NUR SALIM
2022 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) pada laju pertumbuhan benih ikan lele (Clarias sp) Penelitian dilakukan di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan 3 ulangan, Perlakuan kontrol (K) : Pakan komersil ( tanpa ekstrak daun karamunting ), P1 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting 50 mg/kg, P2 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting 100 mg/kg dan P3 : pakan komersil dengan penambahan ekstrak daun karamunting 150 mg/kg. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bobot ikan lele tertinggi didapakan pada perlakuan ekstrak 150 mg/kg, yakni 2 g, sedangkan untuk pertumbuhan panjang ikan lele tertinggi pada perlakuan ekstrak 150 mg/kg yakni 1,88 cm. nilai laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh untuk perlakuan ekstrak 150 mg/kg, yakni 2.95 % dan nilai kelangsungan hidup tertinggi juga diperoleh pada perlakuan ekstrak daun karamunting 50 mg/kg, sebesar ,yaitu 65%. Nilai FCR terendah didapatkan untuk perlakuan 150 mg/kg yaitu sebesar 1,26%. ekstrak daun karamunting memberikan pengaruh yang positif pada laju pertumbuhan benih ikan lele dibandingkan dengan perlakuan kontrol.
ANDI IZZA NAAFILAH
2022 · Book · Open Access
Mangrove memiliki bagian seperti daun, ranting, buah serta bunga yang gugur dan berperan penting sebagai pemasok bahan organik di suatu perairan. Salah satu ekosistem mangrove yang ada di Kota Tarakan yaitu Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting, tepatnya terletak di Kelurahan Pamusian. Tujuan penelitian ini untuk menghitung jumlah produksi serasah mangrove jenis api-api (Avicennia alba) di Kawasan Konservasi Mangrove, Kelurahan Pamusian, Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2020-Januari 2021. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu deksriptif kuantitatif. Penentuan titik lokasi penelitian ini yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan memilih 3 stasiun berdasarkan tegakan mangrove yang dominan. Pengambilan sampel menggunakan jaring penampung serasah yang berukuran 2x2 m dengan waktu pengambilan 1 minggu sekali. Hasil produksi serasah mangrove api-api (Avicennia alba) berkisar 1,07-1,77 g/m2/hari dan dikonversikan selama setahun dapat mencapai nilai sebesar 5,30 ton/ha/tahun. Komponen produksi serasah paling banyak berasal dari ranting dan paling sedikit dari daun, buah dan bunga. Produksi serasah paling tinggi berasal dari stasiun 2 karena lokasi ini memiliki jumlah kerapatan yang tinggi di antara titik stasiun lainnya.
HERYANTO
2022 · Book · Open Access
Pematangan ovari kepiting bakau dapat dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu; pakan, hormonal, dan manipulasi lingkungan. Penggunaan ekstrak daun karamunting merupakan pendekatan hormonal. ekstrak daun karamunting berperan dalam proses pematangan ovari pada kepiting bakau dan sudah diujikan sebelumnya yang terbaik adalah dosis 1 mg namun belum ditemukan dosis optimalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari optimalisasi dosis dalam penggunaan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabatcricum) pada proses pematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata) ditambak tradisional. Dosis ekstrak daun karamunting yang digunakan pada induk kepiting bakau terdiri dari empat perlakuan yaitu: A, kontrol; B, dosis 1,3 mg/100gr; C, dosis 1,5 mg/100gr; D, dosis 1,7 mg/100gr. Hasil penelitian menunjukan perlakuan C dengan nilai GSI yaitu 8,24% berbeda nyata dengan kontrol yang memiliki nilai 3,45%. Penambahan ekstrak daun karamunting pada dosis 1,5 mg/100gr sebagai stimulator maturasi kepiting bakau memberikan perkembangan ovari yang terbaik.
