SITI RUHANA
2022 · Book · Open Access
IDENTIFIKASI HASIL TANGKAPAN JARING GONDRONG (Trammel Net) YANG TERTANGKAP OLEH NELAYAN TANJUNG BATU KOTA TARAKAN Abstrak Masyarakat Kota Tarakan sebagian besar memanfaatkan perairan sebagai sumber mata pencaharian karena rata-rata masyarakat Kota Tarakan bekerja sebagai nelayan. Jenis alat tangkap yang digunakan diantaranya yaitu rawai, bubu, tugu, kelong, dan jaring gondrong. Tanjung Batu merupakan salah satu daerah pesisir yang mengoperasikan alat tangkap trammel net dengan berbagai jenis hasil tangkapan. Konstruksi trammel net terdiri dari tali ris atas dan bawah, tali pelampung, pelampung, serampat, jaring lapis luar dan dalam, tali pemberat dan, pemberat. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi jenis dan kelimpahan ikan yang tertangkap menggunakan alat tangkap trammel net dari nelayan Tanjung Batu Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2021. Penentuan lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Keanekaragaman dari hasil penelitian ini diperoleh ikan sebanyak 719 ekor ikan yang terdistribusikan kedalam 2 filum, 5 ordo, 17 famili, 19 genus dan 23 jenis ikan. Jenis ikan yang tertangkap yaitu Penaeus merguensis, Penaeus monodon, Metapenaeus tenuipes, Anodontostoma chacunda, Thryssa mystax, Ilisha striatula, Eleutheronema tetradactylum, Pomadasys kaakan, Polydactylus microstomus, Terapon jarbua, Drepane punctata, Upeneus sulphureus, Pseudorhombus arsius, Leiognathus equulus, Trichiurus lepturus, Johnius belangeri, Johnius borneensis, Johnius amblycephalus, Otolithes ruber, Pennahia anea, Paraplagusia bilineata, Harpadon nehereus, dan Arius thalassinus. Kelimpahan jenis ikan berdasarkan jumlah ekor tertinggi yaitu pada jenis Penaeus merguensis sebesar 41,03 % dan kelimpahan terendah terdiri dari 3 jenis ikan yaitu Eleutheronema tetradactylum, Drepane punctata, dan Otolithes ruber dengan jumlah 0,14%. Kelimpahan jenis ikan berdasarkan berat paling tinggi yaitu pada jenis Penaeus merguensis sebesar 21,77%, sebaliknya kelimpahan terendah yang didapatkan yaitu pada jenis ikan Otolithes ruber 0,09%.
REZKY AYU DINAR
2022 · Book · Open Access
Udang merupakan salah satu bahan makanan sumber protein hewani bermutu tinggi yang sangat digemari oleh konsumen dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu jenis udang yang merupakan primadona komoditas ekspor non-migas dari sektor adalah udang windu (Penaus monodon). Tambak tradisional dicirikan dengan sistem pengelolaan tambak yang sederhana, dimana sumber air mengandalkan pasang surut, pengelolaan yang tanpa pakan, dan tanpa aerasi. Luas tambak tradisional di Kota Tarakan memiliki kesamaan yakni padat penebaran rendah kurang lebih 2 ekor udang per meter persegi (WWF, 2011). Penyakit yang biasanya menyerang udang windu (Penaus monodon) disebabkan oleh bakteri, virus, parasit, dan jamur. Endoparasit adalah parasit yang menyerang bagian dalam tubuh inang, misalnya dalam alat pencernaan, peredaran darah, atau organ dalam lainnya. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Tarakan (BKIPM Tarakan) dan Laboratorium Kualitas Air Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Parasit yang menyerang udang windu (Penaeus monodon) adalah cacing genus Ascarophis, namun tidak selalu menyerang udang yang dibudidayakan di kedua tambak. Hal tersebut dilihat dari hasil prevalensi yang dilakukan dari sampel yang diambil. Dari data hasil perhitungan prevalensi endoparasit pada tambak yang berada di Kelurahan Karang Anyar Pantai menunjukan bahwa nilai rata-rata prevalensi endoparasit adalah sebesar 0,13%, nilai tersebut menunjukan kategori prevalensi Rarely.
