None
2021 · Book · Open Access
Indonesia merupakan Negera maritim, menyadari pentingnya transportasi dan jasa pelayaran dalam mendukung kelancaran perdagangan dalam negeri maupun luar negeri, maka sarana transportasi laut menjadi salah satu yang terpenting dan yang paling tepat. Transportasi laut (kapal) menjadi salah satu transportasi utama pada era globalisasi ini. Pasal 219 UU 17 tahun 2008, untuk melaksanakan kegiatan pelayaran setiap angkutan laut (kapal) memerlukan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang di keluarkan oleh syahbandar supaya bisa berlayar maupun berlabuh
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, yaitu mengkaji peraturan perundang-undangan dan teori hukum yang berhubungan dengan tindak pidana pelayaran yang dilakukan oleh nahkoda kapal yang berlayar tanpa memiliki SPB, pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus.
Segala sesuatu yang terjadi diatas kapal, seperti mengenai kelengkapan dokumen pelayaran, merupakan tanggungjawab penuh yang dibebenkan oleh seorang nahkoda kapal. Jika dalam sebuah pelayaran dan kapal tersebut tidak memiliki dokumen kapal yang tidak lengkap, seperti Surat Persetujuan Berlayar, maka hal tersebut merupakan tanggungjawab seorang nahkoda kapal. Karena kapal yang akan berlayar harus diperiksa oleh pihak syahbandar, kapal laik laut atau tidak laut. Untuk mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) syahbandar harus memeriksa keadaan fisik kapal tersebut, melihat keadaan cuaca dipelabuhan sekitar dan mengecek seluruh adminitrasi yang diperlukan Jika kapal tersebut belum laik laut, dan nahkoda kapal tersebut tetap berlayar, maka nahkoda kapal tersebut yang menanggung akibat dari tindakan tersebut, jika diberikan sanksi, nahkoda kapal tersebut yang akan menerima sanksi pidana tersebut.
SUKRIANTO
2021 · Book · Open Access
Hasil tangakapan pada alat tangkap (trawl) mempunyai target tangkapan utama yaitu ikan nomei (Harpodon neherues), yang dimana ikan ini memiliki nilai ekonomi tinggi berkisaran antatra 100,000-120,000/kg, hasil tangkapan sampingan yaitu ikan gulamah (Johnius sp), yang dimana ikan ini memiliki nilai ekonomi yang rendah yang berkisaran antara 10,000-25,000/kg dan hasil tangkapan buangan ikan puput (Ilisha elongata) yang dimana ikan ini tidak memiliki nilai ekonomi dan hanya dikonsumsi oleh nelayan, dengan tujuan untuk mengetahui pertumbuhan ikan hasil tangkapan nelayan dari alat tangkap pukat hela (trawl) di perairan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskrptif kuantitatif dan survey lapangan dengan pengambilan sampel yang berupa data dengan mengumpulkan sampel dengan 30 ekor setiap spesies yang sama dengan 12 kali pengambilan data selama 8 bulan. Pengambilan data penelitian berupa pengukuran berat total dan panjang total pada ikan nomei (harpodon neherues), ikan gulamah (Johnius sp), dan ikan puput (Ilisha elongata).Hasil penelitian dilakukan pada pertumbuhan hasil tangkapan utama pada ikan nomei (Harpodon nehereus) bersifat allometri negatif dan hubungan korelasi kuat, hasil tangkapan sampingan ikan gulamah (Johnius sp), dan hasil tangkapan buangan ikan puput (Ilisha elongata) memiliki pertumbuhan allometri negatif dan hubungan korelasi yang sama yaitu sangat kuat.
None
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK
ARHAN NPM: 1740501008. Skripsi ini berjudul “Implementasi Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Dana Alokasi Umum Bantuan Pendanaan Kelurahan di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan” dibawah arahan dan bimbingan Ibu Dr.Nur Asikin, S.HI,.M.H dan Bapak Mawardi Khairi, S.H., M.H.
Berdasarkan Peraturan Wali Kota Tarakan Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Dana Alokasi Umum Bantuan Pendanaan Kelurahan Di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan , Penelitian Skripsi ini bertujuan untuk menjawab berbagai Permasalahan di masyarakat terkait bentuk implementasi peraturan Walikota Tarakan, Keluhan - keluhan terhadap buruknya kualitas layanan di kelurahan dan kurang nya transfaransi terhadap penggunaan dana kelurahan menunjukkan bahwa belum terwujudnya pemerintahan yang baik dalam lingkup kelurahan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk implementasi peraturan wali kota Tarakan nomor 11 tahun 2020 tentang dana alokasi umum bantuan pendanaan kelurahan di kelurahan kampung enam kota Tarakan . penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris, data yang diperoleh dari penelitian lapangan dihimpun lalu dikelompokkan dan diseleksi menurut kualitas dan kebenaranya lalu disusun secara sistematis, kemudian ditarik kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya mewujudkan pemerintahan yang baik khususnya yang terkait dengan prinsip transfaransi penggunaan dana kelurahan, belum dilakukan oleh kepala kelurahan kampung enam kota Tarakan. Penyelenggraan pemerintahan di kelurahan belum sepenuhnya melibatkan masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa prinsip transparansi belum dilaksanakan sepenuhnya di kelurahan kampung enam, masih banyaknya pembagunan dan pemberdayaan masyarakat yang belum dilaksanakan dengan baik meperlihatkan bahwa pemerintahan yang baik dalam skala kelurahan belum terlaksana sebgaimana mestinya.
None
2021 · Book · Open Access
POTENSI MINYAK ATSIRI PADA BEBERAPA TANAMAN
HERBAL INDONESIA SEBAGAI ANTIMIKROBA
DAN ANTIOKSIDAN
Abstrak
Menurut data yang diperoleh dari Indonesian Essential Oil: The Scents of Natural Life, terdapat sekitar 40 jenis tanaman yang diproduksi di Indonesia yang berpotensi sebagai sumber aromaterapi dan sekitar 12 tanaman penghasil minyak atsiri lainnya masih dalam tahap pengembangan skala industri. Tanaman-tanaman tersebut merupakan tanaman yang memiliki variasi aromatik karena terdapat kandungan minyak esensial yaitu minyak atsiri. Mengetahui potensi minyak atsiri pada beberapa tanaman herbal Indonesia sebagai antimikroba dan antioksidan. Jenis tanaman yang digunakan yaitu daun serai (Cymbopogon nardus), sirih (Piper betle), singkil (Premna serratifolia L), salam (Eugenia polyantha). Minyak atsiri diperoleh dengan cara destilasi selama 4 jam, kemudian pada pengujian antimikroba menggunakan bakteri Ralstonia solanacearum dengan metode difusi agar sumuran yang terdapat 3 konsentrasi dan pada pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dengan 1 konsentrasi. Pada pengujian antimikroba dan antioksidan diberi ulangan sebanyak 3 kali. Hasil dari pengujian antimikroba pada daun salam dengan konsentrasi 100% didapatkan hasil persentase penghambatan sebesar 100%, kemudian pada daun serai didapatkan rendemen persentase penghambatan sebesar 71,29% dengan konsentrasi 100%. Pada pengujian antioksidan minyak atsiri daun sirih didapatkan hasil persentase penghambatan sebesar 92,54% dengan konsentrasi 100 ppm.
Kata Kunci : Destilasi minyak atsiri, antimikroba, antioksidan.
POTENTIALS OF ESSENTIAL OILS IN SEVERAL INDONESIAN HERBAL PLANTS AS ANTIMICROBIALS AND ANTIOXIDANTS
Abstract
According to data obtained from Indonesian Essential Oil The Scents of Natural Life, there are about 40 types of plants produced in Indonesia that have the potential as a source of aromatherapy and about 12 other essential oil-producing plants are still in the industrial scale development stage These plants have aromatic variations because they contain essential oils. The purpose of this study was to find out the potential of essential oils in several Indonesian herbal plants as antimicrobials and antioxidants The types of plants used were Lemongrass (Cymbopogon nardhues). Betel (per hele), Singkil (Premna serratifolia L.), and Bay Leaves (Eugenia polyantha) The essential oil was obtained by distillation for 4 hours, then in antimicrobial testing using the bacterium Ralstonia solanacearum with the agar diffon method, there were 3 concentrations and in the antioxidant test using the DPPH method with I concentration The antimicrobial and antioxidant tests were repeated 3 times. The results of antimicrobial testing on Bay Leaves with a concentration of 100% obtained the percentage of inhibition of 100%, then on Lemongrass leaves the yield of inhibition percentage was 71.29% with a concentration of 100% In the antioxidant test of Betel leaf essential oil, the percmage of indobition was 92 54% with a concentration of 100 ppm
Keywords Essential oil distillation, antimicrobial, antioxidant
None
2021 · Book · Open Access
Abstrak
Malaysia merupakan salah satu negara tujuan utama untuk mencari penghidupan bagi para pekerja migran Indonesia. Kedekatan wilayah dan kemiripan budaya menjadi alasan-alasan utama. Sayangnya, perkembangan tersebut juga memberikan dampak-dampak lain yang mengakibatkan dideportasinya para pekerja migran Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai Penerapan Sanksi Pidana Bagi Warga Negara Indonesia yang Dideportasi Terkait Overstay di Malaysia. Khususnya yang terkait dengan: (1) sanksi pidana yang diterapkan terhadap warga negara Indonesia yang dideportasi terkait overstay oleh Pemerintah Malaysia; (2), bentuk-bentuk perlindungan hukum bagi warga negara Indonesia yang dideportasi terkait overstay oleh Pemerintah Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan Perundang-Undangan, Pendekatan Konseptual dan Pendekatan Perbandingan. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, Malaysia membuat suatu kebijakan yang berlaku mulai tanggal 01 Agustus 2002 dimana Akta Imigresen A 1154 Tahun 2002 yang menjelakan bahwa yang bersalah akan mendapatkan sanksi berupa kurungan maksimal 5 (lima) tahun, denda maksimal RM 10.000 dan sanksi cambuk dengan menggunakan rotan maksimal 6 kali. Kedua, Perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 yang memberikan perlindungan pada saat bekerja yakni perlindungan administratif dan perlindungan teknis. Pada saat bekerja, perlindungan dilakukan dengan mendata, mengawas serta memberikan fasiltas baik pemenuhan hak maupun penyelesaian kasus hukum. Sedangkan pasca bekerja negara memberikan perlindungan berupa memfasilitasi pemulangan hingga ke daerah asal. Namun faktanya ada penyimpangan dalam pemberian perlindungan sehingga terdapat beberapa kasus para pekerja migran tidak mendapatkan hak yang sesuai dengan amanat undang-undang.