IMRONSYAH
2022 · Book · Open Access
Mangrove (Sonneratia alba) memiliki peran sebagai pengekspor bahan organik diperairan. Bahan organik ini dibutuhkan sebagai penunjang pertumbuhan bagi biota yang ada didaerah tersebut, salah satunya adalah fitoplankton Skeletonema costatum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan konsentrat serasah daun mangrove Sonneratia alba sebagai pupuk organik dalam kultur pakan alami Skeletonema costatum.Penelitian ini bersifat eksperimental dengan perlakuan K = kontrol, A = 0,5 mL (konsentrat serasah), B = 1,5 mL (konsentrat serasah), C = 2,5 mL (konsentrat serasah), dengan 3 kali ulangan. Perlakuan C menunjukkan laju pertumbuhan terbaik yaitu sebesar 108.000 sel/mL. Parameter kualitas air selama pengkulturan sesuai dengan nilai optimum untuk pertumbuhan fitolankton Skeletonema costatum. dengan nilai suhu 28-29 °C, salinitas 27-29 ppt. Penambahan konsentrat serasah daun mangrove sonneratia alba pada media kultur memberikan pengaruh ysang signifikan terhadap laju pertumbuhan Skeletonema costatum.
TRIYANA WIJAYANTI
2022 · Book · Open Access
Nitrogen dalam sedimen merupakan unsur esensial bagi tumbuhan yang berperan dalam proses fotosintesis dan merangsang pertumbuhan. Penelitianaini bertujuan untukamenguji kandunganaNitrogena(N) total padaasedimen berdasarkan perbedaan kedalaman di KawasanaKonservasi Mangroveadan Kepiting KelurahanaPamusian KotaaTarakan. Penelitianadilaksanakan padaabulanaFebruariasampaiadenganaApril 2021. Metode yangadigunakanadalamapenelitian adalahametode deskriptif kuantitatif denganamendeskripsikan kandungan Nitrogen (N) pada sedimen berdasarkan perbedaan kedalaman di setiap stasiun penelitian dan penentuan lokasi titik sampling untuk pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada 3 titik stasiun yaitu daerah aliran Sungai Pamusian, daerah menara pengawas dan daerah dekat pemukiman penduduk. Pengujian sampel sedimen dilakukan di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan Nitrogen (N) pada sedimen di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian kedalaman 10 cm berkisar 0,25 – 0,32 %, kedalaman 20 cm berkisar 0,19 – 0,24 %, dan kedalaman 30 cm berkisar 0,14 – 0,20 %. Jenis tekstur sedimen yang mendominasi yaitu substrat lempung hingga lempung berpasir.
REZKI SUANDI
2022 · Book · Open Access
Umumnya metode yang digunakan dalam proses molting pada kepiting bakau adalah mutilasi. Mutilasi adalah pemotongan organ kepiting. Selain mutilasi, formula oil crab dapat mempercepat proses moulting kepiting. Menggunakan formula oil crab sebagai stimulan moulting adalah sebuah penelitian baru-baru ini. Formula oil crab adalah formula yang terdiri dari campuran hormon tiroksin dan NaCl fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kepiting bakau terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting bakau pada saat moulting. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL), empat perlakuan dan lima ulangan. Hewan uji yang digunakan adalah 20 ekor kepiting jantan dengan berat 90 – 110 g/ekor. Perlakuan terdiri dari kontrol, mutilasi, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 dan 0,5 ml/ekor. Parameter yang diamati adalah kecepatan molting, persentase molting, pertumbuhan bobot mutlak dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis 0,5 ml memberikan kecepatan molting tercepat dibandingkan perlakuan lainnya dengan rentang waktu 9-14 hari, tapi kelangsungan hidupnya rendah di bandingkan dengan perlakuan lainnya hal ini diduga karena perlakuan dosis 0,5 memberikan pengaruh stress pada kepiting sehingga menyebabkan kematian. Perlakuan kontrol, perlakuan dosis formulaoil crab 0,1 per ekor dan mutilasi memberikan kelangsungan hidup 100%. Semakin tinggi persentase moulting yang diperoleh pada perlakuan pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 ml/ekor, mutilasi dan kontrol dengan kadar 100%, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,1 ml berpengaruh terhadap persentase moulting, pertumbuhan dan kelangsungan hidup tertentu. Sebaliknya, pemberian formula oil crab dengan dosis 0,5 ml memberikan porsi moulting, pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup yang lebih rendah.
