SUSKA MALANTIKA
2021 · Book · Open Access
Setiap wanita akan melalui proses kehamilan, bersalin dan nifas, hal tersebut merupakan fisiologi. Selama menjalani proses tersebut kemungkinan terjadi masalah kesehatan, oleh sebab itu, diperlukan solusi untuk mencegah maupun mengatasi masalah tersebut yaitu dengan adanya pelayanan kesehatan yang berkualitas. Sebagai seorang bidan diharapkan dapat memberikan asuhan kebidanan komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas dan perawatan bayi baru lahir. Pengkajian dilakukan pada Ny. K G3P2A0 yaitu melakukan kunjungan antenatal care sebanyak 4 kali di puskesmas juata. Kunjungan awal yang dilakukan pada Ny. K G3P2A0 kehamilan trimester 3, pada tanggal 5 April 2021 pada usia kehamilan 36 minggu 5 hari. Kunjungan ulang dilakukan pada usia kehamilan 38 Minggu 6 hari. Asuhan yang diberikan meliputi memberikan konseling pemenuhan nutrisi, pengelolaan dan tanda bahaya kehamilan, ketidaknyamanan TM III, persiapan persalinan dan tanda mulainya persalinan. Ibu bersalin pada tanggal 27 April 2021, kala 1 berlangsung kurang lebih 6 jam, kala 2 berlangsung kurang lebih 18 menit, kala 3 berlangsung kurang lebih 7 menit dan kala 4 berlangsung 2 jam. Asuhan yang diberikan meliputi prinsip asuhan sayang ibu asuhan masa nifas dan bayi baru lahir dilakukan pada 6 jam asuhan pada masa nifas memberikan motivasi ibu dalam memberikan ASI dan pemantauan involusi uterus. Asuhan pada bayi baru lahir difokuskan pada pemberian ASI, mempertahankan suhu tubuh dan perawatan tali pusat. Secara keseluruhan kondisinya Ny. k pada masa kehamilan persalinan nifas termasuk bayi baru lahir dalam keadaan normal, tidak mengalami komplikasi dalam proses asuhan serta tidak ada tanda dan gejala yang mengindikasi adanya faktor risiko.
SURIANI
2021 · Book · Open Access
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON DI SUNGAI NGINGITAN KELURAHAN MAMBURUNGAN TARAKAN TIMUR KOTA TARAKAN Abstrak Plankton terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu plankton tumbuhan (fitoplankton) dan plankton hewani (zooplankton). Plankton merupakan salah organisme di suatu perairan yang sangat penting dalam menentukan kesuburan pada suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui struktur komunitas plankton yang terdiri dari kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi serta keterkaitannya dengan kondisi kualitas perairan di Sungai Ngingitan Kelurahan Mamburungan Kota Tarakan. Penelitian dilakukan pada tanggal 24 Februari hingga 7 April 2021. Pengambilan sampel plankton dilakukan 3 stasiun pengamatan yaitu stasiun 1 (hulu sungai), stasiun 2 (hilir sungai), dan tasiun 3 muara. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pangan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Kelimpahan Fitoplankton didapatkan berkisar 4-37 sel/L. Kelimpahan zooplankton didapatkan berkisar 1-34 Ind/L. Nilai indeks keanekaragaman fitoplankton berkisar 0,608-1,226. Nilai indeks keanekaragaman zooplankton berkisar 0,637-1,318. Nilai Indeks keseragamaan fitoplankton berkisar 0,588- 0,686. Nilai Indeks keseragamaan zooplankton berkisar 0,812-0,918. Nilai indeks dominansi fitoplankton berkisar 0,455-0,868 nilai indeks dominansi zooplankton berkisar. 0,321-0,556. Kelimpahan plankton di Sungai Ngingitan termaksuk dalam katagori rendah. Kata Kunci : Kelimpahan, Keanekaragaman, Keseragaman, indeks Dominansi, Kelurahan Mamburungan.
