Survey prilaku disiplin belajar siswa di SMP negeri 9 Tarakan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku disiplin belajar siswa di SMPN 9 Tarakan. Disiplin belajar merupakan salah satu aspek penting dalam proses pendidikan yang berpengaruh langsung terhadap prestasi akademik siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menurunnya kedisiplinan belajar siswa yang terlihat dari keterlambatan mengumpulkan tugas, kurangnya perhatian saat pembelajaran, serta rendahnya motivasi belajar di luar jam sekolah. Faktor-faktor yang memengaruhi kedisiplinan belajar siswa antara lain adalah lingkungan keluarga, peran guru, motivasi internal, serta pengaruh media sosial dan teknologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 9 Tarakan, dengan sampel yang diambil secara acak sebanyak 165 responden dari kelas VII, VIII, dan IX. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner tertutup yang terdiri dari beberapa indikator disiplin belajar, seperti Upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu, Mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan, dan Mematuhi tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari diri. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk melihat kecenderungan perilaku siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku disiplin belajar siswa SMPN 9 Tarakan berada pada kategori rendah sebesar 83 siswa, dengan persentase sebesar 50,30%, yang berada pada interval 106-122. Sehingga sebagian besar siswa menunjukkan perilaku disiplin dalam hal kehadiran, mengikuti pelajaran, dan menyelesaikan tugas. Namun demikian, masih terdapat sekitar 93% siswa yang memiliki tingkat disiplin belajar rendah, terutama dalam hal upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu. Berdasarkan uraian tersebut, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun sebagian besar siswa menunjukkan perilaku disiplin belajar yang positif, masih diperlukan upaya peningkatan melalui kerja sama antara pihak sekolah, guru, dan orang tua. Strategi pembinaan karakter, penguatan motivasi belajar, dan pengawasan penggunaan teknologi menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kedisiplinan belajar yang lebih optimal.