SITI HAWA
2021 · Book · Open Access
Ikan Lele dumbo (C. gariepinus) merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sudah dibudidayakan secara komersil oleh masyarakat Indonesia. Produksi sering kali terhambat pada kegiatan pembenihan yang disebabkan adanya bakteri, parasit hingga jamur yang menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ketahanan benih Ikan Lele dumbo (C. gariepinus) yang diberi pakan campuran kunyit terhadap bakteri A. hydrophila. Penelitian terdiri dari dua pelakuan yaitu perlakuan 1 benih ikan lele dumbo tidak diberi pakan tepung kunyit dan perlakuan dua benih ikan lele diberi pakan tepung kunyit 4,8 gram/kg pakan. Parameter yang diamati pengamatan respon makan, aktivitas renang, warna ikan, kelangsungan hidup, kualitas air, analisis data secara deskriptif serta beberapa parameter kualitas air seperti suhu. pH, DO dan amoniak. Hasil penelitian yang baik pada perlakuan dua dimana benih ikan lele dumbo diberi pakan tepung kunyit 4,8 gram/kg pakan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 63%. Sedangkan untuk hasil dari pengukuran kualitas air suhu berkisar 26-29oC, pH 6,5-8,5 dan amoniak 2,730. Hasil dari semua parameter yang diamati dan diukur menujukkan bahwa dengan pemberian tepung kunyit sebanyak 4,8 gram/kg pakan mampu menghambat pertumbuhan bakteri yang memperngaruhi pertumbuhan benih ikan lele dumbo (C. gariepinus).
MUHAMMAD ALWI
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Nelayan di perairan Bunyu masih banyak menggunakan alat tangkap bubu dikarenakan target hasil tangkapan bubu yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Ikan kakap merah (Lutjanus sp.) merupakan salah satu target hasil tangkapan dari alat tangkap bubu. Informasi terkait aspek distribusi ukuran dab hubungan panjang berat ikan kakap merah hasil tangkapan bubu di Indonesia sendiri masih relatif sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi ukuran serta hubungan panjang berat ikan kakap merah yang tertangkap menggunakan alat tangkap bubu modifikasi berbahan poly vinyl chloride (PVC) di perairan Bunyu. Penelitian ini dilakukan dari bulan September sampai bulan Oktober 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sampel ikan kakap merah yang tertangkap sebanyak 59 ekor. Distribusi ukuran panjang total ikan kakap merah yang tertangkap berkisar pada ukuran 12.3-30.2 cm, ukuran panjang standar berkisar 9.6-20.4 cm dan berat tubuh ikan berkisar pada berat 34-451 gram. Berdasarkan analisa hubungan panjang berat terkonfirmasi sifat pertumbuhan ikan kakap merah hasil tangkapan bubu adalah alometrik negatif. Persamaan pada hubungan Panjang Total (PT) dan Berat (B) adalah y = 0.0432x2.6751 dan pada Panjang Standar (PS) dan Berat (B) adalah y = 0.0947x2.6134. Hasil pengujian kondisi perairan terhadap jumlah hasil tangkapan didapatkan dengan nilai signifikansi > 0.05, bermakna bahwa tidak terdapat pengaruh hasil tangkapan terhadap faktor kondisi perairan. Kata Kunci: Kakap Merah, Bubu Modifikasi, Perairan Bunyu, Panjang Total, Panjang Standar. ABSTRACT Fishermen in the water of Bunyu still use a lot of fishing gear because the target is traps that have a fairly high economic value. Red snapper (Lutjanus sp) is one of the catch targets from trap fishing gear. Information related to the aspect of size distribution and the relationship between length and weight of red snapper caught by traps in Indonesia is still relatively small. This study aims to determine the size distribution and length and weight relationship of red snapper caught using modified poly vinyl chloride (PVC) traps in Bunyu waters. This research was conducted from September to October 2020. The results showed that the number of samples of red snapper caught was 59 fish. The distribution of the total length ranged from 9.6-20.4 cm and the body weight of the fish ranged from 34-451 grams. Based on the analysis of the relationship between length and weight, it was confirmed that the growth properties of red snapper caught by traps were negative allometric. The equation for the relationship between Total Length (PT) and Weight (B) is y=0.0432x2.6751 and the Standard Length (PS) and Weight (B) is y = 0.0947x2.6134. The results of testing the condition of the waters on the number of catches were obtained with a significance value > 0.05, meaning that there was no effect of the catch on the water condition factor.