SYAHRUL
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Makrozoobenthos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan, dan merupakan bagian dari rantai makanan yang keberadaannya bergantung pada populasi organisme yang tingkatnya lebih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos yang meliputi keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi makrozoobenthos di Pantai Tanjung Pasir Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2021 di Pantai Tanjung Pasir Kota Tarakan. Pengambilan sampel makrozoobenthos dilakukan di Pantai Tanjung Pasir pada 2 stasiun yaitu stasiun 1 merupakan daerah mangrove dan stasiun 2 merupakan daerah pemukiman dan industri hasil Perikanan. Pada setiap stasiun dilakukan pengambilan sampel sebanyak 3 plot dengan setiap plot dilakukan 3 kali pengulangan. Makrozoobenthos yang ditemukan pada penelitian ini, terdiri dari 2 kelas yaitu gastropoda dan bivalvia yang terdiri dari 8 spesies dengan jumlah individu keseluruhan 124. Indeks Keanekaragaman makrozoobenthos di stasiun 1 yaitu 0,91 dan stasiun 2 yaitu 1,52 kedua stasiun menunjukkan hasil bahwa keanekaragaman rendah sampai sedang, kondisi lingkungan perairan di Pesisir Pantai Tanjung Pasir diindikasikan dalam keadaan tercemar ringan, nilai indeks keseragaman pada stasiun 1 yaitu 0,83 dan stasiun 2 yaitu 0,85 tergolong dalam kategori tinggi, nilai indeks dominansi pada stasiun 1 yaitu 0,44 dan stasiun 2 yaitu 0,26 tergolong dalam kategori rendah atau tidak ada yang mendominansi.
FAJAR HIDAYAT
2021 · Book · Open Access
Gastropoda dan bivalvia merupakan hewan intervetebrata dan anggotanya termasuk moluska bertubuh lunak. Gastropoda dan bivalvia memiliki cangkang sebagai pelindung tubuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur komunitas Mollusca di perairan Tanjung Buka Kabupaten Bulungan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2021 - April 2021. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara clam trowl. Terdapat 3 spesies bivalvia dan 7 spesies gastropoda. Indeks keanekaragaman (H) sebesar 0,01, indeks Evernnes (e) sebesar 0,01 dan indeks dominasi (C) sebesar 0,99. Nilai ini menunjukkan bahwa semakin mendekati satu, maka ada organisme yang mendominasi ekosistem perairan.
RATNA SETYAWATI
2021 · Book · Open Access
Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa adalah penggunaan metode pembelajaran yang tidak optimal pada pembelajaran daring di masa pandemi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dengan menerapkan metode Project Based Learning dan metode penugasan pada siswa kelas VI di Gugus IX Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Eksperiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VI di Gugus IX Tarakan dan sampel penelitian yang terdiri dari dua kelas yaitu siswa kelas VI-B SDN 030 Tarakan sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VI-A SDN 030 Tarakan sebagai kelas kontrol. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling. Hasil analisis uji Man Whitney U-test terhadap kelas eksperimen yang menerapkan metode Project Based Learning dan kelas kontrol yang menerapkan metode penugasan menunjukkan nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 atau probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 (0,001 0,05) sehingga H0 ditolak. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar siswa dengan menerapkan metode Project Based Learning dan metode penugasan di kelas VI Gugus IX Tarakan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa metode Project Based Learning lebih meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari nilai rata-rata yang lebih tinggi dibanding dengan siswa yang menerapkan metode penugasan.
NANDA ERSANDHI
2021 · Book · Open Access
Bubu dasar adalah satu satu jenis bubu yang dioperasikan di dasar perairan, ukuran bubu dasar bervariasi hal ini bertujuan untuk memudahkan menemukan bubu ketika akan dilakukan proses hauling. Hasil tangkapan bubu dasar yang ada di Perairan Muara Desa Tepian Sembakung adalah udang galah (Macrobanchium rosenbergii) dan untuk meningkatkan hasil tangkapan agar lebih maksimal maka perlu adanya penelitian yang dilakukan agar pengoperasian penggunaan bubu dasar bisa lebih efektif. Tujuan dari penelitian untuk menjelaskan pengaruh dan efektifitas lama waktu perendaman (immersing time) terhadap hasil tangkapan pada pengoperasian bubu dasar di Perairan Muara Desa Tepian Sembakung. Hasil penelitian menggunakan alat tangkap bubu dasar (berukuran 83 cm x 24 cm) dengan jumlah bubu yang digunakan 9 buah. Sebanyak 3 perlakuan dengan 6 kali ulangan. Perlakuan A (2 hari) hasil tangkapan 46 ekor udang galah, perlakuan B (3 hari) hasil tangkapan 62 ekor udang galah, perlakuan C (4 hari) hasil tangkapan 49 ekor udang galah. Hasil perhitungan statistik menggunakan uji Kruskal Walls yang menguji tingkat perbedaan nyata atau tidak nyata pengaruh lama perendaman bubu dasar terjadap hasil tangkapan ialah 1.680,11 lebih besar dari nilaiX_a^3 (N-1) yaitu 5.991 sehingga keputusan yang di ambil adalah Tolak H0, terima H1, jika H≥X_a^2, berarti ada perbedaan atau pengaruh lama perendaman bubu dasar terhadap hasil tangkapan.
SAIFUL MUBARAK
2021 · Book · Open Access
Ikan asing/Invasif merupakan suatu jenis ikan yang bukan berasal dari habitat asli atau daerah sebaran zoogeografisnya. Sungai Kayan memiliki peran yang sangat penting dalam aspek perikanan karena banyak menyimpan kekayaan ikan yang beranekaragam jenis baik itu ikan endemik maupun invasi Keberadaan ikan invasif di suatu wilayah perairan di akibatkan oleh campur tangan manusia secara sengaja atau pun tidak sengaja. tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui spesies ikan invasif serta menyediakan data dasar untuk keberlanjutan pengelolaan sumber daya ikan air tawar, Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Objek utamanya adalah jenis ikan invasif yang tertangkap di Sungai Kayan Kabupaten Bulungan, selain itu pengukuran morfometrik meristik. Kemudian selanjutnya dilakukan penentuan spesies ikan invasif , identifikasi menggunakan buku panduan identifikasi FAO,1984.
NICHA PRILLY YOVITA
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat risiko produksi, harga dan pendapatan yang dihadapi oleh petani selada di Kota Tarakan; (2) mengetahui strategi petani dalam menghadapi risiko produksi, harga dan pendapatan di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode analisis biaya, penerimaan, pendapatan, risiko dan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Usaha tani selada di Kota Tarakan memiliki nilai risiko produksi 0,0034 (CV ≤ 0,5), nilai risiko harga 0,0067 (CV ≤ 0,5) dan nilai risiko pendapatan 0,0041 (CV ≤ 0,5). Nilai tersebut menjelaskan bahwa risiko produksi, harga dan pendapatan yang dihadapi oleh petani adalah kecil. Nilai tersebut menjelaskan bahwa risiko produksi yang dihadapi petani selada adalah 0,34% dan produksi rata-rata selada yaitu 192 pohon, sehingga produksi setelah risiko yang dihadapi sebesar 373 pohon. Selanjutnya, risiko harga yang dihadapi petani selada adalah 0,67% dan harga rata-rata selada yaitu Rp. 5.817/bungkus, sehingga produksi setelah risiko yang dihadapi sebesar Rp. 2.866/bungkus. Kemudian, risiko pendapatan yang dihadapi petani selada adalah 0,41% dan pendapatan rata-rata selada yaitu Rp. 1.854.872, sehingga pendapatan setelah risiko yang dihadapi sebesar Rp. 2.669.208; (2) Strategi yang dapat dilakukan untuk menangani risiko produksi adalah dengan cara menyiapkan peralatan yang dibutuhkan agar dapat mengontrol jumlah cahaya matahari, melakukan pengecekan tanaman secara rutin, menyemprotkan pestisida nabati, menyimpan air ke dalam pipa terlebih dahulu untuk membuat suhu air yang sama dengan wadah yang akan ditanami selada dan menggunakan benih dengan merek yang sama (Bohemia, Rosano, Jhonson). Sedangkan, strategi yang dapat dilakukan untuk menangani risiko harga adalah petani memberi bonus setiap pembelian selada kepada konsumen, menanam selada dengan jumlah yang sedikit dari biasanya, menanam selada tidak bersamaan dengan petani sayuran dan petani organik agar terhindar dari panen raya. Di sisi lain, strategi yang dapat dilakukan untuk menangani risiko pendapatan adalah menjaga kualitas selada dan menjaga konsumen.
AJI EGA SYAHWALIA
2021 · Book · Open Access
Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia. Prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata tentang penerapan asuhan keperawatan pada Tn. S. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil pengkajian Tn. S terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu perfusi perifer tidak efektif, nyeri akut, ketidakstabilan kadar glukosa darah, ketidakpatuhan, dan defisit pengetahuan. Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus mulai dari pengkajian, diagnosis keperawatan dan intervensi. Evaluasi hasil yang didapatkan tiga diagnosis keperawatan teratasi, satu diagnosis keperawatan teratasi sebagian dan satu diagnosis keperawatan belum teratasi.
MIFTAHUL JANAH
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara siswa yang belajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung; (2) perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi; (3) interaksi antara model Problem Based Learning (PBL) dengan model pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan kemampuan akademik tinggi terhadap kemampuan memecahkan masalah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu dengan desain penelitian post-test only control group design faktorial 2×2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 006 Tarakan. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan meliputi Uji Normalitas, Uji Homogenitas, dan Uji Hipotesis. Uji hipotesis menggunakan Uji Mann-Whitney test dan Uji Kruskal-Wallis test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara siswa yang belajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,274>0,05. (2) terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,0050,05. (3) terdapat interaksi antara model model Problem Based Learning (PBL) dengan model pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan kemampuan akademik tinggi terhadap kemampuan memecahkan masalah dengan nilai Asymp. Sig.(2-tailed) sebesar 0,0260,05.
LINDA DEVI YUVITASARI
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu produk berupa animasi 2 dimensi (Animaker) dan untuk mengetahui keefektifan media dan model penelitian yang dimodifikasi oleh Borg and Gall. Tahapan pengembangan dalam penelitian ini diawali dengan mencari potensi dan masalah, mengumpulkan data, mendesain produk, melakukan validasi desain, revisi produk, setelah itu di diujicobakan untuk melakukan tes hasil belajar dan memberikan penilaian produk pada peserta didik, tahap akhir ialah melakukan revisi produk agar menjadi lebih baik. Analisis data dilakukan dengan deskriptif persentase dan analisis inferensial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media yang dikembangkan telah memenuhi kelayakan dan memenuhi syarat yang digunakan sebagai media video animasi 2 dimensi (Animaker). Hal tersebut dapat dilihat dari hasil validasi materi sebesar 90%, hasil validasi media sebesar 95% dan hasil validasi bahasa sebesar 82,5% serta hasil respon peserta didik sebesar 83%. Hasil perhitungan diperoleh pada α = 5 % dengan dk=21-1 = 20 diperoleh t tabel = 2,086. Didapat t hitung = 7,468 ≥ t tabel = 2,086. Karena t hitung ≥ t tabel maka hipotesis (Ha) diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media video animasi pembelajaran ini layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran berdasarkan tabel presentase kelayakan.
WARTINI
2021 · Book · Open Access
Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan yang dilakukan di SMP Negeri 2 Tarakan pada kelas VIII. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan dan mengembangkan produk berupa media pembelajaran DONAT (Domino Matematika) yang layak dan praktis digunakan untuk siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan dengan materi Persamaan Garis Lurus. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D (Four-D) yang terdiri dari 4 tahapan meliputi tahap define, design, development, dan disseminate. Namun peneliti hanya menyelesaikan sampai tahap ke-3 yakni development. Pada tahap pengembangan (development) dilakukan validasi produk yang terdiri dari validasi isi atau materi, validasi media dan validasi bahasa. Kemudian dilanjutkan dengan uji coba produk meliputi uji coba terbatas yang melibatkan 8 siswa dan uji lapangan yang melibatkan 30 siswa. Hasil analisis menunjukan bahwa media pembelajaran DONAT (Domino Matematika) yang dikembangkan bedasarkan hasil validasi dari ketiga validator memperoleh presentase kelayakan sebesar 90,23% (sangat Layak). Selanjutnya hasil analisis dari respon siswa setelah uji coba terbatas memperoleh presentase 86,67% (sangat praktis) dan untuk hasil uji lapangan utama memperoleh presentase 85,52% (sangat praktis). Jadi, media pembelajaran Domino Matematika (DONAT) yang dikembangkan oleh peneliti dapat dikatakan layak dan praktis untuk digunakan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan karena telah memenuhi kualitas yakni kevalidan dan kepraktisan.
CAHYA AULIA
2021 · Book · Open Access
ABSTRACT The purpose of this study was to determine the use of language style in the form of repetition in the lyrics of the Paser folk song. This research is in the lyrics a qualitative descriptive. The method used is data analysis. The source of data is a document in the form of the lyrics of the folk song Paser. The data collection technique used in this study is non participant observation, interview, listening, and note-taking, because the data source is in the form of text. The validity used research is triangulation theory, which is research on the same topic using different theories in analyzing data. The data analysis tchniue used in this study uses abalysis of data presentation and discussion. Based on the results of the study, it can be concluded that there are several styles of language in the form of repetition in the lyrics of the Paser folk song. These styles include: anaphora, assonance, alliteration, epistropha and mesodilopsis. The most dominant style of repetition in the lyrics of the Paser folk song is the asonannce style with 32% resultsx i.e. 39 data were found from 175 data. The purpose of using is to create a beautiful effect of sound and to express the atmosphere in accrdance with the content of the song. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemakaian gaya bahasa wujud repetisi pada lirik lagu daerah Paser. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah analisis data. Sumber data adalah dokumen yang berupa lirik lagu daerah Paser. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Observasi non partisipan, wawancara, simak, dan catat, karena sumber datanya berupa teks. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teori yaitu secara penelitian terhadap topik yang sama dengan menggunakan teori yang berbeda dalam menganalisa data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis penyajian data dan pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan gaya bahasa dalam lirik lagu daerah Paser terdapat beberapa gaya bahasa wujud repetisi. Gaya bahasa tersebut antara lain: anafora, asonansi, aliterasi, epistrofa dan mesodilopsis. Gaya bahasa repetisi yang paling dominan pada lirik lagu daerah Paser adalah gaya bahasa asonansi dengan hasil 32% yaitu 39 data ditemukan dari 175 data. Tujuan pemakaian gaya bahasa asonansi dalam lirik lagu daerah Paser yaitu dapat menimbulkan efek keindahan dari bunyi serta dapat mengekspresikan suasana sesuai dengan isi lagu.
HADIJAH
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah SD Negeri 005 Tarakan dalam pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran kepala sekolah SD Negeri 005 Tarakan dalam pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu kepala sekolah, pengawas, dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SD Negeri 005 Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) sebagai educator dengan melihat proses pembelajaran daring yang dilakukan oleh guru dan melakukan pembinaan kepada guru dengan memberikan saran-saran kepada guru, (2) sebagai manager dengan menyusun program pembelajaran daring berupa jadwal pembelajaran secara daring dan luring, melakukan kontrol terhadap kegiatan belajar mengajar, dan membekali guru untuk menambah wawasan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti melakukan pelatihan pembuatan RPP Daring, (3) sebagai administrator dengan terampil dalam mengelola kurikulum di masa pandemi COVID-19 dan mengelola sarana prasarana pembelajaran daring, (4) sebagai supervisor dengan melakukan kontrol terhadap kelengkapan administrasi guru dan proses pembelajaran yang dilakukan guru baik secara daring maupun luring serta membangkitan semangat dan memotivasi guru dalam melengkapi seluruh administrasi pembelajaran daring, (5) sebagai leader dengan menggerakkan seluruh guru di sekolah sehingga pembelajaran daring dapat berjalan dengan lancar dan (6) sebagai innovator dengan memberikan saran-saran kepada guru terkait penggunaan aplikasi pembelajaran yang lebih variatif.
IRMAWATI
2021 · Book · Open Access
ABSTRAK Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey yang dilakukan di SMP Negeri 8 Tarakan pada kelas IX. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: pengaruh Kemampuan Komunikasi Matematis terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 8 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Sampel penelitian ini adalah 134 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik penggumpulan data dalam penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner dan tes Kemampuan Komunikasi Matematis serta dokumen prestasi belajar matematika. Data yang diperoleh diolah dengan program pengolahan data statistik yaitu SPSS 23.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Kemampuan Komunikasi Matematis terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 8 Tarakan dengan persamaan regresi Ŷ = 26,760+ 0,714 X. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi, diketahui bahwa Kemampuan Komunikasi Matematis memberikan pengaruh sebesar 56,3% terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX SMP Negeri 8 Tarakan ABSTRACT The present study was a quantitative research with a survey method conducted in class IX of SMP Negeri 8 Tarakan. The objective of this study was to determine the effect of mathematical communication ability towards mathematical learning achievement of class IX student of SMP Negeri 8 Tarakan. This study was conducted in the even semester of the 2020/2021 academic year. There were 134 students who were taken using simple random sampling technique. The data were collected by distributing quetionnaire, mathematical communication ability test, and document of mathematical learning achievement. The data abtained were processed by using statistical data processing program, namely, SPSS version 23.0. The result of this study indicated that there was a partially significant effect of mathematical communication ability towards mathematical learning achievement of class IX students of SMP Negeri 8 Tarakan with the regression equation = 26.760 + 0.714 X. Based on the calculation of the coefficient determination, it was found that mathematical communication ability had an effect of 56.3% towards the mathematical learning achievement of class IX student of SMP Negeri 8 Tarakan.