NUR IRMALIYA
2022 · Book · Open Access
PEMANFAATAN DAUN PEPAYA (Carica papaya) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Abstrak Daun papaya mampu meningkatkan daya cerna dan penyerapan protein oleh ikan melalui campuran pakan yang dikonsumsi, sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan nila dengan penambahan tepung daun papaya kedalam pakan buatan dengan konsentrasi yang berbeda disetiap perlakuannya. Parameter yang diuji meliputi berat mutlak, panjang mutlak, Spesifik Growth Rate, Feed Convertion Rate, Survival Rate, dan kualitas air, adapun kualitas air yang diukur dalam penelitian ini adalah suhu, pH, do dan amoniak dan mendapatkan hasil pengujian dengan nilai optimal untuk pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A(control) 0 gr, perlakuan B sebanyak 1 gr, perlakuan C sebanyak 1,5 gr, perlakuan D sebanyak 2 gr, dan perlakuan E sebanyak 3 gr. Dari hasil analisa uji proksimat pada tepung daun pepaya, untuk parameter kadar air pada tepung daun pepaya memiliki nilai 2,98%, untuk parameter kadar abu memiliki nilai 8,09% dan untuk parameter kadar protein memiliki nilai 17,57%. Dari hasil penelitian yang didapatkan dengan adanya penambahan tepung daun pepaya sebanyak 1 gr/kg kedalam pakan buatan mampu meningkatkan berat ikan dengan berat 2-3,5 gr dan untuk panjang ikan meningkat sebanyak 5-6,5 cm.
MUH. SYAHRIR
2022 · Book · Open Access
PENGARUH LAMA PERENDAMAN BIOENRICHMENT EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA Artemia salina TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN BENUR WINDU (Penaeus monodon) Abstrak Tumbuhan herbal memiliki senyawa bioaktif yang mampu berperan sebagai agen dalam meningkatkan laju pertumbuhan organisme budidaya. Kandungan senyawa bioaktif pada tumbuhan karamunting seperti falavonid, tanin, saponin, fenolik dan isoflavonid, berpotensi sebagai agen yang mampu meningkatkan laju pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama bioenricment Artemia salina dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon). Desain pada penelitian ini terdiri 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu; kontrol (tanpa perendaman ekstrak), dan perendaman ekstrak daun karamunting dengan lama waktu perendaman yang berbeda daun karamunting dengan (24,48 dan 72 jam). Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting dengan lama perendaman 72 jam memberikan nilai pertumbuhan berat spesifik tertinggi yaitu 11,31%. Hasil ini juga menunjukkan bahwa pemeliharaan hari ke 0 sampai hari ke 14, benur dengan perlakuan mengalami perubahan panjang lebih dominan dibandingkan kontrol. Tingkat kelangsungan hidup benur untuk semua perlakuan, berkisar antara 46-60%. Kesimpulan bahwa bioenricment Artemia salina mengunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dengan dengan lama perendaman yang berbeda memberikan hasil yang signifikan pada pertumbuhan spesifik benur udang windu PL 15. Perlakuan Bioenrichment Artemia dengan lama perendaman 72 jam memberikan hasil pertumbuhan terbaik.
MUH. MAIZAN
2022 · Book · Open Access
Kepiting bakau merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomis penting dengan permintaan yang semakin meningkat. Dalam rangka meningkatkan produksi kepiting bakau, maka perlu adanya peningkatan atau percepatan pematangan ovari sehingga ketersediaan benih juga meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju kematangan ovari kepiting bakau (Scylla serrata) dengan pemberian ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dan hormon tiroksin pada pakan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan pengambilan data menggunakan, GSI (Gonad somatik indeks), HSI (Hepato somatik indeks) dan SR (Survival rate). Analisis data dilakukan dengan menggunakan sidik ragam ANOVA dan sofware SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) dan hormon tiroksin dengan pemberian pakan udang mendapatkan nilai terbaik yang telah memasuki TKO IV dalam kurun waktu 20 hari. Mud crab is a comodity with a good economic value and increasing demand. In order to increase the production of mud crab, it is necessary to accelerate the maturation of the ovaries to boost the seed availability. The purpose of thr research was to determine the rate of maturity of the ovaries of mud crab (Scylla serrata) by giving karamunting (Melastoma malabathricum) and thyroxine hormone in different feeds. This research employed an experimental method with a completely randomized design (CRD) with 4 treatment and 3 replication and the data collected include GSI (Gonad Somatik Index), HSI (Hepato Somatik Index), and SR (Survival Rate). The technique of data analysis was performed using ANOVA variance of SPSS 25,0 software, The results of the research showed that the administration of karamunting leaf extract (Melastoma malabathricum) and the hormone thyroxine with shrimp feeding has resulted in the best value in which the ovarian has developed its TKO IV in a period of 20 days.
MIFTAKHUL FAYZUN
2022 · Book · Open Access
ABSTRAK Pemberian pakan alami yang berbeda dapat merangsang tubuh kepiting bakau untuk melakukan pergantian kulit atau biasa disebut dengan moulting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda terhadap percepatan moulting kepiting bakau (Scylla sp). Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan 5 kali ulangan. Perlakuan 1 (Kontrol), Perlakuan 2 (pemberian pakan Rucah), Perlakuan 3 (pemberian pakan cumi-cumi), Perlakuan 4 (pemberian pakan kepiting karacca). Berdasarkan hasil penelitian, kepiting bakau perlakuan kontrol (mutilasi) dapat moulting secara seluruhnya pada hari ke 19-23, sedangkan pada perlakuan lainnya belum mengalami moulting hingga akhir penelitian. Berdasarkan uji sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa pertumbuhan berat bobot badan mutlak kepiting bakau selama pemeliharaan 30 hari dengan perlakuan yang berbeda, didapatkan hasil pada perlakuan kontrol PM (Mutilasi dengan pakan ikan Rucah) berbeda nyata dengan perlakuan lainnya PR(Pakan Rucah), PC (Pakan Cumi-cumi), PK (Pakan Karaca), ( p 0.05 ). Sedangkan antara perlakuan PR(Pakan Rucah), PC (Pakan Cumi-cumi) dan PK (Pakan Karaca) tidak berbeda nyata. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan rucah dengan mutilasi memberikan hasil terbaik pada proses percepatan moulting kepiting bakau dibandingkan dengan perlakuan pemberian pakan tanpa proses mutilasi. ABSTRACT Giving different natural food can trigger the body of the mud crab to change its skin or commonly called moulting. This study aims to determine the effect of different natural feeds on the acceleration of moulting of mud crab (Scylla Sp). The research method used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Treatment 1 (Control), treatment 2 (Feeding trash), Treatment 3 (feeding squid), Treatment 4 (feeding karacca crabs). Based on the research, the control treatment (mutilated) mangrove crabs could experience moulting as a whole on days 19-23, while inother treatments they had not experienced moulting until the end of the study. Test Based on variance (ANOVA) showed that the absolute weight growth of mangrove crabs during maintenance for 30 days with different treatments, obtained resultin the PM control treatment (Mutilation with Rucah fish feed) significantly different from other treatments PR (Rucah Feed), PC (Squid Feed), PK (karaca Feed), (p 0.05). Meanwhile, the PR (Rucah Feed), PC (Squid Feed) and PK (karaca Feed) treatments were not significantly different. It can be concluded that the feeding of trash with mutilation gave the best results in the accelerated moulting process of mud crabs compared to feeding without the process of mutilation.
MUHAMMAD AZWANSYAH
2022 · Book · Open Access
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA BENUR UDANG WINDU (Penaeus monodon) YANG DIINFEKSI BAKTERI Vibrio Parahaemolyticus Abstrak Salah satu kendala pada budidaya udang windu yaitu serangan penyakit vibriosis yang disebabkan oleh bakteri Vibrio parahaemolyticus. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) sebagai antibakterial pada benur udang windu (Penaeus monodon) dalam menanggulangi serangan bakteria Vibrio parahaemolyticus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah kontrol tanpa ekstrak, perlakuan 1 (100 ppm), perlakuan 2 (200 ppm) dan perlakuan 3 (400 ppm). Udang windu yang diberi ekstrak daun karamunting pada konsentrasi 400 ppm menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap kelangsungan hidup udang windu yang terinfeksi Vibrio parahaemolyticus yaitu sebesar 87% dibandingkan dengan kontrol 23%. Hasil penelitian menunujukkan bahwa ekstrak daun karamunting memiliki aktifitas sebagai antibakteri terhadap serangan Vibrio parahaemolyticus.
