KESANTUNAN BERBAHASA DI MEDIA SOSIAL GRUP FACEBOOK FORUM PEDULI KALTARA PADA MASA PANDEMIK COVID-19 (KAJIAN PRAGMATIK)
Penelitian dilakukan untuk menjawab pertanyaan yaitu bagaimana penggunaan prinsip kesantunan berbahasa dalam Grup Facebook Forum Peduli Kaltara. Teori yang digunakan adalah teori kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Leech yaitu maksim yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maskim pemufakatan dan maksim kesimpatian. Metode penelitian dekskriptif kaulitatif, pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan teknik catat. Metode analisis data dilakukan berurutan yaitu dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tuturan yang ada dalam Forum Peduli Kaltara terdapat 21 data yang memenuhi prinsip kesantunan berbahasa pada maksim kedermawanan tuturan data memenuhi subindikator memberi informasi yang tidak merugikan orang lain dengan tuturan “laporkan saja pada pihak yang terkait, sebagai efek jera pelaku perusakan lingkungan”, pada maksim kedermawanan tuturan data memenuhi indicator memaksimalkan keuntunan pada orang lain “terbaik”, memenuhi subindikator membantu dengan memberi saran pada tuturan “baiknya bikin baju resmi”, dan “sekedar saran untuk admin, tolong kalo bisa yang diterima jadi member digrup ini akun-akun yang asli saja”, pada maksim penghargaan memenuhi indikator memaksimalkan pujian pada orang lain “mantap pak, terus berinovasi dan berkarya, amanah dan kejujuran yang nomor 1”, “ini baru namanya bapak Bupati, penuh dengan rasa tanggung jawab, salam 2 periode”, “mantap sekali” dan “salut”, pada maksim kesepakatan memenuhi indikator menyatakan kesepakatan pada orang lain dalam tuturan “tepat sekali”, dan “mantap, setuju”, pada maksim kesimpatian memenuhi indikator merasakan simpati terhadap apa yang orang lain rasakan dalam tuturan “semoga apinya cepat padam dan tidak ada korban”, “innalilahi .. semoga segera ditemukan”, “prihatin”, “semoga warga yang terkena musibah diberikan kesabaran”, “semoga tiada korban dan apinya cepat dipadamkan”, dan “turut berduka cita, semoga tidak ada korban jiwa” tidak ditemukan data yang memenuhi maksim kesederhanaan.