Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 263 dari 342

HUBUNGAN ANTARA SIKAP SISWA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 TARAKAN DI ERA PANDEMI COVID-19

SUSANTI
2021 · Book · Open Access

Penelitian ini berfokus untuk mencari hubungan antara sikap siswa dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siwa kelas X SMK Negeri 1 Tarakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan hubungan sikap siswa dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas X SMK Negeri 1 Tarakan di era pandemi covid-19. Jenis penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang bersifat korelasi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Tarakan yang berjumlah 31 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui instrumen angket untuk sikap siswa dan motivasi belajar sedangkan untuk hasil belajar siswa melalui dokumentasi berupa nilai semester II siswa yaitu nilai PAS. Data dalam penelitian ini akan di analisis secara statistik dengan bantuan SPSS 24.0 dan metode korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa dalam belajar di era pandemi covid-19 berada pada kategori tinggi atau berada pada interval 68-83 dengan nilai rata-rata 79,13. Motivasi belajar siswa di era pandemi covid-19 berada pada kategori tinggi atau berada pada interval 68-83 dengan nilai rata-rata 75,13. Hasil belajar Bahasa Indonesia siswa di era pandemi covid-19 berada pada kategori tinggi atau berada pada interval 71-85 dengan nilai rata-rata 79,68. Hasil analisis antara sikap siswa dan motivasi belajar terhadap hasil belajar bahasa Indonesia diperoleh nilai dari perhitungan korelasi ganda sebesar 0,618 dan pada taraf signifikansi 5% dan N = 31 di peroleh nilai rtabel 0,335. Berarti rhitung > rtabel (0,618 > 0,335) artinya Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sikap siswa dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Tarakan di era pandemi covid-19 memiliki hubungan yang signifikansi dan tingkat koefisien korelasi berada pada tingkat hubungan kuat atau berada pada interval 0,60 – 0,799.

Hubungan Penguasaan Kosakata Dengan Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siswa Kelas X SMAN 1 Tanjung Palas Tengah

RAHDIKA SYGRA FANTRI WULAN DARI
2021 · Book · Open Access

HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI SISWA KELAS X SMAN 1 TANJUNG PALAS TENGAH ABSTRAK Penelitian iniabertujuan untuk mengetahui apakahaada hubungan atau tidak ada hubungan yang positifadan signifikan antara penguasaanakosakata dengan keterampilan menulisaparagraf deskripsi siswa kelas X SMAN 1 Tanjung Palas Tengah. Penelitian iniamenggunakan pendekatan kuantitatif dan digolongkan sebagai penelitian korelasi yaitu mencari hubungan antara dua variabel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan product moment. Uji persyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji linieritas. Teknik analisis dan uji prsyarat analisis dalam penelitian ini menggunakan bantuan software SPSS version 24. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil uji korelasi product moment rhitung = 0. 973 yang menunjukan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut memiliki hubungan atau positif. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan rtabel jumlah N = 83 adalah 0.213 hal ini membuktikan bahwa rhitung lebih besar dari rtabel yaitu (0.973 0.213) dari hasil tersebutadapat disimpulkan bahwaaHa diterima danaHo ditolak. Yaitu terdapatahubungan yang potisif dan signifikan antara penguasaanikosakata dengan keterampilanimenulis paragraf deskripsi siswa kelas X SMAN 1 Tanjung Palas Tengah.

Kekerabatan Bahasa Tidung dan Bahasa Agabag (Kajian Linguistic Historis Komparatif)

EKO FIRMAN WAHYUDI
2021 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan kekerabatan antara bahasa Tidung dengan bahasa Agabag. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metedologi penelitian bahasa dengan menggunakan teori linguistik historis komparatif yang memiliki peran utama salah satunya yaitu menjelaskan hubungan kekerabatan dan kesejarahan suatu bahasa dengan bahasa lainnya di suatu wilayah yang ditentukan. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 200 kosakata dasar Swades. Kosakata dasar yang sudah diuji dan sangan membantu dalam penelitian metedologi bahasa. Peneliti menggunakan metode wawancara dengan teknik cakap, rekam dan catat untuk mendapakan data yang lebih lengkap. Kata kerabat (kognat) dalam bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 139 dari 198 kosa kata dasar Swadesh. Persentase kata kerabat antara bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 70 % yang menghasilkan perhitungan waktu pisah awal antara bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah 882 tahun yang lalu. Bahasa Tidung dan bahasa Agabag adalah bahasa tunggal pada 1039 – 725 tahun yang lalu. Bahasa Tidung dan bahasa Agabag mulai berpisah dari suatu bahasa proto antara tahun 980 – 1296 (dihitung dari tahun 2021). Bahasa Tidung dan bahasa Agabag merupakan bahasa yang serumpun dengan besaran 70% sehingga masuk dalam kelompok keluarga bahasa (family).

