Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 272 dari 342

ASAS STRICT LIABILITY DALAM PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PADA KORPORASI SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

JOSEPH JOEME
2021 · Book · Open Access

Pertanggungjawaban pidana yang dianut oleh hukum pidana Indonesia dan Hukum Lingkungan yang diatur dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindugan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup masih mensyaratkan adanya kesalahan. Prinsip pertanggungjawaban berdasarkan kesalahan menyulitkan penegak hukum dalam proses pembuktian pidana. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup telah mengatur masalah pertanggungjawaban mutlak (strict liability), namun demikian pada penerapannya masih ada hambatan. Dalam bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi yang melakukan tidak pidana lingkungan hidup pola pemidanaan yang diterapkan dalam UUPPLH masih belum tepat ,terkait pidana pokok yaitu pidana denda, kurang memberikan efek jerah terhadap pelaku,sementara itu pidana tambahan yang dianut oleh UUPPLH ini terbilang lebih memberatkan terhadap pelaku kejahatan perusakan lingkungan. Masalah ini akan diteliti dengan mengunakan metode penelitian hukum normatif, jenis bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum primer dan bahan hukum skunder yang terdiri dari KUHP, UUPPLH, buku-buku, dan jurnal-jurnal hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ratiolegis dari penerapan asas strict liability dan bentuk-bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi sebagai pelaku tindak pidana lingkungan hidup berdasarkan asas strict liability. Pengaturan ketentuan terkait pola pemidanaan yang meliputi pemberatan pidana denda, pelaksanaan pidana denda dan sanksi tindakan perbaikan akibat tindak pidana. Pemberatan pidana yang seharusnya digunakan ialah dengan sistem kali lipat dengan tidak merumuskan jumlah nominal denda dalam rumusan tiap-tiap pasal yang ada pemberatan ancaman pidana. Pidana denda yang diatur dalam UUPPLH membutuhkan suatu aturan pelaksana khusus agar tidak berlaku aturan umum dalam KUHP yang pidananya terlalu rendah demi tercapainya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang berdasar pada konservasi lingkungan hidup.

Kedudukan Grasi Sebagai Upaya Hukum Istimewa Terhadap Kejahatan Luar Biasa (Extra Ordinary Crime)

GRANDIS MAHENDRA ABADI
2021 · Book · Open Access

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait kedudukan grasi sebagai upaya hukum istimewa. Pertama, apa ratio legis adanya Grasi sebagai upaya hukum istimewa terhadap kejahatan luar biasa (extra ordinary crime)? Kedua, eksistensi pemberian grasi terhadap terpidana terkait efek jera pemidanaan dalam hukum positif di Indonesia? Skripsi ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan tentang grasi dan sejarah grasi. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer yang didapatkan dari dokumen hukum yang sifatnya otoritatif, dan data sekunder yang diperoleh dari buku, jurnal, artikel, website, dan kamus hukum. Hasil dari penelitian ini yaitu pertama, Grasi merupakan upaya hukum istimewa yang bisa diajukan terhadap putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Grasi juga dikatakan sebagai alat pengoreksi terhadap putusan hakim yang memutus perkara pada saat proses persidangan agar meminimalisirkan resiko kekeliruan vonis yang dijatuhkan oleh hakim. Adanya grasi di Indonesia sendiri terdiri dari beberapa landasan, yaitu dari segi sejarah atau disebut dengan landasan historis, landasan filosofis, landasan yuridis dan landasan sosiologis. Kedua, eksistensi pemberian grasi terhadap terpidana terkait efek jera pemidanaan baik hukuman pidana yang menimbulkan efek jera ataupun pemberian grasi sama-sama didasari pada sanksi pidana terhadap tindak pidana, jadi seharusnya tidak ada pertentangan antara pemberian grasi dan efek jera dari suatu pemidanaan, tetapi kenyataannya pada pelaksanaan pemberian grasi ini justru membuat efek jera pemidanaan ini menjadi berkurang, justru terdapat terpidana yang telah mendapatkan Grasi oleh presiden ini tetap melakukan tindak pidana secara berulang.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn,S DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DIRUANG DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