MARINI AYUB
2022 · Book · Open Access
ASPEK REPRODUKSI DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN GULAMA (JOHNIUS SPP.) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN TARAKAN BAGIAN TIMUR Abstrak Ikan gulama merupakan salah satu bagian utama dalam membentuk jaring makanan dalam ekosistem pesisir dan estuari. Keberlanjutan populasi ini menjadi salah satu unsur yang dibutuhkan dalam pengelolaan yaitu mengenai Aspek Reproduksi dan Kebiasaan Makan Ikan Gulama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis makanan alami serta mengetahui aspek reproduksi ikan gulama (Johnius spp.). yang tertangkap di Perairan Tarakan bagian Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Februari hingga Maret dimana ikan-ikan yang dijadikan sebagai sampel dikumpulkan menggunakan alat tangkap trammel net. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengukuran kualitas air yang dilakukan secara insitu, menganalisis kebiasaan makan ikan gulama, nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG) dan indeks kematangan gonad (IKG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan gulama merupakan karnivora terbukti dengan rasio panjang usus 0,6-0,7 cm cenderung crustavorus sebab makanan utama udang, makanan pelengkap ikan-ikan kecil dan kepiting, makanan tambahan berupa cacing serta serasah. Aktivitas makan ikan gulama berbeda-beda setiap tripnya dengan nilai berkisar antara 10,9-19,8%. Nisbah kelamin ikan jantan dan betina tidak seimbang dengan perbandingan 1,0: 2,6, kemudian hasil pengamatan terhadap TKG ikan gulama menunjukkan bahwa ikan betina telah memasuki fase pematangan awal karena telah berada pada TKG IV sedangkan ikan jantan belum memasuki fase pematangan awal karena masih berada pada TKG III. Nilai IKG ikan gulama jantan berkisar antara 3,3-123,5% sementara ikan betina berkisar antara 17,2-485,4% hal ini dapat dimengerti karena volume ovarium pada ikan betina lebih besar dibandingkan volume testis pada ikan jantan.
RIRIN
2022 · Book · Open Access
Ikan cupang (Betta sp) mempunyai daya tarik pada warna yang dimunculkan dari tubuhnya. Saat ini harga ikan cupang bisa bernilai jutaan rupiah perekornya, tergantung kualitas warna, jenis dan ukurannya. Sehingga permintaan pasar semakin meningkat, para pembudidaya berlomba melakukan budidaya ikan hias cupang. Untuk menghasilkan benih diperlukan indukan matang gonad yang selalu tersedia. Penelitian ini bertujuan menguji tubifex yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting, terhadap kinerja reproduksi ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga pengulangan. Pemberian cacing sutra diperkaya dengan ekstrak daun karamunting selama 4 jam dengan dosis yang berbeda (25 mg/L, 50 mg/L dan 75 mg/L). Parameter yang diamati meliputi; Tingkat kematangan gonad, Gonad Somatik Indeks (GSI), Spesific Growth Rate (SGR), kelangsungan hidup ikan (SR) dan kualitas air (pH, suhu dan amoniak). Perlakuan penambahan ekstrak pada pakan cacing sutra dengan dosis 25, 50 dan 75 mg/L menunjukkan morfologi ovari yang lebih berkembang dibandingkan perlakuan kontrol. Nilai GSI tertinggi terdapat pada perlakuan 25 mg/L dengan nilai 18,17% dan nilai GSI yang terendah pada perlakuan kontrol dengan nilai 7,65%. Fekunditas tertinggi diperoleh pada perlakuan perendaman cacing sutra melalui penambahan ekstrak daun karamunting dengan dosis 25 mg/L, yaitu 2051 butir. Nilai pertumbuhan bobot spesifik terbesar yaitu pada perlakuan 75 mg/L, terjadi penambahan berat yang lebih tinggi sebesar 1,56 dan yang paling rendah pada 25 mg/L sebesar 0,67. Tingkat kelangsungan hidup ikan cupang 100% disetiap perlakuan. Ekstrak daun karamunting dapat dijadikan sumber hormon alternatif untuk kegiatan pematangan gonad pada ikan cupang. Betta fish (Betta sp) has an attraction to the color that emerges from its body. Currently the price of betta fish can be worth millions of rupiah per head, depending on the quality of color, type and size. So that market demand is increasing, cultivators are competing to cultivate betta fish. To produce seeds, mature gonads are needed which are always available. This study aimed to test tubifex enriched with karamunting leaf extract,on the reproductive performance off betta fish (Betta sp). This study used a completely randomized design experimental design, which consisted of four treatments and three repetitions. Giving silk worms enriched with karamunting leaf extract for hours with different doses (25 mg/ L, 50 mg/L dan 75 mg/L). Parameters observed include: Gonad maturity level, Gonad Somatic Index (GSI), Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR) and water quality (pH, suhu dan ammonia). The addition of extracts to silkworm feed at doses of 25, 50, and 75 mg/L showed a more developed ovarian morphology than the control treatment. The highest GSI value was found in the 25 mg/L treatment with a value of 18,17% and the lowest GSI value was in the control treatment with a value of 7.65%. The highest fecundity was obtained in the silkworm immersion treatment through the addition of karamunting leaf extract at a dose of 25 mg/L, which was 2051 grains. The highest specific growth rate value was in the 75 mg/L treatment, the higher weight gain was 1,56 and the lowest was at 25 mg/L at 0,67. The survival rate of betta fish is 100% in each treatment. Karamunting leaf extract can be used as an alternative hormone source for gonadal maturation activities in betta fish.
DERIANSYAH
2022 · Book · Open Access
ABSTRAK Kota Tarakan sebagai kota yang memiliki luas daerah 657,33km2 dengan luas daratan 250,80km2 dan luas lautan sekitar 406,53km2 atau sekitar 61,85% dari luas keseluruhan merupakan lautan yang mempunyai potensi sumberdaya perikanan yang mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi adalah udang windu. Pada wilayah Tarakan tersebut terdapat pulau-pulau kecil disekitarnya yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan tambak tradisional. Tambak tradisional merupakan wadah budidaya udang dan ikan yang umumnya berasal dari pembukaan lahan mangrove. Tingkat konsumsi oksigen sedimen merupakan petunjuk adanya kegiatan mikroorganisme di dalam substrat dan merupakan gambaran kebutuhan oksigen yang dapat diketahui melalui konsumsi oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsumsi oksigen sedimen pada dasar tambak tradisional udang windu (panaeus monodon) di Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan di tiga tambak tradisional Kelurahan Karang Anyar Pantai Kota Tarakan. Data dianalsisi secara deskriptif, kemudian dilakukan persamaan regrasi linear sederhana dan uji statistik korelasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tambak yang diamati bertekstur lempung berpasir. Pada tambak pertama dan kedua masing-masing memiliki nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 80,74% dan 98,71% yang artinya kedua variabel memiliki hubungan yang tinggi dan kuat, sedangkan pada tambak ketiga didapatkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 55,72% yang artinya variabelnya memiliki hubungan yang rendah dibandingkan dengan tambak lainnya. ABSTRACT Tarakan is a city with a total area of 657.33 km2 comprising land area of 250.80 km2 and sea area of 406.53 km2 or 61.85% which has the fishery resource potentials with high economic value, such as tiger prawn. Tarakan area is surrounded by many small islands which can be utilized as tradisional pond areas. Those pond areas are commonly used as places to cultivate giant tiger prawn and fish from the mangrove area opening. The sediment oxygen consumption level is a clue for the existence of microorganism activites within the substrate and as the depicition of oxygen need which can be figured out through oxygen consumption. This research aims at revealing the sediment oxygen consumption level at the bottom of traditional pond for tiger prawn (Panaeus monodon) in Tarakan. This research was conducted in three traditional pond in Karang Anyar Sub-district, Tarakan Beach. The data were descriptively analyzed, and then a simple linear regression equation and correlation statistical test were further employed. The research results show that those three observed pond had the texture of sandy loam. The first and second pond respectively had the determination coefficient value (R2) of 80.74% and 98.71%, meaning that both variables had high and strong relationship. Meanwhile, the third pond had the determination coefficient value (R2) of 55.72%, meaning that the variable had lower relationship when compared to the others.
