Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

6.831 item publik

Publikasi

Halaman 11 dari 342

PENGARUH PENGGUNAAN LKPD BERBASIS KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 8 PADA MATERI SISTEM EKSKRESI DI SMP MUTIARA BANGSA SEBATIK

NURSYAFIQAH AULIYAH WULANDARI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Lembar Kerja Siswa (LKPD) berbasis konteks terhadap prestasi sains siswa kelas VIII mengenai sistem ekskresi di SMP Mutiara Bangsa Sebatik. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental yang melibatkan grup kontrol non-ekuivalen. Sampel penelitian terdiri dari 24 siswa kelas VIII dari Kelas 8A, yang ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang menggunakan Lembar Kerja Siswa berbasis konteks, dan 23 siswa kelas VIII dari Kelas 8B, yang berfungsi sebagai kelompok kontrol yang menggunakan Lembar Kerja Siswa konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest yang menggunakan soal pilihan ganda pada tingkat kognitif C1–C4. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan ANCOVA Peringkat, dengan ambang batas signifikansi ditetapkan pada 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen adalah 79,17, sedangkan kelompok kontrol mencapai nilai 73,70. Hasil uji Rank ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,797 untuk variabel kelompok, yang melebihi 0,05; oleh karena itu, H₀ diterima dan H₁ ditolak. Akibatnya, penerapan lembar kerja berbasis konteks tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap prestasi belajar sains siswa ketika memperhitungkan kemampuan awal mereka. Nilai prauji, yang berfungsi sebagai kovariat, memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,016, yang lebih kecil dari 0,05.

KEANEKARAGAMAN JAMUR MAKROSKOPIS KAWASAN KONSERVASI HUTAN MANGROVE BEKANTAN (KKMB) KOTA TARAKAN DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

MUSTIKA DEWI PURNAMASARI
2026 · Book · Open Access

Jamur makroskopis merupakan fungi yang memiliki tubuh buah berukuran relatif besar dan dapat diamati secara langsung. Jamur ini dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk ekosistem mangrove yang memiliki substrat berupa kayu lapuk, batang matiKeberadaannya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya salinitas, meskipun beberapa jenis mampu beradaptasi pada salinitas tertentu. Peran utama jamur terlihat dalam proses dekomposisi bahan organik, terutama serasah di lingkungan hutan dan sistem agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jamur makroskopis, kondisi parameter lingkungan, nilai indeks keanekaragaman, serta potensi pemanfaatannya sebagai sumber belajar Biologi di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) Kota Tarakan, dilakukan dengan metode survei eksploratif menggunakan garis transek dan plot berukuran 5 x 5 m pada tiga stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Bekantan (KKMB) ditemukan 169 individu jamur makroskopis yang tergolong ke dalam 13 genus. Jamur yang paling dominan adalah Auricularia. sedangkan genus lain yang ditemukan antara lain Shizophyllum, Trametes, Ganoderma, Daldania, dan Fuscoporia. Sebagaian besar jamur ditemukan pada substrat kayu lapuk yang memiliki kelembapan tinggi sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh buah jamur. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) yang diperoleh sebesar 2,07 yang termasuk kategori sedang. Nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas jamur makroskopis di kawasan penelitian memiliki tingkat keanekaragaman yang cukup baik dengan distribusi individu yang relatif merata dan tidak didominasi secara berlebihan oleh satu spesies tertentu. Kondisi lingkungan berupa suhu, pH tanah, salinitas, intensitas cahaya, dan jenis substrat turut memengaruhi keberadaan jamur lokasi penelitian. Hasil penelitian berpontensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar Biologi SMA kelas X pada Kurikulum Merdeka, khususnya materi keanekaragaman hayati, fungi, dan ekosistem. Pemanfaatan potensi lokal melalui hasil penelitian ini dapat mendukung pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan dekat dengan lingkungan peserta didik.

