Asuhan Keperawatan Pada Tn. A Dengan Diagnosis Tumor Paru Di Ruang Anggrek A Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan
Tumor paru adalah tumor ganas paru primer yang berasal dari saluran pernafasan atau epitel bronkus. Terjadinya tumor paru ditandai dengan pertumbuhan sel-sel yang tidak normal, tidak terbatas, dan merusak sel-sel jaringan yang normal. Perubahan pertamayang terjadi pada massa pankreas disebut metaplasia skuamosa yang ditandai dengan perubahan bentuk epitel dan menghilangnya silia. Tumor paru memiliki insidensi terbanyak kedua dengan angka kematian tertinggi di dunia. Penyebab tumor paru diklasifikasikan menjadi dapat dirubah dan tidak dapat dirubah, penyebab yang dapat dirubah terdiri dari rokok, radon, asbestos, silika, dan yang lainnya. Tumor paru menempati urutan ketiga tertinggi dalam jumlah kasus baru pada populasi pria dan wanita semua usia, dan urutan pertama tertinggi dalam jumlah kasus baru pada populasi pria semua usia di Indonesia pada tahun 2020. Tumor paru menjadi penyebab sekitar 11% atau 2.206.771 kasus baru tumor paru dan kematian akibat tumor paru nomor satu di dunia dan di Indonesia, tumor paru menjadi penyebab 8,8% atau 34.783 kasus baru di Indonesia. Penulis menggunakan metode deskriptif dengan tipe studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan dengan tahapan pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Tujuan umum laporan tugas akhir ini penulis mendapatkan gambaran nyata dalam menerapkan asuhan keperawatan pada klien Tn. A dengan Tumor Paru. Subjek laporan ini adalah Tn. A dengan Tumor Paru. Pada pasien tumor paru masalah yang muncul yaitu gangguan pertukaran gas, nyeri akut, gangguan pola tidur, defisit nutrisi, gangguan persepsi sensori, intoleran aktifitas dan hipertermia.