LAYLAN SOVINA
2022 · Book · Open Access
Salah satu kendala pada budidaya udang windu yaitu serangan penyakit kunang – kunang (luminescent vibriosis) yang disebabkan oleh bakteri Vibrio harveyi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak biji pepaya (Carica papaya) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Vibrio harveyi yang diujikan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Ekstraksi biji pepaya dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 10%, 20%, dan 30%. Kontrol positif yang digunakan adalah tetracycline dan kontrol negatif akuadest. Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro dengan metode difusi cakram. Uji kualitatif senyawa fitokimia menunjukkan biji pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol hidrokuinon, tanin dan steroid. Hasil uji in vitro menunjukkan ekstrak biji pepaya (Carica papaya) pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan diperoleh rata – rata diameter hambatan secara berturut – turut sebesar 4,90 mm, 8,70 mm dan 16,70 mm. Analisis data menggunakan one-way ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil yang diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan (P0,005) antara konsentrasi ekstrak 30% dengan konsentrasi 10%, 20%, kontrol positif dan kontrol negatif. Sehingga dapat disimpukan bahwa ekstrak biji pepaya memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Vibrio harveyi dan semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka akan semakin besar zona hambat yang terbentuk.
DICKY WAHYUDI
2022 · Book · Open Access
Tingginya tingkat serangan penyakit baik bersifat infeksius maupun non-infeksius merupakan penyebab yang mempengaruhi rendahnya produksi tambak tradisional, salah satu adalah serangan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) sebagai imunostimulan benur udang windu terhadap serangan bakteri V. parahaemolyticus yang diuji tantang pada benur udang windu stadia post larva usia 15 hari (PL – 15) yang diberikan pakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan 1 (kontrol), perlakuan 2 (100 ppm), perlakuan 3 (120 ppm) dan perlakuan 4 (150 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup yang tertinggi terdapat pada perlakuan 3 yaitu persentase 64%. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian menunjukkan bahwa kisaran yang diperoleh masih berada pada kisaran normal dan baik bagi kehidupan benur udang windu (Penaeus monodon).
SARDIANTO
2022 · Book · Open Access
Pengkayaan Artemia salina sebagai pakan alami dalam kegiatan pembenihan udang windu telah banyak dilakukan untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Pengkayaan artemia melalui penambahan berbagai senyawa, seperti vitamin, mineral, dan tumbuhan herbal. Salah satu herbal yang berpotensi sebagai imunostimulan alamiah adalah tumbuhan karamunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bioenrichment Artemia salina dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara di tambak tradisional. Rancangan penelitian merupakan penelitian eksperimental yang terdiri dari dua perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan Kontrol, pemberian pakan tanpa perendaman ekstrak dan perlakuan pemberian pakan artemia yang diperkaya dengan ekstrak selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh pada pelakuan yang diberi pengkayaan ekstrak daun karamuntin, sebesar 12,65%. Sedangkan untuk laju pertumbuhan spesifik terendah didapatkan pada perlakuan kontrol sebesar 11,80%. Tingkat kelangsungan hidup pada semua perlakuan berkisar 10-16%. Bioenrichment Artemia salina menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum) memberikan hasil yang signifikan terhadap laju pertumbuhan lebih tinggi.
HERLINA BITTICACA
2022 · Book · Open Access
Penelitian ini berfokus mencari dan menjawab dua pertanyaan terkait perlindungan hukum anak luar kawin sebagai ahli waris pada ayah biologisnya. Pertama, hak waris anak luar kawin menurut kitab undang-undang hukum perdata. Kedua, upaya hukum yang dilakukan oleh anak luar kawin untuk mendapatkan status ahli waris dari ayah biologisnya. Skripsi ini merupakan penelitian hukum normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang yang terkait dengan penelitian ini dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yaitu bahan hukum yang mempunyai kekuatan hukum mengikat seperti peraturan perundang-undangan terkait dengan hak waris anak luar kawin. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, pendapat para ahli hukum dan dan jurnal ilmiah. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: pertama, hak waris anak luar kawin menurut kitab undang-undang hukum perdata bahwa anak luar kawin akan menjadi pewaris jika mempunyai hubungan perdata dengan si pewaris, hubungan perdata pun timbul jika adanya pengakuan dari si pewaris baik itu pengakuan sukarela maupun pengakuan paksaan dan hak anak luar kawin terhadap harta warisan orang tua yang mengakuinya sama dengan hak anak sah. Kedua, upaya hukum yang dilakukan oleh anak luar kawin untuk mendapatkan status ahli waris dari ayah biologisnya adalah anak luar kawin mengajukan gugatan terhadap ayah biologisnya kepengadilan negeri dan memperjuangkan haknya untuk memiliki hubungan perdata dengan ayah biologisnya yang dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (tes DNA), dan jika terbukti maka pengadilan akan mengeluarkan penetapan mengenai hubungan perdata dengan ayahnya.
RIZKY INDRA KURNIAWAN
2022 · Book · Open Access
ABSTRAK PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP NIAT BERWIRAUSAHA PENDEKATAN SHAPERO ENTREPRENEURIAL EVENT MODEL (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan) Rizky Indra Kurniawan Dr. Syahran, S.E., M.Sc Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Dukungan Keluarga, Keinginan Yang Dirasakan, Kelayakan Yang Dirasakan terhadap Niat Berwirausaha dengan menggunakan pendekatan teori Shapero Entrepreneurial Event Model. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan dengan sampel yang diambil sebanyak 280 mahasiswa dari semua fakultas dengan kriteria merupakan mahasiswa aktif dan telah mengambil mata kuliah kewirausahaan. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan metode analisis data menggunakan validitas, reliabilitas dan uji hipotesis serta alat bantu menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Dukungan Keluarga tidak berpengaruh terhadap Keinginan Yang Dirasakan, 2) Keinginan Yang Dirasakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Berwirausaha, dan 3) Kelayakan Yang Dirasakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Berwirausaha. Sehingga hal ini membuktikan bahwa teori Shapero Entrepreneurial Event Model yang digunakan mampu menjelaskan niat berwirausaha mahasiswa.
MOH. RAZMAN
2022 · Book · Open Access
Plankton merupakan parameter biologi yang dapat dijadikan sebagai indikator untuk mengetahui kualitas dan tingkat kesuburan suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas plankton yang ada di perairan Pantai Amal Lama Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan, mulai bulan Juni sampai Agustus 2021, dilakukan pada 2 stasiun dimana stasiun 1 daerah muara Sungai Mambulua dan stasiun 2 kawasan mangrove. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriftif kuantitatif dengan mempelajari objek secara mendalam pada waktu, tempat serta populasi yang terbatas sehingga dapat memberikan gambaran tentang situasi dan kondisi. Kelimpahan fitoplankton pada stasiun 1 berkisar 1000-25.500 sel/L dan stasiun 2 berkisar 2000-50.000 sel/L. Kelimpahan zooplankton pada stasiun 1 berkisar 1000-13.500 ind/L dan stasiun 2 berkisar 1000-21.000 ind/L. Keanekaragaman fitoplankton pada stasiun 1 berkisar 0,67-2,40 sel/L dan stasiun 2 berkisar 0,56-2,31 sel/L. Keanekaragaman zooplankton pada stasiun 1 berkisar 0,35-1,27 ind/L dan stasiun 2 berkisar 0,00-1,27 ind/L. Keseragaman fitoplankton pada stasiun 1 berkisar 0,39-1,00 sel/L dan stasiun 2 berkisar 0,38-0,83 sel/L. keseragaman zooplankton pada stasiun 1 berkisar 0,16-1,00 ind/L dan stasiun 2 berkisar 0,00-1,00 ind/L. Dominansi fitoplankton pada stasiun 1 berkisar 0,12-0,52 dan stasiun 2 berkisar 0,12-0,63. Dominansi zooplankton pada stasiun 1 berkisar 0,31-0,80 dan stasiun 2 berkisar 0,33-1,00. Kelimpahan yang dihasilkan menggambarkan tingkat kesuburan perairan tergolong tinggi dan termasuk perairan eutrofik. Keanekaragaman termasuk kategori sedang untuk jenis fitoplankton dan kategori rendah dari jenis zooplankton. Keseragaman fitoplankton tinggi tergolong stabil dan keseragaman zooplankton rendah dalam kategori tidak stabil. Dominansi fitoplankton tidak terdapat jenis yang mendominansi dan dominansi zooplankton terdapat jenis yang mendominansi disuatu perairan.
