat 22 kasus perdagangan anak dengan total 36 korban, didominasi anak perempuan sebesar 75 persen dan kelompok usia remaja 13 hingga 17 tahun, dengan jenis eksploitasi terbanyak berupa eksploitasi seksual sebesar 50 persen. Pemerintah Kota Tarakan telah menjalankan tanggung jawabnya secara komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, P2TP2A, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Satpol PP, hingga aparat kecamatan dan kelurahan, dengan cakupan layanan mulai dari pencegahan, penyelamatan, rehabilitasi medis dan psikososial, reintegrasi sosial, hingga penegakan hukum terhadap pelaku. Mekanisme perlindungan hukum berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan menerapkan prinsip non-kriminalisasi korban, pendampingan hukum dan psikologis selama proses peradilan, penyediaan shelter, rehabilitasi bertahap, serta reintegrasi sosial yang didukung pendampingan berkelanjutan hingga tiga tahun, meskipun dalam implementasinya masih terdapat sejumlah tantangan seperti keterlambatan layanan awal, terbatasnya relawan perlindungan anak di tingkat kelurahan, dan belum optimalnya mekanisme restitusi serta reintegrasi korban ke lingkungan keluarga.
ALDI
2026 · Book · Open Access
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Pertanggungjawaban Pidana Dalam Kasus Balap Liar Yang Mengakibatkan Kecelakaan dan Korban Jiwa. Pertama bagaimana penegakkan hokum oleh aparat Kepolisian di Kota Tarakan terhadap kasus balap liar yang berujung pada kecelakaan lalu lintas? Kedua, Bagaimana bentuk pertanggunggungjawaban pidana terhadap pelaku balap liar yang menyebabkan korban jiwa lalu lintas di Kota Tarakan?. Skripsi ini menggunakan metode penelitian empiris yang berfokus mengamati langsung fenomena balap liar di Tarakan. Data primer yang penulis gunakan data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder bersumber dari bahan kepustakaan, jurnal, dan artikel terkait balap liar. Hasil dari penelitian ini berhasil menjawab 2 rumusan masalah yang pertama, penegakkan hokum kasus balap liar berujung kecelakaan di Kota Tarakan menerapkan kombinasi tindakan pre-emptif dan represif. Mayoritas penyelesaian dilakukan melalui SP3 (penghentian penyidikan), sementara kasus yang dilanjutkan kepenuntutan (P21) sangat minim. Kedua, bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku balap liar yang menyebabkan korban jiwa di Kota Tarakan adalah pidana ganda karena melibatkan dua pelanggaran utama: aktivitas balap liar itu sendiri dan tindak pidana yang mengakibatkan kematian. Unsur kesalahan dalam kasus ini dikategorikan sebagai kelalaian berat (culpa) karena pelaku mengabaikan kehati-hatian dan melakukan perbuatan yang membahayakan.