FITRIAYU
2021 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana metakognisi siswa kelas XI SMA Hang Tuah Tarakan dalam memecahkan masalah program linear. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, mulai tanggal 21 Agustus 2020 − 20 November 2020 di SMA Hang Tuah Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI sebanyak empat orang yang dipilih menggunakan purposive sampling, adapun empat orang tersebut diantaranya dua siswa yang memiliki metakognisi bagus dan dua siswa lainnya yang memiliki metakognisi yang kurang bagus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis mengguunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Level metakognisi siswa dengan kemampuan matematika tinggi ada pada level 4, dengan kata lain siswa tersebut adalah siswa dengan penggunaan pemikiran yang bersifat reflektif. Siswa pada level 4 ini melakukan semua aktivitas metakognisi dengan baik, diantaranya adalah perencanaan, pemantauan, evaluasi. 2) Level metakognisi siswa dengan kemampuan sedang ada pada level 3, dengan kata lain siswa tersebut adalah siswa dengan penggunaan pemikiran yang bersifat strategis. Aktivitas yang dipenuhi siswa pada level 3 ini adalah perencaan, pemantauan, dan evaluasi. Namun siswa tidak melakukan pengecekan kembali untuk jawaban yang kurang tepat. 3) Level metakognisi siswa dengan kemampuan rendah ada pada level 2. dengan kata lain siswa tersebut adalah siswa menggunakan pemikiran dengan kesadaran. Aktivitas metakognisi yang dipenuhi adalah perencaan dan pemantauan, siswa tidak melakukan aktivitas evaluasi.
SIRAS APRILIA
2021 · Book · Open Access
Abstrak Penelitian ini meneliti terkait etnomatematika rumah adat tidung baloy kota Tarakan. Berdasarkan studi pendahuluan di kawasan objek wisata rumah adat Tidung baloy, bahwa terdapat beberapa bagian rumah adat memiliki unsur yang biasa ditemukan pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek penelitian menggunakan purposive sample. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, penerikan kesimpulan, dan triangulasi data untuk membantu dalam menganalisi dan pemeriksaan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aktivitas etnomatematika pada rumah adat Tidung baloy kota Tarakan. Aktivitas mengukur meliputi: geometri dimensi satu, geometri dimensi dua, geometri dimensi tiga, dan bilangan ganjil. Geometri dimensi satu terdiri dari garis horizontal pada bagian atap depan baloy, garis vertikal pada tiang bagian depan baloy, garis sejajar pada bagian atap depan baloy, dan sudut pada atap samping dan tiang depan baloy. Geometri dimensi dua terdiri dari segitiga pada bagian atap baloy, persegi panjang pada bagian jendela dan pintu baloy, dan trapesium pada bagian atap samping baloy. Geometri dimensi tiga terdiri dari prisma pada bagian atap baloy dan balok pada bagian ruangan baloy. Bilangan ganjil pada bagian tangga baloy. Aktivitas membuat rancang bangun terdapat pada perencanan pembuatan sketsa, penentuan delapan tiang pada tempat sidang, dan kayu ulin sebagai bahan utama dari rumah adat Tidung baloy.