AGUS SAPUTRA SIMARMATA
2022 · Book · Open Access
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Tinjauan Yuridis Pidana Pelatihan Kerja Terhadap Anak Dalam Perkara Persetubuhan (Studi Kasus Putusan No.1/Pid.Sus-Anak/2021/PN.Tar). Pertama, Peran penegak hukum dalam penanganan perkara anak tindak pidana persetubuhan, dan kedua, Implementasi pelatihan kerja terhadap anak dalam kasus tindak pidana persetubuhan (studi kasus putusan No.1/Pid.Sus-Anak/PN.Tar). Metode Penilitian menggunakan metode hukum normative dan Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan Undang-Undang (Statute Approach), pendekatan kasus (case Approach) dan pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer yang didapatkan dari peraturan perundang-undangan yang terkait dengan masalah yang diteliti, dan data sekunder yang diperoleh dari buku yang ditulis oleh para ahli bidang hukum pidana, hasil karya ilmiah di bidang hukum dan hasil penelitian yang berkaitan dengan pidana pelatihan kerja serta kamus, ensiklopedi dan indeks. Hasil dari penilitian ini yaitu pertama, penulis menyimpulkan bahwa : pertama, peran penegak hukum dalam penanganan perkara anak tindak pidana persetubuhan tidak memiliki perbedaan dengan peran penegak hukum dalam penanganan anak tindak pidana lainnya. Dalam perkara no 1/Pid.Sus-Anak/2021/PN.Tar, penegak hukum telah menerapkan peranannya sesuai unsur materill, tetapi terhadap unsur formil terdapat kecacatan penerapan hukum. Kedua, penjatuhan putusan pidana pelatihan kerja yang diberikan oleh hakim kepada pelaku Anak FA dengan No. 1/Pid.Sus-Anak/2021/PN.Tar merupakan implementasi dari UU SPPA Pasal 71 Ayat (1) huruf c, tetapi terhadap lamanya pidana pelatihan kerja yang diberikan kepala pelaku Anak FA yakni 2 (dua) bulan, jelas telah menyimpangi ancaman minimum dari UU SPPA Pasal 77 Ayat (1) yakni 3 (tiga) bulan pelatihan kerja
FAUZI RAHMANI
2022 · Book · Open Access
Salah satunya sektor pariwisata yang terdapat di Kota Tarakan yang merupakan daerah otonom pasca pemekaran dari Kalimantan Timur pada tahun 2012. Dengan adanya pemekaran daerah maka akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Pemekaran Daerah juga mempu memperbaiki sektor kepariwisataan, diantaranya semakin lengkap dan terjangkaunya sarana yang memadai serta pelayanan dan perwatan obyek wisata yang lebih baik. Penulisan ini bertujuan agar dapat mengetahui pelaksanaan kewenangan pemerintah kota Tarakan dalam pengelolaan Kawasan objek wisata terpadu khususnya wilayah amal, agar pula mengetahui factor yang menghambat dalam pengelolaan Kawasan pariwisata amal. mafaat teoritis dan manfaat praktis. Penulisan ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, penelitian hukum normatif yaitu penelitian hukum yang dilakukan memalui studi bahan Pustaka atau data sekunder sebagai dasar penelitian dengan melalukan penusuran peraturan dan literatur yang relevan dengan masalah yang ada. pendekatan masalah pendekatan staute adalah pendekatan yang dilakukan dengan mengkaji semua peraturan perundang-undangyang terkait dengan masalah, bahan hukum primer yaitu bahan hukum otoritatif memliki kewenangan, hukum sekunder semua publikasi tentang undang-undang yang bukan dokumen resmi. analisis bahan hukum dilakukan penulis melalui penekanan secara kualitatif yang di deskripsikan secara konperhensi. peran pemerintah dalam mengembangkan Kawasan pariwisata perlu membuat regulasi, regulasi merupakan hal penting. faktor yang menghambat pelaksanaan nya yaitu faktor bencana alam, faktor lingkungan yang rusak, faktor pungutan liat atau pungli, faktor eksternal, faktor regulasi, faktor masyarakat daa faktor dana. berdasarkan penilitian peran pemerintah dalam mengembangan Kawasan pariwisata amal memang sudah berjalan tahap pengerjaan namun ada juga faktor yang menhambatnya yaitu faktor regulasi yang belum ada saat ini, saran pemerintah lebih aktif lagi dalam mencari bantua dana dari investor, diharapkan pemerintah untuk fakus dalam mengembangkan Kawasan pariwisata tersebut, agar juga pemerintah dapat memperkerjakan masyarakat sekitar pantai amal.