Pengembangan instrumen complex problem solving peserta didik pada materi lingkungan di smp wilayah pesisir kota tarakan

QUEENSHELLA RISTY AFIANI
2026 · Book · Open Access

Kemampuan complex problem solving (CPS) merupakan salah satu keterampilan penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan melalui pembelajaran sains, khususnya pada materi lingkungan yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Namun, ketersediaan instrumen yang mampu mengukur kemampuan CPS peserta didik SMP dalam konteks lingkungan pesisir masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan instrumen CPS yang memenuhi kriteria valid dan reliabel pada materi lingkungan bagi peserta didik SMP di wilayah pesisir Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pengembangan instrumen mengacu pada lima indikator CPS, yaitu complexity of the problem situation, connectivity between involved variables, dynamics of the situation, intransparency, dan polytely. Instrumen awal terdiri atas 40 soal pilihan ganda dan 20 soal esai yang disusun berdasarkan permasalahan lingkungan pesisir Kota Tarakan. Uji coba dilakukan kepada 57 peserta didik SMP Negeri 10 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui validasi ahli dan uji coba instrumen, kemudian dianalisis untuk mengetahui validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33 soal pilihan ganda dan seluruh 20 soal esai memenuhi kriteria valid. Nilai reliabilitas yang diperoleh sebesar 0,736 untuk soal pilihan ganda dan 0,751 untuk soal esai. Dengan demikian, instrumen CPS yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel serta layak digunakan dalam pengukuran kemampuan CPS peserta didik pada materi lingkungan.

PENGEMBANGAN MEMBRAN BIOFILTER SEBAGAI FILTRASI MIKROPLASTIK DARI RUMPUT LAUT DI KOTA TARAKAN

NAUFAL LUTHFI ASA
2026 · Book · Open Access

Mikroplastik merupakan salah satu pencemar perairan yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap ekosistem akuatik, sehingga diperlukan teknologi penyisihan yang efektif dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan membran biofilter berbahan rumput laut Kappaphycus alvarezi dan polivinil alkohol (PVA) serta mengevaluasi kemampuan berbagai formulasi membran dalam menyisihkan mikroplastik. Penelitian dilaksanakan pada Januari-Juli 2026 menggunakan metode eksperimental dengan lima formulasi rumput laut:PVA, yaitu 0:5, 1:3, 1:4, 1,5:3,5, dan 2:3, masing-masing dengan tiga ulangan. Jumlah mikroplastik awal ditetapkan secara estimatif sebesar 79,6 partikel per 20 L berdasarkan kelimpahan rata-rata 3,98 partikel/L. Kinerja membran dievaluasi berdasarkan jumlah mikroplastik yang tertahan, retensi estimasi, jumlah mikroplastik pada filtrat, efisiensi penyisihan estimasi, dan koefisien variasi. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan one-way ANOVA atau uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 0:5 menghasilkan efisiensi penyisihan estimasi tertinggi sebesar 87,02 +/- 3,84%, tetapi menunjukkan variasi retensi yang relatif tinggi. Formulasi 1:3 merupakan formulasi paling prospektif di antara membran yang mengandung rumput laut, dengan rata-rata mikroplastik tertahan sebesar 56,67 +/- 6,11 partikel, retensi estimasi 71,19 +/- 7,68%, efisiensi penyisihan estimasi 82,83 +/- 2,62%, serta koefisien variasi terendah sebesar 10,78%. Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan kinerja antarformulasi belum signifikan pada taraf alpha = 0,05. Dengan demikian, formulasi rumput laut:PVA 1:3 memiliki potensi paling baik secara deskriptif sebagai membran biofilter berbasis rumput laut untuk penyisihan mikroplastik, meskipun masih diperlukan optimasi komposisi dan karakterisasi struktur membran lebih lanjut.

Uji Aktivitas Antioksidan Senyawa Astaxanthin Yang Diisolasi Dari Kulit Udang Windu ( Penaeus monodon) Menggunakan Pelarut Hexana: isopropanol

