.
MARTHINUS HUBERTUS EMAN
2022 · Book · Open Access
.
COLLECTION
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan struktur dan fungsi sastra lisan dalam cerita rakyat Datu Kuning di Desa Tanah Kuning Kabupaten Bulungan dengan menggunakan kajian struktural. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan data penelitian ini, yaitu tokoh masyarakat di Desa Tanah Kuning yang mengetahui cerita rakyat tentang Datu Kuning. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini di antaranya, yaitu observasi, wawancara, teknik rekam, teknik catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahan analisis, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian ini yaitu pertama: alur yang digunakan dalam cerita rakyat Datu Kuning di Desa Tanah Kuning Kabupaten Bulungan adalah alur maju. Kedua: tokoh dalam cerita rakyat Datu Kuning di Desa Tanah Kuning Kabupaten Bulungan meliputi tokoh utama yaitu Datu Kuning dan Datu Mahkota tokoh tambahan yaitu Datu Badaruddin. Ketiga: latar dalam cerita rakyat Datu Kuning di Desa Tanah Kuning Kabupaten Bulungan menggunakan latar tempat terbagi menjadi 20, latar waktu terbagi menjadi 12, dan latar sosial budaya terbagi menjadi 8. Keempat: tema dalam cerita rakyat Datu Kuning di Desa Tanah Kuning Kabupaten Bulungan menggunakan tema kerajaan. Kelima: fungsi cerita rakyat Datu Kuning di Desa Tanah Kuning Kabupaten Bulungan yaitu terdapat 4 fungsi mendidik, 3 fungsi menyimpan budaya, 3 fungsi motivasi, dan 2 fungsi rekreasi. Total data yang di peroleh dari keseluruhan sebanyak 57 Data.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh jumlah angkatan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan upah minimum Kabupaten terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan data time series tahun 2012 sampai tahun 2021. Dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda menggunakan SPSS 25.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel jumlah angkatan kerja dan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, variabel upah minimum Kabupaten berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka, serta variabel jumlah angkatan kerja, pertumbuhan ekonomi, dan upah minimum Kabupaten berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Nunukan.
.
.
.
Abstrak Faktor penghambat produksi ikan pada kegiatan pembenihan dan pembesaran yang disebabkan adanya infeksi bakteri menyebabkan rendahnya tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon ikan lele (Clarias gariepinus) yang diberi pakan tepung kunyit (Curcuma domestica) dan hormon tiroksin yang diuji tantang dengan bakteri Aeromonas hydrophilla. Penelitian terdiri dari empat pelakuan penambahan tepung kunyit 0 gr/kg dan hormone tiroksin 0 mg/kg (P0); tepung kunyit 4,8 gr/kg (P1); hormon tiroksin 0,1 mg/kg (P2), tepung kunyit 4,8 gr/kg dan hormon tiroksin 0,1 mg/kg (P3), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi respon makan, aktivitas renang, warna ikan, kelangsungan hidup, panjang mutlak, bobot mutlak dan kualitas air dan data dianalisis secara deskriptif, Ikan yang dipelihara selama 90 hari selanjutnya diuji tantang dengan bakteri A. hydrophila selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pertumbuhan bobot P0(8.13±0.19g) berbeda nyata dengan P1(21.60±2.29g), P2(20.88±0.35g), P3(22.54±1.67g). Hasil pengamatan panjang terdapat perbedaan sebesar P0(5.94±0.23cm) Berbeda nyata dengan perlakuan P1(12.50±0.58cm), P2(12.05±0.26cm), P3(12.71±0.37cm). Gejala klinis menunjukkan terjadi infeksi bakteri Pada P1,P2,P3 didapatkan kelulus hidupan tertinggi P1(95.40±4,00%), P2(97.92±3.60%), P3(97.78±3.84%), dan P0(88.11±5.70%). Hasil pengukuran kualitas air meliputi suhu 270C-290C, pH 6-7 dan amoniak 2,730 mg/l. Pemberian 4,8 gr/kg tepung kunyit dan hormon troksin 0,1 mg/kg pada pakan memberkan hasil yang siknifikan pada peningkatan imunitas dan pertumbuhan bobot dan panjang ikan lele dumbo (C. gariepenus).