ADINDA NOVI YUDIANTI
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Penelitian dilakukan di Kota Tarakan pada bulan Januari – Maret 2021 dengan tujuan mengetahui bio-populasi ikan senangin dan ikan arut dari aspek sex ratio, pertumbuhan, TKG (Tingkat Kematangan Gonad), IKG (Indeks Kematangan Gonad), fekunditas, ukuran pertama kali matang gonad (Lm) dan tertangkap (Lc). Total sampel penelitian 113 ekor yang terdiri dari ikan arut 81 ekor dan ikan senangin 32 ekor. Sampel diukur panjang menggunakan penggaris dan ditimbang bobotnya menggunakan timbangan analitik. Pengamatan jenis kelamin dilakukan secara anatomi dengan melihat gonad ikan. Sex ratio ikan sampel selama penelitian adalah 1 : 4 (ikan senangin) dan 1 : 2 (ikan arut). Berdasarkan model pertumbuhan ikan arut sebagai hasil tangkapan utama, diketahui parameter pertumbuhannya yaitu dugaan panjang maksimal tercapai (L∞) 71.26 cm, koefisien pertumbuhan (K) 0.0127 cm dan dugaan umur pada panjang teoritis null (t0) sebesar -1.0665 hari. TKG ikan senangin jantan dominan TKG I dan betina TKG IV. Sampel ikan arut jantan dominan TKG I dan betina TKG III. Kisaran IKG ikan senangin jantan 0.08 – 1.29 dan betina 0.11 – 3.47. IKG ikan arut jantan berkisar 0.08 – 1.62 dan betina 0.38 – 2.34. Nilai Lm ikan arut 30.6 cm dan ikan senangin 40.4 cm. Nilai ukuran Lc pada ikan arut 30.9 cm dan ikan senangin 34.7 cm. ABSTRACT The study was conducted in Tarakan City in January to March 2021 with the aim of finding out the bio-population of the Senangin fish and Arut fish from the aspect of sex ratio, growth, TKG (Gonadal Maturity Level), IKG (Gonadal Maturity Index), fecundity, size at first gonadal maturity (Lm) and caught (Lc). The total sample of the study was 113 fish consisting of 81 Arut and 32 Senangin. Samples were measured in length using a ruler and weighed using an analytical balance. Observation of sex was done anatomically by looking at the fish gonads. The sex ratio of the sampled fish during the study was 1:4 (Senangin fish) and 1:2 (Arut fish). Based on the growth model of Arut fish as the main catch, it was known that its growth parameters reached the estimated maximum length (L∞) 71.26 cm, gowth coefficient (K) of 0.0127 cm, and age estimation at null theoretical length (t0) of -1.0665 days. The male Senangin was dominant of TKG I and female of TKG IV. The male Arut was dominant of TKG I and female of TKG III. The range of IKG of male Senangin was 0.08-1.29 and the female was 0.11-3.47. The IKG of the male arut ranged from 00.08-1.62 and the female 0.38-2.34. The Lm value of Arut was 30.6 cm and Senangin was 40.4 cm. The value of Lc size in Arut was 30.9 cm and Senangin was 34.7 cm.
ANITA
2021 · Book · Open Access
Udang galah adalah salah satu spesies air tawar toleran terhadap kadar salinitas tingi dan memiliki cita rasa serta kandungan gizi yang tinggi menjadikan udang galah banyak diminati sehingga nilai jual lebih tinggi dari udang air payau lainnya. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan pertumbuhan panjang dan berat udang galah (Macrobrachium rosenbergii). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan melakukan observasi langsung di lokasi penelitian dan teknik pengumpulan data adalah dengan purposive sampling bersama nelayan yang dilakukan pada bulan Agustus sampai November 2020 di Perairan Desa Tepian Nunukan. Hasil penelitian didapatkan total udang galah sebanyak 621 ekor dengan total udang galah betina sebanyak 507 ekor dan udang galah jantan 114 ekor. Rasio antara udang galah jantan dan betina pada pengambilan sampel pertama adalah 1:3,90 pengambilan sampel kedua rasio udang galah jantan dan betina adalah 1:3,78 pada pengambilan sampel ketiga rasio antara udang galah jantan dan betina adalah 1:5,08, serta pada pengambilan sampel keempat didapatkan rasio udang galah jantan dan betina sebanyak 1:5,36. Berdasarkan hubungan panjang dan berat udang galah jantan dan betina lebih didominasi oleh sifat pertumbuhan alometrik negatif dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan berat, sedangkan untuk sifat alometrik positif terdapat pada sampling pertama dan kedua yang dimiliki oleh udang galah jenis kelamin jantan. Hasil pengukuran faktor kondisi terdapat beberapa variasi di setiap pengambilan sampel udang galah jantan dan betina. Giant prawns are one of the freshwater species that are tolerant of high salinity levels and have a high taste and nutritionl content, making them in great demand so that their selling value is higher than other brackish water shrimp. The aim of the study was to analyze the relationship between growth in length and weight of giant prawns (Macrobrachium rosenbergii). This study use a survey method by conducting direct observation at the research site. The data were collected from August to November 2020 in the waters of Desa Tepian, from the fisherman chosen through purposive sampling. The results of the study showed a total of 621 giant prawns with 507 female giant prawns and 114 male giant prawns. The ratio between male and female giant prawns in the first sampling was 1:3,90, in the second sampling was 1:3,78, in the third sampling was 1:5,08, and in fourth sampling was 1:5.36. Based on the relationship between length and weight, male and female giant prawns were dominated by negative allometric growth traits where length growth was faster than weight growth, while positive allometric traits were found in the first and second samplings of male giant prawns. The results of the measurement of condition factors contained several variations in each sampling of male and female giant prawns.
None
2021 · Book · Open Access
Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) adalah penyakit yang sering terjadi, dapat dicegah, serta dapat diobati yang ditandai dengan gejala pernapasan persisten dan keterbatasan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan saluran napas atau kelainan aveolar yang biasanya disebabkan oleh paparan partikel atau gas yang berbahaya. Prevelensi PPOK cukup tinggi dan selalu mengalami perkembangan pada setiap negara di dunia. Sementara prevelensi di kalimantan utara adalah 3,1%, hal ini juga berhubungan dengan terus meningkatnya prevelensi merokok pada remaja 10-18 tahun. Dalam menyusun laporan tugas akhir ini dengan menggunakan suatu metode studi kasus dengan pendekatan studi perpustakaan dan wawancara dimulai dengan tahapan pengkajian, diagnosis medis keperawatan, intervensi atau perencanaan, implementasi dan terakhir evaluasi. Berdasarkan hasil pengamatan penulis selama 3 hari dari tanggal 18 November 2019 sampai dengan 20 November 2019, penulis mendapat pasien Tn. L dengan diagnosis medis PPOK Eksaserbasi Akut. Hasil yang didapatkan terdapat 4 diagnosis keperawatan yang ditegakkan pada Tn. L yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, perfusi perifer tidak efektif, gangguan pola tidur. Terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada pengkajian, diagnosis, dan intervensi disesuaikan dengan dengan kebutuhan klien serta sarana dan prasarana dalam memberikan asuhan keperawatan. Evaluasi yang didapatkan semua diagnosis teratasi dengan catatan memberikan intervensi kepada klien.
None
2021 · Book · Open Access
Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang mempengaruhi fungsi otak yang menyebabkan timbulnya gangguan pikiran, perilaku yang aneh dan individu yang menarik diri dari hubungan sosial. Sehingga menimbulkan delusi dan halusinasi. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui gambaran dan pengalaman nyata dalam pelaksanaan penerapan Asuhan Keperawatan pada Ny. S dengan masalah utama isolasi sosial: Menarik diri di Puskemas Pantai Amal Kota Tarakan. Dari hasil pengkajian ditemukan 3 masalah keperawatan yang ada pada Ny.S yaitu: Isolasi sosial: Menarik diri, gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran dan defisit perawatan diri: Berhias. Kesimpulannya di temukan adanya kesenjangan yang terdapat pada teori namun tidak terdapat pada kasus yaitu diagnosa harga diri rendah. Sebaliknya terdapat pada kasus tetapi tidak terdapat pada teori yaitu diagnosa defisit perawatan diri: Berhias. Maka dari itu diharapakan keluarga klien dapat memberikan dukungan kepada klien agar membantu proses penyembuhan. Karena salah satu faktor pendukung dalam proses penyembuhan orang dengan gangguan jiwa adalah dukungan keluarga.
None
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK
Asuhan Keperawatan Anak An. K Dengan Diagnosis Medik Kejang Demam Sederhana Di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan
Indah Kumala Pati, Alfianur, Nurman Hidaya
Kejang demam merupakan kejang yang disertai demam yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh >380C. Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang sering dijumpai pada anak-anak dan menyerang sekitar 4% anak. Kejang demam yang tidak teratasi dapat menyebabkan kerusakan sel otak. Asuhan keperawatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah serangan kejang dan meminimalkan risiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal An. K. Peneliti menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menemukan perbedaan tidak bermakna pada semua tahap proses keperawatan. Prosedur diagnostik yang tidak lengkap merupakan kesenjangan utama pada tahap pengkajian. Terdapat empat diagnosis keperawatan pada An. K yaitu hipertermi, defisit nutrisi, gangguan pola tidur, dan resiko cedera. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Evaluasi akhir berdasarkan kriteria hasil menunjakan tiga diagnosis keperawatan dapat teratasi dan saru diagnosis keperawatan yang teratasi sebagian. Dapat disimpulkan bahwa perawat mampu melakukan asuhan keperawatan secara baik.
