Dynamic Emission Dispatch Menggunakan Metode Quadratic Programming Pada Software GAMS
.
Profil penulis
2 karya publik ditemukan.
.
Pertumbuhan populasi dan kemajuan teknologi saat ini menyebabkan peningkatan permintaan energi listrik yang signifikan, baik untuk kebutuhan rumah tangga, komersial, maupun industri. Sebagian besar pembangkit listrik yang digunakan saat ini adalah pembangkit termal, yang menggunakan bahan bakar fosil seperti gas, minyak, dan batu bara. Oleh karena itu, penting untuk memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan bahan bakar fosil ini. Pembangkit listrik termal menghasilkan emisi gas seperti nitrogen oksida (NOx), sulfur dioksida (SO2), dan karbon dioksida (CO2). Emisi gas buang ini memiliki dampak negatif terhadap lingkungan sekitar dan juga berkontribusi secara signifikan terhadap emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim global. Penelitian ini memiliki tujuan penting dalam menghitung emisi gas buang yang dihasilkan oleh pembangkit listrik, dengan upaya meminimalkan emisi tersebut. Dalam penelitian ini, dynamic emission dispatch diselesaikan menggunakan metode Quadratic Programming dengan menggunakan perangkat lunak GAMS dan diuji menggunakan data sistem IEEE 30 bus dan sistem Jawa Bali 500 kV. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan antara dynamic emission dispatch dengan dynamic economic dispatch menggunakan metode yang sama yaitu Quadratic Programming. Dari hasil simulasi dynamic emission dispatch pada sistem IEEE 30 Bus didapatkan nilai emisi sebesar 6.719,55 kg sedangkan untuk dynamic economic dispatch emisi yang dihasilkan sebesar 8.326.71 kg dan untuk dynamic emission dispatch pada sistem Jawa Bali 500 kV emisi yang dihasilkan sebesar 684.748,24 kg sedangkan untuk dynamic economic dispatch emisi yang dihasilkan sebesar 736.140 kg.