Analisis Dinamika Kelompok Dalam Layanan Bimbingan Kelompok Di SMP Plus Tahfidz Qur'an Tarakan
Analisis Dinamika Kelompok Dalam Layanan Bimbingan Kelompok di SMP Plus Tahfidz Qur’an Tarakan”. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Ibu Suriata, M.Pd selaku pembimbing utama dan Bapak Suprianto, S.Sos.,M.Pd selaku pembimbing anggota. Layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi merupakan layanan dalam bimbingan dan konseling yang dilaksanakan untuk mengatasi berbagai macam masalah siswa di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dinamika kelompok dalam layanan bimbingan kelompok di SMP Plus Tahfidz Qur’an Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan informan penelitian terdiri dari 4 orang diantaranya guru bimbingan dan konseling dan 3 orang siswa yang sudah mendapatkan layanan bimbingan kelompok. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik diskusi kelompok terdapat dinamika kelompok, yaitu 1) komunikasi kelompok, yaitu terjalinnya kuminikasi yang efektif antar anggota kelompok dimulai dari pembentukan pemimpin dalam kelompok hingga sampai pada pemaparan hasil diskusi kelompok; 2) konflik dalam kelompok, yaitu guru bimbingan dan konseling selalu mendorong siswa untuk saling berargumentasi terhadap apa yang telah dipaparkan oleh kelompok lain sehingga muncul gagasan-gagasan dari kelompok lain, selain itu juga terdapat anggota kelompok mempertahankan argumentasinya sesuai dengan hasil diskusi kelompoknya; 3) kekuatan dalam kelompok, yaitu adanya usaha masing-masing pemimpin kelompok untuk mempertahankan anggota kelompoknya agar dapat merasa nyaman dan dihargai dikelompoknya; 4) kohesi kelompok, yaitu terjadinya kerjasama dan kekuatan-kekuatan interaksi antara anggota kelompok untuk saling menyampaikan ide dan gagasan; dan 5) pengambilan keputusan, yaitu setiap kelompok menarik kesimpulan dari hasil pertimbangan ide dan gagasan dari anggota kelompoknya sehingga tercipta pengambilan keputusan yang berkualitas.