DARMA YANTI
2022 · Book · Open Access
Kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bubu kubah merupakan alat tangkap yang biasanya digunakan oleh nelayan Desa Salimbatu untuk menangkap kepiting bakau. Penangkapan kepiting bakau menggunakan umpan yang berbeda, tetapi belum diketahui jenis umpan yang terbaik. Penelitian ini dilakukan di Desa Salimbatu pada bulan Februari-Maret 2021. Umpan yang digunakan ikan Gabus (Channa striata), ikan Otek (Arius thalassinus) dan ikan Sumpit (Toxotes). Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 8 kali menggunakan alat tangkap bubu kubah dengan metode eksperimental fishing. Hasil tangkapan dianalisa dengan analisa sidik ragam (Anova) berdasarkan jenis umpan. Hasil tangkapan dengan umpan ikan Gabus, ikan Otek dan ikan Sumpit berturut-turut 3 ± 0,8; 2,3 ± 0,7 dan 1,5 ± 0,5. Hasil tangkapan terbanyak dengan menggunakan umpan ikan Gabus. Nilai signifikansi antar umpan adalah 0,001 yang berarti hasil tangkapan berbeda nyata antar umpan. Uji LSD antara umpan ikan Gabus dan ikan Otek, ikan Gabus dan ikan Sumpit, serta ikan Otek dan ikan Sumpit berturut-turut menunjukkan signifikansi 0,037; 0,00 dan 0,037.
INTAN MUSTIKA
2022 · Book · Open Access
Perikanan tangakap bubu kubah yang berada di Perairan Desa Salimbatu merupakan perikanan tangkap yang banyak dioperasikan masyarakat Desa Salimbatu. Alat tangkap bubu merupakan alat tangkap yang banyak dikenal oleh nelayan, alat tangkap ini bersifat pasif dan termasuk dalam alat jenis perangkap. Hasil tangkapan utama alat adalah berbagai macam kepiting salah satunya kepiting bakau (Scylla sp). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bubu kubah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2021 di Desa Salimbatu Kecamatan Tanjnug Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Alat tangkap yang digunakan sebanyak 15 buah dan dilakukan 8 kali penangkapan. Hasil tangkapan sebanyak 70 ekor kepiting bakau (Scylla sp.) sebagai target utama penangkapan merupakan 100% tangkapan. Ukuran layak tangkap sebesar 94%. Nilai indeks 88% pada tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bubu kubah maka kriteria yang di peroleh termasuk dalam kategori 28-36 (sangat ramah lingkungan).
GREGORIUS SARON PIA BONE
2022 · Book · Open Access
ABSTRAK Intensitas cahaya berperan penting dalam proses pertumbuhan kepadatan Chlorella sp. dalam media pemeliharaan terkontrol. Dalam proses fotosintesis, cahaya memegang peranan yang sangat penting, namun intensitas cahaya yang diperlukan tiap-tiap jenis tumbuhan dan alga untuk dapat tumbuh secara maksimum berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya yang terbaik terhadap tingkat kepadatan Chlorella sp. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan lampu Pijar yang digunakan terdiri dari 4 perlakuan yaitu A (kontrol) cahaya matahari, B lampu Pijar 25 W, C lampu Pijar 75 W dan D lampu Pijar 100 W. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan kepadatan tertinggi ke rendah pada hari ke 2 yaitu perlakuan C dengan kepadatan sebanyak 2572,31 x 104 sel/ml, perlakuan A kepadatan sebanyak 1243.31 x 104 sel/ml, perlakuan B kepadatan sebanyak 1176,75 x 104 sel/ml, perlakuan D pertumbuhan sebanyak 963,18 x 104 sel/ml. Pengukuran kualitas air pada parameter salinitas 29-45 ppt, suhu 27-490C dan pH 7.14-8.39. Parameter intensitas cahaya yang berada pada kisaran optimum yaitu perlakuan C memiliki nilai intensitas cahaya 5737-6828 lux, perlakuan B nilai intensitas cahaya 1203-1871 lux, perlakuan A nilai intensitas cahaya 707-1058 lux, dan perlakuan D memiliki nilai intensitas cahaya yang berlebih yaitu 9016-9796 lux. Pada perlakuan C mendapatkan nilai intensitas cahaya yang terbaik bagi pertumbuhan kepadatan Chlorella sp.
