None
2021 · Book · Open Access
Pola komunikasi biasa disebut juga sebagai model tetapi maksudnya sama, yaitu system yang terdiri atas berbagai komponen yang berhubungan satu sama lain untuk mencapai tujuan pendidikan keadaan masyarakat. Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Komunikasi penyuluh lapangan terhadap kelompok tani harapan sejahtera. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi antar pribadi, dilaksanakan di Kelurahan Kampung Enam Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan. Menggunakan metode Purposive sampling dengan jumlah responden 5 orang. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi, kuesioner, wawancara,yang penelitiannya menggunakan deskriptif kualittif. Data yang digunakan dalam peelitian ini adalah data kualitatif yaitu data berupa pejelasan dari penyuluh dan petani yang memberikan penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi penyuluh lapangan terhadap kelompok tani harapan sejahtera di Kota Tarakan adalah menggunakan pola komunikasi satu arah yaitu lebih informatif kepada petani, komunikasi dua arah yaitu adanya tukar pendapat antara penyuluh dan petani (interaksi), sedangkan komunikasi multi arah yaitu adanya masukan dari pihak lain yang bisa memberikan arahan atau lebih bersifat membangun
None
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis kelayakan dan strategi pengembangan usaha kepiting soka di Kota Tarakan. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengusaha kepiting soka di Kota Tarakan. Adapun populasi penelitian ini berjumlah 4 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh atau teknik sampel sensus dimana semua populasi dijadikan sampel, dan data penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa kelayakan finansial usaha kepiting soka di Kota Tarakan yaitu R/C Ratio sebesar 2,26, BCR (Benefit Cost of Rate) sebesar 1,26, FRR (Financial Rate of Return) sebesar 40,66% dan pendapatan bersih sebesar Rp 159.375.000,-. Berdasarkan kriteria kelayakan yang telah ditentukan dapat dikatakan bahwa UKM Usaha Kepiting Soka di Kota Tarakan layak untuk dioperasionalkan. Sedangkan tahapan analisis yang dilakukan yaitu dengan melihat kondisi internal dan eksternal pengusaha dengan cara analisis situasi, dengan kata lain yaitu analisis SWOT, dengan melalui tahapan IFE (Internal Faktor Evaluation), EFE (Eksternal Faktor Evaluation), dan diagram SWOT. Hasil analisis data menunjukkan bahwa strategi yang digunakan yaitu strategi Agresif atau strategi SO (Strength-Opportunity).
Kata Kunci: Kelayakan Usaha, Strategi Pengembangan
None
2021 · Book · Open Access
A
None
2021 · Book · Open Access
Mahasiswa agribisnis sebagai mahasiswa terdidik di bidang pertanian diharapkan mempunyai persepsi yang baik terhadap sektor pertanian dan diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) persepsi mahasiswa agribisnis untuk bekerja di sektor pertanian (2) minat mahasiswa agribisnis untuk bekerja di sektor pertanian (3) hubungan persepsi dan minat mahasiswa agribisnis untuk bekerja di sektor pertanian. Pengambilan data menggunakan metode Simple Random Sampling dengan responden mahasiswa angkatan 2017 sampai 2018, jumlah sampel sebanyak 50 mahasiswa. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 76%, sedangkan minat mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan persentase 52%. Terdapat hubungan positif yang nyata antara faktor internal persepsi dan faktor eksternal persepsi dengan minat mahasiswa agribisnis untuk berkarir di bidang pertanian, artinya bahwa semakin tinggi persepsi mahasiswa maka akan semakin tinggi pula minatnya bekerja di sektor pertanian.
None
2021 · Book · Open Access
SISTEM AGRIBISNIS KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)
DI KECAMATAN SEBATIK TIMUR KABUPATEN NUNUKAN
(Studi Kasus Desa Bukit Aru Indah)
ABSTRAK
Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang dijadikan sebagai penghasil minyak dan bahan bakar serta memiliki prospek untuk dikembangkan khususnya di daerah Sebatik Kabupaten Nunukan. Keberhasilan usahatani kelapa sawit perlu didukung oleh ketersediaan saprodi, pemasaran, dan lembaga penunjang yang terintegrasi dalam suatu sistem agribisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem agribisnis usahatani kelapa sawit di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik timur. Penelitian ini menggunakan teknik sampel Snowball Sampling dan purposive sampling. Data sistem agribisnis dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data pendapatan usahatani dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem agribisnis pada usahatani kelapa sawit di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik timur terdapat beberapa subsistem seperti subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana dan prasarana produksi seperti penyediaan pupuk, benih, pestisida, alat, dan peralatan. Subsistem usatani Pada proses budidaya dilakukan pada lahan rata-rata 2ha yang sebelumnya merupakan lahan perkebunan kakao yang dialih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit dengan modal awal sebesar Rp. 9.898.000,- Dengan siklus produksi usahatani kelapa sawit dilakukan selama 12 hari dan memperoleh pendapatan kelapa sawit dengan total sebesar Rp 2.610.000,- dalam sekali produksi. Subsistem hilir meliputi pengolahan hasil panen seperti pengumpulan hasil panen kelapa sawit, pengangkutan, penimbangan dan pengiriman hasil panen kelapa sawit. pemasaran yang digunakan ialah saluran pemasaran semi langsung. Dan lembaga penunjang dalam usahatani kelapa sawit Desa bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik Timur adalah pemerintah.
None
2021 · Book · Open Access
ANALISIS STRUKTUR VEGETASI DAN HUBUNGANNYA TERHADAP KOMPOSISI SPESIES PREDATOR CAPUNG
DI PULAU TARAKAN
Suparman,Abdul Rahim
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan
Jalan Amal Lama Nomor 1 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, 77123
Email: [email protected]
ABSTRAK
Serangga ordo Odonata (capung) merupakan indikator kualitas lingkungan dan predator hama pada areal lahan pertanian. Pengetahuan tentang komposisi dan persebaran capung dapat mendukung upaya konservasi predator pada lahan pertanian dan non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur vegetasi dan komposisi kelompok capung (Ordo Odonata). Serta, mengetahui hubungannya pada beberapa areal pertanian dan non pertanian di Pulau Tarakan. Pengambilan contoh capung pada 29 lokasi yang terdiri dari 8 areal lahan non pertanian, dan 21 lahan pertanian. Lahan non pertanian terdiri dari hutan primer, mangrove dan rawa. Sedangkan, lahan pertanian terdiri dari perkebunan sayur, perkebunan buah, dan sawah. Selain itu, pengambilan data suhu, kelembapan, intensitas cahaya, dan pH Air. Indeks kekayaan jenis, indeks keanekaragaman Shannon, indeks dominansi Simpson, indeks kemerataan, regresi, diagram venn, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan struktur tumbuhan terdiri dari 28 Famili, 35 genus, 39 spesies dan 1.426 Indvidu, sedangkan komposisi spesies capung di Pulau Tarakan terdiri dari 10 famili, 33 Genus, 46 Spesies, dan 1.100 individu. Indeks kekayaan spesies, indeks keanekaragaman, dan indeks kemerataan lahan non pertanian lebih tinggi dibandingkan dengan lahan pertanian. Selanjutnya, persebaran spesies cenderung berbeda antara lahan pertanian dan non pertanian. Terdapat 19 spesies tersebar atau aktif di areal lahan pertanian dan non pertanian. Sedangkan, spesies yang hanya ditemukan pada areal non pertanian sebanyak 14 spesies, dan areal lahan pertanian sebanyak 13 spesies. Selain itu, hasil analisis AIC menjelaskan hubungan keaneragaman capung dengan keberadaan air lebih tinggi, diikuti oleh hubungan antara jumlah indicu tumbuhan/tanaman dan keberadaan air. Hal ini merupakan indikasi air merupakan faktor utama penentu keanekragaman capung, dan didukung oleh keberadan/jumlah tanaman/tumbuhan di suatu areal atau habitat.
None
2021 · Book · Open Access
Mesin pencacah memiliki berbagai macam komponen, salah satu komponen utama yang mempengaruhi kinerja mesin pencacah adalah mata pisau. Adapun yang mendasari dilakukannya modifikasi mata pisau mesin pencacah limbah pertanian yaitu, mata pisau yang digunakan pada sebelumnya memiliki kinerja yang kurang optimal sehingga dapat menyebabkan kualitas pemotongan bahan belum optimal dan seragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin pencacah limbah pertanian setelah digunakan mata pisau yang dimodifikasi. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan November hingga Maret 2021. Bertempat di Laboratorium Mekanisasi, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini terdiri beberapa tahapan yaitu identifikasi masalah, modifikasi mata pisau, uji kinerja dan analisis data. Parameter penelitian yang digunakan adalah menghitung kapasitas efektif alat (kg/jam), kecepatan linear (m/s), rendemen (%), suhu mesin penggerak (t), dan kecepatan electromotor (RPM). Dari hasil analisis data berdasarkan parameter yang digunakan diperoleh nilai kapasitas efektif alat 9,14 kg/jam, kecepatan linear 5,28 m/s, rendemen 91,4%, rata-rata suhu 68,3 °C dan rata-rata kecepatan electromotor 234,9 rpm pada mata pisau standar. Kinerja tebaik mesin pencacah limbah pertanian yaitu pada saat menggunakan mata pisau hasil modifikasi dengan sudut kemiringan mata pisau 10° dengan nilai kapasitas efektif alat 16,35 kg/jam, kecepatan linear 6,20 m/s, rendemen 96,5%, rata-rata suhu55,5 °C dan rata-rata kecepatan electromotor 275,4 rpm.
None
2021 · Book · Open Access
Agribisnis tidak terlepas dari faktor risiko (risk) dan ketidakpastian (uncertainty) yang kegiatan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko biaya, produksi, dan pendapatan dalam kegiatan usaha rumput laut. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait dengan risiko agribisnis komoditas rumput laut (Eucheuma cottoni sp) di Kota Tarakan. Pertama, untuk mengetahui sumber risiko agribisnis rumput laut Kota Tarakan. Kedua, untuk mengetahui besar tingkat risiko biaya, risiko produksi,dan risiko pendapatan pada usahatani rumput laut di Kota Tarakan. Metode penentuan sampel menggunakan simple random sampling dan penentuan jumlah sampel menggunakan metode slovin dengan jumlah responden 133 petani rumput laut di Kota Tarakan. Adapun analisis data yang di gunakan analisis deskriptif statistik, analisis usahatani dan analisis risiko yaitu : Variance, coefficient variation (CV), dan batas bawah (L). Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, di ketahui sumber-sumber risiko yang di alami petani rumput laut adalah cuaca atau iklim buruk, arus ombak kencang, serangan ikan pemangsa, pencemaran pantai, pengeringan dengan cara tradisional, dan monopoli industri. Kedua, usahatani rumput laut di Kota Tarakan sudah efisien dan menguntungkan serta di nyatakan dengan layak untuk di jalankan, dan risiko terbesar dari usahatani rumput laut yaitu risiko pendapatan dengan nilai koefisien variasi sebesar 0.28, di susul oleh risiko produksi dengan nilai koefisien variasi sebesar 0.24 dan risiko biaya dengan nilai koefisien variasi sebesar 0.23.
Kata Kunci : Agribisnis, Sumber Risiko, Analisis Risiko
None
2021 · Book · Open Access
A
None
2021 · Book · Open Access
aaa
None
2021 · Book · Open Access
Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimential design dengan desain penelitian posttest only control desain. Variabel bebas penelitian ini adalah model pembelajaran missouri mathematics project dan variabel terikat penelitian ini adalah kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP N 12 Tarakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan didapatkan sampel yaitu dari kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui tes tetulis dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan inferensial untuk menganalisis data awal dan data akhir dengan menggunakan bantuan software SPSS 22.0 for windows. Hasil dari analisis deskriptif diperoleh bahwa rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen sebesar 80,47 sedangkan kelas kontrol sebesar 73,44 dan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Adapun dari hasil uji independent samples t-test dengan taraf signifikan 5 % (𝛼 = 0,05) diperoleh pvalue sebesar 0,020 dan thitung sebesar 2,385. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran missouri mathematics project berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
This quasi-experimental research used a posttest only control design.The Independent variable of this study was the missouri mathematics project learning model and the dependent variable was the students’ ability to understand mathematical concepts.The population of this study were all seventh grade students at SMP N 12 Tarakan.The sampling was done through simple random sampling technique and it was obtained that class VIII-1 was as the exprimental group and class VIII-4 was as the control group.Data collection was done through written tests and documentation.The data was analyzed using descriptive and inferential analyses with the help of SPSS 22.0 for windows software.The results of the descriptive analisys showed that the posttest mean score in the exprimental class was 80.47 while the control class was 73.44 and it showed that the average value of the exprimental class was greater than the control class.As for the results of the independent samples t-test with a significant level of 5%,the p-value was 0.020 and the t-count was 2.385.Thus,H0 was rejected and H1 was accepted.So it was concluded that the missouri mathematics project learning model had an effect on students’ ability to understand mathematical concepts.
None
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemecahan masalah siswa visual dan auditori di kelas VII-3 SMP Negeri 12 Tarakan pada materi perbandingan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-3 SMP Negeri 12 Tarakan sebanyak 4 (empat) orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dimana 4 (empat) siswa tersebut diantaranya 2 (dua) siswa visual dan 2 (dua) siswa auditori. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis menggunakan perjodohan pola, eksplanasi, dan deret waktu. Temuan penelitian berdasarkan analisis data dibedakan untuk siswa visual dan auditori. Siswa visual memiliki pemecahan masalah perbandingan masalah perbandingan mereka 1) dapat memahami masalah dengan cara membaca soal dengan cepat sambil menggerakkan bibir untuk membaca dalam hati, 2) dapat merencanakan penyelesaian menggunakan cara atau metode yang tepat dengan mencoret-coret kertas hitungan, 3) dapat melaksanakan rencana penyelesaian dengan rapi, teliti, dan teratur sesuai dengan rencana sebelumnya, dan 4) memeriksa kembali cenderung menggunakan gaya belajar kinestetik dengan membaca ulang yang di anggap penting pada penyelesaiannya. Sementara siswa auditori mereka 1) dapat memahami masalah perbandingan dengan cara membaca soal berulang kali dengan bersuara pelan. Siswa dapat mengungkapkan apa saja yang diketahui dan apa saja yang ditanyakan dengan bahasa sendiri, 2) dapat merencanakan penyelesian cenderung menggunakan gaya belajar kinestetik yaitu memilih metode mana yang benar untuk dapat digunakan untuk menyelesaikan soal dengan bahasa tubuh, 3) dapat melaksanakan rencana penyelesaian sesuai dengan rencana sebelumnya dengan berbicara sendiri terkait penyelesaian, dan 4) memeriksa kembali dengan membaca langkah demi langkah penyelesaian dan memperbaiki jika ada kesalahan namun ragu menuliskan perbaikannya.
This research aimed at describing the problem solving by the visual and auditory students in VII-3 class of SMP Negeri 12 Tarakan on proportion learning material. This type of research was a case study under a qualitative approach. Four students from VII-3 class of SMP Negeri 12 Tarakan were selected using purposive sampling technique. Those four students as the representation of two visual students and two auditory students. The data were collected by observing, interviewing, and analyzing documents which were written in the form of field notes and then analyzed using match-making patterns, explanations, and time series. The findings based on data analysis were distinguished for visual and auditory students. The visual students were: (l) can understanding problems by reading the test items quickly while moving their lips to read silently, (2) can planning solutions using the right way or method by scribbling on the counting paper, (3) can carrying out the completion plan neatly, thoroughly, and regularly in accordance with the previous plan, and (4) can rechecking and tended to use a kinesthetic learning style by rereading what was considered important at its completion. While the auditory students were: (l) can understanding proportion problems by reading the questions repeatedly in a low voice. They could express what was known and what was asked in their own language, (2) can planning solutions and tended to use a kinesthetic learning styles, namely choosing which method was proper to be employed to solve problems by using body language, (3) can carrying out the completion plan according to the previous plan by talking to him/herself relating to the completion, and (4) rechecking by reading the solution step by step and correcting if there were mistakes but were doubtful to write down the corrections.
None
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Tarakan dalam melatih kemampuan komunikasi matematisnya. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, yaitu 10 Juli sampai 09 Oktober 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VIII sebanyak tiga orang yang telah dipilih dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara pada subjek dan beberapa informan, observasi kelas secara online maupun mengamati secara langsung subjek belajar dan mengerjakan tugas ketika jam pembelajaran matematika di rumah masing-masing, serta analisis dokumentasi dengan melihat buku catatan dan tugas subjek. Data yang telah didapatkan ditulis kedalam catatan lapangan kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Peneliti kemudian mengecek keabsahan data untuk mendapatkan data yang valid dengan melakukan triangulasi sumber yaitu mewawancarai guru, teman dekat, dan orang tua; triangulasi waktu yaitu mewawancarai subjek beserta informan pada waktu dan suasana yang berbeda; triangulasi teknik yaitu melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi; melakukan member check; menuliskan secara rinci hasil penelitian; dan dilaksanakannya audit oleh dosen pembimbing secara online. Berdasarkan hasil penelitian, maka didapatkan ketiga subjek yang berinisial AD, EA, dan MR melatih kemampuan komunikasi matematisnya dengan bertanggung jawab selama proses pembelajaran (menyelesaikan dan mengumpulkan tugas tepat waktu, tidak menyerah dan selalu berusaha mengerjakan tugas, menghormati dan memperhatikan serta mendengarkan guru maupun teman yang sedang menjelaskan); mencatat setiap informasi penting yang disampaikan dan menuliskan setiap penyelesaian secara runtut; bekerjasama/berdiskusi dalam menyelesaikan/mendapatkan hasil dari suatu permasalahan; menjawab pertanyaan yang diberikan, menyampaikan pendapat, dan mengomentari pernyataan yang diungkapkan siswa lain namun tetap menghargai perbedaan pendapat/argumen; dan membaca matematis secara aktif untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang telah disusun.
This study aimed to determine how the grade eight grade students of Madrasah Tsanawiyah Negeri Tarakan practiced their mathematical communication skills. This research was conducted for 3 months, from 10 July to 09 October 2020. This was a case study with a qualitative approach. The research subjects were 8th grade students who ware selected using purposive sampling. Data ware collected through interviews with the subjects and several informants, online classroom observations and directly observing how the subjects learned and did assignments during mathematics learning hours at their respective homes, and analysis of documentation by looking at their notebooks and assignments. The data that has been obtained were written into field notes then analyzed by data reduction, data display, and conclusion/verification. The researcher then checked the validity of the data to obtain valid data by triangulating sources, namely interviewing teachers, close friends, and parents; time triangulation, namely interviewing subjects and informants at different times and situations; technical triangulation, namely through interviews, observations, and documentation analysis; do a member check; write down in detail the results of the research; and conducting an online audit by the supervisor. It was found that the three subjects with the initials AD, EA, and MR practiced their mathematical communication skills responsibly during the learning process (completing and collecting assignments on time, not giving up and always trying to do assignments, respecting and paying attention and listening to teacher and friends who is explaining); recorded every important information conveyed and wrote down every solution in order; cooperated/had discussion in solving/getting the results of a problem; answered questions given, expressed opinions, and commented on statements expressed by other students and respected differences in opinions/arguments; and read mathematically actively to find answers to questions that ware arranged.
None
2021 · Book · Open Access
Selama pandemi covid-19 berlangsung produksi jagung manis pada tahun 2020 mengalami penurunan yang sangat drastis karena petani mulai mengurangi kegiatan usahataninya oleh karena itu tidak terlepas dari adanya risiko dalam usahatani jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sumber-sumber risiko produksi jagung manis (2) Berapa besar probabilitas dan dampak dari sumber-sumber risiko produksi jagung manis (3) Strategi alternatif mengatasi tingkat risiko produksi jagung manis. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling dengan responden petani jagung manis di Kota Tarakan, jumlah sampel sebanyak 100 petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis probabilitas dan penanganan risiko. Berdasarkan hasil Penelitian ini menjelaskan sumber-sumber risiko produksi jagung manis yang teridentifikasi yaitu hama dan perubahan cuaca atau iklim. Risiko yang memiliki probabilitas besar dengan dampak yang kecil berada pada kuadran I. Risiko yang memiliki probabilitas besar dengan dampak yang besar berada pada kuadran II, risiko yang memiliki probabilitas kecil dengan dampak yang kecil berada pada kuadran III dan Risiko yang memiliki probabilitas kecil dengan dampak besar berada pada kuadran IV. Strategi penanganan risiko dirumuskan berdasarkan posisi masing-masing sumber risiko pada peta risiko. Sumber risiko yang berada pada kuadran 1 dan 2 akan ditangani dengan strategi preventif, sedangkan sumber risiko yang berada pada kuadran 3 dan 4 akan ditangani dengan strategi mitigasi.
None
2021 · Book · Open Access
Pengetahuan tentang data hama dan penyakit tanaman padi merupakan bagian
penting dari strategi pengendalian organisme pengganggu tersebut (OPT).
Penelitian ini bertujuan; (1) mengetahui jenis hama dan penyakit yang dominan
pada tanaman padi, serta upaya pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi
di wilayah DAS Sesayap, khususnya Kabupaten Tana Tidung. Lokasi pengambilan
data di Tideng Pale, Gunawan, Sesayap Hilir, Rian, dan Tana Merah. Tiap-tiap
lokasi dilakukan pengambilan sampel sebanyak 5 (lima) titik dengan menggunakan
perangkap jebak, perangkap nampan kuning, dan wawancara. Serta, pengamatan
langsung terhadap gejala penyakit dan pengelolaan OPT. Hasil penelitian
menunjukkan terdapat 15 spesies hama kelompok insekta, 4 hama non insekta, dan
2 gejala penyakit. Nilai indeks kekayaan (R), kemerataan (E), dan keankeragaman
(H’) hama insekta tertinggi di lokasi Gunawan (R=2.74., E=0.84, dan H’=2.27).
Indeks kesamaan menunjukkan Tideng Pale dan Gunawan memiliki kesamaan
komposisi spesies tertinggi (100%). Spesies Leptocorisa oratoria (walang sangit)
dan Arphia conspersa (belalang) memiliki hubungan erat dengan habitat di Tideng
Pale dan Gunawan. Penyakit tanaman bercak coklat tertinggi di Tana Merah,
dengan nilai intensitas kerusakan tidak mutlak sebesar 79.2%. Selanjutnya,
pengelolaan dilakukan dengan pemilihan benih, pemupukan, pengaturan jarak
tanam, dan penggunaan pestisida yang masih bertumpu pada penggunaan pestisida
sintetik.
None
2021 · Book · Open Access
A
None
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi bahan pembawa (carrier) cair yang tepat untuk setiap isolat rhizobakteri sehingga dapat mempertahankan atau meningkatkan aktivitas pelarutan fosfat. Kandungan fosfat didalam tanah cukup tinggi karena aplikasi pupuk P terus menerus tetapi unsur hara P terikat oleh Fe, Al dan Ca sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Fakultas pertanian memiliki 2 isolat rhizobakteri yang mampu melarutkan fosfat, tetapi belum diketahui bahan pembawa yang tepat untuk setiap isolat rhizobakteri agar dapat mempertahankan atau meningkatkan aktivitas pelarutan fosfat. Penelitian ini dilaksanakan di lab Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu: faktor pertama bahan pembawa terdiri dari 3 taraf, P0 (Nutrient Broth), P1 (air kelapa) dan P2 (ekstrak tauge) selanjutnya faktor kedua isolat terdiri dari 3 taraf, B1 (B5(6)), B2 (B1(17)) dan B3 (multi-isolat). Kedua faktor digabungkan menjadi 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan diperoleh 27 unit percobaan. Parameter pada penelitian ini adalah pengukuran pH fomulasi, perhitungan jumlah koloni bakteri pelarut fosfat, pengujian indeks pelarutan fosfat dan perubahan kondisi formulasi diamati setiap 0, 15, 30, 45 dan 60 hari setelah inkubasi. Data yang diperoleh diuji normalitas terlebih dahulu kemudian dianalisis dengan sidik ragam dan diuji lanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahan pembawa yang tepat untuk setiap jenis isolat, yaitu: B1 (B5(6)) pada P2 (ekstrak tauge) dengan jumlah populasi 1,96 x 1011 dan indeks pelarutan fosfat 3,19, B2 (B1(17)) pada P2 (ekstrak tauge) dengan jumlah populasi 1,88 x 1011 dan P1 (air kelapa) dengan indeks pelarutan fosfat 3,02 dan B3 (multi-isolat) pada P1 (air kelapa) dengan jumlah populasi 2,71 x 1010 dan P2 (ekstrak tauge) dengan indeks pelarutan fosfat 2,59. Jumlah koloni bakteri minimum sebesar ≥108 cfu/mL dan formulasi bakteri mampu melarutkan fosfat sebagai standar pupuk hayati menurut Peraturan Menteri Pertanian No.70/Permentan/SR.140/10/11.
Kata kunci: Bahan pembawa, isolat bakteri, formulasi pupuk hayati
None
2021 · Book · Open Access
STRATEGI PEMBERDAYAAN PETANI HORTIKULTURA DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN
Abstrak
Penelitian ini bermaksud menjawab tiga pertanyaan terkait dengan Strategi Pemberdayaan Petani Hortikultura Di Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mendeskripsikan kegiatan pemberdayaan petani yang dilaksanakan di Kecamatan Tarakan Timur (2) Mengetahui apa saja faktor internal dan eksternal dalam strategi pemberdayaan petani hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur. (3) Bagaimana strategi pemberdayaan petani hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur. Metode penentuan sampel adalah metode random sampling dengan jumlah responden sebanyak 89 orang petani hortikultura di Kecamatan Tarakan Timur. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analsis SWOT. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa program pemberdayaan petani yang ada di Kecamatan Tarakan Timur meliputi kegiatan penyuluhan,sosialisasi, proyek pemberdayaan penyuluhan pertanian, pelatihan dan sekolah lapang bersama penyuluh, dan bantuan permodalan. Kegiatan pemberdayaan tersebut memberikan pengaruh kepada petani,terlihat dari pengetahuan petani yang sudah berkembang, meningkatnya keterampilan petani dalam bercocok tanam. Dilihat dari kualitas,kuantitas, waktu dan dampak dari kegiatan pemberdayaan tersebut sudah berdampak baik dan menguntungkan petani, namun masih perlu ditingkatkan dan dioptimalkan agar lebih maksimal. Hasil diagram analisis SWOT pada pembahasan menjelaskan bahwa strategi yang dihasikan pada kuadran yaitu strategi maka rekomendasi strategi adalah : (1)Mengoptimalkan pendampingan dan kinerja penyuluh dan meningkatkan peran kelompok tani (2) .Mengoptimalkan budidaya dengan memanfaatkan potensi pertanian, agar menghasilkan produktivitas yang maksimal (3) Mengoptimalkan bantuan permodalan, sarana dan prasarana yang memadai untuk mengembangkan usaha agribisnis.
Kata Kunci : Strategi,Pemberdayaan, Petani Hortikulura
None
2021 · Book · Open Access
Peran penyuluh dalam pendampingan petani sangat diperlukan dalam aktivitas usahatani padi yang lebih baik, dapat dilihat dari adanya peningkatan produktivitas usahatani dan kesejahteraan petani sehingga akan meningkatkan taraf hidup dan pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah 1. Mengetahui peran penyuluh pertanian dalam usaha tani padi pada Kelompok Tani di Desa Lapri. 2. Menganalis pendapatan usaha tani padi pada Kelompok Tani di Desa Lapri. 3. Mengetahui pengaruh peran penyuluh terhadap tingkat pendapatan usaha tani padi pada Kelompok Tani di Desa Lapri. Metode penentuan sampel adalah teknik purposive sampling dengan jumlah responden yang sesuai dengan kriteria yaitu 51 orang. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner dan teknik dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif, analisis pendapatan dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peran penyuluh di Kelompok Tani Desa Lapri sebagai guru skor 13,9, penasehat skor 13,6, penganalisa skor 12,9 dan organisator 13,4 dengan total skor 53,8 dikatakan sangat berperan. Berdasarkan total biaya lahan pemilik yang harus dikeluarkan per petani sebesar Rp 2.675.433 dan penerimaan Rp. 11.538.621 sehingga pendapatan rata rata per petani padi sebesar Rp. 8.863.188. Jika dikonversi 1 ha rata-rata pendapatan petani sebesar Rp 12.661.697. Sedangkan total biaya lahan penggarap yang harus dikeluarkan per petani yaitu sebesar Rp 4.361.707 dan penerimaan Rp. 12.352.500 sehingga pendapatan rata rata per petani padi sebesar Rp. 7.990.792. Jika dikonversi 1 ha rata-rata pendapatan per petani sebesar Rp 11.415.418. Analisis regresi sederhanaa diperoleh persamaan Y=0,572+0,690X+e, dengan R Square sebesar sebesar 53%.
Kata Kunci: Peran Penyuluh, Petani, Tingkat Pendapatan
Pembimbing Utama
Dr. Nia Kurniasih Suryana, SP., MP
NIDN. 1126087402
None
2021 · Book · Open Access
aaa