ENIS IFAN
2022 · Book · Open Access
IDENTIFIKASI GULMA SEBELUM PEMUPUKAN DAN SESUDAH PEMUPUKAN PADA TANAMAN SELEDRI (Apium graveolens) DI LAHAN KELOMPOK TANI SINAR HARAPAN TARAKAN TIMUR Abstrak Seledri merupakan tumbuhan serbaguna, terutama sebagai sayuran dan obat-obatan, terdapat salah satu organisme penggangu tanaman (OPT) terhadap pertumbuhan tanaman seledri yaitu gulma. Gulma merupakan salah satu tumbuhan yang tidak dikehendaki oleh para petani, yang bisa menyebabkan kerugian dalam kegiatan budidaya tanaman. Untuk mengetahui jenis gulma maka perlu dilakukan identifikasi gulma. Dalam penelitian ini tujuan dari identifikasi adalah untuk mengetahui jenis gulma yang tumbuh dan jenis gulma yang dominan tumbuh pada lahan budidaya tanaman seledri di kelompok tani Sinar Harapan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 hingga bulan Januari 2022, dilahan budidaya tanaman seledri di kelompok tani Sinar Harapan. Pengambilan sampel gulma menggunakan metode kuadrat secara acak, sebanyak 30 sampel sebelum pemupukan dan 30 sampel sesudah pemupukan dengan ukuran petakan 1x1 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 21 spesies gulma yang telah di identifikasikan sebelum pemupukan yang terdiri dari 16 spesies golongan daun lebar, 3 spesies golongan rumputan dan 2 spesies golongan teki. Identifikasi gulma sesudah pemupukan ditemukan 20 spesies gulma yang terdiri dari 15 spesies golongan daun lebar, 4 spesies golongan rumputan, 1 golongan teki. Dimana gulma yang dominan tumbuh sebelum pemupukan dan sesudah pemupukan yaitu spesies Centipeda minima yang memiliki jumlah 1185 individu dengan nilai Summed Dominance Ratio (SDR) 29.69% sebelum pemupukan dan sesudah pemupukan yang memiliki jumlah 1516 individu dengan nilai Summed Dominance Ratio (SDR) 33.60%. Kata kunci : Gulma, Identifikasi, Seledri, Spesies, Tarakan
SARI WULAN
2022 · Book · Open Access
Gastropoda termasuk salah satu sumber daya hayati yang memiliki tingkat keanekaragaman tinggi di ekosistem mangrove yang memegang peranan penting dalam proses dekomposisi serasah dan mineralisasi materi organik terutama yang bersifat herbivor dan detrivor. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis mengenai struktur komunitas gastropoda di Kawasan Konservasi Mangrove dan Kepiting Kelurahan Pamusian Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Sampel gastropoda di ambil dari 3 titik stasiun yaitu daerah aliran Sungai Pamusian, daerah menara pengawas, dan daerah dekat pemukiman penduduk. Hasil identifikasi ditemukan 5 jenis gastropoda diantaranya yaitu Cerithidea cingulata, Cerithidea obtusa, Assiminea lutea, Cassidula aurisfelis, dan Alcyna lifunsis. Hasil kelimpahan gastropoda pada kedalaman 10 cm berkisar 127-8.400 ind/m2, kedalaman 20 cm berkisar 0-2.291 ind/m2, dan kedalaman 30 cm berkisar 0-1.400 ind/m2. Hasil Indeks keanekaragaman (H’) gastropoda berkisar 0-0,36, Indeks keseragaman (E) gastropoda berkisar 0,51 dan Indeks dominansi (C) gastropoda berkisar 0,56-1. Gastropoda yang dominan ditemukan yaitu jenis Assiminea lutea
MULIANA
2022 · Book · Open Access
ABSTRAK ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN PADA ERA PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN MAMBURUNGAN KOTA TARAKAN Muliana 1740402020 Djuanda Hatta, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jam kerja, permintaan dan modal secara parsial dan simultan terhadap pendapatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data prmer dan sekunder, dengan melihat jam kerja, permintaan dan modal. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan bahwa uji hipotesis (uji t) menunjukkan umur berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pendapatan dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (1,70562 > 1,026) dan nilai sig. (0,314 > 0,05). Permintaan berpengaruh signifkan secara parsial terhadap pendapatan dengan t hitung lebih kecil dari t tabel (1,70562 2,167) dan nilai sig. (0,040 0,05). Modal berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pendapatan dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (0,340 1,70562) dan nila sig. (0,737 0,05). Secara simultan terdapat pengaruh signifikan antara jam kerja, permintaan dan modal terhadap pendapatan, dengan nilai F hitung lebih besar dari F tabel (1,947 > 2,74) dan nilai sig. (0,147 0,05). Diperoleh nilai koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,183 atau 18,3 persen. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel jam kerja, permintan dan modal memiliki pengaruh terhadap pendapatan sebesar 81,3, persen. Sedangkan sisanya 99,8 persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada dalam model regresi penelitian ini.
RISMA
2022 · Book · Open Access
ABSTRAK VALUASI EKONOMI OBJEK WISATA MARINA BEACH PULAU SEBATIK APLIKASI TRAVEL COST METHOD TERHADAP MINAT BERKUNJUNG RISMA Sulistya Rini Pratiwi, S.E.,M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi Marina Beach berdasarkan analisis biaya perjalanan (travel cost) selama berkunjung ke objek wisata tersebut dan menjelaskan pengaruh variabel biaya perjalanan, pendapatan, jarak, dan fasilitas secara parsial dan simultan terhadap minat berkunjung ke Marina Beach. Alat yang di gunakan dalam penelitian ialah regresi linier berganda dengan minat berkunjung sebagai variabel dependen dan empat variabel sebagai variabel independen yaitu biaya perjalanan ke objek wisata Marina Beach (meliputi biaya transportasi, tiket masuk, biaya konsumsi selama rekreasi dan biaya lain-lain), pendapatan, jarak, dan fasilitas. Berdasarkan hasil analisis travel cost, diketahui bahwa nilai ekonomi objek wisata Marina Beach dengan pendekatan travel cost rata-rata sebesar Rp. 50.716,- satu kali kunjungan. Berdasarkan hasil regresi linier berganda, diketahui bahwa variable pendapatan dan jarak berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung sedangkan biaya perjalanan dan fasilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung.
DEWI ASTUTI
2022 · Book · Open Access
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keuntungan pada usaha kecil menengah berbagai produk sambal kemasan di Kota Tarakan serta tingkat perbandingan keuntungan antar usaha kecil menengah berbagai produk sambal kemasan di Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kuantitatif data yang digunakan adalah data primer. Metode alat analisis yang digunakan adalah pendapatan usaha, analisis kelayakkan usaha, pangsa pasar (Market Share), dan Analisis Persepsi Konsumen. Berdasarkan hasil perhitungan kelayakan finansial masing-masing usaha menunjukkan bahwa Sambal Banjar memiliki nilai NPV terbaik yaitu sebesar Rp 2.408.422,73, dengan nilai IRR sebesar 82,87% dan nilai B/C Ratio sebesar 1,85.