FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BURNOUT PERAWAT ICU-HCU RSUD dr. H. JUSUF SK PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Perawat memegang peranan penting menghadapi masalah kesehatan pasien selama 24 jam. Banyaknya tanggung jawab dan tuntutan yang harus dijalani oleh perawat mengakibatkan profesi perawat rentan mengalami burnout terhadap pekerjaannya. Burnout pada perawat terjadi akibat beban kerja yang tinggi, tingkat ketergantungan pasien terhadap perawat, banyaknya pasien dan kurangnya tenaga perawat. Salah satu ruangan yang memiliki beban kerja yang tinggi adalah ruang perawatan intensive (ICU/HCU), dimana stres yang terjadi dapat diakibatkan tugas yang berlebihan dan kurangnya istirahat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout perawat ICU-HCU di RSUD dr. H.Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain crossectional study dan menggunakan uji chi-square. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat di ruang rawat ICU-HCU RSUD dr. H. Jusuf SK yang berjumlah 34 orang. Penelitian menggunakan Instrumen Kuesioner Masclach Burnout Syndrome (MBI) sebanyak 22 pertanyaan.. Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan antara jenis kelamin , usia, status perkawinan, tingkat Pendidikan, masa kerja denga tingkat burnout perawat dengan nilai p diatas 0,05. Secara umum, hasil tingkat burnout perawat didapatkan perawat dengan burnout ringan dan tidak burnout. Saran untuk penelitian berikutnya adalah agar penelitian ini bisa diteliti lebih mendalam untuk faktor yang lain selain faktor individu.