Jermal adalah alat penangkapan ikan/udang yang terdiri dari tiang-tiang pancang yang merupakan sayap, jaring tugu, dan rumah tugu dan biasa disebut sebagai stownet. Jermal yaitu tipe jaring berbentuk kantong dipasang dengan bukaan mulut menghadap arus pasang surut, bersifat pasif dan menetap pada daerah penangkapan tertentu. Hasil tangkapan tugu di Perairan Muara Ancam kabupaten Bulungan adalah ikan dan udang. Efektifitas lama perendaman dalam proses penangkapan tugu akan meningkatkan hasil tangkapan, maka perlu penelitian agar pengoperasian tugu bisa lebih efektif. Tujuan penelitian untuk menjelaskan jenis hasil tangkapan setiap perlakuan lama perendaman (soaking time). Hasil penelitian penangkapan alat tangkap jermal dengan metode perlakuan lama perendaman dilakukan dengan perendaman 4 jam, 5 jam, dan 6 jam. Sebanyak 8 kali sampling mengunakan 3 jaring tugu sesuai perlakuan setiap samplingnya. Perlakuan 1 (4 jam) hasil tangkapan total sebesar 4,4 gram, perlakuan 2 (5 jam) hasil tangkapan 46,2 gram, perlakuan 3 (6 jam) hasil tangkapan 56,4 gram. Lama perendaman berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan dengan nilai sig 0,002.
Ikan selangat pada umumnya hidup di pesisir lautan dan tergolong ikan demersal yaitu ikan yang hidup dan makan di dasar laut dan sungai. Penangkapannya menggunakan purse seine, payang, jermal, jaring insang dan pukat tepi serta jaring dogol, namun penelitian ini menggunakan alat tangkap Gillnet. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerangkan ciri / karakteristik morfometrik meristik dan rasio ukurannya serta menguraikan dan menjelaskan Hubungan Panjang Berat (HPB) yang mendeskripsikan sifat pertumbuhan. Penelitian ini mengunakan metode pendekatan deksriptif kualitatif dan kuantitatifdengan kegiatan observasi. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan dari bulan Desember 2021 sampai Januari 2022. Pengukuran morfometrik sampel ikan selangat terhadap total sampel sebanyak 24 ekor dengan penghitungan sampel 3 ekor pada setiap sampling selama penelitian dilakukan 8 kali sampling. Penghitungan analisa hubungan panjang berat menggunakan total sampel sebanyak 2290 sampel ikan selangat (Anodontostoma sp.). Hasil penelitian ini terdapat 24 karakter morfometrik dan 7 karakter meristik. Ukuran Panjang Cagak (PC) dan Panjang Baku (PB) sebesar 0.8 kali dari Panjang Total (PT). Hubungan panjang berat ikan selangat menunjukan pertumbuhan allometrik positif. Pengukuran kualitas air di lokasi penelitian masih cukup baik dan dapat mendukung kehidupan ikan, khususnya bagi kehidupan ikan selangat (Anodontostoma sp). Selangat fish (Anodontostoma sp.) generally inhabit the coastal waters amd are classified as demersal fish, that inhabit and eat on the bottom of the sea and are rivers. They are caught using purse seine, drif gillnet, trawl, gillnet and edge trawl and Danish seine, but this study made use off gillnet fishing gear. This study aims to analyse and determine the morphometric caracteristics of the Selangat fish, their size ratio, and explain the Length-Weight Relationship (LWR) which helps to describe the nature of growth. The descriptive qualitative and qualitative research methods with observation was carried out. The present study was conducted for two months, from Desember 2021 to January 2022. Morphometric measurement was teken on 24 Selangat fish samples with 3 fish counted at each sampling. There were a total of 8 sampling times during the study. Calculation of the length-weight relationship analysis used a total sample of 2290 Selangat fish (Anodontostoma sp.). the result of this study determined 24 morphometric and 7 meristic characteristics. The fork legth (FL) and standard legth (SL) was 0.8 times the total legth (TL). The legth-weight relationship of Selangat fish showed positive allometric growth. Regarding the measurement result, the water quality is classified as sufficient and can support fish life, especially for Selangat fish (Anodontostoma sp.).
Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) merupakan salah satu komoditi perikanan yang memiliki potensial dalam menghasilkan devisa bagi negara dan mampu mensejahterakan masyakat perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian pakan alami yang berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) dan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan maggot terhadap pertumbuhan dan status kesehatan ikan Koi. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2022 betempat di Mini Hatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Prosedur penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu : Kontrol : pakan buatan, P1 : Pemberian pakan alami Maggot, P2 : Pemberian pakan alami cacing sutra, P3 : Pemberian pakan alami kutu air. Frekuensi pemberian pakan dilakukan 3 kali sehari yaitu pukul 08.00 WIB, siang hari pukul 12.00 WIB, dan sore hari pukul 16.00 WIB. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan terbaik pada pertumbuhan Panjang yaitu pada perlakuan (cacing sutra). Pertumbuhan panjang merupakan pertambahan ukuran panjang benih ikan Koi dari waktu ke waktu sedangkan perlakuan terbaik pada perumbuhan Berat yaitu (Kontrol) Pertumbuhan berat mutlak merupakan salah satu laju pertumbuhan spesifik digunakan untuk mengetahui bagaimana kemampuan ikan dapat tumbuh selama masa berlangsungnya pemeliharaan.