ABI NUBLI
2021 · Book · Open Access

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang tidak menular yang disebabkan oleh kerusakan pankreas atau berkurangnya produksi insulin oleh pankreas sehingga terjadi peningkatan glukosa darah serta resistensi insulin yang menjadi salah satu faktor penyebab turunnya kualitas sumber daya manusia. Tujuan penulis untuk mendapat kan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.S dalam penyusunan tugas hakir ini penulis menggunakan tipe studi kasus dengan metode deskriptif mulai dari observasi, wawancara, dan pemeriksaan fisik.,Dokumentasi,keputusan subjek adalah klien. Dalam penyusunan tugas hakir ini penulis mendapatkan hasil pengkajian klien terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu:nyeri akut,ketidak seimbangan glukosa darah, gangguan mobilitas fisik,resiko infeksi,berat badan lebih. Dan penulis melakukan intervensi yang semuanya dapat teratasi,kesimpulan penulis menemukan kesenjagan diagnosis keperawatan pada Tn,S yang ada pada teori namun tidak ada pada kasus yaitu: nyeri akut,resiko infeksi, dan berat badan lebih dan diagnosi yang tdiak ada diteori namun ada pada kasus yaitu: kelelahan,defisit nutrisi,resiko infeksi,defisit pengetahuan,ketidak berdayaan.

PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI TAMPILON PUTRA DI DESA BELAYAN KECAMATAN MALINAU UTARA KABUPATEN MALINAU

SAMARIA
2021 · Book · Open Access

Peran penyuluh dalam pemberdayaan yaitu membantu petani meningkatkan kesejahteraan dengan memperkaya ilmu pengetahuan, Dimana penyuluh membantu bagaimana petani bisa mandiri, kuat dan bisa memecahkan suatu permasalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam pemberdayaan kelompok tani Tampilon Putra di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara. (2) Mengetahui tingkat keberdayaan kelompok tani Tampilon Putra di Desa Belayan, kecamatan Malinau Utara. (3) Mengetahui strategi pemberdayaan kelompok tani Tampilon Putra melalui penyuluh pertanian di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara. Lokasi penelitian ini adalah di Kelompok Tani Tampilon Putra Desa Belayan Kecamatan Malinau Utara Kabupaten Malinau. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu Purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang, yaitu Kelompok tani Tampilon Putra dengan Anggota yang aktif. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam pemberdayaan kelompok tani, kedua menggunakan skala likert untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian gejala sosial, ketiga menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui strategi pemberdayaan kelompok tani. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peran penyuluh pertanian sebagai motivator, fasilitator, dan edukator sudah (Baik) dalam proses memberdayakan Kelompok Tani Tampilon Putra, tingkat keberdayaan kelompok tani dengan tingkat partisipasi, pemenuhan kebutuhan dan keterampilan yang dimiliki oleh anggota kelompok tani sudah (Baik), strategi pemberdayaan kelompok tani menunjukkan nilai x0 yaitu 0,69 dan y>0.65. Hal ini berarti posisi strategi pemberdayaan kelompok tani berada pada kuadran 1 dengan rekomendasi yang diberikan adalah strategi growth.

Uji bioaktivitas akar kuning (Arcangelisia flava merr) dan laos (alpinia galanga) sebagai antibakteri dan antioksidan