INA PRASTAYA NINGSIH
2021 · Book · Open Access
Abstrak Penelitian ini bermaksud menjawab pertanyaan terkait kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika dengan materi pecahan berdasarkan analisis kesalahan Newman. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di kelas V SDN 051 Tarakan. Informan dari penelitian ini dikelompokkan menjadi siswa dengan kemampuan tinggi, siswa dengan kemampuan sedang, dan siswa dengan kemampuan rendah. Instrumen yang digunakan seperti soal cerita matematika dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan pada kesalahan membaca didapatkan bahwa seluruh informan tidak melakukan kesalahan pada tahap ini dikarenakan memenuhi kriteria sesuai rubrik penilaian. Kemudian, pada kesalahan memahami masalah ditemukan bahwa informan dari kriteria kemampuan sedang dan rendah melakukan kesalahan dikarenakan tidak menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan. Kesalahan Transformasi merupakan kesalahan terbanyak yang dilakukan oleh seluruh informan baik dari kriteria kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Pada kesalahan proses perhitungan, seluruh informan melakukan kesalahan yang dimana tidak mampu untuk menjalankan prosedur/langkah-langkah yang sistematis dan benar. Terakhir, kesalahan penulisan jawaban dilakukan oleh seluruh informan dikarenakan tidak memberikan kesimpulan dalam menyelesaikan permasalahan dalam soal. Kata Kunci: Cerita, Matematika, Newman, Pecahan, Soal Abstract The research tends to answer questions related to errors made by the students to solve math story problems with fractional materials based on Newman's error analysis. This research was descriptive qualitative. The research was conducted at class V SDN 051 Tarakan. The respondents of the research were grouped into the students with high abilities, the students with moderate abilities, and the students with low abilities. The instruments of the research were math story questions and interview guidelines. Data collection techniques were test, interview, and documentation. Data analysis techniques were data reduction, data presentation, and concluding. The results of the research showed that in reading errors found all respondents did not make mistakes because they had the criteria based on the assessment rubric. Then, in comprehension the problem errors found the respondents from the medium and low ability made mistakes because they did not write down the information that was known and asked. Transformation errors were the most common mistakes made by all respondents from the high, medium, and low ability. In the calculation process errors, all respondents made mistakes that were unable to carry out the systematic and correct procedures. Finally, writing answers errors were made by all respondents because they did not conclude the summary in solving the problems of the questions. Keywords: Math Story Problem, Story, Mathematics, Newman, Fractions, Problem
RIWANTI YOSEPHLOBO
2021 · Book · Open Access
PEMAKAIAN TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM DIALOG FILM ANIMASI ADIT DAN SOPO JARWO (KAJIAN PRAGMATIK) Abstrak Tujuan skripsi ini yaitu pertama, untuk mengetahui jenis tindak tutur direktif dalam dialog film animasi Adit dan Sopo Jarwo. Tujuan kedua, mendeskripsikan fungsi dari masing-masing jenis tindak tutur direktif dalam dialog film animasi Adit dan Sopo Jarwo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini yaitu tuturan film animasi Adit dan Sopo Jarwo. Data diperoleh dengan menggunakan teknik SBLC (Simak Bebas Libat Cakap), teknik transkripsi data, dan teknik catat. Analisis data menggunakan model interaktif dari teori Miles dan Huberman. Penentuan data dalam film animasi Adit dan Sopo Jarwo didasarkan pada konteks tuturan dan indikator jenis tindak tutur direktif. Indikator permintaan menggunakan kata tolong, minta, mohon, harap, dapatkah seandainya, diminta dengan hormat, dan dimohon dengan sangat. Indikator perintah menggunakan kata biar, ayo, coba. Indikator larangan menggunakan kata jangan. Indikator nasihat menggunakan kata sebaiknya dan hendaknya. Indikator pertanyaan menggunakan kata apa, siapa, kenapa, dimana, kapan, dan bagaimana. Indikator pemberian izin menggunakan penanda kata silakan, biarlah, boleh, diperkenankan, dipersilakan, dan diizinkan. Hasil penelitian ini ditemukan 6 jenis tindak tutur direktif, yaitu permintaan berjumlah 14 data, perintah berjumlah 16 data, pertanyaan berjumlah 11 data, larangan 10 data, nasihat berjumlah 3 data, dan pemberian izin berjumlah 4 data. Jenis tindak tutur permintaan memiliki fungsi meminta 7 data dan memohon 7 data. Jenis perintah memiliki fungsi menghendaki 1 data, memerintah 13 data, dan mengarahkan 2 data. Jenis tindak tutur direktif pertanyaan memiliki fungsi bertanya 10 data dan menginterogasi 1 data. Jenis tindak tutur direktif larangan memiliki fungsi melarang 9 data dan membatasi 1 data. Jenis tuturan nasihat memiliki fungsi menasehati 2 data dan menyarankan 1 data. Jenis tindak tutur direktif pemberian izin memiliki fungsi mengizinkan 3 data dan membolehkan 1 data. Kata Kunci: Direktif, Pragmatik, Tindak Tutur. THE USE OF DIRECTIVE SPEAKING ACTIONS IN THE DIALOGUE OF ADIT DAN SOPO JARWO ANIMATION FILM (PRAGMATIC STUDY) Abstract The purpose of this research was to discover the types of directive speech acts in the dialogue of the animated film Adit dan Sopo Jarwo. The second objective was to describe the function of each type of directive speech act in the dialogue of the animated film Adit dan Sopo Jarwo. This research was a descriptive qualitative research. The data of the research were the speeches in the Adit dan Sopo Jarwo animated film. The data were obtained using the Simak Bebas Libat Cakap technique (observation non-participatory method), data transcription techniques, and note-taking techniques. Analysis of the data used an interactive model from Miles and Hurberman. Determining the data of the research was based on the context of speech and indicators of directive speech act types. The request indicator used the words tolong, minta, mohon, harap, dapatkah seandainya, diminta dengan hormat, and dimohon dengan sangat. The imperative indicator used the word biar, ayo, coba. The prohibition indicator used the word jangan. The indicator of advice used the words sebaiknya and hendaknya. Question indicators used the words apa, siapa, kenapa, dimana, kapan, dan bagaimana. Indicators of grating permission used the word markers silakan, biarlah, boleh, diperkenankan, dipersilakan, and diizinkan. The result found 6 types of directive speech acts, i.e. requests totaling 14 data, imperatives totaling 16 data, questions totaling 11 data, prohibitions 10 data, advices totaling 3 data, and granting permission totaling 4 data. The type of request speech act has the function of asking in 7 data and 7 data for begging. The imperative type has the function of requiring in 1 data, commanding 13 data, and directing in 2 data. The type of question directive speech act has the function of asking found in 10 data and interrogating in 1 datum. The type of prohibitive directive speech act has the function of prohibiting in 9 data and limiting in 1 datum. The type of advice speech has the function of advising in 2 data and suggesting in 1 data. The type of directive speech act of granting permission has the function of allowing in 3 data and granting in 1 datum. Keywords: Directive, Pragmatics, Speech Act.
URIANI
2021 · Book · Open Access
PENGGUNAAN TEORI VAN HIELE PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN 032 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan penggunaan teori Van Hiele. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada semester genap TA 2020/2021 dengan subjek penelitian yang terdiri dari 26 siswa. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Prosedur tiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada siklus I tes hasil belajar 34,61% siswa yang tuntas dari keseluruhan siswa, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 46,15% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 30,77% siswa yang tuntas. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan, tes hasil belajar yang telah mencapai indikator keberhasilan dan diperoleh data sebesar 88,46% siswa yang tuntas, pada aspek afektif diperoleh data sebesar 88,46% siswa yang tuntas dan pada aspek psikomotorik diperoleh data sebesar 88,46% siswa yang tuntas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teori Van Hiele dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SDN 032 Tarakan. Teori Van Hiele dengan level tertentu yaitu level 0 sampai level 1 dijenjang sekolah dasar dan dengan fase-fase pembelajaran secara berurutan tanpa melewati suatu fase tertentu dari Van Hiele, maka siswa dapat dengan maksimal memahami materi yang diberikan. Sehingga hasil penilaian pada tes hasil belajar siswa telah mencapai indikator keberhasilan maka peneliti menghentikan siklus dalam penelitian ini. Kata Kunci: Teori Van Hiele, Hasil Belajar THE USE OF VAN HIELE'S THEORY IN LEARNING MATHEMATICS TO IMPROVE STUDENTS' ACHIEVEMENT AT CLASS IV OF ELEMENTARY SCHOOL 032 TARAKAN Abstract The objective of this research was to improve student learning achievement by using Van Hiele's theory. The researcher employed Classroom Action Research (CAR). This research was conducted in the even semester of the academic year 2020/2021 with the research subject consists of 26 students. This research was held in 2 cycles. The procedures for each cycle were planning, implementation, observation, and reflection. In the first cycle, there were 34.61% of students completed the test of learning outcomes (cognitive aspect), on the affective aspect was obtained by 46.15%, and on the psychomotor aspect obtained 30.77% of students who completed the subject. Then, in the second cycle, there was an increasing achievement by students. It indicated by reaching the indicator of success and obtained 88.46% of cognitive aspect, on the affective aspect obtained 88.46% and on the psychomotor aspect obtained 88.46 % of students who completed. The results showed that the use of Van Hide theory could improve the students' achievement of fourth-grade students at SDN 032 Tarakan. Van Hiele's theory with a certain level, namely level 0 to level I at the elementary school level and with successive learning phases without going through a particular phase of Van Hiele, students can maximally understand the material given. It can be revealed that the assessment on the student learning outcomes test has reached the indicators of success, so the researchers stopped the cycle in this study. Keywords: Van Hiele's theory, students' achievement