2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis kemampuan berpikir kritis dalam penerapan pembelajaran matematis siswa kelas XI SMK Negeri 4 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan dua siswa kelas XI SMK Negeri 4 Tarakan yang berinisial 01 dan 02. Berdasarkan hasil wawancara, kemampuan berpikir kritis matematis siswa dianalisis melalui lima aspek indikator yaitu Elementary Clarification, Basic Support, Inference, Advanced Clarification, dan Strategy and Tactics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua siswa tersebut memiliki variasi kemampuan dalam setiap aspek tersebut. Pada aspek Elementary Clarification dan Basic Support, siswa 01 menunjukkan pemahaman yang lebih baik dibandingkan siswa 02. Namun, pada aspek Inference dan Advanced Clarification, kedua siswa menunjukkan kemampuan yang relatif seimbang. Sedangkan pada aspek Strategy and Tactics, siswa 02 menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan siswa 01. Temuan ini memberikan gambaran tentang profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis kemampuan berpikir kritis dalam penerapan pembelajaran matematis siswa kelas XI SMK Negeri 4 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan dua siswa kelas XI SMK Negeri 4 Tarakan yang berinisial 01 dan 02. Berdasarkan hasil wawancara, kemampuan berpikir kritis matematis siswa dianalisis melalui lima aspek indikator yaitu Elementary Clarification, Basic Support, Inference, Advanced Clarification, dan Strategy and Tactics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua siswa tersebut memiliki variasi kemampuan dalam setiap aspek tersebut. Pada aspek Elementary Clarification dan Basic Support, siswa 01 menunjukkan pemahaman yang lebih baik dibandingkan siswa 02. Namun, pada aspek Inference dan Advanced Clarification, kedua siswa menunjukkan kemampuan yang relatif seimbang. Sedangkan pada aspek Strategy and Tactics, siswa 02 menunjukkan kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan siswa 01. Temuan ini memberikan gambaran tentang profil kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Buku ini merupakan sebuah kritik atas konsep akunta-bilitas partai politik yang telah menghianati nilai-nilai Pancasila. Ideologi Pancasila hanya dijadikan slogan dan mantra politik untuk melegitimasi pendirian partai. Feno-mena banyaknya kader partai politik yang terjerat dalam korupsi, kolusi dan nepotisme. Bukti bahwa amanah Pancasila terutama dalam pertarungan partai politik da-lam kanca perpolitikan di Indonesia telah terdegradasi oleh kepentingan antar elit penguasa. Hal tersebut telah bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Konsep akun-tabilitas partai politik berdasarkan amanat perundang-undangan Pasal 39 (1) berbunyi pengelolaan keuangan Partai Politik dilakukan secara transparan dan akuntabel, hanya simbol untuk mempertahankan kekuasaan, karena partai politk gagal mengemban amanah tersebut.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kesulitan membaca sering didefinisikan sebagai gejala kesulitan dalam memperlajari komponen-komponen kata dan kalimat, sedangkan kesulitan menulis ialah kesulitan mengekspresikan pikiran dalam bentuk lambang-lambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca dan menulis yang dialami siswa kelas III SD 002 Muhammadiyah Nunukan. Dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kesulitan membaca dan menulis tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan membaca dan menulis siswa yang dikonfirmasi dengan proses wawancara dan observasi. Sebanyak 15 siswa kelas III menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan. Setelah ini peneliti memilih 4 siswa kelas III yang dari hasil tes diketahui mengalami kesulitan membaca dan menulis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa memang masih adanya terdapat kesulitan membaca dan menulis yang dialami siswa. Berdasarkan hasil tes yang diikuti siswa tersebut dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain: siswa belum lancar dalam membaca, masih terbata-bata dalam mengeja, siswa sulit membedakan huruf yang bentuknya hampir mirip, siswa banyak melakukan kesalahan dengan menganti kata, mengulang kata, dan menghilangkan kata, karena kesulitan-kesulitan tersebutlah siswa banyak melakukan kesalahan. Dan hasil tes keterampilan menulis menunjukan bahwa memang masih adanya kesulitan yang dialami siswa antara lain; siswa terlambat dalam mengumpulkan tugas, tulisan tidak rapi, tulisan tidak bisa dibaca atau terlalu jelek, siswa banyak menghilangkan huruf dalam kata, dan siswa menulis dengan huruf besar dan kecil yang tidak beraturan, penggunaan tanda baca tidak tepat dan benar. Adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca dan menulis siswa terbagi atas dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal.
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan membaca sering didefinisikan sebagai gejala kesulitan dalam memperlajari komponen-komponen kata dan kalimat, sedangkan kesulitan menulis ialah kesulitan mengekspresikan pikiran dalam bentuk lambang-lambang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan membaca dan menulis yang dialami siswa kelas III SD 002 Muhammadiyah Nunukan. Dan faktor-faktor apa yang menyebabkan kesulitan membaca dan menulis tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan membaca dan menulis siswa yang dikonfirmasi dengan proses wawancara dan observasi. Sebanyak 15 siswa kelas III menjadi partisipan dalam penelitian dan mengikuti tes yang diberikan. Setelah ini peneliti memilih 4 siswa kelas III yang dari hasil tes diketahui mengalami kesulitan membaca dan menulis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa memang masih adanya terdapat kesulitan membaca dan menulis yang dialami siswa. Berdasarkan hasil tes yang diikuti siswa tersebut dimana kesulitan membaca yang dialami siswa antara lain: siswa belum lancar dalam membaca, masih terbata-bata dalam mengeja, siswa sulit membedakan huruf yang bentuknya hampir mirip, siswa banyak melakukan kesalahan dengan menganti kata, mengulang kata, dan menghilangkan kata, karena kesulitan-kesulitan tersebutlah siswa banyak melakukan kesalahan. Dan hasil tes keterampilan menulis menunjukan bahwa memang masih adanya kesulitan yang dialami siswa antara lain; siswa terlambat dalam mengumpulkan tugas, tulisan tidak rapi, tulisan tidak bisa dibaca atau terlalu jelek, siswa banyak menghilangkan huruf dalam kata, dan siswa menulis dengan huruf besar dan kecil yang tidak beraturan, penggunaan tanda baca tidak tepat dan benar. Adapun faktor-faktor penyebab kesulitan membaca dan menulis siswa terbagi atas dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal.