None
2021 · Book · Open Access
Salah satu kawasan di Kota Tarakan yang telah siap melakukan pembangunan gedung adalah Universitas Borneo Tarakan. Pembangunan yang saat ini akan dilakukan adalah pembangunan gedung Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Pembangunan ini diperkirakan akan berpengaruh terhadap volume dan sistem pergerakan Lalu-lintas di beberapa jaringan jalan dalam kampus dan jaringan jalan sekitar kampus Universitas Borneo Tarakan. Oleh sebab itu penelitian mengenai Analisa dampak lalu-lintas dilakukan akibat pembangunan gedung tersebut berdasarkan ukuran minimal wajib andalalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja lalu-lintas terhadap ruas dan simpang jalan di kawasan kampus Universitas Borneo Tarakan. Hasil analisis yang didapat dari survei dilapangan kinerja lalu-lintas ruas jalan Universitas Borneo Tarakan karakteristik tingkat pelayanan ruas jalannya berdasarkan Level of Service (LoS) berada pada level (B). Kinerja lalu-lintas ruas jalan Taman Anggrek berdasarkan Level of Service (LoS) berada pada level (B). Untuk tingkat pelayanan simpang Universitas Borneo Tarakan Kinerja lalu-lintasnya berdasarkan Level of Service (LoS) berada pada level (B). Kinerja lalu-lintas simpang jalan Amal Baru berdasarkan Level of Service (LoS) berada pada level (B). Maka hasil analisis kinerja ruas jalan ruas dan simpang di lingkungan Universitas Borneo Tarakan, lalu-lintasnya masih dalam kondisi yang baik.
None
2021 · Book · Open Access
Aplikasi pupuk organik bersamaan dengan waktu tanam dan setelah tanam belum banyak dikaji, sehingga belum ada informasi yang cukup terkait waktu aplikasi pupuk kandang yang tepat untuk dikombinasikan dengan aplikasi urea untuk menghasilkan serapan dan efisiensi serapan unsur hara N yang tinggi. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh waktu aplikasi pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan jagung dan sifat tanah, mengetahui dosis urea yang tepat terhadap serapan N terbaik, mengetahui pengaruh dosis Urea terhadap pertumbuhan jagung dan sifat tanah serta mengkaji pengaruh kombinasi waktu aplikasi pupuk kandang ayam dan dosis urea terhadap pertumbuhan jagung dan sifat tanah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2020 hingga Januari 2021. Rancangan acak lengkap, yang terdiri dari 2 faktor yaitu waktu aplikasi dengan tiga taraf yakni 1 minggu sebelum tanaman (W1), pada saat tanam (W2), dan 1 minggu setelah tanam (W3). Kemudian pupuk kandang ayam (T) terdiri atas empat taraf yaitu urea 0 kg/ha (D0), Urea 100 kg/ha (D1), Urea 200 kg/ha (D2), Urea 300 kg/ha (D3). Hasil penelitian, perlakuan dosis urea (D) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun selama pertumbuhan, berat panen, kering oven tanaman, dan pH tanah. Selanjutnya perlakuan waktu pemberian pupuk kotoran ayam (W) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun selama pertumbuhan, berat panen dan kering oven tanaman, namun signifikan terhadap peningkatan pH tanah. Kemudian pemberian pupuk kotoran ayam seminggu setelah tanam (W3) menghasilkan pH tanah yang tertinggi. Kombinasi perlakuan waktu pemberian pupuk kotoran ayam dan dosis urea (DW) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter tinggi tanaman dan jumlah daun selama pertumbuhan, berat panen, kering oven tanaman dan pH tanah. Namun signifikan terhadap peningkatan kandungan karbon organik tanah. Terakhir pemberian pupuk kotoran ayam seminggu setelah tanam dengan dosis urea 100 kg/ha (W3D1) mampu meningkatkan kandungan karbon organik tanah yang tertinggi sekitar 6,14%.
None
2021 · Book · Open Access
aa
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
aa
None
2021 · Book · Open Access
gagal ginjal adlah salah penyakit tidak menular namun tinggi kematian yang diakibatkan cukup tinggi. agal ginjal adlah suatu kegagalan ginjal akibat dari kerusakna fungsi ginjal itu sendiri sehingga ginjal tidak bisa melakukan keseimbangan metabolisme cairan dan elektrolit dalam darah.
None
2021 · Book · Open Access
Penyakit tuberculosis masih menjadi salah satu masalah yang menyebabkan gangguan kesehatan bagi jutaan orang didunia. Menurut WHO (2019) angka penemuan tuberculosis mencapai 10 juta kasus didunia. Tujuan penulisan ini agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan yang komprehensif pada An. I dengan penyakit tuberculosis paru. Metode penulisan ini deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada An. I. Hasil pengkajian klien terdapat 4 masalah keperawatan yaitu gangguan pertukaran gas, bersihan jalan napas tidak efektif, diare, dan hipertermi. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukkan masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah di tetapkan. Dari keempat diagnosa keperawatan tersebut terdapat dua masalah yang dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditentukan dan terdapat dua masalah yang belum teratasi karena belum sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditentukan. Kesimpulan penulis mendapatkan dalam melakukan asuhan keperawatan pada An. I dengan tuberculosis paru sesuai dengan tugas perawat dalam proses keperawatan secara komprehensif.