HAFIS YAHYA
2026 · Book · Open Access

ABSTRAK Kulit udang windu (Penaeus monodon) merupakan limbah hasil perikanan yang melimpah dan berpotensi sebagai sumber astaxanthin, sebuah senyawa karotenoid dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Penelitian ini bertujuan mengekstraksi astaxanthin dari kulit udang windu yang ada di Kota Tarakan menggunakan pelarut hexana: isopropanol (3:2) serta menguji potensi antioksidannya. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut hexana: isopropanol (3:2 v/v) selama 3 hari, pada suhu ruang ekstrak dikarakterisasi kadar astaxanthinnya menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 476 nm, aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode ABTS (2,2'-azino-bis (3ethylbenzothiazoline-6-sulfonic acid)) pada panjang gelombang 741 nm dengan Trolox sebagai standar pembanding. Hasil penelitian menunjukkan kadar astaxanthin yang diperoleh dengan nilai rata rata 104,77 µg/g ± 11,93 µg/g. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode ABTS menunjukkan bahwa ekstrak astaxanthin dari kulit udang windu memiliki nilai % inhibisi sebesar 11,63% dengan nilai TEAC (Trolox Equivalent Antioxidant Capacity) sebesar 0,0721 µmol TE/g sampel kering. Kombinasi pelarut hexana dan isopropanol terbukti efektif mengisolasi astaxanthin dari limbah kulit udang. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai potensi pemanfaatan limbah kulit udang windu sebagai sumber antioksidan alami bernilai ekonomi tinggi, sekaligus solusi pengelolaan limbah perikanan yang lebih berkelanjutan.

PENGARUH KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR TERHADAP SISWA FIXED MINDSET DI SMP MUHAMMADIYAH 1 TARAKAN

MUHAMMAD DWI ANUGRAH FEBRIANTO
2026 · Book · Open Access

This study aims to determine the effect of group counseling using Rational Emotive Behavior Therapy (REB) techniques on students with a fixed mindset at SMP of fixed mindset tendencies among students, such as a fear of facing challenges, a tendency to give up easily, and a negative attitude toward criticism. The study employed a quantitative experimental method using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 5 students selected through purposive sampling based on fixed mindset criteria and recommendations from the guidance counselor. Data were collected using a fixed mindset Likert scale (26 valid items) and analyzed using a paired-sample t-test. The results showed a significant decrease after five counseling sessions. On the pretest, all students (100%) were in the high category; on the posttest, 4 students (80%) were in the low category, and 1 student (20%) was in the moderate category, with the mean score decreasing from 86.00 to 46.60 (t 16.561; p=0.000 0.05). It was concluded that group counseling using the REB technique is effective in reducing students' fixed mindsets and can be used as one of the techniques in guidance and counseling services.

STRATEGI PENYULUHAN PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN USAHATANI HORTIKULTURA DI KELURAHAN MAMBURUNGAN TIMUR KECAMATAN TARAKAN TIMUR

MUHAMMAD SYAFIQ AZIZ
2026 · Book · Open Access

Usahatani hortikultura berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan, gizi, dan pendapatan masyarakat, termasuk di Kelurahan Mamburungan Timur, Kecamatan Tarakan Timur. Namun, penyuluhan pertanian di wilayah ini belum optimal karena rendahnya partisipasi petani, terbatasnya pemanfaatan media digital, jumlah penyuluh, kebiasaan berusahatani turun-temurun, dan beban administrasi penyuluh. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi penyuluhan pertanian dalam meningkatkan usahatani hortikultura. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 16 responden petani dan ketua kelompok tani serta 1 penyuluh pertanian sebagai key informan. Analisis data menggunakan SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal memiliki nilai IFAS sebesar 1,24, dengan kekuatan berupa penguasaan materi, kemampuan komunikasi, kesesuaian metode, dan intensitas penyuluhan, sedangkan kelemahannya meliputi rendahnya partisipasi petani dan terbatasnya pemanfaatan media digital. Faktor eksternal memiliki nilai EFAS sebesar 1,14, dengan peluang berupa metode partisipatif, media digital, pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya, dan komunikasi dua arah, sedangkan ancamannya berupa kebiasaan pertanian turun-temurun, beban administrasi penyuluh, dan informasi media sosial yang tidak terverifikasi. Nilai X sebesar 1,24 dan Y sebesar 1,14 menempatkan strategi pada Kuadran I (SO). Strategi diarahkan pada pemanfaatan kekuatan penyuluh melalui metode partisipatif, demonstrasi, media digital, komunikasi dua arah, serta pelibatan petani utama atau penyuluh swadaya untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan dan usahatani hortikultura.