Upacara Adat Suku Dayak Kayan dalam Menyambut Pesta Panen (Kajian Folklor)

AYUNI VERONICA
2021 · Book · Open Access

UPACARA ADAT SUKU DAYAK KAYAN DALAM MENYAMBUT PESTA PANEN (KAJIAN FOLKLOR) ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Upacara Adat Suku Dayak Kayan melalui kajian folklor. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Laporan penyajian data, di sajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata maupun kalimat. Sumber data penelitian ini adalah informan yang memiliki pengetahuan tentang Upacara Adat Pesta Panen Suku Dayak Kayan. Data dalam penelitian ini adalah berupa penggalan kalimat dari hasil wawancara terhadap informan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, rekam, dan teknik catat serta observasi langsung di lapangan. Penyajian hasil analisis data dengan analisis deskriptif. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan Upacara Adat Pesta Panen Suku Dayak Kayan dengan menggunakan kajian folklor. Hasil yang peneliti dapatkan pada penelitian ini terdapat beberapa data yaitu, peji melo, Ngetalau, makan Hudo, Lundq, Karang Lumaq, Peji Maru, Nyambot, Nufaq, Hudo, Lukoh, Pitoh, Dinoh, Karang Lumaq, Tufung, Agung Tapung sie, Besunung, Kelembet, Malat Bok, Ta;a (Kadan Karang), data-data tersebut berjumlah 20 data yang tergolong dalam folklor lisan, folklor sebagian lisan dan folklor bukan lisan, antara lain folklor lisan 3, Folklor sebagian lisan 5, folklor bukan lisan 12 data. Tradisi Upacara Adat Pesta Panen Suku Dayak Kayan memiliki fungsi dalam kehidupan sehari-hari untuk mengatur kehidupan manusia dengan manusia, manusia dengan alam sekitar, dan manusia dengan Tuhan karena hal tersebut saling berkaitan. Kata Kunci : Upacara Adat, Dayak Kayan, Pesta Panen, Kajian Folklor.

Skripsi Kemapuan Menulis Teks Anekdot Dengan Menggunakan Media Video Stand Up Comedy Abdurrahim Arsyad Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Nunukan

AHMAD TRIADI
2021 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis teks anekdot siswa kelas X SMA Negeri 2 Nunukan dengan mengunakan Media video. Penelitian ini merupakan penelitian kelas (PK) dan jenis Penelitian ini bersfiat kuantitatif dengan menggunakan data berupa angka dan deskriptif untuk mendeskripsikan secata objektif sesuai dengan fakta yang terjadi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas X MIA SMA Negeri 2 Nunukan yang berjumlah 36 siswa. Data penelitian ini diperoleh dari hasil tes, observasi, wawancara dan dokumen yang dilakukan peneliti di sekolah tersebut. Hasil penelitian kemampuan menulis teks anekdot dengan menggunakan media video stand up comedy abdurrahim arsyad dapat disimpulkan perolehan presentase pencapaian setiap aspek memiliki kategori cukup baik. Hal ini dapat diketahui setelah melihat hasil setiap periduvidu dan peraspek yang dinilai seperti nilai keseluruhan siswa berjumlah 2060 sehingga nilai rata-ratanya 68,6. Adapun nilai peraspek seperti isi gagasan yang dikemukakan dengan nilai presentase 77,5%, aspek organisasi isi mendapatkan nilai presentase 66,6%, aspek tata bahasa mendapatkan nilai presentase 68,3%, aspek gaya pilihan dan struktur kata mendapatkan nilai presentase 68,3%, dan terakhir aspek ejaan dan tata tulis mendapatkan nilai presentase 62,5%. Adapun pencapaian nilai hasil rata-rata kelas 68,6% dengan Kreteria cukup dengan bobot (56-75) setelah dianalisis nilai ketuntasan siswa, terdapat 22 siswa yang tuntas dengan presentase 73,3% mencapai nilai KKM sedangkan 8 siswa belum tuntas mencapai presentase 26,6% tidak mencapai nilai KKM.