None
2021 · Book · Open Access
aa
None
2021 · Book · Open Access
aa
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
Benih yang sehat akan menghasilkan tanaman padi yang sehat, sehingga kesehatan benih menjadi perhatian utama dalam pengelolaan budidaya tanaman padi. Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan gangguan pada benih padi yakni cendawan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi cendawan patogen terbawa benih padi dan mengetahui perbedaan jenis cendawan terbawa benih yang berasal dari beberapa wilayah sentra budidaya tanaman padi Kabupaten Bulungan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada empat wilayah yakni Tanjung palas utara, Tanjung palas, Tanjung selor dan Tanjung palas tengah. serta dilaboratorium perlindungan tanaman Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, Deteksi keberadaan cendawan terbawa benih padi dilakukan dengan menggunakan metode uji kertas saring (blotter test). dari ke Empat wilayah. Hasil yang didaptkan Ditemukan 14 varietas benih padi yakni, cimalaya, ir, ketan hitam, ketan, semenanjung, padi sawah, padi unggul, padi cina, impari, ciliwung, rajawali, 64, ketan unggul, roti. Dari semua benih padi telah ditemukan empat cendawan terbawa benih, yakni Aspergillus oryzae, Rhizopus oryzae, Mucor, Alternaria. persentase keberadaan Aspergillus oryzae tertinggi pada varietas ketan hitam mencapai 12,50%. Keberadaan Rhizopus oryzae dan Mucor mencapai 9,17% pada varietas semenanjung, sedangkan keberadaan cendawan Alternaria menginfeksi varietas padi roti dengan jumlah 5%
None
2021 · Book · Open Access
Agroindustri minyak kayu putih sebagai salah satu bentuk industri yang mengolah daun kayu putih menjadi minyak kayu putih, memiliki peran dalam peningkatan nilai tambah suatu daerah atau wilayah. Agroindustri di Kota Tarakan dikelolah oleh salah satu instansi pemerintah yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengolahan Hutan (KPH) Melalui kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di kawasan hutan lindung yang tersebar di beberapa tempat di dalam kawasan hutan lindung maupun di kawasan hutan lindung yang dikerjasamakan dengan kelompok tani lalu kemudian hasil panen daun kayu putih akan di beli dan selanjutnya akan di olah oleh pihak UPT KPH itu sendiri. Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui proses budidaya tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn). Serta mengetahui apa saja faktor-faktor produksi tanaman kayu putih Dan mengetahui trend produksi kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn) di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan metode penentuan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling (sengaja) yaitu menentukan sempel dengan sengaja. Dengan pengumpulan data yaitu Observasi, Wawancara Mendalam dan dokumentasi. dengan Analisis Data faktor yang mempengaruhi analisis trend produksi yaitu alat-alat, pupuk, dan tenaga kerja. dengan menggunakan analisis trend perkembangan dengan rumus adalah Y = a + bX. Dan Rumus untuk mendapatkan nilai a dan b adalah a=ΣY / n b=Σ XY / X2.Hasil yang di dapatkan Trend produksi tanaman kayu putih dapat dilihat dari hasil analisis persamaan trend yaitu Y = 320.47 + (-3.41) X menunjukkan bahwa kecenderungan produksi tanaman kayu putih bapak Ambransyah di Kecamatan Mamburungan Timur mengalami penurunan produksi sebesar 3.41 kg dengan nilai intersep sebesar 320.47 kg yang akan terjadi selang produksi selanjutnya.
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
.
None
2021 · Book · Open Access
Kegiatan penunjang agribisnis merupakan kegiatan yang menentukan keberhasilan kegiatan-kegiatan utama meliputi, Pengadaan input produksi, produksi usahatani, pengolahan hasil, dan pemasaran (Soekartawi, 1999). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani sawi, mengetahui pengaruh dari kegiatan penunjang agribisnis terhadap hasil produksi tanaman sawi, dan mengetahui variabel yang paling dominan dalam menentukan keberhasilan usahatani sawi.
Metode penuntuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu penentuan sampel secara sengaja dengan pertimbangan dan tujuan tertentu dengan responden sebanyak 30 orang petani sawi. Metode pengumpulan data menggunakan metode obsevasi, wawancara, dan dokumentasi.
Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kuantitatif, analisis regresi linear berganda, analisis regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Dari penelitian diperoleh hasil sebagai berikut : Pada daerah penelitian sebagian besar petani sawi memiliki umur yang produktif namun mempunyai pendidikan yang relatif rendah, pada daerah penelitian petani sawi didominasi dengan laki-laki yang sebagian besar mempunyai pengalaman usahatani selama 26-30 tahun. Kegiatan penunjang agribisnis secara simultan mempunyai pengaruh nyata terhadap produksi tanaman sawi. Variabel yang paling dominan dalam membentuk keberhasilan usahatani tanaman sawi adalah Variabel Kredit usahatani dalam PUAP (X3), dengan kontribusi sebesar 32,5%.