Avicennia marina adalah salah satu jenis mangrove yang masuk ke dalam kategori mangrove mayor. Status tersebut menyebabkan Acennia marina hampir selalu ditemukan pada setiap ekosistem mangrove. Serasah daun mangrove merupakan tergolong sampah organik, bahan organik tersebut di perlukan sebagai sumber makanan bagi organisme di ekosistem tersebut..Skeletonema costatum adalah salah satu fitoplankton yang memiliki enzim autolysis sendiri yang mudah dicerna oleh larva dan tidak mengotori media budidaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak serasah daun mangrove Avicennia marina terhadap laju pertumbuhan fitoplankton Skeletonema costatum. Analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.Ulangan tersebut di lakukan untuk mengurangi bias data yang diperoleh, Adapun dosis yang digunakan adalah Perlakuan A 0,5 ml, B 1,5 ml, C 2,5 ml,(K) 0 ml Data pertumbuhan yang diperoleh, selanjutnya dilakukan uji normalitas dan homogenesis. Kemudian dilakukan uji One way (ANOVA). Dari hasil uji statistik analisi of variance (ANOVA) menunjukan bahwa perlakuan pemberian pupuk organik menggunakan serasah daun mangrove pada media kultur tidak memberikan pengaruh secara nyata pada pertumbuhan S.costatum. Nilai rata-rata kepadatan sel tertinggi terjadi pada perlakuan C yaitu pada hari ke-4 sebesar 118.173 sel/ml/, diikuti pada perlakuan B sebesar 112.158 sel/ml, disusul nilai kepadatan sel pada perlakuan A sebesar 98.142 sel/ml dan nilai kepadatan sel terendah pada perlakuan K sebesar 96.134. Kisaran suhu selama penelitian adalah 26 – 27°C. Kisaran ini sangat mendukung pertumbuhan Skeletonema costatum
Salah satu upaya meningkatkan kualitas pelet adalah melakukan pengkayaan. Pengkayaan pelet melalui penambahan berbagai senyawa, seperti vitamin, mineral, dan tumbuhan herbal baik berupa serbuk maupun ekstrak telah banyak dilaporkan para peneliti. Tumbuhan karamunting merupakan herbal yang memiliki pengaruh positif pada pertumbuhan benih udang windu. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh pengkayaan pada pakan pelet dengan ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan benur udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara di tambak tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, terdiri dari dua perlakuan dan lima ulangan, yakni; perlakuan kontrol pemberian pellet tanpa ekstrak daun karamunting dan perlakuan pengkayaan pakan pellet dengan ekstrak daun karamunting sebanyak 150 mg/kg. Pakan yang diberikan sebesar 5 % dari biomassa populasi, frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari. Pemeliharaan dilakukan selama 3 bulan (90 hari). Parameter penelitian yang diamati adalah hasil uji T, menunjukkan respon pertumbuhan yang lebih baik terhadap laju pertumbuhan udang windu yang diberikan pakan pelet yang telah diperkaya ekstrak daun karamunting sebesar 5,13%. Pengkayaan daun karamunting dapat mempengaruhi laju pertumbuhan udang windu dibandingan dengan perlakuan kontrol. Tingkat kelangsungan hidup (SR) dari pemeliharaan udang windu di akhir penelitian menunjukkan nilai yang berbeda nyata antar perlakuan. Tingkat kelangsungan hidup benur udang windu berkisar 49-61%. kontrol sebesar 61%, perlakuan ekstrak sebesar 49%. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama penelitian, pengkayaan pakan pelet dengan penambahan ekstrak daun karamunting dapat mempengaruhi laju pertumbuhan udang windu Penambahan ekstrak daun karamunting memberikan respon yang positif pada pertumbuhan udang windu.