PENGARUH METODE SURVEY, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, AND REVIEW (SQ4R) DALAM PEMAHAMAN KEMAMPUAN MEMBACA TEKS HASIL OBSERVASI (LHO) PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 TARAKAN

SUSAN PRATIWI AZAHARI
2021 · Book · Open Access

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode SQ4R (Survey, Question, Reading, Reflect, Recite, and Review) dalam pemahaman kemampuan membaca teks hasil observasi (LHO) pada siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2020 di SMP Negeri 6 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan desain Pretest-Posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII. Sampel di tentukan dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-G SMP Negeri 6 Tarakan sebanyak 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VII-F sebanyak 29 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dengan bentuk tes objektif pilihan ganda biasa. Data yang di peroleh dianalisis menggunakan independent sample t-test pada software SPSS versi 16.0 for windows. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis statistik inferensial menggunakan uji independent sample t-test diperoleh thitung 3,064 sedangkan taraf signifikan a = 0,05 dengan df=59 diperoleh nilai ttabel 1,671 berarti thitung ≥ ttabel (3,064 ≥ 1,671) artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode SQ4R membuat siswa lebih antusias dan lebih berperan dalam proses pembelajaran berbeda dengan siswa yang belajar menerapkan metode konvensional.

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Komik Digital pada Materi Teks Anekdot di Kelas X SMKN 1 Tarakan

YONIS GALIH ARIFAH
2021 · Book · Open Access

Yonis Galih Arifah. 2021. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis komik digital pada materi teks anekdot di kelas X SMKN 1 Tarakan. Penelitian ini meenggunakan model Borg and Gall yang dimodifikasi oleh Setyosari (2013:230) menjadi 7 langkah yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk, (6) uji coba lapangan, (7) revisi produk akhir. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Penilaian dinilai dari validasi ahli dan respon siswa, validasi ahli media mendapat persentase 95%, validasi ahli materi mendapat persentase 82%, dan validasi ahli bahasa mendapat persentase 85%. Pada masa pandemi COVID- 19 uji coba produk dilakukan secara online melalui google classroom di kelas X Perhotelan SMKN 1 Tarakan mendapat persentase 83%. Hasil penelitian pengembangan media pembelajaran komik digital ini menunjukkan bahwa media memenuhi kelayakkan untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia khususnya pada materi teks anekdot. Yonis Galih Arifah. 2021. This research and development were aimed to develop a digital comic-based learning media on anecdotal in class X SMKN 1 Tarakan. This research used Borg and Gall design, modified by Setyosari (2013) into seven steps, they are (1) research and data collecting, (2) planning, (3) initial product development, (4) initial trial, (5) product revision, (6) field trial, (7) final product revision. The assessment was assessed from expert validation and student responses, media expert validation 95%, material expert validation 82%, and linguist validation 85%. During the COVID-19 pandemic, product trials were conducted online through Google Classroom. Class X Hospitality SMKN 1 Tarakan got 83% with very effective qualifications. The results of research on the development of digital comics-based learning media are suitable for use in learning Indonesian, especially in anecdotal text material.

Pengelolaan Dan Komposisi Gulma Pada Areal Budidaya Tanaman Padi Di Pulau Tarakan

NUR ALISAH
2021 · Book · Open Access

Pengelolaan gulma dilakukan dengan cara kultur tehnis, fisik/mekanis, biologi, dan kimia. Selain itu, pengendalian tersebut juga didukung oleh informasi tentang komposisi gulma di areal budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan serta komposisi gulma yang ada di areal budidaya tanaman padi di Pulau Tarakan. Penelitian dilaksanakan di wilayah Mamburungan, Mamburungan Timur, dan Tanjung Pasir. Pengambilan sampel menggunakan metode kuadrat dengan ukuran 50 x 50 cm sebanyak 20 titik/kuadrat per lokasi yang diambil sebanyak 3 (tiga) kali. Metode wawancara dan penggunaan kuisioner digunakan untuk mengetahui pengelolaan gulma pada masing-masing areal budidaya tanaman padi. Komposisi gulma dilakukan dengan melakukan analisis vegetasi gulma yang meliputi, nilai SDR (Sum Dominance Ratio), indeks kekayaan spesies (R), indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H), indeks kemerataan (E), dan Indeks kesamaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 spesies gulma yang tergolong ke dalam 9 famili. Spesies Monochoria vaginalis memiliki nilai SDR tertinggi di Mamburungan (32,7), dan Mamburungan Timur (35,9), sedangkan di Tanjung Pasir spesies Fimbristylis littoralis (32,0). Indeks kekayaan spesies dan keanekaragaman Shanon-Wiener, dan indeks kemerataan pada Mamburungan Timur (R=1,04; H’=1,34; E=0,61), Mamburungan (R=1,49; H’=1,64; E=0,64), dan Tanjung Pasir masing-masing sebesar (R=0,81; H’=1,36; E=0,70). Lokasi Mamburungan dan Tanjung pasir memiliki indeks kesamaan tertinggi yaitu sebesar 70 %, sedangkan indeks terendah pada lokasi Mamburungan dengan Mamburungan Timur yakni 55%. Pengelolaan gulma pada lokasi Mamburungan dilakukan dengan cara setelah padi dipanen lahan dibajak lalu dibiarkan, mendekati masa tanam lahan dibajak kembali, kemudian penyemprotan dilakukan sebanyak 1 kali dan penyiangan 2 kali. Sedangkan pada daerah Mamburungan Timur dan Tanjung Pasir setelah panen lahan dibiarkan, mendekati masa tanam lahan baru akan diolah kembali, kemudian penyemprotan sebanyak 2 kali dan tidak dilakukan penyiangan.

POTENSI HAMA DAN MUSUH ALAMI PADA BERBAGAI POLA LANSKAP TANAMAN HORTIKULTURA DI PULAU TARAKAN

RIYAN HIDAYAT
2021 · Book · Open Access

Potensi hama dan musuh alami di lanskap budidaya tanaman hortikultura di kota Tarakan perlu dikaji sebagai dasar dalam pengelolaan hama dan pemanfaatan musuh alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis hama dan musuh alami pada berbagai lanskap budidaya tanaman hortikultura, serta bagaimana hubungan perbedaan pola lanskap terhadap potensi hama dan musuh alami tersbut. Terdapat 4 lokasi yakni Gunung Amal, Mamburungan, Juata Permai, dan Kampung 6. setiap lokasi dilakukan pengambilan sampel sebanyak 9 titik dengan menggunakan perangkap jebak dan perangkap nampan kuning. Hasil penelitian menunjukkan lanskap areal budidaya tanaman hortikultura memiliki potensi hama dari kelompok insekta terdiri dari 7 famili, 10 genus, 11 spesies, dan 485 individu. Selain itu, potensi musuh alami dari kelompok insekta terdiri dari 7 famili, 8 genus, 8 spesies, dan 273 individu, serta kelompok Araneae terdiri dari 1 famili, 1 genus, 1 spesies, dan 91 individu individu spesies. Spesies yang berpotensi sebagai hama yakni Phlaeoba sp di lokasi Gunung Amal (44.3%), dan Mamburungan (41%), serta spesies Maladera sp1 di lokasi Juata Permai (67%) dan Kampung 6 (47.2%). Sedangkan, musuh alami yakni Oxyopes salticus di lokasi Gunung Amal (44.3%), dan Juata Permai (41%), serta spesies Rhaphium elegantulum di lokasi Kampung 6 (67%), dan Mamburungan (47,2%). Terdapat perbedaan nilai indeks keanekaragaman antar lokasi penelitian. Lokasi Mamburungan memiliki nilai indeks tertinggi. Selain itu, berdasarkan nilai kekayaan spesies, keanekaragaman Shannon, dan kemerataan indeks keanekeragaman cenderung mempengaruhi komposisi hama, namun tidak untuk potensi musuh alami.

SURVEI DAN PEMETAAN SEBARAN KOMODITAS PERTANIAN DI KOTA TARAKAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

PUSPA RATNA DEWI
2021 · Book · Open Access

SURVEI DAN PEMETAAN SEBARAN KOMODITAS PERTANIAN DI KOTA TARAKAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Abstrak Kota Tarakan merupakan salah satu wilayah di Kalimantan Utara yang memiliki potensi untuk pengembangan pertanian, khususnya komoditas sayuran. Mendukung tercapainya ketahanan pangan di wilayah perbatasan Kalimantan Utara, diperlukan pemetaan potensi dan sebaran komoditas sebagai dasar dari perencanaan dan pengembangan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan komoditas pertanian di Kota Tarakan terutama komoditas hortikultara sebagai dasar untuk pengembangan pertanian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode survei dengan fokus penelitian adalah lahan dan komoditas pertanian. Survei dan pengambilan data dilakukan pada lahan yang eksisting digunakan untuk budidaya komoditas hortikultura yang tersebar pada 4 kecamatan di Kota Tarakan. Pemetaan dilakukan berdasarkan data yang diperoleh berupa sebaran komoditas hortikultura, menggunakan perangkat GIS dengan Softwere Arcgis. 10.8 Berdasarkan hasil pengolahan data spasial dengan software Arcgis 10.8 menunjukkan bahwa jenis komoditas sayur dan buah adalah komoditas utama di Kota Tarakan, dan wilayah yang cukup potensi untuk pengembangan komoditas hortikultura tersebut adalah kecamatan Tarakan Utara dan Tarakan Timur.

