Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.832 item publik

Publikasi

Halaman 190 dari 342

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESPON TIME TENAGA KESEHATAN DI RUANG IGD RSU KOTA TARAKAN

WAHYU SURANI
2023 · Book · Open Access

Instalasi gawat darurat (IGD) merupakan pintu utama untuk masuknya pasien dengan kondisi emergency. Salah satu indikator keberhasilan penanggulangan pasien gawat darurat adalah kecepatan memberikan pertolongan yang memadai atau respon time. Respon time yang cepat akan tercapai dengan dukungan dari faktor-faktor, baik faktor internal (pelatihan, masa kerja, pendidikan) maupun faktor eksternal (ketersediaan alat dan obat, dan beban kerja). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan respon time tenaga kesehatan di Ruang IGD RSU Kota Tarakan. Desain dalam penelitian adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 38 tenaga kesehatan yang bertugas di Ruang IGD RSU Kota Tarakan. Analisis data menggunakan analisis Kendal Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ada hubungan antara faktor internal (pelatihan dan lama masa kerja), faktor eksternal (ketersediaan alat dan obat-obatan) dengan respon time tenaga kesehatan di RSU Kota Tarakan. Sedangkan, faktor internal (tingkat pendidikan) dan faktor eksternal (beban kerja) tidak berhubungan secara bermakna dengan respon time tenaga kesehatan di RSU Kota Tarakan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak rumah sakit agar terus mengikutsertakan petugas dalam berbagai kegiatan pelatihan yang dapat menunjang pengembangan kompetensi petugas, dan dapat menjamin ketersediaan alat dan obat-obatan yang mungkin sering dibutuhkan oleh petugas.

Analisis Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi terhadap Kepatuhan Kontrol di Rumah sakit Umum Kota Tarakan

MURLIANA
2023 · Book · Open Access

Analisis Tingkat Pengetahuan Pasien Hipertensi Terhadapa Kepatuhan Kontrol Di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Abstrak Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena gejalanya tidak terlihat dan baru terlihat saat masalah muncul. Semakin tinggi tekanan darah, maka semakin besar risiko terjadi komplikasi, juga dapat menimbulkan komplikasi bila tidak dideteksi secara dini dan mendapatkan pengobatan yang memadai. Mengurangi angka hipertensi dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan sehingga pasien hipertensi patuh dalam melakukan pengobatan dan kontrol secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien hipertensi terhadap kepatuhan kontrol. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain quasy experiment pre test-post test control group desain. Jumlah sampel 36 responden,18 responden kelompok intervensi dan 18 responden kelompok kontrol dengan teknik sistematis sampling. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Pada kelompok intervensi diperoleh hasil p=0.005 yang artinya ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi. Sedangkan pada kelompok kontrol mendapatkan nilai p=0.549 yang artinya tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Hasil pengukuran tingkat pengetahuan pretes dan posttes pada responden kelompok intervensi mengalami peningkatan yang signifikan dan kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Tingkat kepatuhan pasien hipertensi sebagian besar adalah patuh baik dari kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Hasil penelitian pada kelompok intervensi menyatakan ada hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan kontrol pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan.

PENGEMBANGAN MAJALAH CAPUNG (ODONATA) BERBASIS KONTEKSTUAL DI KOTA TARAKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI KELAS X SMA

MEISARAH
2023 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan majalah capung (odonata) berbasis kontekstual di Kota Tarakan sebagai sumber belajar Biologi Kelas X SMA. Yang layak digunakan berdasakan penilaian para ahli terhadap majalah yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D) dengan desain penelitian model Bord and Gall (1983). Langkah-langkah model Bord and Gall (1983) yang digunakan pada penelitian ini sampai dengan tahap tiga yaitu penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, dan pengembangan produk awal. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil pengembangan produk awal majalah berdasarkan nilai validasi ahli media dengan presentase 73% yang menunjukan kriteria layak, validasi ahli materi dengan presentase 81% yang menunjukan kriteria sangat layak, dan hasil validasi ahli praktisi dengan 92% yang menunjukan kriteria sangat layak. Rata-rata skor dari para ahli sebesar 82%, sehingga majalah capung (Odonata) yang dikembangkan sangat layak dan dapat digunakan sebagai sumber. This study aimed to produce a contextual-based dragonfly magazine (Odonata) in Tarakan for learning Biology sources of the Tenth grade, which is valid to be implemented. This research is Research and Development (R&D) with the Bord and Gall (1983) model research design. The Bord and Gall (1983) model used providing three stages: research and initial data collection, planning, and initial product development. Data analysis used descriptive qualitative and quantitative descriptive approaches. The initial product development result of expert validation based was very appropriate, with a score of 73%, material expert validation showed that the product was a feasible category with 81% valid, and expert practitioner validation indicated that it is very disserving with a score of 92%. The expert judgment means the score is 82%, with the result that the developed Dragonfly magazine (Odonata) is feasible and can be used as a student learning resource.

HUBUNGAN JENIS CAIRAN DAN KEPATUHAN BUNDLES PLEBITIS TERHADAP KEJADIAN PLEBITIS PADA ANAK

NURHAYATI
2023 · Book · Open Access

Penggunaan terapi infus sebagian besar menggunakan akses vena perifer dan hampir semua pasien menerima terapi intravena selama dirawat di rumah sakit. Penyebab kejadian plebitis salah satunya adalah chemical plebitis yaitu plebitis kimia yang terjadi akibat cairan IV yang merusak tunika intima. Salah satu Upaya pencegahan yang dapat menurunkan kejadian plebitis di rumah sakit adalah dengan kepatuhan penerapan bundles plebitis yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan jenis cairan infus dan penggunaan Bundles plebitis terhadap kejadian plebitis. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian seluruh pasien anak rawat inap di anggrek B1 yang mendapatkan terapi infus. Teknik Nonprobablity sampling dan teknik concecutive sampling dengan responden 107 yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan data jenis cairan dan kejadian plebitis dengan uji statistik Chi Square didapatkan nilai p0,05 hasil p=0,003 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis cairan dengan kejadian plebitis pada anak di RSUD dr.H.Jusuf SK, dan perhitungan data kepatuhan plebitis dengan kejadian plebitis dengan chi square test didapatkan nilai p=0,0010,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis cairan dengan kejadian plebitis pada anak di RSUD dr.H.Jusuf SK. Diharapkan dalam pemberian terapi infus sesuai dengan standart prosedur operasional yang sudah ditetapkan dan melakukan pengawasan dalam prosedur pemberian cairan infus dan obat-obatan terutama yang memiliki pH dan tonisitas lebih tinggi untuk mengurangi risiko plebitis.

ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPOTERMI PASCA GENERAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL

HADARIAH
2023 · Book · Open Access

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPOTERMI PASCA GENERAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) RSUD TARAKAN ABSTRAK General anestesi adalah teknik yang sering dijumpai dalam operasi, yakni lebih dari 80% ditemukan 2,5% pasien mengalami komplikasi setelah menjalani anestesi. Jumlah pasien pasca anestesi hampir 30% mengalami kejadian hipotermi. Dampak negatif hipotermi terhadap pasien, antara lain risiko perdarahan meningkat, iskemia miokardium, pemulihan pasca anestesi yang lebih lama, gangguan penyembuhan luka, serta meningkatnya risiko infeksi. Teridentifikasinya faktor-faktor yang berhubungan dengan hipotermi pasca general anestesi di IBS RSUD Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 60 responden pasca general anestesi dengan teknik pengambilan sample consecutive sampling, uji yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan hipotermi pasca general anestesi adalah usia,IMT, jenis kelamin, jenis operasi dan lama operasi di instalasi bedah sentral. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara faktor usia, IMT, jenis kelamin, lama operasi dan jenis operasi dengan hipotermi pasca general anestesi di IBS RSUD dr.H.JuSUF SK

PENGARUH METODE KONSELING MELALUI MEDIA WHATSAPP PADA PASIEN TB TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN

SITI HAMIDAH
2023 · Book · Open Access

PENGARUH METODE KONSELING MELALUI MEDIA WHATSAPP PADA PASIEN TB TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN Abstrak TB masih menjadi permasalahan di seluruh dunia, karena masih menjadi beban morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Prevalensi TB di provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2018 tercatat 1.568 kasus dengan angka kesembuhan 76%, tahun 2019 tercatat 1.789 kasus dengan angka kesembuhan 60% dan tahun 2020 tercatat 984 kasus dengan angka kesembuhan 72%, hal ini menunjukan capaian masih dibawah standar nasional yaitu 85%. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode konseling melalui media WhatsApp pada pasien TB terhadap tingkat kepatuhan pengobatan di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Jenis penelitian kuantitatif dengan pre-experimental design menggunakan pendekatan one-group pre-post test design dengan 21 responden. Diperoleh nilai p (0,0001) 0,05 yang artinya terdapat pengaruh metode konseling melalui media WhatsApp pada pasien TB terhadap tingkat kepatuhan pengobatan. Konseling melalui media WhatsApp berpengaruh meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien TB. WhatsApp diharapkan dapat menjadi media komunikasi antara petugas dan pasien dalam memotivasi kepatuhan pasien TB dalam pengobatan. Kata Kunci : Kepatuhan, Konseling, WhatsApp.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit ginjal kronis pada masyarakat di wilayah pesisir

REGIA NAPITUPULU
2023 · Book · Open Access

Penyakit ginjal kronis merupakan suatu keadaan adanya penurunan fungsi ginjal secara progresif yang terjadi dalam beberapa bulan atau tahun. Secara global, setiap tahun terdapat 850.000 kematian akibat dari penyakit ginjal kronis. Tingginya angka kejadian penyakit ginjal kronis diduga disebabkan oleh beberapa faktor risiko seperti penyakit hipertensi, diabetes mellitus, kebiasaan merokok, konsumsi minuman suplemen, dan gaya hidup. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit ginjal kronis pada masayarakat pesisir. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 68 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor sosiodemografi (usia dan jenis kelamin), penyakit penyerta (hipertensi, diabetes mellitus, dan hiperurisemia), gaya hidup (konsumsi seafood, alkohol, dan kafein) dengan kejadian penyakit ginjal kronis pada masyarakat di wilayah pesisir. Kesimpulan terdapat faktor risiko sosio demografi (usia dan jenis kelamin), terdapat faktor risiko penyakit penyerta (hipertensi, diabetes mellitus, hiperuresemia), terdapat faktor risiko gaya hidup (komsumsi seafood, alcohol, dan kafein) dengan kejadian penyakit ginjal kronis pada masyarakat di wilayah pesisir, tidak ada hubungan faktor sosiodemografi (pendidikan), gaya hidup (komsumsi suplemen), dan riwayat keluarga dengan penyakit ginjal kronis pada masyarakat di wilayah pesisir. Diharapkan masyarakat dapat melakukan pemeriksaan secara berkala terkait tekanan darah, kadar gula, dan kadar asam urat didalam darah, serta dapat mengubah gaya hidup yang lebih positif guna mencegah terjadinya penyakit ginjal kronis.

EFEKTIFITAS ELECTRICAL MUSCLE STIMULATION DENGAN BUERGER ALLEN EXERCISE TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PASIEN ULKUS KAKI DIABETIK

BURHAN
2023 · Book · Open Access

EFEKTIFITAS ELECTRICAL MUSCLE STIMULATION DENGAN BUERGER ALLEN EXERCISE TERHADAP NILAI ANKLE BRACHIAL INDEX PADA PASIEN ULKUS KAKI DIABETIK Abstrak Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi yang tersering dari penyakit DM, dimana terdapat luka pada eskremitas bawah yang berhubungan dengan abnormalitas neurologis, kelainan vaskuler atau peripheral artery disease (PAD). Salah satu pilar dalam penanganan diabetes melitus yaitu latihan jasmani baik secara aktif dengan latihan Buerger Allen Exercise dapat pula secara pasif menggunakan alat Electrical Muscle Stimulation (Veionoplus Arterial) guna meningkatkan nilai ABI. Tujuan penelitian ini yaitu didapatkan hasil perbandingan EMS dan BAE terhadap nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita ulkus kaki diabetic. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan Two Groups Pretest Posttest Design, jumlah sampel sebanyak 26 orang, masing-masing intervensi EMS dan BAE sebanyak 13 orang. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan yang signifikan nilai ABI sebelum dan sesudah diberikan perlakuan EMS dan BAE dan yaitu p 0,05 dan tidak ada perbedaan Electrical Muscle Stimulation (Veionoplus Arterial) dan Buerger Allen Exercise dalam meningkatkan nilai ABI . Simpulan, EMS dan BAE sama-sama efektif dalam meningkatkan nilai ABI, namun BAE merupakan pilihan baik karena mudah, tidak ada biaya dan tidak memiliki risiko. Diharapkan penderita DM melakukan intervensi BAE secara mandiri guna mempercepat penyembuhan UKD

PERAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN PADA ERA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr.H. JUSUF SK PROVINSI KALIMANTAN UTARA

HADIJAH
2023 · Book · Open Access

Komunikasi yang dilakukan antara pasien dan perawat secara professional adalah komunikasi terapeutik yang bertujuan untuk meningkatkan proses penyembuhan dan pemulihan pasien. Komunikasi terapeutik menjadi landasan untuk mendorong kerjasama antar perawat dalam melakukan pengkajian keperawatan kepada pasien. Pasien akan merasa puas ketika kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya sama atau melebihi harapannya dan sebaliknya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa peran komunikasi perawat terhadap tingkat kepuasan pasien.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik yang menghubungkan antar variabel independen dan variabel dependen.Populasi adalah pasien di Instalasi Rawat Inap di RSUD dr.H.JUSUF SK. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah 70 sampel.Instrument penelitian ini adalah kuesioner dengan menggunakan lembar skala likert. Hasil penelitian di analisis dengan menggunakan uji chisquare dengan hasil akhir menggunakan One Sample Kolmogorov Smirnov. Hasil penelitian komunikasi terapeutik berpengaruh amat baik terhadap kepuasan pasien sebesar 15,7 % dengan jumlah responden 11 responden dan komunikasi terapeutik berpengaruh cukup baik terhadap kepuasan pasien sebesar 84.3 % dengan jumlah responden 53 responden dan kurang baik sebesar 8.6% sebesar 6 responden, hasil uji Kolmogorov Smirnov didapatkan signifikansi 0,000 yang berarti nilai P 0,005 yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan ada Peran komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kepuasan Pasien di Era Pandemi Covid 19 pada Pelayanan Keperawatan di RSUD dr.H.JUSUF SK Provinsi Kalimantan Utara.

Pengaruh relakasasi nafas dalam terhadap kecemasan pasien pre operasi fraktur di ruang rawat inap

PURNAMA BANJARNAHOR
2023 · Book · Open Access

Fraktur merupakan terputus atau rusaknya kontinuitas jaringan tulang yang disebabkan oleh tekanan eksternal yang datang lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang. Kecemasan yang berlebihan tersebut dapat mengakibatkan operasi tidak terlaksana atau dibatalkan, selain itu kecemasan dapat meningkatkan tekanan darah pasien. Teknik relaksasi akan menciptakan ketenangan dan mengurangi kecemasan, sehingga klien merasa nyaman. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi Fraktur di ruang rawat inap. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian ini adalah Pre Eksperimental Design dengan One Group Pretest-Postes. Peneliti memberikan pre-test, kemudian peneliti melakukan perlakuan atau treatment Jumlah responden 45 orang dengan menggunakan rumus slovin. Data variabel berdistribusi normal setelah di uji menggunakan kolmogrov simirnov.. Hasil pre-test (sebelum intervensi) yang diperoleh pada kelompok intervensi menunjukkan bahwa terdapat 12 orang mengalami cemas berat dan 9 orang mengalami cemas sangat berat. Setelah dilakukan intervensi relaksasi napas dalam didapatkan hasil terdapat penurunan tingkat kecemasan responden dari 26,7 % (12 orang) menjadi 8,9% (4 orang) untuk tingkat kecemasan berat sedangkan tingkat kecemasan sangat berat dari 20% (9 orang) menjadi 13% (6 orang). Tes post RND responden mengalami penurunan kecemasan dimana didapatkan responden dominan tidak mengalami kecemasan yaitu 23 orang (51,1%), cemas berat 3 orang (6,7%), dan cemas sangat berat 4 orang (8,9%). Uji t menunjukkan nilai signifikan 0.000 ( 0.05) artinya tes awal dan tes akhir mengalami perubahan yang signifikan (berarti). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh relaksasi napas dalam untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien fraktur pre operasi

HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN POSISI TUBUH SAAT BEKERJA DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA PERAWAT DI KAMAR OPERASI BEDAH SENTRAL DANEMERGENCY RSUD Dr. JUSUF S.K

MUHAMMAD SAHRIR
2023 · Book · Open Access

Abstrak Pendahuluan. Low back pain merupakan nyeri yang dirasakan pada punggung bagian bawah. Perawat menjadi profesi yang berisiko terjadinya low back pain, hal ini disebabkan rutinitas beban kerja perawat dan posisi tubuh perawat saat kerja yang tidak sesuai dengan mekanika tubuh. Perawat banyak melakukan kegiatan intervensi keperawatan dengan melibatkan gerakan tubuh seperti mengangkat pasien, memindahkan pasien, membungkukkan badan ketika melakukan tindakan. Kegiatan demikian pula sering dilakukan oleh perawat kamar bedah dalam memberikan perawatan perioperatif di kamar bedah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi adanya hubungan beban kerja perawat dan posisi tubuh saat bekerja dengan kejadian low back pain pada perawat di Kamar Operasi Bedah Sentral dan Emergency Rumah Sakit Umum daerah dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara. Metode, Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling atau seluruh perawat kamar bedah yang berjumlah 62 perawat. Kuesioner yang digunakan untuk mengukur risiko low back pain adalah The Pain and Distress Scale, beban kerja menggunakan kuesioner beban kerja NASA TLX sementara untuk mengukur posisi tubuh menggunakan kuesioner REBA (Rabid Entry Body Assisment). Hasil uji analisis Kendall tau menunjukkan nilai 0,049 atau pvalue 0,05 untuk beban kerja perawat dengan kejadian low back pain dan nilai 0,030 atau pvalue 0,05 untuk posisi kerja dengan keluhan low back pain. Kesimpulan adanya hubungan antara beban kerja perawat dan posisi kerja perawat dengan kejadian low back pain. Manajemen RSUD Jusuf SK perlu mengupayakan adanya kebijakan mengenai pencegahan dan intervensi untuk mengurangi dampak negatif dari low back pain pada perawat agar tidak memberikan efek negatif terhadap kinerja perawat

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRESS KERJA PERAWAT DI KAMAR OPERASI RSUD DR. H. JUSUF SK PROVINSI KALIMANTAN UTARA

DEDY RINALDI
2023 · Book · Open Access

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRESS KERJA PERAWAT DI KAMAR OPERASI RSUD DR. H. JUSUF SK PROVINSI KALIMANTAN UTARA Abstrak Pendahuluan, stress kerja merupakan kondisi yang dihadapi seseorang termasuk perawat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan. Jika tuntutan itu tidak berbanding dengan kesiapan diri perawat maka menimbulkan stres kerja. Stres Kerja dapat disebabkan faktor intrisik, ekstrisik dan faktor individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stress kerja pada perawat di kamar operasi RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.,Metode penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan cross sectional dengan variabel independennya adalah faktor intrisik, ekstrisik dan faktor individu sementara variabel depedennya adalah stress kerja perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling atau seluruh perawat kamar bedah yang berjumlah 62 perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur kedua variabel. Hasil, uji analisis yang digunakan adalah Kendalls tau dan didapatkan hasil pvalue beban kerja: 0,021, rutinitas pekerjaan:,0,023, lingkungan pekerjaan: 0,024, jam kerja: 0,178, hubungan interpersonal: 0,000, peran organisasi: 0,130, pengembangan karir: 0,023, peran pimpinan: 0,024, masalah ekonomi: 0,235, masalah pribadi: 0,043 dan tipe kepribadian: 0,946. Pada penelitian sebelumnya ada yang sesuai dengan hasil penelitian ini namun adapula yang berbeda hasilnya dan umumnya penelitian sebelumnya tersebut, variabel yang diteliti terdiri dari dua sampai lima variabel dan tidak melihat secara keseluruhan dari faktor intrisik, ekstrisik dan faktor individu. Kesimpulan, terdapat beberapa faktor yang berhubungan stres kerja pada perawat seperti beban kerja, rutinitas pekerjaan, lingkungan pekerjaan, hubungan interpersonal, pengembangan karir, peran pemimpin serta masalah pribadi. Kedepannya pihak manajemen RSUD dr. H. Jusuf SK perlu mengeluarkan kebijakan mengenai upaya pencegahan dan intervensi stress kerja pada perawat untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan

Hubungan berat badan bayi terhadap kejadian ikterus neonatorum setelah terjadinya sepsis neonatorum pada bayi baru lahir

PUTRI HASRATATI
2023 · Book · Open Access

Sepsis pada bayi baru lahir (sepsis neonatal) masih merupakan masalah yang belum dapat terpecahkan dalam pelayanan dan perawatan bayi baru lahir. Sepsis pada bayi baru lahir adalah infeksi aliran darah yang bersifat invasif dan ditandai dengan ditemukannya bakteri dalam cairan tubuh seperti darah, cairan sumsum tulang atau air kemih. Kejadian sepsis berat pada bayi baru lahir adalah keadaan sepsis yang disertai disfungsi organ salah satunya hepatologi, ini yang menyebabkan terjadinya ikterus neonatorum pada bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa pengaruh berat badan bayi terhadap kejadian ikterus neonatorum setelah terjadinya sepsis neonatorum pada bayi baru lahir. Jenis penelitian ini adalah pendekatan observasional analitik retrospektif. Populasi adalah semua bayi baru lahir yang dirawat di ruangan perinatologi di RS Umum Kota Tarakan dan telah di diagnosis medis sepsis neonatorum dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian diketahui kejadian ikterus neonatorum setelah terjadinya sepsis neonatorum dengan berat badan lahir rendah (79,7%) lebih besar dari pada kejadian ikterus neonatorum setelah sepsis neonatorum dengan berat badan lahir normal (60,2%). Dari analisis didapat p-value=0,012 sehingga p-value 0,05 dengan rasio prevalensi 6,357. Hal ini berarti bayi dengan berat badan lahir rendah merupakan faktor resiko timbulnya ikterus neonatorum setelah terjadinya sepsis neonatorum di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan tahun 2020 – 2021. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan berat badan bayi terhadap kejadian ikterus neonatorum setelah terjadinya sepsis neonatorum pada bayi baru lahir dan bayi dengan berat badan lahir rendah berpeluang mengalami ikterus neonatorum setelah terjadinya sepsis neonatorum 6 kali lebih besar dibandingkan dengan berat badan lahir normal.

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN LAPARASKOPI DIRUANG PRE OPERASI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN

SAMPE JASIMA RAJA GUK GUK
2023 · Book · Open Access

ABSTRAK Kecemasan adalah respon terhadap situasi tertentu yang mengancam dan merupakan hal normal yang terjadi yang disertai perkembangan, perubahan, pengalaman baru, serta dalam menemukan identitas diri dan hidup. Laparoskopi adalah teknik bedah invasif minimal yang menggunakan alat-alat berdiameter kecil untuk menggantikan tangan dokter bedah melakukan prosedur bedah di dalam rongga perut Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi musik klasik terhadap parubahan tingkat kecemasan pada pasien laparaskopi di ruang pre operasi Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan dalam penetitian ini adalah metode Eksperimental dengan pendekatan quasi experimental dan alat yang digunakan adalah lembar kuesioner dan alat musik MP3 atau handphone dengan populasi semua pasien khususnya pasien laparaskopi diruang pre operasi Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan yang berjumlah 45 responden. Penilitian ini dilakukan bulan Oktober-November 2022. Adapun teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode non probality sampling dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini berdasarkan kecemasan sebelum diberikan terapi musik, pada kelompok kontrol responden yang paling banyak adalah berat sekali 10 orang (66.6%), pada kelompok intervensi 1, responden paling banyak adalah berat 8 orang (53.3%), dan pada kelompok intervensi 2 paling banyak adalah berat sekali 8 orang (53.3%). Hasil uji ANOVA p value dari masing masing kelompok sebesar 0.000 (α0.05). Kesimpulan, ada pengaruh pemberian terapi musik terhadap tingkat kecemasan. Saran, diharapkan menjadi pertimbangan rumah sakit atau perawat untuk menjadikan terapi musik sebagai salah satu intervensi keperawatan dalam membantu meringankan kecemasan pada pasien pre operasi yang mengalami kecemasan.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN RAWAT INAP

MARWAH
2023 · Book · Open Access

ABSTRAK Berdasarkan Undang-undang Nomor 44 Tahun 2009, Rumah sakit memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman, efektif dan bermutu dengan mengutamakan kepentingan pasien. Salah satu pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepentingan pasien adalah dalam hal pelaksanaan perencanaan pulang atau discharge planning. Kegagalan dalam memberikan dan mendokumentasikan Discharge Planning dapat berisiko terhadap beratnya penyakit, ancaman hidup, dan disfungsi fisik. Rancangan penelitian ini adalah analitic correlational dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian berjumlah 110 orang yang dipilih berdasarkan teknik purpsove sampling. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dengan kepatuhan dalam pelaksanaan discharge planning pada pasien rawat inap dengan Pvalue sebesar 0,005 0,05. Perawat yang memiliki pengetahuan kurang memiliki peluang untuk tidak patuh dalam menerapkan discharge planning 3,6 kali lebih tinggi dibandingkan dengan perawat yang memiliki pengetahuan dalam kategori baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi tenaga kesehatan khususnya perawat dalam melaksanakan perannya sebagai edukator, diharapkan lebih meningkatkan pengetahuan khususnya dalam pelaksanaan discharge planning agar dapat melaksanakan discharge planning secara baik.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT PERAWAT ICU-HCU RSUD dr. H. JUSUF SK PROVINSI KALIMANTAN UTARA

MEGAWATI LUBIS
2023 · Book · Open Access

Perawat memegang peranan penting menghadapi masalah kesehatan pasien selama 24 jam. Banyaknya tanggung jawab dan tuntutan yang harus dijalani oleh perawat mengakibatkan profesi perawat rentan mengalami burnout terhadap pekerjaannya. Burnout pada perawat terjadi akibat beban kerja yang tinggi, tingkat ketergantungan pasien terhadap perawat, banyaknya pasien dan kurangnya tenaga perawat. Salah satu ruangan yang memiliki beban kerja yang tinggi adalah ruang perawatan intensive (ICU/HCU), dimana stres yang terjadi dapat diakibatkan tugas yang berlebihan dan kurangnya istirahat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout perawat ICU-HCU di RSUD dr. H.Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain crossectional study dan menggunakan uji chi-square. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat di ruang rawat ICU-HCU RSUD dr. H. Jusuf SK yang berjumlah 34 orang. Penelitian menggunakan Instrumen Kuesioner Masclach Burnout Syndrome (MBI) sebanyak 22 pertanyaan.. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara jenis kelamin , usia, status perkawinan, tingkat Pendidikan, masa kerja denga tingkat burnout perawat dengan nilai p diatas 0,05. Secara umum, hasil tingkat burnout perawat didapatkan perawat dengan burnout ringan dan tidak burnout. Saran untuk penelitian berikutnya adalah agar penelitian ini bisa diteliti lebih mendalam untuk faktor yang lain selain faktor individu.

“Studi Fenomenologi: Pengalaman Perawat dalam Menegakkan Diagnosis Keperawatan berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia Di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan”