PEMANFAATAN DAUN TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) MENJADI OLAHAN MAKANAN YANG KAYA AKAN ANTIOKSIDAN DAN PROTEIN Abstrak Diversifikasi pangan menjadi salah satu solusi dalam mempertahankan kedaulatan pangan. Usaha yang dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan yaitu dengan memanfaatkan potensi tanaman kelor (Moringa oleivera) menjadi olahan makanan yang kaya akan antioksidan dan protein. Daun kelor (Moringa oleifera) memiliki fungsi yang sangat baik terhadap kesehatan seperti anti-hipertensi, anti kanker dan antimikroba. Penggunaan tepung daun kelor dapat digunakan sebagai prevensi untuk penyakit diabetes mellitus. Serbuk daun kelor berperan dalam memperbaiki sistem imun dan kandungan zat-zat bioaktif kelor yang telah dianalisa adalah beta carotene yang berfungsi sebagai phagocitotic activity. penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun kelor menjadi olahan makanan (kue kering) yang kaya antioksidan dan sumber protein. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pangan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian satu faktor dengan total 4 perlakuan yang di ulang sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 24 satuan percobaans. Perlakuannya yaitu P0 = control (Tanpa penambahan tepung kelor), P1 = 30 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu, P2 = 60 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu, P3 = 90 gram tepung daun kelor + 200 gram terigu. Data yang diperoleh dianalis sidik ragam dan di uji lanjut dengan uji beda nyata jujur taraf 5%. Berdasarkan hasil uji protein membuktikan dengan penambahan tepung kelor menambah nilai protein dan aktivitas antioksidan dari kue kering.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ragam Bahasa Indonesia yang muncul serta mendeskripsikan karakteristik dari ragam Bahasa Indonesia yang digunakan oleh siswa terhadap guru pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan dengan Kajian Sosiolinguistik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang di peroleh dari penelitian ini berupa tuturan siswa terhadap guru dalaam proses pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII SMP Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Nsional Plus Indo Tionghoa Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu metode simak dan teknik lanjutannya yaitu teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik sadap, teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian ini berupa tuturan yang termasuk dalam ragam resmi, ragam santai, ragam akrab serta karakteristik dalam ragam resmi, ragam santai dan ragam akrab. Data dalam penelitian ini berjumlah 41 data, diantaranya yaitu: ragam resmi terdiri dari 3 data, ragam santai terdiri dari 37 data dan ragam akrab terdiri dari 1 data. Pemahaman dan kesadaran siswa dalam menggunakan ragam resmi dalam proses pembelajaran masih sangat kurang. Ragam santai paling sering digunakan karena ragam ini dapat membangun suasana percakapan yang santai sehingga proses komunikasi tidak berlangsung kaku.
Kesulitan merupakan suatu kendala dalam menyelesaikan suatu masalah, kesulitan dalam proses penyelesaian soal matematika dapat diketahui dengan cara memberikan pertanyaan berupa tes atau soal tentang materi yang sudah dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikam kesulitan siswa kelas VI-C SDN 017 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika materi pecahan serta faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara dan angket dengan siswa berdasarkan tingkat kesulitan sedang dan tingkat kesulitan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami siswa yaitu: a) kesulitan siswa dalam menggunakan konsep dikarenakan siswa langsung menjumlahkan/mengurangkan pembilang, siswa tidak mengetahui konsep mencari KPK dari dua atau lebih bilangan pecahan berpenyebut berbeda sehingga hanya mengalikan silang dua bilangan pecahan tersebut; b) kesulitan siswa dalam menggunakan prinsip dikarenakan siswa tidak dapat mengoperasikan perkalian pembilang, keliru ketika menjumlahkan atau mengurangkan pembilang, salah dalam menentukan KPK disebabkan ketidaktelitian serta kekeliruan ketika menghitung kelipatan, salah menentukan operasi hitung yang digunakan; c) kesulitan subjek dalam menyelesaikan masalah verbal dikarenakan siswa tidak memahami istilah-istilah khusus yang terdapat pada soal cerita, hanya terfokus pada angka saja sehingga salah ketika menerjemahkan ke dalam model matematikanya, serta tidak dapat melakukan penarikan kesimpulan. Adapun faktor penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika yaitu: a) faktor internal pada aspek kemampuan menyelesaikan soal merupakan faktor tertinggi penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika; b) faktor eksternal dalam lingkungan keluarga, presentase tetinggi penyebab kesulitan terdapat pada aspek perhatian keluarga, sedangkan dalam lingkungan sekolah, presentase tertinggi terdapat pada aspek metode guru.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa puzzle yang dikembangkan pada materi Tema 1 Hidup Rukun Subtema 2 Hidup Rukun dengan Teman Bermain. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) berdasarkan model pengembangan Borg and Gall dalam Sugiyono yang telah disederhanakan menjadi 6 tahapan sesuai kebutuhan, yaitu: 1) potensi dan masalah; 2) pengumpulan data; 3) desain produk; 4) validasi desain; 5) revisi desain; 6) uji coba produk. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas II SDS Muhammadiyah III Al-Hilal Tarakan sebanyak 8 orang siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, lembar validasi ahli dan lembar angket respon siswa. Media puzzle yang dihasilkan terbuat dari papan duplex dan dilengkapi buku pendamping. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 84% berada pada kriteria sangat layak, hal ini dikarenakan materi pada media puzzle sudah sesuai dengan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli bahasa sebesar 87,5% berada pada kriteria sangat layak, hal ini dikarenakan ketepatan ejaan penulisan sudah sesuai dan kalimat yang digunakan mudah dipahami. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 91,6% berada pada kriteria sangat layak, hal ini dikarenakan bahan puzzle aman digunakan siswa, tampilan cara penggunaan media, cover dan isi pada buku pendamping menarik dan sudah sesuai. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli praktisi sebesar 95% berada pada kriteria sangat layak, hal ini dikarenakan media puzzle mudah digunakan, dan meningkatkan antusias siswa dalam belajar. Kemudian angket respon siswa pada uji coba produk sebesar 98,75% berada pada kriteria sangat menarik, hal ini dikarenakan media puzzle membuat siswa lebih aktif belajar sambil bermain sehingga materi lebih berkesan untuk diingat. Berdasarkan hasil validasi ahli dan angket respon siswa menunjukkan bahwa media puzzle sangat layak dan menarik untuk digunakan sebagai media pembelajaran.
-
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait eksternalitas positif dan ekternalitas negatif dari adanya aktivitas pertambangan yang dilakukan di desa Apung dan desa Tanjung Agung oleh PT. Pesona Khatulistiwa Nusantara di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Melalui aspek ekonomi, sosial dan lingkungan peneliti melihat dampak-dampak yang dirasakan oleh masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam peneitian ini adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner yang dibagikan pada responden. Dalam penelitian ini mengambil 100 Purposive Quoted Sampling yaitu dari sampel responden masyarakat, terdiri dari 30 responden key persons, dan masyarakat sebanyak 70. Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif kualitatif. Hasil penelitian bahwa berdasarkan hasil kuesioner yang telah dibagikan kepada 100 responden, dengan menggunakan metode perhitungan distribusi frekuensi persentase eksternalitas positif memiliki nilai 55,98% sedangkan nilai eksternalitas negatifnya 44.02%. Hal ini menunjukan adanya dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat desa Apung dan Tanjung Agung dengan adanya Pertambangan ini. Berdasarkan tiga aspek yang diteliti dalam penelitian ini masing-masing memiliki nilai eskternalitasnya dimana aspek ekonomi eksternalitas positifnya 86,33%, eksternalitas negatif dari aspek sosial 54,06% dan eksternalitas negatif dari aspek lingkungan 90,04%.
.
Udang windu merupakan komoditas andalan di Kota Tarakan, dikarenakan udang memiliki beberapa keunggulan yakni kandungan gizi yang tinggi, ukuran panen yang relatif besar dan memiliki cita rasa yang manis dan gurih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder pada ekstrak kulit buah pepaya dan menentukan dosis terbaik ekstrak kulit buah pepaya dalam menghambat pertumbuhan bakteri V. parahaemolyticus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Ekstraksi kulit buah pepaya dilakukan dengan metode maserasi menggunakan alkohol 70%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 10%, 20% dan 30%. Kontrol positif yang digunakan adalah tetracycline dan kontrol negatif aquadest. Uji aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro dengan metode difusi cakram. Uji kualitatif senyawa fitokimia menunjukkan kulit pepaya mengandung senyawa Alkaloid, Flavonoid, Fenol hidrokuinon, dan Tanin. Hasil uji in vitro menunjukkan ekstrak kulit buah pepaya (C papaya) pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan diperoleh rata – rata diameter hambatan secara berturut – turut sebesar 7.00 mm, 1.85 mm dan 4.50 mm. Anilisis data menggunakan ANOVA dengan uji F dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil yang diperoleh menunjukkan zona hambat terbesar pada konsentrasi 10% dengan nilai 7.00 mm. Sehingga diketahui dosis terbaik terbaik ekstrak kulit buah pepaya terletak pada konsentrasi 10%.