None
2021 · Book · Open Access
Kegiatan pertanian di lahan Kelompok Tani Kecamatan Tarakan Utara masih menerapkan sistem tadah hujan dan pemberian air irigasi secara konvensional. Hal ini dapat menyebabkan in-efisiensi air irigasi dan tenaga kerja. Oleh sebab itu diperlukan penerapan metode pemberian air irigasi yang efektif dan efisien. Mendesain teknologi irigasi sprinkler menjadi salah satu solusi untuk permasalahan pemberian air irigasi dilahan usaha tani. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun dan menerapkan teknologi irigasi sprinkler untuk meningkatkan efisiensi air irigasi dilahan Kelompok Tani Kecamatan Tarakan Utara. Penelitian ini dilaksanakan mulai November 2020 sampai dengan Februari 2021 dan bertempat di lahan Kelompok Tani Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu analisa tanah lahan percobaan, rancangan jaringan perpipaan, rancangan nozzle sprinkler, rancangan pompa, pengujian dan implementasi lapang. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanah lahan percobaan memiliki tektur lempung berpasir. Total air irigasi selama waktu pengoperasian 10 menit sebesar 0,56 m3 dengan rata – rata radius penyiraman 4 m. Total head loss sebesar 14,01 m yang terdiri dari head loss mayor 1,86 m dan head loss minor 12,86 m. Daya pompa yang dibutuhkan pada penelitian ini adalah 0,75 kW dan head total pompa sebesar 17,42 m.
REFAN RACHMADILLAH UTAMA
2021 · Book · Open Access
Perikanan tugu merupakan perikanan tangkap yang memiliki nilai penting bagi produktifitas perikanan tangkap di Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menjelaskan komposisi dan kelimpahan jenis ikan hasil tangkapan pada perikanan tugu Kabupaten Tana Tidung pengumpulan data sebanyak 4 kali dalam 2 bulan, dimana tiap sebulannya dilakukan sebanyak 2 kali sampling berlokasi di perairan Sungai Sesayap, Kabupaten Tana Tidung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap komposisi dan kelimpahan jenis ikan hasil tangkapan tugu didapatkan 16 jenis biota yang tertangkap. Kelimpahan tertinggi dari Macrobrachium lanchesteri., dengan nilai 62,84 %, spesies dengan kelimpahan terendah yaitu Toxotes microlepis dengan nilai rata-rata 1,37 %. Biota tersebut mendiami perairan Sungai Sesayap secara temporal dan permanen.
None
2021 · Book · Open Access
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tarif sewa lapangan, jarak dan fasilitas yang tersedia di lapangan bulutangkis Naga Mas di Kota Tarakan terhadap permintaan jasa penyewaan lapangan bulutangkis di Kota Tarakan dengan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket/kuesioner terhadap resonden yang menjadi konsumen jasa penyewaan lapangan bulutangkis. Hasil regresi berganda menunjukkan pengaruh tarif sewa, jarak dan fasilitas terhadap permintaan jasa penyewaan lapangan bulutangkis di Kota Tarakan. Variabel tarif sewa berpengaruh terhadap permintaan jasa penyewaan lapangan dapat dilihat dari nilai koefisien sebesar 0,974958. Variabel jarak terhadap permintaan jasa penyewaan lapangan berpegaruh dapat dilihat dari niali koefisien 0,939263 dan variabel fasilitas berpengaruh terhadap permintaan jasa penyewaan lapangan bulutangkis dapat dilihat dari nilai koefisien 0,711386. Faktor tarif, jarak, dan fasilitas dapat menjelaskan variabel permintaan sewa lapangan bulutangkis yaitu sebesar 0.609946 atau 60,99% sedangkan sisanya 39,01% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada dalam model regresi.
None
2021 · Book · Open Access
KAJIAN POTENSI ENERGI LISTRIK ALTERNATIF YANG DIHASILKAN OLEH SPEED BUMP PIEZOELEKTRIK DI KAMPUS UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
ABSTRAK
Pada saat ini kemajuan teknologi sebagian besar menunjang kegiatan manusia dengan berbagai peralatan teknologi yang menggunakan energi listrik sebagai sumber energinya, hal ini tentu menjadikan energi listrik sebagai bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam segala kegiatan manusia. Karena itu banyak penelitian mengembangkan sumber energi terbarukan, akan tetapi banyak penelitian yang lebih terfokus pada pengembangan sumber energi dengan skala besar, dalam hal yang sama sumber energi alternatif dengan skala kecil dapat dikembangkan yaitu dengan memanfaatkan energi kinetik kendaraan yang terbuang di Kampus Universitas Borneo Tarakan untuk menghasilkan energi dengan menggunakan media speed bump piezoelectric. Speed bump dirancang sedemikian rupa dengan menambahkan piezoelektrik sebagai penghasil energi, sehingga energi kinetik dari kendaraan yang terbuang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik alternative. Metode yang digunakan ialah menghitung banyaknya jumlah mobilitas kendaraan di Kampus Universitas Borneo Tarakan dan energi alternatif yang dihasilkan speed bump piezoelektrik berdasarkan pijakan dari jumlah mobilitas kendaraan di Kampus Universitas Boreno Tarakan. Jumlah rata-rata mobilitas kendaraan di Kampus Universitas Borneo Tarakan berdasarkan hasil pengambilan data lapangan perharinya adalah Senin 5247, Selasa 4184, Rabu 4302, Kamis 4590, Jumat 4091, dan Sabtu 2271. Energi yang dihasilkan speed bump piezoelektrik di Kampus Universitas Borneo Tarakan perharinya adalah Senin 2,48kW, Selasa 1,97kW, Rabu 2,02kW, Kamis 2,16kW, Jumat 1,92kW, dan Sabtu 1,07kW. Kata kunci: Energi Alternatif, Piezoelektrik, Speed Bump
None
2021 · Book · Open Access
Abstrak. Motor induksi tiga fasa banyak digunakan di berbagai bidang industri. Mesin induksi tiga fasa yang digunakan memiliki kecepatan yang tetap sesuai dengan kapasitas pabrik tanpa bisa diatur kecepatannya. Inverter merupakan sebuah alat pengatur kecepatan motor dengan mengubah nilai frekuensi yang masuk ke motor. Pengaturan nilai frekuensi ini dimaksudkan untuk memperolah kecepatan putaran yang diinginkan atau sesuai kebutuhan. Namun dalam inverter itu sendiri perlu ditambahkan sebuah kontroler sehingga nilai kontrol terhadap motor dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan. Kontroler PID merupakan sebuah pengontrol yang paling banyak digunakan dalam bidang sistem kontrol di dunia industri. penggabungan ketiga konstanta PID secara pararel dapat menutupi setiap kekurangan dan kelebihan masing-masing konstanta sehingga didapatkan suatu kontroler yang baik. Berdasarkan hasil dari percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan kecepatan motor induksi tiga fasa dapat bekerja dengan baik. Ketika dilakukan pengujian dengan memberikan nilai Kp=02, Ki=0 dan Kd=3,7 didapatkan respon kecepatan motor memilki nilai Time Constan = 1,5 detik, Rise time = 2,2 detik dan Settling time = 2,7 detik.
None
2021 · Book · Open Access
Sumber listrik arus bolak-balik bertegangan 220 V sangat banyak dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk menghidupakan peralatan listrik rumah tangga yang dimana membantu kehidupan sehari-hari dalam melakukan pekerjaan, sumber aliran listrik tersebut berasal dari pasokan jaringan listrik melalui Negara (PLN). Ketika aliran listrik tersebut terjadi pemadaman mendadak, maka seluruh peralatan listrik rumah tangga pun tidak dapat difungsikan sebagai mana mestinya, untuk mengatasi hal tersebut diatas perlu adanya sumber listrik alternative sebagai pengganti penyediaan aliran listriknya. Salah satunya pembangkit Listrik Tenaga Surya, namun keluaran dari PLTS masih berupa tegangan DC, perlu adanya pengubah tegangan DC menjadi AC salah satunya inverter dengan menggunakan sumber arus DC berasal dari battery 12 V yang diubah tegangannya menjadi AC sebesar 220 V dengan frekuensi 50 Hz. Inverter menggunakan teknik SPWM (sinusoidal pulse widt modulation) sebagai proses switching. Dalam hasil pengujian inverter di dapat tengangan output sebesar 220 VAC frekuensi 50 Hz dengan gelombang keluaran sinus dan dapat menjalankan beban-beban rumah tangga seperti lampu, kipas. Pemasangan filter pasif berhasil meredam ripple pada keluaran inverter sehingga mengghasilkan gelombang sinusoidal, dan Gelombang output yang di hasilkan inverter sinusoidal sama dengan gelombang output dari PLN.
None
2021 · Book · Open Access
Energi listrik merupakan satu dari kebutuhan pokok di era sekarang, sebagian besar aktifitas manusia membutuhkan energi listrik, Maka peningkatan akan kebutuhan energi listrik pun bertambah, mengakibatkan permasalahan pada sistem bertambah. Ketidakstabilan pada tegangan dapat mengakibatkan pula permasalahan pada sistem dan buruknya kualitas daya listrik. Adanya sistem proteksi maka perangkat yang berhubungan dengan listrik akan menjadi aman dan terhindar dari kerusakan. Auto Voltage Regulator digunakan untuk memperbaiki nilai tegangan pada titik dimana alat itu dipasang. Auto Voltage Regulator (AVR) yang sering digunakan merupakan tipe autotransformator. Pada penelitian ini mengimplementasikan dimmer PWM (Pulse Width modulation) sebagai AVR. Dimmer merupakan rangkaian elektronika yang memodifikasi bentuk sinyal AC (Alternative Current) murni menjadi sinyal termodulasi sehingga tegangan keluaran dapat diatur. Hasil dari pengujian dengan memberikan berbagai macam nilai masukkan tegangan yang berbeda-beda. Didapatkan sistem dengan memberikan nilai input sebesar 195 dengan keluaran sistem juga sebesar 194, tetapi bila sistem diberikan masukkan diatas Set Point maka sistem mampu menurunkan tegangan sampai dengan 220 volt.
None
2021 · Book · Open Access
.Di Indonesia panel surya banyak digunakan untuk menyuplai kebutuhan listrik, dimana kebutuhan listrik bermacam-macam seperti penerangan lampu, pompa air dan lain-lain. Panel surya ini merupakan pembangkit listrik memanfaatkan energi terbarukan berupa cahaya matahari. Salah satunya di panel surya AZZAHRA HIDROPONIK dengan kapasitas 200 Wp yang juga mempunyai keluaran yang non-linear. Menurut Amri, (2015) hal ini disebabkan oleh kondisi matahari yang berubah-ubah. Untuk menyelesaikan masalah non-linear dari panel surya terdapat 2 jenis controller yaitu PWM dan MPPT.Pada penelitian ini menggunakana algoritma metode Perturb & Observe (P&O) di karenakan metode P&O lebih sederhana memiliki efisiensi yang tinggi dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi dibandingkan metode lainnya (Kesler, 2016). Berdasarkan dari hasil simulasi yang dilakukan, maka dapat dikatakan bahwa desain simulasi maksimum power point tracking (MPPT) menggunakan metode perturb and observe (P&O) pada software PSIM berhasil dan MPPT dapat men-track daya maksimum pada panel surya. Pada saat pengaturan kondisi dengan intensitas S= 1000 dan suhu T = 40� didapatkan Pmax 201,5 W, Po 201,1 W dan waktu yang dibutuhkan MPPT untuk men-track adalah 0,003 detik, pada saat S=500 T=25 maka didapatkan Pmax= 97,7 W dan Po = 96,4 W dan waktu yang dibutuhkan adalah 0,006 detik. Dan pada kondisi S=100 T=10 didapatkan Pmax = 9,4 W,Po = 9,3 W dan waktu yang dibutuhkan MPPT untuk men-track adalah 0,04 detik.Setelah di dapatkan Hasil Desain Simulasi MPPT metode P&0 Pada Sel Surya Azzahra Hidroponik maka di dapatkan nilai tegangan,arus, dan daya yang di hasilkan oleh panel surya Azzahra Hidroponik dalam kondisi intensitas dan suhu yang berbeda.
None
2021 · Book · Open Access
.Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara merupakan daerah yang sebagian masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Salah satunya adalah petani tanaman selada dengan menggunakan sistem hidroponik. Sistem ini bergantung pada ketersediaan listrik untuk mengalirkan air dan nutrisi di dalam paralon yang dikendalikan pompa air listrik. Selama ini petani hidroponik masih menggunakan jaringan listrik dari PLN sebagai sumber tenaga listrik utama sehingga sering terjadi pemadaman listrik ketika adanya perawatan, perbaikan atau kerusakan pada jaringan listrik PLN. Pemilihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi cadangan dikarenakan karakteristik sel surya yang merupakan energi baru terbarukan yang tidak menghasilkan gas rumah kaca dan tidak mencemari lingkungan, dibandingkan dengan genset yang berpotensi menyebabkan polusi udara yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan survei sistem PLTS dan pengukuran data yang dibutuhkan dan menunjukkan nilai daya listrik yang dihasilkan panel surya untuk memberikan suplai daya listrik pada pompa air 125W. Panel surya yang digunakan memiliki kapasitas 200Wp sebanyak 2 buah untuk mengisi baterai dengan kapasitas total 340Ah. Daya rata-rata yang dihasilkan 1 buah panel surya perharinya berkisar antara 21,71W - 161,53W. Lama waktu pengisian baterai pada kondisi cuaca cerah selama 10 jam 6 menit dengan daya yang dihasilkan panel surya perharinya mencapai 161,53W. Kapasitas baterai yang digunakan mampu memberikan suplai daya pompa air dengan daya 125W selama 26 jam 7 menit.
None
2021 · Book · Open Access
Pada Proyek Pengembangan Pelabuhan Tengkayu I terdapat pekerjaan trestle. Dalam pekerjaan tersebut diperlukan suatu metode pekerjaan perancah bekisting dengan sistem bracket pada poer yang berada diatas tiang pancang spun pile. Sehingga perlu diperhitungkan koefisien dari pekerjaan perancah bracket untuk mendapatkan analisa biaya dan waktu yang diperlukan. Metode perhitungan menggunakan standar SNI dengan pengamatan langsung dilapangan untuk mendapatkan data yang akurat. Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan, waktu yang dibutuhkan dalam pekerjaan perancah dengan sistem bracket adalah 0,763 (jam) untuk 1 titik pile cap. Maka koefisien untuk tenaga kerja mandor adalah 0,004 (OH), tukang adalah 0,327 (OH) dan pekerja adalah 0,436 (OH). Koefisien untuk bahan plat baja adalah 4,195 (kg), besi ulir adalah 9,114 (kg), kawat las adalah 0,026 (dos) dan baut & mur adalah 2 (bh). Koefisien untuk peralatan welding set adalah 0,543 (jam). Dari hasil perhitungan didapatkan harga satuan untuk 1 unit pekerjaan perancah bracket D50 cm yaitu sebesar Rp. 533.617,83 sesuai dengan harga satuan pokok pekerjaan yang disepakati dikontrak.
None
2021 · Book · Open Access
.Di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Utara sering terjadi pemasalahaan kelangkaan air, salah satunya, terjadi di Kota Tarakan, terutama saat memasuki musim kemarau, oleh karena itu salah satu upaya menyediakan kebutuhan air di Kota Tarakan dengan memanfaatkan curah hujan dengan membangun embung sebagai wadah penampungan. Kapasitas embung sangat ditentukan oleh kapasitas bagunan pelimpah (Spillway). Bagunan pelimpah adalah bagunan yang bertujuan mengalirkan debit banjir yang masuk ke dalam embung agar tidak membahayakan keamanan embung. Pada penelitian ini, embung yang menjadi objek penelitian iyalah embung Binalatung yang terletak di kampung satu Tarakan Tengah. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk Bagunan Pelimpah (Spillway) dan Saluran Pengarah Pelimpah yang dapat mengalirkan debit banjir rencana hasil analisis Metode Nakayasu dengan periode ulang 100 tahun. Dari hasil analisis perhitungan diperoleh debit banjir rencana metode Nakayasu, dengan periode ulang 100 tahun (Q100) sebesar 20.047 m3/detik. Dengan debit tersebut, diperoleh bentuk Bagunan Pelimpah (Spillway) dengan tinggi bagunan (H) = 1.002 m, dengan tinggi jagaan (W) = 1 m, dan lebar bawah saluran (B) = 10 m. Serta bentuk Saluran Pengarah Pelimpah dengan kedalaman saluran (h) = 0.542 m, dengan tinggi jagaan (W) = 1 m dan lebar bawah (B) = 4 m.
None
2021 · Book · Open Access
.Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan energi listrik di tanjung selor yang semakin meningkat setiap tahunnya dengan memperhatikan kapasitas trafo yang ada pada gardu distribusi. Apa bila beban listrik yang ditanggung atau diterima oleh gardu distribusi lebih besar dari pada dari pada kapasitas gardu distribusi bisa menyebabkan gardu distribusi mengalami overload atau mengalami beban lebih sehingga suplai tenaga listrik kekonsumen terhenti atau terputus.Metode yang digunakan dalam skripsi ini memakai metode peramalan time series model dekomposisi yaitu menggunakan beberapa metode pendekatan yaitu : musiman, trend, siklus.Hasil peramalan beban puncak trafo distribusi 50 kVA dari tahun 2020 sampai 2028 mengalami peningkatan beban trafo setiap tahunnya.Dengan rata-rata peningkatan sebesar 388.4784294 kW.Berdasarkan ramalan beban didapatkan bahwa kebutuhan beban pada trafo 50 kVA mengalami peningkatan beban setiap tahunnya disebabkan karena kebutuhan beban yang meningkat sehingga pergantian trafo dimulai dari tahun 2020.
None
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Peran lembaga pada subsistem agribisnis hilir sangat penting mulai dari kegiatan pengolahan komoditas primer sampai pada pemasaran komoditas serta komoditas primer/produk olahan. adapun Permasalahan Subsistem Agribisnis Hilir kelapa sawit di kabupaten Nunukan dikarenakan beberapa faktor diantaranya yaitu : (1). lembaga yang berpengaruh terhadap berjalannya subsistem agribisnis hilir. (2).Peran lembaga pada subsistem agribisnis hilir sangat penting mulai dari kegiatan pengolahan komoditas primer dan sampai pada pemasaran komoditas serta komoditas primer/produk olahan. (3). lembaga-lembaga terkait yang meningkatkan kualitas nilai dan ekonomi menggunakan pola pemilahan, pengemasan, pengolahan, distribusi dan pemasaran.Hasil yang diperoleh , terdapat 11 Lembaga yang memiliki peran penting terhadap Subsistem Agribisnis Hilir Kelapa Sawit di Kabupaten Nunukan dan masuk dalam sektor linkage atau memiliki daya dorongan yang besar, tetapi juga dibutuhkan dorongan oleh lembaga yang lain terhadap Subsistem Agribisnis Hilir Kelapa Sawit yakni : (1). Dinas Pertanian dan Perkebunan, (2). Penyuuh Pertanian, (3). PERBANKAN Bank Rakyat Indonesia Kabupten Nunukan, (4). GAPOKTAN/Kelompok Wanita Tani/Kelompok Tani, (5) Tengkulak, (6) Dinas Koperasi, (7). Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa ( BPMD ), (8). Unit Usaha Koperasi, (9). Perusahaan Sawit, (10). Badan Pusat Statistik (11). Balai Karantina Pertanian. Sedangkan lembaga yang perlu diberdayakan adalah lembaga yang berada pada posisi dependent yakni lembaga yang kekuatan pendorong terhadap program lemah, dan sebaliknya ketergantungan terhadap program kuat yaitu : (1) Dinas Perhubungan Infokom, (2) Humas Pemerintah Nunukan. Kata Kunci : Peran Lembaga, Subsistem Agrbisnis Hilir, Kelapa Sawit
None
2021 · Book · Open Access
Produktivitas pekerja menentukan keberhasilan pelaksanaan jadwal proyek konstruksi, karena berdampak kepada kesesuaian antara perencanaan jadwal konstruksi dengan progres pekerjaan di lapangan. Oleh karena itu, pekerjaan struktur beton bertulang yang merupakan salah satu aktivitas kritis dalam perencanaan jadwal sebuah proyek perlu dianalisa produktivitas pekerjanya. Tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa produktivitas pekerja pada pekerjaan struktur beton bertulang dan mencari faktor apa saja yang dapat mempengaruhi produktivitas pekerja pada proyek pembangunan Gedung Rumah Sakit Pertamina Tarakan. Perhitungan produktivitas dilakukan dengan metode Time Study. Metode time study adalah metode pengukuran produktivitas tenaga kerja di lapangan dengan cara menentukan standard time suatu pekerjaan. Standard time diperoleh dari pengamatan. Pada pengamatan akan diukur nilai basic time yang akan diolah menjadi standard time, dan digunakan untuk menghitung nilai produktivitas.Dari hasil perhitungan diperoleh nilai produktivitas pekerja pada pekerjaan pemasangan bekisting kolom, bekisting balok, dan bekisting pelat adalah 16.68 m2/OH, 20.16 m2/OH, dan 9.88 m2/OH. Untuk nilai produktivitas pekerja pada pekerjaan pemasangan tulangan kolom, tulangan balok, dan tulangan pelat adalah 318.08 kg/OH, 41.43 kg/OH, dan 1.103 kg/OH. Sedangkan nilai produktivitas pada pekerjaan pengecoran kolom, pengecoran balok, dan pengecoran pelat adalah 48.89 m3/OH, 22.55 m3/OH, dan 32.45 m3/OH. Dari hasil analisa produktivitas menunjukkan bahwa letak antara material dan tempat pengerjaan, jumlah pekerja, relaxation allowances, material yang digunakan, dan penggunaan alat dalam pekerjaan adalah faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pekerjaan struktur beton bertulang.
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan menilai kondisi perkerasan jalan dengan metode Pavement Condition Index (PCI) dan Bina Marga dan mengetahui tebal lapis tambah (overlay) serta rencana anggaran biaya yang diperlukan untuk biaya pemeliharaan. Untuk menganalisis kebutuhan tebal lapis tambah (overlay) menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 (Bina Marga 2017), Metode Analisa Komponen 1987 (SKBI – 2.3.26. 1987), dan Bina Marga 2002 (Pt. T-01-2002-B). Hasil penilaian secara rata-rata menunjukan jalan dalam kondisi cukup (fair) dengan nilai PCI = 45 untuk metode PCI dan metode Bina Marga menghasilkan nilai 5 untuk sisi kanan dan kiri yang menyatakan bahwa ruas jalan tersebut perlu mendapatkan penanganan pemeliharaan berkala. Karena pada perhitungan tebal overlay menggunakan metode Bina Marga 2017 diperlukan data lendutan dan data tersebut tidak ada, maka dilakukan perhitungan dengan metode lain yaitu Metode Analisa Komponen 1987 (SKBI – 2.3.26. 1987), dan Bina Marga 2002 (Pt. T-01-2002-B). Pada pehitungan overlay dengan menggunakan Metode Analisa Komponen 1987 didapatkan hasil tebal perkerasan sebesar 4,9 cm ≈ 5 cm dan jika menggunakan metode Bina Marga 2002 tidak diperoleh kebutuhan tebal lapis tambah (overlay) karena nilai SNol yang diperoleh bernilai negatif. Maka untuk tebal lapis tambah (overlay) digunakan tebal sebesar 5 cm untuk tebal HRS. Adapun Rencana Anggaran Biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tebal lapis tambahan (overlay) pada Jl.Bhayangkara Kota Tarakan adalah sebesar Rp. 3.434.342.000,00. This study aimed to assess road pavement conditions using the Pavement Condition Index (PCI) and Bina Marga methods and to determine the thickness of the overlay as well as the budget plan required for maintenance costs. To analyze the need for overlay thickness, the Road Pavement Design Manual Method 2017 (Bina Marga 2017), Component Analysis Method 1987 (SKBI - 2.3.26. 1987), and Bina Marga 2002 (Pt. T-01-2002-B ) were used. The results showed that the road was in fair condition with a PCI value of 45 for the PCI method and the Bina Marga method resulted in a value of 5 for the right and left sides, which stated that these roads needed to be subject to periodic maintenance. Because in calculating the thickness of the overlay using the 2017 Bina Marga method, deflection data was needed and the data was not available, calculations were then carried out using other methods, namely the 1987 Component Analysis Method (SKBI - 2.3.26. 1987), and Bina Marga 2002 (Pt. T-01 -2002-B). In the calculation of the overlay using the 1987 Component Analysis Method, it was obtained that the pavement thickness was 4.9 cm = 5 cm and in using the Bina Marga 2002 method the need for overlay thickness was not obtained because the SNol value was negativ, so for the added layer thickness (overlay) was 5 cm for the HRS. The budget plan required in the implementation of the additional layer thickness (overlay) on the Jalan Bhayangkara, Tarakan City, was Rp. 3,434,342,000.00.
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
Perencanaan perkerjaan perkerasan jalan lentur memerlukan metode yang tepat sehingga dapat menghasilkan nilai pakai yang baik. Banyaknya pedoman serta aturan dalam perencanaan perkerasan jalan lentur yang ada sekarang ini menjadi pertimbangan bagi para Engineer dalam memilih manakah manual yang dapat memberikan hasil dan manfaat yang lebih baik. Lingkungan serta kebutuhan konstruksi yang diinginkan juga menjadi pengaruh penting dalam menentukan pilihan. Oleh karena itu, dilakukanlah analisa perbandingan dari perkerasan jalan lentur metode Bina Marga dan AASHTO dengan menggunakan DCP (Dynamic Cone Penetrometer) untuk mencari perbedaan yang dapat mempengaruhi hasil pekerjaan. Berdasarkan hasil sampling data lapangan dan analisis, nilai CBR (California Bearing Ratio) yang diperoleh sebesar 2,5% dan 3%. Proses perhitungan yang telah dilakukan menghasilkan nilai ketebalan yang berbeda. Nilai CBR yang semakin besar akan dipengaruhi oleh nilai tebal perkerasan. Dimana, semakin besar nilai CBR maka akan semakin kecil nilai ITP (Bina Marga) dan SN (AASHTO). Hasil perbandingan yang dilakukan menyatakan bahwa adanya perbedaan pada metode Bina Marga dan AASHTO. Adapaun perbedaan terletak pada metode AASHTO diperoleh tebal perkerasan yang lebih tipis dikarenakan ada beberapa perbedaan parameter perhitungan, asumsi dalam perhitungan, batasan-batasan minimum tebal pekerasan masing-masing metode, serta kondisi lingkungan dan iklim setempat.