YULIANA BATU
2023 · Book · Open Access

Penegakan diagnosis merupakan aspek penting dalam praktik keperawatan. Diagnosis keperawatan telah diterapkan di berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, namun pengetahuan perawat terkait indikator-indikator diagnostik untuk penegakan diagnosis masih perlu ditingkatkan agar penegakan dapat dilakukan secara tepat dan terstandarisasi, serta proses penegakan diagnosis tidak dianggap sulit. SDKI sebagai pedoman perumusan diagnosis keperawatan telah diberlakukan sejak tahun 2017, akan tetapi pada kenyataannya saat ini penerapan diagnosis keperawatan berdasarkan SDKI belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi pengalaman perawat dalam menegakkan diagnosis keperawatan berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI). Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Hasil penelitian ini memunculkan tema antara lain: (1) tantangan baru, (2) perasaan ambivalen, (3) kendala penggunaan SDKI, (4) butuh dukungan eksternal, (5) memudahkan perawat. Penggunaan SDKI memudahkan dalam penentuan diagnosis karena memiliki batasan karakteristik yang telah disesuaikan dengan keluhan pada pasien secara umum. Komite rumah sakit perlu melakukan penyegaran nursing care plan yang disesuaikan dengan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia.

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 7 TARAKAN

ANITA HASRIANI
2023 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 123 siswa di kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner sikap siswa dan kemandirian belajar siswa dan dokumen penilaian akhir semester (PTS) semester genap tahun ajaran 2021/2022. Data yang diperoleh diolah dengan program pengolahan statistik yaitu menggunakan aplikasi SPSS 23.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh secara parsial antara motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Tarakan dengan persamaan regresi Ŷ = 40,181 + 0,350X. Berdasarkan hasil analisis statistik maka dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh positif antara motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika

EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DI SMP FRATER DON BOSCO TARAKAN TAHUN AJARAN 2022/2023

WENCISLAUS OLA DULI
2023 · Book · Open Access

EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DI SMP FRATER DON BOSCO TARAKAN TAHUN AJARAN 2022/2023 ABSTRAK Wencislaus Ola Duli, 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui layanan konseling kelompok efektif terhadap kedisiplinan siswa di SMP Frater Don Bosco Tarakan Tahun Ajaran 2022/2023. Kedisiplinan siswa merupakan suatu tingkah laku yang dapat ditunjukan dengan menaati aturan-aturan yang berlaku yang telah disepakati bersama. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa di SMP Frater Don Bosco Tarakan yang berjumlah 80 siswa dan penarikan sampel yang digunakan Simple Random Sampling yang berjumlah 12 siswa. Pengolahan data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Adapun uji Wilcoxon signed rank test dengan SPSS versi 24.0, hasil analisis data menunjukan bahwa hasil uji hipotesis, nilai signifikansi sebesar (0,002 ˂ 0.05) yang artinya layanan konseling kelompok efektif terhadap kedisiplinan siswa di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Hal tersebut terlihat pada skor pretest yang diperolehan sebesar (17%) dan pada skor posttest sebesar (92%). Kata Kunci: Konseling, Kelompok, Kedisiplinan, Siswa. Mengetahui, Dosen Pembimbing (Siti Rahmi, S.Sos I, M.Pd) NIDN.0028088304

CARA BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 1 TARAKAN YANG MEMILIKI ORANG TUA TUNGGAL

SANJAYA
2023 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara belajar matematika siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Tarakan yang memiliki orang tua tunggal. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa kelas IX yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan triangulasi kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh bahwa subjek tersebut memiliki cara belajar Matematika ketika di rumah, yaitu di dalam pembuatan jadwal dan pelaksanaanya. Subjek membuat jadwal belajarnya di rumah yaitu dengan belajar setiap malam. Dalam pelaksanaannya, subjek melakukannya secara mandiri. Lalu membaca dan membuat catatan matematika. Subjek membaca materi-materi yang ada di buku catatannya serta mengulang bahan pelajaran dengan cara membaca dan mengulang materinya secara terus-menerus. Dalam proses belajar pun subjek membutuhkan konsentrasi ketika mengikuti proses pembelajaran. Subjek selalu mengerjakan tugas yang diberikan guru dari sekolah dan subjek akan merasa tidak tenang ketika ada tugas yang belum terselesaikan. Subjek adalah seorang anak yang memiliki orang tua tunggal namun subjek mempunyai ciri khas tersendiri dimana subjek selalu belajar setiap malam dengan rutin setelah melaksanakan sholat Isya dengan mandiri, subjek selalu berusaha berupaya untuk mengandalkan kemampuannya sendiri dalam menyelesaikan tugas nya walaupun terkadang subjek juga bertanya ketika mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya.