Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

NURWAHIDA

4 karya publik ditemukan.

2026: 22022: 2

KRITIK SOSIAL PADA FILM " TENRI PAPPOJI ANA ARUNG" ( KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)

2026 · Book ·

Nurwahida. 2026. Kritik Sosial Pada Film “Tenri Poppoji Ana Arung” (Kajian Sosiologi Sastra). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Dr. Asih Riyanti, M.Pd. dan Dr. Erna Wahyuni, S.S.,M.A.) Tujuan dari penelitian adalah bertujuan untuk menggambarkan kritik sosial yang hadir dalam film “Tenri Pappoji Ana Arung” dari prespektif sosiologi sastra. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana kritik sosial diwakili dalam film 'Tenri Pappoji Ana Arung” melalui lensa sosiologi sastra . Film ini dianalisis sebagai cerminan realitas masyarakat, terutama berfokus pada konflik struktural dalam masyarakat Bugis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini menggunakan dua data yaitu data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, teknik simak dan teknik rekam catat. Teknik analisis data melibatkan pencarian, kompilasi, kategorisasi, dan sintesis data yang dikumpulkan secara sistematis untuk menarik kesimpulan . Secara khusus, ini melibatkan menafsirkan dialog dan adegan untuk memahami kritik sosial yang disampaikan. Berdasrkan hasil pembahasan dari penelitian ini menemukan bahwa kritik sosial dalam “Tenri Pappoji Ana Arung” sebagian besar dimanifestasikan melalui empat indikator yaitu, adat istiadat kritik paling dominan muncul dalam 10 poin data ini menyoroti norma bugis seperti siri (kehormatan),mappasiala ( pernikahan yang diatur), dan manggelli dara ( status pembelian), mengorbankan cinta individu untuk kehormatan keluarga tradisional. Strata sosial diidentifikasi dalam 9 poin data, mengkritik diskriminasi berdasarkan “darah biru” atau hierarki mulia versus orang awam yang menghambat pernikahan antar kasta. Kekuasaan hadir dalam 7 data, ini mencerminkan otoritas patriarki orang tua yang tidak perlu dipertanyakan lagi (petta dan puang mama), sering disertai dengan ancaman durhaka (pembangkangan) atausilariang (elopement). Standar kehidupan Ini adalah kritik yang paling jarang, dengan 2 poin data, menunjukkan pengabaian terhadap pencapaian modern seperti pendidikan dan stabilitas ekonomi demi warisan leluhur. Dengan demikian, dapat disimpulkan , film 'Tendri Pappoji Ana Arung' berfungsi sebagai cermin sosiologis, secara kritis memeriksa kekakuan adat istiadat Bugis yang mengarah pada pengorbanan emosional bagi generasi muda, sambil tetap mengakui nilai-nilai leluhur untuk mendorong refleksi sosial. Narasi secara konsisten menggambarkan konflik antara norma-norma tradisional dan kebebasan individu, di mana adat dan strata sosial saling memperkuat, menciptakan konflik antargenerasi dalam masyarakat Bugis modern .

KRITIK SOSIAL PADA FILM " TENRI PAPPOJI ANA ARUNG" ( KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nurwahida. 2026. Kritik Sosial Pada Film “Tenri Poppoji Ana Arung” (Kajian Sosiologi Sastra). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Borneo Tarakan. (dibimbing oleh Dr. Asih Riyanti, M.Pd. dan Dr. Erna Wahyuni, S.S.,M.A.) Tujuan dari penelitian adalah bertujuan untuk menggambarkan kritik sosial yang hadir dalam film “Tenri Pappoji Ana Arung” dari prespektif sosiologi sastra. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana kritik sosial diwakili dalam film 'Tenri Pappoji Ana Arung” melalui lensa sosiologi sastra . Film ini dianalisis sebagai cerminan realitas masyarakat, terutama berfokus pada konflik struktural dalam masyarakat Bugis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini menggunakan dua data yaitu data primer dan skunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah, teknik simak dan teknik rekam catat. Teknik analisis data melibatkan pencarian, kompilasi, kategorisasi, dan sintesis data yang dikumpulkan secara sistematis untuk menarik kesimpulan . Secara khusus, ini melibatkan menafsirkan dialog dan adegan untuk memahami kritik sosial yang disampaikan. Berdasrkan hasil pembahasan dari penelitian ini menemukan bahwa kritik sosial dalam “Tenri Pappoji Ana Arung” sebagian besar dimanifestasikan melalui empat indikator yaitu, adat istiadat kritik paling dominan muncul dalam 10 poin data ini menyoroti norma bugis seperti siri (kehormatan),mappasiala ( pernikahan yang diatur), dan manggelli dara ( status pembelian), mengorbankan cinta individu untuk kehormatan keluarga tradisional. Strata sosial diidentifikasi dalam 9 poin data, mengkritik diskriminasi berdasarkan “darah biru” atau hierarki mulia versus orang awam yang menghambat pernikahan antar kasta. Kekuasaan hadir dalam 7 data, ini mencerminkan otoritas patriarki orang tua yang tidak perlu dipertanyakan lagi (petta dan puang mama), sering disertai dengan ancaman durhaka (pembangkangan) atausilariang (elopement). Standar kehidupan Ini adalah kritik yang paling jarang, dengan 2 poin data, menunjukkan pengabaian terhadap pencapaian modern seperti pendidikan dan stabilitas ekonomi demi warisan leluhur. Dengan demikian, dapat disimpulkan , film 'Tendri Pappoji Ana Arung' berfungsi sebagai cermin sosiologis, secara kritis memeriksa kekakuan adat istiadat Bugis yang mengarah pada pengorbanan emosional bagi generasi muda, sambil tetap mengakui nilai-nilai leluhur untuk mendorong refleksi sosial. Narasi secara konsisten menggambarkan konflik antara norma-norma tradisional dan kebebasan individu, di mana adat dan strata sosial saling memperkuat, menciptakan konflik antargenerasi dalam masyarakat Bugis modern .

Peran Guru Dalam Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19 di SD Negeri 017 Tarakan

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini di latar belakangi oleh siswa yang mengalami kebosanan ketika proses pembelajaran daring oleh guru dan siswa mengalami kendala fasilitas yang tidak mampu dipenuhi oleh orang tua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mendeskripsikan peran guru dan dampaknya dalam pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19. Informan penelitian adalah satu orang kepala sekolah, dua orang guru kelas V-A dan V-C, 4 orang siswa dan 4 orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Proses analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa guru di SD Negeri 017 Tarakan telah menjalankan perannya (1) sebagai motivator, yaitu melakukan pemberian motivasi kepada siswa berupa nasehat-nasehat positif dan dorongan semangat melalui pesan suara dan melalui chat kepada siswa di dalam grup whatsapp. (2) Sebagai fasilitator, yaitu mempersiapkan seluruh perangkat pembelajaran yang dibutuhkan sesuai dengan situasi dan kondisi serta aturan yang berlaku pada masa pandemi Covid-19 guna memperlancar proses belajar mengajar, mengusahakan media berupa video-video pembelajaran yang menarik minat siswa untuk tetap bersemangat dalam belajar. (3) Sebagai inovator, yaitu menggunakan berbagai macam aplikasi dalam melakukan pembelajaran seperti Whatsapp, Youtube, Google Form, google meet dan Zoom. (4) Sebagai evaluator, yaitu melihat dari aspek keaktifan siswa selama pembelajaran daring dilakukan didalam group whatsapp seperti mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugas selain itu juga melihat kehadiran siswa dalam proses pembelajaran daring serta usaha siswa dalam memperbaiki nilai dengan melakukan remedial. Dampaknya yaitu peserta didik lebih rajin dan bersemangat dalam melakukan kegiatan pembelajaran, serta dimudahkan dalam melakukan proses pembelajaran sehingga lebih tertarik dalam melakukan pembelajaran.

Peran Guru Dalam Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi Covid-19 di SD Negeri 017 Tarakan

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini di latar belakangi oleh siswa yang mengalami kebosanan ketika proses pembelajaran daring oleh guru dan siswa mengalami kendala fasilitas yang tidak mampu dipenuhi oleh orang tua. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mendeskripsikan peran guru dan dampaknya dalam pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19. Informan penelitian adalah satu orang kepala sekolah, dua orang guru kelas V-A dan V-C, 4 orang siswa dan 4 orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Proses analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa guru di SD Negeri 017 Tarakan telah menjalankan perannya (1) sebagai motivator, yaitu melakukan pemberian motivasi kepada siswa berupa nasehat-nasehat positif dan dorongan semangat melalui pesan suara dan melalui chat kepada siswa di dalam grup whatsapp. (2) Sebagai fasilitator, yaitu mempersiapkan seluruh perangkat pembelajaran yang dibutuhkan sesuai dengan situasi dan kondisi serta aturan yang berlaku pada masa pandemi Covid-19 guna memperlancar proses belajar mengajar, mengusahakan media berupa video-video pembelajaran yang menarik minat siswa untuk tetap bersemangat dalam belajar. (3) Sebagai inovator, yaitu menggunakan berbagai macam aplikasi dalam melakukan pembelajaran seperti Whatsapp, Youtube, Google Form, google meet dan Zoom. (4) Sebagai evaluator, yaitu melihat dari aspek keaktifan siswa selama pembelajaran daring dilakukan didalam group whatsapp seperti mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugas selain itu juga melihat kehadiran siswa dalam proses pembelajaran daring serta usaha siswa dalam memperbaiki nilai dengan melakukan remedial. Dampaknya yaitu peserta didik lebih rajin dan bersemangat dalam melakukan kegiatan pembelajaran, serta dimudahkan dalam melakukan proses pembelajaran sehingga lebih tertarik dalam melakukan pembelajaran.