TRISNO ADY SAPUTRO
2022 · Book · Open Access
STUDI KONDISI FITOPLANKTON DI PERAIRAN TAMBAK TRADISIONAL KELURAHAN KARANG HARAPAN KOTA TARAKAN ABSTRAK Fitoplankton memiliki peran sebagai produsen primer di perairan. Fitoplankton juga dapat menjadi biota indikator dalam mengukur tingkat kesuburan suatu perairan. Perairan yang memiliki produktifitas primer yang tinggi umumnya ditandai dengan tingginya kelimpahan fitoplankton. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kondisi fitoplankton yang terdapat di perairan tambak tradisional Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 sampai Januari 2020 menggunakan metode eksploratif. Hasil penelitian jenis fitoplankton ditemukan berjumlah 10 spesies dengan komposisi fitoplankton yang terdiri dari 3 kelas di antaranya Bacillariophyceae, Chlorophyceae dan Oligotrichea. Kelimpahan fitoplankton yaitu berkisar antara 11 – 20 sel/L dengan Indeks Keanekaragaman 1,516 - 2,059, Indeks Keseragaman 0,586 – 0,761 dan Indeks Dominansi 0,143 – 0,240. Berdasarkan hasil tersebut indeks keanekaragaman, indeks keseragaman fitoplankton termasuk dalam kestabilan komunitas sedang dan tidak terdapat jenis fitoplankton yang mendominasi.
RAHMAT
2022 · Book · Open Access
Cacing sutra (Tubifex sp) merupakan salah satu pakan alami yang dibutuhkan dalam pembenihan ikan khususnya pada fase larva, karena memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian fermentasi ampas tahu dan limbah sayuran terhadap pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari fermentasi ampas tahu dan kotoran ayam, fermentasi limbah sayuran dan kotoran ayam fermentasi ampas tahu, limbah sayuran dan kotoran ayam, parameter yang diamati meliputi biomassa dan populasi cacing sutra, serta kualitas air sebagai penunjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian media ampas tahu dan limbah sayuran dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh atau berbeda nyata terhadap pertumbuhan biomassa dan populasi cacing sutra. Nilai tertinggi terdapat pada perlakuan dua menghasilkan cacing sutra sebanyak 13,4g dan populasi ±19,250 individu. Berdasarkan data kualitas air selama penelitian diperoleh kisaran suhu 28-29,5 °C, nilai pH kisaran 7,5-8,2 dan nilai DO kisaran 5-9.