None
2021 · Book · Open Access
Asuhan Keperawatan Pada An.G Dengan Diagnosa Medik Bronkopneumonia di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan
ABSTRAK
Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menjadi masalah kesehatan di dunia dengan angka kematian yang sangat tinggi dari seluruh insiden di Indonesia. Tujuan penulisan ini agar penulis dapat memahami konsep dan teori serta memperoleh pengalaman nyata tentang pelaksanaan asuhan keperawatan pada An.G dengan penyakit bronkopneumonia. Metode penulisan adalah deskriptif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pemberi asuhan keperawatan menggunakan langkah-langkah proses keperawatan meliputi: pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengkajian yang mencakup identitas klien, riwayat keseluruhan. Diagnosa keperawatan yang ditemukan bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi, dan defisit pengetahuan. Intervensi yang dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan yang dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan dari kriteria hasil yang diharapkan. Dari empat diagnosa tersebut 1 masalah dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah ditentukan, 2 masalah yang teratasi sebagian, dan 1 masalah yang belum teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah ditetapkan. Diharapkan keluarga klien mampu menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari anak dari asap rokok serta lingkungan yang berdebu.
Kata kunci: Bronkopneumonia, Asuhan Keperawatan, Anak.
Mengetahui,
Sulidah, S.Kep., Ns., M.Kep
NIP. 196902061999031003
None
2021 · Book · Open Access
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU (solanum melongena L)
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman
terung adapun upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan memberikan komposisi media
tanam. Oleh sebab itu diperlukan suatu alternatif dalam memodifikasi komposisi media
tanam tanaman terung dengan cara penggunaan komposisi media tanam berbahan
organik pada tiap polybag diduga mampu mengoptimalkan serta memaksimalkan
pertumbuhan dan produksi tanaman terung (Solanum melongena. L). Hal ini dilakukan
guna mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan produksi
mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Pantai Amal kecamatan Tarakan
Timur. Penelitian ini merupakan penelitian dengan 1 faktor yaitu faktor komposisi
media tanam memiliki 10 taraf serta 3 kali ulangan maka didapatkan 30 kombinasi
perlakuan.Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAK dengan pola factorial,
data yang diperoleh dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut apabila berbeda nyata
menggunakan beda nyata terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemberian komposisi media tanam tidak memberikan memberikan pengaruh nyata pada
pertumbuhan tanaman dan tidak berpengaruh nyata terhadap beberapa variabel produksi
seperti jumlah buah, panjang buah, dan diameter buah. Pada varieabel produksi berat
buah dan berat total buah berpengaruh nyata. Berdasarkan hasil penelitian bahwa
perlakuan P2 (tanah + 500 gram pupuk kandang ayam + 100 gram cocopeat) mampu
memberikan hasil yang terbaik, dari parameter pertumbuhan dan parameter produksi.
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang komposisi media menggunakan cocopeat
dan arang sekam untuk melihat perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi
pada tanaman terung
EFFECT OF PLANTING MEDIA COMPOSITION ON GROWTH
AND PRODUCTION OF Eggplant (Solanum melongena L)
Abstract
This research was conducted to increase plant growth and production
eggplant, as for the efforts that can be made, namely by providing the composition of the media
plant. Therefore we need an alternative in modifying the composition of the media
planting eggplant plants by using a composition of planting media made from
organic matter in each polybag is thought to be able to optimize and maximize
growth and production of eggplant (Solanum melongena. L). This is done
in order to determine the effect of the composition of the growing media on growth and production
cucumber. This research was carried out in the Pantai Amal sub-district, Tarakan
East. This research is a study with 1 factor, namely the composition factor
The planting medium has 10 levels and 3 replications, so 30 combinations are obtained
treatment. The research design used was RAK with a factorial pattern,
The data obtained were analyzed for variance and further tested if they were significantly different
using the smallest significant difference (BNT) level 5%. The results showed that menunjukkan
the composition of the growing media did not give a real effect on the
plant growth and has no significant effect on several production variables
such as number of fruit, fruit length, and fruit diameter. On the production variable weight
fruit and total fruit weight had a significant effect. Based on the research results that
P2 treatment (soil + 500 grams of chicken manure + 100 grams of cocopeat) was able to
provide the best results, from growth parameters and production parameters.
Further research is needed on media composition using cocopeat
and husk charcoal to see the best treatment for growth and production
on eggplants
None
2021 · Book · Open Access
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.A DENGAN DIAGNOSIS MEDIS HIPERTENSI DI RUANG DAHLIA B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN
ABSTRAK
Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi merupakan peningkatan tekanan darah sistolik diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmhg dengan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmhg. Tujuan penulisan untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.A. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, pengumpulan data, meliputi observasi, wawawancara, pemeriksaan head to toe, dokumentasi, kepustakaan subjek adalah klien. Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis mendapatkan hasil pengkajian klien terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu: nyeri akut berhubungan dengan pencederaan fisiologis (iskemia), bersihan jalan nafas tidak efekif berhubungan dengan penumpukan secret, gangguan pola tidur berhub- ungan kurang control tidur, defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpa- parnya infomasi mengenai penyakit (Hipertensi) dan penulis melakukan intervensi yang semuanya dapat teratasi. Kesimpulan: penulis menemukan kesenjangan diagnosis keperawatan pada Tn.A yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: penurunan curah jantung, intoleransi aktivitas, defisit nutrisi, ketidakmampuan koping kluarga dan diagnosis yang tidak ada diteori namun ada pada kasus yaitu: nyeri (akut), berihan jalan nafas tidakefektif, gangguan pola tidur, defisit pengetahuan (Hipertensi).
None
2021 · Book · Open Access
Diabetes Melitus adalah penyakit hiperglikemia yang ditandai dengan
ketiadaan absolut insulin atau penurunan relative insisensitivitas sel terhadap
insulin. Penyakit yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya
adalah ulkus diabetic foot yang menjadi penyebab amputasi kaki pada penderita
DM. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata
asuhan keperawatan yang dilakukan secara holistik dan komprehensif. Pada TN. R
dengan Diabetes Melitus di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan
dari tanggal 17 Maret 2021 sampai dengan 18 Maret 2021. Metode penulisan
Laporan Tugas Akhir ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan proses
keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan,
implementasi dan evaluasi. Hasil yang didapatkan terdapat empat diagnosis
keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. R, ketidakstabilan kadar glukosa
darah, nyeri akut, gangguan integritas jaringan, defisit perawatan diri. Dimana
keempat diagnosis tersebut teratasi. Terdapat lima diagnosis yang ada pada teori
namun tidak ditemukan pada kasus Tn. R dan intervensi yang dilakukan
disesuaikan dengan kondisi pasien dari sarana & prasarana.
None
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK
Tumbuhan mangrove merupakan tumbuhan yang tumbuh subur dikawasan pesisir salah satunya di pesisir Kota Tarakan diantaranya adalah Bruguiera parviflora dan Bruguiera cylindrica. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dari dua tumbuhan mangrove tersebut sebagai antibakteri dan antioksidan. Metode uji antioksidan menggunakan metode DPPH menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 517 nm, pada uji antibakteri menggunakan metode difusi agar sumuran dengan konsentrasi 2000, 1000, dan 500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan tumbuhan mangrove B. parviflora tertinggi dihasilkan oleh ekstrak daun metanol dengan nilai persentase hambat sebesar 86,66%, sedangkan pada B. cylindrica aktivitas antikosidan tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang metanol dengan nilai persentase hambat sebesar 78, 30%. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa aktivitas antibakteri B. parviflora tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang etil asetat pada konsentrasi 2000 ppm dengan nilai persentase hambat sebesar 57, 6% terhadap bakteri Ralstonia solanacearum, sedangkan pada B. cylindrica aktivitas antibakteri tertinggi dihasilkan oleh ekstrak batang etil asetat pada konsentrasi 2000 ppm dengan nilai persentase hambat sebesar 45% terhadap bakteri R. solanacearum.
ABSTRACK
Mangrove plants that thrive in coastal ares are of Tarakan city include Bruguiera parviflora and Bruguiera cylindrica. This study aimed to determine teh effective concentration of the two mangrove plants as antibacterial and antioxidant. The antioxidant test was carried out through the DPPH method using a spectrophotometer with a wavelength 0f 517 nm. The antibacterial test was carried out through the agar diffusion method with a concentration of 2000, 1000, and 500 ppm. The results showed that the highest antioxidant activity of mangrove B. parviflora was produced by methanol leaf extract with an anhibitory percentage value of 8.66%, while in B. cylindrica the highest antioxidant activity was produced by methanol stem extract with an inhibitory percentage value of 78.30%. the results of the antibacterial test showed that the highest antibactrial activity of B. parviflora was produced by ethyl acetate stem extract at a concentration of 2000 ppm with an inhibitory percentage value of 57.6% against the bacterium Ralstonia solanacearum, while in B. cylndrica the highest antibacterial activity was produced by ethyl acetate stem extract at concentration of 2000nppm with a percentage of inhibtion value of 45% against the bacteria R. solanacearum.
None
2021 · Book · Open Access
The utilization of traditional medicinal plants has been carried out by the Berusu Dayak tribe from generation to generation, among which they use Padaran (Z. montanum) and turmeric (C. longa), which are known to have antibacterial, antioxidant, and anticancer activities. The purpose of this study was to determine the percentage of antibacterial inhibition and antioxidant potential of the extracts of Padaran rhizome and turmeric. The plants were extracted with hexane, ethyl acetate, and methanol as solvents. Antibacterial activity was carried out against the bacteria Ralstonia solanacearum, Staphylococcus aureus, Streptococcus sobrinus, Salmonella typhi, Propianibacterium acnes using the agar well diffusion method with concentrations of 500, 1000, and 2000 ppm. Antioxidant activity was tested by DPPH free radical activity mechanism. The results showed that the extracts of Padaran rhizome and turmeric did not have antibacterial activity in the absence of an inhibition zone formed. The highest antioxidant activity againts DPPH was shown by ethyl acetat extract of Padaran rhizome (Z. montanum) with an inhibition of 89.65%, and the extract of turmeric (C. longa) obtained the highest inhibitory value in ethyl solvent of 82.79%. This study showed the potential of the rhizome of Padaran (Z. montanum) and turmeric (C. longa) plants which were used by the Berusu Dayak tribe as natural antioxidants.
Pemanfaatan tanaman obat tradisional dilakukan oleh suku Dayak Berusu secara turun temurun, diantara yang digunakannya adalah tanaman padaran (Z. montanum) dan kunyit (C. longa), yang dikenal memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan antikanker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persentase hambatan antibakteri dan potensi antioksidan ekstrak rimpang padaran dan kunyit. Tananam diekstrak dengan pelarut heksan, etil asetat, dan metanol. Aktivitas antibakteri dilakukan terhadap bakteri Ralstonia solanacearum, Staphylococcus aureus, Streptococcus sobrinus, Salmonella typhi, Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi agar sumuran dengan konsentrasi 500, 1000, dan 2000 ppm. Aktivitas antioksidan diuji dengan mekanisme aktivitas radikal bebas DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang padaran dan kunyit tidak memiliki aktivitas antibakteri dengan tidak adanya zona hambat yang terbentuk. Aktivitas antioksidan tertinggi terhadap DPPH ditunjukkan oleh ekstrak etil asetat rimpang padaran (Z. montanum) dengan penghambatan sebesar 89,65%, dan pada ekstrak tanaman kunyit (C. longa) diperoleh nilai penghambatan tertinggi pada pelarut etil yaitu sebesar 82,79%. Penelitian ini menunjukkan potensi rimpang tanaman padaran (Z. montanum) dan kunyit (C. longa) yang dimanfaatkan suku Dayak Berusu sebagai antioksidan alami.
RIZWALYADI
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini dilakukan di Perairan Tanjung Buka dengan tujuan untuk menganalisis hubungan panjang berat dan faktor kondisi Anadara granosa. Penelitian tentang hubungan panjang berat dan faktor kondisi Anadara granosa dilakukan pada bulan Oktober – Desember 2020 di Perairan Tanjung Buka Kabupaten Bulungan. Analisa hubungan panjang berat menggunakan persamaan W = aLb. Analisa faktor kondisi menggunakan persamaan CF = W/Wp. Sampel yang diukur sebanyak 500 individu. Hasil penelitian menunjukkan persamaan hubungan panjang berat kerang darah dengan peramaan w = 5,61.L2,79 r2 = 0,8. Hasil uji t menunjukan bahwa nilai b≠3. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kerang darah bersifar allometrik negatif. Nilai faktor kondisi kerang darah berkisar antara 0,6 – 1,8 dengan rata rata 1,0. Nilai ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan masih mendukung hidup kerang darah.
None
2021 · Book · Open Access
Asuhan Keperawatan Pada Ny. A Dengan Gagal Jantung kongestif di Ruang Dahlia B Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tarakan
ABSTRAK
Gagal jantung menurut penulis adalah keadaan jantung yang tidak adekuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Ada tiga provinsi dengan prevalensi penyakit jantung tertinggi di Indonesia yaitu Provinsi Kalimantan Utara 2,2%, Daerah Istimewa Yogyakarta 2%, dan Gorontalo 2%. Selain itu 8 provinsi lain juga memliki prevalensi lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional, salah satunya Provinsi Kalimantan Timur yaitu 1,8%. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan mendapatkan gambaran nyata tentang penerapan dan pelaksanaan asuhan keperawatan pada Ny. A dengan diagnosis Gagal Jantung Kongestif, pada kasus klien menderita gagal jantung hampir 3 tahun lamanya, keluhan nyeri di bagian ulu hati dan kondisi ansietas klien timbulnya rasa tidak nyaman pada dirinya.
Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil pengkajian dari Ny. A terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu penurunan curah jantung, pola nafas tidak efektif, nyeri akut, gangguan pola tidur dan ansietas.
Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus mulai dari pengkajian dan diagnosis keperawatan. Evaluasi hasil yang didapatkan satu diagnosis keperawatan teratasi dan empat diagnosis keperawatan yang teratasi sebagian.