· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENERAPAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK IDENTIFIKASI PENYAKIT ICE – ICE PADA Citra RUMPUT LAUT DI TARAKAN
Nama Mahasiswa : Ani Kurniawati
NPM : 16.403020.014
Dosen Pembimbing : Dedy Harto,S.T., M.T
ABSTRAK
Pada penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu sistem komputasi pengidentifikasi penyakit ice-ice dengan metode Jaringan Saraf Tiruan (JST) backpropagation, sehingga dengan adanya sistem ini dapat mempermudah dan mempercepat keputusan dalam mengidentifikasi penyakit ice-ice pada rumput laut. Penggunaan metode backpropagation dapat menghasilkan suatu keputusan yang akurat di karenakan dapat menyelesaikan permasalahan yang rumit dengan cara ketika keluaran menghasilkan yang salah, maka penimbang (weight) di koreksi supaya galatnya dapat diperkecil dan tanggapan JST dapat menghasilkan keluaran yang mendekati nilai yang benar. Backpropagation juga berkemampuan untuk memperbaiki penimbang pada lapis tersembunyi (hidden layer). Pengambilan sampel citra pada peneltian ini menggunaka kamera HP dengan resolusi 4160×2080 piksel kemudian data yang berupa citra tersebut akan dilakukan pengolahan citra seperti cropping citra 40×35 piksel, mengubah citra RGB menjadi citra grayscale dan histogram citra grayscale , threshold dan histogram thresholdd sehingga nilai piksel dari histogram citra dipresentasikan ke nilai biner (0 dan 1) sebanyak 256 skala keabuan citra. Data penelitian ini terdiri dari data pelatihan dan data pengujian sistem dimana data pelatihan terdiri dari 24 citra kemudian diperoleh kandidat 6 citra terbaik dan data pengujian sebanyak 54 yaitu 30 citra dalam kondisi sakit dan 24 citra dalam kondisi sehat. Tingkat keberhasilan dari penelitian ini dapat di lihat dari hasil pengujian dimana hasil pengujian data pelatihan tingkat akurasi sebesar 100%, data uji citra sakit 90% dan data uji citra sehat 100% sehingga secara keseluruhan didapatkan tingkat akurasi sebesar 95% dengan tingkat kegagalan 5%. Dari hasil sistem menggunakan JST backpropagation maka dapat disimpulkan bahwa perangkat lunak ini layak digunakan untuk pengidentifikasi penyakit ice-ice pada citra rumput laut.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kecemasan matematika merupakan perasaan yang tidak menyenangkan seperti rasa khawatir, takut, tegang, dan panik yang dialami peserta didik selama pembelajaran matematika maupun muncul ketika peserta didik mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal matematika, dimana ini dapat menjadi faktor penghambat dalam berpikir matematis. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor penyebab kecemasan matematika peserta didik Kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 5 peserta didik kelas VII-3 dan VII-4 menggunakan teknik purposive sampling dengan tingkat kecemasan matematika kategori tinggi, sedang dan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data penelitian menggunakan teknik triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan matematika pada peserta didik terdiri atas empat faktor yaitu guru, materi, orang tua, dan diri sendiri. Faktor guru terdiri dari sikap dan perlakuan guru yang kurang bersahabat, terkesan tidak ramah, dan terkesan kurang kompenten. Faktor materi terdiri dari kesulitan memahami materi pembelajaran karena rumus-rumus dan metematika sulit menjadi mindset peserta didik serta kesulitan mengerjakan soal-soal matematika dikarenakan tidak memahami materi. Faktor orang tua, yaitu harapan berlebihan ketika orang tua menginginkan agar peserta didik memperoleh nilai yang bagus di sisi lain peserta didik kurang menguasai materi pembelajaran matematika. Faktor diri sendiri yaitu ketidakpercayaan diri peserta didik akan kemampuan yang dimilikinya. Hal ini yang mendukung timbulnya kecemasan matematika pada peserta didik.
2023 · Thesis ·
Kecemasan matematika merupakan perasaan yang tidak menyenangkan seperti rasa khawatir, takut, tegang, dan panik yang dialami peserta didik selama pembelajaran matematika maupun muncul ketika peserta didik mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal matematika, dimana ini dapat menjadi faktor penghambat dalam berpikir matematis. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor penyebab kecemasan matematika peserta didik Kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 5 peserta didik kelas VII-3 dan VII-4 menggunakan teknik purposive sampling dengan tingkat kecemasan matematika kategori tinggi, sedang dan rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Keabsahan data penelitian menggunakan teknik triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan kecemasan matematika pada peserta didik terdiri atas empat faktor yaitu guru, materi, orang tua, dan diri sendiri. Faktor guru terdiri dari sikap dan perlakuan guru yang kurang bersahabat, terkesan tidak ramah, dan terkesan kurang kompenten. Faktor materi terdiri dari kesulitan memahami materi pembelajaran karena rumus-rumus dan metematika sulit menjadi mindset peserta didik serta kesulitan mengerjakan soal-soal matematika dikarenakan tidak memahami materi. Faktor orang tua, yaitu harapan berlebihan ketika orang tua menginginkan agar peserta didik memperoleh nilai yang bagus di sisi lain peserta didik kurang menguasai materi pembelajaran matematika. Faktor diri sendiri yaitu ketidakpercayaan diri peserta didik akan kemampuan yang dimilikinya. Hal ini yang mendukung timbulnya kecemasan matematika pada peserta didik.