TUTUT JULI YANTI
2022 · Book · Open Access
Tambak merupakan suatu ekosistem perairan di wilayah pesisir yang dipengaruih oleh teknis budidaya tataguna lahan dan dinamika hidrologi perairan disekitarnya. Tambak tradisional adalah budidaya yang paling aman dan umumnya berusia lebih panjang meskipun produksinya tidak sebanyak budidaya semi intensif dan intensif, Pengelolahan tambak tradisional dengan baik merupakan kunci dalam keberhasilan budidaya. Plankton sangat penting dalam budidaya udang, terutama pada sistem ototrofik yang mengandalkan fitoplankton untuk menghasilkan oksigen dari proses fotosintesis pada siang hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ketersedian pakan alami terhadap keberhasilan budidaya di tambak tradisional Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 sampai dengan Januari 2021, dengan menggunakan metode eksploratif, deskriptif dan kualitatif. Pengambilan sampel air dilakukan di 3 stasiun tambak tradisional di Kota Tarakan yaitu di tambak tradisional di Jl. Akibalak Rt. 20, Tambak tradisional di Jl. Akibalak yang beda saluran air dan tambak tradisional Kampung 4. Hasil penelitian menunjukan. plankton yang ditemukan dari 6 kelas, 9 ordo, 11 genus dan 11 spesies. terdiri dari kelas Bacillariophyceae yaitu Nitzchia.Sp, Melosira.Sp, Frustalia.sp, Pleusigma sp, Skelatonema.sp, Bidduphia. Sp. Dari kelas Cyanophyceae yaitu Trichodesmium. Sp. Dari kelas Dinophyceae yaitu Dinophysis. Sp.dari kelas Euglenoidae yaitu Euglena acus. dan zooplankton dari kelas Crustasceae yaitu Nauplius sp dan Oithona sp.
GALANG SAFARYAN
2022 · Book · Open Access
Kunyit ( Curcuma longa) merupakan tanaman herbal yang sejak lama digunakan sebagai bumbu makanan dan obat. Kandungan terbesar dalam kunyit adalah kurkumin yakni sebesar 94%. Kurkumin bersifat sebagai antioksidan dan dapat diterapkan dalam bidang akuakultur salah satunya dicampur dalam pakan ikan karena dapat meningkatkan metabolisme dan penyerapan nutrisi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kunyit sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan larva ikan lele. Larva ikan lele yang digunakan berumur 3 hari dan dipelihara pada akuarium sebanyak 12 buah yang berukuran 30 x 30 x 30 cm dengan padat tebar 25 ekor per akuarium. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Adapun perlakuan pakan yang diberikan dengan campuran tepung kunyit yaitu P1 Induk (penambahan 2,4 g/kg kunyit) dan pada larva (penambahan 2,4 g/kg kunyit), P2 Induk (penambahan 2,4 g/kg kunyit) dan pada larva (diberi pakan biasa), P3 Induk (penambahan 4,8 g/kg kunyit) dan pada larva (diberi pakan biasa), P4 Induk (penambahan 4,8 g/kg kunyit) dan pada larva (penambahan 4,8 g/kg kunyit). Pertumbuhan terbaik larva ikan lele terdapat pada perlakuan P4 yaitu dengan pertambahan panjang sebesar 1.31 cm dan peningkatan berat sebesar 0.0604 gr. Data pengukuran kualitas air dalam nilai yang baik yaitu suhu 27-28o C dan nilai pH 6-7. Berdasarkan hasil penelitian pemberian tepung kunyit yang mengandung kurkumin yang dicampurkan pada pakan mampu meningkatkan pertumbuhan larva ikan lele sehingga tepung kunyit dijadikan bahan campuran pakan.
MUHAMMAD IRFAN
2022 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kotoran sapi terhadap pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp) serta mengetahui dikonsentrasi berapa yang sesuai dengan pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan. Media perlakuan terdiri dari perlakuan satu kotoran sapi 20% dan lumpur 80%, perlakuan dua kotoran sapi 30% dan lumpur 70%, perlakuan tiga kotoran sapi 40% dan lumpur 60%, kontrol negatif 100% lumpur, dan kontrol positif kotoran sapi hasil olahan biogas 20% dan lumpur 80%. Parameter yang diamati meliputi biomassa dan populasi cacing sutra, serta kualitas air sebagai penunjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian media kotoran sapi dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh terhadap kepadatan populasi dan biomassa cacing sutra. Nilai populasi dan biomassa yang mengalami penaikan terdapat pada perlakuan 3 menghasilkan cacing sutra sebanyak 0,16 gram dan ±67 individu. Berdasarkan data kualitas air selama penelitian diperoleh kisaran suhu 30-32 °C, nilai pH kisaran 5-7 dan nilai do kisaran 5-9.