PARAMITA MUNITA
2021 · Book · Open Access

Abstrak Akar kuning dan laos sebagai obat tradisional masyarakat indonesia. Oleh karena itulah perlu membuktikan secara ilmiah terkait khasiat kedua bahan tersebut melalui uji bioaktivitas. Tujuan penelitian ini yaitu menguraikan persentase rendeman yang didapatkan dari masing-masing ekstrak akar kuning dan laos yang dihasilkan, mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder dengan fitokimia, menguji kosentrasi ekstrak akar kuning dan laos sebagai antibakteri serta menguji potensi ekstrak akar kuning dan laos sebagai antioksidan. Pada penelitian ini menggunakan metode maserasi suksesif bertingkat, skrining fitokimia, agar difusi sumuran dan DPPH. Hasil yang didapatkan yaitu sampel akar kuning heksan, etil asetat dan metanol masing-masing memiliki persentase rendeman sebesar 0,16% , 0,18%, 1,44 %. Kemudian untuk sampel laos heksan, etil asetat dan metanol memiliki persentase rendeman sebesar 1,77%, 0,64%, 2,37%. Selanjutnya hasil skrining fitokimia yaitu pada akar kuning metanol mengandung alkaloid, fenol, saponin, tanin dan flavanoid. Disamping itu laos heksan dan etil asetat mengandung alkaloid dan steroid, untuk laos metanol yaitu alkaloid dan tanin. Selain itu, aktivitas antibakteri terdapat pada kosentrasi 2000 ppm yaitu ekstrak akar kuning metanol di bakteri uji Sterptococcus aureus, Sterptococcus sobrinus, Ralstonia solanacearum dan Propionibacterium acnes dengan masing-masing daya hambat sebesar 34%, 32%, 32% dan 28% dan 1000 ppm pada R. Solanacearum sebesar 24%. Kemudian pada laos etil asetat di bakteri uji S. Sobrinus dan R. Solanacearum yakni masing-masing daya hambat sebesar 29% dan 36% di 2000 ppm dan 1000 ppm sebesar 29%, 36%. Terakhir berdasarkan hasil pengujian DPPH didapatkan ekstrak laos metanol memiliki aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 95,01%. Abstract Yellow root (Arcangelisia jlava Merr) and Laos (Alpinia galanga) are used as traditional medicine for Indonesian people. Therefore, it is necessary to scientifically prove the efficacy of these two materials through bioactivity tests. The purposes of this study were to describe the percentage of soaking of each of the extracts of the Yellow Roots and Laos, identify the content of secondary . metabolites with phytochemicals, test the concentration of extracts of the Yellow Roots and Laos as antibacterial, and test the potential of extracts of the Yellow Roots and Laos as antioxidants. This study used the methods of stratified successive maceration, phytochemical screening, agar well diffusion and DPPH. The results showed that the Yellow Root samples of hexane, ethyl acetate and methanol each had soaking percentage of 0.16%, 0.18%, and 1.44%. Then, for the Laos hexane, ethyl acetate, and methanol samples, the soaking percentages were 1.77%, 0.64%, and 2.37%. Furthermore, the results of phytochemical screening, namely methanol Yellow Roots contained alkaloids, phenols, saponins, tannins and flavonoids. Besides, Laos hexane and ethyl acetate contained alkaloids and steroids, for Laos methanol were alkaloids and tannins. In addition, antibacterial activity was found at a concentration of 2000 ppm, namely methanol Yellow Root extract in the test bacteria Staphylococcus aureus, Streptococcus sobrinus, Ralstonia solanacearum and Propionibacterium acnes with inhibitory powers of 34%, 32%, 32% and 28% and 1000 ppm, respectively, in R. Solanacearum by 24%. Then on Laos ethyl acetate in the test bacteria S. Sobrinus and R. Solanacearum, 29% and 36% inhibition were at 2000 ppm and at 1000 ppm were 29%, 36%, respectively. Finally, based on the results of the DPPH test, it was found that the Laos methanol extract had the highest antioxidant activity of 95.01 %.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIP PADA NY. S DI PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

ENDANG
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Tujuan penelitian ini yaitu melakuan Asuhan komprehensif dari masa kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir sesuai standar pelayanan kebidanan pada Ny. S G4P3A0. Pengkajian dimulai pada kunjungan Antenatal Care sebanyak 1 kali pada usia kehamilan 37-38 minggu kehamilan yaitu tepat pada tanggal 30 Maret 2021, pukul 11.24 WITA. Kala 1 berlangsung selama 5 menit kala II berlangsung 20 menit, kala III berlangsung selama 10 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. S berlangsung normal mulai dari kunjungan 6 jam dimulai tanggal 30 maret 2021 sampai dengan 6 minggu. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan adalah selama 4 kali. Kunjungan bayi baru lahir dilakukan sejak 1 jam setelah lahir sampai dengan 6 minggu. Bayi baru lahir dengan berat badan 3200 gram lahir normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD. Berdasarkan hasil asuhan kebidanan komprehensif yang telah dilakukan pada Ny. S selama pemeriksaan kehamilan didapatkan masalah ibu hamil dengan hypertensi dan Hb rendah namun telah teratasi dengan pemeberian KIE mengenai pola makan dan pemberian tablet Fe, sedangkan pada persalinan, nifas, dan bayi baru lahir tidak terdapat masalah.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.A DENGAN DIAGNOSA MEDIK KEJANG DEMAM SEDERHANA DIRUANG ANGGREK B

JEFFERSEN
2021 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. A DENGAN DIAGNOSA KEJANG DEMAM SEDERHARANA DI RUANG ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Jeffersen, Alfianur, Nurman Hidaya ABSTRAK Kejang demam merupakan serangan kejang yang sering terjadi pada anak berusia dibawah lima tahun yang terjadi akibat kenaikan suhu tubuh di atas 38ºC. Saat serangan kejang terjadi kebanyakan orang tua yang tidak menyadari tindakan segera yang perlu diambil untuk mencegah kejang demam atau komplikasinya. Kejang yang tidak tertangani dengan baik dapat menimbulkan dampak buruk bagi anak, bahkan hingga menyebabkan kematian. Asuhan keperawatan terutama ditujukan pada tindakan pencegahan dan menghindarkan anak dari resiko komplikasi. Kajian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penerapan proses keperawatan pada anak yang dirawat dengan kejang demam sederhana. Kajian ini merupakan penelitian kualitatif tipe studi kasus dengan kasus tunggal pada An. A. Pendekatan asuhan keperawatan yang dilakukan mencakup lima langkah proses keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan tidak signifikan pada semua tahap proses asuhan. Tahap pengkajian tidak semua prosedur diagnostik dilakukan pada An. A. Didapatkan empat diagnosa keperawatan pada An. A yaitu termoregulasi tidak efektif, resiko cedera jatuh, defisit pengetahuan, defisit perawatan diri. Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan ketersediaan sarana penunjang. Seluruh diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai kriteria hasil yang ditetapkan. Dapat disimpulkan bahwa perawat telah mampu melakukan proses keperawatan dengan perbedaan yang tidak bermakna antara kasus denganteori.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Bayi. T DENGAN BRONKOPNEUMONIA DI RUANG CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

MUSDALIFAH NOLA WULANDARI
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK Bronkopneumonia adalah peradangan pada parenkim paru yang biasanya mengenai bronkiolus dan juga mengenai alveolus di sekitarnya yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan benda asing lainnya. Kasus bronkopneumonia banyak terjadi pada anak-anak usia balita. Tujuan penulisan ini adalah agar penulis memperoleh gambaran nyata mengenai pelaksanaan dan pendokumentasian asuhan keperawatan pada Bayi. T dengan masalah Bronkopneumonia. Metode penulisan ini adalah deskriptif, tipe studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi serta studi kepustakaan. Pada pasien Bronkopneumonia masalah keperawatan yang muncul yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pertukaran gas, defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang, risiko ketidakseimbangan elektrolit. Masalah keperawatan pada pasien kelolaan ditemukan lima yaitu, bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi, gangguan tumbuh kembang, risiko jatuh. Intervensi yang telah dilakukan dan kriteria hasil yang telah disusun berdasarkan prioritas masalah. Evaluasi hasil tindakan keperawatan menunjukan bahwa masalah keperawatan yang penulis rumuskan dalam diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai tujuan yang telah ditetapkan dari kriteria hasil yang diharapkan. Berdasarkan lima diagnosa keperawatan tersebut masalah dapat teratasi sesuai dengan tujuan dan waktu yang telah dilakukan.

Asuhan Keperawatan Pada An.G Dengan diangnosa Demam Berdarah

NONI
2021 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN.G DENGAN DIAGNOSA DEMAM BERDARAH DI RUANGAN ANGGREK B RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN Noni,Sulidah,Alfianur ASTRAK Demam Berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyambuk Aedes aegypti. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosa,keperawatan perencanaan, implementasi dan evaluasi. Tujauan umum untuk mendapatkan pengalaman nyata tentang asuhan keperawatan pada An.G dengan Demam Derdarah dan menggunakan pendekatan proses keperawatan secara kualitatif tipe studi kasus tunggal pada An.G dalam penelitian ini langkah proses keperawatan dapat dijalankan secara baik oleh perawat. Hasil pengkajian mengindikasikan adanya kesenjangan antara kasus dan teori yaitu pada pengkajian,diangnosa,intervensi keperawatan dan implementasi .Didapatkan tiga diagnosa keperawatan pada An.G dengan masalah utam Hepertemia,bersihan jalan nafas tidak efektif,kurang terpapar informasi secara teoritas.penyususunan rencana asuhan keperawatan disesuaikan dengn kondisi klien Subjek penelitian adalah An.G dengan demam berdarah di ruangan perawatan anggrek B RSUD Tarakan. Disimpulkan bahwa hasil penelitian didapatkan tiga diagnosa yaitu Hepertemia proses penyakit,bersih jalan nafas tidak efektif sekresi yang tertahan,ansietas kurang terpaparn informasi. Terdapat beberapa kesenjangan antara kasus dan teori yaitu pada pengkajian,diagnosa, Intervensi keperawatan dan implementasi disesuaikan dengan kondisi klien dan seluruh diagnosa keperawatan dapat teratasi sesuai kriteria hasil yang di tetapkan.