ANALISIS STRUKTUR SEKRETORI DAN HISTOKIMIA TERPENOID RIMPANG PADA FAMILI ZINGIBERACEAE SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

SYAFIRAH FARHANI
2026 · Book · Open Access

Rimpang dari Familı Zingiberaceae dikenal sebagai sumber rempah, obat tradisional, dan golongan senyawa bioaktif, misalnya terpenoid umumnya senyawa metabolit terakumulasi pada struktur khusus yang disebut dengan struktur sekretori Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tipe sel sekretori, menganalisis ukuran dan kerapatan selnya, mendeskripsikan kandungan terpenoid melalui ujı hıstokimia, serta mengkaji potensi hasilnya sebagai sumber belajar biologi. Sampel berupa rimpang kunyit putih (Curcuma zedoaria), kunyit kuning (Curcuma longa), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), jahe merah (Zingiber officinale var rubrum), jahe putih (Zingiber officinale vat, amarum), dan kencur (Kaempferia galanga). Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui sayatan melintang tangan bebas, pengamatan mikroskopis, dan ujı histokımia menggunakan reagen kupri asetat 3-5% dengan tiga kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa sel idioblas merupakan satu-satunya struktur sekretori pada keenam rimpang, tanpa trikoma kelenjar, rongga sekretori, maupun saluran sekretori. Sel idioblas terbesar dijumpai pada kencur (609,18 = 48,95461,67± 41,05 µm) dan terkecil pada temulawak (393,25 + 102,39×362,51 + 111,28 µm) Kerapatan tertinggi terdapat pada kunyit kuning (31,33 ± 1,15 mm²) dan terendah pada kencur (8,677,23 mm²), yang mengindikasikan kecenderungan ukuran dan kerapatan sel idioblas berbanding terbalik. Seluruh sampel positif terpenoid, ditandai endapan berwarna kuning pada sel idioblas, sehingga sel tersebut berfungsi sebagai tempat akumulasi terpenoid. Hasil penelitian ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan berupa modul atau lembar kerja praktikum.

HISTOKIMIA DAN STRUKTUR SEKRETORI TUMBUHAN SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens) SERTA POTENSINYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

NOVIA APRILIA
2026 · Book · Open Access

Gynura procumbens atau sambung nyawa merupakan tumbuhan obat tradisional dari famili Asteraceae yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat kalimantan. Tumbuhan yang digunakan sebagai obat umumnya memiliki struktur sekretori sebagai sintesis atau penyimpanan metabolit sekunder sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe struktur sekretori serta distribusi histokimia senyawa terpenoid, alkaloid, dan senyawa lipofilik pada jaringan batang dan daun G.procumbens asal Tarakan, Kalimantan Utara, serta mengeksplorasi potensi hasil penelitian sebagai sumber pembelajaran pada mata kuliah Fitokimia. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif melalui sayatan free hand section secara paradermal dan melintang dilanjutkan dengan uji histokimia menggunakan reagen kupri asetat 5% untuk terpenoid, reagen Wagner 1% untuk alkaloid, dan Sudan IV untuk senyawa lipofilik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sekretori yang dijumpai pada kedua organ berupa trikoma kelenjar. Daun memiliki tipe trikoma peltate tipe I dan capitate tipe II, sedangkan batang hanya memiliki trikoma capitate tipe I dan capitate tipe II yang menunjukkan bahwa daun memiliki kompleksitas struktural lebih tinggi dibandingkan batang. Seluruh tipe trikoma pada kedua organ memberikan hasil positif terhadap senyawa terpenoid, alkaloid, dan lipofilik. Temuan ini relevan dengan capaian pembelajaran mata kuliah Fitokimia dan berpotensi dikembangkan menjadi panduan praktikum berbasis riset bagi Program Studi Pendidikan Biologi.

Pengembangan Permainan Ular Tangga Terhadap Perencanaan Perencanaan Karir (PELATARIR) Siswa SMP Negeri 9 Tarakan

APRYAND SERU
2026 · Book · Open Access

This study was motivated by the need for enganing and interactive media to support guidance and counseling services in the career domain, particularly in helping students identify their personal potential and plan their future careers. This study aims to determine the feasibility of the Career Planning Snakes and Ladders Game (PELATARIR) as a supporting medium for group guidance services in the career domain. The study employs a Research and Development (R&D) method using the Borg and Gall devolpment model, modified into five stages: potential and problems, information gathering, product design, design validation, and design revision. Product validation was conducted a validation questionnaire with a four-point Likert scale and analyzed using quantitative and qualitative descriptive methods to determine the feasibility level of the product. The findings indicate that the subject matter expert, categorized a feasibility percentage of 79.69% from the subject matter expert, categorized as feasible; 90.63% from the media expert, categorized as very feasible; and 80% from the language expert, categorized as feasible. The PELATARIR media incorporates content covering the identification of interests and talents, options for further education, various types of professions, and career planning steps. The media is also equipped with challenge cards, reward cards, and a user guide for guidance and counseling teachers. Based on these validation results, the Career Planning Snakes and Ladders Game (PELATARIR) is declared feasible for use as a supporting medium in group guidance services in the career domain.

Pengaruh Pre-treatment dan Metode Pengeringan terhadap Karakteristik Penyedap Rasa Alami Jamur Sawit (Volvariella volvacea)

BUDIAWANTORO
2026 · Book · Open Access

THE EFFECT OF PRE-TREATMENT AND DRYING METHODS ON THE CHARACTERISTICS OF NATURAL FLAVOR ENHANCERS OF STRAW MUSHROOMS (Volvariella volvacea) Abstract Straw mushrooms (Volvariella volvacea) are food ingredients that contain protein and natural glutamic acid, making them potentially useful as natural flavor enhancers to replace synthetic seasonings. The utilization of straw mushrooms as flavor enhancers is influenced by the processing methods, particularly pre-treatment and drying methods, which can determine the quality characteristics of the final product. This study aims to investigate the effect of pre-treatment and drying methods on the characteristics of natural flavor enhancers of straw mushrooms. The research was conducted at the Agricultural Product Processing Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Borneo Tarakan, using a factorial two-factor completely randomized design with three repetitions. The first factor was pre-treatment, which consisted of control, blanching, soaking in 0.5% citric acid, soaking in 0.25% sodium bisulfite, and soaking in 2% salt, while the second factor was the drying method, which included conventional drying (sunlight) for 12 hours and oven drying at 60°C for 5 hours. The observed parameters included yield, moisture content, protein content, and glutamic acid content. The results showed that pre-treatment and drying methods had a significant effect on moisture content, protein content, and glutamic acid content, whereas the interaction of the two factors did not have a significant effect. Salt soaking treatment resulted in the highest glutamic acid content, while oven drying tended to better preserve the chemical quality of the product compared to conventional drying. The application of appropriate pre-treatment and the use of oven drying methods can enhance the quality characteristics of natural flavor enhancers from straw mushrooms.

Ekstraksi Pektin dari Kulit Buah Pedada (Sonneratia caseolaris) Menggunakan Dua Pelarut Asam yang Berbeda

LINGAI BAYUK
2026 · Book · Open Access

Kulit buah pedada merupakan limbah biomassa yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pektin alternatif. Kualitas pektin dapat dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan dalam ekstraksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penggunaan dua jenis pelarut asam, yaitu asam sulfat dan asam oksalat, terhadap kualitas pektin yang diekstraksi dari kulit buah pedada. Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu preparasi sampel, ekstraksi pektin menggunakan asam sulfat sebagai perlakuan A dan asam oksalat sebagai perlakuan B, serta analisis kualitas pektin. Parameter yang diamati meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, berat ekivalen, kadar metoksil, kadar asam galakturonat, dan derajat esterifikasi. Data dianalisis menggunakan uji Independent-samples T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pelarut berpengaruh signifikan terhadap rendemen, kadar air, kadar abu, berat ekivalen, kadar metoksil, dan derajat esterifikasi pektin (p>0,05), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar asam galakturonat (p>0,05). Ekstraksi menggunakan asam sulfat menghasilkan rendemen pektin yang lebih tinggi, yaitu 6,53 ± 0,04%, dibandingkan dengan ekstraksi menggunakan asam oksalat. Namun, pektin yang diekstraksi menggunakan asam oksalat menunjukkan kualitas yang lebih baik, dengan kadar air sebesar 15,17 ± 0,19%, kadar abu sebesar 3,51 ± 0,15%, berat ekivalen sebesar 333,58 ± 11,13 mg, kadar metoksil sebesar 22,32 ± 0,31%, kadar asam galakturonat sebesar 169,22 ± 0,47%, dan derajat esterifikasi sebesar 70,59 ± 0,87%. Dengan demikian, asam sulfat lebih efektif dalam meningkatkan rendemen pektin, sedangkan asam oksalat berpotensi digunakan sebagai pelarut alternatif untuk menghasilkan pektin kulit buah pedada dengan kualitas yang lebih baik.

Pengaruh teknik role playing bermuatan nilai taro ada taro gau sebagai penguatan karakter moral siswa MA hurrasul Aqidah

AUDY NABILA
2026 · Book · Open Access

Moral character is students' ability to understand good and bad values, possess moral awareness and feelings, and express them in daily behavior, such as honesty, responsibility, empathy, love of goodness, and self-control. This study aims to determine the effect of group guidance services using role-playing techniques embedded with Taro Ada Taro Gau values in strengthening the moral character of MA Hurrasul Aqidah students. This study used a quantitative approach with a pre- experimental design using the one-group pretest-posttest model. The sample consisted of 13 female 1 1th-grade students at MA Hurasul Aqidah. Data were collected using a 45-item moral character scale. We analyzed the data using descriptive statistics, normality testing, and a paired-samples t-test. The results showed that students' mean moral character score increased from 134.38 on the pretest to 156.85 on the posttest, an increase of 22.46 points (16.71%). This increase indicated a change in students' moral character after receiving group guidance services using role-playing techniques embedded with Taro Ada Taro Gau values. The Paired Samples t-Test results yielded St = -11.906S, df = 12, and p 0.001, thereby rejecting Ho and accepting Ha. Consequently, group guidance services using role-playing techniques embedded with Taro Ada Taro Gau values significantly strengthen the moral character of MA Hurrasul Aqidah students.

PENGARUH PERSEPSI KEADILAN PAJAK, TRANSPARANSI PEMERINTAH, DAN SIKAP MORAL TERHADAP NIAT MENGHINDARI PAJAK

TITAN FERRARI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral terhadap niat menghindari pajak pada wajib pajak orang pribadi di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih secara purposif, dengan kriteria memiliki NPWP dan pernah menjalankan kewajiban perpajakan. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan seluruh item valid, seluruh variabel reliabel, serta model memenuhi asumsi klasik. Secara parsial, persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral berpengaruh negatif signifikan terhadap niat menghindari pajak, masing-masing dengan nilai signifikansi 0,001; 0,036; dan 0,006. Ketiganya juga berpengaruh signifikan secara simultan (nilai signifikansi 0,000). Koefisien determinasi sebesar 0,5405 menunjukkan bahwa ketiga variabel menjelaskan 54,05% variasi niat menghindari pajak, sedangkan 45,95% sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral, semakin rendah niat menghindari pajak.

PENGARUH NILAI KURS RUPIAH DAN BIAYA BAHAN BAKU TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN KOSMETIK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2020-2024

NURUL RIZA HARDIYANI
2026 · Book · Open Access

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana biaya bahan baku dan perubahan nilai tukar rupiah memengaruhi kinerja keuangan perusahaan kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara tahun 2020 hingga 2024. Kinerja keuangan diukur dengan menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menerapkan metodologi kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder serta teknik regresi linier berganda. Sampel penelitian terdiri dari 6 perusahaan kosmetik dengan total 30 observasi yang dipilih melalui teknik sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, nilai kurs rupiah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, sementara biaya bahan baku memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, nilai kurs rupiah dan biaya bahan baku memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan kosmetik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan biaya bahan baku lebih berpengaruh dalam meningkatkan kinerja keuangan dibandingkan nilai kurs.

TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP KONSUMEN KOSMETIK BERLABEL BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BPOM) YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR KEAMANAN

FIJRA DWI HANDINI
2026 · Book · Open Access

TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA TERHADAP KONSUMEN KOSMETIK BERLABEL BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (BPOM) YANG TIDAK MEMENUHI STANDAR KEAMANAN Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu berupa kosmetik berlabel BPOM yang mengandung bahan berbahaya dan/atau dilarang. Kondisi tersebut menunjukkan kesenjangan antara jaminan normatif melalui izin edar dan keamanan aktual produk yang beredar. Penelitian ini bertujuan menganalisis tanggung jawab pelaku usaha terhadap konsumen kosmetik berlabel BPOM yang tidak memenuhi standar keamanan serta bentuk perlindungan hukum bagi konsumen yang dirugikan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum dianalisis secara deskriptif, evaluatif, dan preskriptif dengan mengkaji Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, peraturan BPOM, serta kasus Pinkflash dan MH Cosmetic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha, baik produsen, importir, maupun pemegang nomor notifikasi, tetap bertanggung jawab atas keamanan produk yang diproduksi atau diedarkannya. Tanggung jawab tersebut meliputi kewajiban memberikan ganti rugi dan dapat dikenakan dalam ranah perdata, administratif, dan pidana. Prinsip tanggung jawab mutlak (strict liability) lebih relevan digunakan karena menitikberatkan pertanggungjawaban pada produk tidak aman dan timbulnya kerugian atau risiko bagi konsumen. Perlindungan hukum bagi konsumen tersedia dalam dua bentuk, yaitu preventif (pengawasan, edukasi, dan inspeksi mendadak) dan represif (sanksi administratif, BPSK, litigasi, dan pidana).

peran penyuluh pertanian dalam mengakses informasi teknologi budidaya padi sawah di desa tideng pale, kabupaten tana tidung

ARISKA ANANDA SINTIA
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penyuluh dalam mengakses petani terhadap informasi teknologi budidaya padi sawah, akses petani terhadap informasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan penentuan informan secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo-12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh berperan sebagai edukator, fasilitator dan penghubung, motivator dan dinamisator, serta penasihat dan konsultan. Penyuluh menyampaikan informasi melalui diskusi, pendampingan, demonstrasi, dan komunikasi digital. Petani memperoleh informasi melalui penyuluh, kelompok tani, sesama petani, serta media digital seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok. Informasi yang paling dibutuhkan meliputi benih, pemupukan, dan pengendalian hama. Faktor pendukung meliputi kemampuan komunikasi penyuluh, pendampingan, dan ketersediaan perangkat komunikasi. Faktor penghambat meliputi jaringan internet yang tidak stabil, biaya kuota, perbedaan kemampuan digital petani, serta ketidaksesuaian informasi dengan kondisi lahan.

PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP PERUBAHAN KARAKTERISTIK BUBUK KAKAO (Theobroma cacao L.)

SUSILO AWU SAPUTRO
2026 · Book · Open Access

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang berpotensi dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah, salah satunya bubuk kakao. Salah satu faktor yang memengaruhi karakteristik bubuk kakao adalah lama fermentasi biji sebelum pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap karakteristik bubuk kakao serta menentukan lama fermentasi yang optimum. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Mei 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu lama fermentasi yang terdiri atas F0 (0 hari), F1 (2 hari), F2 (4 hari), F3 (6 hari), dan F4 (8 hari), dengan lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar lemak, pH, warna, aroma, dan rasa. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, dilanjutkan analisis ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada parameter yang berpengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar lemak, pH, warna, dan rasa, sedangkan aroma tidak berpengaruh nyata. Perlakuan F3 (6 hari) menghasilkan kadar air 4,62%, kadar lemak 11,25%, pH 4,60, serta karakteristik organoleptik warna, aroma, dan rasa yang baik. F3 dipilih sebagai perlakuan optimum karena memenuhi persyaratan mutu dan menghasilkan karakteristik yang masuk baik dengan waktu fermentasi lebih singkat dibandingkan F4. Dengan demikian, fermentasi selama 6 hari merupakan perlakuan optimum dalam menghasilkan bubuk kakao pada penelitian ini.

ANALISIS NILAI MORAL DALAM NOVEL ILY KARYA TERE LIYE (KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)

SARIFA AINI
2026 · Book · Open Access

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Ily karya Tere Liye dengan menggunakan kajian sosiologi sastra. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya karya sastra sebagai salah satu media penyampaian pesan moral yang dapat menggambarkan kehidupan sosial, hubungan antarmanusia, serta sikap individu dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian berupa novel Ily karya Tere Liye yang diterbitkan oleh PT Sabak Grip Nusantara pada tahun 2025, sedangkan data penelitian berupa kutipan-kutipan teks yang mengandung nilai moral. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 33 data nilai moral yang terbagi ke dalam tiga kategori. Pertama, nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri sebanyak 12 data, yang meliputi kesabaran, pantang menyerah, keberanian, percaya diri, keteguhan hati, pengendalian diri, kejujuran, ketekunan, dan tanggung jawab. Kedua, nilai moral hubungan manusia dengan sesama sebanyak 18 data, yang meliputi kepedulian, tolong-menolong, kasih sayang, kesetiaan, kerja sama, saling percaya, solidaritas, kebersamaan, saling melindungi, empati, keterbukaan, saling belajar, dan saling menyemangati. Ketiga, nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan sebanyak 3 data, yang meliputi rasa bersyukur terhadap tuhan kesadaran akan keterbatasan manusia dan rasa syukur. Nilai-nilai tersebut ditampilkan melalui tindakan, sikap, dan interaksi para tokoh dalam menghadapi konflik serta berbagai peristiwa dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Ily karya Tere Liye tidak hanya menyajikan cerita petualangan dan fantasi, tetapi juga sarat dengan pesan moral yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai moral yang ditemukan dapat memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai pentingnya membangun karakter yang baik, menjaga hubungan dengan sesama, serta menyadari keterbatasan diri dan mensyukuri kehidupan. Dengan demikian, novel Ily dapat dijadikan sebagai media pembelajaran karakter dan bahan referensi dalam kajian sosiologi sastra.

NILAI MORAL DALAM NOVEL “FREETER, MEMBELI RUMAH” KARYA ARIKAWA HIRO BERDASARKAN KONDISI PSIKOLOGIS TOKOH UTAMA (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA)

NURUL HIDAYAH
2026 · Book · Open Access

NURUL HIDAYAH 2026. Nilai Moral dalam Novel “Freeter, Membeli Rumah” Karya Arikawa Hiro Berdasarkan Kondisi Psikologis Tokoh Utama (Kajian Psikologi Sastra). (dibimbing oleh Dr. Asih Riyanti, M.Pd. dan Muhammad Ilham, S.S., M.Pd.) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai moral dalam novel Freeter Membeli Rumah karya Arikawa Hiro berdasarkan kondisi psikologis tokoh utama dengan kajian psikologi sastra. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan kondisi psikologis tokoh utama Seiji yang mengalami berbagai konflik dalam kehidupan , keluarga, dan pekerjaan. Perubahan tersebut memengaruhi sikap dan perilaku Seiji sehingga memunculkan berbagai nilai moral yang dapat dijadikan pembelajaran dalam kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian adalah novel Freeter Membeli Rumah karya Arikawa Hiro terjemahan Ribeka Ota yang diterbitkan oleh PT Haru Media Sejahtera tahun 2021 di kota Ponorogo, Jawa Timur. Data penelitian berupa kata, kalimat, dan paragraf yang terkandung nilai moral berdasarkan kondisi psikologis tokoh utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 38 data yang menggambarkan nilai moral berdasarkan kondisi psikologis tokoh utama yang terdiri atas 4 data kebutuhan fisiologis, 8 data kebutuhan rasa aman, 16 data kebutuhan cinta dan memiliki, 9 data kebutuhan harga diri, dan 1 data kebutuhan aktualisasi diri berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow. Nilai moral yang ditemukan meliputi hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan sesama dalam lingkungan sosial, dan hubungan manusia dengan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kondisi psikologis Seiji memengaruhi munculnya nilai-nilai moral sehingga ia berkembang menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, mandiri, peduli terhadap keluarga, mampu menghargai diri sendiri, serta berusaha mengembangkan potensi yang dimilikinya.