KAJIAN PENGARUH BIOCHAR TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA Fe (BESI) PADA TANAH MASAM

AYNI
2021 · Book · Open Access

Besi (Fe) merupakan salah satu hara mikro yang mutlak dipenuhi dalam rekasi metabolisme tumbuhan. Hara besi dibutuhkan dalam jumlah yang relatif sedikit, dan dinamika ketersediaannya dalam tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya pembenah tanah. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh biochar sebagai pembenah tanah terhadap ketersediaan hara Fe pada tanah masam di Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) 1 faktor yaitu dosis biochar (B), terdiri dari 5 tingkat dosis : B0, B1, B2, B3, dan B4 (dosis 0, 2.1, 4.4, 6.3, dan 8.4 g/100 g tanah), dan diinkubasi selama 8 minggu. Parameter pengamatan antara lain pH, kandungan C-Organik, Fe-tersedia dalam tanah, yang diamati pada lama inkubasi 0, 1, 4, dan 8 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi dosis biochar berpengaruh terhadap ketersediaan Fe pada tanah masam. Pada semua lama inkubasi aplikasi biochar dosis 2,1 g/100 g tanah (B2) mampu menurunkan kandungan Fe tersedia dalam tanah menjadi berturut-turut 4.17, 3.59, 3.51 ppm pada lama inkubasi 1, 4, dan 8 minggu.

Evaluasi Ketersediaan Unsur Hara N Pada Kompos dan Limbah Udang Sebagai Pupuk Sumber Unsur Hara Nitrogen

MITA MIRA HARTINI
2021 · Book · Open Access

EVALUASI KETERSEDIAAN UNSUR HARA N PADA KOMPOS DAN LIMBAH UDANG SEBAGAI PUPUK SUMBER UNSUR HARA NITROGEN Abstrak Nitrogen merupakan salah satu unsur hara esensial bagi tanaman. Pemenuhan unsur hara nitrogen dilakukan dengan cara penambahan pupuk salah satunya adalah pupuk organik kompos dan limbah udang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah unsur hara N tersedia (Amonium) dalam tanah pada pemberian kompos dan limbah udang. Kandungan nitrogen yang tinggi dalam kompos dan limbah udang menjadi potensi sebagai pupuk organik sumber N. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi ketersediaan unsur hara N pada pupuk tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui takaran dari pupuk kompos dan limbah udang yang tepat dalam menyediakan unsur hara N dalam tanah. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap 1 faktor dengan 8 perlakuan: kontrol (KO), urea (K1), limbah udang 10 (K2), 20 (K3), 30 t ha-1 (K4), kompos 10 (K5), 20 (K6), 30 t ha-1 (K7). Semua perlakuan diinkubasi selama 42 hari. Pengambilan data dilakukan pada inkubasi 0, 21 dan 42 hari, dengan parameter yang diamati adalah pH, kandungan C-organik dan N-Amonium tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kompos dan limbah udang mampu meningkatkan pH dan kandungan C-organik tanah. Pemberian kompos dan limbah udang mampu menyediakan N-Amonium yang cukup bagi tanaman pada lama inkubasi 8 minggu yaitu sekitar 0,67% pada pupuk limbah udang dan 0,58% pada pupuk kompos. Nilai tersebut tergolong tinggi berdasarkan kriteria ketersediaan unsur hara dalam tanah.

EFEKTIVITAS NUTRISI TAMBAHAN PADA APLIKASI PESTISIDA BIOLOGIS Metarhizium Anisopliae

SITI ANIS SA`ADAH
2021 · Book · Open Access

EFEKTIVITAS NUTRISI TAMBAHAN PADA APLIKASI PESTISIDA BIOLOGIS Metarhizium Anisopliae ABSTRAK Pestisida berbahan aktif cendawan entomopatogen sebagai agens hayati telah banyak beredar dipasaran dan digunakan petani. Penggunaan dihadapkan pada tantangan efektivitas agens hayati di lapangan. Tujuan Penelitian ini; (1) mengetahui perbedaan efektifitas pestisida biologi berbahan aktif cendawan Metarhizium anisopliae dengan nutrisi tambahan, dan (2) mengetahui nutrisi tambahan yang memiliki efektivitas tertinggi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu perlakuan yakni pengujian pestisida biologis M. anisopliae dengan nutrisi tambahan dengan penelitian perlakuan sebagai berikut; (1) Kontrol/Aquadest (M0), (2) M. anisopliae dan aquadest (M1), (3) M. anisopliae dan air gula pasir (M2), (4) M. anisopliae dan air kelapa (M3), (5) M. anisopliae dan air beras (M4), (6) M. anisopliae + air gula aren (M5), (7) M. anisopliae dan air tepung jagung (M6), dan (8) M. anisopliae dan air/ekstrak kulit udang (M7). Perlakuan diulang sebanyak 10 kali, sehinga terdapat 90 unit percobaan. Perbandingan lebih dari dua perlakuan menggunakan analisis ragam (Anova) non parametrik dengan menggunakan Uji Kruskall Wallis dan untuk perbandingan antar perlakukan menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan efektifitas pestisida cendawan Metarhizium anisopliae dengan nutrisi tambahan, khususnya penambahan air gula pasir dan jagung. Tingkat mortalitas penggunaan cendawan dengan aquadest berbeda nyata dengan pemberian nutrisi tambahan air tepung jagung. Tingkat mortalitas pada hari pertama telah mencapai 32.8% pada perlakuan menggunakan air tepung jagung, dan 25,6% untuk penambahan nutrisi air gula pasir dan meningkat pada pengamatan berikutnya. Hasil ini mengindikasikan penambahan nutrisi tambahan pada pestisida biologis dapat dilakukan, namun demikian perlu dilakukan penelitian pada tingkat atau skala lapang. Kata Kunci: Nutrisi tambahan, Pestisida Biologis, Metarhizium anisopliae

ANALISIS PENDAPATAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN TANAMAN KAKAO MENJADI TANAMAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN SEBATIK TIMUR KABUPATEN NUNUKAN

ANDI IBRAHIM
2021 · Book · Open Access

Tanaman perkebunan kakao dan kelapa sawit merupakan komoditas unggulan dari subsektor perkebunan yang ada di Indonesia. Terjadinya penurunan luas ladi Kecamatan Sebatik Timur Kabupaten Nunukan, menganalisis perbedaan pendapatan antara usahatani kakao dan kelapa sawit serta perbedaan pendapatan antara usahatani kakao sebelum beralih fungsi dan setelah beralih fungsi ke kelapa sawit diKecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap alih fungsi lahan kakao menjadi kelapa sawit diKecamatan Sebatik timur, Kabupaten Nunukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu metode pengambilan sampel menggunakan kombinasi Puprposive Sampling dan Convenience Sampling. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, pendapatan dan regresi logistik biner. Hasil penelitian ini menunjukkan rata-rata pendapatan petani kakao lebih rendah dari pada rata-rata pendapatan petani kelapa sawit. Terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan sebelum dan sesudah beralih fungsi dari kakao menjadi kelapa sawit, yaitu dari rata-rata Rp.18.176.995 menjadi Rp. 40.695.240. Terdapat dua faktor yang secara signifikan berpengaruh terhadap keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan yaitu, luas lahan dan serangan hama dan penyakit. Sedangkan, faktor yang secara signifikan tidak berpengaruh terhadap keputusan petani dalam melakukan alih fungsi lahan adalah usia, tingkat Pendidikan dan pendapatan.

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK KOMODITI PISANG KEPOK ( Musa paradisiaca L .) DI DESA SAJAU HILIR, KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR, KABUPATEN BULUNGAN

NUR EVANSYAH
2021 · Book · Open Access

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi yang penting untuk kemajuan perekonomian nasional antara lain sebagai penyedia bahan pangan, pemasok bahan baku, pembuka lapangan kerja dan sumber devisa negara. Sajau Hilir merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan. Sajau Hilir merupakan Desa pemekaran yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.706 jiwa, mata pencaharian masyarakat di Desa Sajau Hilir pada umumnya sebagai petani pisang kepok. Tujuan penelitian adalah Menganalisis Manajemen Rantai Pasok Komoditi Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) di Desa Sajau Hilir Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan mulai dari arus produk, arus informasi, dan arus keuangan. Hasil penelitian ini ialah sebaran marjin persentase pisang kepok bisa dilihat dari keuntungan terbesar untuk satu sisir pisang kepok dinikmati oleh petani yaitu sebesar Rp.2.960, pengepul kecamatan sebesar Rp.1.300, dan diikuti oleh pengencer sebesar Rp.300. Dari volume penjualan diperoleh keuntungan terbesar yang dinikmati oleh pengencer sebesar Rp.8000, pengepul kecamatan sebesar Rp.7000, dan diikuti petani sebesar Rp.4000. Hal ini menunjukan bahwa volume produksi sangat berperan dalam usahatani khususnya pisang kepok. Pengadaan arus produk memproduksi hingga ke penjualan akhir ke konsumen, produk yang dijual sesuai dengan permintaan pasar dapat mencegah menurunya harga dan kualitas produk yang dipasarkan, Pengadaan arus informasi yaitu dengan dua arah sehingga informasi yang disampaikan jelas sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar, sehingga dapat menentukan harga yang ada di pasaran, dan menjaga mutu pisang kepok tetap baik, Pengadaan arus keuangan tentang harga dan distribusi produk yang tepat dan memadai dan meneka kerugian yang ada sehingga dapat berjalannya rantai pasok yang mendukung tercapainya manajemen rantai pasok yang efektif dan berkelanjutan.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. R DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANGAN CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN

DIKA DAYANTI
2021 · Book · Open Access

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. R DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANGAN CEMARA RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN ABSTRAK Diabetes Melitus atau sering disebut dengan kencing manis adalah suatu penyakit kronik yang terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin (resistensi insulin). Penyakit DM di indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Komplikasi diabetes melitus yang sering dijumpai yaitu seperti kardiovaskular, penyakit arteri koroner, serebrovakular, hipertensi dan penyakit vaskuler perifer. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan pengalaman nyata tentang asuhan keperawatan pada Ny. R dengan diabetes melitus tipe 2 dengan menggunakan proses keperawatan secara holistik dan komprehensif di Ruang Cemara Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dari tanggal 22 Maret 2021 sampai dengan 24 Maret 2021. Dalam penyusunan laporan tugas akhir ini penulis mengguakan studi kasus pendekatan proses keperawatan dengan tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi dan evaluasi. Hasil pengkajian dari Ny. R terdapat 5 diagnosis keperawatan yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan mobilitas fisik, gangguan integritas jaringan, gangguan pola tidur dan defisit perawatan diri Kesimpulan penulis menemukan kesenjangan yang ada pada teori tetapi tidak ada pada kasus mulai dari pengkajian dan diagnosis keperawatan. Evaluasi hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis yang teratasi. NURSING CARE ON Mrs. R WITH TYPE 2 DIABETES MELILITUS IN THE CEMARA ROOM OF TARAKAN PUBLIC HOSPITAL Absract Diabtes mellitus or commonly known as just diabetes is a chronic disease that occurs when the body cannot produce enough insulin or cannot use insulin (insulin resistance). Diabetes mellitus is increasing every year. Complications of diabetes mellitus that are often encountered are cardiovascular disease, hypertension an peripheral vascular disease. The general purpose of this final project report was to get real experience about nursing care for Ny.R With type 2 diabetes mellitus using the holistic and coprehensive process in Cemara Room of Tarakan Public Hospital from March 22,2021 to March 24,2021.In conducting the final project report, the researcher used an approach study in nursing with assesment stages, nursing diagnosis, nursing intervention ,intervention,implementation and evaluation. There were diagnoses from Mrs. R assessment which include intstability of blood glucose levels, impaired physical mobility, tissue intergrity disordes, sleep pattern disturbances and self - care deficits,the researcher found gap which exist in theory but no in cases starting from assessment to diagnosis of nursing. There were three diagnoses resolved from evaluation result.

UJI PERTUMBUHAN TIGA KULTIVAR PADI SAWAH (Oryza sativa L.) MALINAU DENGAN DOSIS PUPUK NPK PHONSKA YANG BERBEDA

SUWANDIKA SAFPUTERA
2021 · Book · Open Access

Pada tahun 2018 produksi padi di Indonesia mencapai 11.377. 934, 44 ton dan mengalami penurunan mencapai 10.677.877,15 ton pada tahun 2019. Sedangkan pada Provinsi Kalimantan Utara, data produksi padi yang dihasilkan pada tahun 2018 di kabupaten Malinau sebesar 8.230,39 ton sedangkan pada tahun 2019 sebesar 6. 564,07 ton. Penyebab menurunya produksi hasil panen padi yaitu kurang optimalnya pemberian pupuk. Pemupukan yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi, hal ini karena pupuk berperan dalam memberikan nutrisi pada tanah yang di gunakan sebagai media tanam. Mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Phoska dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan tiga kultivar padi sawah (Oryza sativa L) Malinau. Jenis kultivar padi yang digunakan yaitu Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul dengan beberapa dosis pupuk NPK yaitu 34,7 g, 69,4 g dan 104,1 g. Pengaplikasian pupuk dilakukan secara bertahap dimana setiap pengaplikasian pupuk di berikan P0=sebagai kontrol (tanpa pembrian pupuk), P1=34,7. P2=69,4 dan P3=104,1 gram pada 2 MST ,4 MST dan 6 MST. Dengan cara memberikan langsung ke media tanam sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Hasil uji DMRT interaksi antara 3 Kultivar dan dosis pupuk diketahui bahwa dari ketiga kultivar (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul) yang digunakan memiliki angka yang lebih baik dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3) terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan. Sedangkan pada panjang daun hasil yang baik yaitu K1dan K3 (Unggul Lokal Malinau dan Unggul Muncul) dengan penggunaan dosis pupuk 69,4 gram (P2), kemudian pada K2 (Mente Susu) nilai kontrol (P0) lebih tinggi. Pada jumlah daun dikeathui bahwa K1 (Unggul Lokal Malinau) memiliki jumlah daun yang lebih banyak dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3), kemudian K2 dan K3 (Mente Susu dan Unggul Muncul) lebih banyak menghasilkan daun dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3). Kata Kunci : Pada tahun 2018 produksi padi di Indonesia mencapai 11.377. 934, 44 ton dan mengalami penurunan mencapai 10.677.877,15 ton pada tahun 2019. Sedangkan pada Provinsi Kalimantan Utara, data produksi padi yang dihasilkan pada tahun 2018 di kabupaten Malinau sebesar 8.230,39 ton sedangkan pada tahun 2019 sebesar 6. 564,07 ton. Penyebab menurunya produksi hasil panen padi yaitu kurang optimalnya pemberian pupuk. Pemupukan yang baik sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi, hal ini karena pupuk berperan dalam memberikan nutrisi pada tanah yang di gunakan sebagai media tanam. Mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK Phoska dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan tiga kultivar padi sawah (Oryza sativa L) Malinau. Jenis kultivar padi yang digunakan yaitu Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul dengan beberapa dosis pupuk NPK yaitu 34,7 g, 69,4 g dan 104,1 g. Pengaplikasian pupuk dilakukan secara bertahap dimana setiap pengaplikasian pupuk di berikan P0=sebagai kontrol (tanpa pembrian pupuk), P1=34,7. P2=69,4 dan P3=104,1 gram pada 2 MST ,4 MST dan 6 MST. Dengan cara memberikan langsung ke media tanam sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Hasil uji DMRT interaksi antara 3 Kultivar dan dosis pupuk diketahui bahwa dari ketiga kultivar (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu dan Unggul Muncul) yang digunakan memiliki angka yang lebih baik dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3) terhadap tinggi tanaman dan jumlah anakan. Sedangkan pada panjang daun hasil yang baik yaitu K1dan K3 (Unggul Lokal Malinau dan Unggul Muncul) dengan penggunaan dosis pupuk 69,4 gram (P2), kemudian pada K2 (Mente Susu) nilai kontrol (P0) lebih tinggi. Pada jumlah daun dikeathui bahwa K1 (Unggul Lokal Malinau) memiliki jumlah daun yang lebih banyak dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3), kemudian K2 dan K3 (Mente Susu dan Unggul Muncul) lebih banyak menghasilkan daun dengan pemberian dosis pupuk 104,1 gram (P3). Rice production in Indonesia reached 11,377. 934.44 tons in 2018 and decreased to 10,677,877.15 tons in 2019. While in North Kalimantan Province, data on rice production produced in 2018 at Malinau Regency was 8,230.39 tons, and in 2019, it was 6,564.07 tons. The main cause of the production decline was the lack of optimal fertilizer application. Good fertilization affects the growth of rice plants, this is because fertilizer plays an important role in providing nutrients to the soil. By knowing the effect of applying NPK Phoska with different doses on the growth of three malinau rice cultivars (oryza sativa 1.). The types of rice cultivars used were Unggul Local Malinau, Cashew Milk and Unggul Muncul with several doses of NPK fertilizer, namely 34.7 g, 69.4 g and 104.1 g. Fertilizer application was carried out in stages where each application of fertilizer was given PO as a control (without fertilizer application), P1 34.7. P2 -69.4 and P3 = 104.1 grams at 2 MST ,4 MST and 6 MST. By giving directly to the planting medium based on predetermined doses The results of the DMRT interaction test between three rice cultivars and the doses of fertilizer showed that the three cultivars (Unggul Lokal Malinau, Mente Susu and Unggul Muncul) have better numbers with a fertilizer doses of 104.1 grams (P3) based on plant height and number of tillers. While on leaf length was KI and K3 (Local Superior Malinau and Unggul Muncul) with the use of a fertilizer dose of 69.4 grams (P2), then at K2 (Cashew Milk) the control value (PO) was higher. In the number of leaves, it was found that K1 (Local Superior Malinau) has more leaves with a dose of 104.1 grams of fertilizer (P3), then K2 and K3 (Mente Susu and Unggul Muncul) produced more leaves with a dose of 104 fertilizer, 1 gram (P3)

.

BAYU ARENDO
2021 · Book · Open Access

.

.

ITA
2021 · Book · Open Access

.

.

ERMI ASTINA
2021 · Book · Open Access

.