Asuhan Keperawatan Pada Tn. A Dengan Masalah Utama Isolasi Sosial: Menarik Diri Di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan

EDI TALIB
2021 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.A DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK KOTA TARAKAN ABSTRAK Skizofrenia sering ditemukan pada lapisan masyarakat yang dapat dialami oleh setiap manusia. Skizofrenia adalah sindrom etiologi yang tidak dapat diketahui ditandai dengan distur gangguan kognitif, emosi, presepsi, pemikiran serta perilaku. Isolasi sosial atau menarik diri adalah keadaan dimana seorang individu mengalami penurunan atau sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. Tujuan penulisan tugas akhir ini untuk mendapat gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.A dengan masalah utama yaitu: isolasi sosial: menarik diri di puskesmas Sebengkok Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, Hasil pengkajian klien terdapat 5 masalah keperawatan yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi, gangguan memori jangka panjang, dan kurang pengetahuan tentang penyakit jiwa. Terdapat 3 yang menjadi diagnosa prioritas yaitu: isolasi sosial: menarik diri, gangguan konsep diri: harga diri rendah, defisit perawatan diri: mandi. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus Tn.A yaitu diagnosa isolasi sosial: menarik diri ada pada teori tetapi tidak terdapat pada kasus. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.A yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga tidak kooperatif. Masalah belum teratasi disebabkan karena keluarga tidak ikut serta dalam proses implementasi yang dilakukan pada klien dan adanya keterbatasan waktu dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Diharapkan adanya dukungan dari keluarga klien dalam implementasi agar proses penyembuhan kien dapat tercapai. Selain itu diharapkan perawat juga berperan aktif dalam melakukan pendekatan kepada klien dan keluarganya agar proses keperawatan dapat dilaksanakan dengan baik.

Asuhan keperawatan pada Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri di Puskesmas Sebengkok

LENNI
2021 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. R DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI PUSKEMAS SEBENGKOK ABSTRAK Lenni: asuhan keperawatan pada Tn. R dengan masalah utama isolasi sosial: menarik diri di puskemas sebengkok Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang dialami oleh individu dan dipersepsikan disebabkan orang lain dan sebagai kondisi yang negatif dan mengancam. Isolasi sosial merupakan ketidak mampuan pasien dalam mengungkapkan perasaannya dengan kekerasan. Pasien dengan isolasi sosial tidak mampunyai kemampuan untuk bersosialisasi dan sulit untuk mengungkapkan keinginan dan tidak mampu berkomunikasi dengan baik sehingga pasien tidak mampu mengungkapkan marah dengan cara yang baik. Tujuan penulis: mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. R. Metode penulisan: menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada Tn. R dengan didapatkan tiga masalah keperawatan yang muncul, yaitu isolasi sosial: menarik diri, gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, harga diri rendah. Tidak terdapat kesenjangan antara teori dengan kasus pada Tn. R. Pemecahan masalah pada Tn. R hanya di lakukan dengan tiga strategi untuk masing-masing diagnose. Hal ini di krenakan kondisi pasien dan keluarga sertanya ada keterbatasan waktu. Diharapkan adanya dukungan dari pihak perawat di puskesmas dan juga keluarga klien agar membantu proses penyembuhan klien agar lebih cepat. Kata kunci: Skizofrenia, Isolasi Sosial: Menarik Diri, Asuhan Keperawatan

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.R DENGAN MASALAH UTAMA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI PUSKESMAS SEBENGKOK

MIKE
2021 · Book · Open Access

Kesehatan jiwa merupakan suatu kondisi mental sejahtera yangmemungkinkanhidup harmonis dan produktif sebagai bagian utuh dari kualitas hidup seseorang, dengan memperhatikan semua segi kehidupan manusia.Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan kepada klien Ny.R dengan masalah utama gangguan persepsi sensori:halusinasi pendengaran.Penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny.R.Pada kasus Ny.R dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran terdapat kesenjangan diagnosa yaitu diagnosa risiko perilaku kekerasan yang dimana ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus Ny.R.Proses pemecahan masalah pada Ny.R dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dilakukan dengan tiga diagnosa gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran, isolasi sosial: menarik diri, harga diri rendah, dengan strategi pelaksanaan tiga intervensi masing-masing diagnosa. Masalah belum teratasi dikarenakan strategi pelaksanaan belum terlaksana dikarenakan kondisi Ny R yang masih mendengar suara tersebut penulis tidak dapat melakukan beberapa intervensi.Perlu adanya kerja sama yang baik antara perawat dan keluarga klien untuk turut melibatkan dan membantu proses penyembuhan klien.