AKBAR TANJUNG
2022 · Book · Open Access
Kota Tarakan memiliki potensi sumber daya perikanan cukup besar khususnya perikanan budidaya. Pemanfaatan budidaya udang windu cukup tinggi namun terjadi beberapa permasalahan salah satunya adalah penyakit. Penyakit yang menginfeksi pada udang windu adalah parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pravalensi ektoparasit pada udang windu (Penaeus monodon) di tambak tradisionl Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling. Pengambilan sampel udang diambil sebanyak 4 kali dalam sebulan dengan umur udang 1 bulan. Setiap minggu diambil sebanyak 10 ekor. Identifikasi ektoparasit dilakukan pada organ mata, insang, kaki jalan, kaki renang, kulit, ekor. Selajutnya menghitung prevalensi ektoparasit. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 3 jenis parasit yaitu Zoothamnium sp,Vorticella sp, Epistylis sp. Prevalensi ektoparasit pada udang windu (penaeus monodon) dari 40 sampel di peroleh 25 sampel yang terinfeksi ektoparasit (62,5%). Nilai prevalensi ektoparasit tertinggi ditemukan pada minggu kedua sebesar 80%. Sedangkan nilai terendah di dapatkan pada minggu pertama 50%. Nilai intensitas ektoparasit yang paling dominan yaitu Zoothamnium sp dengan nilai 1 ind/ekor
LUKI
2022 · Book · Open Access
Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat besar dan luas sehingga memiliki hasil perikanan air tawar yang besar. Salah satu sektor budidaya perikanan air tawar yang menjanjikan adalah budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus). Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung buah pepaya dan tepung daun katuk sebagai bahan alternatif campuran pakan ikan untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan nila. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Ikan nila yang digunakan berukuran 3,2 cm. Parameter yang diukur, panjang mutlak, berat mutlak, Spesific Growth Rate (SGR), Survival Rate (SR), Feed Covertion Ratio (FCR) dan kualitas air seperti suhu, pH, DO, dan amoniak. Pada penelitian ini, dengan pengaruh pemberian tepung buah papaya dan tepung daun katuk memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan benih ikan nila, pada perlakuan p4 dengan Pertumbuhan panjang 6,7 cm, berat 2,31 g, (SGR) 4,1 gr, (SR) 88,30% dan (FCR) 0,17 gr. Sedangkan dari hasil pengukuran kualitas air suhu berkisar 25-310C, pH 7,15-7,80, DO 4,05-4,53 dan amoniak 0,27-0,48. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung buah pepaya dan daun katuk dengan kosentrasi berbeda, mampu meningkatkan pertumbuhan Ikan Nila, serta dapat dijadikan sebagai bahan baku organik untuk pembuatan pakan.
HALMIAH
2022 · Book · Open Access
The waters of Tarakan Island have enormous fishery potential, it can be seen from the diversity of fish caught, these waters are one of the fishing areas with monumental fishing gear, one of which is the Amal Beach on Tarakan Island. This study aims to identify the relative abundance of fish species and classify based on the size of the pomfret (Pampus sp.) caught in the Tugu fishing gear in the Amal Coast waters of Tarakan Island. The research was carried out for 2 months from June to July 2021. The total fish caught were 2,932 fish, which were distributed in 3 phyla, 4 classes, 13 orders, 15 families, 17 genera and 18 species. The relative abundance of fish species ranged from 0.14 – 48.06%, the highest abundance of the species Panaeus merguensi 48.06%, Ilisha sp. 15.04% and Argyrosome sp. 11.94%, while the lowest abundance was from Portunus sp. 0.14%, Pseudorhombus sp. 0.31%, and Paraplausia sp. 0.38%. The total length of pomfret (Pampus sp.) caught ranged from 8.2 – 27.13 cm which was dominated by the size of 8.2 – 11.96, the pomfret caught was juvenile or immature fish with a size smaller than 15 ,9 cm.