Asuhan Keperawatan Pada Tn.i Dengan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Penglihatan Di Puskesmas Sebengkok

PRENGKI INCAU
2021 · Book · Open Access

Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang berat dan ditandai dengan ketidakmampuan atau penurunan berkomunikasi, gangguan realitas (halusinasi, waham), efek tidak wajar atau tumpul, gangguan kognitif serta kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Halusinasi merupakan suatu gejala gangguan jiwa dimana klien merasakan suatu stimulus yang sebenarnya tidak ada, klien mengalami perubahan persepsi sensori, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaan, atau penciuman. Tujuan umum penulisan laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn.I dengan masalah utama gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan. Penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan Metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan. Pada kasus Tn.I penulis menegakkan 3 diagnosa keperawatan yaitu, gangguan persepsi sensori: halusinasi penglihatan, isolasi sosial: menarik diri, defisit perawatan diri. Terdapat kesenjangan diagnosa antara teori dan kasus pada Tn.I yaitu diagnosa risiko perilaku kekerasan ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus. Proses pemecahan masalah pada kasus Tn.I yaitu melaksanakan 3 (tiga) strategi pelaksanaan untuk masing masing diagnosa keperawatan. Strategi pelaksanaan hanya dilakukan pada pasien sedangkan strategi pelaksanaan pada keluarga tidak dilakukan karena keluarga tidak kooperatif. Masalah belum teratasi disebabkan oleh kurangnya dukungan keluarga klien, klien yang kurang kooperatif dan adanya keterbatasan waktu dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Diharapkan adanya kerja sama yang baik antara perawat dan keluarga klien dalam memberikan dukungan kepada klien selama proses penyembuhan klien.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. U DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL : MENARIK DIRI DI PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN

NONI ASTRIA KATRINA LUMBAN GAOL
2021 · Book · Open Access

Isolasi sosial merupakan upaya klien untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain maupun komunikasi dengan orang lain. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah mendapatkan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan yang dilakukan dengan memusatkan perhatian pada satu kasus secara intensif, di mulai dari pengumpulan data, analisa data, merumuskan masalah, intervensi, implementasi, dan mengevaluasi hasil yang telah dilakukan. Hasil studi kasus yang didapatkan terdapat tiga diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan pada Tn. U yaitu isolasi sosial:menarik diri, gangguan konsep diri:harga diri rendah,gangguan konsep diri:halusinasi. Kesimpulan penulis mendapatkan proses pemecahan masalah pada Tn.U dengan diagnosa isolasi sosial:menarik diri, gangguan konsep diri:harga diri rendah,resiko persepsi sensori:halusinasi penglihatan, rencana tindak lanjut yaitu mempertahan intervensi setiap diagnosa serta memberikan pujian pada pasien atas keberhasilannya melakukan intervensi yang telah dibuat perawat. Hasil tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan kasus. Pada pelaksanaan tidak dapat dilakukan intervensi pada intervensi keluarga untuk ketiga diagnosa. Saran penulis diharapkan keluarga klien meningkatkan komunikasi terapeutik dengan bahasa yang mudah dimengerti serta memberikan kesempatan klien untuk menceritakan keadaannya.

Asuhan Keperawatan Pada Ny. D Dengan Rheumathoid Arthritis Di Ruang Angsana Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara

SYAHRUL GUNAWAN KIFLI
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK Rheumatoid Arthritis merupakan salah satu penyakit autoimun dengan peradangan yang tersebar diseluruh tubuh, mencakup keterlibatan sendi dan berbagai organ di luar persendian. Tujuan penulis mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Ny. D metode penulisan: deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan, pada Ny. “D”. Hasil pengkajian klien terdapat 6 masalah keperawatan yaitu: nyeri akut, perfusi perifer tidak efektif, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur, defisit perawatan diri dan defisit pengetahuan. Kesimpulan: penulis menemukan 2 kesenjangan yang ada pada teori tapi tidak ada pada kasus, dan pada saat pelaksanaan ada tiga diagnosis yang intervensinya masih teratasi sebagian yaitu nyeri akut, perfusi perifer tidak efektif, gangguan mobilitas fisik. Proses asuhan keperawatan klien membutuhkan stimulus dari perawat, untuk melakukan tindakan yang dianjurkan karena klien mampu melakukan dengan benar tetapi klien belum mampu melakukan secara mandiri, intervensi didelegasikan pada perawat ruangan. Diharapkan perawat mampu melanjutkan intervensi sesuai dengan yang diharapkan perawat agar indikator dapat teratasi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.A DENGAN DIAGNOSIS MEDIS NON HEMORAGIK STROKE DIRUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN

INDAH YUNI
2021 · Book · Open Access

Stroke merupakan keadaan ditemukannya tanda-tanda klinis yang berkembang cepat yaitu defisit neurologik fokal dan global, stroke diakibatkan karena pembuluh darah otak mengalami penyumbatan yang menyebabkan otak tidak mendapatkan pasokan darah yang membawa oksigen yang diperlukan sehingga mengalami kematian sel/jaringan. Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Stroke merupakan kerusakan yang progresif dan irreversible dimana tubuh tidak mampu melakukan aktivitas secara mandiri. Tujuan umum laporan tugas akhir ini adalah Penulis dapat memahami konsep dan teori yang berkaitan dengan stroke serta memperoleh gambaran yang nyata terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien Ny. A dengan diagnosa medis Stroke di Ruang Anggrek A RSUD Tarakan melalui proses pendekatan asuhan keperawatan secara holistik dan komprehensif. Penyusunan laporan tugas akhir ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus, yaitu metode ilmiah yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi dan semua kegiatan hanya tertuju pada satu kasus secara intensif, dimulai dari pengumpulan data, klasifikasi data, analisis data, merumuskan diagnosis keparawatan, intervensi dan implementasi yang telah dilakukan. Hasil pengkajian pada Ny. A didapatkan lima diagnosa yaitu Risiko perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan hipertensi, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot, gangguan pola tidur berhubungan dengan hambatan lingkungan (pencahayaa, kebisingan), keletihan berhubungan dengan kondisi fisiologis (penyakit kronis), defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan. Kesimpulan penulis mendapatkan pengalaman dalam merawat pasien dengan masalah utama non hemoragik stroke sesuai dengan tindakan yang berdasarkan kewenangan dan tanggung jawab perawat secara profesional.

ANALISIS RISIKO PRODUKSI USAHATANI PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) DI KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

DEVITA MEILIYANI
2021 · Book · Open Access

Pepaya California merupakan salah satu jenis buah-buahan yang ada di Kota Tarakan khususnya di Kecamatan Tarakan Utara. Pada usahatani pepaya, petani menghadapi risiko-risiko produksi yang terdiri dari pupuk, benih, serangan sama dan penyakit dan yang terakhir perubahan iklim/cuaca. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui sumber-sumber risiko produksi pepaya, (2) menganalisis seberapa besar tingkat risiko produksi pepaya, (3) merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi sumber-sumber risiko produksi pepaya. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 15 orang petani pepaya California di Kecamatan Tarakan Utara. Adapun analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis hasil produksi menggunakan Variance, Standard Deviation dan Coefficient Variation dan analisis skala likert. Hasil penelitian menjelaskan sumber-sumber risiko produksi usahatani pepaya yaitu pupuk, benih, serangan hama dan penyakit dan perubahan iklim/cuaca. Hasil produksi pada usahatani pepaya ini yaitu nilai Variance sebesar 278,792.54, nilai Standard Deviation sebesar 528.01 dan nilai Coefficient Variation sebesar 0.20 dengan artian bahwa pada hasil produksi pepaya nilai risiko yang ditanggung oleh petani pepaya sebesar 20% dari nilai rata-rata hasil produksi pepaya yaitu sebesar 538 buah. Sehingga hasil produksi setelah risiko yang dihadapi petani menjadi sebesar 2,150.4 buah. Strategi yang digunakan dalam penanganan sumber risiko pupuk menggunakan strategi mitigasi yaitu dengan penggunaan pupuk yang berkualitas, pembagian jumlah pupuk yang setara. Sumber risiko benih menggunakan strategi preventif yaitu petani dapat membuat bibit tanaman pepaya sendiri agar kualitas tetap terjaga dan mengurangi gagal tumbuh pada tanaman pepaya. Sumber risiko serangan hama dan penyakit menggunakan strategi mitigasi yaitu petani harus rutin cek apakah ada serangan penyakit pada daun maupun pada buah pepaya, dan untuk serangan hama seperti ayam sebaiknya petani dapat membuat pagar sederhana agar ayam tidak dapat mengganggu proses pemupukan pada tanaman pepaya.

PERAN WANITA DALAM AGRIBISNIS HORTIKULTURA DI DESA GUNUNG PUTIH KECAMATAN TANJUNG PALAS

PUJI UTAMI
2021 · Book · Open Access

Tenaga kerja dalam usahatani merupakan salah satu unsur penting selain tanah, modal dan manajeman. Tenaga kerja dalam usahatani dibedakan dalam tiga jenis yaitu tenaga kerja manusia, hewan maupun mesin atau mekanisme. Dalam sektor pertanian menunjukan bahwa peran wanita pada kegiatan pertanian sangat substasial dengan adanya pembagian kerja dimana wanita melakukan kerja selama proses produksinya meliputi penanaman, penyiangan, pemeliharaan, pasca panen, dan pemasaran yang bersifat manajerial. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis peran wanita dalam agribisnis hortikultura, menganalisis curahan waktu kerja, pendapatan yang diperoleh wanita tani dalam usahatani hortikultura serta kontribusinya bagi pendapatan rumah tangga. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas. Metode pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 35 orang yaitu wanita tani berusia lebih dari 30 tahun yang bekerja sebagai petani. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa hasil analisis gender dengan model Harvad dapat diketahui bahwa pada aspek aktivitas peran pria lebih dominan dibandingkan dengan wanita. Namun partisipasi wanita dalam usahatani hortikultura kesempatan (akses) yang paling besar berada di pihak wanita. Sedangkan pada kewenangan (kontrol) dan aspek manfaat diperoleh secara bersama – sama antara pria tani dan wanita tani, manfaat paling besar yang diperoleh adalah manfaat pendapatan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Curahan waktu kerja wanita tani dalam melakukan kegiatan usahatani hortikultura lebih banyak di curahkan pada kegiatan penanaman yaitu berjumlah 3,19 jam dan paling sedikit di curahkan pada kegiatan pemeliharaan yaitu berjumlah 1,32 jam. Kontribusi pendapatan wanita tani dalam kegiatan usahatani hortikultura di Desa Gunung Putih Kecamatan Tanjung Palas yaitu sebesar 41 %.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF NY. N DI PUSKESMAS MAMBURUNGAN

NURHIDANA
2021 · Book · Open Access

ABSTRAK Pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang berkualitas dibutuhkan tenaga kesehatan terampil yang didukung tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan Asuhan Kebidanan Komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Kesehatan dan kelangsungan hidup ibu dan bayi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor pelayanan kebidanan, antara lain asuhan kebidanan yang diberikan oleh tenaga bidan. Pengkajian dilakukan terhadap Ny. N G1P0A0 yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 2 kali pada usia kehamilan 36 minggu 6 hari dan pada usia kehamilam 38 minggu 6 hari. Asuhan yang dilakukan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 22 April 2021. Umur kehamilan 39 minggu 5 hari. Kala 1 berlangsung selama 8 jam, kala II berlangsung 30 menit, Kala III berlangsung selama 5 menit, dan kala IV berlangsung selama 2 jam. Masa nifas Ny. N berjalan dengan normal mulai dari kunjungan 6 jam di mulai tanggal 22 April 2021 sampai 7 hari tanggal 29 April 2021. Tanda-tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea, pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang dilakukan adalah selama 2 kali. Kunjungan pada bayi baru lahir dilakukan sejak 6 jam setelah lahir sampai dengan 3 hari. Bayi lahir dengan berat badan 2800 gram normal, spontan, tidak ditemukan komplikasi, tidak ada kelainan kongenital, bayi juga melakukan IMD.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. T DIPUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN

FITRI ASTUTI
2021 · Book · Open Access

AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi indonesia, dari penyebab langsung hingga tidak langsungnya. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan pelayanan sesuai standar kebidanan dan bidan memberikan asuhan pelayanan kebidanan yang komprehensif. Tujuannya adalah untuk memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. T sejak masa kehamilan hingga bayi lahir metode yang di gunakan adalah melakukan asuhan kebidanan komprehensif. Partus Presipitatus adalah persalinan yang berlangsung dalam waktu yang sangat cepat atau persalinan yang sudah selesai kurang dari 3 jam. Pengkajian yang di lakukan pada Ny. T yaitu melakukan kunjungan Antenatal Care sebanyak 1 kali pada usia kehamilan 39 minggu 4 hari pada tanggal 29 Maret 2021. Asuha yang diberikan pada persalinan yaitu tepat pada tanggal 07 April 2021, kala 1 berlangsung 1 jam setengah, kala II berlangsung 15 menit, kala III berlangsung 10 menit, dan kala IV berlangsung 2 jam. Masa nifas Ny, T berlangsung normal mulai dari kunjungan 6 jam dimulai tanggal 07 April 2021 sampai dengan 6 minggu. Tanda - tanda vital, proses involusi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus, proses laktasi, dan pengeluaran lochea pada masa nifas berjalan secara fisiologis. Observasi pada bayi baru lahir yang di lakukan pada 3 jam setelah lahir. Bayi baru lahir dengan berat badan 3170 gram lahir normal, spontan, segera menangis, warna kulit kemerahan, perempuan, tidak di temukan komplikasi dan tidak ada kelainan kongenital. Selama pemeriksaan kehamilan terdapat keluhan seperti nyeri perut bagian bawah namun telah teratasi dengan pemberian KIE cara menanganinya. Tidak ditemukan masalah dalam asuhan persalinan, nifas dan bayi baru lahir.